Today :

Not found what you looking for?:

Oknum Intelijen Lindungi Al Zaytun & Panji Gumilang?

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah meneliti bahwa pondok pesantren Al Zaytun berhubungan dengan Negara Islam Indonesia (NII) dengan tokohnya Panji Gumilang. Mengapa Al Zaytun dan Panji Gumilang selama ini tak tersentuh? Diduga ada oknum intelijen yang membekingi.

Al Chaidar, mantan anggota NII dan penulis buku ‘Sepak Terjang KW9 Abu Toto Syekh A.S. Panji Gumilang Menyelewengkan NKA-NII Pasca S.M. Kartosoewirjo’ menduga ada oknum intelijen yang melindungi.

“Ada penelitian Depag, MUI, terhadap Al Zaytun, Panji Gumilang ini orang dilindungi pemerintah kelihatannya, oknum-oknum intelijennya,” jelas Al Chaidar ketika ditanya tentang sosok Panji Gumilang yang misterius ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (27/4/2011).

Al Chaidar pernah beberapa kali bertemu dengan Panji Gumilang. “Pernah (beberapa kali), orangnya besar, gendut, mewah, banyak cincin-cincin,” jelas Al Chaidar.

Dia yang pernah masuk ke lingkaran dalam Ponpes Al Zaytun ini membenarkan ada pendoktrinan tentang NII, seperti mengkafirkan orang di luar Al Zaytun, boleh menipu dan mencuri. Motifnya, tidak pernah benar-benar berniat untuk mendirikan negara Islam.

“Ya mengumpulkan harta itu, tidak pernah berniat untuk mendirikan negara Islam,” jelasnya.

Dari harta yang dikumpulkan itu menurut Al Chaidar, hanya 10 persen untuk Al Zaytun. “90 persen untukl oknum-oknum intelijen,” jelas Al Chaidar.

Beberapa bulan kemudian, sekitar akhir 1999, Kepala Badan Intelijen (BAKIN) Letjen Purn ZA Maulani, pernah diminta melakukan negosiasi atas nama AS Panji Gumilang (alias Abu Toto) untuk berhadapan dengan Al Chaidar, misinya meminta Al Chaidar tidak usah menerbitkan buku tentang masa lalu Abu Toto yang berkaitan dengan Al-Zaytun.

Ketika dikonfirmasi hal ini, Al Chaidar membenarkannya. “Benar itu, teman-teman saya bilang nggak usah pakai deal-deal, kalau nggak ditulis nanti korban kemanusiaan yang semakin banyak, ditulis saja masih banyak korban, apalagi tidak,” ujarnya.

Petinggi TNI era Orba, Prabowo Subiyanto, menyangkal NII KW 9 yang sering dikaitkan dengan Al Zaytun adalah bentukan dan binaan intelijen. “Enggaklah, kita kan tahu sejarahnya,” kata Prabowo hari ini.

Sementara itu, Koordinator Al Zaytun Kalimantan Selatan, A.S.E Iskandar menyatakan, pengaitan lembaganya dengan NII dan isu Panji Gumilang adalah Presiden NII telah sering kali muncul. Namun pihak Al Zaytun lebih memilih tidak berkoar-koar membantah wacana dan isu tersebut. Sebab dia khawatir jika selalu ada bantahan akan selalu ramai.

Menurutnya, anak-anak suka belajar ke Pesantren Al Zaytun karena ponpes ini mempersiapkan santrinya menjadi pemimpin. Banyak pejabat yang datang, sehingga santri pun bisa melihat dan berdialog langsung dengan pejabat. detikNews

Suripto Curiga Desain Besar di Balik NII

Negara Islam Indonesia (NII) — yang belakangan ditengarai menjelma menjadi penipuan berkedok agama — adalah isu lama di negeri ini. Namun isu ini sepertinya selalu tertutup misteri. Tidak pernah ada orang yang diproses hukum terkait NII ini.

Mantan pejabat intelijen di Badan Koordinasi Intelijen (Bakin), Suripto, menduga ada desain besar di balik NII. “Saya kira ada skenario besar yang nuansanya politis dan ini perlu pendalaman,” ujar Suripto dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (27/4/2011).

Dia belum tahu apa tujuan skenario besar itu. Dia berharap pemerintah serius mendalami hal ini untuk tahu siapa dalangnya, apakah murni orang dalam negeri atau merupakan titipan asing.

“Murni dalam negeri atau bisa juga intelijen asing. Ini perlu pendalaman. Kalau ada yang melapor jadi korban tidak didalami tentu menjadi pertanyaan besar. Kalau tahu ada yang mau makar tapi didiamkan saja tentu jelas jadi pertanyaan besar,” imbuhnya.

Isu NII, menurutnya, bisa jadi liar jika tidak ada penjelasan dari pemerintah. Masyarakat kurang mendapat informasi keberadaan NII, sedangkan di sisi lain ada fakta orang-orang yang mengaku menjadi korban cuci otak NII.

Mungkinkah intelijen di balik NII ini seperti kabar yang beredar? “Dulu memang ada Operasi Khusus (Opsus)-nya Ali Moertopo. Apa sekarang ada Moertopo jilid II? Ini yang harus didalami pemerintah. Pemerintah yang seharusnya menjawab,” ucap pria berkacamata ini.

Ketika ditanya kemungkinan pemerintah sengaja memunculkan dan memelihara NII KW 9 sebagai propaganda agar NII yang asli — yang mencitakan daulah Islamiyah — tidak mampu berdiri, Suripto berpendapat, jika itu benar maka merupakan kebijakan yang sangat picik.

“Bisa saja begitu dilakukan. Tapi jika dilakukan, seolah-olah tidak bisa memberikan alternatif yang lebih kuat pada ideologi kebangsaan atau ideologi Pancasila. Saya kira ini picik sekali,” ucapnya.

Suripto yakin, orang-orang yang akan membangkitkan NII adalah orang yang putus asa. Dia percaya, separuh umat Islam di negeri ini akan menolak jika diajak mendirikan negara Islam.

“Kalau mau mendirikan NII itu tidak masuk akal. Tidak mungkin mendirikan negara tanpa persiapan matang. Harus wiseful thinking dalam mendirikan negara Islam,” sambungnya.

Suripto tidak tahu pasti apakah benar-benar ada gerakan NII tanpa rekayasa di negeri ini. Yang dia tahu, orang-orang sempalan DI/TII ada yang masih eksis di negeri ini. Mereka ada yang membuat sekolah ataupun berbisnis. Dia tidak yakin mereka tengah membangun kekuatan untuk mendirikan negara sendiri di atas tanah Indonesia.

NII sepertinya antara ada dan tiada. Isu ini tentu meresahkan warga. Pemerintah diharap jangan hanya cukup melihat warga resah, tapi bertindak dan memberi penjelasan agar NII bukan lagi misteri.

Mantan Kepala BIN (Hendro Priyono) Ceramah di Ma’had Al Zaytun

Tentang Al Zaytun, Pemerintah Jangan Bungkam!


Jakarta – Isu Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah (NII KW) 9 kembali muncul dikaitkan dengan kasus-kasus orang hilang dan pencucian otak. Nama Pondok Pesantren Al Zaytun juga disebut-sebut terkait NII KW 9. Pemerintah sebaiknya segera menyikapi, jangan bungkam!

“Pemerintah hendaknya segera membuat keputusan secepatnya, apakah Al Zaytun terlibat NII atau tidak. Apabila memang dinyatakan secara legal terlibat NII, segera saja ditutup. Apabila tidak terbukti, segera pemerintah membuat release kepada semua lembaga yang bersangkutan dengan adanya NII dan Al Zaytun,” ujar Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Pusat Mustofa B Nahrawardaya pada detikcom, Rabu (27/4/2011). Mustofa menambahkan keberadaan Al Zaytun yang seperti sekarang, kerap dipakai tunggangan kepentingan tertentu.

“Akibatnya, Al Zaytun mirip barang dagangan misterius yang bisa dimanfaatkan kapan saja, untuk kepentingan strategis. Entah itu untuk mengeruk keuntungan finansial, memojokkan agama Islam, atau meraup suara dalam pemilu. Namun yang paling sering adalah dimanfaatkannya Al Zaytun untuk menebar fitnah,” cetus staf ahli DPR ini.

Pemerintah diminta segera membuat tim audit keuangan Al Zaytun untuk meneliti bagaimana pesantren tersebut bisa kaya raya seperti sekarang. “Apakah harta benda yang mereka miliki dari hasil kejahatan, mungkin penipuan, atau money laundering. Atau memang sumber finansial mereka murni dari income yang halal,” jelasnya.

Apabila jawaban sudah ditemukan, maka tak susah bagi pemerintah segera membuat pernyataan resmi soal status Al Zaytun, ditutup atau dilanjutkan. Pemerintah dinilainya terkesan EGP (Emang Gue Pikirin) soal Al Zaytun selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan ketidakpastian di masyarakat.

Dia juga menuturkan, banyak pendapat yang menyatakan ada kaitan antara NII KW9 dengan Pesantren Al Zaytun, termasuk penangkapan Pepi Fernando Cs, hanya untuk menghabisi Al Zaytun. Jika dilihat dari pola kejadiannya, sangat teratur.

“Misalnya diawali dengan Bom Buku, kemudian kasus Lian, Bom Cirebon, kemudian tertangkapnya Pepi Cs. Pada endingnya, lagi-lagi Al Zaytun dituduh sebagai sarang NII KW9. Oknum-oknum intelijen sedang mengarahkan agar Al Zaytun ditutup sejarahnya saat ini juga,” jelasnya.

Jika pemerintah diam saja, dia menduga memang Al Zaytun sengaja dibiarkan terlibat dalam isu NII atas kendali intelijen tertentu, sehingga pada saatnya nanti pemerintah akan melakukan penutupan secara dramatis terhadap Pesantren Al Zaytun. Misalnya, tiba-tiba Densus 88 dengan pasukan ribuan personel, menyerbu pesantren terbesar se-Asia Tenggara itu.

Dengan aksi heroik semacam itu, pemerintah mencoba melegitimasi bahwa dirinya sukses memberantas terorisme sampai akar-akarnya, dari hulu ke hilir. Dari Kartosoewirjo sampai Panji Gumilang, dari Sabang sampai Merauke dan seterusnya.

“Pemerintah jangan terus mengulang sejarah, dengan memelihara konflik hanya untuk tujuan politis,” seru pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah ini.

“Pernyataan resmi pemerintah, akan mengakhiri konflik dan opini soal Pesantren Al Zaytun. Ke depan, diharapkan tidak ada lagi isu-isu, dan pendapat yang mencoba mengarahkan Al Zaytun sebagai sarang NII KW9. Pemerintah kita yang dipimpin oleh bekas petinggi militer mestinya bertindak tegas, bukan seperti sekarang ini bertindak setengah hati,” tutup Mustofa. detikNews

Pabrik Mesin Tik Terakhir di Dunia Ditutup


VIVAnews - Mesin tik manual yang sempat populer di abad ke 20 segera punah. Pasalnya, satu-satunya pabrik pembuat mesin tik terakhir di dunia telah memutuskan untuk menghentikan produksinya.

Dilansir dari laman PC Mag, Selasa, 26 April 2011, pabrik terakhir pembuat mesin tik Godrej & Boyce di Mumbai, India, memutuskan untuk menghentikan produksinya sejak mesin ini tergerus oleh kecanggihan teknologi komputer.

"Sejak awal tahun 2000 ke atas, komputer mulai mendominasi. Semua pabrik mesin tik berhenti berproduksi, kecuali kami. Sampai 2009, kami masih memproduksi 10.000 sampai 12.000 mesin tik per tahunnya," ujar manajer operasi Godrej & Boyce, Milind Dukle.

Jumlah itu terlalu sedikit dan memaksa perusahaan itu berhenti memproduksi mesin tik.
Ketika dibuka pada 1950, perusahaan ini memproduksi lebih dari 50.000 mesin tik per tahunnya. Pada 2009, perusahaan ini menghentikan produksi mesin tik alfabet dan menggantinya dengan produksi mesin tik berbahasa Arab.

Mesin tik pertama dikenal dengan nama 'bola ketik' diproduksi di Eropa pada tahun 1870. Perusahaan Remington mulai memproduksi masal mesin tik yang telah dikembangkan tiga tahun kemudian dengan format QWERTY yang masih berlaku sampai sekarang.

Sampai awal 1900an, mesin tik muncul dalam berbagai variasi. Namun pada 1910, semua mesin tik mengikuti standardisasi yang telah ditetapkan secara global, diantaranya adalah peletakan tombol shift dan tombol simbol.
• VIVAnews

Istri Pepi dan Kamerawan Global TV Ditahan


VIVAnews - Markas Besar Kepolisian menahan 17 dari 22 tersangka teroris bom buku. Istri Pepi Fernando, Deny Carmelita juga ikut ditahan.

"Deny Carmelita alias Umi Nazla kelahiran 20 September 1979," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 27 April 2011.

Deny adalah Pegawai Negeri Sipil di Badan Narkotika Nasional (BNN). Deny yang lulusan SI jurusan Jurnalistik di Universitas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) itu diduga mengetahui kasus terorisme yang dilakukan jaringan suaminya. "Menyembunyikan pelaku dan informasi akan terjadinya ledakan bom," kata Boy. Deny pun dijerat dengan pasal 13 huruf a, huruf b, dan huruf c atau pasal 15 UU Tindak Pidana Terorisme.

Selain itu, kamerawan Global TV, Imam Muhammad Firdaus juga ditahan oleh Polri. Imam Firdaus ditangkap di rumahnya di Jalan Manunggal Nomor 44 Kecamatan Makasar Jakarta Timur pada tanggal 21 April jam 22.00 WIB.

Imam Firdaus yang lahir di Jakarta 6 Januari 1979 itu berpendidikan SI Manajemen STIE Depok. "Keterlibatan menyembunyikan pelaku dan informasi tentang akan terjadinya ledakan bom dan berencana merekam ledakan untuk disiarkan melalui media asing," kata Boy.

Polri menjerat Imam dengan Pasal 13 huruf a, huruf b, huruf c, atau Pasal 15 Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme. Sementara itu, lima orang lainnya yang ditangkap dilepaskan karena tidak cukup bukti.
• VIVAnews

Ini 17 Tersangka Teror Bom Buku yang Ditahan


VIVAnews - Mabes Polri menahan 17 dari 22 orang yang ditangkap terkait bom buku dan bom serpong. Lima lainnya dilepaskan karena tidak cukup bukti.

"Ke-17 tersangka dilakukan penahanan mulai dari tanggal 27 April sampai 25 Agustus 2011," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, di Markas Besar Kepolisian, Jakarta, Rabu 27 April 2011.

Tujuh belas tersangka yang ditahan itu adalah:
1. Pepi Fernando SAg
2. Hendi Suhartono SAg
3. Febri Hernawan
4. Mugianto
5. Ade Guntur
6. Darto
7. Irman Kalamudin
8. Muhammad Maulana sani alias Sani
9. Fajar Sulistyo alias Pecun
10. Wastono alias Anton
11. Juni Kurniawan
12. Riki Riyanto
13. Muhammad Saryif
14. Muhammad Fadhil SAg
15. Deny Carmelita
16. Imam Muhammad Firdaus
17. Matun Maulana

Sementara itu, lima orang yang tidak ditahan adalah:
1. Doni Ramdani
2. Yuyun Supriatna
3. Osun Sumarna
4. Ahmad Hidayat
5. Opi Yuhendra

Orang-orang yang diduga sebagai pelaku bom buku dan bom di dekat gereja Christ Cathedral, Serpong itu ditangkap di sejumlah lokasi berbeda. "Jadi itu yang dilakukan penahanan. Lima orang lainnya tidak ditahan," kata Boy.

