Today :

Not found what you looking for?:

Kekuatan Karakter Bagi Masa Depan Anak


Orang mungkin tidak mengetahui tujuan kehidupannya, tetapi ia harus tahu cara menjalani kehidupan”
Saya melihat salah seorang siswa di lingkungan tempat tinggal saya sangat tekun belajar. Sampai-sampai, ia tidak sempat meluangkan waktu untuk bermain dengan teman sebayanya. Tuntutan sekolah yang begitu banyak membuatnya harus berlama-lama di kamar untuk mentransfer informasi yang ada di buku ke dalam otak atau memorinya. Saya sangat kasihan dengan siswa tersebut. Mengapa? Di satu sisi, siswa tersebut memang terasah kemampuan kognitifnya. Namun di sisi lain, ia mengalami ketimpangan atau kelumpuhan emosional (afektif). Hidup itu seperti naik sepeda, perlu sekali menjaga keseimbangan. Jika keseimbangan tidak terjaga maka akan jatuh.
Melihat siswa tersebut, saya sarankan pada orangtuanya untuk membantu mengatur waktu, agar ia tidak terkurung di dalam kamar, sementara kawan-kawannya asyik bermain. Yang tidak ia sadari, bahwa bermain sebenarnya juga bagian dari proses belajar.
Seperti yang kita ketahui, manusia sebenarnya memiliki daya cipta, rasa dan karsa. Karena itu, ketika hanya daya cipta (IQ) saja yang diasah, maka terjadi ketidakseimbangan. Lalu apa yang terjadi? Tentunya, efek dari pola pendidikan yang hanya menitik beratkan pada daya cipta (kognisi / IQ) saja dan mengabaikan rasa (afeksi / EQ) dan karsa (action) akan terasa dan terlihat di kala si anak tumbuh dewasa. Si anak tersebut akan lumpuh sosial. Mengapa saya katakan lumpuh sosial? Lumpuh sosial terjadi ketika si anak tidak mampu menjalin hubungan di lingkungan sosialnya. Padahal, dalam setiap pergaulan di masyarakat, baik pergaulan dalam pekerjaan, pergaulan organisasi, pergaulan di sekolah dan lain-lain pasti butuh untuk menjalin hubungan dan bekerjasama dengan sesama. Pada akhirnya bisa menghambat perkembangan potensi dirinya.
Bukankah sudah menjadi kebutuhan mendasar kita sebagai manusia untuk saling bekerjasama. Dengan bekerjasama, sebenarnya kita membuka banyak peluang untuk mempelajari banyak hal. Dengan begitu kita bisa menambah kesempatan untuk mengeksplore diri kita. Inilah letak pentingnya pergaulan dan interaksi sosial.
Dulu, orang tua memang mengarahkan anak-anaknya untuk mengasah IQ-nya. Sebab, IQ yang tinggi diartikan sebagai tingkat kecerdasan yang tinggi pula (dan konon jadi resep sukses kalo IQ tinggi). Namun, sebuah kesadaran baru akhirnya muncul bahwa ada kecerdasan lain yang juga tidak bisa diabaikan, yakni kecerdasan emosional.
Keseimbangan antara kecerdasan kognitif (pengetahuan), perasaan (afektif) dan tindakan (action) akan membangun kekuatan karakter diri yang baik. Karakter diri sangatlah penting peranannya. Sebab,karakter diri adalah cara pikir dan prilaku yang khas dari individu untuk hidup dan bekerjasama dengan sekitarnya.
Terkadang, karakter diri seseorang terasa tidak seimbang. Ada orang yang memiliki ide-ide brilian namun tidak mampu bekerjasama dengan teamworknya. Itu menunjukkan orang tersebut memiliki kecerdasan IQ yang baik sedang kecerdasan emosionalnya buruk. Ada juga orang yang memiliki otak cemerlang, dia juga baik, namun malas bekerja. Itu menunjukkan actionnya lebih lemah dibanding IQ dan EQ nya.
Karakter diri akan semakin kuat jika ketiga aspek tersebut terpenuhi. Karakter diri yang baik ini akan sangat menentukan proses pengambilan keputusan, berperilaku dan cara pikir kita. Yang pada akhirnya akan menentukan kesuksesan kita. Lihat saja, seorang Nelson Mandela meraih simpati dunia dengan ide perdamaiannya. Bunda Teresa menggetarkan dunia dengan rasa cinta dan kepedulian terhadap sesamanya. Bung Karno dengan ide, kegigihan dan kecerdasannya masih terasa bagi kita bangsa Indonesia yang telah melalui tahun millennium.
Semua itu adalah wujud dari kekuatan karakter yang mereka miliki. Ini menegaskan bahwa, karakterseseorang menentukan kesuksesan individu. Dan menurut penelitian, kesuksesan seseorang justru 80 persen ditentukan oleh kecerdasan emosinya, sedangkan kecerdasan intelegensianya mendapat porsi 20 persen.

