REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mendadak meninggalkan Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (4/10). Padahal, Bambang sudah berada di ruangan 15 menit sebelum Sidang Kabinet dimulai.
Bambang tidak mengungkapkan alasan dia meninggalkan Sidang tersebut. Tidak diketahui pula apakah kepergian Bambang itu terkait dengan proses pengajuan nama calon Kapolri.
Seperti diketahui, Senin (4/10) ini merupakan hari terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan calon ke DPR karena keesokan harinya Presiden akan melakukan kunjungan kerja ke Belanda, sementara Bambang pensiun pada 10 Oktober 2010.
Ketika meninggalkan ruangan Sidang, Bambang mengenakan pakaian dinas lengkap dan ditemani dua ajudannya. "Tidak.. tidak. Ada tugas saja," kata Bambang sambil terburu-buru. Lalu, seorang ajudan membisikkan kepada Bambang agar cepat bergegas karena waktu sudah mendesak. n ikh
Hubungan Seks Sesama Jenis Mengkhawatirkan
TEMPO Interaktif, BOGOR – Temuan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Bogor mengenai hubungan seks sesama jenis di kehidupan para remaja sudah memasuki tingkat mengkhawatirkan. Kondisi tersebut terungkap dalam seminar kesehatan remaja menyambut hari Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Hermina.
“Kondisi ini menimbulkan persoalan karena banyak remaja yang terlibat dalam masalah tersebut,” kata Sekretaris Daerah Kota Bogor, Bambang Gunawan.
Disebutkan berdasarkan data tahun 2005-2009 dari Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kota Bogor kelompok penderita HIV terbesar usia 15-35 tahun.
Bambang menjelaskan salah satu faktor yang menyebabkan besarnya angka tersebut karena masih kurangnya pengetahuan remaja tentang bahaya penyakit akibat hubungan seks.
Berdasarkan survei remaja 2006, masih ada sekitar 29 persen remaja yang belum mengetahui tentang masalah reproduksi. Data lain menyebutkan ada 39 remaja yang belum memahami informasi tentang Prilaku Hidup Sehat (PHBS) 25 persen di antaranya kurang memahami masalah Penyakit Menular Seksual, 28 persen tidak mengetahui secara pasti bahaya penyebaran HIV/AIDS dan 20 persen tidak memiliki pemahaman bahaya penyalahgunaan rokok.
Bambang berharap peran serta dan kontribusi para remaja terpilih dalam Perr Counselor untuk menyampaikan informasi terkait masalah kesehatan remaja dan mengajak teman-temannya kepada hal-hal yang positif. “Melalui berbagai forum, Perr Counselor dapat berkontribusi dalam mendorong 18,8 juta remaja Kota Bogor menjalankan masa remajanya dengan karya-karya positif dan menghindarkan diri dari dampak negatif pergaulan, “ ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Seksi Kesehatan Remaja dan Lansia Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Ratna Yunia mengatakan, seluruhnya Perr Counselor yang dibentuk di Kota Bogor berjumlah 1.700 orang dari 30 Sekolah yang ada di Kota Bogor. “Setiap Sekolah ditunjuk tiga siswa, dan seorang guru yang bertugas sebagai Peer Counselor.“
Para konselor diberikan pelatihan dan pembekalan sebagai Counseling oleh Dinas Kesehatan memalui Puskesmas–Puskesmas yang ada di Kota Bogor. “Peer Counselor akan menjadi teman curhat para remaja yang bermasalah. Sebab, biasanya para remaja akan lebih terbuka menyampaikan permasalahan dirinya kepada sesama temannya, daripada kepada orang tuanya, “ kata Ratna.
“Kondisi ini menimbulkan persoalan karena banyak remaja yang terlibat dalam masalah tersebut,” kata Sekretaris Daerah Kota Bogor, Bambang Gunawan.
Disebutkan berdasarkan data tahun 2005-2009 dari Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kota Bogor kelompok penderita HIV terbesar usia 15-35 tahun.
Bambang menjelaskan salah satu faktor yang menyebabkan besarnya angka tersebut karena masih kurangnya pengetahuan remaja tentang bahaya penyakit akibat hubungan seks.
Berdasarkan survei remaja 2006, masih ada sekitar 29 persen remaja yang belum mengetahui tentang masalah reproduksi. Data lain menyebutkan ada 39 remaja yang belum memahami informasi tentang Prilaku Hidup Sehat (PHBS) 25 persen di antaranya kurang memahami masalah Penyakit Menular Seksual, 28 persen tidak mengetahui secara pasti bahaya penyebaran HIV/AIDS dan 20 persen tidak memiliki pemahaman bahaya penyalahgunaan rokok.
Bambang berharap peran serta dan kontribusi para remaja terpilih dalam Perr Counselor untuk menyampaikan informasi terkait masalah kesehatan remaja dan mengajak teman-temannya kepada hal-hal yang positif. “Melalui berbagai forum, Perr Counselor dapat berkontribusi dalam mendorong 18,8 juta remaja Kota Bogor menjalankan masa remajanya dengan karya-karya positif dan menghindarkan diri dari dampak negatif pergaulan, “ ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Seksi Kesehatan Remaja dan Lansia Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Ratna Yunia mengatakan, seluruhnya Perr Counselor yang dibentuk di Kota Bogor berjumlah 1.700 orang dari 30 Sekolah yang ada di Kota Bogor. “Setiap Sekolah ditunjuk tiga siswa, dan seorang guru yang bertugas sebagai Peer Counselor.“
Para konselor diberikan pelatihan dan pembekalan sebagai Counseling oleh Dinas Kesehatan memalui Puskesmas–Puskesmas yang ada di Kota Bogor. “Peer Counselor akan menjadi teman curhat para remaja yang bermasalah. Sebab, biasanya para remaja akan lebih terbuka menyampaikan permasalahan dirinya kepada sesama temannya, daripada kepada orang tuanya, “ kata Ratna.
Freeport Kuasai Dua Gunung Emas di Papua
Perusahaan pertambangan emas terbesar di dunia, Freeport McMoran Copper & Gold Inc dengan anak perusahaan diantaranya PT Freeport Indonesia (PTFI), ternyata sejak 1991 secara resmi menguasai dua gunung emas, yakni Gunung emas Ersberg dan Grasberg, semuanya di Kabupaten Mimika, Propinsi Papua. Padahal sejak 1967, dimana pertama kali ditandatanggani perjanjian kontrak karya antara rezim Orde Baru dengan Freeport, perusahann pertambangan emas milik AS itu hanya menguasai Gunug emas Ersberg saja. Namun hasil dari kedua gunung emas itu tidak hanya emas saja tetapi ada hasil sampingan lain yang tidak kalah berharganya seperti tembaga, perak bahkan uranium.
Kepada Suara Islam Online seusai pembukaan Jakarta Investasi Forum 2010 di Balai Kartini Jakarta (30/9), Kepala BKPM Propinsi Papua, Purnomo mengakui perjanjian kontrak karya yang dibuat pemerintah Indonesia dengan PT Freeport tahun 1991 lalu sebenarnya bukan perjanjian untuk memperpanjang masa kontrak karya selama 30 tahun sejak 1967 yang akan berakhir pada 1997 untuk mengeksplorasi emas di Gunung Ersberg, tetapi perjanjian kontrak karya baru untuk mengeksplorasi emas di Gunung Grasberg, dekat Ersberg.
“Pada tahun 1991 dibuat lagi perjanjian antara pemerintah Pusat dengan PT Freeport Indonesia. Tetapi sebetulnya itu bukan perjanjian untuk memperpanjang kontrak karya pertambangan emas di Gunung Ersbers yang akan segera berakhir, tetapi sesungguhnya perjanjian pertambangan baru untuk mengeksplorasi emas di Gunung Garsberg,” ungkapnya.
Mengenai bagi hasil untuk pemerintah Indonesia sangat kecil hanya 1 persen sedangkan yang 99 persen milik Freeport, Purnomo mengakui itu bukan kesalahan Freeport, sebab perjanjiannya memang demikian. Kalau bagian pemerintah ingin dinaikkan, ya harus merubah perjanjian terlebih dahulu.
Namun diakuinya, memang terjadi ketidakadilan oleh Freeport yang telah berubah menjadi perusahaan raksasa pertambangan emas terkaya sekaligus terbesar di dunia, dimana sahamnya diperjualbelikan di New York Stock Exchange (NYSE). Sebab penduduk Papua sendiri ternyata hingga sekarang masih dililit kemiskinan dan hanya menyaksikan gemerlapan Freeport yang mengeruk kekayaan emas mereka untuk diboyong ke AS dan membuat negara penjajah Afghanistan dan Irak itu menjadi kaya raya.
Padahal sejak 1967, Freeport hanya memiliki hak izin pertambangan seluas 30 Km persegi. Namun sejak 1989, diperluas menjadi 25.000 Km persegi dengan hak penambangan eksklusif selama 30 tahun dan dapat diperpanjang. Hingga kini pemerintah Indonesia hanya mendapatkan pemasukan pajak dari Freeport sebesar Rp 30 miliar pertahun, sedangkan pembagian hasilnya hanya 1 persen dan sisanya milik Freeport. Sedangkan Freeport sendiri tidak ikut bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan hidup termasuk pembuangan jutaan ton tailing (limbah tambang emas) di berbagai sungai di Mimika, sebagai dampak dari proyek pertambangan emas, perak, tembaga bahkan ditengarai juga menghasilkan uranium tersebut. Namun hingga sekarang PT Freeport Indonesia belum mengakui kalau secara diam-diam juga menambang uranium dari Papua. (Abdul Halim)
Suara-Islam.Com
Rintihan Seorang Mayor TNI AL di Indonesia Timur
Kepada Suara Islam Online seusai pembukaan Jakarta Investasi Forum 2010 di Balai Kartini Jakarta (30/9), Kepala BKPM Propinsi Papua, Purnomo mengakui perjanjian kontrak karya yang dibuat pemerintah Indonesia dengan PT Freeport tahun 1991 lalu sebenarnya bukan perjanjian untuk memperpanjang masa kontrak karya selama 30 tahun sejak 1967 yang akan berakhir pada 1997 untuk mengeksplorasi emas di Gunung Ersberg, tetapi perjanjian kontrak karya baru untuk mengeksplorasi emas di Gunung Grasberg, dekat Ersberg.
“Pada tahun 1991 dibuat lagi perjanjian antara pemerintah Pusat dengan PT Freeport Indonesia. Tetapi sebetulnya itu bukan perjanjian untuk memperpanjang kontrak karya pertambangan emas di Gunung Ersbers yang akan segera berakhir, tetapi sesungguhnya perjanjian pertambangan baru untuk mengeksplorasi emas di Gunung Garsberg,” ungkapnya.
Mengenai bagi hasil untuk pemerintah Indonesia sangat kecil hanya 1 persen sedangkan yang 99 persen milik Freeport, Purnomo mengakui itu bukan kesalahan Freeport, sebab perjanjiannya memang demikian. Kalau bagian pemerintah ingin dinaikkan, ya harus merubah perjanjian terlebih dahulu.
Namun diakuinya, memang terjadi ketidakadilan oleh Freeport yang telah berubah menjadi perusahaan raksasa pertambangan emas terkaya sekaligus terbesar di dunia, dimana sahamnya diperjualbelikan di New York Stock Exchange (NYSE). Sebab penduduk Papua sendiri ternyata hingga sekarang masih dililit kemiskinan dan hanya menyaksikan gemerlapan Freeport yang mengeruk kekayaan emas mereka untuk diboyong ke AS dan membuat negara penjajah Afghanistan dan Irak itu menjadi kaya raya.
Padahal sejak 1967, Freeport hanya memiliki hak izin pertambangan seluas 30 Km persegi. Namun sejak 1989, diperluas menjadi 25.000 Km persegi dengan hak penambangan eksklusif selama 30 tahun dan dapat diperpanjang. Hingga kini pemerintah Indonesia hanya mendapatkan pemasukan pajak dari Freeport sebesar Rp 30 miliar pertahun, sedangkan pembagian hasilnya hanya 1 persen dan sisanya milik Freeport. Sedangkan Freeport sendiri tidak ikut bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan hidup termasuk pembuangan jutaan ton tailing (limbah tambang emas) di berbagai sungai di Mimika, sebagai dampak dari proyek pertambangan emas, perak, tembaga bahkan ditengarai juga menghasilkan uranium tersebut. Namun hingga sekarang PT Freeport Indonesia belum mengakui kalau secara diam-diam juga menambang uranium dari Papua. (Abdul Halim)
Suara-Islam.Com
Rintihan Seorang Mayor TNI AL di Indonesia Timur
Intelijen Komunis Cekoslowakia Ikut Bermain
Praha – Setelah 45 tahun baru terungkap dengan jelas, bahwa agen-agen rahasia Cekoslowakia iku terlibat langsung dalam peristiwa yang kita kenal dengan Gerakan 30 September 1965.
