Today :

Not found what you looking for?:

Senin, Pemred Playboy Dijebloskan ke Bui

..Eksekutor tidak segan-segan melakukan upaya paksa kepada Pimpred Playboy, bila tak mematuhi dan menaati panggilan Kejari Jaksel..

JAKARTA – Eksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap Pemimpin Redaksi (Pimpred) Majalah Playboy, Arwin Arnada akan dilakukan oleh eksekutor (Kejari Jakarta Selatan), Senin (30/8) pukul 10.00. Dengan demikian Pimred majalah Playboy terancam Lebaran dibui.

“Terpidana sudah dipangil guna diminta datang ke Kantor Kejari Jaksel untuk pelaksanaan eksekusi putusan MA,” kata Kajari Jakarta Selatan Muhamad Yusuf saat dihubungi oleh wartawan di Jakarta.

Dia juga menyatakan pihaknya selaku eksekutor tidak segan-segan melakukan upaya paksa kepada Pimpred Playboy, bila tak mematuhi dan menaati panggilan Kejari Jaksel.

Menurut Yusuf, eksekusi putusan MA itu dilakukan, setelah salinan putusan diterima dari Pengadilan Negeri (PN) Jaksel, 25 Agustus lalu. “Jadi tidak alasan untuk menundanya, sebab semua persyaratan telah mencukupi,” ujarnya seraya menambahkan, 26 Agustus pihaknya telah mencekal Erwin.

Kasus ini berawal dari pengaduan Front Pembela Islam terkait pemberitaan Playboy yang dinilai melanggar tata susila dan nilai kesopanan seperti diatur pasal 282 KUHP. Namun PN Jaksel justru membebaskan dan jaksa mengajukan kasasi ke MA dan dikabulkan. Dia tetap dihukum dua tahun. [Pos Kota]



Tanggal 1 Agustus 2006, Mantan wakil Presiden Yusuf Kalla pernah mengatakan, majalah ini (Playboy) adalah “Majalah Gelap” karena tidak mencantumkan secara benar alamat redaksi, namun tetap saja pihak kepolisian tidak melakukan tindakannya. Dewan Pers sendiri mengatakan bahwa Playboy dapat dikategorikan melanggar UU No. 40/1999 tentang pers dan kode etik jurnalistik.

Bocah Kelas 3 SD Jd Tukang Palak, Konsumsi Narkoba, Aniaya 6 Temannya

Aksi nekat bocah kelas 3 SD di Jatinegara, Jakarta Timur ini sangat diluar batas kewajaran. Di usianya yang masih belia, ia sudah melakukan hal-hal yang sangat diluar nalar umum. Dilaporkan, ia menyekap 6 teman sekelasnya. Bukan hanya itu, ia juga memukuli teman-temannya dengan batang pisang, dan menyayat 2 temannya memakai penjepit dasi pramuka yang telah ditajamkan.

Sebut saja ABKA (9), begiut nama bocah kecil tersebut. ABKA tega menganiaya keenam rekannya pada Sabtu, 6 Januari lalu, lantaran menolak disuruh mencuri uang jajan teman sekolahnya di dalam kelas di SD Cipinang Muara 12.

Akibat perbuatan ABKA, enam rekannya yaitu Yoga (8), Zikri (9), Delvan (9), Tedi (9), Lutfi (9), dan Fajri (8) mengalami luka-luka dan trauma.

“Soal tempat penganiayaan, mereka (korban) ngakunya tidak tahu karena saat dibawa ke sana, matanya ditutup menggunakan dasi pramuka,” ujar Kepala Sekolah SD Cipinang Muara 12, Lily Herlina kepada okezone di Jakarta.

Lily menjelaskan, kasus penganiayaan ini dipicu pengaduan para siswa kelas III B yang melaporkan kehilangan uang kepada wali kelasnya. Laporan lantas ditindaklanjuti dengan menanyakan kepada seluruh siswa kelas III B. Hasilnya ketahuan enam orang di atas plus ABKA yang mengambil uang teman-temannya. “Saat itu Fajri nyeletuk, yang menyuruh mencuri ABKA,” ujarnya.

Beberapa hari kemudian, pihak sekolah memanggil orantua ABKA. Rupanya peristiwa ini membuat pelaku murka dan selanjutnya membawa enam rekannya ke sebuah rumah kosong di sekitar sekolah.

“Kepada teman-temannya, ABKA mengaku atas perintah dua preman dengan menggunakan celana SMP dan jaket hitam,” terangnya.

Di rumah kosong itulah, keenam siswa di atas dipukuli oleh ABKA dengan menggunakan batang pisang dan kayu. Bahkan dua anak di antaranya yaitu Deflan dan Zikri disayat lengannya menggunakan penjepit dasi pramuka yang sudah ditajamkan.

Aksi anarki ABKA baru terungkap saat orantua Fajri menghubungi pihak sekolah mempertanyakan luka di bagian kepala anaknya. “Saya kemudian meminta Pak Dede datang ke sekolah untuk mengklarifikasi masalah ini. Selanjutnya beliau melapor ke polisi,” tandasnya.

Berdasarkan penelitian lanjutan, diduga, saat ia menganiaya temannya, ia tengah dalam pengaruh narkoba yang ia peroleh dari preman yang selama ini menyuruhnya untuk memalak di sekolah. (ditulis ulang dari berita okezone.com)

Edan Tenan.... Sepasang Guru Selingkuh

BOGOR - Guru seharusnya menjadi panutan muridnya, namun guru kali ini malah memberikan contoh yang tidak terpuji. Pasalnya dua guru, yakni Wuri, guru SMA 9 Kota Bogor, dan Jumari, guru Primagama, digerebeg warga saat melakukan perselingkuhan di sebuah rumah.

