Tiga Serangkai; Pidato Soekarno Mengarah Pada Kegagalan CIA?
simak Pidato Soekarno : "Djas Merah" 17 Agustus 1945
"CIA berusaha mengkonsolidasi sebuah pemerintah bayangan
Dalam pidato terakhir Soekarno sebagai presiden di acara HUT RI pada 17 Agustus 1966, Soekarno juga mengungkit-ungkit nama 3 orang dimaksud. Pidato itu sendiri untuk menegaskan bahwa Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) bukanlah penyerahan kekuasaan.
"Dikiranja SP 11 Maret itu suatu 'transfer of authority', padahal SP 11 Maret adalah satu perintah pengamanan," demikian teks pidato Djas Merah.
Pernyataan Soekarno di atas merupakan hasil evaluasi terhadap langkah-langkah yang dilakukan Soeharto usai menerima Supersemar. Bahkan Soekarno sempat melontarkan pernyataan adanya upaya 'coup' atau kudeta atas dirinya.
"Apalagi kataku tadi, dalam tahun 1966 ini! Tahun 1966 ini, kata mereka.., eindelijk (lama-lama), at long last, Presiden Soekarno telah didjambret oleh rakyatnya sendiri; Presiden Soekarno telah di-coup; Presiden Soekarno telah dipreteli segala kekuatannya; Presiden Soekarno telah ditelikung oleh satu 'triumvirat' jang terdiri dari Djenderal Suharto, Sultan Hamengku Buwono dan Adam Malik
"Seorang pemimpin berkata, one cannot escape history. Saja pun berkata seperti itu, tapi saja tambahkan. Never leave history, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah," kata Soekarno.
"Saya merekrut dan mengontrol Adam Malik," ujar Clyde McAvoy, perwira CIA itu, dalam sebuah wawancara pada tahun 2005. McAvoy bertemu dengan Adam Malik di sebuah tempat rahasia dan aman di Jakarta pada 1964.
"Dia adalah pejabat Indonesia tertinggi yang pernah kami rekrut," tambah McAvoy.
Adam Malik dirinci lebih dalam lagi setelah itu. Disebutkan, dalam beberapa minggu yang menegangkan pada bulan Oktober 1965, Negara Indonesia terpecah dua.
Tim Weiner menulis, "CIA berusaha mengkonsolidasi sebuah pemerintah bayangan, sebuah kelompok tiga serangkai yang terdiri atas Adam Malik, Sultan yang memerintah di Jawa Tengah, dan perwira tinggi angkatan darat berpangkat mayor jenderal bernama Suharto.
Tim Weiner juga menulis, "Pada pertengahan bulan Oktober 1965, Malik mengirimkan seorang pembantunya ke kediaman perwira politik senior kedutaan, Bob Martens, yang pernah bertugas di Moskow ketika Malik juga bertugas di sana sebagai diplomat Indonesia. Martens menyerahkan kepada utusan Malik itu sebuah daftar yang tidak bersifat rahasia, yang berisi nama 67 pemimpin PKI, sebuah daftar yang telah dia rangkum dari kliping-kliping surat kabar komunis."
Pada bagian lain disebutkan juga bahwa Duta Besar Green, McGeorge Bundy (Penasihat Keamanan Nasional) dan Bill Bundy (Asisten Menlu untuk Timur Jauh), melihat Suharto dan Kap-Gestapu layak mendapat bantuan AS. Namun Duta Besar Green mengingatkan bahwa bantuan itu tidak boleh berasal dari Pentagon atau Deplu. Program bantuan itu tidak akan bisa dirahasiakan; risiko politisnya sangat besar. Akhirnya disepakati bahwa uang itu harus ditangani oleh CIA
Mereka sepakat untuk mendukung militer Indonesia dalam bentuk bantuan obat-obatan senilai US$ 500.000 yang akan dikirimkan melalui CIA dengan pengertian bahwa angkatan darat akan menjual obat-obatan tersebut untuk mendapatkan uang tunai.