Agen-agen rahasia Cekoslowakia sejak akhir 50-an berusaha untuk melemahkan posisi Amerika. Kegiatan-kegiatan intelijen Cekoslowakia mengakibatkan destabilisasi keseluruhan dalam negara, yang akhirnya digunakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada September 1965 untuk merebut kekuasaan. Namun upaya kudeta ini dapat dihancurkan oleh tentara dengan cepat dan dalam beberapa bulan mendatang anggota PKI dibantai, diperkirakan sampai setengah juta orang.
Bekerjasama dengan T. Tedoun, warga di Praha, detikcom menyajikan rekonstruksi kejadian berdasarkan dokumen Arsip Nasional Ceko, yang pertama kali diterbitkan dan kesaksian pribadi para pelakunya.
“Ya, itu adalah nama rahasia saya,” Pavka tertawa di sebuah coffee shop di Bratislava (kini ibukota Slovakia, red).
Izidor Počiatek (78), “Saya sudah benar-benar lupa bagaimana hal itu terjadi. Ya, saya suka buku dari Ostrovsky yang berjudul Jak se kalila ocel (Bagaimana Melumerkan Baja), dan tokoh utama dalam buku itu bernama Pavka Korčagin.”
Lalu, pria yang sudah beruban ini menukar kacamatanya dan menyimak sebuah laporan yang ditulis pada 17/2/1965. Laporan itu dikirim ke markas intelijen di Praha dari residensi di Jakarta, yang secara resmi disebut Departemen Ke-1 Kementerian Luarnegeri Cekoslowakia (Ceko dan Slowakia saat itu masih satu negara, red).
Isi laporan itu menjelaskan salah satu langkah aktif yang diorganisir oleh intelijen Cekoslovakia terhadap kedubes AS, bahwa telah terjadi demonstrasi terhadap kedubes ASdi Jakarta pada 12 dan 15/2/1965, yang diarahkan untuk memprotes agresinya di Vietnam.
Kami hadir pada demonstrasi itu pada 15/2/1965 dan menurut pendapat kami adalah merupakan aksi yang dikendalikan oleh otoritas setempat, yang kelihatannya tidak memiliki kepentingan agar aksi tersebut meluas terlalu besar.
Untuk itulah kami mempersiapkan langkah aktiv bersandi Znervosnění, yang dicocokkan dengan situasi yang ada.
Pada hari berikutnya yakni 16/2/1965 agen Pavka menghubungi Galbraitha, Chargé d’ Affaires (Kuasa Usaha, red) pada kedubes AS melaui telepon umum dengan bahasa Indonesia. Ia mengatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang akan ada aksi terhadap kedubes AS, yang mirip dengan aksi di tahun 1963 terhadap kedubes Inggris.
Faktor Agen Pavka dan Seorang Pociatek
Setelah 45 tahun baru terungkap dengan jelas, bahwa agen-agen rahasia Cekoslowakia ikut terlibat langsung dalam G30S. Sebuah fakta baru, melengkapi kajian-kajian sebelumnya tentang peran intelijen Barat.
Atas pertanyaan Galbraitha, siapakah penelpon itu, Pavka menjawab bahwa dia tidak bisa memberikan identitas namanya, namun mengatakan agar telepon ini dianggap sebagai peringatan persahabatan, yang bertujuan mencegah aksi tersebut.
Agen-agen Cekoslowakia setempat saat itu menyelesaikan surat-surat anonim untuk para pegawai diplomatik AS dan untuk orang AS lainnya di Jakarta, di mana kami katakan bahwa turut bertanggungjawab atas kejahatan yang terjadi di Vietnam, dan kami katakan bahwa mereka bisa bernasib sama dengan Inggris di Indonesia tahun 1963.
Seperti diketahui, kedubes Inggris di Jakarta dibakar dan lambang negaranya dicopot demonstran pada 18/9/1963, hanya selang dua hari setelah Federasi Malaysia resmi didirikan.
Seperti diketahui, pada saat itu Soekarno telah mengirim ribuan sukarelawan ke perbatasan-perbatasan dengan Malaysia, antara lain Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Riau. Di antara mereka terdapat dokter, mahasiswa, pemuda, bahkan juga wartawan. Sementara satuan-satuan tentara yang juga mengklaim diri sebagai sukarelawan menyusup masuk ke wilayah Singapura dan Kalimantan Utara.
Yang dimaksud Pavka adalah 50 surat yang dibuat dengan mesin tik. Dalam menulis alamat digunakan huruf-huruf kapital dan alamat yang digunakan adalah alamat tempat tinggal.
Tahap akhir daripada langkah aktif tersebut adalah juga akan dikirimkan beberapa surat kepada pegawai Indonesia di kedubes AS, di mana akan disarankan agar mereka demi kepentingan keamanan pribadi bersiap untuk meninggalkan gedung dengan segera dan agar informasi ini disebarkan di antara kekuatan lokal lainnya. Naskah surat tersebut dipersiapkan oleh Pavka.
“Persis seperti yang tertulis di sini”, ujar Izidor Počiatek .
“Hanya saja saya mengatakan dengan persis kepada Galbraith bahwa aksi terhadap kedubes AS akan terjadi keesokan harinya. Mengenai surat anonim terhadap para diplomat saya sudah tidak tahu, namun itu wajar dalam bisnis ini. Setiap staf hanya tahu beberapa keping dari keseluruhan puzzle,” papar Počiatek.
Počiatek adalah Atase Informasi di Jakarta (1961-1968) dan merupakan Duta Besar (1990-1992) terakhir Cekoslowakia (sebelum pecah menjadi Ceko dan Slowakia, red) sekaligus satu-satunya saksi hidup aktivitas intelijen Cekoslowakia di Jakarta.
Berbeda dengan kebanyakan diplomat saat itu, Počiatek tidak pernah menjadi kader intelijen melainkan hanya merupakan kolaborator ideologis intelijen. Namun dia seorang staf yang sangat penting, karena merupakan satu-satunya di kedubes Cekoslowakia di Jakarta yang bisa berbahasa Indonesia.
Target Intelijen Cekoslowakia: Melumpuhkan Upaya Amerika
Tujuan utama dari dinas intelijen Cekoslowakia melakukan penetrasi di Indonesia, menurut dokumen dari akhir tahun 1962, adalah melumpuhkan upaya Amerika.
Untuk misi tersebut Cekoslowakia membentuk residen intelijen, yang mulai bekerja di Jakarta pada awal 1959. Kepala pertama intelijen Cekoslowakia di Jakarta adalah Václav Rabbit, dengan nama samaran Kares, yang bekerja secara resmi sebagai seorang diplomat dalam kapasitas sebagai Sekretaris Pertama.
Perwira intelijen luarbiasa di Indonesia yang lainnya adalah Eugene Vacek (Vinklář), yang pada akhir 80-an kemudian menjadi Wakil Menteri Luar Negeri. Setelah 1989, Vacek berpartisipasi dalam negosiasi mengenai penarikan pasukan Soviet dari Cekoslowakia dan sebagai imbalannya –untuk kedua kalinya dalam karir diplomatiknya– menjadi duta besar untuk Nigeria.
Selain melumpuhkan upaya Amerika, misi lainnya adalah ikut mengeliminir kekuatan reaksioner dalam negeri yang berusaha membalik perkembangan politik ke kanan, mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara netral dan memperkuat pasukan sayap kiri dan tren yang mengarah kepada kerjasama lebih erat dengan negara-negara sosialis.”
Terutama berkat aktivitas dari kolaborator intelijen Pavka, residen tidak lama kemudian memperoleh jaringan kontak rahasia dari kalangan wartawan lokal, pejabat dan juga politisi.
Sebagian besar dari mereka adalah merupakan simpatisan komunis dan dengan hadiah berupa sedikit uang dan material bersedia untuk memberikan informasi rahasia atau sebaliknya menjadi saluran di mana intelijen dapat memanipulasi pejabat setempat atau opini publik.
Meskipun demikian, berbagai kegiatan residen di Jakarta dari awal 60-an, berulang kali dinilai ‘sangat sedikit melakukan tindakan.’ Tindakan aktif yang diusulkan oleh markas di Praha terkadang cukup aneh, “Menurut informasi anda, Amerika pada tahun 1963 di Jakarta akan melakukan pameran besar di mana akan memberikan makanan dan minuman gratis. Jika kita berhasil merusak beberapa makanan yang dapat menyebabkan penyakit, dan memberitakan hal itu kepada masyarakat tentunya hal itu dapat merusak nama baik Amerika dan melemahkan efektivitas pameran.”
Krisis terbuka residen dan kedubes Cekoslowakia sempat terjadi pada akhir 1963, yakni setelah wakil maskapai penerbangan CSA (České Aerolinie) di Jakarta pindah ke Barat. Dia adalah pengikut ideologis dari intelijen. Karena hal itu, petugas kontrolnya yakni Alois Semelka (Suk) harus kembali ke Cekoslowakia.
Duta Besar baru Cekoslowakia untuk Jakarta, Emil Patek, adalah orang yang baru pertama kali keluar negeri dan seperti umumnya pejabat Cekoslowakia lainnya dari jalur diplomatis, hanya bisa berbahasa Rusia.
Hal kritis tersebut diselesaikan dengan ditariknya kembali intelijen berpengalaman Evzen Vacek dari pusat kembali ke residen di Jakarta.
Di bawah kepemimpinan Vacek, dilakukan langkah-langkah aktif dengan menggunakan kata sandi ‘Fitnah’. Kegiatannya antara lain memanfaatkan pernyataan-pernyataan para senator Amerika, yang selanjutnya diedit, sehingga isinya seolah menghina Sukarno dan rakyat Indonesia.
‘Berita Koran dan Palmer Agen CIA’
Melalui kontak rahasia di antara wartawan lokal dengan nama samaran Moslim, Letka dan Literat, residen melakukan kampanye di surat-surat kabar dan organisasi-organisasi massa (ormas).
“Artikel menjadi sinyal untuk kampanye luas bagi pers Indonesia dan radio, yang kemudian melebar kepada protes terhadap impor film Amerika dan kegiatan armada kapal ke-7 USA di wilayah Indonesia,” puji residen atas disinformasi yang disebarkan.
Bahkan berita yang disebarkan oleh intelijen Cekoslowakia itu digunakan sendiri oleh presiden Sukarno dalam pidato-pidatonya. Bahkan presiden Soekarno kemudian membatalkan rencana kunjungannya ke AS pada Mei 1964.
Enam bulan kemudian residen yang pada saat itu dikepalai oleh Vaclav Louda (Havlik) mengeluh bahwa kegiatan terhadap Amerika melemah. Para anggota intelijen di Jakarta maupun di pusat (Praha) yang di awal 1964 membentuk departemen disinformasi, berusaha untuk mencari tahu bagaimana caranya melemahkan posisi Amerika di Indonesia secara permanen.
Bidikan mereka diarahkan kembali kepada warga Amerika, Bill Palmer, yang pada saat itu resmi menjadi kepala American Moving Picture Association in Indonesia (AMPAI) di Jakarta, yang mewakili perfilman AS di Indonesia. Sudah sejak pertengahan 50-an dan 60-an intelijen Cekoslowakia menyimpulkan bahwa Bill Palmer adalah kepala cabang lokal CIA di Jakarta.
Oleh karena itu pada Maret 1960 intelijen Cekoslowakia melakukan survei di sekitar villa kediaman Palmer dan hasil dokumentasi fotografi yang dibuat dikirim ke Praha.
Sejak saat itu Palmer muncul secara teratur dalam daftar utama sasaran residen intelijen Cekoslowakia. Oleh para intelijen Cekoslowakia, Palmer dicirikan dengan ‘bertubuh gempal kecil, kepala berbentuk kentang, gundul, hidung mancung, memakai kacamata.’ Namun tidak diperoleh informasi signifikan mengenai pria setengah baya ini.
Pada awal 1964 markas intelijen di Praha memberikan minat baru terhadap Palmer dan menulis surat ke residen bahwa ada ‘seorang teman’ mengusulkan untuk menerapkan suatu ‘tindakan aktif’bersama untuk mendiskreditkan Palmer. Yang dimaksud ‘seorang teman’ adalah intelijen Soviet.
Usulan ini menghasilkan ‘tindakan aktif’ dengan nama sandi ‘Karno’. Esensinya adalah membongkar kegiatan CIA di Indonesia, antara lain bahwa Palmer dan Duta Besar AS Howard P. Jones pada tahun 1962 menginformasikan Belanda mengenai pergerakan kapal perang Indonesia, yang menyebabkan ditenggelamkannya kapal torpedo Indonesia dalam konflik pembebasan Irian Barat.
Artikel dengan isi berita tersebut oleh intelijen Cekoslowakia diterbitkan di majalah mingguan India Mainstream, milik seorang komunis India bernama Nikhil Chakravarty. Karena haluan politiknya itu India Mainstream sering digunakan oleh intelijen Cekoslowakia sebagai tempat disinformasi berita.