Membangun Kekuatan Karakter

Pada diri setiap individu memiliki karakternya masing-masing. Lingkungan memiliki peran penting dalampembentukan karakterKarakter kita, memiliki peran penting dalam proses kehidupan. Sebab,karakter mengendalikan pikiran dan perilaku kita, yang tentu saja menentukan kesuksesan, cara kita menjalani hidup, meraih obsesi dan menyelesaikan masalah.
Sebenarnya masing-masing dari kita memiliki karakter yang khas. Dan, kekhasan karakter tersebut merupakan kekuatan karakter kita. Sebab, kekhasan atau keunikan itulah yang membedakan kita dengan individu lainnya. Si penghibur akan menebarkan semangat, si pengatur akan memanajemen organisasi. Mereka yang bijak dan tidak suka konflik bisa menjadi pendamai. Itu semua adalah kekuatan karakter. Dan, setiap karakter akan dibutuhkan dalam setiap pergaulan, baik pergaulan kerja, organisasi atau masyarakat.
Ingatlah! Kekuatan karakter harus dibangun sejak awal. Membangun kekuatan karakter bisa dilakukan melalui pendidikan karakter baik di lingkungan formal seperti sekolah, atau non-formal seperti keluarga dan masyarakat. Pendidikan karakter diberikan melalui penanaman nilai-nilai karakter. Bisa berupa pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Outputpendidikan karakter akan terlihat pada terciptanya hubungan baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, masyarakat luas dan lain-lain.
Pendidikan karakter tidak hanya diberikan secara teoritik di sekolah, namun juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan itu adalah bukti bahwa pendidikanyang diberikan telah merasuk dalam diri seseorang. Ketika makan bersikap sopan, ketika hendak tidur membaca doa, ketika keluar rumah berpamitan, tekun dan semangat mewujudkan obsesi dan cita-cita, jujur, berbuat baik kepada hewan dan tumbuhan, tidak membuang sampah di sembarang tempat dan lain-lain.
Membangun kekuatan karakter dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen. Sebab, setiap elemen akan berpengaruh dalam proses pembentukan karakter individu. Seorang anak akan meniru dan mengidentifikasi apa yang ada di sekelilingnya. Role model positif akan membentuk karakter yang positif dan sebaliknya role model negatif akan membentuk keprbadian dan karakter negatif. Karena itu, setiap unsur lingkungan hendaknya dibangun secara positif, sehingga karakter anak akan terbentuk secara positif juga.
Lalu bagaimana cara membangun kekuatan karakter itu? Kekuatan karakter akan terbentuk dengan sendirinya jika ada dukungan dan dorongan dari lingkungan sekitar. Bayangkan sebuah lidi tidak akan memiliki daya untuk menghalau sampah-sampah. Namun, jika didukung oleh ratusan lidi yang lain akanmembentuk satu kekuatan untuk membersihkan halaman rumah. Begitu juga dengan karakter, akan menjadi kuat ketika didukung oleh lingkungan. Peran keluarga, sekolah, masyarakat sangat dominan dalam mendukung dan membangun kekuatan karakter.
Karakter yang kuat pada akhirnya akan berperan optimal di setiap interaksi sosial. Sehingga, individu dengan karakter kuat tersebut akan memberikan sumbangsih –baik moril atau spirituil- yang berdaya guna bagi sekitarnya.
Salam
Timothy Wibowo

Dua Hal Ini Hambat Kesuksesan Pendidikan Karakter


JAKARTA, KOMPAS.com - Video permainan (game) yang bergenre kekerasan ternyata merupakan penghambat kesuksesan pendidikan karakter. Anak yang kecanduan dengan jenis permainan ini bisa gagal menerima pendidikan karakter yang diberikan sekolah. Perilaku tidak baik orangtua juga bisa menjadi penyebab kegagalan lainnya.Hal itu diungkapkan Wakil Direktur Indonesia Heritage Foundation, Wahyu Farrah Dina, di Jakarta, Sabtu (25/2/2012 ), dalam sebuah workshop pendidikan karakter.