Saat digerebek di Perum Bukit Cimanggu City Blok X 4, No 17 RT 10/14, Kelurahan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Jawa Barat pukul 09.00 Sabtu (7/8/2010) pagi, kedua insan manusia ini sedang asyik berduaan.

Penggerebekan berawal kecurigaan warga terhadap Wuri, pemilik rumah yang sering bergonta ganti, pria. Kecurigaan warga semakin jadi saat mengetahui Wuri tengah berada di rumah dengan seorang pria.

Tak menunggu lama, mereka pun digerebek dan diinterogasi oleh warga sekitar. Mendapat penjelasan keduanya bukan suami istri, warga menggelandangnya ke Polsek Tanah Sareal.

Ketua RT 10, Imran menuturkan, sejak rumah di Blok X 4 dibeli Wuri Sarani Andiyono (38) dua tahun lalu, dia selalu melihat gonta-ganti laki-laki.

Menurut Imran, semula dirinya diperkenalkan Wuri seorang pria yang mengaku suaminya. Namun berselang dua minggu, ada lagi laki-laki lain.

Kapolsek Tanah Sareal AKP Indrat Riyani, membenarkan kejadian tersebut. Namun kasus tersebut tidak dilanjutkan, karena masing-masing pihak, memilih jalan damai.

“Pak Teguh, suami Ibu Wuri, lebih mementingkan masa depan anaknya. Begitu juga istri Pak Jumari. Soalnya antara Pak Jumari dan Ibu Wuri masih hidup berdekatan di Bantarjati,” tandas Imran.(Endang Gunawan/Global/kem)

Ajak Damai! Malaysia Kirim Parcel Lebaran


INILAH.COM, Kuala Lumpur - Mahasiswa Malaysia mengirimkan kartu dan bingkisan lebaran untuk LSM Bendera (benteng demokrasi rakyat) dan FBR (forum betawi rembug) sebagai tanda persahabatan dan jalinan rakyat serumpun.

"Walaupun Bendera dan FBR dalam demontrasinya di depan kedutaan Malaysia Jakarta membakar bendera Malaysia dan melempar najis. Namun, kami tetap mengirimkan kartu Idul Fitri dan bingkisan lebaran untuk mereka via kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur," kata Muhammad Zaki, presiden MPM UTM (majelis perwakilan mahasiswa universitas teknologi Malaysia) Johor Bahru, Senin (30/8).

Sekitar 70 mahasiswa UTM Johor Bahru dan Kuala Lumpur dan beberapa pengurus PPI (persatuan pelajar Indonesia) Malaysia mendatangi KBRI Kuala Lumpur untuk memberikan surat protes atas demontrasi yang diadakan di Kedubes Malaysia.

Demontrasi yang dinilai menghina negara dan rakyat Malaysia karena sudah membakar bendera dan melempar najis ke halaman kedutaan Malaysia oleh Bendera dan FBR minggu lalu.

"Kami mengirimkan tujuh kartu dan bingkisan lebaran di antara untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menlu Marty Natalegawa, Mendiknas Noeh, Dubes Da`i Bachtiar, atase pendidikan, Bendera dan FBR sebagai tanda persahabatan dan salam hangat dari saudara serumpun di Malaysia," kata Zaki.

Bingkisan lebaran untuk Bendera dan FBR juga merupakan bentuk ungkapan perasaan mahasiswa Malaysia untuk membalas kebaikan walaupun dikirimi penghinaan karena bendera Malaysia telah dibakar dan kedutaan Malaysia dilempar najis.

Atase pendidikan KBRI Imran Hanafi dan atase pertahanan laut Kol Edi Sucipto menerima surat protes, kartu lebaran dan bingkisan lebaran dari para mahasiswa Malaysia.

"Kami terus terang sangat gembira dengan kedatangan kalian. KBRI juga mengundang kalian untuk hadir dalam acara buka puasa di KBRI bersama masyarakat Malaysia dan Indonesia pada Jum`at, 3 September 2010 mendatang," kata Imran. [ant/bar]

sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2010/08/ajak-damai-malaysia-kirim-parcel.html

Barisan Muda Betawi: Kapolri Bangunkan Macan


VIVAnews - Organisasi massa (ormas) Barisan Muda Betawi (BMB) membantah keras pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri. BMB mengaku tidak pernah melakukan kekerasan dan menilai data Kapolri tidak valid.

"Coba tunjukkan kekerasan apa yang sudah dilakukan BMB? Jangan bangunin macan tidur deh. Ini bulan puasa nih," kata Ketua Dewan Pembina Barisan Muda Betawi, Habib Abdurrahman Assegaf, dalam perbincangan dengan VIVAnews, Selasa 31 Agustus 2010.

Menurut Habib Abdurrahman, Polri harus membuktikan kasus kekerasan apa yang telah dilakukan BMB. Maka itu, Habib Abdurrahman mempertanyakan dasar yang digunakan Kapolri hingga menyebut nama organisasi ini.

"Saya menegaskan bahwa Kapolri telah menerima informasi yang tidak valid," kata pria yang juga Ketua Gerakan Umat Islam ini.

Habib Abdurrahman juga menyesalkan pernyataan Kapolri yang menyebut organisasi ini termasuk salah satu yang layak dibubarkan. Kapolri pun disarankan untuk memeriksa data di lapangan dengan benar.

"Kami sudah bina baik-baik organisasi, sudah capek-capek, dan sekarang mau dibubarkan? Nanti dulu," kata Habib Abdurrahman.

BMB juga mengaku tidak pernah mendapatkan binaan dari kepolisian. Yang terjadi saat ini adalah pembinaan internal. Tetapi, BMB kerap bekerjasama dengan kepolisian dan pemerintah daerah setempat untuk beberapa kegiatan.

"Kami alhamdulillah sudah berbuat banyak kepada masyarakat. Anak-anak membuat acara santunan anak yatim, bakti sosial, dan itu tidak dapat penilaian Kapolri," ujar pria yang menjadi Ketua Dewan Pembina BMB sejak 2009 ini.