Kemudian Izidor Pociatek bersama ‘kontak rahasianya’ mengatur agar berita tersebut pada 27/2/1965 diterbitkan ulang di surat kabar Indonesia, ‘SH’. Dua hari kemudian, informasi dari artikel tersebut dipublikasikan pula oleh harian berpengaruh lainnya.
Artikel tersebut memiliki efek luarbiasa. Tepatnya pada 28/2/1965 terjadi demonstrasi besar-besaran di depan kediaman Duta Besar AS. Selanjutnya pada 16/3/1965 sekitar 1500 artis, pekerja perfilman dan pemuda merebut gedung AMPAI di Jakarta.
Pada bangunan tersebut terlihat karikatur anti-AS dengan slogan ‘Palmer Agen CIA’, dijelaskan oleh residen sebagai konsekuensi dari ‘tindakan aktif’ mereka.
Pers Indonesia mengomentari kejadian tersebut. Indonesian Herald edisi 17/3/1965 menurunkan artikel yang menuntut pebubaran AMPAI dan agar Palmer dideportasi dari Indonesia atau diadili, karena merupakan agen CIA.
Palmer tak menunggu lama. Pada akhir Maret dia diam-diam meninggalkan Indonesia. Koneksitasnya dengan CIA tidak pernah terbukti.
Agen Ceko Berperan dalam Pembuatan Dokumen Gilchrist
Terlibatnya agen-agen Cekoslowakia yang ikut bermain dalam peristiwa G30S tahun 1965 sesungguhnya bukan fakta baru. Sejumlah bukti sejarah telah mengindikasikan adanya campur tangan agen Ceko dalam pembuatan apa yang dikenal sebagai “Dokumen Gilchrist”.
Diambil dari nama Dubes Inggris untuk Indonesia saat itu, Andrew Gilchrist, dokumen yang beredar hampir bersamaan waktunya dengan isu Dewan Jendral tersebut ikut memicu terjadinya G30S. Dokumen itu menyebut adanya konsolidasi di Angkatan Darat (AD).
“Di dalam dokumen itu disebutkan ‘ada teman di kalangan tentara yang bersimpati dengan Inggris’. Dokumen ini bisa saja palsu. Namun, terlepas benar atau tidak, dokumen tersebut telah menimbulkan saling curiga. Ditambah lagi muncul isu dewan jenderal dan sakitnya Presiden Seokarno yang mempercepat terjadinya G30S,” kata ahli peneliti utama LIPI, Asvi Warman Adam, kepada detikcom, Rabu (29/9/2010).
Sejumlah pihak menganggap Dokumen Gilchrits dipalsukan oleh agen Ceko di bawah kendali Jenderal Agayant dari dinas intelijen Rusia atau Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB). Namun, bagi Asvi, belum jelas benar untuk siapakah para agen Ceko tersebut sebenarnya bekerja.
“Kalau dikatakan berperan, iya. Intelijen dari berbagai negara waktu itu banyak sekali. Tapi agen Ceko ini kepentingannya untuk siapa belum jelas. Apakah mewakili kepentingan Uni Soviet atau kepentingan Ceko sendiri?” katanya.
Masih terkait dengan ketelibatan intelijen asing dalam peristiwa cup d’etat 45 tahun yang lalu itu, Asvi mengajak para peneliti untuk tidak terpaku pada eropa timur. Sebab, agen negara-negara di Asia kemungkinan besar juga mempunyai andil dalam memanasnya eskalasi politik saat itu. Sebagai contoh Jepang.
“Justru yang penting diketahui bukan eropa timur, tapi Jepang. Selain Amerika, modal Jepang itu masuk ke Indonesia secara luar biasa setelah tahun 1965,” imbuh Doktor sejarah dari Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sosiales, Paris, ini.
Asvi mengungkapkan, sebelum menyerbu ke Indonesia tahun 1942, Jepang sudah menyebarkan intelijennya ke negeri ini. Para agen-agen bangsa kulit kuning itu mengunakan teknik penyamaran yang canggih, seperti membuka toko-toko kelontong.
“Nah, berdasarkan pengalaman itu, apakah Jepang bermain atau tidak dalam peristiwa G30S, itu lebih menarik untuk dikaji. Di Jepang sudah ada arsipnya, tapi belum dibuka,” tutup pria kelahiran Bukittinggi, 8 Oktober 1954, itu.
Agen-agen rahasia Cekoslowakia sejak akhir 50-an berusaha untuk melemahkan posisi Amerika. Kegiatan-kegiatan intelijen Cekoslowakia mengakibatkan destabilisasi keseluruhan dalam negara, yang akhirnya digunakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada September 1965 untuk merebut kekuasaan. Namun upaya kudeta ini dapat dihancurkan oleh tentara dengan cepat dan dalam beberapa bulan mendatang anggota PKI dibantai, diperkirakan sampai setengah juta orang.
Bekerjasama dengan T. Tedoun, warga di Praha, detikcom menyajikan rekonstruksi kejadian berdasarkan dokumen Arsip Nasional Ceko, yang pertama kali diterbitkan dan kesaksian pribadi para pelakunya.
“Ya, itu adalah nama rahasia saya,” Pavka tertawa di sebuah coffee shop di Bratislava (kini ibukota Slovakia, red).
Izidor Počiatek (78), “Saya sudah benar-benar lupa bagaimana hal itu terjadi. Ya, saya suka buku dari Ostrovsky yang berjudul Jak se kalila ocel (Bagaimana Melumerkan Baja), dan tokoh utama dalam buku itu bernama Pavka Korčagin.”
Lalu, pria yang sudah beruban ini menukar kacamatanya dan menyimak sebuah laporan yang ditulis pada 17/2/1965. Laporan itu dikirim ke markas intelijen di Praha dari residensi di Jakarta, yang secara resmi disebut Departemen Ke-1 Kementerian Luarnegeri Cekoslowakia (Ceko dan Slowakia saat itu masih satu negara, red).
Isi laporan itu menjelaskan salah satu langkah aktif yang diorganisir oleh intelijen Cekoslovakia terhadap kedubes AS, bahwa telah terjadi demonstrasi terhadap kedubes ASdi Jakarta pada 12 dan 15/2/1965, yang diarahkan untuk memprotes agresinya di Vietnam.
Kami hadir pada demonstrasi itu pada 15/2/1965 dan menurut pendapat kami adalah merupakan aksi yang dikendalikan oleh otoritas setempat, yang kelihatannya tidak memiliki kepentingan agar aksi tersebut meluas terlalu besar.
Untuk itulah kami mempersiapkan langkah aktiv bersandi Znervosnění, yang dicocokkan dengan situasi yang ada.
Pada hari berikutnya yakni 16/2/1965 agen Pavka menghubungi Galbraitha, Chargé d’ Affaires (Kuasa Usaha, red) pada kedubes AS melaui telepon umum dengan bahasa Indonesia. Ia mengatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang akan ada aksi terhadap kedubes AS, yang mirip dengan aksi di tahun 1963 terhadap kedubes Inggris.
Faktor Agen Pavka dan Seorang Pociatek
Setelah 45 tahun baru terungkap dengan jelas, bahwa agen-agen rahasia Cekoslowakia ikut terlibat langsung dalam G30S. Sebuah fakta baru, melengkapi kajian-kajian sebelumnya tentang peran intelijen Barat.
Atas pertanyaan Galbraitha, siapakah penelpon itu, Pavka menjawab bahwa dia tidak bisa memberikan identitas namanya, namun mengatakan agar telepon ini dianggap sebagai peringatan persahabatan, yang bertujuan mencegah aksi tersebut.
Agen-agen Cekoslowakia setempat saat itu menyelesaikan surat-surat anonim untuk para pegawai diplomatik AS dan untuk orang AS lainnya di Jakarta, di mana kami katakan bahwa turut bertanggungjawab atas kejahatan yang terjadi di Vietnam, dan kami katakan bahwa mereka bisa bernasib sama dengan Inggris di Indonesia tahun 1963.
Seperti diketahui, kedubes Inggris di Jakarta dibakar dan lambang negaranya dicopot demonstran pada 18/9/1963, hanya selang dua hari setelah Federasi Malaysia resmi didirikan.
Seperti diketahui, pada saat itu Soekarno telah mengirim ribuan sukarelawan ke perbatasan-perbatasan dengan Malaysia, antara lain Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Riau. Di antara mereka terdapat dokter, mahasiswa, pemuda, bahkan juga wartawan. Sementara satuan-satuan tentara yang juga mengklaim diri sebagai sukarelawan menyusup masuk ke wilayah Singapura dan Kalimantan Utara.
Yang dimaksud Pavka adalah 50 surat yang dibuat dengan mesin tik. Dalam menulis alamat digunakan huruf-huruf kapital dan alamat yang digunakan adalah alamat tempat tinggal.
Tahap akhir daripada langkah aktif tersebut adalah juga akan dikirimkan beberapa surat kepada pegawai Indonesia di kedubes AS, di mana akan disarankan agar mereka demi kepentingan keamanan pribadi bersiap untuk meninggalkan gedung dengan segera dan agar informasi ini disebarkan di antara kekuatan lokal lainnya. Naskah surat tersebut dipersiapkan oleh Pavka.
“Persis seperti yang tertulis di sini”, ujar Izidor Počiatek .
“Hanya saja saya mengatakan dengan persis kepada Galbraith bahwa aksi terhadap kedubes AS akan terjadi keesokan harinya. Mengenai surat anonim terhadap para diplomat saya sudah tidak tahu, namun itu wajar dalam bisnis ini. Setiap staf hanya tahu beberapa keping dari keseluruhan puzzle,” papar Počiatek.
Počiatek adalah Atase Informasi di Jakarta (1961-1968) dan merupakan Duta Besar (1990-1992) terakhir Cekoslowakia (sebelum pecah menjadi Ceko dan Slowakia, red) sekaligus satu-satunya saksi hidup aktivitas intelijen Cekoslowakia di Jakarta.
Berbeda dengan kebanyakan diplomat saat itu, Počiatek tidak pernah menjadi kader intelijen melainkan hanya merupakan kolaborator ideologis intelijen. Namun dia seorang staf yang sangat penting, karena merupakan satu-satunya di kedubes Cekoslowakia di Jakarta yang bisa berbahasa Indonesia.
Target Intelijen Cekoslowakia: Melumpuhkan Upaya Amerika
Tujuan utama dari dinas intelijen Cekoslowakia melakukan penetrasi di Indonesia, menurut dokumen dari akhir tahun 1962, adalah melumpuhkan upaya Amerika.
Untuk misi tersebut Cekoslowakia membentuk residen intelijen, yang mulai bekerja di Jakarta pada awal 1959. Kepala pertama intelijen Cekoslowakia di Jakarta adalah Václav Rabbit, dengan nama samaran Kares, yang bekerja secara resmi sebagai seorang diplomat dalam kapasitas sebagai Sekretaris Pertama.
Perwira intelijen luarbiasa di Indonesia yang lainnya adalah Eugene Vacek (Vinklář), yang pada akhir 80-an kemudian menjadi Wakil Menteri Luar Negeri. Setelah 1989, Vacek berpartisipasi dalam negosiasi mengenai penarikan pasukan Soviet dari Cekoslowakia dan sebagai imbalannya –untuk kedua kalinya dalam karir diplomatiknya– menjadi duta besar untuk Nigeria.
Selain melumpuhkan upaya Amerika, misi lainnya adalah ikut mengeliminir kekuatan reaksioner dalam negeri yang berusaha membalik perkembangan politik ke kanan, mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara netral dan memperkuat pasukan sayap kiri dan tren yang mengarah kepada kerjasama lebih erat dengan negara-negara sosialis.”
Terutama berkat aktivitas dari kolaborator intelijen Pavka, residen tidak lama kemudian memperoleh jaringan kontak rahasia dari kalangan wartawan lokal, pejabat dan juga politisi.
Sebagian besar dari mereka adalah merupakan simpatisan komunis dan dengan hadiah berupa sedikit uang dan material bersedia untuk memberikan informasi rahasia atau sebaliknya menjadi saluran di mana intelijen dapat memanipulasi pejabat setempat atau opini publik.
Meskipun demikian, berbagai kegiatan residen di Jakarta dari awal 60-an, berulang kali dinilai ‘sangat sedikit melakukan tindakan.’ Tindakan aktif yang diusulkan oleh markas di Praha terkadang cukup aneh, “Menurut informasi anda, Amerika pada tahun 1963 di Jakarta akan melakukan pameran besar di mana akan memberikan makanan dan minuman gratis. Jika kita berhasil merusak beberapa makanan yang dapat menyebabkan penyakit, dan memberitakan hal itu kepada masyarakat tentunya hal itu dapat merusak nama baik Amerika dan melemahkan efektivitas pameran.”