Dubes Green, setelah berunding dengan Hugh Tovar, mengirimkan pesan telegram kepada Bill Bundy, yang merekomendasikan pembayaran uang dalam jumlah yang cukup besar kepada Adam Malik:
Kesediaan kita untuk membantu dia dengan cara ini, menurut saya , akan membuat Malik berpikir bahwa kita setuju dengan peran yang dimainkannya dalam sebuah kegiatan anti-PKI, dan akan memajukan hubungan kerja sama yang baik antara dia dan angkatan darat.
Kemungkinan terdeteksinya atau terungkapnya dukungan kita dalam hal ini sangatlah kecil, sebagaimana setiap operasi "tas hitam" yang telah kita lakukan."
Tim Weiner juga menulis, "Sebuah gelombang besar kerusuhan mulai meningkat di Indonesia. Jenderal Suharto dan gerakan Kap-Gestapu telah membunuh begitu banyak orang. Dubes Green kemudian memberi tahu Wapres Hubert H Humprey dalam sebuah pembicaraan di kantor wakil presiden di Gedung Capitol bahwa "300.000 sampai 400.000 orang telah dibantai" dalam "sebuah pertumpahan darah besar-besaran".
Wakil Presiden menyebutkan bahwa dia telah mengenal Adam Malik selama bertahun-tahun, dan Dubes memujinya sebagai "salah satu orang terpintar yang pernah dia temui." Malik dilantik sebagai menteri luar negeri, dan dia diundang untuk berbincang-bincang selama 20 menit dengan Presiden Amerika di Oval Office. Mereka menghabiskan waktu berbincang-bincang tentang Vietnam.
Pada akhir pembicaraan mereka, Lyndon Johnson mengatakan bahwa dia memiliki perhatian amat besar tentang perkembangan di Indonesia dan dia mengirimkan salam hangatnya untuk Malik dan Suharto. Dengan dukungan AS, Malik kemudian terpilih menjadi ketua Sidang Umum PBB." (dtk/suaramedia)
Soekarno, Supersemar dan Djas Merah
Soekarno sendiri dalam beberapa pidatonya pasca penyerahan Supersemar, menegaskan bahwa surat perintah itu bukanlah penyerahan kekuasaan. Dia tetap Presiden RI yang sah.
Pada 1 April 1966, atau beberapa minggu setelah 11 Maret, Soekarno berpidato di Masjid Istiqlal dalam peringatan Idul Adha. "President Soekarno has not been toppled, Presiden Soekarno tidak digulingkan. President Soekarno has not been ousted. Presiden Soekarno tidak ditendang keluar. President Soekarno is still president."
Namun penegasannya yang terkenal tertulis dalam naskah pidato terakhir Soekarno sebagai presiden pada tanggal 17 Agustus 1966 yang berjudul 'Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah' atau 'Djas Merah'.
"Dikiranja SP 11 Maret itu suatu 'transfer of authority', padahal SP 11 Maret adalah satu perintah pengamanan," ujar Soekarno seperti tercantum dalam naskah.
Soekarno dalam pidatonya merasa kecewa terhadap Soeharto yang salah mengartikan Supersemar. Menurut Soekarno, Supersemar itu ditujukan untuk melakukan antisipasi langkah-langkah pengamanan terhadap dirinya, pengamanan terhadap ajaran yang dipegangnya dan pengamanan terhadap pemerintahan yang berkuasa.
"Bukan penjerahan pemerintahan! Bukan Transfer of Authority!" ujar Soekarno.
Jika seluruh isi teks dicermati, tampak kemarahan yang luar biasa ditunjukkan oleh Soekarno. Sambil sesekali memekikkan semangat perjuangan, ia juga secara eksplisit menuding Soeharto sebagai biang kehancuran pemerintahan yang ditampuknya.
"Mereka ketjele sama sekali! Dan sekarang pun, pada hari Proklamasi sekarang ini mereka ketjele lagi! Lho, Soekarno masih Presiden! Soekarno pemimpin besar revolusi! Soekarno masih mandataris MPRS! Soekarno masih Perdana Menteri! Soekarno masih berdiri lagi di mimbar ini!" pekiknya.