Ormas Barisan Muda Betawi namanya disebut Kapolri dalam rapat dengan empat komisi dan jajaran menteri di bawah Menko Polhukam.

Disebutkan, dari tahun ke tahun ada tiga ormas yang cenderung melakukan tindakan kekerasan. Ketiganya yakni Front Pembela Islam (FPI), Forum Betawi Rempug (FBR), dan Barisan Muda Betawi. "Pada tahun 2010 ini saja, ketiga ormas itu melakukan 49 kali tindakan kekerasan," kata Kapolri kemarin.

Meutya Hafid Tak Hadiri Paripurna Pertamanya


VIVAnews - Legislator baru dari Fraksi Golkar, Meutya Hafid, tak muncul di Rapat Paripurna DPR yang digelar pagi ini. Nama Meutya memang sengaja disebut oleh pimpinan rapat, Wakil Ketua DPR Anis Matta.

Anis menyebutkan siapa-siapa saja yang Senin, 30 Agustus kemarin, baru dilantik menjadi anggota DPR menggantikan beberapa anggota DPR terdahulu yang mengundurkan diri atau meninggal dunia.

"Meutya Hafid dari Fraksi Golkar," kata Anis memanggil nama mantan presenter tersebut untuk berdiri di Rapat Paripurna DPR, Selasa 31 Agustus 2010.

Para anggota DPR pun spontan memberi tepuk tangan sebagai ucapan selamat kepada Meutya. Namun nama yang dipanggil tak kunjung berdiri untuk menampakkan diri. Sebagian hadirin akhirnya celingak-celinguk mencari legislator asal daerah pemilihan Sumatera Utara itu.

"Belum datang, Ketua," ujar salah satu anggota. Ternyata Meutya memang belum hadir di Rapat Paripurna tersebut. Belum diketahui apakah Meutya memang berencana untuk tidak hadir di Rapat Paripurna pertamanya, atau apakah ia sekedar terlambat datang.

Meutya dilantik menjadi anggota DPR menggantikan almarhum Burhanuddin Napitupulu (Burnap). Seperti pendahulunya, ia juga akan duduk di Komisi II yang membidangi sektor pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur negara, dan organisasi kemasyarakatan. Golkar yakin, Meutya dapat membawa diri dan menjalankan tugasnya dengan baik di DPR.

"Meutya sementara di Komisi II, sambil nanti dibahas lebih lanjut di mana pos yang paling cocok baginya," kata Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso. Golkar juga tidak khawatir keaktifan Meutya di Nasinal Demokrat (Nasdem) akan memengaruhi kinerjanya di parlemen. Priyo menyatakan, bergabungnya Meutya di Nasdem merupakan hak pribadinya.

Selain Meutya, Pimpinan Rapat Paripurna DPR juga memanggil dua nama anggota DPR baru lain yang kemarin dilantik bersama-sama Meutya. Mereka adalah Meimara Tando dan Markum Singodimejo. Meimara adalah anggota Fraksi Demokrat yang menggantikan Anas Urbaningrum, sedangkan Markum adalah anggota Fraksi Golkar yang menggantikan almarhumah Mustokoweni. Keduanya menghadiri Rapat Paripurna. (umi)

Investor Malaysia Mulai Ketar-ketir


JAKARTA, KOMPAS.com — Suhu politik antara Indonesia dan Malaysia yang kian mendidih mulai membuat ketar-ketir sejumlah pengusaha asal negeri jiran yang menanaman modalnya di Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Irawan Wirjawan mengungkapkan, beberapa investor Malaysia menyampaikan kecemasan mereka secara langsung kepadanya. "Waduh ini kalau enggak ada stabilitas dan segalanya nanti investasi kami di sini bagimana?" kata Gita menirukan pernyataan seorang pengusaha Malaysia.

Menurut Gita, investor Malaysia meminta Pemerintah Indonesia tak menarik masalah yang terjadi saat ini keluar dari konteks. "Mereka sangat berharap kita tidak mem-blow out of proportion," ujarnya.

Meski begitu, Gita menjamin, tak ada investor Malaysia yang berencana angkat kaki dari Indonesia. Mereka menilai, iklim investasi di negara kita masih kondusif.

Kedutaan Besar Indonesia untuk Malaysia dalam situsnya menuliskan, kinerja ekspor-impor kedua negara akan kian suram jika kondisi bisnis dikeruhkan situasi non-ekonomis, seperti politik, keamanan, sosial, dan budaya, yang terjadi belakangan ini. Akibatnya, pelaku usaha merasakan ketidakpastian sehingga mereka bersikap wait and see dalam kerja sama di bidang perdagangan.

Investor Malaysia yang banyak membiakkan dananya di sektor perkebunan, perbankan, dan telekomunikasi di Indonesia memang pantas cemas. Soalnya, aksi demonstrasi anti-Malaysia mulai menyasar perusahaan-perusahaan milik Malaysia.

Ambil contoh, Senin (30/8/2010), Laskar Merah Putih mendatangi kantor cabang Bank CIMB Niaga di Jalan Ahmad Yani, Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka memaksa pegawai bank yang sebagian besar sahamnya didekap CIMB Group Sdn Bhd itu berhenti bekerja. Unjuk rasa juga terjadi di depan kantor Bank BII Makassar. BII juga merupakan bank yang mayoritas sahamnya dimiliki perusahaan Malaysia, Maybank.

Walau demo mulai mengarah ke perusahaan Malaysia, Ahmad Safiun selaku Komisaris PT Proton Edar Indonesia, produsen mobil Malaysia, mengatakan, belum ada instruksi apa pun dari kantor pusat. "Ribut-ribut seperti ini sudah sering, jadi orang sudah biasa," katanya.