"Video game akan menyebabkan addict. Ada anak yang bunuh bapaknya karena tidak boleh maingame di Cina," ujar Wahyu.

Di Indonesia, kondisi bahwa video game jenis kekerasan sudah kian diminati juga sudah terjadi. Wahyu menyebutkan, ada sejumlah pasien yang menggemari video game sampaicdirawat di rumah sakit ketergantungan obat (RSKO). 

"Karena dia sampai melakukan kekerasan terhadap orang lain," ujarnya. 

Video game.lanjut Wahyu, lantas membuat kondisi moral anak tidak baik. Menurutnya, si anak seperti kecanduan oleh narkotika. 

Penyebab lainnya adalah perilaku tidak baik orangtua kepada anak di luar sekolah. Orangtua yang memukul anaknya dengan berbagai alasan tidak dibenarkan. Anak bisa tertekan dengan perilaku tersebut.

"Kita tidak terima anaknya (di sekolah) selama bapak ibunya masih mukul," kata dia.

"Ada dua orang musuh kita (dalam menerapkan pendidikan karakter) yakni orang tua yang melakukan suatu yang tidak baik dan video game. Dan, pendidikan karakter tidak akan berhasil selama dua ini masih terjadi," papar Wahyu.

Pendidikan karakter adalah pendidikan yang fokus tidak hanya membentuk anak dalam hal akademis tetapi agar anak berperilaku baik. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam suatu kesempatan menyebutkan, ada tiga hal dalam pendidikan karakter yang harus ditanamkan yakni kesadaran sebagai mahluk Yang Maha Kuasa, keilmuan dan kecintaan, dan kebanggaan terhadap Tanah Air.

Yogyakarta Ucapan Ketua DPR RI, Marzuki Alie yang menyatakan alumnus Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah koruptor dinilai oleh Rektor Universitas Paramadina, Anies R. Baswedan sebagai ucapan yang tidak cerdas. Sebagai ketua DPR yang merupakan pejabat tinggi negara juga dinilai tidak pantas mengucapkan seperti itu. "Masalah korupsi sebaknya jangan dilihat dari asal pendidikannya. Itu berbahaya," ungkap Anies Rasyid Baswedan menjawab pertanyaan wartawan disela-sela acara Roadshow 'Indonesia Mengajar' di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Tamantirto, Kasihan, Bantul, Selasa (8/5/2012). Berbahayanya, kata Anies, pertama mengapa Marzuki Alie sebagai Ketua DPR hanya menyimpulkan penyebab korupsi hanya seperti itu. Kedua, sumber korupsi tidak hanya di instansi pemerintah atau swasta saja, tapi semuanya. Oleh karena itu, menurut dia, salah satu cara mencegah korupsi di masa depan atau generasi mendatang adalah dengan pendidikan yang mengajarkan mata kuliah anti korupsi. Universitas Paramadina adalah satu-satunya perguruan tinggi yang mengajarkan mata kuliah anti korupsi. "Jadi tidak bisa dilihat dari UI atau UGM saja," ungkap Anies. Anies sendiri mengaku heran dengan ucapan Marzuki Alie. Sebab Marzuki adalah pejabat tinggi negara. "Kurang tinggi apa jabatan ketua DPR itu. Menurut saya itu kurang bijak, tidak pantas sebagai wakil rakyat bicara seperti itu. Tidak cerdas," pungkas alumnus Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM itu .


Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.
Di Indonesia, setiap satu jam, satu wanita meninggal karena kanker serviks
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu. Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.

Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Apa penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim? Bagaimana cara pencegahannya? Serta bagaimana cara mengatasinya jika sudah terinfeksi HPV?