Polri menjerat para tersangka dengan Pasal 13 huruf a, huruf b, huruf c, atau Pasal 15 Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme. (umi)
• VIVAnews

Pendaftaran Masuk PTN Dibuka Mulai 2 Mei


VIVAnews - Pendafataran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 akan dibuka empat hari lagi, atau mulai tanggal 2-24 Mei 2011. Pendaftaran dilakukan lewat online seperti tahun lalu dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan calon peserta.

Sekretaris Eksekutif SNMPTN panitia lokal Bandung Asep Gana Suganda mengungkapkan untuk calon peserta reguler SNMPTN harus membayar biaya pendaftaran terlebih dahulu di Bank Mandiri untuk mendapatkan nomor identitas dan pin SNMPTN sepanjang 10 karakter.

Ketika melakukan pembayaran, calon peserta harus memasukkan nomor kartu indentitas seperti KTP, SIM, paspor atau Kartu Keluarga, memilih lokasi ujian dan kode panitia lokal tempat peserta akan melaksanakan ujian dan memilih kelompok ujian yang dikehendaki.

"Khusus bagi yang menggunakan paspor sebagai identitas diri pembayaran hanya dapat dilakukan melalui loket atau internet banking. Setelah melakukan pembayaran, calon peserta akan menerima bukti pembayaran berupa nomor identitas calon peserta dan pin SNMPTN sepanjang 10 karakter," kata Asep Gana di Bandung, 27 April 2011.

Biaya pendafataran SNMPTN 2011 sebesar Rp 150 ribu untuk peserta kelompok ujian IPA atau IPS, Rp 175 ribu untuk kelompok ujian IPC dan Rp 150 ribu untuk ujian keterampilan bagi peserta yang memilih program studi yang mempersyaratkan ujian keterampilan.

Untuk menghindari antrean di loket bank dan server SNMPTN maka Untuk calon peserta lulusan UN/setara tahun 2009 dan 2010 wajib membeli PIN pada tanggal 2-9 Mei 2011, sedangkan jadwal pengisian formulir online pada tanggal 2-10 Mei 2011 hingga pukul 24.00 WIB.

Sedangkan untuk lulusan UN 2011 diperbolehkan membeli formulir dari 2-24 Mei 2011 dan mengisi formulir pendaftaran online pada 2-25 Mei 2011 hingga pukul 24.00 WIB. "PIN yang telah dibeli hanya dapat digunakan sekali untuk melakukan pendaftaran online dan PIN calon peserta hangus jika tidak digunakan untuk daftar online," ujar Asep.

Setelah melakukan pendaftaran online, para peserta akan mendapatkan kartu tanda bukti pendaftaran. Kartu tersebut jangan sampai hilang dan kartu tersebut meruakan salah satu persyaratan wajib yang dibawa peserta ketika pelaksanaan ujian tulis/keterampilan berlangsung.

Asep Gana memperingatkan agar calon peserta harus memasukkan pasfoto peserta yang sesuai ketentuan. Pasfoto yang diminta sebagai persyaratan SNMPTN 2011 adalah pasfoto berwarna yang biasa digunakan untuk dokumen resmi, 80 persen tampak wajah dan dengan pose formal. Ukuran pasfoto adalah 4x6 cm dengan besar maksimal 100 Kb, dengan format file JPG atau PNG.

"Kesalahan terbanyak pada SNMPTN tahun lalu berupa foto yang tidak sesuai aturan, singkatan nama yang tidak standar dan salah pilih program studi. Jadi seharusnya setiap calon peserta harus memikirkan baik-baik pilihan program studinya," katanya.

Untuk pelaksanaan SNMPTN 2011 ujian tertulis akan dilaksanakan pada Selasa 31 Mei 2011 untuk tes potensi akademik dan tes bidang studi dasar (matematika dasar, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris). Rabu 1 Juni 2011 tes bidang studi IPA (matematika, biologi, kimia dan fisika) dan tes bidang studi IPS (sosiologi, sejarah, geografi dan ekonomi). Sedangkan pada 3-4 Juni 2011 akan diadakan ujian keterampilan.

"Hasil SNMPTN 2011 akan diumumkan pada tanggal 30 Juni 2011 dengan mengunjungi laman www.snmptn.ac.id atau melalui media massa."
• VIVAnews

Astaga! Sering Suntik Vitamin C Picu Stroke ?


INILAH.COM, Jakarta - Tersiar kabar Presiden SBY terkena stroke akibat sering mendapatkan suntikan vitamin C. Benarkah sering melakukan suntikan tersebut berakibat stroke?

Vitamin C sering disebut sebagai rajanya vitamin, karena vitamin C memang memiliki banyak manfaat. Selain bersifat antioksidan yang mampu melawan radikal bebas, vitamin C juga berperan dalam meningkatkan sistem imun. Belakangan ini vitamin c juga menjadi sebuah konsumsi untuk kebutuhan penampilan.

Dosis konsumsi vitamin C yang ideal adalah 75 miligram per hari. Perempuan hamil dan ibu menyusui sudah tentu harus mengonsumsi vitamin C lebih besar dari jumlah tadi.
Ada juga yang berpendapat cukup mengonsumsi 200 miligram sehari. Bagi orang yang hidup dengan stres atau mereka yang tinggal di kota besar yang penuh polusi, seperti Jakarta, dosis 500 miligram adalah dosis cukup baik.

Tidak semua orang sadar dan mau mengonsumsi makanan sehat seimbang. Padahal, kebiasaan itu secara tidak langsung menjamin pasokan zat gizi, mineral, dan vitamin dalam tubuh secara memadai. Vitamin C mudah kita temui dalam kehidupan sehari hari.

Kondisi itu kemudian memunculkan berbagai pilihan. Bagi mereka yang kurang mendapat asupan vitamin melalui makanan alami, muncul berbagai produk suplemen sebagai jawabannya.
Tetapi juga banyak orang sulit mengkonsumsi suplemen vitamin C dengan cara oral (diminum), seperti penderita penyakit lambung. Maka muncul alternatif lain untuk dapat mengkonsumsi suplemen Vitamin C. Salah satu pilihan itu tersaji dalam bentuk injeksi atau suntikan vitamin.

Orang kian tertarik mencoba suntik vitamin C karena sifat antioksidan dari vitamin ini.Selain dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan, juga akan membuat kulit tampak lebih cantik dan awet muda.

Dosis suntik vitamin C

Prof. Dr. Budhi Setianto, Kardiolog RS Harapan Kita, Jakarta menjelaskan pemberian suntik vitamin C tidak boleh melebihi anjuran dokter, apalagi terlalu sering. Seperti suntik vitamin C dengan tujuan kecantikan. karena lama-lama pembuluh darah akan mengeras dan mengganggu sirkulasi darah.

”Sirkulasi darah yang baik dihasilkan oleh kerja sama antara jantung, darah dan komponen-komponennya, serta pembuluh darah itu sendiri. Apabila terjadi gangguan pada salah satu komponen tersebut, maka sirkulasi darah akan terganggu. Akibatnya, suplai darah tidak mencukupi kebutuhan dan lebih lanjut dapat menyebabkan serangan jantung, stroke ataupun fungsi organ tubuh lainnya. Untuk itu, peredaran darah yang lancar sangat penting bagi kesehatan kita,” jelas Budhi.

Disamping itu, mungkin efek negatif yang ditimbulkan tidak serta merta, tetapi dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi ginjal.Sebetulnya yang paling berbahaya adalah apabila ada penolakan dari tubuh sewaktu penyuntikan, maka dapat menyebabkan kematian seketika.
"Suntikan vitamin C dalam dosis tinggi diperlukan bagi orang yang menderita sakit (flu) agar stamina cepat pulih," tambah Budhi.

Sementara itu, dr Titi Moertolo, Spesialis penyakit kulit dan kelamin menambahkan, asupan Vitamin C yang layak kita konsumsi setiap harinya hanya 50-60 miligram (mg) per hari. Ini bisa kita peroleh melalui buah yang kita konsumsi.

“Dengan satu buah jeruk saja setiap hari, sebenarnya asupan vitamin C untuk kita sudah cukup,” jelasnya.

Lain halnya dengan suntikan vitamin C. Untuk satu kali suntik, 4.000 mg vitamin C akan masuk ke tubuh kita. Ini berarti jauh melebihi dosis normal yang seharusnya kita konsumsi.
Dr. Titi tidak memungkiri bahwa, tampilan kulit akan menjadi lebih cerah, bahkan lebih putih setelah lima kali suntik vitamin C. Ini karena vitamin C menghambat pembentukan pigmen pada kulit.

Namun efek sampingnya bisa jauh lebih berbahaya. Jika sudah terlalu sering endapan vitamin C di dalam tubuh memungkinkan adanya kristalisasi. Perlu diwaspadai juga terbentuknya batu ginjal yang bisa menimbulkan penyakit. [mor]

KPK: Wafid Terima Uang dari PT Duta Graha Indah

Jakarta – PT Duta Graha Indah disebut sebagai rekanan perusahaan yang memberikan uang sebesar Rp 3,2 miliar berupa cek kepada Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharram.

Uang tersebut, diduga sebagai balas jasa lantaran telah memenangkan PT Duta Graha Indah sebagai pemenang tender pembangunan wisma atlet untuk Sea Games di Palembang, Sulawesi Selatan.

“Perusahaan itu (PT DGI) dapat tender wisma atlet. Sebagai balas jasa, ngasih duit ke Sekmenpora,” kata Juru bicara KPK, Johan Budi, kepada wartawan, di Kantornya, Jakarta, Senin (25/4).

Johan menjelaskan uang sebesar Rp3,2 miliar itu disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika menangkap tangan Wahid. Kini, lanjut dia, selang empat hari setelah penangkapan, KPK, mendapat titik terang kalau terdapat kemungkinan Wafid menerima uang dari PT DGI tidak hanya sekali itu saja.

“KPK belum tahu detail uang berapa. Pemberian ke berapa (orang) juga belum tahu,” ungkap Johan.

Ditambahkan Johan, sesaat setelah Wafid, Rosa dan Mohammad Idris tertangkap tangan, Kamis pekan lalu, KPK juga membawa lima orang lainnya, di antaranya beberapa staf dan satpam Kemenpora.

Kronologis penangkapan Wafid Muharam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan kronologis penangkapan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam (WM) di kantornya, Jalan Gerbang Pemuda, Senayan Jakarta pada pekan lalu.

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan, dalam proses penangkapan ini, ikut diciduk dua tersangka lain, yakni Direktur PT Duta Graha Indah, Muhammad Idrus dan broker berinisal MRM (Mirdo Rosalinda Manulang).

Johan mengatakan, pada Kamis (21/4) sekitar pukul 14.00WIB tim KPK meluncur ke Kementrian Pemuda dan Olahraga.

“Sekitar Pukul 17.00, ada dua orang tamu mendatangi WM di kantornya lantai 3. Ketika masuk mereka membawa amplop berwarna hijau,” kata Johan, kepada wartawan, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (25/4).

Dikatakan Johan, pada Sekitar Pukul 18.00 WIB kedua tamu turun dari ruangan WM dan berjalan menuju tangga dekat loby Gedung Kemenpora.

“Penyidik sudah tak lagi melihat amplop dipegang mereka (dua orang tersebut),” kata dia.

Saat mereka turun itu, KPK mendapat info amplopnya sudah diserahkan. “Sekitar Pukul 17.00 WIB langsung kita tangkap ditangga lobby lalu membawa mereka ke ruang WM,” kata dia.

Saat di ruangan itulah, Penyidik KPK membongkar dan menemukan amplop hijau itu berisi 3 lembar cek tunai senilai Rp3,2 miliar.

Saat itu juga penyidik KPK langsung melakukan pengembangan. Hasilnya penyidik mendapatkan uang lainnya. Ada uang dalam bentuk rupiah sebesar Rp73.171.000, US$128,148, AUS$13.070 dan 1.955 euro,” pungkas Johan. Primair

Mum’im Idris: Jenazah Nasrudin Sudah Dimanipulasi


Jakarta – Abdul Mun’im Idris, ahli forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangukusomo, memenuhi panggilan Komisi Yudisial (KY) di Jakarta, Senin (25/4) pagi. Mun’in datang untuk diperiksa terkait indikasi pelanggaran kode etik dan perilaku hakim dalam penanganan perkara mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar.

Abdul Mun’im Idris mengatakan jenazah Nasruddin sudah dimanipulasi. Pernyataan itu disampaikan Mun’im setelah diperiksa Komisi Yudisial (KY) di Jakarta, Senin (25/4) siang.

Setelah diperiksa selama dua jam, Mun’im mengatakan bahwa pernyataannya soal manipulasi jenazah telah ia sampaikan dalam persidangan mantan Ketua Komisi Pemberantas Korupsi Antasari Azhar. Mun’im juga menyebutkan Nasruddin Zulkarnaen ditembak dari jarak jauh. Dua peluru yang masuk pada tubuh korban datang dari arah samping di sisi sebelah kiri.

Sementara itu, Wakil Ketua KY Imam Ansyori mengatakan KY melihat adanya kejanggalan dalam proses persidangan perkara tersebut. Karena itu, KY berinisiatif untuk melakukan penelusuran lebih lanjut. KY pun sudah memamggil hakim dari tingkat pertama hingga tingkat kasasi.

Sebelum diperiksa KY, Mun’im sempat mengatakan ada kejanggalan dalam proses persidangan Antasari. Hasil pemeriksaannya, peluru yang menancap di tubuh Nasruddin, ada dua. Namun, saat di persidangan disebutkan ada tiga peluru, sehingga membuat keliru.

“Yang saya temukan ada dua. Tapi di TKP ada satu. Waktu di persidangan ya harusnya dibahas dua, karena sesuai penanganan saya,” ungkap Mun’im.

Namun, Mun’im yang tiba di Kantor KY pukul 09.00 WIB, enggan memberi komentar terkait jenis peluru yang berbeda dengan jenis senjata. Hingga kini, Mun’im masih diperiksa KY.

Pengacara Antasar Temukan 10 Kejanggalan

Kuasa hukum Antasari Azhar mengungkap sejumlah kejanggalan dalam kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen yang menjerat mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. Pengacara Maqdir Ismail pun memaparkan 10 kejanggalan itu sebagai berikut:

1. Penyitaan barang bukti: Aparat hanya menjadikan anak peluru dan celana Nasruddin sebagai barang bukti. Sementara baju Direktur PT Putra Rajawali Banjaran tersebut tak disertakan sebagai barang bukti. Pemeriksaan forensik pada mobil korban pun tak dilakukan.

2. Terkait luka tembak: Pengacara menemukan perbedaan antara hasil visum dengan fakta bekas peluru pada kaca mobil yang sejajar. Bekas peluru dari arah belakang mobil tak ditemukan.

3. Senjata api: Dalam persidangan, saksi ahli Munim Idris menyebutkan peluru ditembakkan dari senjata yang baik. Sementara senjata yang dijadikan sebagai barang bukti, dalam keadaan rusak atau macet. Selain itu, menembak dengan satu tangan dalam posisi bergerak sulit dilakukan pelaku amatir.