Menteri Perindustrian dan Perdagangan Malaysia Datuk Seri Mustafa Mohamad memastikan, hubungan dagang tidak bakal terpengaruh. "Aksi demo tak mencerminkan aspirasi kebanyakan rakyat Indonesia dan kebijakan Pemerintah RI," katanya seperti dikutip Bernama. (Hans H.B., M. Fasabeni, Marga R., S.S. Kurniawan/Kontan)

Soekarno Pernah ke Portugal Demi 4 WNI


SURABAYA - Salah satu tokoh penting dalam upaya pelurusan sejarah tempat kelahiran Bung Karno adalah Pieter A Rohi. Veteran perang yang juga jurnalis senior di Surabaya ini bisa dikatakan sebagai salah satu inisiator pelurusan sejarah kelahiran Bung Karno.

Selain karena Bung Karno adalah tokoh besar, ternyata Pieter memiliki kenangan pribadinya terhadap Soekarno. Pada 1959, kakak kandung Pieter bersama dengan tiga orang lainnya mengibarkan bendera merah putih di Viqueque Timor Leste.

Mereka berempat, lanjut Pieter, akhirnya ditangkap oleh tentara Portugal dan kemudian dipenjarakan di Angola, Afrika. Maklum saja, pada jaman itu tanah Timor Leste masih dalam pengaruh Portugal.

“Mendengar ada empat orang warga negara Indonesia yang ditahan oleh Pemerintah Portugal, Soekarno langsung berangat ke Lisabon untuk menemui Presiden Salazar saat itu,” ujar Pieter di Surabaya, Selasa (31/8/2010).

Bung Karno lantas meminta kepada Salazar untuk membebaskan empat orang warga negara Indonesia yang ditahan di Angola. “Bandingkan dengan sekarang yang ratusan orang terancam hukuman mati, tapi pemerintah diam saja,” sesal Pieter.

Usaha untuk meluruskan sejarah Soekarno, bukan kali ini saja dilakukan oleh Pieter A. Rohi. Sebelumnya dia juga pernah terlibat dalam kasus pembakaran buku sejarah yang menuliskan tentang Soekarno. Buku ini dituliskan oleh sejarawan Anhar Gonggong.

“Dalam buku itu dituliskan Soekarno sebagai seorang pengkhianat dan koruptor. Siapa yang tidak marah coba pemimpinnya dikatakan seperti itu,” ujar Pieter.

Calon Mahasiswa Asal Malaysia Ditolak Kuliah

Malang (ANTARA News) - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), demi nasionalisme menolak calon mahasiswa asal Malaysia terutama untuk fakultas kedokteran dan farmasi.

"Penolakan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan `memanasnya` hubungan Indonesia-Malaysia. Kebijakan ini sudah kami terapkan sejak awal berdirinya fakultas kedokteran (FK) dan farmasi sekitar 10 tahun lalu," tegas Rektor UMM Dr Muhajir Effendi di Malang, Selasa.

Menurut dia, penolakan terhadap mahasiswa Malaysia yang ingin masuk FK tersebut juga berlaku bagi mahasiswa asing lainnya, seperti Malaysia, India maupun beberapa negara di Asia lainnya.

Ia mengakui, penolakan terhadap mahasiswa asing yang ingin kuliah di FK UMM tersebut sebagai salah satu bentuk nasionalisme semata, sebab Malaysia juga memberlakukan kebijakan yang sama, menolak mahasiswa Indonesia yang akan kuliah di FK di sejumlah perguruan tinggi di Malaysia.

Muhajir juga prihatin terhadap sejumlah perguruan tinggi di Indonesia terutama yang ada di Malang, masih tetap mau menerima sejumlah mahasiswa asing di FK.

Padahal, lanjutnya, di Indonesia sendiri masih kekurangan tenaga dokter dan farmasi cukup banyak, namun kenapa perguruan tinggi tersebut tidak memrioritaskan mahasiswa lokal.

"Kalau untuk fakultas lain, silakan saja menerima mahasiswa asing. Di UMM juga banyak mahasiswa asingnya, namun untuk dua fakultas itu (kedokteran dan farmasi) harus mahasiswa lokal, mahasiswa asing termasuk Malaysia tidak berhak menggunakan fasilitas mahal dan canggih di dua fakultas itu," tegasnya.

Muhajir juga memperkirakan, ke depan FK di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia termasuk di Malang bakal dibanjiri oleh peminat (mahasiswa) asing karena berkaitan dengan standar internasional yang diberlakukan AFTA.

"Meskipun calon mahasiswa asing di dua fakultas itu berduyun-duyun ingin kuliah di UMM dan berani membayar lebih tinggi ketimbang mahasiswa lokal, Insyaallah UMM akan tetap menjaga komitmen, tidak akan menerima mahasiswa asing di dua fakultas yang berbiaya tinggi ini," tegasnya.

Kuota mahasiswa FK di UMM rata-rata hanya 170 orang per tahun, sedangkan di farmasi hanya 150 orang. Jumlah mahasiswa asing di UMM mencapai ratusan dan 20 di antaranya berasal dari Malaysia yang tersebar di beberapa fakultas, kecuali FK dan farmasi.
(E009/A038)

Video Mesum Luna Berdurasi 1 Menit Beredar

JAKARTA - Kasus video mesum kembali beredar di kalangan masyarakat. Kali ini, video beradegan panas beredar di Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Jika sebelumnya publik sempat dikejutkan dengan video yang diperankan aktris mirip Luna Maya, kini video mesum yang beredar berjudul Luna Bethelen.

Adegan panas yang diperankan remaja tersebut berdurasi satu menit 12 detik. Kabar ini pun menjadi buruan media dan buah bibir masyarakat.

"Video tersebut sudah ramai dibicarakan. Bahkan, media juga sudah ada yang memuat berita ini," ujar seorang warga Minahasa Selatan bernama Pardi saat bercerita kepada okezone, Selasa (31/8/2010).