Krisis terbuka residen dan kedubes Cekoslowakia sempat terjadi pada akhir 1963, yakni setelah wakil maskapai penerbangan CSA (České Aerolinie) di Jakarta pindah ke Barat. Dia adalah pengikut ideologis dari intelijen. Karena hal itu, petugas kontrolnya yakni Alois Semelka (Suk) harus kembali ke Cekoslowakia.
Duta Besar baru Cekoslowakia untuk Jakarta, Emil Patek, adalah orang yang baru pertama kali keluar negeri dan seperti umumnya pejabat Cekoslowakia lainnya dari jalur diplomatis, hanya bisa berbahasa Rusia.
Hal kritis tersebut diselesaikan dengan ditariknya kembali intelijen berpengalaman Evzen Vacek dari pusat kembali ke residen di Jakarta.
Di bawah kepemimpinan Vacek, dilakukan langkah-langkah aktif dengan menggunakan kata sandi ‘Fitnah’. Kegiatannya antara lain memanfaatkan pernyataan-pernyataan para senator Amerika, yang selanjutnya diedit, sehingga isinya seolah menghina Sukarno dan rakyat Indonesia.
‘Berita Koran dan Palmer Agen CIA’
Melalui kontak rahasia di antara wartawan lokal dengan nama samaran Moslim, Letka dan Literat, residen melakukan kampanye di surat-surat kabar dan organisasi-organisasi massa (ormas).
“Artikel menjadi sinyal untuk kampanye luas bagi pers Indonesia dan radio, yang kemudian melebar kepada protes terhadap impor film Amerika dan kegiatan armada kapal ke-7 USA di wilayah Indonesia,” puji residen atas disinformasi yang disebarkan.
Bahkan berita yang disebarkan oleh intelijen Cekoslowakia itu digunakan sendiri oleh presiden Sukarno dalam pidato-pidatonya. Bahkan presiden Soekarno kemudian membatalkan rencana kunjungannya ke AS pada Mei 1964.
Enam bulan kemudian residen yang pada saat itu dikepalai oleh Vaclav Louda (Havlik) mengeluh bahwa kegiatan terhadap Amerika melemah. Para anggota intelijen di Jakarta maupun di pusat (Praha) yang di awal 1964 membentuk departemen disinformasi, berusaha untuk mencari tahu bagaimana caranya melemahkan posisi Amerika di Indonesia secara permanen.
Bidikan mereka diarahkan kembali kepada warga Amerika, Bill Palmer, yang pada saat itu resmi menjadi kepala American Moving Picture Association in Indonesia (AMPAI) di Jakarta, yang mewakili perfilman AS di Indonesia. Sudah sejak pertengahan 50-an dan 60-an intelijen Cekoslowakia menyimpulkan bahwa Bill Palmer adalah kepala cabang lokal CIA di Jakarta.
Oleh karena itu pada Maret 1960 intelijen Cekoslowakia melakukan survei di sekitar villa kediaman Palmer dan hasil dokumentasi fotografi yang dibuat dikirim ke Praha.
Sejak saat itu Palmer muncul secara teratur dalam daftar utama sasaran residen intelijen Cekoslowakia. Oleh para intelijen Cekoslowakia, Palmer dicirikan dengan ‘bertubuh gempal kecil, kepala berbentuk kentang, gundul, hidung mancung, memakai kacamata.’ Namun tidak diperoleh informasi signifikan mengenai pria setengah baya ini.
Pada awal 1964 markas intelijen di Praha memberikan minat baru terhadap Palmer dan menulis surat ke residen bahwa ada ‘seorang teman’ mengusulkan untuk menerapkan suatu ‘tindakan aktif’bersama untuk mendiskreditkan Palmer. Yang dimaksud ‘seorang teman’ adalah intelijen Soviet.
Usulan ini menghasilkan ‘tindakan aktif’ dengan nama sandi ‘Karno’. Esensinya adalah membongkar kegiatan CIA di Indonesia, antara lain bahwa Palmer dan Duta Besar AS Howard P. Jones pada tahun 1962 menginformasikan Belanda mengenai pergerakan kapal perang Indonesia, yang menyebabkan ditenggelamkannya kapal torpedo Indonesia dalam konflik pembebasan Irian Barat.
Artikel dengan isi berita tersebut oleh intelijen Cekoslowakia diterbitkan di majalah mingguan India Mainstream, milik seorang komunis India bernama Nikhil Chakravarty. Karena haluan politiknya itu India Mainstream sering digunakan oleh intelijen Cekoslowakia sebagai tempat disinformasi berita.
Kemudian Izidor Pociatek bersama ‘kontak rahasianya’ mengatur agar berita tersebut pada 27/2/1965 diterbitkan ulang di surat kabar Indonesia, ‘SH’. Dua hari kemudian, informasi dari artikel tersebut dipublikasikan pula oleh harian berpengaruh lainnya.
Artikel tersebut memiliki efek luarbiasa. Tepatnya pada 28/2/1965 terjadi demonstrasi besar-besaran di depan kediaman Duta Besar AS. Selanjutnya pada 16/3/1965 sekitar 1500 artis, pekerja perfilman dan pemuda merebut gedung AMPAI di Jakarta.
Pada bangunan tersebut terlihat karikatur anti-AS dengan slogan ‘Palmer Agen CIA’, dijelaskan oleh residen sebagai konsekuensi dari ‘tindakan aktif’ mereka.
Pers Indonesia mengomentari kejadian tersebut. Indonesian Herald edisi 17/3/1965 menurunkan artikel yang menuntut pebubaran AMPAI dan agar Palmer dideportasi dari Indonesia atau diadili, karena merupakan agen CIA.
Palmer tak menunggu lama. Pada akhir Maret dia diam-diam meninggalkan Indonesia. Koneksitasnya dengan CIA tidak pernah terbukti.
Agen Ceko Berperan dalam Pembuatan Dokumen Gilchrist
Terlibatnya agen-agen Cekoslowakia yang ikut bermain dalam peristiwa G30S tahun 1965 sesungguhnya bukan fakta baru. Sejumlah bukti sejarah telah mengindikasikan adanya campur tangan agen Ceko dalam pembuatan apa yang dikenal sebagai “Dokumen Gilchrist”.
Diambil dari nama Dubes Inggris untuk Indonesia saat itu, Andrew Gilchrist, dokumen yang beredar hampir bersamaan waktunya dengan isu Dewan Jendral tersebut ikut memicu terjadinya G30S. Dokumen itu menyebut adanya konsolidasi di Angkatan Darat (AD).
“Di dalam dokumen itu disebutkan ‘ada teman di kalangan tentara yang bersimpati dengan Inggris’. Dokumen ini bisa saja palsu. Namun, terlepas benar atau tidak, dokumen tersebut telah menimbulkan saling curiga. Ditambah lagi muncul isu dewan jenderal dan sakitnya Presiden Seokarno yang mempercepat terjadinya G30S,” kata ahli peneliti utama LIPI, Asvi Warman Adam, kepada detikcom, Rabu (29/9/2010).
Sejumlah pihak menganggap Dokumen Gilchrits dipalsukan oleh agen Ceko di bawah kendali Jenderal Agayant dari dinas intelijen Rusia atau Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB). Namun, bagi Asvi, belum jelas benar untuk siapakah para agen Ceko tersebut sebenarnya bekerja.
“Kalau dikatakan berperan, iya. Intelijen dari berbagai negara waktu itu banyak sekali. Tapi agen Ceko ini kepentingannya untuk siapa belum jelas. Apakah mewakili kepentingan Uni Soviet atau kepentingan Ceko sendiri?” katanya.
Masih terkait dengan ketelibatan intelijen asing dalam peristiwa cup d’etat 45 tahun yang lalu itu, Asvi mengajak para peneliti untuk tidak terpaku pada eropa timur. Sebab, agen negara-negara di Asia kemungkinan besar juga mempunyai andil dalam memanasnya eskalasi politik saat itu. Sebagai contoh Jepang.
“Justru yang penting diketahui bukan eropa timur, tapi Jepang. Selain Amerika, modal Jepang itu masuk ke Indonesia secara luar biasa setelah tahun 1965,” imbuh Doktor sejarah dari Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sosiales, Paris, ini.
Asvi mengungkapkan, sebelum menyerbu ke Indonesia tahun 1942, Jepang sudah menyebarkan intelijennya ke negeri ini. Para agen-agen bangsa kulit kuning itu mengunakan teknik penyamaran yang canggih, seperti membuka toko-toko kelontong.
“Nah, berdasarkan pengalaman itu, apakah Jepang bermain atau tidak dalam peristiwa G30S, itu lebih menarik untuk dikaji. Di Jepang sudah ada arsipnya, tapi belum dibuka,” tutup pria kelahiran Bukittinggi, 8 Oktober 1954, itu.
Intelijen Komunis Cekoslowakia Ikut Bermain
Praha – Setelah 45 tahun baru terungkap dengan jelas, bahwa agen-agen rahasia Cekoslowakia iku terlibat langsung dalam peristiwa yang kita kenal dengan Gerakan 30 September 1965.
Agen-agen rahasia Cekoslowakia sejak akhir 50-an berusaha untuk melemahkan posisi Amerika. Kegiatan-kegiatan intelijen Cekoslowakia mengakibatkan destabilisasi keseluruhan dalam negara, yang akhirnya digunakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada September 1965 untuk merebut kekuasaan. Namun upaya kudeta ini dapat dihancurkan oleh tentara dengan cepat dan dalam beberapa bulan mendatang anggota PKI dibantai, diperkirakan sampai setengah juta orang.
Bekerjasama dengan T. Tedoun, warga di Praha, detikcom menyajikan rekonstruksi kejadian berdasarkan dokumen Arsip Nasional Ceko, yang pertama kali diterbitkan dan kesaksian pribadi para pelakunya.
“Ya, itu adalah nama rahasia saya,” Pavka tertawa di sebuah coffee shop di Bratislava (kini ibukota Slovakia, red).
Izidor Počiatek (78), “Saya sudah benar-benar lupa bagaimana hal itu terjadi. Ya, saya suka buku dari Ostrovsky yang berjudul Jak se kalila ocel (Bagaimana Melumerkan Baja), dan tokoh utama dalam buku itu bernama Pavka Korčagin.”
Lalu, pria yang sudah beruban ini menukar kacamatanya dan menyimak sebuah laporan yang ditulis pada 17/2/1965. Laporan itu dikirim ke markas intelijen di Praha dari residensi di Jakarta, yang secara resmi disebut Departemen Ke-1 Kementerian Luarnegeri Cekoslowakia (Ceko dan Slowakia saat itu masih satu negara, red).
Isi laporan itu menjelaskan salah satu langkah aktif yang diorganisir oleh intelijen Cekoslovakia terhadap kedubes AS, bahwa telah terjadi demonstrasi terhadap kedubes ASdi Jakarta pada 12 dan 15/2/1965, yang diarahkan untuk memprotes agresinya di Vietnam.
Kami hadir pada demonstrasi itu pada 15/2/1965 dan menurut pendapat kami adalah merupakan aksi yang dikendalikan oleh otoritas setempat, yang kelihatannya tidak memiliki kepentingan agar aksi tersebut meluas terlalu besar.
Untuk itulah kami mempersiapkan langkah aktiv bersandi Znervosnění, yang dicocokkan dengan situasi yang ada.
Pada hari berikutnya yakni 16/2/1965 agen Pavka menghubungi Galbraitha, Chargé d’ Affaires (Kuasa Usaha, red) pada kedubes AS melaui telepon umum dengan bahasa Indonesia. Ia mengatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang akan ada aksi terhadap kedubes AS, yang mirip dengan aksi di tahun 1963 terhadap kedubes Inggris.
Faktor Agen Pavka dan Seorang Pociatek
Setelah 45 tahun baru terungkap dengan jelas, bahwa agen-agen rahasia Cekoslowakia ikut terlibat langsung dalam G30S. Sebuah fakta baru, melengkapi kajian-kajian sebelumnya tentang peran intelijen Barat.
Atas pertanyaan Galbraitha, siapakah penelpon itu, Pavka menjawab bahwa dia tidak bisa memberikan identitas namanya, namun mengatakan agar telepon ini dianggap sebagai peringatan persahabatan, yang bertujuan mencegah aksi tersebut.
Agen-agen Cekoslowakia setempat saat itu menyelesaikan surat-surat anonim untuk para pegawai diplomatik AS dan untuk orang AS lainnya di Jakarta, di mana kami katakan bahwa turut bertanggungjawab atas kejahatan yang terjadi di Vietnam, dan kami katakan bahwa mereka bisa bernasib sama dengan Inggris di Indonesia tahun 1963.
Seperti diketahui, kedubes Inggris di Jakarta dibakar dan lambang negaranya dicopot demonstran pada 18/9/1963, hanya selang dua hari setelah Federasi Malaysia resmi didirikan.