4. Bukti pesan singkat (SMS): Pengacara tak menemukan kejelasan yang menyatakan Antasari mengirim SMS ancaman pada korban.

5. Perbedaan kualifikasi para terpidana pada putusan Pengadilan Negeri Tangerang dan PN Jakarta Selatan: Dalam pertimbangan PN Tangerang, terpidana Eduardus Ndopo Mbete alias Edo dan Hendrikus Kiawalen disebut sebagai penganjur atau pelaku. Sedangkan pertimbangan PN Jakarta Selatan menyebutkan Antasari, Sigid, dan Williardi sebagai penganjur.

6. Asal muasal pertimbangan majelis hakim yang tak jelas: Pengacara menemukan ketidakjelasan dalam pertimbangan majelis hakim perkara Antasari Azhar di halaman 175. Asal pertimbangan itu tak jelas dan saksi yang menerangkannya pun dari perkara lain.

7. Tak ada konfirmasi penyitaan bukti: Antasari tak menerima konfirmasi adanya penyitaan bukti dari ruang kerjanya di KPK. Padahal barang bukti tak berkaitan dengan perkara.

8. Penjagaan berlebihan pada Rani Juliani: Pengacara menilai penjagaan terhadap saksi sekaligus istri siri Nasruddin, Rani Juliani, berlebihan. Perimbangan hakim pada kesaksian Rani pun mengabaikan cara hidup dan kesusilaan saksi.

9. Adanya penganiayaan terpidana: Terpidana Edo mengaku dianiaya saat diperiksa di luar lingkungan Polda Metro Jaya.

10. Pemeriksaan setelah terpidana Williardi Wizard mencabut pengakuan: Kejanggalan terakhir yakni hakim mengizinkan pemeriksaan penyidik di persidangan setelah Williardi Wizard mencabut pengakuan mengenai keterlibatan Antasari dalam perkara tersebut. Williardi Wizard merupakan mantan Kapolres Jakarta Selatan. [slm/kn/mtr]

Terlibat PKI, Makam Heru Atmodjo Dibongkar


Jakarta – Sebuah makam di Blok W Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, ‘dibongkar’ setelah ‘pemiliknya’ telah tidur kekal di dalamnya pada 29 Januari 2011 lalu. Belum diketahui pasti alasan pembongkaran tersebut, yang jelas nisan penghuni makam Heru Atmodjo tidak lagi terbaring di rumah abadinya.

Pembongkaran makam Heru ini diduga terkait protes massa antikomunis yang berlangsung di Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (10/3/2011) lalu. Heru Atmojo yang berpangkat terakhir Letkol Udara itu, menurut Gerakan Ummat Islam Bersatu (GUIB) Jatim terlibat dalam organisasi PKI.
“Letkol Udara Heru Atmojo itu terlibat dan sebagai pelaku G 30 S/PKI. Dia merupakan wakil dewan revolusi saat itu. Maka, makamnya yang di TMP Kalibata harus segera dipindahkan ke tempat pemakaman umum. Itu adalah salah satu usaha pembelokan sejarah”

Saat detikcom berkunjung ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Senin (25/4/2011), tepatnya di Blok W, makam Heru Atmodjo sudah tidak bernisan lagi dan makamnya berada di antara makam Haji Kaya Mas Nien dan Nana Sutresna.

Makam tersebut saat ini rata dengan tanah berwarna merah dan sebuah batu besar diletakkan di tengahnya. Di samping makam tersebut, sebuah papan nisan kayu yang patah tergeletak dengan tulisan sebuah nama, yaitu ‘Her’.

“Saya tidak tahu apakah jasadnya masih di dalam. Silakan tanya ke Garnisun untuk keterangannya,” ujar seorang penjaga makam yang tidak mau disebut namanya.

Penjaga makam tersebut selalu mengelak jika ditanyakan tentang informasi kapan dilakukannya pembongkaran makam tersebut. “Saya tidak tahu apa-apa karena ini di bawah Garnisun,” elaknya.

Siapa Heru Atmodjo?

Heru adalah seorang mantan perwira yang berpangkat Letnan Kolonel di kesatuan Angkatan Udara. Sebuah Bintang Gerilya disematkan pada dirinya dari pemerintah karena telah ikut berjuang melawan penjajah pada masa perang kemerdekaan.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Heru Atmodjo dituduh bersalah oleh Mahmilub (Mahkamah Militer Luarbiasa) dengan hukuman seumur hidup dan dipecat dari ketentaraan akibat keterlibatannya dengan PKI (Partai Komunis Indonesia) yang selanjutnya mendapatkan keringanan sehingga menjalani masa hukuman selama 15 tahun.

Tuduhan yang dialamatkan kepada Heru, yang saat itu menjabat sebagai Asisten Direktur Produksi Intelijen Departemen Angkatan Udara, adalah mengetahui tentang rencana PKI yang dikomandoi oleh Letkol Untung untuk melakukan Gerakan 30 September untuk menghabisi petinggi-petinggi militer yang mengganggu rencana PKI. Saat itu Heru menjabat wakil komandan di PKI, posisi nomor 3 setelah Letkol Untung (Ketua Dewan) dan Brigjen Supardjo (Wakil Ketua Dewan).

Pada hari pemakaman Heru, seperti yang dituliskan seorang kawan Heru, Ibrahim Isa di blog jurnaltoddoppuli.wordpress.com, pemakaman Heru juga berlangsung khidmat.

“Upacara pemakaman protokoler TNI kamarade Heru dari pk 13.00 – 14.30 wib berlangsung hikmat. Banyak kw hadir baik dr angkatan tua mopun pemuda, mahasiswa, aktivis LSM, disamping keluarga besar alm. Atas nama TNI/Pemerintah mengucapkan penghargaan atas bhakti, kesetiaan dan jasa serta pengabdian alm kepada RI. Upacara kemiliteran satu regu prajurit2 AURI melakukan salvo senjata, pengeningan cipta dan diiringi musik penghormatan terakhir bagi sang pahlawan.”

Berita & Foto: detikNews

TB Hasanuddin Heran kok SBY Bisa Jadi Jenderal ?


Siaga satu merupakan sarana dan prasana pengendalian prajurit TNI dan polisi untuk tujuan sebuah operasi. Menurut Mayor Jenderal (Purn) TB Hasanuddin, Siaga satu hanya boleh diumumkan oleh kepala negara, bukan oleh pembantu atau menterinya. Siaga satu dinyatakan bila negara dalam keadaan perang, diprediksi akan terjadi perang, dipredikasi ada ancaman agresi dari negara luar, atau diprediksi negara dalam keadaan membahaya.

Siaga satu, lanjutnya, juga bisa digunakan bila terjadi satu bencana alam yang besar di satu wilayah. Namun siaga satu dalam kategori ini tidak diterapkan di seluruh Indonesia dan hanya diterpakan di wiayah yang bersangkutan.

Masih kata TB Hasanuddin, dalam keadaan siaga satu, 100 persen TNI dan polisi standby di markas masing-masing dengan senjata lengkap di tangan, bekal makanan untuk 1×5 hari, pakaian dua setel, dan satu jaket.

“Nah saya tidak mengerti, siaga satu sekarang hanya karena bom di Serpong, hanya karena Jumat Agung. Saya tidak mengerti kenapa SBY memberlakukan siaga satu. Padahal dia juga jenderal yang tahu aturan ini. Adakah serangan dari luar? Adakah Dewan Revolusi Islam mengepung istana? Adakah mantan Prajutit TNI yang siap menyerang?” Kata TB Hasanuddin, yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR dalam sebuah diskusi di Doekoen Coffe, Pancoran, Jakarta (Minggu, 24/4).

TB Hasanuddin mengingatkan, bila siaga satu mudah diterapkan tanpa alasan yang jelas maka hal ini akan jadi permainan semata. Akhirnya terjadi demoralisasi pada TNI.

“Saya tidak mengerti, pendidikan dia di tentara dulu sampai jadi jenderal, gimana ya?” sindir TB yang meminta pemerintah segera mencabut siaga satu. Rakyat Merdeka

Proyek Gedung DPR di Mark-Up 100%


JAKARTA — Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan dugaan mark-up senilai Rp 602 miliar dalam penyusunan anggaran rencana pembangunan gedung baru DPR kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (21/4/2011). Menurut perhitungan ICW, dana untuk membangun gedung baru DPR hanya Rp 535,6 miliar.

Koordinator Monitoring Analisis Anggaran ICW Firdaus Ilyas mengatakan, dugaan penggelembungan dana itu berdasarkan hasil membandingkan hitungan versi ICW terkait total anggaran versi DPR yang menganggarkan Rp 1,38 triliun.

“Kita mendesak KPK segera mengusut dugaan penyimpangan seperti ini,” kata Firdaus.

Menurutnya, ICW mendapatkan angka Rp 535 miliar dengan mengalikan total kebutuhan ruangan gedung baru DPR dengan biaya pengerjaan ruangan per meter persegi. Menurut versi ICW, total kebutuhan ruangan itu ditentukan dari standar luas ruang kerja setiap anggota Dewan menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum.

“Luas kerja masing-masing anggota DPR setara eselon I, termasuk di dalamnya ruang kerja, tamu, rapat, staf, sekretaris, dan ruang tunggu seluas 80 meter persegi,” katanya.

Dengan demikian, untuk 600 orang anggota Dewan, total kebutuhan ruangan seluas 48.000 meter persegi. Ditambah, lanjut Firdaus, ruang fraksi, pimpinan, pendukung, dan ruang fungsional lainnya seluas 26.598 meter persegi.

“Jadi, total kebutuhan ruang gedung DPR baru seluas 79.767 meter persegi,” papar Firdaus.

Kemudian, lanjut Firdaus, angka tersebut dikalikan dengan biaya pekerjaan ruangan senilai Rp 6,7 juta per meter persegi sehingga didapat angka Rp 535,6 miliar. Sementara itu, DPR menetapkan jatah luas setiap anggotanya 120 meter persegi sehingga luas total keseluruhan untuk gedung baru DPR 161.000 meter persegi.

“Berdasarkan informasi pengumuman lelang, total pagu anggaran untuk total luas keseluruhan gedung itu sebesar Rp 1,38 triliun,” katanya.

Peneliti Monitoring Analisis Anggaran ICW Abdullah Dahlan menambahkan, penyusunan anggaran pembangunan gedung baru DPR yang mencapai Rp 1,38 triliun itu juga menyalahi prinsip asas pengelolaan anggaran negara yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003.

“Keuangan negara dikelola secara tertib, taat peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatuhan,” kata Abdullah membacakan kutipan undang-undang tersebut.

Sementara anggaran yang diajukan DPR, katanya, tidak hemat dan tidak memerhatikan rasa keadilan masyarakat.

“Juga adanya upaya memaksakan dan bahkan melakukan kebohongan publik agar rencana pembangunan gedung ini diteruskan,” tuturnya. KOMPAS

Ramadhan Pohan: Saya Haqqul Yakin 100% Andi Mallarangeng Tak Terlibat


Partai Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengusut tuntas kasus penyuapan yang terjadi di Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga.

“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada KPK dan Kepolisian sesuai dengan standar yang harus dilakukan. Kami tidak dalam posisi apa pun kecuali meminta tegakkan aturan yang berlaku,” ujar Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 23/4).

Anggota Komisi I DPR ini menegaskan partainya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan kasus penyuapan pengadaan sarana dan prasarana wisma atlit untuk Sea Games di Palembang, Sumatera Selatan itu.

“Kalau memang ada, silakan dibuktikan dalam pemeriksaan atau ada bukti-bukti lain. Kita Konsisten dan kukuh kepada aturan dan hukum yang berlaku,” tegasnya lagi.

Meski sebagai Menpora, Andi Mallarangeng tidak terkait dalam kasus yang melibatkan sekretaris Kemenpora itu, Wafid Muharram. Menurut Ramadhan pengaitan Andi, hanya karena sebagai Menpora, dengan kasus itu merupakan pernyataan yang tidak punya dasar sama sekali.

“Saya haqqul yakin, 100 persen Pak AM, Andi Mallarangeng tidak terkait apa pun dengan kasus korupsi penyuapan semacam ini. Pak Andi itu sangat konsen dalam penegakan hukum dan good governance. Dan kader Demokrat lainnya kami sangat menghormati itu,” tegas mantan wartawan yang pernah bertugas di Washington DC ini.

Andi Tidak Tahu Aksi Sekretarisnya?

Sulit membayangkan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng tidak mengetahui aksi suap menyuap yang melibatkan sekretarisnya di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharram.

Begitulah pernyataan Jurubicara Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menyikapi kasus suap menyuap wisma atlit Sea Games yang dilakukan Wafid bersama dua kolaborator, Muhammad Idris Umar dan Rosallinda Manulang, di kantor Andi Mallarangeng pada Kamis malam (21/4).

Dengan gaya khasnya, Adhie menyampaikan pernyataan satir itu ketika memberikan komentar mengenai kasus ini.

“Kesaktian Partai Demokrat sebagai benteng pertahanan koruptor kembali mendapat ujian. Apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa nembus Andi Mallarangeng, berarti Partai Demokrat memang sakti. Dan itu akan mendorong semakin banyak koruptor yang berlindung di sana,” ujar Adhie kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat malam (22/4).

Adhie yang ketika dihubungi sedang berada di warung wafelnya di Taman Kuliner, Kali Malang, Jakarta Timur, mengatakan tidak percaya Andi Mallarangeng tidak tahu aksi suap menyuap itu.

“Pasti bohong kalau sekretaris terima suap miliaran rupiah, tapi bosnya tidak tahu. Kalau dapat tips satu atau dua juta rupiah wajar bila bosnya tidak tahu,” ujar Adhie.

Juga menurut Adhie, kasus suap pembangunan wisma atlit Sea Games ini bukan merupakan ujian bagi KPK untuk memperlihatkan ketajaman. Sebab, ketajaman KPK tak perlu diragukan karena terbukti masih bisa menangkap banyak orang.

Namun demikian, sambung Adhie, masyarakat perlu menunggu hingga akhir bulan untuk mengetahui apakah pedang KPK memang tajam atau tameng perlindungan Partai Demokrat yang tak mudah ditembus.

“Kalau KPK tidak memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga dan tidak menggeledah kantor Menpora, kasus ini akan berhenti sampai di sini. Itu artinya, dugaan banyak orang bahwa Partai Demokrat merupakan tempat perlindungan yang aman, benar belaka,” masih kata Adhie.

KPK telah menetapkan Wafid dan dua orang lain yang terlibat dalam suap itu sebagai tersangka. Kini Wafid meringkuk dalam tahanan di Cipinang, Jakarta Timur. Rakyat Merdeka

Nekat, Polisi Tantang Antasari Tempuh Jalur Hukum


JAKARTA — Tudingan adanya rekayasa dalam penanganan kasus Antasari Azhar terus mengemuka. Sejumlah kalangan termasuk dari pihak Antasari Azhar menuding adanya rekayasa dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnain, yang menyeret mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu ke penjara.

Menanggapi tudingan rekayasa itu, pihak Polri mengklaim telah melakukan penuntasan kasus tersebut secara transparan. Namun jika ada tudingan mengenai adanya rekayasa, polri meminta pihak terkait membuktikan melalui jalur hukum.

‘’Polri telah komit untuk transparan dan akuntabel sesuai mekanisme dan ketentuan hukum. Kalau ada tudingan seperti itu sebaiknya pihak yang berkepentingan membuktikan melalui saluran aturan hukum yang berlaku,’’ ujar Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen (pol) Kt Untung Yoga kepada JPNN, Rabu (20/4) malam.