Kabarnya, video tersebut berjudul Luna Bethelen dikarenakan pemeran wanita yang beradegan hot itu merupakan warga asal Desa Bethelen, Tombatu, Minahasa Utara. Namun, info tersebut belum diyakini kebenarannya.

Saat dikonfirmasi, salah seorang petugas dari Polres Minahasa Selatan yang enggan disebutkan namanya mengaku, pihaknya saat ini masih berusaha mengungkap kasus asusila tersebut. "Kapolres beserta jajarannya saat ini masih menggelar rapat," tukasnya.

Kasus video ini bukanlah pertama kali di Indonesia. Sebelumnya, publik juga kerap dihebohkan dengan pemberitaan video mesum yang diperankan sejumlah pihak. Terakhir, masyarakat dihebohkan dengan video mesum yang diduga diperankan Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian.
(teb)

Mengapa Tokek Mahal Harganya?

KOMPAS.com - Tokek, hewan reptil yang suaranya sering muncul di rumah, kebun, gedung atau bahkan hutan itu kini harganya makin mahal. Tokek berkaki empat mirip cicak itu lebih sering dijumpai di rumah dan kini makin mudah diperoleh di pasaran untuk berbagai keperluan.

Apa yang menjadikan tokek mahal harganya? Ternyata bukan karena suaranya yang sering bunyi tanpa diduga dan berulang-ulang satu periode. Tetapi lebih kepada kandungan dari tokek itu sendiri, yang otomatis untuk memanfaatkan harus disembelih atau dimatikan.

Tokek rumah atau cicak besar bernama latin Gekko gecko dikenal di beberapa tempat beda menyebutnya misalnya tekek atau tokek, (Jawa), tokok (Sunda), dan tokay gecko atau tucktoo (Inggris).

Tokek rumah memiliki bintil besar-besar di punggungnya yang berbeda-beda warnanya dan hal ini satu diantara pembeda dengan cicak kecil. Bermacam-macam warnanya dari warna abu-abu kebiruan sampai kecoklatan, dengan bintik-bintik berwarna merah bata sampai jingga.

Perut tokek warna abu-abu biru keputihan atau kekuningan dan ekornya juga ada enam baris bintil belang-belang. Kakinya di jari-jari ada bantalan pengisap sehingga pandai lengket di dinding tembok atau pohon.

Tokek menjadi mahal dan dicari orang konon karena bisa menyembuhkan orang yang mengidap HIV atau AIDS. Penyakit mematikan itu menyerang sistem imun tubuh dan belum ada obat medis yang mampu mengatasinya. Sehingga, ramuan tradisional dari tokek dipercaya sebagai paling mujarab untuk hal itu.

Bagian lidah tokek dan darahnya dikabarkan mengandung zat yang bisa melawan virus HIV. Yang memiliki khasiat itu tokek berbobot lebih dari 3 ons dalam keadaan hidup.

Selain lidah, konon empedu tokek juga mujarab untuk pengobatan orang yang mengidap AIDS. Kabar beginilah yang membuat orang harus membeli dengan harga mahal demi terselamatkan nyawanya.

Di bagian empedu tokek, juga mengandung senyawa anti tumor dan kanker sehingga bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Sedangkan daging secara keseluruhan sudah dikenal sejak nenek moyang bisa menyembuhkan berbagai penyakit gatal. Banyak orang memberikan kesaksian bahwa penyakit kulit gatal-gatal bisa sembuh dengan tokek yang dibakar atau digoreng.

Harga tokek bervariasi tergantung berat badan dan usia tokek itu sendiri. Di beberapa daerah seperti Jakarta, Batam, Banjarmasin, Makassar, Pontianak, Surabaya dan Solo serta kota lainnya sudah ada lokasi khusus penjualan tokek.

Di Pasar Jatinegara, Jakarta juga ada pasar hewan yang menyediakan berbagai macam satwa langka sekalipun, dengan harga murah.

Untuk tokek dengan berat badan kurang dari 1,5 ons masih kisaran Rp 200 ribu. Tapi bila sudah besar sekitar 2 ons dan sudah tua maka bisa mencapai Rp 5 jutaan.

Jika nasib mujur, penjual tokek dengan berat badan lebih dari 3 ons atau 4 ons bisa terjual Rp 100 juta. Akan lebih mahal lagi jika sudah mencapai 1 kilogram dan mendapat pembeli langsung dari Korea, China atau Malaysia harganya bisa lebih dari Rp 200 juta.

Tokek raksasa yang pernah ditemukan di pedalaman Kalimantan memiliki berat hingga 64 kilogram yang kemudian terjual Rp 179 miliar oleh pengusaha Korea melalui orang Malaysia.

FPI: Data Kapolri Ngawur!

VIVAnews - Kepala Polisi Republik Indonesia, Jenderal Bambang Hendarso Danuri memaparkan sejumlah data terkait tindakan anarkis yang dilakukan organisasi kemasyarakatan.

Ketua Nahi Mungkar Front Pembela Islam (FPI), Munarman membantah data yang disampaikan Kapolri dalam rapat gabungan siang tadi.

"Itu data ngawur, saya tahu persis," kata Munarman, ketika dihubungi VIVAnews, melalui telepon, Senin malam. Menurut dia, data yang dipaparkan Kapolri merupakan data yang dihimpun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Munarman menilai Kapolri keliru dalam membacakan data tersebut. "Dia (kapolri) lagi sakit, saya anggap dia sedang mengigau," ucap Munarman.