Seperti diketahui, pada saat itu Soekarno telah mengirim ribuan sukarelawan ke perbatasan-perbatasan dengan Malaysia, antara lain Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Riau. Di antara mereka terdapat dokter, mahasiswa, pemuda, bahkan juga wartawan. Sementara satuan-satuan tentara yang juga mengklaim diri sebagai sukarelawan menyusup masuk ke wilayah Singapura dan Kalimantan Utara.
Yang dimaksud Pavka adalah 50 surat yang dibuat dengan mesin tik. Dalam menulis alamat digunakan huruf-huruf kapital dan alamat yang digunakan adalah alamat tempat tinggal.
Tahap akhir daripada langkah aktif tersebut adalah juga akan dikirimkan beberapa surat kepada pegawai Indonesia di kedubes AS, di mana akan disarankan agar mereka demi kepentingan keamanan pribadi bersiap untuk meninggalkan gedung dengan segera dan agar informasi ini disebarkan di antara kekuatan lokal lainnya. Naskah surat tersebut dipersiapkan oleh Pavka.
“Persis seperti yang tertulis di sini”, ujar Izidor Počiatek .
“Hanya saja saya mengatakan dengan persis kepada Galbraith bahwa aksi terhadap kedubes AS akan terjadi keesokan harinya. Mengenai surat anonim terhadap para diplomat saya sudah tidak tahu, namun itu wajar dalam bisnis ini. Setiap staf hanya tahu beberapa keping dari keseluruhan puzzle,” papar Počiatek.
Počiatek adalah Atase Informasi di Jakarta (1961-1968) dan merupakan Duta Besar (1990-1992) terakhir Cekoslowakia (sebelum pecah menjadi Ceko dan Slowakia, red) sekaligus satu-satunya saksi hidup aktivitas intelijen Cekoslowakia di Jakarta.
Berbeda dengan kebanyakan diplomat saat itu, Počiatek tidak pernah menjadi kader intelijen melainkan hanya merupakan kolaborator ideologis intelijen. Namun dia seorang staf yang sangat penting, karena merupakan satu-satunya di kedubes Cekoslowakia di Jakarta yang bisa berbahasa Indonesia.
Target Intelijen Cekoslowakia: Melumpuhkan Upaya Amerika
Tujuan utama dari dinas intelijen Cekoslowakia melakukan penetrasi di Indonesia, menurut dokumen dari akhir tahun 1962, adalah melumpuhkan upaya Amerika.
Untuk misi tersebut Cekoslowakia membentuk residen intelijen, yang mulai bekerja di Jakarta pada awal 1959. Kepala pertama intelijen Cekoslowakia di Jakarta adalah Václav Rabbit, dengan nama samaran Kares, yang bekerja secara resmi sebagai seorang diplomat dalam kapasitas sebagai Sekretaris Pertama.
Perwira intelijen luarbiasa di Indonesia yang lainnya adalah Eugene Vacek (Vinklář), yang pada akhir 80-an kemudian menjadi Wakil Menteri Luar Negeri. Setelah 1989, Vacek berpartisipasi dalam negosiasi mengenai penarikan pasukan Soviet dari Cekoslowakia dan sebagai imbalannya –untuk kedua kalinya dalam karir diplomatiknya– menjadi duta besar untuk Nigeria.
Selain melumpuhkan upaya Amerika, misi lainnya adalah ikut mengeliminir kekuatan reaksioner dalam negeri yang berusaha membalik perkembangan politik ke kanan, mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara netral dan memperkuat pasukan sayap kiri dan tren yang mengarah kepada kerjasama lebih erat dengan negara-negara sosialis.”
Terutama berkat aktivitas dari kolaborator intelijen Pavka, residen tidak lama kemudian memperoleh jaringan kontak rahasia dari kalangan wartawan lokal, pejabat dan juga politisi.
Sebagian besar dari mereka adalah merupakan simpatisan komunis dan dengan hadiah berupa sedikit uang dan material bersedia untuk memberikan informasi rahasia atau sebaliknya menjadi saluran di mana intelijen dapat memanipulasi pejabat setempat atau opini publik.
Meskipun demikian, berbagai kegiatan residen di Jakarta dari awal 60-an, berulang kali dinilai ‘sangat sedikit melakukan tindakan.’ Tindakan aktif yang diusulkan oleh markas di Praha terkadang cukup aneh, “Menurut informasi anda, Amerika pada tahun 1963 di Jakarta akan melakukan pameran besar di mana akan memberikan makanan dan minuman gratis. Jika kita berhasil merusak beberapa makanan yang dapat menyebabkan penyakit, dan memberitakan hal itu kepada masyarakat tentunya hal itu dapat merusak nama baik Amerika dan melemahkan efektivitas pameran.”
Krisis terbuka residen dan kedubes Cekoslowakia sempat terjadi pada akhir 1963, yakni setelah wakil maskapai penerbangan CSA (České Aerolinie) di Jakarta pindah ke Barat. Dia adalah pengikut ideologis dari intelijen. Karena hal itu, petugas kontrolnya yakni Alois Semelka (Suk) harus kembali ke Cekoslowakia.
Duta Besar baru Cekoslowakia untuk Jakarta, Emil Patek, adalah orang yang baru pertama kali keluar negeri dan seperti umumnya pejabat Cekoslowakia lainnya dari jalur diplomatis, hanya bisa berbahasa Rusia.
Hal kritis tersebut diselesaikan dengan ditariknya kembali intelijen berpengalaman Evzen Vacek dari pusat kembali ke residen di Jakarta.
Di bawah kepemimpinan Vacek, dilakukan langkah-langkah aktif dengan menggunakan kata sandi ‘Fitnah’. Kegiatannya antara lain memanfaatkan pernyataan-pernyataan para senator Amerika, yang selanjutnya diedit, sehingga isinya seolah menghina Sukarno dan rakyat Indonesia.
‘Berita Koran dan Palmer Agen CIA’
Melalui kontak rahasia di antara wartawan lokal dengan nama samaran Moslim, Letka dan Literat, residen melakukan kampanye di surat-surat kabar dan organisasi-organisasi massa (ormas).
“Artikel menjadi sinyal untuk kampanye luas bagi pers Indonesia dan radio, yang kemudian melebar kepada protes terhadap impor film Amerika dan kegiatan armada kapal ke-7 USA di wilayah Indonesia,” puji residen atas disinformasi yang disebarkan.
Bahkan berita yang disebarkan oleh intelijen Cekoslowakia itu digunakan sendiri oleh presiden Sukarno dalam pidato-pidatonya. Bahkan presiden Soekarno kemudian membatalkan rencana kunjungannya ke AS pada Mei 1964.
Enam bulan kemudian residen yang pada saat itu dikepalai oleh Vaclav Louda (Havlik) mengeluh bahwa kegiatan terhadap Amerika melemah. Para anggota intelijen di Jakarta maupun di pusat (Praha) yang di awal 1964 membentuk departemen disinformasi, berusaha untuk mencari tahu bagaimana caranya melemahkan posisi Amerika di Indonesia secara permanen.
Bidikan mereka diarahkan kembali kepada warga Amerika, Bill Palmer, yang pada saat itu resmi menjadi kepala American Moving Picture Association in Indonesia (AMPAI) di Jakarta, yang mewakili perfilman AS di Indonesia. Sudah sejak pertengahan 50-an dan 60-an intelijen Cekoslowakia menyimpulkan bahwa Bill Palmer adalah kepala cabang lokal CIA di Jakarta.
Oleh karena itu pada Maret 1960 intelijen Cekoslowakia melakukan survei di sekitar villa kediaman Palmer dan hasil dokumentasi fotografi yang dibuat dikirim ke Praha.
Sejak saat itu Palmer muncul secara teratur dalam daftar utama sasaran residen intelijen Cekoslowakia. Oleh para intelijen Cekoslowakia, Palmer dicirikan dengan ‘bertubuh gempal kecil, kepala berbentuk kentang, gundul, hidung mancung, memakai kacamata.’ Namun tidak diperoleh informasi signifikan mengenai pria setengah baya ini.
Pada awal 1964 markas intelijen di Praha memberikan minat baru terhadap Palmer dan menulis surat ke residen bahwa ada ‘seorang teman’ mengusulkan untuk menerapkan suatu ‘tindakan aktif’bersama untuk mendiskreditkan Palmer. Yang dimaksud ‘seorang teman’ adalah intelijen Soviet.
Usulan ini menghasilkan ‘tindakan aktif’ dengan nama sandi ‘Karno’. Esensinya adalah membongkar kegiatan CIA di Indonesia, antara lain bahwa Palmer dan Duta Besar AS Howard P. Jones pada tahun 1962 menginformasikan Belanda mengenai pergerakan kapal perang Indonesia, yang menyebabkan ditenggelamkannya kapal torpedo Indonesia dalam konflik pembebasan Irian Barat.
Artikel dengan isi berita tersebut oleh intelijen Cekoslowakia diterbitkan di majalah mingguan India Mainstream, milik seorang komunis India bernama Nikhil Chakravarty. Karena haluan politiknya itu India Mainstream sering digunakan oleh intelijen Cekoslowakia sebagai tempat disinformasi berita.
Kemudian Izidor Pociatek bersama ‘kontak rahasianya’ mengatur agar berita tersebut pada 27/2/1965 diterbitkan ulang di surat kabar Indonesia, ‘SH’. Dua hari kemudian, informasi dari artikel tersebut dipublikasikan pula oleh harian berpengaruh lainnya.
Artikel tersebut memiliki efek luarbiasa. Tepatnya pada 28/2/1965 terjadi demonstrasi besar-besaran di depan kediaman Duta Besar AS. Selanjutnya pada 16/3/1965 sekitar 1500 artis, pekerja perfilman dan pemuda merebut gedung AMPAI di Jakarta.
Pada bangunan tersebut terlihat karikatur anti-AS dengan slogan ‘Palmer Agen CIA’, dijelaskan oleh residen sebagai konsekuensi dari ‘tindakan aktif’ mereka.
Pers Indonesia mengomentari kejadian tersebut. Indonesian Herald edisi 17/3/1965 menurunkan artikel yang menuntut pebubaran AMPAI dan agar Palmer dideportasi dari Indonesia atau diadili, karena merupakan agen CIA.
Palmer tak menunggu lama. Pada akhir Maret dia diam-diam meninggalkan Indonesia. Koneksitasnya dengan CIA tidak pernah terbukti.
Agen Ceko Berperan dalam Pembuatan Dokumen Gilchrist
Terlibatnya agen-agen Cekoslowakia yang ikut bermain dalam peristiwa G30S tahun 1965 sesungguhnya bukan fakta baru. Sejumlah bukti sejarah telah mengindikasikan adanya campur tangan agen Ceko dalam pembuatan apa yang dikenal sebagai “Dokumen Gilchrist”.
Diambil dari nama Dubes Inggris untuk Indonesia saat itu, Andrew Gilchrist, dokumen yang beredar hampir bersamaan waktunya dengan isu Dewan Jendral tersebut ikut memicu terjadinya G30S. Dokumen itu menyebut adanya konsolidasi di Angkatan Darat (AD).
“Di dalam dokumen itu disebutkan ‘ada teman di kalangan tentara yang bersimpati dengan Inggris’. Dokumen ini bisa saja palsu. Namun, terlepas benar atau tidak, dokumen tersebut telah menimbulkan saling curiga. Ditambah lagi muncul isu dewan jenderal dan sakitnya Presiden Seokarno yang mempercepat terjadinya G30S,” kata ahli peneliti utama LIPI, Asvi Warman Adam, kepada detikcom, Rabu (29/9/2010).
Sejumlah pihak menganggap Dokumen Gilchrits dipalsukan oleh agen Ceko di bawah kendali Jenderal Agayant dari dinas intelijen Rusia atau Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB). Namun, bagi Asvi, belum jelas benar untuk siapakah para agen Ceko tersebut sebenarnya bekerja.
“Kalau dikatakan berperan, iya. Intelijen dari berbagai negara waktu itu banyak sekali. Tapi agen Ceko ini kepentingannya untuk siapa belum jelas. Apakah mewakili kepentingan Uni Soviet atau kepentingan Ceko sendiri?” katanya.
Masih terkait dengan ketelibatan intelijen asing dalam peristiwa cup d’etat 45 tahun yang lalu itu, Asvi mengajak para peneliti untuk tidak terpaku pada eropa timur. Sebab, agen negara-negara di Asia kemungkinan besar juga mempunyai andil dalam memanasnya eskalasi politik saat itu. Sebagai contoh Jepang.
“Justru yang penting diketahui bukan eropa timur, tapi Jepang. Selain Amerika, modal Jepang itu masuk ke Indonesia secara luar biasa setelah tahun 1965,” imbuh Doktor sejarah dari Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sosiales, Paris, ini.
Asvi mengungkapkan, sebelum menyerbu ke Indonesia tahun 1942, Jepang sudah menyebarkan intelijennya ke negeri ini. Para agen-agen bangsa kulit kuning itu mengunakan teknik penyamaran yang canggih, seperti membuka toko-toko kelontong.