Sebelumnya pihak Antasari menyebut adanya serangkaian kejanggalan dalam penanganan kasus mantan ketua KPK itu dalam pembuktian di persidangan. Diantaranya tidak diakomodirnya keterangan saksi ahli forensik mengenai peluru yang diduga membunuh Zulkarnain tidak berasal dari senjata yang sama dengan yang dibawa sebagai bukti di persidangan.

Selain itu SMS yang dijadikan bukti dipersidangan diduga bukan berasal dari Antasari sebagaimana dituduhkan. Malah permintaan Antasari agar hakim membuktikan melalui server milik operator seluler untuk membuktikan kebenaran SMS itu, tak digubris majelis. Inilah yang kemudian dijadikan dalih adanya rekayasa dalam kasus tersebut. JPNN.COM

Kesaksian Williardi & Rekayasa Kasus Antasari

Beginilah cara merekayasa kasus Antasari Azhar. Cepat atau lambat kejahatan pasti terungkap..

Kesaksian Williardi Wizard sungguh berani dalam sidang kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Ia menyadari, sebagai saksi mahkota, apa pun pernyataannya sangat memengaruhi nasib mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang duduk sebagai terdakwa dalam sidang tersebut.

Hari Selasa (10/11) ini, ia memutuskan untuk mencabut semua pernyataannya di BAP karena itu semua dibuat atas dasar rekayasa penyidik polisi. “Saya nyatakan semua BAP tidak berlaku. Yang (akan) kami pakai adalah BAP tanggal 29 April 2009 dan 30 April 2009 dan yang (kami) katakan di sini,” kata Williardi.

Ia memutuskan mencabut keterangannya di BAP karena apa yang ia katakan telah dibuat oleh penyidik, dan ia tinggal tanda tangan. Alasan lain, pihak penyidik tidak memenuhi janjinya untuk tidak menahannya jika menurut pada penyidik.

Rekayasa itu bermula saat ia dijemput pada satu hari dari rumahnya ke kantor polisi pukul 00.30. Pada dini hari itu Williardi didatangi dan diperiksa Direktur Reserse Kepolisian Daerah Metro Jaya, Wakil Direktur Reserse, dan tiga orang kepala satuan.

Menurut Williardi, para petinggi polri memintanya membuat BAP yang harus menjerat Antasari sebagai pelaku utama pembunuhan Nasrudin. “Waktu itu dikondisikan sasaran kita cuman Antasari. (Lalu BAP saya) disamakan dengan BAP Sigid (Haryo Wibisono), dibacakan kepada saya,” ujar Williardi tanpa wajah takut.

Dalam kesaksian berikutnya, Williardi pun menyebut nama Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Irjen Adiatmoko. Menurut dia, Adiatmoko juga memintanya membuat BAP demi kepentingan menjebloskan Antasari.

BAP yang dibuat Williardi pada tanggal 29-30 April ditolak penyidik karena Antasari tidak tersangkut. “Udah bikin apa saja yang terbaik untuk menjerat Pak Antasari. Dijamin besok pulang. Kami dijamin oleh pimpinan Polri tidak akan ditahan. Paling sanksi indisipliner,” kata Williardi mengulang perkataan Adiatmoko.

Karena jaminan itu, lanjut Williardi, ia bersedia menandatangani BAP yang sudah dibuat penyidik. Namun, yang terjadi keesokan harinya dalam berita televisi, Williardi diplot polisi sebagai salah satu pelaku pembunuhan Nasrudin.

Ia pun protes kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iriawan yang turut memeriksanya. “Janji mana? Tolong diklarifikasi. Kami tidak sejahat itu,” ujar Williardi.

Protes Willardi ini menuai reaksi dari teman sejawatnya. Kembali ia dijemput Brigjen (Pol) Irawan Dahlan dan langsung dibawa ke kantor Adiatmoko.

Sambil minum kopi, ia ditanya apakah kenal dengan Edo, Jerry Hermawan Lo, Antasari Azhar, dan Sigid Haryo Wibisono. Ia juga ditanya apakah pernah menyerahkan uang Rp 500 juta kepada Edo dari Sigid.

Williardi mengiyakan semua pertanyaan, tanpa tahu ia sedang disidik. Mendengar pengakuan Williardi, Adiatmoko meminta bawahannya untuk langsung menahan Williardi.

“Lho kok cuma nyerahin uang ditahan?” ujar Williardi kepada Adiatmoko. Sejak saat itu sampai sekarang Williardi mendekam dalam tahanan.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Herri Swantoro di PN Jakarta Selatan siang tadi, Williardi juga mengaku dicap sebagai pengkhianat oleh teman-teman sejawatnya ketika ia protes kenapa ia akhirnya jadi terlibat dalam kasus pembunuhan dan ditahan.

Protes kerasnya itu malah ditanggapi dingin oleh penyidik. “Itu perintah pimpinan,” begitu jawaban yang dia dapat saat ia mengungkapkan kenapa ia ditahan.

Penasaran siapa yang dimaksud dengan pimpinan, Tim Kuasa Hukum Antasari yang diketuai Juniver Girsang bertanya kepada Williardi siapa yang dimaksud pimpinan. “Kalau bicara pimpinan, pimpinan kami ya Kapolri,” jawab Williardi lantang.

Williardi Minta Maaf pada Antasari

Setelah memberikan kesaksian, Williardi Wizard membuat pernyataan minta maaf yang dilengkapi dengan tanda tangan kepada terdakwa Antasari Azhar. Langkah mantan Kapolres Jaksel itu dilakukan setelah ia mencabut BAP-nya yang memojokkan Antasari. BAP itu diakui Williardi sebagai hasil arahan para penyidik.

“Tadi dia (Williardi) sempat membuat tanda tangan. (Ia) merasa berdosa, khususnya kepada Pak Antasari, karena apa yang ditandatangani (dalam BAP) tidak benar,” kata Juniver Girsang, pengacara Antasari, seusai sidang di PN Jaksel, Selasa (10/11). Dalam sidang ini Antasari duduk sebagai terdakwa.

Pada awal kesaksiannya, Williardi mencabut lima BAP yang ditandatanganinya. Ia hanya mengakui BAP yang dibuatnya pada tanggal 29 April 2009 dan 30 April 2009.

Menurutnya, inilah BAP yang benar. “Sayang, selain BAP ini ditolak oleh penyidik, juga entah mengapa bagian tersebut tidak terlampir dalam BAP keseluruhan. “Kalau BAP-nya seperti ini, Pak Antasari tidak akan terjerat,” ungkap Williardi mengulang pernyataan salah satu penyidik.

Juniver menuturkan bahwa kesaksian Williardi tadi seharusnya dilakukan sejak awal. “Kalau sejak dini, perkara ini tidak perlu sampai ke pengadilan,” katanya…………………..

Sebelumnya, Williardi Wizar membuat pengakuan mengejutkan dalam sidang dengan terdakwa Antasari Azhar. Williardi menyeret Irjen Pol Hadiatmoko dan Brigjen Pol Iriawan Dahlan yang menekannya dalam proses pemeriksaan. “Jam 10.00 WIB pagi saya didatangi oleh Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko. Dia katakan sudah kamu ngomong saja, kamu dijamin oleh pimpinan Polri tidak ditahan, hanya dikenakan disiplin saja,” ungkap Wiliardi dalam sidang di PN Jaksel, Selasa (10/11).

Kemudian, lanjut Wiliardi, pada pagi dini harinya sekitar pukul 00.30 WIB, dia dibangunkan oleh penyidik kepolisian. Di ruang pemeriksaan, ada istri dan adik iparnya, serta Dirkrimum saat itu Kombes Pol M Iriawan. “Dirkrimun bilang ke istri saya, kamu bilang saja ke suami kamu, semuanya akan dibantu. Jam setengah satu saya diperiksa, dan disuruh buat keterangan agar bisa menjerat Antasari. Jaminannya saya bisa pulang. Ini saya ngomong benar, demi Allah,” bebernya.

Wiliardi bahkan meminta majelis hakim untuk menelepon M Iriawan. “Saya juga mengirim SMS, menagih janjinya. Katanya saya tidak akan ditahan dan saya juga meminta agar segera diklarifikasi, kalau saya juga tidak sebejat seperti yang diberitakan sebagai orang yang mencari eksekutor. Tapi hari itu juga saya mau ditahan,” terangnya.

Tidak lama, 2 hari kemudian karena kecewa tidak ditanggapi, Wiliardi memberanikan diri mencabut BAP. “Sempat ada penyidik yang bilang ke saya, kalau tidak diganti tidak akan bisa menjerat Antasari,” imbuhnya.

Dia mengaku, bila memang ada pertemuan di rumah Sigit, antara dirinya dan Antasari, kemudian ada perintah untuk membunuh, dia mengaku siap dihukum seberat-beratnya. “Jadi itu tidak benar. Silakan cek di CCTV, amplop yang diterima saya, itu diberikan Sigid bukan Antasari,” imbuhnya.

Williardi juga mengaku, pernah suatu waktu dia dijemput oleh Brigjen Pol Iriawan Dahlan, saat itu dia diajak minum kopi di ruangan Hadiatmoko. “Saya ditanya kenal Edo, Antasari, Sigit dan apa pernah menyerahkan Rp 500 juta. Saya memang menyerahkan ke orang untuk menyelidiki suatu kasus di Citos. Tapi saya tidak tahu kemudian dipakai membunuh,” paparnya.

Kemudian, setelah itu Hadiatmoko menahannya atas tuduhan pembunuhan. “Kok saya bingung cuma antar uang ditahan? Sejak itu saya ditahan. Pak Hadiatmoko bilang ini perintah pimpinan, dan saya diminta mengikuti saja penyidikan biar perkara cepat P21. Bagaimanapun pimpinan saya Kapolri, sehinga saya tertarik. Saya, keluarga, istri dan ortu diimingi kebebasan saya,” tutupnya.

Sementara itu Hadiatmoko saat dikonfirmasi tidak mau memberikan komentar. “Enggak, enggak. Terima kasih,” jelas Hadiatmoko melalui telepon.

Williardi Wizar mengaku, kasus Antasari direkayasa pihak tertentu di Polri. Penahanan mantan Ketua KPK Antasari Azhar dikondisikan oleh beberapa petinggi kepolisian. “Pukul 00.00 WIB saya diperiksa dengan didatangi oleh Direktur Reserse Polda Metro Jaya yang katanya itu perintah atasan,” kata Wiliardi berapi-api.

Williardi menyatakan saat itulah dikatakan bahwa Antasari adalah sasaran mereka. Wiliardi bersumpah bahwa kejadian itu benar. “Di situ dikatakan — Demi Allah ini saya bersumpah — sasaran kita hanya Antasari. Demi Allah saya bersumpah, biar mati lampu ini, mati saya Pak,” ujarnya.

Williardi mengungkapkan semuanya ini dalam kesaksiannya di sidang dengan terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera, Selasa (10/11). Sebelumnya, hakim ketua Herry Swantoro menanyakan kebenaran kesaksiannya yang selalu berubah-ubah.

Ahli Forensik Beberkan Bukti Kasus Antasari

Ahli forensik RSCM dr Mun’im Idris mengungkap kejanggalan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) terkait perkara Antasari Azhar. Kejanggalan ini bisa dipakai sebagai bukti baru dalam peninjauan kembali (PK) Antasari Azhar. Menurut Mun’im, keterangannya sebagai ahli yang diberikannya di persidangan tidak digunakan oleh hakim agung MA dalam putusan kasasinya.

“Saya menulis dalam keterangan saya sebagai ahli forensik, jenis peluru yang bersarang di Nasrudin (Nasrudin Zulkarnaen) adalah diameter 9 mm kaliber O,38 tipe SNW tapi diminta dihapus oleh polisi,” kata Mun’im Idris dalam konfrensi pers di RSCM, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu lalu, 5/1/2010.

Keterangan otopsi tertulis ini disampaikan oleh Mun’im Idris dalam surat otopsi. Namun, pihak Kepolisian meminta keterangan tersebut dihapus.

“Yang saya tulis ya yang saya temukan. Yang meminta dihapus langsung saya lupa yang datang ke sini. Lantas Wadir Serse Polda Metro Jaya menelepon saya minta untuk dihapus. Lalu saya bilang ini kewenangan saya,” tambah Mun’im.

Selain itu, dia juga menyatakan menerima mayat Nasrudin tidak dalam utuh atau tersegel. Kondisi mayat seharusnya masih berbalut baju ketika mayat meninggal. “Tapi saya sudah menerima tanpa label, tanpa baju dan kondisi luka kepala sudah terjahit. Seharusnya masih utuh apa adanya,” terang Mun’im.

Fakta ini dipersilakan Mun’im untuk menjadi bukti baru mengajukan PK Antasari. “Itu penglihatan ahli hukum. Semua sudah saya utarakan di pengadilan. Kalau dipengadilan yang punya kuasa itu hakim. Mau diterima atau tidak (keterangan ahli) bukan urusan saya,” tutup Mun’im.

Mayat Nasrudin Dimanipulasi

“Wadir Serse Polda Metro mengatakan, kalau ini (data 9 mm) bisa dihilangkan tidak?”

Ahli forensik Rumah Sakit Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Abdul Mun’im Idris mengaku pernah diminta pejabat Polda Metro Jaya untuk menghilangkan data mengenai luka Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

Dalam pemeriksaan polisi, Mun’im menyatakan bahwa lebar luka di kepala Nasrudin disebabkan peluru berdiameter 9 milimeter (mm). Hal ini diungkapkannya dalam sidang pembunuhan Nasrudin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 10 Desember 2009.

“Saat saya diperiksa dan akan meneken BAP (Berita Acara Pemeriksaan), Wadir Serse Polda Metro mengatakan, kalau ini (data 9 mm) bisa dihilangkan tidak?” kata Mun’im mengulang pernyataan pejabat Polda itu di hadapan Majelis Hakim PN Jakarta Selatan.

Mun’im tidak menjelaskan mengapa polisi ingin data itu hilang. Dia hanya menolak. “Itu kewenangan saya sebagai dokter.”

Setelah itu, kata Mun’im pun menerima telepon dari seseorang yang mengaku bernama Kamil. Dalam telepon itu, Mun’im mengutip kata-kata Kamil terkait pencantuman diameter luka Nasrudin,” Babeh terlalu berani kalau segini (9 mm).”

Artinya ‘terlalu berani’? “Saya tidak tahu, saya kan tidak bisa telepati,” jawab Mun’im.

Mun’im adalah dokter yang memeriksa jasad Nasrudin. Saat memeriksa jasad Nasrudin, Mun’im mengaku menemukan dua peluru di kepala Nasrudin, yakni di sebelah kanan dekat telinga dan di batang tengkorak.

“Meski peluru masih di dalam, tapi sudah dijahit (lukanya),” kata dia. Kondisi seperti ini, kata dia, akan menimbulkan kematian meski tidak langsung.

Mayat Nasrudin Sudah Dimanipulasi

Viva News: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghadirkan ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai saksi kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Dalam kesaksiannya, Mun’im mengatakan mayat Nasrudin sudah dimanipulasi saat ia terima untuk diperiksa.

“Karena jasadnya sudah berpindah dari rumah sakit ke rumah sakit. Saya menerima kondisinya sudah dijahit,” kata Mun’im dalam sidang dengan terdakwa Antasari Azhar, Kamis 10 Desember 2009.