Dalam pidato 10 Desember 1966 di Istora Senayan, Soekarno kembali menegaskan pesan serupa. "It (Supersemar) is not a transfer of authority kepada General Soeharto. Ini sekadar perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk menjamin jalannya pemerintahan, untuk ini, untuk itu, untuk itu."(mad/nrl/detik)
http://www.detiknews.com/read/2008/12/05/100900/1048572/10/soekarno-supersemar-dan-djas-merah
Bung Karno Bicara Supersemar
Durasi: 2.1 menit.
Surat perintah 11 Maret yang biasa disebut Supersemar masih jadi kontroversi. Presiden Soekarno pernah menyinggung hal ini saat pidato 17 Agustus 1966. Supersemar bukan bukan penyerahan kekuasaan. (detikTV)
http://www.youtube.com/watch?v=1jtWSbMwiZs
Durasi: 2.1 menit.
Surat perintah 11 Maret yang biasa disebut Supersemar masih jadi kontroversi. Presiden Soekarno pernah menyinggung hal ini saat pidato 17 Agustus 1966. Supersemar bukan bukan penyerahan kekuasaan. (detikTV)
http://www.youtube.com/watch?v=1jtWSbMwiZs
Djangan sekali kali meninggalkan Sejarah (DJASMERAH) (long version)
http://www.youtube.com/watch?v=ymgjxqA7460
Tanggal 11 Maret 1966 amat terkenal dengan penyerahan sebuah surat yang awalnya untuk semata-mata keperluan pengamanan negara dari Sukarno kepada Suharto. Tapi kelanjutannya, surat tersebut nyatanya menjadi tap MPRS no. IX/1966 yang ampuh membawa Indonesia kezaman Orde Baru.
Inilah Skenario Runtuhnya WTC
Bohong Besar Amerika
Hasil investigative reporting -nya itu kemudian ia tuangkan ke dalam sebuah buku berjudul 9/11 The Big Lie America , diterjemahkan penerbit Jalan Lurus dengan judul, Bohong Besar Amerika , Bandung, 2003.
Inilah cerita versi Thierry Meyssan: Kedua pesawat itu diidentifikasikan oleh FBI sebagai Boeing 767. Pesawat itu menghantam tepat pada sasarannya. Peristiwa ini sangat musykil. Dipandang dari ketinggian yang jauh, sebuah kota akan tampak seperti selembar peta dan semua acuan visual yang lazim menjadi hilang. Untuk menabrak menara, pesawat perlu dipraposisikan pada ketinggian sangat rendah. 'Karya' itu merupakan prestasi luar biasa bahkan pilot yang sangat berpengalaman pun sulit melakukannya. Konon yang melakukannya adalah pilot yang baru lulus latihan.
Thierry Meyssan
Setelah ditabrak, Menara Kembar runtuh sendiri. Sebuah komisi penyidik menyimpulkan bahwa terbakarnya bahan bakar pesawat menimbulkan panas yang melelehkan struktur logam utama kedua bangunan. Teori ini disangkal keras oleh Assosiasi Pemadam Kebakaran New York dan Journal Profesional, Fire Engineering bahwa struktur bangunan tersebut tahan api. Para petugas pemadam kebakaran malah mendengar ledakan di lantai dasar bangunan. Pakar terkenal dari Institut Pertambangan dan teknologi, Van Romero pun mengamininya. ''Keruntuhan itu diakibatkan oleh bahan peledak,'' katanya.
Pada hari yang sama, Departemen Pertahanan mengeluarkan pengumuman singkat ''Pentagon diserang teroris pada pukul 09.38,'' kata Menteri Pertahanan Donald H. Rumsfeld. Pers AS pun heboh. Namun, ketika mau meliput peristiwa itu, para wartawan diusir dari tempat kejadian dengan alasan agar tidak menghalangi operasi penyelamatan. Toh, wartawan AP, Tom Horan, berhasil mendapatkan foto-foto ekslusive dari sebuah gedung dekat lokasi kejadian.
Kepala Staf Gabungan, Jenderal Richard Myers, mengindikasikan bahwa pesawat terbang bunuh diri itu adalah Boeing 757-200. Pukul 08.55 waktu setempat, Boeing itu turun ke ketinggian 29.000 kaki. Dua pesawat tempur F-16 segera melesat untuk mencegat Boeing itu, tapi katanya kehilangan jejak.