“Nah, berdasarkan pengalaman itu, apakah Jepang bermain atau tidak dalam peristiwa G30S, itu lebih menarik untuk dikaji. Di Jepang sudah ada arsipnya, tapi belum dibuka,” tutup pria kelahiran Bukittinggi, 8 Oktober 1954, itu.
Agen-agen rahasia Cekoslowakia sejak akhir 50-an berusaha untuk melemahkan posisi Amerika. Kegiatan-kegiatan intelijen Cekoslowakia mengakibatkan destabilisasi keseluruhan dalam negara, yang akhirnya digunakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada September 1965 untuk merebut kekuasaan. Namun upaya kudeta ini dapat dihancurkan oleh tentara dengan cepat dan dalam beberapa bulan mendatang anggota PKI dibantai, diperkirakan sampai setengah juta orang.
Bekerjasama dengan T. Tedoun, warga di Praha, detikcom menyajikan rekonstruksi kejadian berdasarkan dokumen Arsip Nasional Ceko, yang pertama kali diterbitkan dan kesaksian pribadi para pelakunya.
“Ya, itu adalah nama rahasia saya,” Pavka tertawa di sebuah coffee shop di Bratislava (kini ibukota Slovakia, red).
Izidor Počiatek (78), “Saya sudah benar-benar lupa bagaimana hal itu terjadi. Ya, saya suka buku dari Ostrovsky yang berjudul Jak se kalila ocel (Bagaimana Melumerkan Baja), dan tokoh utama dalam buku itu bernama Pavka Korčagin.”
Lalu, pria yang sudah beruban ini menukar kacamatanya dan menyimak sebuah laporan yang ditulis pada 17/2/1965. Laporan itu dikirim ke markas intelijen di Praha dari residensi di Jakarta, yang secara resmi disebut Departemen Ke-1 Kementerian Luarnegeri Cekoslowakia (Ceko dan Slowakia saat itu masih satu negara, red).
Isi laporan itu menjelaskan salah satu langkah aktif yang diorganisir oleh intelijen Cekoslovakia terhadap kedubes AS, bahwa telah terjadi demonstrasi terhadap kedubes ASdi Jakarta pada 12 dan 15/2/1965, yang diarahkan untuk memprotes agresinya di Vietnam.
Kami hadir pada demonstrasi itu pada 15/2/1965 dan menurut pendapat kami adalah merupakan aksi yang dikendalikan oleh otoritas setempat, yang kelihatannya tidak memiliki kepentingan agar aksi tersebut meluas terlalu besar.
Untuk itulah kami mempersiapkan langkah aktiv bersandi Znervosnění, yang dicocokkan dengan situasi yang ada.
Pada hari berikutnya yakni 16/2/1965 agen Pavka menghubungi Galbraitha, Chargé d’ Affaires (Kuasa Usaha, red) pada kedubes AS melaui telepon umum dengan bahasa Indonesia. Ia mengatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang akan ada aksi terhadap kedubes AS, yang mirip dengan aksi di tahun 1963 terhadap kedubes Inggris.
Faktor Agen Pavka dan Seorang Pociatek
Setelah 45 tahun baru terungkap dengan jelas, bahwa agen-agen rahasia Cekoslowakia ikut terlibat langsung dalam G30S. Sebuah fakta baru, melengkapi kajian-kajian sebelumnya tentang peran intelijen Barat.
Atas pertanyaan Galbraitha, siapakah penelpon itu, Pavka menjawab bahwa dia tidak bisa memberikan identitas namanya, namun mengatakan agar telepon ini dianggap sebagai peringatan persahabatan, yang bertujuan mencegah aksi tersebut.
Agen-agen Cekoslowakia setempat saat itu menyelesaikan surat-surat anonim untuk para pegawai diplomatik AS dan untuk orang AS lainnya di Jakarta, di mana kami katakan bahwa turut bertanggungjawab atas kejahatan yang terjadi di Vietnam, dan kami katakan bahwa mereka bisa bernasib sama dengan Inggris di Indonesia tahun 1963.
Seperti diketahui, kedubes Inggris di Jakarta dibakar dan lambang negaranya dicopot demonstran pada 18/9/1963, hanya selang dua hari setelah Federasi Malaysia resmi didirikan.
Seperti diketahui, pada saat itu Soekarno telah mengirim ribuan sukarelawan ke perbatasan-perbatasan dengan Malaysia, antara lain Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Riau. Di antara mereka terdapat dokter, mahasiswa, pemuda, bahkan juga wartawan. Sementara satuan-satuan tentara yang juga mengklaim diri sebagai sukarelawan menyusup masuk ke wilayah Singapura dan Kalimantan Utara.
Yang dimaksud Pavka adalah 50 surat yang dibuat dengan mesin tik. Dalam menulis alamat digunakan huruf-huruf kapital dan alamat yang digunakan adalah alamat tempat tinggal.
Tahap akhir daripada langkah aktif tersebut adalah juga akan dikirimkan beberapa surat kepada pegawai Indonesia di kedubes AS, di mana akan disarankan agar mereka demi kepentingan keamanan pribadi bersiap untuk meninggalkan gedung dengan segera dan agar informasi ini disebarkan di antara kekuatan lokal lainnya. Naskah surat tersebut dipersiapkan oleh Pavka.
“Persis seperti yang tertulis di sini”, ujar Izidor Počiatek .
“Hanya saja saya mengatakan dengan persis kepada Galbraith bahwa aksi terhadap kedubes AS akan terjadi keesokan harinya. Mengenai surat anonim terhadap para diplomat saya sudah tidak tahu, namun itu wajar dalam bisnis ini. Setiap staf hanya tahu beberapa keping dari keseluruhan puzzle,” papar Počiatek.
Počiatek adalah Atase Informasi di Jakarta (1961-1968) dan merupakan Duta Besar (1990-1992) terakhir Cekoslowakia (sebelum pecah menjadi Ceko dan Slowakia, red) sekaligus satu-satunya saksi hidup aktivitas intelijen Cekoslowakia di Jakarta.
Berbeda dengan kebanyakan diplomat saat itu, Počiatek tidak pernah menjadi kader intelijen melainkan hanya merupakan kolaborator ideologis intelijen. Namun dia seorang staf yang sangat penting, karena merupakan satu-satunya di kedubes Cekoslowakia di Jakarta yang bisa berbahasa Indonesia.
Target Intelijen Cekoslowakia: Melumpuhkan Upaya Amerika
Tujuan utama dari dinas intelijen Cekoslowakia melakukan penetrasi di Indonesia, menurut dokumen dari akhir tahun 1962, adalah melumpuhkan upaya Amerika.
Untuk misi tersebut Cekoslowakia membentuk residen intelijen, yang mulai bekerja di Jakarta pada awal 1959. Kepala pertama intelijen Cekoslowakia di Jakarta adalah Václav Rabbit, dengan nama samaran Kares, yang bekerja secara resmi sebagai seorang diplomat dalam kapasitas sebagai Sekretaris Pertama.
Perwira intelijen luarbiasa di Indonesia yang lainnya adalah Eugene Vacek (Vinklář), yang pada akhir 80-an kemudian menjadi Wakil Menteri Luar Negeri. Setelah 1989, Vacek berpartisipasi dalam negosiasi mengenai penarikan pasukan Soviet dari Cekoslowakia dan sebagai imbalannya –untuk kedua kalinya dalam karir diplomatiknya– menjadi duta besar untuk Nigeria.
Selain melumpuhkan upaya Amerika, misi lainnya adalah ikut mengeliminir kekuatan reaksioner dalam negeri yang berusaha membalik perkembangan politik ke kanan, mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara netral dan memperkuat pasukan sayap kiri dan tren yang mengarah kepada kerjasama lebih erat dengan negara-negara sosialis.”
Terutama berkat aktivitas dari kolaborator intelijen Pavka, residen tidak lama kemudian memperoleh jaringan kontak rahasia dari kalangan wartawan lokal, pejabat dan juga politisi.
Sebagian besar dari mereka adalah merupakan simpatisan komunis dan dengan hadiah berupa sedikit uang dan material bersedia untuk memberikan informasi rahasia atau sebaliknya menjadi saluran di mana intelijen dapat memanipulasi pejabat setempat atau opini publik.
Meskipun demikian, berbagai kegiatan residen di Jakarta dari awal 60-an, berulang kali dinilai ‘sangat sedikit melakukan tindakan.’ Tindakan aktif yang diusulkan oleh markas di Praha terkadang cukup aneh, “Menurut informasi anda, Amerika pada tahun 1963 di Jakarta akan melakukan pameran besar di mana akan memberikan makanan dan minuman gratis. Jika kita berhasil merusak beberapa makanan yang dapat menyebabkan penyakit, dan memberitakan hal itu kepada masyarakat tentunya hal itu dapat merusak nama baik Amerika dan melemahkan efektivitas pameran.”
Krisis terbuka residen dan kedubes Cekoslowakia sempat terjadi pada akhir 1963, yakni setelah wakil maskapai penerbangan CSA (České Aerolinie) di Jakarta pindah ke Barat. Dia adalah pengikut ideologis dari intelijen. Karena hal itu, petugas kontrolnya yakni Alois Semelka (Suk) harus kembali ke Cekoslowakia.
Duta Besar baru Cekoslowakia untuk Jakarta, Emil Patek, adalah orang yang baru pertama kali keluar negeri dan seperti umumnya pejabat Cekoslowakia lainnya dari jalur diplomatis, hanya bisa berbahasa Rusia.
Hal kritis tersebut diselesaikan dengan ditariknya kembali intelijen berpengalaman Evzen Vacek dari pusat kembali ke residen di Jakarta.
Di bawah kepemimpinan Vacek, dilakukan langkah-langkah aktif dengan menggunakan kata sandi ‘Fitnah’. Kegiatannya antara lain memanfaatkan pernyataan-pernyataan para senator Amerika, yang selanjutnya diedit, sehingga isinya seolah menghina Sukarno dan rakyat Indonesia.
‘Berita Koran dan Palmer Agen CIA’
Melalui kontak rahasia di antara wartawan lokal dengan nama samaran Moslim, Letka dan Literat, residen melakukan kampanye di surat-surat kabar dan organisasi-organisasi massa (ormas).
“Artikel menjadi sinyal untuk kampanye luas bagi pers Indonesia dan radio, yang kemudian melebar kepada protes terhadap impor film Amerika dan kegiatan armada kapal ke-7 USA di wilayah Indonesia,” puji residen atas disinformasi yang disebarkan.
Bahkan berita yang disebarkan oleh intelijen Cekoslowakia itu digunakan sendiri oleh presiden Sukarno dalam pidato-pidatonya. Bahkan presiden Soekarno kemudian membatalkan rencana kunjungannya ke AS pada Mei 1964.
Enam bulan kemudian residen yang pada saat itu dikepalai oleh Vaclav Louda (Havlik) mengeluh bahwa kegiatan terhadap Amerika melemah. Para anggota intelijen di Jakarta maupun di pusat (Praha) yang di awal 1964 membentuk departemen disinformasi, berusaha untuk mencari tahu bagaimana caranya melemahkan posisi Amerika di Indonesia secara permanen.
Bidikan mereka diarahkan kembali kepada warga Amerika, Bill Palmer, yang pada saat itu resmi menjadi kepala American Moving Picture Association in Indonesia (AMPAI) di Jakarta, yang mewakili perfilman AS di Indonesia. Sudah sejak pertengahan 50-an dan 60-an intelijen Cekoslowakia menyimpulkan bahwa Bill Palmer adalah kepala cabang lokal CIA di Jakarta.
Oleh karena itu pada Maret 1960 intelijen Cekoslowakia melakukan survei di sekitar villa kediaman Palmer dan hasil dokumentasi fotografi yang dibuat dikirim ke Praha.
Sejak saat itu Palmer muncul secara teratur dalam daftar utama sasaran residen intelijen Cekoslowakia. Oleh para intelijen Cekoslowakia, Palmer dicirikan dengan ‘bertubuh gempal kecil, kepala berbentuk kentang, gundul, hidung mancung, memakai kacamata.’ Namun tidak diperoleh informasi signifikan mengenai pria setengah baya ini.
Pada awal 1964 markas intelijen di Praha memberikan minat baru terhadap Palmer dan menulis surat ke residen bahwa ada ‘seorang teman’ mengusulkan untuk menerapkan suatu ‘tindakan aktif’bersama untuk mendiskreditkan Palmer. Yang dimaksud ‘seorang teman’ adalah intelijen Soviet.
Usulan ini menghasilkan ‘tindakan aktif’ dengan nama sandi ‘Karno’. Esensinya adalah membongkar kegiatan CIA di Indonesia, antara lain bahwa Palmer dan Duta Besar AS Howard P. Jones pada tahun 1962 menginformasikan Belanda mengenai pergerakan kapal perang Indonesia, yang menyebabkan ditenggelamkannya kapal torpedo Indonesia dalam konflik pembebasan Irian Barat.