Selain itu, kata dia, kepala Nasrudin pun sudah dicukur. “Akibatnya (manipulasi mayat) ini akan berkaitan dengan alibi tersangka nantinya,” kata dia.

Mun’im menjelaskan ada tiga pejabat menelpon dirinya untuk permintaan otopsi Nasrudin. Mereka adalah penyidik kasus pembunuhan Niko, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda saat itu Komjen M Iriawan, dan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Jusuf Manggabarani.

“Mereka minta saya ke RS Gatot Subroto. Tapi saya bilang, (jasad Nasrudin) bawa ke Cipto saja.”

Saat memeriksa jasad Nasrudin, Mun’im mengaku masih menemukan dua peluru di kepala Nasrudin, yakni di sebelah kanan dekat telinga dan di batang tengkorak. “Meski peluru masih di dalam, tapi sudah dijahit (lukanya),” kata dia.

Kedua peluru, jelasnya, mengenai jaringan otak. “Sehingga menyebabkan kematian meski tidak langsung.”….>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Ahli forensik RSCM Dr. Mun’im Idris yang didengar keteranganya sebagai saksi mengungkapkan, mayat Nasrudin yang divisumnya sudah tidak asli atau telah “dimanipulasi” oleh dokter lain. Dari sifat luka, penembakan dilakukan dari jarak jauh.

“Mayat sudah dimanipulasi, ini karena korban sebagian besar rambutnya sudah dicukur, lukanya sudah dijahit dan posisi sudah telanjang saat akan saya visum,” ujar Mun’im dalam persidangan pembunuhan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis.

Menurut Mun’im, peluru di bagian tubuh sudah penyok namun bisa dikenali tipenya. Sedangkan penembakan terjadi dalam jarak jauh.

Selain itu saat dirinya membuat berita acara hasil pemeriksaan tersebut, petugas Puslabfor Mabes Polri pernah menghubungi dan meminta ucapannya tentang manipulasi mayat dihilangkan dan “babe” (sebutan dokter ini) dinilainya terlalu berani. Namun, karena ini masih menjadi kewenangannya, dirinya tidak mau mengubahnya.

“Saya nggak mau mengubahnya dan peluru yang digunakan untuk menembak korban diukur besarnya 9 mm,” tegasnya sambil menyatakan korban ditembak bukan dari jarak dekat.

Mun’im mengakui dirinya tidak pernah memeriksa korban di tempat kejadian perkara atau TKP. Menurut dia, kalau korban ditembak jarak dekat sekitar 50 hingga 60 Cm, butir mesiunya akan menempel di baju korban. “Saya saat memeriksa jasad korban tak melihat adanya butir-butir mesiu yang menempel di bajunya,” jelasnya.

Dilanjutkan oleh Mun’im, biasanya pihaknya yang menggunting baju mayat. “Jadi mayatnya sudah tidak asli, sudah ada tangan-tangan yang menangani sebelumnya,” jelasnya.

Akibat mayat korban sudah diutak-atik, menurut ahli forensik ini, dirinya tidak bisa menentukan kapan terjadinya kematian dan yang paling penting berkaitan dengan alibi tersangkanya.

JAKSA YAKIN

Jaksa yakin bahwa proyektil yang ditemukan di tubuh Direktur PT PRB Nasrudin Zulkarnaen merupakan peluru yang ditembakkan dari pistol SNW kaliber 38 yang ditunjukkan sebagai barang bukti. Mereka meyakini proyektil 9 mm yang ditemukan ahli forensik merupakan pecahan peluru kaliber 38.

“Revolver dengan peluru yang digunakan itu satu paket. Temuan 9 mm itu pecahan dari peluru kaliber 38,” ujar anggota JPU Sutikno usai persidangan Antasari di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Kamis.

Sutikno menjelaskan awalnya beberapa jaksa peneliti juga menanyakan mengapa peluru kaliber 9 mm bisa digunakan pada revolver 38. Tapi setelah dipelajari, mereka yakin bahwa itu merupakan peluru serpihan. “Itu ternyata serpihannya,” lanjutnya.

Sutikno juga menjelaskan tidak ditemukan residu atau mesiu di tubuh Nasrudin. Bukan karena penembakan jarak jauh, melainkan karena sebelum bersarang di kepala Nasrudin, peluru tersebut menembus kaca mobil. “Tidak bisa ditemukan, karena menembus kaca,” ungkapnya.

Sebelumnya saksi ahli balistik A Simanjuntak menyebutkan bahwa peluru yang digunakan menembak Nasrudin tidak cocok dengan jenis pistol yang diperlihatkan JPU. Peluru tersebut merupakan 9 mm, sedangkan pistol SNW berjenis revolver kalibernya 38.

Menanggapi kesaksikan Dr Mun’im Idris, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafly yang dihubungi Pos Kota, menyatakan polisi tetap berpatokan pada hasil rekonstruksi para tersangka yang dilaksanakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kami yakin fakta itu yang dipercayai sebagai fakta hukum,” kata mantan Kapolres Kepulauan Seribu ini.

Sebelumnya, dalam persidangan para eksekutor Nasrudin, salah satu terdakwa Daniel pernah memberikan keterangan bahwa ada tim lain yang mengawasi mereka saat melakukan penembakan tersebut. Bahkan, para eksekutor lainnya membantah merekalah yang menembak Nasrudin.

dok-kabarNet

Makin Ketahuan, Isu Bom & Teroris adalah Rekayasa


Jakarta – Ada aroma rekayasa dalam kasus bom buku dan Bom Serpong. Bahkan aroma itu terasa menyengat. Setidaknya itulah kesimpulan yang bisa didapatkan dari sejumlah fakta tersangka pelaku kasus bom buku dan bom Serpong. Tertangkapnya IF, seorang kameraman Global TV dan identitas sesungguhnya dari Mr P, setidaknya akan membuka mata seluruh rakyat Indonesia. Bahwa sesungguhnya isu terorisme adalah rekayasa.

Pertama, tertangkapnya kameraman Global TV berinisial IF dalam kasus bom di Serpong. Keterlibatan IF dalam kelompok teroris baru hingga saat ini masih menjadi tanda tanya besar. Hal ini dikemukakan Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa B Nahrawardaya. Mustafa mencium adanya aroma konspirasi di balik rencana peledakan pipa gas di Serpong.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, istri IF adalah staf humas di Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dikepalai oleh Komjen Gories Mere.

“Jadi tidak logis, istrinya kerja untuk Polisi kok suaminya kerja untuk teroris,” ujar Mustofa, seperti dirilis INILAH.COM, Sabtu (23/4/2011).

Istri IF tersebut lanjut Mustofa sempat bekerja di sebuah Production House (PH) infotainmen di wilayah Jakarta Barat. “Sebelum kerja di BNN, istrinya IF ini kerjadi PH selama tiga tahun,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Polri menetapkan satu tersangka baru yaitu kamerawan Global TV berinisial IF dalam kasus terorisme. IF ditangkap, Kamis (21/4/2011) malam di rumahnya. IF sendiri menurut Direktur News Global TV Arya Mahendra Sinulingga sempat bekerja di infortainmen sebelum bekerja di Global TV.

“Dia ini 4 tahun di infotainmen dan 1 tahun jadi kameraman dalam di studio Global TV,” ujar Arya di Jakarta, Sabtu (23/4/2011).

Kedua, sutradara bom buku dan Serpong, Mr P, ternyata juga bukan aktivis Islam. Menurut seorang kawannya, kegemaran P adalah main gaple di malam hari. Perilakunya pun sama sebagaimana orang pada umumnya.

“Waktu di kampus dia bukan aktivis Islam, bukan aktivis pergerakan, dia anak gaul biasa,” ujar Dede teman satu kampus P di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, kepada INILAH.COM, Sabtu (23/4/2011).

Bahkan, menurutnya, saat di tempat kos, P hampir setiap malam senang bermain gaple bersama teman-teman lainnya. “Saya kebetulan satu kos sama dia, kalau malam suka main gaple bareng. Nggak ada potongan teroris dia itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyad Mbai kepada Radio Elshinta mengatakan Mr P adalah kepanjangan dari Peppi. Menurut Ansyad, Peppi adalah sutradara film dokumenter tentang tsunami Aceh berjudul ‘Dalam Dekapanku’.

Rekayasa tetaplah rekayasa. Ditutupi serapat mungkin, jika itu batil, maka akan terkuak juga. Rakyat sudah muak dengan sandiwara terorisme. INILAH.COM/ Suara Islam

KPK Incar Andi Mallarangeng


JAKARTA – Kasus dugaan penyuapan pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI Palembang sepertinya tidak akan berhenti pada Sesmenpora Wafid Muharam. Sebab Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak ragu-ragu akan memeriksa semua orang yang terlibat dalam pembangunan wisma atlet, termasuk Menpora Andi Mallarangeng.

“Ya memang ada rencana ke sana (memeriksa Andi) kalau memang dibutuhkan. Dia (Andi) kan yang paling bertanggung jawab atas pelaksanaan SEA Games ini,” ucap seorang sumber di lingkungan KPK kepada Jawa Pos kemarin (23/4).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa KPK tidak akan tebang pilih dalam menuntaskan sebuah kasus korupsi. Menurutnya, kaitan Andi dengan penanganan pengadaan Wisma Atlet di Palembang sangat erat. Sebab, sebagai seorang menteri, Andi adalah orang yang paling berwenang menandatangani semua persetujuan anggaran dana untuk kebutuhan SEA Games.

Dia lalu menerangkan, prosedur pencairan dana pelaksanaan SEA Games. Pertama, panita pelaksana mengajukan permohonan dana yang dibutuhkan kepada Kemenpora. Selanjutnya, Kemenpora memverifikasi permohonan tersebut. Nah, seteleh dinyatakan lolos verifikasi, Menpora pun menandatanginya yang kemudian diajukan ke Kementerian Keuangan untuk dicairkan.

“Yang banyak kerja memang pak Wafid, termasuk memverifikasi. Tapi yang tanda tangan pak Andi,” katanya. Karenanya, merupakan hal yang wajar jika KPK akan memeriksa Andi untuk mendengarkan kesaksiannya terkait pelanggaran yang dilakukan anak buahnya itu. Selain itu, keterangan Andi juga dibutuhkan untuk mengetahui apakah ada aliran suap tersebut ke pegawai Kemenpora lainnya.

Namun ketika ditanya kapan kira-kira orang nomor satu di Kemenpora itu diperiksa, sumber tersebut masih belum bisa memberikan kepastiannya. “Itu masih menunggu persetujuan pimpinan,” ujaranya.

Seperti yang diberitakan sebelumya pada Kamis (21/4) sekitar pukul 19.00, KPK menangkap Wafid di kantornya lantai 3 Gedung Kemenpora jalan Gerbang Pemuda No 3 Senayan. Dia tertangkap tangan sedang menerima transaksi suap dari seseorang yang diduga kontraktor bernama Mohammad El Idris yang diperantarai seorang broker bernama Mirdo Rosalina Manulang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos, Idris merupakan seorang petinggi perusahaan PT Duta Graha Indah , Tbk yang merupakan rekanan pembangunan wisma atlet SEA Games Palembang. PT DGI sendiri beralamat di jalan Sultan Hasanuddin Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Dalam penangkapan tersebut, lembaga antikorupsi yang dipimpin Busyro Muqoddas itu menyita tiga cek senilai Rp 3,2 miliar yang diduga sebagai uang suap. Wisma atlet yang dibangun di area kompleks olahraga Jaka Baring, Pelembang, itu dipastikan menghabiskan dana Rp 200 miliar.

Dana sebesar itu sudah cair seluruhnya meskipun pembangunannya saat Jawa Pos memantau pada 8 april lalu masih jauh dari kata selesai. Pembangunannya wisma atlet sendiri di deadline selesai pada akhir Juli.

Penyidik pun hingga kini masih mendalami tujuan suap yang dilakukan pengusaha tersebut. Memang ada beberapa kemungkinan kuat yang hingga kini didalami. Yakni apakah suap tersebut terkait dengan upaya pemenangan tender ataukah mark up proyek pembangunan wisma atlet SEA Games Palembang.

Saat dikonfrimasi, Wakil Ketua KPK Haryono Umar membenarkan pihaknya akan memeriksa semua orang yang dibutuhkan keterangannya dalam kasus suap tersebut. Namun, saat disinggung apakah pemeriksaan tersebut sampai kepada Andi, Haryono belum bisa memastikan.

“Kami tidak bisa berandai-andai. Kan tergantung hasil penyidikan para tersangka. Yang jelas semua orang yang terkait akan diperiksa,” kata Haryono ketika dihubungi Jawa Pos tadi malam.

Selain itu, Haryono juga mengaku dirinya belum bisa memastikan siapa-siapa yang menjadi target selanjutnya. Sebab, sejak resmi ditahan di Rutan Kelas I Cipinang, Wafid belum menjalani pemeriksaan lanjutan. Kata dia, kemarin dan hari ini (24/4) merupakan hari libur. Sehingga para tersangka kasus ini belum bisa diperiksa.

Kapan para tersangka akan diperiksa? “Saya belum tahu. Tapi penyidik sudah memiliki jadwal sendiri. Yang jelas kami ingin segera menyelesaikan kasus ini,” jawab mantan pegawai Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) itu.

Terpisah sebelumnya Menpora Andi Mallarangeng kepada para wartawan Jumat (22/3) kepada para wartawan mengaku dirinya siap bekerjasama dengan KPK dalam menuntaskan kasus yang melibatkan anak buahnya itu. Bahkan Andi mengaku siap memberikan keterangan kepada KPK apabila memang benar-benar dibutuhkan.

Bahkan mantan juru bicara kepresidenan tersebut akan segera melakukan konsultasi dengan pihak kementerian pemberdayaan aparatur negara (KemenPAN) dan BPKP. “Saya akan bertemu untuk membahas prosedur-prosedur agar fungsi keorganisasian kami masih bisa berjalan setelah sesmenpora tidak ada,” ucapnya.

Melihat status Wafid yang sudah menjadi tersangka, Andi berujar jika kemungkinan besar bakal ada pelaksana tugas (plt) untuk menjalankan fugnsi vital di keorganisasian tersebut. Hanya, untuk prosesnya dia belum tahu benar karena itu akan dibicarakan dengan Menpan terlabih dahulu.

Dia juga memastikan bahwa kasus ini tidak akan mengganggu persaipan SEA Games yang saat ini dilakukan. Meskipun korupsi yang dilakukan terkait dengan wisma atlet di Palembang, Andi menjamin pembangunan tertap berjalan sesuai dengan rencana awal. “Proses hukum terus berjalan, Proses di lapangan tidak boleh berhenti. Jadi nanti semuanya bisa sama-sama selesai,” papar pria yang juga menjabat sebagai ketua umum persatuan gulat seluruh Indonesia (PB PGSI) tersebut.

Mengenai alairan dana untuk persiapan SEA Games, Andi yakin tidak akan terhambat karena even olahraga terbesar di Asia Tenggara sudah diplot pada APBN. Karena itu, pihaknya akan semakin meningkatkan dan memperketat proses monitoring bersama dinas pekerjaan umum setempat.