Dia menyamakan, ketika kapolri keliru membacakan hasil analisis polisi terkait penyelesaian kasus Bank Century. "Waktu itu Kapolri baca analisis opsi A, padahal DPR minta opsi C, ya sama itu," kata dia

Menurut dia, bukan urusan Kapolri mengurusi pembubaran organisasi masyarakat, terlebih lagi revisi undang-undang parpol. "Pesan saya satu, itu ada polwan dipecat karena hamil di luar nikah, sekarang tinggal di Lampung, tolong Kapolri urus itu," imbuhnya

Dalam rapat gabungan di DPR, Kapolri menjelaskan, dari tahun ke tahun, ormas yang cenderung melakukan tindakan kekerasan antara lain adalah Front Pembela Islam (FPI), Forum Betawi Rempug (FBR), dan Barisan Muda Betawi.

"Pada tahun 2010 ini saja, ketiga ormas itu melakukan 49 kali tindakan kekerasan," kata Kapolri.

Bila dihitung dari tahun sebelumnya, kata Kapolri, maka ormas-ormas yang disebutkan di atas telah melakukan 107 kali kekerasan. (umi)

Nama Calon Kapolri Sudah Ada Pada SBY

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Djoko Suyanto mengaku telah menyerahkan nama calon Kapolri kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk diteliti.
“Saya tidak (mau-red) kasih tahu lah. Ada beberapa,” kata Djoko saat diminta menyebutkan nama calon Kapolri yang diserahkan kepadaPresiden, kemarin.
Sebelumnya beredar kabar tiga nama calon Kapolri,masing-masing Inspektur Pengawasan Umum Polri, Komisaris Jenderal PolNanan Soekarna, Kepala Lemdikpol Polri, Inspektur Jenderal Pol ImamSudjarwo, dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Pol Timur Pradopo.
Djoko tidak menjawab ketika dikonfirmasi soal nama-nama tersebut.Demikian juga saat tiga nama itu dikonfirmasikan ke Fraksi Partai Demokrat yang disebut-sebut mengajukan nama itu ke Presiden.Sekretaris FPD Saan Mustofa hanya menjawab singkat. “Belum-belum,
Demokrat belum mengajukan nama,” katanya. (johara/B)

Kerangka Manusia Purba Dikeluarkan Dari Gua di Mexico

Mexico City (ANTARA/Reuters) - Kerangka anak dari masa prasejarah dikeluarkan dari gua bawah air di Mexico empat tahun setelah beberapa penyelam secara kebetulan menemukan kerangka yang terpelihara baik yang menawarkan petunjuk migrasi manusia purba.

Kerangka anak kecil itu, yang dinamakan Young Hol Chan, berusia lebih dari 10.000 tahun dan termasuk di antara tulang-belulang manusia paling tua yang ditemukan di benua Amerika.

Kerangka tersebut ditemukan pada 2006 oleh pasangan penyelam gua dari Jerman yang melakukan eksplorasi lubang akibat peristiwa unik, tanah amblas setelah banjir, yang dikenal sebagai "cenote", kejadian yang lazim di negara bagian Quintana Roo, Mexico timur.

Beberapa ilmuwan memerlukan waktu tiga tahun untuk mempelajari kerangka di tempat mereka terbaring sebelum memutuskan bahwa aman untuk membawa kerangka itu ke permukaan untuk studi lebih lanjut, demikian pernyataan Lembaga Nasional bagi Antropologi dan Sejarah Mexico.

Lembaga tersebut mengkoordinasikan studi tentang migrasi manusia purba ke Mexico timur yang bertujuan memperdalam pemahaman tentang pergerakan orang di seluruh Selat Bering pada akhir Musim Es terakhir.

Young Hol Chan, yang namanya diambil dari sumur tempatnya berada, ditemukan di gua gelap 8,3 meter di bawah permukaan air.

Menurut DNA, Adolf Hitler Keturunan Yahudi

Liputan6.com, Brusel: Menurut hasil tes deoxyribonucleic acid (DNA), Adolf Hitler masih keturunan orang Yahudi dan Afrika, dua ras yang ia benci sekaligus ingin ia musnahkan. Fakta itu ditemukan setelah serangkaian tes DNA keluarga Hitler yang masih ada.

Wartawan Jean-Paul Mulders dan sejarawan Marc Vermeeren menggunakan DNA itu untuk melacak 39 kerabat Hitler. Mereka memulai melakukan tes sejak awal tahun lalu. Kerabat yang berhasil ditemukan adalah seorang petani Austria bernama Norbert H, sepupu Hitler.

Majalah berita Knack di Belgia melaporkan, sampel air liur kerabat Hitler itu menunjukan bahwa pendahulunya berasal dari ras yang sangat ia benci. Sampel DNA kerabat Hitler itu berupa kromosom yang disebut Haplopgroup E1b1b (Y-DNA), DNA yang sangat jarang ditemukan di Jerman dan Eropa Barat.

"DNA ini biasanya ditemukan paling sering di Berber, Maroko, Aljazair, Libya, dan Tunisia. Seperti DNA milik orang Yahudi, Ashkenazi, dan Sephardic," ucap Vermeeren. "Dan, ini membuktikan Hitler berkaitan erat dengan orang-orang yang ia benci."

Haplogroup E1b1b1, sekitar 18-20 persen dari Ashkenazi dan 8,6 persen sampai 30 persen dari kromosom Sephardic-Y, menunjukkan, garis keturunan utama penduduk Yahudi.

"Ini hasil yang sangat mengejutkan," kata Rony Decorte, spesialis genetik.

Decorte setuju bahwa Hitler kemungkinan memiliki garis keturunan dari Afrika Utara. "Informasi ini sulit untuk dibayangkan bagaimana reaksi dari para pembenci atau pendukung Hitler," ujarnya.

Majalan itu juga menyebutkan, pengujian DNA itu dilakukan secara ketat untuk mendapatkan hasil yang cukup akurat. Hasil itu bukan kali pertama diperlihatlan para sejarahwan bahwa Hitler keturunan Yahudi.