Artikel dengan isi berita tersebut oleh intelijen Cekoslowakia diterbitkan di majalah mingguan India Mainstream, milik seorang komunis India bernama Nikhil Chakravarty. Karena haluan politiknya itu India Mainstream sering digunakan oleh intelijen Cekoslowakia sebagai tempat disinformasi berita.
Kemudian Izidor Pociatek bersama ‘kontak rahasianya’ mengatur agar berita tersebut pada 27/2/1965 diterbitkan ulang di surat kabar Indonesia, ‘SH’. Dua hari kemudian, informasi dari artikel tersebut dipublikasikan pula oleh harian berpengaruh lainnya.
Artikel tersebut memiliki efek luarbiasa. Tepatnya pada 28/2/1965 terjadi demonstrasi besar-besaran di depan kediaman Duta Besar AS. Selanjutnya pada 16/3/1965 sekitar 1500 artis, pekerja perfilman dan pemuda merebut gedung AMPAI di Jakarta.
Pada bangunan tersebut terlihat karikatur anti-AS dengan slogan ‘Palmer Agen CIA’, dijelaskan oleh residen sebagai konsekuensi dari ‘tindakan aktif’ mereka.
Pers Indonesia mengomentari kejadian tersebut. Indonesian Herald edisi 17/3/1965 menurunkan artikel yang menuntut pebubaran AMPAI dan agar Palmer dideportasi dari Indonesia atau diadili, karena merupakan agen CIA.
Palmer tak menunggu lama. Pada akhir Maret dia diam-diam meninggalkan Indonesia. Koneksitasnya dengan CIA tidak pernah terbukti.
Agen Ceko Berperan dalam Pembuatan Dokumen Gilchrist
Terlibatnya agen-agen Cekoslowakia yang ikut bermain dalam peristiwa G30S tahun 1965 sesungguhnya bukan fakta baru. Sejumlah bukti sejarah telah mengindikasikan adanya campur tangan agen Ceko dalam pembuatan apa yang dikenal sebagai “Dokumen Gilchrist”.
Diambil dari nama Dubes Inggris untuk Indonesia saat itu, Andrew Gilchrist, dokumen yang beredar hampir bersamaan waktunya dengan isu Dewan Jendral tersebut ikut memicu terjadinya G30S. Dokumen itu menyebut adanya konsolidasi di Angkatan Darat (AD).
“Di dalam dokumen itu disebutkan ‘ada teman di kalangan tentara yang bersimpati dengan Inggris’. Dokumen ini bisa saja palsu. Namun, terlepas benar atau tidak, dokumen tersebut telah menimbulkan saling curiga. Ditambah lagi muncul isu dewan jenderal dan sakitnya Presiden Seokarno yang mempercepat terjadinya G30S,” kata ahli peneliti utama LIPI, Asvi Warman Adam, kepada detikcom, Rabu (29/9/2010).
Sejumlah pihak menganggap Dokumen Gilchrits dipalsukan oleh agen Ceko di bawah kendali Jenderal Agayant dari dinas intelijen Rusia atau Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB). Namun, bagi Asvi, belum jelas benar untuk siapakah para agen Ceko tersebut sebenarnya bekerja.
“Kalau dikatakan berperan, iya. Intelijen dari berbagai negara waktu itu banyak sekali. Tapi agen Ceko ini kepentingannya untuk siapa belum jelas. Apakah mewakili kepentingan Uni Soviet atau kepentingan Ceko sendiri?” katanya.
Masih terkait dengan ketelibatan intelijen asing dalam peristiwa cup d’etat 45 tahun yang lalu itu, Asvi mengajak para peneliti untuk tidak terpaku pada eropa timur. Sebab, agen negara-negara di Asia kemungkinan besar juga mempunyai andil dalam memanasnya eskalasi politik saat itu. Sebagai contoh Jepang.
“Justru yang penting diketahui bukan eropa timur, tapi Jepang. Selain Amerika, modal Jepang itu masuk ke Indonesia secara luar biasa setelah tahun 1965,” imbuh Doktor sejarah dari Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sosiales, Paris, ini.
Asvi mengungkapkan, sebelum menyerbu ke Indonesia tahun 1942, Jepang sudah menyebarkan intelijennya ke negeri ini. Para agen-agen bangsa kulit kuning itu mengunakan teknik penyamaran yang canggih, seperti membuka toko-toko kelontong.
“Nah, berdasarkan pengalaman itu, apakah Jepang bermain atau tidak dalam peristiwa G30S, itu lebih menarik untuk dikaji. Di Jepang sudah ada arsipnya, tapi belum dibuka,” tutup pria kelahiran Bukittinggi, 8 Oktober 1954, itu.
Presiden Ekuador Dikudeta Ribuan Polisi
Suasana ibukota Ekuador, Quito, sangat mencekam menyusul pemberontakan yang dilakukan ribuan polisi. Presiden Ekuador Rafael Correa ditembaki gas air mata dan dikepung di rumah sakit, National Police Hospital, selama 12 jam.
Polisi-polisi Ekuador, Kamis (30/9) waktu setempat, me lakukan demonstrasi spontan di penjuru negara karena kecewa dengan Undang-Undang (UU) layanan sipil yang baru. Kongres Ekuador, Rabu (29/9), melo loskan UU yang akan mengakhiri praktik pemberian medali dan bonus bagi anggota militer serta polisi Ekuador saat dipro mo si kan. UU ini juga memperpanjang periode promosi dari lima tahun menjadi tujuh tahun.
Polisi yang meradang meng ambil alih barak di Guayaquil, Quito dan Cuenca. Bandara ditu tup, jalan raya diblokir, ban-ban dibakar, mem buat bisnis dan sekolah ditutup serta memicu pen jarahan. Ang katan udara Ekuador menutup bandara Qui to’s Maris cal Sucre saat protes dimulai Kamis pagi waktu setempat (Ka mis malam WIB). Puluhan pe nerbangan dibatalkan dan tidak jelas kapan layanan internasional kembali beroperasi di bandara Quito, Guayaquil, dan Manta.
Sekolah-sekolah dan banyak perusahaan tutup di Quito ka rena tidak adanya perlindungan poli si. Penjarahan dilaporkan ter jadi di ibukota dan Guaya quil. Se tidak nya dua bank dibobol.
Presiden Cor rea (47) menemui polisi di mar kas Guayaquil, Ka mis (30/9) dengan niat berne go siasi. Namun, kedatangan Correa malah memicu ketegangan. Hal itu diawali dengan gaya Correa yang tak bersahabat. Presiden mem buka kemeja tampak me nan tangi polisi yang sedang marah.
“Jika Anda mau membunuh presiden, ini dia di sini. Bunuh dia kalau mau. Bunuh dia kalau be rani, daripada bersembunyi di ke ramaian (unjuk rasa),” tantang Correa dengan nada tinggi.
Mendengar tantangan sang presiden, polisi yang sudah ter bakar emosi itu, seperti disiram bensin. Kekacauan pun tak ter elakkan sehingga bentrokan ter jadi. Seketika polisi menembak kan air mata. Correa terkena dan menderita luka ri ngan. Dia lalu dilarikan ke rumah sakit.
Masalah belum selesai. Para pemrotes mengepung rumah sa kit itu. Polisi bentrok de ngan pa sukan keamanan dan pendukung presiden di sana. Correa pun ter kepung selama lebih dari 12 jam.
Sekitar 800 polisi di ibukota Quito bergabung dalam de mons trasi ini. Sepertinya demonstrasi ter jadi secara spontan. Jumlah demonstran di luar Quito tidak jelas. Ekuador memiliki sekitar 40 ribu polisi.
Di rumah sakit, Correa me nyebut pemberontakan ini adalah upaya kudeta yang didorong lawan politiknya bekas Presiden Lucio Gutierrez, pemimpin ku deta tahun 2000 yang meng gu lingkan Presiden Jamil Ma huad. Dalam sebuah wawancara, Gu tierrez membantah tudingan itu. Menteri Luar Negeri Ekuador Ri cardo Patino mengatakan, ada pemberontak yang berusaha me masuki rumah sakit melalui atap.
Correa mengaku saat negosiasi dengan polisi pemberontak, dia ber tanya apakah mereka memba ca un dang-undang. Ternyata ti dak ada yang membaca. Correa pun ber pendapat, polisi-polisi itu adalah korban rumor dan kebo hongan yang disebarkan media-media jahat. “Faktanya, undang-undang ini memberi polisi gaji yang lebih baik,” katanya.
Setelah terkepung 12 jam, ten tara mencoba menyelamatkan Cor rea, Kamis malam waktu se tempat atau Jumat WIB. Ten tara menembakkan senjata api, me lem par granat, menggunakan SUV berkecepatan tinggi untuk melarikan Correa keluar dari ru mah sakit menuju istana Caron delet. Palang Merah mengatakan, dua polisi tewas dan 37 lainnya ter luka dalam operasi pembeba san sang presiden.
Setiba di istana, Correa meng gelar jumpa pers di balkon. Ka tanya, aksi polisi ini bukanlah semata-mata protes masalah pe motongan gaji, tapi merupakan usaha kudeta. “Ada banyak pe nyusup, berpakaian sipil dan kita tahu mereka dari mana,” ujar Correa tanpa menyalahkan suatu pihak secara spesifik.
Menurutnya, mereka yang ber tang gung jawab atas pem berontakan ini akan dihukum. “Tidak akan ada pengampunan,” pungkas Correa. [RM]
Foto: Csmonitor
Polisi-polisi Ekuador, Kamis (30/9) waktu setempat, me lakukan demonstrasi spontan di penjuru negara karena kecewa dengan Undang-Undang (UU) layanan sipil yang baru. Kongres Ekuador, Rabu (29/9), melo loskan UU yang akan mengakhiri praktik pemberian medali dan bonus bagi anggota militer serta polisi Ekuador saat dipro mo si kan. UU ini juga memperpanjang periode promosi dari lima tahun menjadi tujuh tahun.
Polisi yang meradang meng ambil alih barak di Guayaquil, Quito dan Cuenca. Bandara ditu tup, jalan raya diblokir, ban-ban dibakar, mem buat bisnis dan sekolah ditutup serta memicu pen jarahan. Ang katan udara Ekuador menutup bandara Qui to’s Maris cal Sucre saat protes dimulai Kamis pagi waktu setempat (Ka mis malam WIB). Puluhan pe nerbangan dibatalkan dan tidak jelas kapan layanan internasional kembali beroperasi di bandara Quito, Guayaquil, dan Manta.
Sekolah-sekolah dan banyak perusahaan tutup di Quito ka rena tidak adanya perlindungan poli si. Penjarahan dilaporkan ter jadi di ibukota dan Guaya quil. Se tidak nya dua bank dibobol.
Presiden Cor rea (47) menemui polisi di mar kas Guayaquil, Ka mis (30/9) dengan niat berne go siasi. Namun, kedatangan Correa malah memicu ketegangan. Hal itu diawali dengan gaya Correa yang tak bersahabat. Presiden mem buka kemeja tampak me nan tangi polisi yang sedang marah.
“Jika Anda mau membunuh presiden, ini dia di sini. Bunuh dia kalau mau. Bunuh dia kalau be rani, daripada bersembunyi di ke ramaian (unjuk rasa),” tantang Correa dengan nada tinggi.
Mendengar tantangan sang presiden, polisi yang sudah ter bakar emosi itu, seperti disiram bensin. Kekacauan pun tak ter elakkan sehingga bentrokan ter jadi. Seketika polisi menembak kan air mata. Correa terkena dan menderita luka ri ngan. Dia lalu dilarikan ke rumah sakit.
Masalah belum selesai. Para pemrotes mengepung rumah sa kit itu. Polisi bentrok de ngan pa sukan keamanan dan pendukung presiden di sana. Correa pun ter kepung selama lebih dari 12 jam.
Sekitar 800 polisi di ibukota Quito bergabung dalam de mons trasi ini. Sepertinya demonstrasi ter jadi secara spontan. Jumlah demonstran di luar Quito tidak jelas. Ekuador memiliki sekitar 40 ribu polisi.
Di rumah sakit, Correa me nyebut pemberontakan ini adalah upaya kudeta yang didorong lawan politiknya bekas Presiden Lucio Gutierrez, pemimpin ku deta tahun 2000 yang meng gu lingkan Presiden Jamil Ma huad. Dalam sebuah wawancara, Gu tierrez membantah tudingan itu. Menteri Luar Negeri Ekuador Ri cardo Patino mengatakan, ada pemberontak yang berusaha me masuki rumah sakit melalui atap.
Correa mengaku saat negosiasi dengan polisi pemberontak, dia ber tanya apakah mereka memba ca un dang-undang. Ternyata ti dak ada yang membaca. Correa pun ber pendapat, polisi-polisi itu adalah korban rumor dan kebo hongan yang disebarkan media-media jahat. “Faktanya, undang-undang ini memberi polisi gaji yang lebih baik,” katanya.