HPV

Kanker serviks disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan kutil pada pria maupun wanita, termasuk kutil pada kelamin, yang disebut kondiloma akuminatum. Hanya beberapa saja dari ratusan varian HPV yang dapat menyebabkan kanker. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.

Penyebab dan Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai "The Silent Killer".
Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.
Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.
Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.
Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.
Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

Deteksi Kanker Serviks

Bagaimana cara mendeteksi bahwa seorang wanita terinfeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks? Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Papanicolaou. Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti berikut:
  • IVA

    IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.
  • Pap smear

    Metode tes Pap smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.
  • Thin prep

    Metode Thin prep lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.
  • Kolposkopi

    Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi — pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh — dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.

Mengobati Kanker Serviks

Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).
Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, maka akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan histerektomi yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh.
Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, bagaimana cara mencegah terinfeksi HPV dan kanker serviks? Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks.

Mencegah Kanker Serviks

Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
  • Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
  • Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
  • Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  • Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
  • Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  • Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smearbahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
  • Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
  • Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
  • Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.

Hidup Sehat Tanpa Kanker Serviks

Kanker serviks bisa dicegah dan bisa diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan Pap smear akan memperkecil risiko terkena kanker serviks. Ubah gaya hidup Anda dan juga pola makan Anda agar terhindar dari penyakit yang membunuh banyak wanita di dunia ini. Dengan demikian, maka kesehatanserviks atau leher rahim lebih terjamin. Dengan penanganan yang tepat, kanker serviks bukanlah sesuatu yang menakutkan.

Anies Baswedan: Ucapan Marzuki Alie Tidak Cerdas


Yogyakarta Ucapan Ketua DPR RI, Marzuki Alie yang menyatakan alumnus Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah koruptor dinilai oleh Rektor Universitas Paramadina, Anies R. Baswedan sebagai ucapan yang tidak cerdas. Sebagai ketua DPR yang merupakan pejabat tinggi negara juga dinilai tidak pantas mengucapkan seperti itu.

"Masalah korupsi sebaknya jangan dilihat dari asal pendidikannya. Itu berbahaya," ungkap Anies Rasyid Baswedan menjawab pertanyaan wartawan disela-sela acara Roadshow 'Indonesia Mengajar' di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Tamantirto, Kasihan, Bantul, Selasa (8/5/2012).

Berbahayanya, kata Anies, pertama mengapa Marzuki Alie sebagai Ketua DPR hanya menyimpulkan penyebab korupsi hanya seperti itu. Kedua, sumber korupsi tidak hanya di instansi pemerintah atau swasta saja, tapi semuanya. 

Oleh karena itu, menurut dia, salah satu cara mencegah korupsi di masa depan atau generasi mendatang adalah dengan pendidikan yang mengajarkan mata kuliah anti korupsi. Universitas Paramadina adalah satu-satunya perguruan tinggi yang mengajarkan mata kuliah anti korupsi.

"Jadi tidak bisa dilihat dari UI atau UGM saja," ungkap Anies.

Anies sendiri mengaku heran dengan ucapan Marzuki Alie. Sebab Marzuki adalah pejabat tinggi negara. 

"Kurang tinggi apa jabatan ketua DPR itu. Menurut saya itu kurang bijak, tidak pantas sebagai wakil rakyat bicara seperti itu. Tidak cerdas," pungkas alumnus Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM itu .

Banser DKI Malah Jadi "Pengawal" Diskusi Tokoh Lesbi Irshad Manji di Kantor AJI


Setelah sebelumnya diskusi Irshad Manji di di komunitas Salihara di kawasan Pasar Minggu, dibubarkan oleh aparat keamanan. Sabtu malam kemarin (5/5), diskusi yang menampilkan sosok kontroversial tersebut digelar kembali.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar diskusi dengan Irshad Manji. Diskusi digelar dalam penjagaan ketat Banser DKI Jakarta.
Pantauan detikcom di Kantor AJI di Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5), pukul 19.40 WIB, diskusi dijaga 50 banser berpakaian seragam dan senjata lengkap. Mereka mengamankan diskusi AJI dengan pengarang buku 'Allah, Liberty and Love' tersebut.
"Kita ada sekitar 50 personel. Kita diminta menjaga di sini sampai di jalan sekitar Kantor AJI agar memastikan diskusi berjalan aman," kata Satkorwil Banser DKI Jakarta di lokasi kejadian.
Dalam diskusi semalam, Irshad Manji hadir didamping dua pembicara lain yaitu Dosen Universitas Paramadhina Novrianto Kahar, dan wartawan senior Jakarta Post, Endi Bayuri. (fq/dtk)