Menurut Meyssan ini tak masuk akal. ''Bagaimana percaya sebuah pesawat jet berbadan tambun bisa mengecoh dua pesawat tempur yang memburunya?'' Seandainya si Boeing berhasil mengatasi rintangan pertama pun, dengan mudah akan ditembak jatuh saat mendekati Pentagon. Pasalnya, di pangkalan udara Saint Andrew di sekitar Pentagon, berpangkalan Wing Tempur 113 Angkatan Udara dan Wing Tempur serang 321 Angkatan Laut. Masing-masing dilengkapi pesawat tempur F-16 dan F/A-18. Di atap gedung itu pun dipasang penangkis serangan udara dan rudal-rudal supercanggih. Mereka tentu tak akan pernah membiarkan sang Boeing menghampiri Pentagon.
Pesawat raksasa itu tiba-tiba mendekati tanah, seperti akan mendarat, langsung menabrak Gedung Pentagon. Anehnya tanpa merusak tiang lampu dan bangunan-bangunan di sekitarnya. Moncong pesawat masuk ke pintu gerbang yang tengah direnovasi. Keterangan resmi ini, menurut Meyssan, meragukan. Tabrakan keras itu pastilah menimbulkan kebakaran besar, lalu pesawat menjadi onggokan gosong.
''Jika merujuk pada foto dari AP, Anda akan melihat tidak dijumpai bangkai pesawat di sana. Bahkan, sebuah gir roda pesawat pun tak tampak. Padahal pemotretan itu dilakukan di menit-menit pertama ketika mobil pemadam kebakaran tiba dan petugas belum menyebar,'' tulis Meyssan dalam bukunya itu. Diduga suara berdesing dan runtuhnya atap salah satu pintu gerbang Pentagon itu disebabkan oleh rudal tipe AGM. Jenis rudal ini menyerupai sebuah pesawat terbang sipil kecil, memang. Tapi, bukan pesawat terbang. Demikian Meyssan.
Lepas dari kontroversi itu, Presiden AS, George W Bush, segera mengumumkan bahwa serangan itu dilakukan oleh teroris Muslim, pimpinan Usamah bin Ladin. Maka, tanpa memerlukan penyelidikan seksama, dengan alasan memburu pimpinan Alqaidah itu, Bush memerintahkan penyerbuan ke negara Muslim Afghanistan. Gilirannya, Irak diduduki dengan alasan memiliki senjata pemusnah massal (yang kemudian ternyata tidak terbukti).
Kenapa Bush menuding Muslim? Rupanya Bush mendapat bisikan dari Samuel Philip Huntington. Pandangan negatif penasihat gedung putih terhadap Islam ini tertuang dalam sebuah artikel yang dimuat di media Foreign Affairs yang terbit pada musim panas 1993 dengan judul ''The clash of Civilization''. Artikel yang memancing polemik ini kemudian diterbitkan dalam bentuk sebuah buku pada 1996. Menurut Huntington, setelah Uni Sovyet (ideologi komunis) runtuh, musuh berikutnya adalah Islam. Sudut pandang negatif terhadap Islam inilah yang rupanya diyakini Presiden Bush. Bush lalu mendeklarasikan perang atas nama membasmi teror.
Sejak dulu Indonesia negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini adalah negeri yang aman. Bangsa yang yakin bahwa agama adalah rahmat bagi sekalian alam. Tapi, sejak deklarasi Bush itu, tiba-tiba bom-bom canggih berledakan merobek ketenangan negeri 'jamrud Khatulistiwa' itu dan memakan banyak korban orang tak berdosa. Lalu pesantren dituding biang teror. Orang-orang berjenggot, berpakaian gamis dengan celana menggantung dicurigai. Ujung-ujungnya, kegiatan dakwah harus diawasi. Mungkinkah malapetaka ini bagian dari skenario global untuk menyudutkan Islam? (dakta)
9/11 Conspiracy
Cek Di Gallery Swaramuslim
Demo 9 Desember Benarkah SBY Salah Terima Info Intelijen
VIVAnews - Kementerian Politik Hukum dan Keamanan membantah informasi intelijen yang disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) salah. Hal ini terkait tidak terjadinya hal-hal yang ditakuti Presiden SBY dalam aksi Hari Antikorupsi 9 Desember kemarin.Berarti informasi intelijen yang disampaikan kepada SBY itu salah? "Bukan," kata Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto di Wisma Antara, Kamis 10 Desember 2009.