Ayah Hitler, Alois, dipercaya merupakan keturunan sah dari seorang gadis bernama Maria Schickelgruber dan sorang pria Yahudi yang bernama Frankenberger. (DailyMail/JAY/SHA)

Adnan Buyung dan Denny Indrayana Jadi Ahli Sidang Yusril di MK

Jakarta - Staf Presiden bidang hukum, Denny Indrayana serta advokat senior Adnan Buyung Nasution akan menjadi ahli dalam sidang lanjutan gugatan Jaksa Agung di Mahkamah Konstitusi. Selain Denny dan Buyung, pakar tata negara Mohammad Fajrul Falaakh juga akan jadi ahli.

"Bapak sidang di MK untuk jadi ahli," ujar salah satu sekretaris Buyung, saat dihubungi, Selasa (24/8/2010).

Dalam akun twitternya, Denny juga menulis akan menjadi ahli untuk memberikan keterangan terkait masa jabatan dan keabsahan Jaksa Agung yang diperdebatkan oleh Yusril Izha Mahendra.

"Ke MK. Jam 9:30 Bersama Bang Buyung, Fajrul Fallaakh memberi keterangan ahli terkait masa jabatan & keabsahan Jaksa Agung yg disoal Yusril," tulis Denny dalam akunnya @dennyindrayana.

Yusril menggugat jabatan Hendarman sebagai Jaksa Agung. Gugatan itu diajukan tidak berapa lama setelah dia dinyatakan tersangka dalam perkara Sisminbakum.

(mok/nik)

Kecelakaan Lalu Lintas di Daan Mogot Tewaskan Pelajar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kecelakaan lalu lintas menewaskan pelajar SMK Cengkareng. Peristiwa itu terjadi di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (24/8) sekitar pukul 07.10 WIB. Kasat Lantas Jakarta Barat, Kompol Sungkono mengatakan, lokasi tepatnya berada di Samsat, dekat pom bensin.

Pelajar itu bernama Saepul Ependi. Ia meninggal pukul 07.45. “Pelajar itu menjadi korban tabrak lari,” kata Sungkono.

Selain itu, korban juga melaju dengan kecepatan tinggi. Saat tabrakan itu terjadi, korban tidak bisa mengendalikan motor dengan nopol B 6096 BXO yang dikendarainya. “Ia terjatuh di depan pabrik gelas saat mengarah ke Taman Kota,” kata Sungkono.

Menurut Sungkono, kawasan Daan Mogot memang rawan kecelakaan. Sebab, ruas jalan yang ada tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang membludak setiap harinya. Apalagi, jalan ini merupakan akses utama orang-orang dari arah Tangerang menuju Jakarta. Setiap pagi atau sore saat jam sibuk, ratusan kendaraan memadati ruas jalan. Hal ini diperparah dengan penyempitan jalan di perempatan Cengakareng. Penyempitan ini terjadi karena ada peninggian jalan

PD-Golkar Debat Soal Malaysia di Rapat Paripurna DPR

akarta - Dua partai besar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berbeda pendapat terkait sikap Indonesia terhadap Malaysia. Golkar mendesak Pemerintah keras terhadap Malaysia, Partai Demokrat sebaliknya.

"Interupsi pimpinan, kami dari FPG mengajak kita sebagai wakil rakyat untuk mendesak Pemerintah bersikap tegas terhadap Malaysia," ujar anggota Komisi I DPR dari FPG Tantowi Yahya, menyampaikan interupsi dalam Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/8/2010).

Tantowi kembali menyerukan kekecewaan Golkar atas kegagalan diplomasi Pemerintah menghadapi Malaysia. Kasus penangkapan tiga petugas DKP Kepri, dianggap Tantowi sudah sangat merendahkan martabat bangsa.

"Kami mendesak bahwa persoalan kehormatan Indonesia tidak bisa ditukar apapun," tegas Tantowi.

Pandangan FPG tersebut ditolak mentah-mentah oleh FPD DPR. FPD DPR memilih mempercayakan penyelesaian konflik Indonesia-Malaysia secara kekeluargaan.

"Kita akan mengundang petugas KKP, diharapkan ini bisa menyelesaikan masalah. Mengingat Malaysia adalah negara sahabat, negara serumpun yang harus saling menghormati," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR dari FPD Hayono Isman, membantah Tantowi.

Hayono mengajak anggota DPR mempercayai pekerjaan Pemerintah. Menurutnya DPR seharusnya mendukung kinerja Pemerintah.

"Sudah seharusnya kita mendukung dan mensukseskan kebijakan Pemerintah," jelasnya.

(van/nwk)

Pelanggaran Dilakukan Malaysia Tak Boleh Dibiarkan

Medan (ANTARA) - Indonesia sebagai negara berdaulat harus bersikap tegas dan tidak boleh membiarkan pelanggaran yang dilakukan nelayan Malaysia.

"Apa lagi seperti yang dilakukan kapal patroli polisi Malaysia yang melepaskan tembakan terhadap kapal pengawas perikanan Indonesia," kata pengamat hukum internasional Universitas Sumatera Utara, Prof Dr Suhaidi, SH, di Medan, Selasa.

Apa yang dilakukan petugas KKP mengamankan lima kapal nelayan Malaysia yang sedang mencuri ikan di perairan Indonesia itu adalah tindakan yang benar dan sesuai dengan aturan hukum.

Oleh karena itu, katanya, negara Malaysia juga perlu menghargai hukum yang berlaku di Indonesia.

Tidak ada kewenangan polisi Malaysia melakukan intervensi terhadap petugas KKP yang menangkap pelaku pelanggaran itu.

Bahkan, tindakan yang dilakukan kapal patroli polisi Malaysia itu adalah tidak menghargai Indonesia sebagai negara yang berdaulat.

"Seharusnya polisi dari negara asing itu tidak perlu mencampuri prosses hukum yang dilakukan petugas KKP yang menangkap kapal nelayan Malaysia," kata Guru Besar Fakultas Hukum USU.