Kini tiga tersangka tersebut ditahan di tiga rutan yang berbeda. Wafid dititipkan di Rutan Cipnang, Idris diinapkan di Rutan Salemba, sedangkan Rosalina dititipkan di Rutan Pondok Bambu. (kuh/aam)

Kasus Dugaan Suap Proyek Wisma Atlet

- Kemenpora menerima pengajuan anggaran pembangunan proyek SEA Games.
- Kemenpora melakukan verifikasi terhadap anggaran yang masuk dan Sesmenpora Wafid Muharam adalah pihak yang berwenang melakukan verifikasi.
- Setelah dianggap lolos, hasil verifikasi kemudian dilaporkan ke Menpora Andi Mallarangeng.
- Sebagai Menpora, Andi adalah orang yang paling berwenang menandatangani sebagai bentuk persetujuan pengajuan anggaran pembangunan proyek SEA Games.
Komisi Kepolisian Indonesia

Menpora Pura-pura Kaget Anak Buahnya Ditangkap KPK ?


JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng mengaku terkejut dengan penangkapan atas anak buahnya itu. “Tentang kejadian semalam kami terkejut dan sedih, saya sendiri baru tau pas (terima) SMS dari kawan” kata Menpora dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (22/4).

Meski demikian Menpora mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus itu ke KPK. Mantan juru bicara kepresidenan itu pun membuka pintu lebar-lebar bagi KPK untuk menindak anak buahnya itu. “Soal hukumnya, kami serahkan kepada KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya.

Mesmi demikian Menpora mengaku belum tahu persis tentang kasus suap yang mendera Wafid Muharram. Menpora juga mengaku belum berkomunikasi lagi dengan Wafid sejak penangkapan oleh KPK. “Saya belum berhubungan dan belum menghubungi karena saya tidak mau mengganggu proses pemeriksaan,” tandasnya.

Bagaimana dengan El Idrus dan Rosa? Apakah mengenal dua tersangka suap itu? “Saya juga tidak mengeri dan tidak mengenal orang-orang itu,” imbuhnya.

Menteri asal Partai Demokrat itu juga mengaku tak tahu tentang dua tersangka penyuap yang banyak disebut dekat dengan partai besar. “Saya tidak tahu, kalau itu ada orang partai, lebih baik tanya sama KPK,” kilahnya.

Ditegaskannya, dalam proyek pembangunan fasilitas penunjang SEA GAmes di Palembang sebenarnya sudah sesuai dengan anggaran. Bahkan usulan pembangunan tower lagi untuk wisma atlet, dananya juga sudah sesuai dan pembangunannya berjalan lancar.

“Tidak ada yang memperlambat karena kekurangan dana. Kami bekerjasama dengan kementrian PU memantau terus pembangunannya,” ucap Andi seraya menambahkan, untuk penambahan anggaran itu kewenangannya ada di Kementrian Kekuangan dan Bappenas.

Ditegaskannya, sebenarnya sudah ada Tim reformasi Birokrasi di Kemenpora yang salah satu tugasnya juga melakukan pengawasan. Namun demikian, sambung Menpora, dirinya jelas tidak bisa melakukan kontrol terhadap orang per orang pegawai Kemenpora. “Kita tidak bisa mengontrol perilaku orang per orang secara terus menerus. Tetapi biarlah kasusnya ada di KPK, kami akan bekerja sama,” pungkasnya. JPNN.COM

Cara Mencari Ukuran Bra yang Benar


Apakah Anda tahu bahwa 7 dari 10 wanita mengenakan ukuran bra yang salah. Acara populer seperti Oprah dan TLCs What Not to Wear telah mendedikasikan seluruh pertunjukan atas isu ini karena masalah ini begitu banyak dialami oleh perempuan. Karena banyaknya yang salah memakai ukuran bra, tentunya Anda juga mulai bertanya-tanya apakah mungkin Anda juga memakai ukuran bra yang salah.


Bagaimana Mengukur Ukuran Bra

Pertama pakai bra favorit Anda yang Anda pikir membuat payudara Anda sesuai dengan bentuknya dan merasa paling nyaman. Selanjutnya Anda akan memerlukan meteran yang fleksibel (biasa digunakan oleh penjahit). Anda juga mungkin perlu minta bantuan teman yang dipercaya untuk membantu Anda mengukur, karena sulit untuk menjaga ketepatan pengukuran seluruh tubuh Anda. Pengukuran pertama yang dilakukan adalah di sekitar tulang rusuk Anda, tepat di bawah payudara Anda. Sekarang tambahkan 5 ke hasil pengukuran Anda untuk mendapatkan ukuran band (pita) Anda (kita menggunakan satuan inchi). Jika ukuran band yang dihasilkan adalah angka ganjil, Anda akan perlu membulatkan ke angka selanjutnya karena band bra hanya ada dengan ukuran genap.

Pengukuran kedua harus diambil sekitar bagian sepenuhnya payudara Anda dengan bra favorit Anda. This measurement is your cup size. Pengukuran ini untuk ukuran mangkok (cup) Anda. Berikutnya kurangi ukuran band Anda dengan ukuran cup Anda untuk menghitung ukuran cup yang tepat. Lihat grafik ukuran cup bra di bawah.

Video Bagaimana Mengukur Bra dengan Benar


Video diperoleh dari YouTube

Bagan Ukuran Cup Bra

lebih besar 1dari pengukuran 1 ——————– A

lebih besar 2 dari pengukuran 1 ——————– B

lebih besar 3 dari pengukuran 1 ——————– C

lebih besar 4 dari pengukuran 1 ——————– D

lebih besar 5 dari pengukuran 1 ——————– E

lebih besar 6 dari pengukuran 1 ——————– F

Minta Bantuan Profesional untuk Mendapatkan Ukuran Bra yang Ben



Apabila hasil pengukuran Anda di atas tidak menghasilkan pengukuran yang tepat menurut Anda. Mintalah bantuan profesional untuk mencocokkan Anda dengan ukuran bra yang tepat. Mengukur dengan meteran mungkin tidak cukup untuk mendapatkan bra yang cocok. Dan percayalah, bra dengan ukuran yang benar akan membentuk payudara Anda indah dengan kenyamanan. Jika ukuran bra Anda tidak sesuai dengan ukuran bra, coba untuk menaikkan atau menurunkan ukuran cup atau band agar sempurna.

Hal yang Seharusnya Tidak Terjadi dengan Bra Ukuran yang Benar

Hal-hal berikut seharusnya tidak akan terjadi apabila Anda menggunakan bra dengan ukuran yang benar:

Payudara tidak boleh jatuh di bawah bra ketika Anda mengangkat tangan di atas kepala Anda. Jika ini terjadi, turunkan ukuran band.
Bagian tengah bra Anda yang berada di antara payudara Anda harus terletak rata di tulang rusuk Anda. Jika tidak, naikkan ukuran cup.
Band bra Anda harus melingkari dengan pas sekitar lingkar tubuh Anda. Band yang naik di belakang (punggung) berarti ukuran band Anda terlalu besar.
Tali bra sebaiknya hanya digunakan 10% dari dukungan yang dapatkan diberikan oleh bra Anda. Jika Anda menggunakan semua bagian tali bra Anda, pertimbangkan untuk menurunkan ukuran band.
Payudara harus pas dan nyaman di dalam cup bra tanpa gelembung, gelembung ganda, atau kerutan pada kain bra.
Band bra Anda tidak boleh memberikan tekanan yang memperlihatkan lemak punggung. Jika hal ini terjadi coba ukuran band yang lebih besar atau perbedaan gaya bra.

Mengatasi Kulit Berminyak


sebaceous di kulit terlalu aktif dan memproduksi sebum yang berlebihan. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap kulit berminyak, termasuk tingkat hormon, kelembaban, diet dan kosmetik. Namun, faktor keturunan memainkan peran terbesar dalam produksi minyak. Kulit berminyak paling umum terjadi selama masa pubertas tetapi dapat juga terjadi pada orang dari segala usia. Saat ini tidak ada yang benar-benar bisa menghentikan kulit berminyak, sejumlah pilihan pengobatan dan pengobatan sendiri dapat mengurangi produksi minyak.



Yang Bunda perlukan:

Obat sabun untuk digunakan pada kulit berminyak
Masker lumpur
Astringen dengan aseton
Spon astringen
Bedak bayi
Langkah-langkahnya:

Cuci wajah Bunda tiga kali sehari dengan menggunakan sabun dan air panas. Air panas jauh lebih efektif melarutkan dan membasuh minyak kulit daripada air dingin. Bunda dapat menggunakan sabun batangan biasa atau mencoba sabun obat untuk kulit berminyak.
Olahraga teratur untuk meningkatkan sirkulasi dan aliran darah serta membuka pori-pori. Berlawanan dengan apa yang dipercaya kebanyakan orang, berkeringat sebenarnya sehat bagi kulit dan dapat membantu menghentikan kulit berminyak dan mengurangi frekuensi tumbuhnya jerawat.
Oleskan masker lumpur atau tanah liat beberapa kali ke wajah Bunda setiap minggu. Masker yang lebih gelap biasanya yang paling menyerap, tapi tanah liat mawar berwarna mungkin tidak terlalu mengiritasi kulit sensitif.
Gunakan astringen yang mengandung aseton untuk membantu menghentikan kulit berminyak. Dalam kebanyakan kasus, alkohol pembersih dan witch hazel sama efektifnya dengan zat aseton mahal. Bunda juga dapat membeli spon astringen di apotik dan toko kosmetik untuk Bunda bawa ketika bepergian.
Beli kosmetik berbasis air saja, karena produk berbasis minyak dapat meningkatkan minyak di wajah. Gunakan bedak bayi sebagai alas bedak tipis, yang lebih menyerap daripada bedak kosmetik biasa. Bedak tidak akan menghentikan produksi minyak, tetapi dapat meminimalkan kulit kelihatan berminyak.
Menghentikan atau mengubah jenis pil kontrasepsi oral yang Bunda gunakan dapat membantu menghentikan kulit berminyak. Hormon memainkan peran utama dalam kulit berminyak, makanya minyak dan jerawat meningkat selama masa pubertas dan kehamilan. Jika Bunda tidak sedang menggunakan pil KB, Bunda dapat meminta nasehat dokter Bunda tentang manfaat dan risiko penggunaan kontrasepsi oral untuk mengobati kulit berminyak.
Hindari untuk terlalu merangsang kulit Bunda. Pengelupasan yang terlalu sering adalah pemicu umum produksi minyak yang berlebihan. Sering terkena sinar matahari berlebihan atau terus-menerus menggosok atau memencet kulit Bunda juga bisa menyebabkan over-stimulasi.
Coba obat bebas atau resep yang mengandung retinol untuk mengontrol kulit berminyak. Gunakan produk dengan hemat untuk menghindari iritasi kulit, kemerahan dan mengelupas.
Sumber: eHow.com

Mempercepat Datangnya Periode Haid


Kesempatan menghadiri acara-acara baru dan memperluas wawasan Bunda adalah sesuatu yang membuat hidup menyenangkan. Satu hal yang mungkin dapat merusaknya adalah periode haid Bunda. Meskipun hal tersebut sudah menjadi kodratnya perempuan, masa haid Bunda dapat menghalangi Bunda untuk menikmati petualangan yang direncanakan atau bahkan dadakan.



Banyak wanita yang mencoba untuk membuat haid mereka datang lebih cepat karena tidak ingin kehilangan momen-momen penting dalam hidup mereka. Dengan sedikit persiapan dan keberuntungan, Bunda bisa saja membuat haid datang lebih cepat.

Caranya:

Rencanakana lebih awal. Kemungkinan keberhasilan Bunda dapat ditingkatkan dengan perencanaan awal. Begitu Bunda menyadari bahwa akan ada acara atau situasi khusus, jadikan itu momen untukmencoba agar tujuan Bunda menjadi kenyataan. Hitung tanggal mulai yang diharapkan dan aktual periode haid sebelumnya dan yang akan datang untuk menentukan langkah berikutnya. Bunda mungkin menemukan bahwa periode haid Bunda berfluktuasi karena hormon individu dan tingkat stres. Perhitungkan hal ini ketika mencoba untuk membuat haid datang lebih cepat.
Bertanya kepada teman. Seringkali teman dekat dan bahkan rekan kerja yang memiliki periodemulai dan akhir haid mereka pada waktu yang hampir bersamaan. Walaupun fenomena ini tidak sepenuhnya dapat dipahami, banyak wanita telah mengatakan mereka telah sukses dengan taktik sederhana ini.
Gunakan pil KB. Karena kontrasepsi juga bekerja untuk mengatur siklus haid Bunda, mengkonsumsi pil KB untuk waktu tertentu dapat membantu memprediksi kapan periode haid berikutnya akan dimulai. Konsultasikan dengan dokter Bunda untuk alternatif terbaik bagi kesehatan dan gaya hidup Bunda. Meskipun pilihan ini tidak terlalu akurat, tapi dapat membantu Bunda untuk mendapatkan haid lebih cepat dari normal jika periode tanggal mulai Bunda dihitung dengan benar.
Keluar dari situasi yang membuat Bunda stres. Stres sering merupakan penyebab dari periode yang telat daripada yang diharapkan karena pengaruhnya terhadap hormon tubuh dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Segala sesuatu itu masih memungkinkan, sama halnya dengan kemungkinan untuk mencegah tubuh Bunda untuk bersikap seperti yang Bunda inginkan. Semakin telat periode haid Bunda mungkin itu merupakan efek langsung dari stres.
Pertahankan gaya hidup aktif. Biasa olah raga secara keseluruhan memberikan kontribusi untuk kesehatan tubuh dan fungsi. Metabolisme dan hormon Bunda dipengaruhi oleh olahraga teratur. Kegiatan sederhana seperti jogging atau yoga dapat membantu tubuh Bunda santai.
Sumber: eHow.com

Pengertian internet dan intranet


Pengertian internet – Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP yang berisikan informasi dan sebagai sarana komunikasi data yang berupa suara, gambar, video dan juga teks.
Dunia dewasa ini menjadi semakin terhubung (interconnected) satu dengan lainnya. Dengan kata lain kita dapat menggunakan telepon genggam untuk menghubungi teman yang berada dibelahan dunia lain. Kita dapat menonton siaran langsung pertandingan bola piala dunia yang berlangsung di benua lain. Atau bahkan kita dapat berinvestasi dalam ekonomi dunia karena pasar modal di Tokyo, London dan New York terhubung secara elektronis selama 24 jam sehari. Keterhubungan inilah yang disebut Interconnected Network atau lebih populer dengan sebutan internet.
Satu hal terbesar tentang internet adalah bahwa tak seorangpun yang benar-benar memilikinya. Internet adalah kumpulan global dari orang-orang dan jaringan komputer besar dan kecil, dimana semuanya tersambung oleh ribuan kilometer kabel dan line telepon yang semuanya dapat saling berkomunikasi. Beberapa fungsi internet antara lain: menemukan dan mengakses informasi, kursus/sekolah jarak jauh, saling bertukar informasi dengan rekan bisnis dan hobi, atau mendapatkan pekerjaan secara on-line dan lainnya.
PENGERTIAN INTRANET
Intranet adalah konsep LAN yang mengadopsi teknologi Internet dan mulai diperkenalkan pada akhir tahun 1995. Atau bisa dikatakan Intranet adalah LAN yang menggunakan standar komunikasi dan segala fasilitas Internet, diibaratkan berInternet dalam lingkungan lokal. umumnya juga terkoneksi ke Internet sehingga memungkinkan pertukaran informasi dan data dengan jaringan Intranet lainnya (Internetworking) melalui backbone Internet.Keuntungan menggunakan Internet dan Intranet saat ini banyak sekali sampai saya gak bisa nuliskan satu-persatu. Contohnya adalah yang sedang Anda lakukan saat ini yaitu mencari informasi, mendapatkan informasi, bertukar informasi lewat Internet.