"Saya tolak dan menyanggah kalau dibilang ada ketakutan dan kekhawatiran ada prediksi yang salah," tegas mantan Panglima TNI ini.
Aksi demo Hari Antikorupsi Sedunia yang digelar 9 Desember kemarin jauh dari yang dikhawatirkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Meski di Makassar sempat diwarnai kericuhan, secara keseluruhan aksi berlangsung damai.
Anggota Pansus Hak Angket DPR Bambang Soesatyo menilai demo kemarin adalah pesan nyata dari rakyat untuk menuntaskan skandal Bank Century.
"Itu pesan yang jelas-jelas ditujukan kepada Pansus hak Angket DPR agar skandal Bank century diungkap tuntas dan para pelaku, serta penadah dana tangangan diadili di muka hukum," kata Bambang, Kamis 10 Desember 2009.
Sebelumnya, pidato SBY menyebut aksi Hari Antikorupsi disinyalir akan ditunggangi gerakan politis. Akan hadir tokoh yang selama lima tahun terakhir tak muncul, tapi ikut dalam aksi kemarin.
357 Lowongan Kerja di Job Fair DKI
BERITAJAKARTA.COM — 10-12-2009 15:33 Untuk mempermudah masyarakat dalam mencari lapangan kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, pada tanggal 15 – 16 Desember akan menggelar pameran bursa kerja (Job Fair ). Sebanyak 357 lowongan kerja akan disediakan oleh 43 perusahaan peserta Job Fair yang akan digelar di Blok G, Lantai II, Gedung Thamrin City, Tanahabang, Jakarta Pusat.“Bursa kerja ini terbuka untuk umum bagi para pencari kerja dari kawasan Jabodetabek,” ujar Mara Oloan Siregar, Asisten Perekonomian dan Adminitrasi, Pemprov Provinsi DKI Jakarta, Kamis (10/12).
Selain mengadakan bursa lowongan kerja, pihaknya juga akan memberikan pelayanan pembuatan kartu kuning gratis bagi para pencari kerja. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan pada pencari kerja. Bahkan ia melarang setiap perusahaan yang melakukan rekrutmen memungut biaya bagi para pelamar.
Job fair, selain untuk mempertemukan para pencarai kerja dengan pengguna tenaga kerja, juga bertujuan untuk mengurangi jumlah pengangguran di Jakarta serta mengakomodir para lulusan Balai Latihan Kerja di Jakarta.
Berdasarkan data yang dimiliki Disnakertrans DKI, jumlah pengangguran di Jakarta pada tahun 2008 telah mencapai 580.511 orang. Jumlah tersebut terus mengalami penurunan hingga sebesar 1,76 persen atau menjadi 569.340 orang. “Kami berharap upaya ini bisa menjadi sarana bagi mereka yang memerlukan,” katanya.
Para pencari kerja yang diterima nantinya akan ditempatkan sesuai dengan bidangnya di masing-masing. Adapun perusahaan yang mengikuti bursa ini adalah yang bergerak di otomotif, perkapalan, kelistrikan, komputerisasi, mesin dan sebagainya.
Dengan dibukanya bursa kerja ini, diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Jakarta. Saat ini diketahui pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen dapat menciptakan 63.120 lapangan kerja. Sedangkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen dapat menciptakan 70.240 lowongan pekerjaan.
Sekretaris Disnakertrans DKI Jakarta, M. Subagiyono mengatakan, penyelenggaraan bursa kerja ini merupakan kerjasama Disnakertrans dengan Job Plaza dan beberapa perusahaan swasta lainnya. Bursa kerja ini juga bertujuan untuk menyerap lulusan dari BLK yang cenderung mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.