Pemerintah Indonesia harus bersikap bijaksana terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh negara asing.

"Kalau hal ini dibiarkan, Malaysia akan terus mengganggu kedaulatan Indonesia," kata Suhaidi.

Ia mengatakan, jangan karena dengan alasan batas wilayah negara yang tidak jelas, maka Malaysia seenaknya berbuat dan melakukan pelanggaran.

"Pemerintah Indonesia harus menempuh proses hukum terhadap pelanggaran tersebut," katanya.

Sebelumnya, polisi Malaysia menangkap tiga petugas KKP pada Jumat malam (13/8), sekitar pukul 20.00 WIB.

Kejadian itu berawal saat pengawas perikanan KKP mendapat laporan dari masyarakat bahwa sedang terjadi pencurian ikan oleh lima kapal Malaysia di perairan dekat Tanjung Berakit Pulau Bintan, Kepulauan Riau

Titik koordinat penangkapan lima kapal pencuri ikan Malaysia dan insiden penghadangan oleh kepolisian Malaysia yaitu kapal pencuri pertama ada di 1-22`-3936"LU, 104-28`-8681"BT, kapal kedua 1-22`-2186"LU, 104-31`-3188"BT.

Lalu, kapal ketiga 1-21`-1686"LU, 104-29`-0682" BT, kapal keempat di 1-20`-0187" LU, 104-30`-9437" BT, kapal kelima 1-20`-0187" LU, 104-29`-4183" BT, dan posisi penghadangan 1-16`-8937" LU, 104-27`-8178" BT.

Pada pukul 21.15 WIB saat pengawas perikanan KKP hendak melakukan "adhoc" pada kelima kapal beserta ABK ke pelabuhan terdekat di Batam tiba-tiba sebuah kapal patroli Malaysia datang dan menghadang.

Polisi Malaysia sempat dua kali melepaskan tembakan peringatan kepada dua kapal pengawas perikanan KKP dengan total enam ABK tersebut.

Pihak kepolisian Malaysia meminta agar ketujuh nelayan Malaysia yang mencuri dengan lima kapal berukuran 10 Gross Ton dan dilengkapi alat tangkap Gillnet (untuk menangkap ikan pelagis) tersebut dilepaskan.

Pelanggaran Dilakukan Malaysia Tak Boleh Dibiarkan

Medan (ANTARA) - Indonesia sebagai negara berdaulat harus bersikap tegas dan tidak boleh membiarkan pelanggaran yang dilakukan nelayan Malaysia.

"Apa lagi seperti yang dilakukan kapal patroli polisi Malaysia yang melepaskan tembakan terhadap kapal pengawas perikanan Indonesia," kata pengamat hukum internasional Universitas Sumatera Utara, Prof Dr Suhaidi, SH, di Medan, Selasa.

Apa yang dilakukan petugas KKP mengamankan lima kapal nelayan Malaysia yang sedang mencuri ikan di perairan Indonesia itu adalah tindakan yang benar dan sesuai dengan aturan hukum.

Oleh karena itu, katanya, negara Malaysia juga perlu menghargai hukum yang berlaku di Indonesia.

Tidak ada kewenangan polisi Malaysia melakukan intervensi terhadap petugas KKP yang menangkap pelaku pelanggaran itu.

Bahkan, tindakan yang dilakukan kapal patroli polisi Malaysia itu adalah tidak menghargai Indonesia sebagai negara yang berdaulat.

"Seharusnya polisi dari negara asing itu tidak perlu mencampuri prosses hukum yang dilakukan petugas KKP yang menangkap kapal nelayan Malaysia," kata Guru Besar Fakultas Hukum USU.

Pemerintah Indonesia harus bersikap bijaksana terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh negara asing.

"Kalau hal ini dibiarkan, Malaysia akan terus mengganggu kedaulatan Indonesia," kata Suhaidi.

Ia mengatakan, jangan karena dengan alasan batas wilayah negara yang tidak jelas, maka Malaysia seenaknya berbuat dan melakukan pelanggaran.

"Pemerintah Indonesia harus menempuh proses hukum terhadap pelanggaran tersebut," katanya.

Sebelumnya, polisi Malaysia menangkap tiga petugas KKP pada Jumat malam (13/8), sekitar pukul 20.00 WIB.

Kejadian itu berawal saat pengawas perikanan KKP mendapat laporan dari masyarakat bahwa sedang terjadi pencurian ikan oleh lima kapal Malaysia di perairan dekat Tanjung Berakit Pulau Bintan, Kepulauan Riau

Titik koordinat penangkapan lima kapal pencuri ikan Malaysia dan insiden penghadangan oleh kepolisian Malaysia yaitu kapal pencuri pertama ada di 1-22`-3936"LU, 104-28`-8681"BT, kapal kedua 1-22`-2186"LU, 104-31`-3188"BT.

Lalu, kapal ketiga 1-21`-1686"LU, 104-29`-0682" BT, kapal keempat di 1-20`-0187" LU, 104-30`-9437" BT, kapal kelima 1-20`-0187" LU, 104-29`-4183" BT, dan posisi penghadangan 1-16`-8937" LU, 104-27`-8178" BT.

Pada pukul 21.15 WIB saat pengawas perikanan KKP hendak melakukan "adhoc" pada kelima kapal beserta ABK ke pelabuhan terdekat di Batam tiba-tiba sebuah kapal patroli Malaysia datang dan menghadang.

Polisi Malaysia sempat dua kali melepaskan tembakan peringatan kepada dua kapal pengawas perikanan KKP dengan total enam ABK tersebut.

Pihak kepolisian Malaysia meminta agar ketujuh nelayan Malaysia yang mencuri dengan lima kapal berukuran 10 Gross Ton dan dilengkapi alat tangkap Gillnet (untuk menangkap ikan pelagis) tersebut dilepaskan.