Cukup Enam Anggota FPI Untuk Bubarkan Konser Lady GaGa


Larangan keras konser Lady GaGa di Jakarta terus diteriakan oleh Front Pembela Islam (FPI). Namun jika konser tetap digelar, maka FPI bertekat membubarkan konser tersebut.
Hal tersebut ditegaskan Ketua DPD FPI Jakarta, Habib Salim Assegaf di Jakarta, Senin kemarin (7/5). "Mereka 60 ribu orang penontonnya, FPI 6 orang saja yang cukup membubarkan, bubar itu, coba aja kalo berani," kata pria yang akrab disapa Habib Selon tersebut.
Menurutnya, aksi keras yang dilakukan FPI ini dilakukan untuk menegakkan syariat Islam, terlebih mengingat dalam setiap penampilannya, Lady GaGa selalu berpenampilan seksi dan seronok. "Saya tanyakan kepada promotor apa untungnya dia ke Indonesia!" tegasnya.
Seperti diketahui, konser penyanyi kontroversial Lady GaGa sedianya akan digelar di Gelora Bung Karno pada tanggal 3 Juni 2012 mendatang.(fq/inilah)

Warga DKI Ajukan Nota Keberatan Alex-Jokowi


VIVAnews - Perwakilan warga Jakarta mengajukan nota keberatan atas pencalonan Joko Widodo dan Alex Noerdin sebagai Gubernur DKI Jakarta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta. 

Amrullah, perwakilan tersebut, mengajukan dokumen bahwa keduanya tidak berhak mengikuti Pilkada Jakarta. Pengajuan nota keberatan itu menurutnya, sudah sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan uji materi terhadap UU No 32 tahun 2004, tentang pemerintahan daerah dan UU No 12 tahun 2008, tentang perubahan kedua atas UU No 32 tahun 2004.

"Lepas dari kepentingan politik manapun hal ini tertuang dalam Keputusan MK yang menyatakan ini hanya membatalkan Pasal 58 huruf (q) dari Pasal 58 UU no 12/2008 dan UU no 32/2004. Isinya itu, mengundurkan diri sejak pendaftaran bagi kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah yang masih menduduki jabatannya," kata Amrullah di Jakarta, Selasa, 8 Mei 2012.

Menanggapi hal ini, Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta, akan mengkaji terlebih dahulu laporan ini. Masalah ini dianggap sangat mendalam dan berdampak luas terhadap proses pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta.

"Sangat mendalam, jadi konsekuensinya juga sangat luas. Walaupun ini kajian hukum, tapi konsekuensya politik. Hukum dan politik itu adik-kakak," ujar Ketua Pokja Pencalonan KPU DKI, Jamaludin Faisal Hasyim.

Menurut Jamaluddin, dalam aturan KPU sendiri, tidak dipermasalahkan jika seseorang yang masih menjabat menjadi kepala daerah lain untuk mencalonkan diri di daerah yang lainnya.

"Jika yang bersangkutan bisa membuktikan ke MK bisa menyatakan bahwa calon yang sedang menjabat tidak boleh menjabat di tempat lain, atau sebelum memangku jabatan atau sebelum masa jabatannya berakhir maka ya kita lihat secara hukumnya," kata dia.

Jamaluddin menambahkan karena dalam UU, baik UU 32/2004 dan revisi, yakni UU 12/2008 maupun dalam peraturan KPU nomor 13, dan petunjuk teknis pendaftaran calon dinyatakan, yang menjadi calon adalah Warga Negara Indonesia, sementara pemilih adalah warga DKI Jakarta.

Saat ini bakal calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo masih menjabat sebagai Walikota Surakarta sejak tahun 2005. Begitu pula dengan Alex Noerdin, sejak pertengahan 2009, dia bersama wakilnya Eddy Yusuf memimpin Sumatera Selatan. (adi)