Subagiyono juga menyebutkan, saat ini terdapat 4.414 lulusan BLK. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.485 lulusan sudah mendapatkan pekerjaan, sedangkan sisanya 2.929 lulusan masih belum terserap. Karena itu, bursa kerja ini diharapkan mampu menyerap tenaga dari lulusan BLK yang umumnya telah dibekali keterampilan. “Mereka merupakan para lulusan yang memiliki keterampilan,” tandasnya.
Patricia Doyle, PhD : Jangan Divaksin Flu Babi
Flu Babi Meksiko, Sebuah permulaan Perang-Bio, Peristiwa yang akan lebih besar dari 9/11
Ingat dalam tahun 1976 dan apa yang disebut dengan berjangkitnya wabah Flu Babi yang diakui bakal menjadi sebuah pandemik? Waktu itu hanya menjangkiti calon pegawai di Ft. Dix.
Mengapa? Karena Saya yakin bahwa apa yang disebut dengan virus Flu Babi yang waktu itu menjangkiti para calon pegawai sebagai akibat vaksin yang disuntikan kepada mereka. Tidak akan ada sesuatu pun yang dapat dilakukan untuk mencegah flu ini. Jangan disuntik vaksin flu musiman jika Anda dikatakan oleh mereka bahwa hal tersebut dapat mencegah varian jenis baru Flu Babi.
Apakah pemerintah mengembangkan virus Flu Babi pada tahun 1976 dan kemudian menjangkiti para calon pegawai tidak lain adalah sebagai alat untuk menguji-coba sejauh mana respon masyarakat dan untuk melihat kepatuhan mereka untuk mendapatkan suntikan vaksinasi melawan virus Flu Babi, atau para calon pegawai terinfeksi melalui vaksin yang terkontaminasi yang diberikan oleh mereka sebagai bagian dari aturan penerimaan calon pegawai, waktu itu berjangkitnya wabah penyakit adalah bohong, sampai menjadi kenyataan.
Saya merupakan salah seorang korban dari orang-orang yang tertipu untuk mendapatkan suntikan dan mengakibatkan Saya menderita sakit. Setelah mendapatkan suntikan vaksin tersebut, selama tiga bulan Saya sakit terbaring di tempat tidur.
Apa jadinya menyajikan bahan genetik baru kepada virus Flu Babi yang telah Saya menjulukinya dengan nama Flu Spanyol 2, the Sequel. Varian Flu Spanyol akan menggunakan rangkaian gen di dalam vaksin dalam badan manusia untuk lebih menghasilkan perubahan-perubahan yang menjadikan virus dapat lebih siap menginfeksi manusia.. Kami tidak ingin memberikan virus ini dengan bahan yang lebih dari genetik manusia, dengan demikian virus ini akan menginfeksi manusia lebih siap dari manusia yang satu kepada yang lainnya. Dengan dilakukannya vaksinasi individual maka mendorong terjadinya pandemik.
Sumber: http://johnfenzel.typepad.com/john_fenzels_blog/2007/04/index.html
- Spanish Flu 1918
: The great pandemic of 1918 countered one tenet after another of what many perceived were basic features shared by all previous pandemics.
- It struck much faster than was normal with an unprecedented mortality rate.
- Apparently healthy people showed the full set of symptoms in an hour.
- Disease raced through communities at a phenomenal rate - worldwide it killed over twice as many people as was killed in combat in WWI (over 20 million lives including 50K in the US alone)
- Pandemic hit in three separate waves in less than a year with the second wave being the most deadly.
- Pigs also suffered from Spanish flu - thus the name swine flu. An Iowa veterinarian, J.S. Koen, noted that pigs and people would both pick up the virus.
Juga terdapat persoalan keamanan dalam setiap perobaan vaksin. Salah satunya yang dilakukan pada tahun 1976. Beberapa orang bahkan berpikir bahwa vaksin yang diperuntukkan untuk mendorong pandemik mungkin dibutuhkan lebih dari satu kali vaksinasi, dapat disiapkan dua kali suntikan. Suntikan pertama mungkin hanya menambah beberapa kode genetik yang tidak aktif di dalam badan manusia, hingga seseorang mendapatkan suntikan vaksin kedua yang menyebabkannya infeksi. Suntikan vaksinasi tersebut dapat merangsang timbulnya Guillain-barre syndrome, Tifus atau beberapa kondisi lainnya.