Cucu Tokoh Islam Juara Nasional Teknologi di AS


Jakarta (SI ONLINE) - Cucu tokoh Islam Indonesia dan Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), Ahmad Sumargono, Muhammad Al Fatih Ridha, berhasil menjadi juara nasional Science Technology Engineering Math (STEM) Video Game Challenge 2010 di AS.

Kompetisi Desain dan Programming Video Game itu diinspirasi Presiden Barack Obama, sehingga dalam waktu akan diterima Presiden Barack Obama di Gedung Putih bersama ke 11 finalis lainnya.

Kepada Suara Islam Online, Ahmad Sumargono mengakui cucunya yang sekarang berusia 12 tahun ini memang kelahiran AS mengikuti ayahnya, Muhammad Ridha, yang juga anak sulungnya sewaktu mengambil program doktor di bidang komputer. Karena kelahiran AS, Muhammad Al Fatih sudah sulit berbahasa Indonesia meski ayah dan ibunya orang Indonesia.

“Semula pesertanya 500 murid SD dan SMP dari seluruh AS. Kemudian diambil 12 yang terbaik. Dari 12 murid yang terbaik karyanya itu, cucu saya nomor satu sehingga menjadi juara nasional AS,” ungkap Ahmad Sumargono dengan bangga. Menurut Ahmad Sumargono, hadiah yang diterima sebanyak 2.000 dollar AS, nantinya akan disumbangkan kepada Islamic Centre di Oregon AS, dimana Muhammad Al Fatih tinggal di salah satu negara bagian AS tersebut.

Tujuan dari event ini adalah untuk memacu motivasi minat para pelajar dalam mendalami ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika dengan memanfaatkan permainan komputer. Selain Fatih, ada 11 pelajar AS lainnya yang juga dinobatkan sebagai jawara dalam bidang technologi.. Mereka bersaing dengan 500 peserta lainnya, yang terdiri dari para pelajar grade 5-8 (tingkat SD dan SMP). Kemenangan Fatih yang masih berusia 12 tahun ini terasa lebih istimewa karena pengumuman para pemenang dilakukan langsung oleh Chief Technology Officer AS, Aneesh Chopra, di Washington, DC.

Fatih merupakan siswa grade 8 Homeschool di Beaverton, Oregon, AS. Ia mendesain dan memprogram game yang berjudul “Zuff’s Adventure”. Game ini didesain dengan menggunakan game maker software dengan bahasa pemrograman GML (Game Maker Language) yang menceritakan petualangan karakter bernama Zuff.

STEM Video Game Challenge sendiri disponsori oleh Entertainment Software Association, Microsoft dan The AMD Foundation serta berpartner dengan The Joan Ganz Cooney Center dan E-Line Me.

Rep: Abdul Halim

SEHARI KAPOLRI BOHONG LIMA KALI


Komjen (Pol) Drs Susno Duadji SH MH MSc
(Mantan Kabareskrim Mabes Polri)

Dirumahnya yang tidak mewah di kawasan Cinere, pagi itu Kamis, pukul 07.50 wib. Tim Redaksi Tabloid Suara Islam tiba sepuluh menit lebih awal dari waktu yang disepakati. Tetapi ternyata tuan rumah telah siap menerima kehadiran kami di ruang tengah rumah yang cukup asri itu. Berikut ini wawancara eksklusif Abdul Halim, Muhammad Luthfie Hakim dan Muhammad Al Khaththath dari Tabloid Suara Islam, dengan Komjen (Pol) Susno Duadji di rumahnya Cinere, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/3) lalu. Wawancara sejak dari kasus Bank Century hingga markus pajak Rp 24,6 miliar yang diduga kuat melibatkan sejumlah Jenderal di Mabes Polri.

Bagaimana tanggapan Anda atas penyesalan Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution yang merekomendasikan pencopotan Anda dari Kabareskrim Mabes Polri akhir tahun lalu ?

Bang Buyung tidak perlu menyesal, tetapi yang penting follow up dari penyeslaan itu. Faktanya pada waktu itu saya Kabareskirm, orang akan beranggapan bahwa penyidikan itu berada ditangan Kabareskrim. Ada dugaan rekayasa penyidikan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Kalau ada dugaan rekayasa, maka alamat yang paling tepat tentunya Kabareskrim. Sebab tidak pernah diekspos bahwa yang menanggani kasus pimpinan KPK ini adalah suatu tim.

Pimpinan penyidiknya adalah Direktur III Brigjen Julianus Mahar. Itulah yang dinamakan dengan nama sandi Truno 3. Kalau saya di dalam jajaran Kepolisian adalah Tribrata 5 dan di lingkungan Bareskrim Guru l. Koordinatornya adalah Wakabareskrim yang bertanggungjawab kepada Kapolri. Jadi susunannya Kapolri kemudian Wakabareskrim yang membawahi beberapa tim. Sebelumnya Irjen Hadiatmoko, tetapi karena dinilai tidak berhasil dan hanya dianggap berhasil menggolkan Antasari Azhar saja tetapi justru Bibit dan Chandra gagal, sehingga Hadiatmoko dicopot. Kemudian diganti Brigjen Dikdik dan dianggap berhasil menggolkan Bibit dan Chandra, menjadi tersangka dan dia naik pangkat menjadi Irjen. Kemudian Julianus Mahar dianggap berhasil dan naik pangkat menjadi Brigjen.

Anggota tim berasal dari Bareskrim, Polda Metro, Polda Jatim, Babintak dan Ditbinkum. Saya tidak mengendalikan dan tidak boleh mengendalikan dan tidak boleh tahu hasilnya. Memang struktur militer dan polisi kuat sekali, kalau ada tim khusus maka yang boleh tahu kerjanya hanya tim itu saja, sehingga kalau saya tanya salah. Jadi yang benar adalah saya jangan bertanya. Mereka jangan melapor ke saya, sebab jadi tidak patuh pada asas.

Wajar kalau orang luar menuduh saya, tetapi saya diam dan tidak membantah. Seharusnya pimpinan yang menjelaskannya, tetapi pimpinan tidak pernah menjelaskannya bahkan Susno Duadji tidak dilibatkan disitu. Kalau bicara sendiri dan saya bukan kalau tiak terlibat, akhirnya saat ini orang akan menanyai siapa yang terlibat. Kalau bukan Susno, terus siapa ? nanti akan ke Kapolri dan diatasnya ke Presiden. Untuk itulah saya sebagai seorang perwira dan ksatria, disitu saya betul-betul menunjukkan kesetiaan dan keperwiraan saya. Manakala kepentingan lebih besar menghendaki, maka kepentingan pribadi dan kelompok harus dikalahkan, sehingga saya diam saja. Tetapi ingin tunjukkan saya tidak seperti itu. Saya menunjukkannya dengan bahasa isyarat.

Seperti sewaktu Bang Buyung menyuruh saya mundur, saya tidak mau mundur. Tetapi akhirnya Bang Buyung mau mundur jika saya tidak mundur. Tetapi kemudian diberi permen manis oleh Kapolri dengan sebuah kebohongan. Di Istana Kapolri mengatakan Susno Duadji sedang membuat surat pengunduran diri, sehingga Bang Buyung tidak jadi mundur. Kemudian malamnya Kapolri rapat dengan Komisi III DPR, dengan terang terangan mengatakan bahwa surat pengunduran Susno Duadji sudah diterima. Itu jelas suatu kebohongan besar sekali.

Sewaktu Tim 8 mengundang tim dari Polri hadir di Wantimpres untuk dimintai keterangan, yang berangkat Kapolri, Wakabareskrim, Direktur III dan beberapa pemeriksa. Saya tidak hadir, tetapi Bang Buyung tidak menanyakan ini. Seharusnya ditanya, mana Susno kok tidak datang dan anggota Tim 8 lainnya juga tidak tanya, punya ilmu apa itu ! akhirnya mereka pulang. Setelah itu mereka baru ingat dan besoknya saya datang sendiri ke Tim 8.

Saya katakan, walaupun saya tidak bertanggungjawab dalam penyelidikan ini, saya datang atas sepengetahuan institusi dan saya siap memberikan keterangan sepanjang yang saya ketahui. Tetapi tidak pernah ada pertanyaan, kenapa kamu membantah walau tidak bertanggungjawab. Tidak ada pertanyaan seperti itu. Akhirnya kesimpulan Tim 8 adalah Susno merekayasa kasus untuk menghindari dari tanggungjawabnya, kan celaka benar ! Ya sudah, saya cepat didesak mundur oleh Presiden SBY. Bahkan Kapolri terdiam seusai pengunduran saya dimana prosesnya masih 15 hari setelah keluarnya rekomendasi Tim 8. Akhirnya Kapolri datang ke beberapa pimpinan redaksi media massa untuk menenangkan media massa agar tidak mendesak mundur.

Tetapi waktu itu jawaban Kapolri berkelit, ketika ditanya apa benar Susno itu, apa Kapolri takut, kok demikian kuat Susno itu, tetapi jawaban Kapolri berkelit. Semestinya sebagai seorang Kapolri, sebagai seorang jenderal polisi dia katakan, jangan menuntut Susno mundur, dia tidak bertanggung jawab dalam menyidik kasus ini, kan selesai. Tetapi siapa yang bertanggungjawab, Kapolri harus menjawab saya, kan sebagai perwira harus ksatria.

Tetapi melihat dia tidak begitu, saya kecewa ! Saya berfikir buat apa bertahan? Maka saya harus mundur. Saya berunding dengan anak istri, saya katakan kita dihujat terus menerus dan tidak bisa diundurkan, kalau mau bertahan seratus tahun bisa. Tetapi hujatan ini terus menerus, sehingga saya katakan siap mundur. Saya bilang sama anak istri, meski nama kita sudah hancur tetapi kita tidak salah. Insya’ Allah, dengan keimanan kita maka kebenaran tidak akan bisa ditutupi. Kalau Allah ingin memulihkan nama kita, tidak akan sulit. Kun fayakun, selesai.

Akhirnya saya mundur, begitu mudur tidak ada masalah apa apa. Saya diam saja di rumah tidak ada niat apa-apa hampir selama 2,5 bulan. Kemudian saya berfikir bagaimana memperbaiki nama kita, harus mulai dari mana. Tahu-tahu saya diundang bersaksi di Pengadilan kasus Antasari Azhar dan saya datang tanpa niat apapun juga. Karena kesaksian dibawah sumpah dan dibawah “UU dunia”, kalau saya bohong berarti saksi palsu. Kalaupun saya berbohong dan tidak ditangkap di dunia pasti akan ditangkap di akhirat. Saya akan mendapat laknat dari Allah.

Makanya sewaktu menyampaikan kesaksian, saya enak saja apa yang saya ketahui, tidak saya tambah dan tidak saya kurangi. Seperti pertanyaan pengacara, apa betul saya mengetahui ada tim yang dibentuk Kapolri yang dinamakan Tim motifasi untuk menghendel kasus ini ? Saya jawab tidak tahu dan tahu. Memang awalnya saya tidak tahu, tetapi akhirnya saya tahu. Tidak tahu memang tidak diberi tahu, kemudian tahu karena saya mengetahui tim itu gagal. Karena gagal maka dicopotlah ketua tim.

Menurut Anda, siapa sebenarnya dalang yang merekayasa semua kasus ini ?

Tanpa saya beritahu yang merekayasa, saya kira masyarakat sudah mengetahuinya. Siapa yang bertanggungjawab dalam penyelidikan ini. Tim penyidiknya Direktur III dan Koordinatornya Wakabareskrim serta penanggungjawabnya Kapolri yang langsung lapor pada Presiden. Lalu siapa penanggungjawabnya ? Saya kira dari struktur ini, silahkan dianalisis sendiri.

Anda pernah mengatakan Boediono terlibat dalam skandal Century. Namun setelah menjadi Wapres penyidikan dihentikan. Bagaimana kok bisa terjadi ?

Saya katakan bukan terlibat. Waktu menyidik Century, kasusnya saya bagi tiga. Kasus murni perbankan, duit nasabah diambil Robert Tantular dengan kasus Antaboga, dan kasus yang terkait dana LPS. Itulah yang berbeda. Kenapa saya tidak meneruskan, karena sudah masuk bulan September. Bulan Oktober sudah ada hasil penetapan Presiden dan Wakil Presiden dan sudah ada jadwal pelantikannya. Sebab kalau saya teruskan penyidikan, pasti ada yang bilang Susno telah dimanfaatkan kepentingan politik lain untuk menghancurkan nama Wapres, menggagalkan Pilpres dan Cawapres, sehingga besar sekali resikonya.

Kita menyidik harus memakai strategi, mana kuat Susno sendirian disitu, Kapolri belum tentu setuju. Tetapi kalau sekarang kuat sekali backupnya jikalau polisi ingin menyidiknya dengan backup masyarakat. Waktu itu saya menyidik dengan kekuatan hukum. Tetapi hukum tanpa ditopang oleh kekuasaan maka tidak akan bisa jalan. Pasti kalau saya teruskan akan ketemu dengan Menkeu dan Wapres. Apa kuat Susno sendirian ? Tentunya dengan strategi, toh masyarakat dan KPK sudah minta diusut dan BPK sudah mulai mengangkat kasusnya sedikit demi sedikit, itu strateginya.

Mengapa anda berani membongkar kebobrokan Mabes Polri ?

Saya kira bukan karena keberanian, tetapi karena kepenakutan saya maka saya ungkap. Jadi kalau saya berani, justru saya hormat sekali kepada mereka yang berani merekayasa kasus itu. Kalau saya takut, karena takut akan hukuman Allah lebih berat yang akan saya terima.

Menurut Anda, seberapa parah kebobrokan di dalam Mabes Polri ?

Tergantung kehebohannya ! Masyarakat kan sudah tahu, yang saya angkat ini baru satu, tetapi hebohnya luar biasa, ini berarti parah. Makanya saya tidak mau angkat banyak-banyak, satu dulu saja. Ini hanya merupakan test case saja. Saya masih punya banyak peluru. Jadi masyarakat bisa membaca. Baru satu yang saya angkat, Mabes Polri sudah goyang. Itu menunjukkan bobrok, coba dia baik. Mestinya yang kena dua orang, biarkan dua orang itu menghadapi sendiri secara hukum, kenapa dua orang itu dibela mati-matian? Padahal tidak ada kewajiban membela dua orang itu. Seharusnya kewajiban polisi itu membela saya, sebab Undang-undang mengatakan pelapor tindak pidana korupsi wajib dilindungi. Kenapa dia sampai nekat melanggar UU ?

Banyaknya kebobrokan di tubuh Polri, apa perlu direformasi Kembali ?

Bukan perlu tetapi wajib atau fardhu ain untuk direformasi. Kalau perlu itu sunnah, sedangkan ini wajib. Kalau tidak direformasi, berarti kita memelihara penjahat bersenjata resmi dan terorganisir. Padahal kewenangan polisi besar sekali dengan kekuatannya mencapai 360 ribu orang bersenjata. Polisi boleh membunuh, jika penjahat lari boleh ditembak mati. Dengan kekuatan sedemikian besar, jika tidak direformasi dengan baik maka akan sangat berbahaya. Kalau tentara tidak boleh menembak rakyat, tetapi polisi boleh nembak rakyat yang melakukan kejahatan. Tentara tidak boleh nembak rakyat yang jahat sekalipun. Kalau tentara begitu senjatanya nembak itu untuk musuh dari luar, tetapi kalau polisi senjatanya diarahkan kedalam, itu bedanya.