Sebuah vaksin Influenza tidak memproteksi ataupun mencegah seseorang terkena flu. Hanya pengakuan industri farmasi saja, mungkin hanya mencegah beberapa komplikasi flu dan mungkin hanya dalam waktu yang singkat. Bahkan Saya sendiri tidak yakin begitu. Secara pribadi, Saya berpendapat justru vaksin melemahkan sistem ketahanan tubuh manusia dan juga membuat kita sakit karena racun yang berada di dalam vaksin. Saya kira masyarakat dapat memproteksi mereka sendiri dengan lebih baik dengan sering mencuci tangan secara menyeluruh. Masyarakat juga harus menggunakan sarung pelindung tangan ketika selama terjadinya pandemik. Jangan kuatir "Nampak Aneh". Saya tidak akan malu mengenakan masker dan sarung tangan. Saya melihat orang-orang Meksiko menggunakannnya.
Sebuah masalah besar selama terjadinya sebuah pandemik adalah bahwa kebutuhan-kebutuhan akan barang-barang tersebut dengan cepatnya akan menjadi sangat langka. Siapkanlah dari sekarang. Obatan-obatan. Kebutuhan kesehatan perorangan dan jangan lupa fido, juga binatang peliharaan kita. Ketika pandemik menyerang kita, akan terlambat menyimpannya. Juga jangan lupa, Air.
Kemungkinan kita tidak akan mendapatkan air bersih dan aliran listrik, jadi bersiap-siaplah.
Jadi, Saya sekali lagi mohon kepada Anda. JANGAN MAU DISUNTIK VAKSIN YANG DITAWARKAN MEREKA. MEREKA DAPAT MEMBUNUH ANDA SEBELUM ADA VIRUS YANG MEMBUNUH ANDA.
Pat Doyle
Sebuah Permulaan Perang-Bio, Peristiwa Yang Akan Lebih Besar Daripada 9/11
Mexican Swine Flu :
An Advanced Biowar Event That Will Be Bigger Than 9/11
by The Earl of Stirling
Patricia Doyle, PhD : Jangan Divaksin Flu Babi
Berikut sejauh ini apa yang kami ketahui mengenai virus dimaksud. Virus ini sudah menyebar ke seluruh dunia melewati perbatasan Meksiko ke Amerika. Semua kegiatan sekolah di Meksiko diliburkan, jutaan pelajar diminta untuk tetap tinggal di rumah sebagai akibat serangan Flu Babi Meksiko. Korban-korban yang diserang oleh virus baru yang aneh ini baru-baru ini dilaporkan dari Californai dan Texas. Menurut laporan dari Meksiko, lebih dari 60 orang meninggal (sebenarnya jumlah korban dapat lebih banyak, mengingat kondisi perawatan kesehatan Meksiko serta sistem pelaporannya).
Here is a summary-excerpt of a Harvard University Kennedy School of Government Case Study entitled, "Swine Flu: Analogies from the Past." The main question it asks is, How to prevent pandemics through vaccination?
Sumber: http://johnfenzel.typepad.com/2007/04/index.html
Nampaknya anak-anak muda sehat yang paling berisiko. Serangan Flu Babi Meksiko ini serupa dengan serangan flu pembunuh yang sangat mematikan dalam sejarah, yaitu Flu Spanyol yang terjadi tahun 1918. Hampir semua negara-negara di dunia yang berkemampuan dalam mengembangkan program perang kuman tertarik untuk membuat ulang rangkaian DNA Flu Spanyol dan beberapa negara dilaporkan telah melakukannya.
Flu Babi Meksiko yang baru ini memiliki unsur-unsur DNA dari gabungan sbb: flu avian, flu manusia tipe A, flu manusia tipe B, flu Babi Asia dan flu Babi Eropa. Kombinasi aneh yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan hanya mempunyai kesempatan kurang dari 1/10% dari sebuah peristiwa alamiah. Virus-virus yang biasa menjakiti manusia dan binatang dari empat benua atau lebih secara tiba-tiba terekombinasi kedalam sebuah bentuk flu baru yang menyerang ketika bukan saatnya musim serangan penyakit flu, menyebar diantara manusia dengan tingkat kematian 10%.