Apa ini sebagai dampak penempatan Polri dibawah Presiden ?

Bukan ! Polisi mau dibawah siapapun. Presiden, Menteri Peranan Wanita atau siapapun tidak masalah. Kita sekarang sedang mengalami dekadensi moral. Seharusnya polisi wajib menjadi pelindung, tetapi malah menakut-nakuti rakyat supaya dapat duit. Polisi wajib memberantas kejahatan, tetapi malah menciptakan kejahatan. Lha ini jahiliyah, ini sudah masuk zaman jahiliyah.

Dengan penetapan anda sebagai terperiksa atau tersangka, apa anda merasa didholimi ?

Ya saya terima saja, mau silahkan orang menilainya, saya diperiksa saja belum. Yang katanya namanya harum, apa ya ? Yang melaporkan saya itu kan namanya yang harum itu, yang saya tuduh merekayasa kasus dan katanya tidak terbukti. Lho bisa mengatakan tidak terbukti, kapan memeriksannya ? Kok cepat amat, mereka ngotot. Sebelum diperiksa, kesimpulannya saya jadi tersangka, ya sudah. Kalau kita ikut gila, namanya gila juga.

Mengapa Kapolri sekarang kelihatanya berbalik, mengakui ada ketidakberesan dalam kasus markus pajak yang melibatkan Gayus Tambunan?

Saya diam, tahu saya sudah malas mendengarnya. Karena, semua institusi resmi seperti polisi yang berkaitan dengan HAM, mestinya jika memberi keterangan itu sekali saja, sehingga antara satu keterangan dengan lainnya sama. Jadi sekarang yang mau saya pegang keterangan siapa ? Kabareskirm lain, Kadiv Humas lain, Kapolri lain, Propam lain lagi meski dalam persoalan yang sama. Itu baru dari segi orangnya. Sekarang dari segi waktu, pagi, siang dan malam lain lagi.

Kalau dicari-cari kesalahannya seperti membolos kerja selama 78 hari, bagaimana komentar anda?

Bolos dari mana? kalau tidak pernah masuk kantor, kantornya mana ? Kantor adalah tempat suatu jabatan yang melaksanakan aktifitasnya sesuai dengan standar operasional prosedural (SOP). Tempat mungkin ada, jabatannya apa?, tugasnya apa?, SOP nya apa? Kalau ada tempat, bukan kantor namanya. Saya masuk sana, bukan masuk kantor. Tapi sekarang mereka bilang saya bolos, terserah.

Jika dibandingkan dengan orang sama seperti pak Da’i Bachtiar, apakah pernah dia ngantor setelah jadi Pati ? Dia jadi Pati selama 10 bulan sebelum pensiun. Kemudian pak Chairuddin Ismail, apakah beliau ngantor, satu tahu lebih. Apakah dia diperiksa dan dipecat. Tidak ! Kenapa untuk hal yang sama, perlakuan terhadap saya berbeda. Jadi kalau begitu ini khusus untuk Susno Duadji saja. Tapi apapun juga saya tidak menolak, saya terima.

Soal markus pajak, apa uang Rp 24,6 miliar itu memang dibagi-bagikan oleh Gayus Tambunan kepada para pejabat di Mabes Polri ?

Saya tidak tahu ! Tetapi yang jelas uang itu sudah tidak ada. Itulah tugas penyidik, sama untuk markus ini. Polisi itu mengerti hukum, tetapi mereka mengatakan kalau berani buktikan. Lha dimana saya bisa membuktikan? Saya ingin polisi yang mempunyai kewenangan menyidik itulah yang membuktikan.

Mengenai kasus Century beberapa waktu lalu, bagaimana proses kehadiran anda di Komisi III DPR. Apakah anda tidak diajak pimpinan Polri seperti waktu di Tim 8 tetapi anda mendapat undangan khusus dari DPR ?

Waktu acara dengar pendapat dengan Komisi III terkait dengan heboh cicak buaya dengan KPK, memang saya tidak diajak Kapolri, tetapi saya sudah antisipasi. Saya mempunyai teman-teman DPR agar diundang. Di meja memang tidak ada papan nama saya, tetapi saya mengatakan resmi diundang dengan tandatangan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Justru yang tak diundang itu mereka semua itu, karena yang diundang resmi hanya Kapolri dan saya, sedangkan mereka itu hanya diajak Kapolri.

Apa reaksi Kapolri waktu itu ?

Kapolri hanya kelihatan pucat saja, yang jelas dia tidak bisa bicara bebas.

Waktu itu Kapolri mengatakan Susno siap mengundurkan diri ?

Bukan siap, tetapi Susno Duadji sudah mengajukan surat pengunduran diri, katanya suratnya sudah diterima. Waktu itu saya mau berdiri, tetapi dicegah Wakapolri pak Makbul. Ketika itu dalam sehari Kapolri 5 kali berbohong secara resmi, tetapi yang tidak resmi saya tidak tahu. Waktu siangnya di Istana Kapolri mengatakan Susno sudah mengajukan surat pengunduran diri. Malamnya mengatakan surat pengunduran diri sudah diterima. Malam itu di tempat yang sama juga mengatakan tentang Nurkholish Madjid. Juga di tempat yang sama dia mengatakan tentang MS Ka’ban. Pada tempat yang sama dia juga mengatakan akan mundur jika tidak bisa dibuktikan di Pengadilan.

Mengapa di Komisi III DPR, anda sampai menangis. Apa yang menyebabkan anda terharu ?

Seumur hidup, saya tidak pernah menangis. Waktu Ibu saya meninggal dunia sekalipun, saya tidak menangis. Memang saya lebih dekat kepada Ibu meski Bapak dan Ibu sama. Karena dialah yang mengajarkan akhlak budi pekerti dan agama kepada saya. Karena sesuai dengan ajaran agama, jangan dibasahi dengan air mata ketika ditinggal wafat, maka saya hanya berdoa dan membaca Surat Yasin saja.

Tetapi malam itu di DPR saya menangis. Karena sudah hampir 4 bulan terus menerus ditekan. Sedangkan di rumah saya harus senyum, untuk menghibur istri dan anak, tetapi batin saya sedih sekali. Anak saya perempuan sampai berhenti dari bekerja karena malu bapaknya dihujat terus menerus. Akhirnya usaha sendiri dengan jual pakaian bekas di Citos dengan diobral padahal dia sarjana, tetapi yang penting halal. Alhamdulillah, ternyata penghasilannya tidak jauh berdeda dengan gajinya ketika masih kerja di kantor. Dia tidak malu, kadang kadang temannya ikut beli. Itulah yang membuat saya ketika teringat sampai menangis.

Jadi semuanya ini merupakan rekayasa dari Mabes Polri, padahal anda sama sekali tidak terlibat dalam tim penyidik. Sampai-sampai anda diminta mundur ?

Saya kan tidak mundur, tetapi minta mundur sementara. Saya diminta mundur supaya tekanan berkurang. Saya diminta mundur pak Makbul atas suruhan Kapolri. Pak Makbul waktu itu bersama pak Yusuf Manggabarani. Saya tanya mengapa Kapolri tidak langsung kepada saya, alasannya Kapolri tidak sampai hati karena saya tidak bersalah. Kemudian saya bilang oke, saya mundur, tetapi mundurnya kan bukan selamanya. Nanti setelah situasi tenang, nama saya seharusnya dipulihkan kembali. Tetapi ternyata tidak ada pemulihan sama sekali selama 2 bulan, tetapi saya diam dan tidak berontak. Selama itu saya juga masuk kantor, meski kantornya tidak ada yang dapat dimasuki. Saya datang ke teman-teman karena sudah tidak memiliki ruangan sendiri.

Selama 2,5 bulan saya tidak ada apa apa dan saya terima. Bahkan sudah akan membanting setir mencari usaha yang lain. Tetapi begitu bersaksi untuk Antasari Azhar, mereka mengancam akan memecat dan sebagainya. Sejak itulah saya merasa telah dikerjain mereka dan saya mulai bangkit. Saya katakan sama keluarga, dukung saya.

Apa reaksi anda ketika diumumkan diberhentian dari Kabareskrim ?

Saya marah sekali. Kalau mutasi seringkali tidak pernah diumumkan ke publik. Karena saat itu timingnya massa minta saya untuk mundur, sehingga seolah-olah inilah betul biang keroknya, saya tidak mau yang begitu. Saya tetap mau mundur tetapi jangan saya dikatakan bersalah. Waktu itu mungkin saya sudah kalah 80 persen.

Tetapi masyarakat kan perlu informasi yang berkaitan dengan anda ?

Itulah yang tidak pernah disampaikan oleh mereka. Karena Kapolri mengatakan tidak perlu berbicara dengan pers karena nanti semua dia yang mengatasi. Jadi saluran saya ke pers ditutup, tidak seperti sekarang ini. Saya Sholat Jum’at saja tidak boleh di Masjid, tetapi di ruang tahanan bersama para tahanan. Supaya tidak bertemu dengan wartawan di depan. Kantor saya dengan ruangan Kapolri tidak lebih dari 20 meter, saya harus naik mobil dari belakang. Saya kira ini sudah pendzoliman yang luar biasa.

Jadi anda berusaha melepaskan diri dari belenggu tersebut ?

Ya, lama-lama saya minta berhenti. Akhirnya saya bersaksi di sidang Antasari Azhar. Banyak hal yang mengejutkan dan saya dikejar terus sama wartawan. Saya sudah tidak mau tunduk lagi pada aturan-aturan polisi untuk membungkam saya. Meski tetap ada larangan berbicara sama wartawan, saya tidak takut, saya hantam saja.

Seperti apa marahnya Anda waktu diumumkan pemberhentian dari Kabareskrim ?

Langsung malam itu saya datangi rumah Kapolri, tetapi dia tidak mau menerima meski ada di dalam rumah. Dia ada di dalam kamar dan tahu saya datang karena diberitahu ajudan. Rumah Kapolri kan agak terbuka pintunya dan yang jaga banyak sekali. Jangankan maling, lalatpun tak akan bisa masuk walaupun pintunya terbuka. Saya bisa masuk karena dia tahu saya Kabareskrim. Kata ajudan bapak lagi tidur dan besoknya baru bisa bertemu Kapolri.

Akhirnya jam 4 sore keesokan hari saya baru bias bertemu Kapolri. Kemudian ajudan memberitahu saya kalau Kapolri sudah datang. Saya ingin bicara empat mata, ajudan tak menjawab. Ternyata setelah saya masuk ruangannya, sudah ada lima jenderal yang mendampingi Kapolri. Jadi saya tidak sendirian bertemu Kapolri.

Saya katakan, saya mau berhenti karena memang sudah sepakat. Tetapi kenapa diumumkan ke public? Itu berarti sudah mempermalukan saya. Seolah-olah itu isyarat kepada publik bahwa betul Susno Duadji yang bersalah dalam kasus dengan KPK, buktinya sudah dimundurkan. Dengan diumumkan kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui berbagai media massa pada malam itu, akhirnya besoknya media menulis, akibat dari perbuatan merekayasa sebagai pertanggungjawaban maka saya mundur. Jadi seolah-olah melegitimasi betul bahwa saya merekayasa kasus tersebut.

Apa reaksi Kapolri pada waktu itu ?

Dia hanya ketawa-ketawa saja dan merangkul saya. Hukuman itu kelihatannya kecil tapi maknanya besar bagi saya. Karena timingnya bertepatan dengan desakan masyarakat, maka saya mundur.

Apakah Kapolri meminta maaf kepada anda ?

Sama sekali tidak meminta maaf.

TNI dan Polri berlaku sistim komando, tetapi masyarakat sekarang melihat bintang satu berani dengan bintang tiga. Sepertinya tidak ada lagi sistim komando di Polri ?

Itu karena disuruh dan dibiarkan Kapolri. Apapun juga saya ini masih aktif sebagai polisi. Boleh benci sama Susno, tetapi dalam hierarkhi tidak boleh benci. Kalau tidak disuruh tidak bakal mereka berani. Tetapi perasaan dia ingin menjatuhkan martabat saya kan? Tetapi dia lupa martabat mereka sendiri justru yang jatuh.

Pada waktu itu ada pemeriksaan dari dua sayap, Intelijen dan Propam. Intelijen sudah clear dan Propam belum selesai, dimana Kapolri membatasi seminggu saja.

Satu minggu tak clear, dua minggu tak clear yang dilakukan Propam. Apa salah yang akan dituduhkan kepada saya? Kemudian intelijen lebih jernih berfikir seperti pak Saleh Saaf. Sebenarnya bukan Propamnya yang salah, tetapi kepemimpinan yang salah. Kalau pemimpin berwibawa, maka hirarkhi polisi akan bagus sekali. Jadi pemimpin kan harus tegas, jangan mengadu domba, ituu namanya kan mengadu domba. Saya yakin pak Saleh Saaf tersinggung berat itu. Propamnya masih ngotot sementara Kapolri tidak punya pendirian. Itu kan sama dengan menyuruh anak buah berantem.

Adanya kebobrokan dalam institusi Polri seperti markus, rekayasa perkara, intervensi politik akan membebani institusi Polri. Apa sebaiknya yang menjadi langkah Polri ?

Polri harus dirombak kepemimpinannya, terutama orang nomor satunya oleh orang yang memiliki integritas tinggi, punya keberanian dan tidak munafik. Kalau bisa begitu ya sudah selesai. Perlu waktu berapa bulan, tidak perlu lama cukup tiga bulan sudah baik karena sistim komando. Berbeda dengan Departemen dan Partai. Kalau polisi kan ada yang diatas dan bawah.

Kalau itu sepertinya suatu yang utopis, mengingat kita tahu pimpinan Polri memiliki penghasilan sampingan yang besar.

Tidak ! Polri itu gajinya kecil. Kalau memang perusahaan miliknya sendiri tidak apa-apa. Seperti gajinya kecil tetapi memiliki perusahaan silahkan saja, kan tidak dilarang mendapat penghasilan yang halal. Kalau ngak kan mati karena gajinya tak cukup. Itulah yang saya katakan kalau seorang polisi tidak ditopang dengan usaha lainnya, apapun pangkatnya jenderal bintang 8 sekalipun di Jakarta ini, tidak mungkin bisa beli mobil kijang sekalipun second hand. Gaji saya kan hanya Rp 11,7 juta, untuk membayar listrik saja satu juta lebih, belum lainnya.

Apakah anda siap mengambilalih kepemimpinan Polri bila DPR menghendakinya ?

Soal siap atau tidak siap, rakyat yang tahu. Jadi Kabareskrim saja tidak dipakai dan dicopot, masak jadi Kapolri. Itu impian terlalu tinggi. (Susno tertawa lepas)

Bagaimana perlunya fungsi moral di Kepolisian sekarang ?

Bukan hanya di polisi, tetapi di republik ini. Saya kira solusinya kita perbaiki moral melalui agama seluruh pimpinan negara ini. Sekarang ini kan orang tidak takut lagi sama Tuhan. Mereka tetap Sholat lima waktu tetapi korupsinya jalan terus. Kalau mereka ketemu daging babi muntah muntah, tetapi aspal dan pasir masuk perut.

suara islam