Lebih dari 1.000 orang dilaporkan terinfeksi di Meksiko, jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi. Kota Meksiko nampaknya menjadi pusat kegoncangan virus baru ini. Kota Meksiko penduduknya berjumlah 20 juta, umumnya sangat miskin. Kota Meksiko terkenal dengan miskinnya sanitasi dan kesehatan rakyat. "Jangan Minum Air" sudah menjadi pameo di Kota Meksiko selama beberapa dekade ini. Kondisi tersebut merupakan tempat sempurna berkembang biak dan meledaknya pertumbuhan virus pembunuh baru ini. Kota Meksiko menutup semua sekolah, tempat-tempat umum, dan perkantoran. Orang-orang memakai masker medis dijalanan. Pemerintah telah mengumumkan sebuah program darurat baru vaksinasi flu babi besar-besaran yang akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya , baik terhadap mereka yang tidak terjangkiti maupun kepada mereka yang pengaruhnya sangat terbatas, dan bila tidak melakukan vaksinasi pilihan terjeleknya adalah kematian pasien. Gagasan pihak berwenang dengan mengumumkan program vaksinasi adalah mencoba menahan kepanikan rakyat.
Baik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Pusat Pengontrolan Penyakit Amerika (US CDC) telah mengumumkan pada hari ini tanggal 24 April, bahwa mereka ‘sangat prihatin' terhadap perkembangan pandemik yang mendunia dari penyakit baru ini. Berdasarkan proyeksi canggih biowargaming, adalah sudah terlambat untuk menghentikan penyebaran global penyakit pembunuh ini. Berdasarkan tiga gelombang flu Spanyol, yang terakhir lebih mematikan, tingkat kematiannya berkisar antara 10% sampai dengan 40% dan seterusnya. Lebih banyak orang akan mati di Amerika, Meksiko, Kanada, Eropa dan dunia sebagai akibat Flu Babi Meksiko dibandingkan dengan korban kematian dalam Perang Dunia II.
Flu baru ini merupakan sebuah kreasi laboratorium canggih perang bakteri berasal dari DNA virus rekayasa genetik, penyebarannya karena terjadi karena: (1) virus tersebut kabur dari sebuah laboratorium; atau (2) dengan sengaja dilepaskan oleh bangsa tertentu atau organisasi bukan pemerintah atau individu yang terlatih dengan baik.
Bilamana saja terdapat sikap positif pemerintah terhadap datangnya malapetaka global ini, tentunya hal tersebut akan memaksa pemerintah merespon dengan cepat untuk mengatasi terjadinya serangan canggih perang-bakteri. Hal ini merupakan pemikiran pertimbangan penting jangka pendek, karena diketahui terdapat kecenderungan bahwa Israel akan melaksanakan serangan kepada Iran setidaknya dilakukan dalam pertengahan bulan Juli 2009 ini. Sejak 18 tahunan lalu, Iran sudah memperkerjakan sejumlah besar ilmuwan penting perang bakteri canggih bekas negara Uni Sovyet dan sudah mengeluarkan dana milyaran untuk asimetris MAD (Mutually Assured Destruction) sebagai kekuatan untuk membalas, diharapkan dapat menjawab setiap serangan yang signifikan terhadap Iran dengan melakukan serangan balik perang bakteri atas Israel, Amerika Utara dan Eropa dengan menggunakan in-place agents serta lusinan virus-virus rekayasa genetik, banyak diantaranya diproyeksikan dengan tingkat mematikan yang tinggi.
Peristiwa ini adalah sebuah kejadian perang bakteri canggih. Lebih besar daripada Peristiwa 11 September 2001, dan dengan perang bakteri canggih ini dapat mengakibatkan kematian yang jumlahnya melebihi angka kematian dari semua penyebab kematian dalam Perang Dunia II.
Stirling
Terjemahan : akhirzaman
Langganan:
Postingan (Atom)