Setelah terkepung 12 jam, ten tara mencoba menyelamatkan Cor rea, Kamis malam waktu se tempat atau Jumat WIB. Ten tara menembakkan senjata api, me lem par granat, menggunakan SUV berkecepatan tinggi untuk melarikan Correa keluar dari ru mah sakit menuju istana Caron delet. Palang Merah mengatakan, dua polisi tewas dan 37 lainnya ter luka dalam operasi pembeba san sang presiden.
Setiba di istana, Correa meng gelar jumpa pers di balkon. Ka tanya, aksi polisi ini bukanlah semata-mata protes masalah pe motongan gaji, tapi merupakan usaha kudeta. “Ada banyak pe nyusup, berpakaian sipil dan kita tahu mereka dari mana,” ujar Correa tanpa menyalahkan suatu pihak secara spesifik.
Menurutnya, mereka yang ber tang gung jawab atas pem berontakan ini akan dihukum. “Tidak akan ada pengampunan,” pungkas Correa. [RM]
Foto: Csmonitor
IPW: Gories Mere Bikin Malu!
MEDAN – Operasi yang dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror di Sumatera Utara mendapat kecaman, khususnya dari keluarga Khairul Ghazali. Menurut istrinya, Kartini Panggabean, Densus 88 menginjak-injak Ghazali yang sedang shalat ketika melakukan pengangkapan di Tanjung Balai.
Selain itu, Densus juga dinilai telah melanggar HAM karena cara melakukan penangkapan tidak berperikemanusiaan. Bahkan, Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara mengecam keras tindakan itu dan mengatakan “Densus 88 biadab.”
Indonesia Police Watch (PIW), menanggapi peristiwa itu, kembali mengecam keberadaan Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Gories Mere, yang menjadi komandan operasi Densus 88 di Sumut. Menurut ketua presidium IPW, Neta Pane kepada katakami.com, Gories telah melakukan penyalahgunaan wewenang karena melampaui kewenangannya sebagai Kalakhar BNN.
Neta mempertanyakan operasi yang dilakukan di Medan pemberantasan narkoba berkedok terorisme atau operasi terorisme berkedok narkoba? “Dia (Gories) harus mempertanggungjawabkan segala sesuatunya. Bikin malu saja!” tegas Neta.
Selain tidak mau berkoordinasi dengan Polda Sumut, menurut Neta, Gories juga tidak berkoordinasi dengan TNI. “Mau jadi apa Indonesia kalau ada jenderal yang seenaknya seperti dia? Gories harus ditindak secara tegas. Apalagi pasukan yang dia bawa itu adalah pasukan yang sudah dibubarkan,” tegas Neta lagi.
Menanggapi itu, Mabes Polri mengakui turunnya Densus ke Sumut untuk menumpas teroris. Namun Mabes mengatakan Gories berada di Medan tidka berkaitan dengan operasi Densus. “Tapi keberadaan Gories Mere di Medan bukan untuk memimpin Densus di Sumut. Mungkin pak Gories ada tugas lain yang berhubungan dengan penanggulangan narkoba karena beliau adalah Kalakhar BNN,” ungkap Kabid Penerangan Umum Kombes Marwoto Soeto, kepada Waspada Online, siang ini.
Marwoto juga tidak menyangkal kalau saat ini Densus sering berkoordinasi dengan Gories Mere dalam melakukan operasinya. “Pak Gories berpangalaman di Densus 88, maka dia terkadang masih dibutuhkan,” ungkap Marwoto.
Sebelumnya, dikabarkan kedatangan Densus 88 di Sumut tanpa koordinasi dengan Polda Sumut sebagai pemegang keamanan di Sumut. Sehingga saat tiba di bandara Delta Polonia Medan sempat terjadi ketagangan di Lanud Medan. Komandan Lanud Medan telah mengirim surat protes ke Kapolda Sumut.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Baharudin Djafar, kepada Waspada Online, tadi pagi, menyebutkan bahwa rencana turunnya Densusu 88 di Sumut sudah melakukan koordinasi dengan Poldasu. “Densus memang jauh hari sebelumnya sudah koordinasi dengan kami termasuk penyergapan teroris di Tanjung Balai dan Hamparan Perak. Tapi secara terknis tidak ada,” ungkap Baharudin.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, turunnya tim Densus 88 ke Sumut untuk melakukan penyergapan di wilayah Tanjung Balai dan Hamparan Perak. Dalam penyergapan itu, 3 teroris tewas ditembak dan 15 orang ditangkap dan diboyong ke Mabes Polri.
__________
Teror Sumut Pembusukan Oegroseno
Dalam dua bulan belakangan ini, Sumatera Utara dihentakkan dengan dua kejadian besar yang menewaskan 4 anggota kepolisian yakni, perampokan Bank CIMB Niaga dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak.
Dua eskalasi peristiwa besar itu dan menjadi isu teror bagi masyarakat Sumatera Utara disebut-sebut berbagai kalangan merupakan pembusukan terhadap Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Oegresno.
Ketua Presidium Indonesia Police Wacht (IPW), Neta S Pane, mengatakan berdasarkan fakta dan data IPW, aksi-aksi tersebut tidak murni sendirinya, namun merupakan pembusukan terhadap Irjen Oegresno. “Itu tugas polisi yang menyelidikinya,” ujar Neta kepada Waspada Online, siang ini, tanpa merinci siapa dibalik pembusukan tersebut.
Alasan pembusukan tersebut, kata Neta, karena Irjen Oegreseno berpeluang untuk masuk bursa Kapolri. Ditanya siapa yang bermain, Neta hanya menyebutkan, bahwa ada yang melakukan teori pembusukan.
Dia juga melihat kehadiran petinggi BNN (Badan Narkotika Nasional) di Medan saat terjadinya penyergapan teroris di Medan dan penangkapan perampok Bank CIMB Niaga Medan adalah tidak relevan. “IPW secara terang memprotes sikap petinggi BNN tersebut hadir di Medan,” ujar Neta.
Alasannya, kata Neta, tidak ada korelansi petinggi BNN hadir dalam operas Densus di Medan, karena tidak memiliki hubungan profesi antara BNN dengan Densus 88. Faktanya juga, bahwa pejabat BNN tidak punya hak dan tugas berkaitan dengan tugas Densus 88 AT Polri.
Karena itu, kata Neta, Propam Mabes Polri harus memeriksa pejabat BNN (Komjen Gories Mere) yang hadir di Medan saat penyergapan teroris dan perampok Bank CIMB Niaga Medan karena melanggar etika profesi. “Petinggi BNN di Medan melanggar etika profesi Polri saat Densus 88 AT melakukan penyergapan,” ujarnya.
Selain itu, Densus juga dinilai telah melanggar HAM karena cara melakukan penangkapan tidak berperikemanusiaan. Bahkan, Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara mengecam keras tindakan itu dan mengatakan “Densus 88 biadab.”
Indonesia Police Watch (PIW), menanggapi peristiwa itu, kembali mengecam keberadaan Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Gories Mere, yang menjadi komandan operasi Densus 88 di Sumut. Menurut ketua presidium IPW, Neta Pane kepada katakami.com, Gories telah melakukan penyalahgunaan wewenang karena melampaui kewenangannya sebagai Kalakhar BNN.
Neta mempertanyakan operasi yang dilakukan di Medan pemberantasan narkoba berkedok terorisme atau operasi terorisme berkedok narkoba? “Dia (Gories) harus mempertanggungjawabkan segala sesuatunya. Bikin malu saja!” tegas Neta.
Selain tidak mau berkoordinasi dengan Polda Sumut, menurut Neta, Gories juga tidak berkoordinasi dengan TNI. “Mau jadi apa Indonesia kalau ada jenderal yang seenaknya seperti dia? Gories harus ditindak secara tegas. Apalagi pasukan yang dia bawa itu adalah pasukan yang sudah dibubarkan,” tegas Neta lagi.
Menanggapi itu, Mabes Polri mengakui turunnya Densus ke Sumut untuk menumpas teroris. Namun Mabes mengatakan Gories berada di Medan tidka berkaitan dengan operasi Densus. “Tapi keberadaan Gories Mere di Medan bukan untuk memimpin Densus di Sumut. Mungkin pak Gories ada tugas lain yang berhubungan dengan penanggulangan narkoba karena beliau adalah Kalakhar BNN,” ungkap Kabid Penerangan Umum Kombes Marwoto Soeto, kepada Waspada Online, siang ini.
Marwoto juga tidak menyangkal kalau saat ini Densus sering berkoordinasi dengan Gories Mere dalam melakukan operasinya. “Pak Gories berpangalaman di Densus 88, maka dia terkadang masih dibutuhkan,” ungkap Marwoto.
Sebelumnya, dikabarkan kedatangan Densus 88 di Sumut tanpa koordinasi dengan Polda Sumut sebagai pemegang keamanan di Sumut. Sehingga saat tiba di bandara Delta Polonia Medan sempat terjadi ketagangan di Lanud Medan. Komandan Lanud Medan telah mengirim surat protes ke Kapolda Sumut.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Baharudin Djafar, kepada Waspada Online, tadi pagi, menyebutkan bahwa rencana turunnya Densusu 88 di Sumut sudah melakukan koordinasi dengan Poldasu. “Densus memang jauh hari sebelumnya sudah koordinasi dengan kami termasuk penyergapan teroris di Tanjung Balai dan Hamparan Perak. Tapi secara terknis tidak ada,” ungkap Baharudin.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, turunnya tim Densus 88 ke Sumut untuk melakukan penyergapan di wilayah Tanjung Balai dan Hamparan Perak. Dalam penyergapan itu, 3 teroris tewas ditembak dan 15 orang ditangkap dan diboyong ke Mabes Polri.
__________
Teror Sumut Pembusukan Oegroseno
Dalam dua bulan belakangan ini, Sumatera Utara dihentakkan dengan dua kejadian besar yang menewaskan 4 anggota kepolisian yakni, perampokan Bank CIMB Niaga dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak.
Dua eskalasi peristiwa besar itu dan menjadi isu teror bagi masyarakat Sumatera Utara disebut-sebut berbagai kalangan merupakan pembusukan terhadap Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Oegresno.
Ketua Presidium Indonesia Police Wacht (IPW), Neta S Pane, mengatakan berdasarkan fakta dan data IPW, aksi-aksi tersebut tidak murni sendirinya, namun merupakan pembusukan terhadap Irjen Oegresno. “Itu tugas polisi yang menyelidikinya,” ujar Neta kepada Waspada Online, siang ini, tanpa merinci siapa dibalik pembusukan tersebut.
Alasan pembusukan tersebut, kata Neta, karena Irjen Oegreseno berpeluang untuk masuk bursa Kapolri. Ditanya siapa yang bermain, Neta hanya menyebutkan, bahwa ada yang melakukan teori pembusukan.
Dia juga melihat kehadiran petinggi BNN (Badan Narkotika Nasional) di Medan saat terjadinya penyergapan teroris di Medan dan penangkapan perampok Bank CIMB Niaga Medan adalah tidak relevan. “IPW secara terang memprotes sikap petinggi BNN tersebut hadir di Medan,” ujar Neta.
Alasannya, kata Neta, tidak ada korelansi petinggi BNN hadir dalam operas Densus di Medan, karena tidak memiliki hubungan profesi antara BNN dengan Densus 88. Faktanya juga, bahwa pejabat BNN tidak punya hak dan tugas berkaitan dengan tugas Densus 88 AT Polri.
Karena itu, kata Neta, Propam Mabes Polri harus memeriksa pejabat BNN (Komjen Gories Mere) yang hadir di Medan saat penyergapan teroris dan perampok Bank CIMB Niaga Medan karena melanggar etika profesi. “Petinggi BNN di Medan melanggar etika profesi Polri saat Densus 88 AT melakukan penyergapan,” ujarnya.
Jenazah Yuki dengan Dua Luka Tembak di Kepala
Yuki Wantoro Baru Masuk Islam 4 Tahun Lalu
SOLO – Salah satu pria yang ditembak mati tim Densus 88 di Sumatra Utara sepekan lalu adalah Yuki Wantoro 20, pemuda asal kota Solo ini baru dua tahun berada di Sumatra untuk bekerja di perkebunan, menurut penjelasan kakak laki-laki Yuki, Yudi Mansur 34.
Yudi Mansur 34, menceritakan bahwa sebenarnya keluarganya berasal dari keluarga Kristen. Kemudian beberapa anaknya menjadi Mualaf, setelah Yudi Mansur masuk Islam ia kemudian mendakwahi Yuki Wantoro adiknya. Kemudian empat tahun lalu Alhamdulillah Yuki Wantoro masuk Islam dan mulai mempelajari Islam. Namun kedua orang tua Yudi, yakni Sina Karyadi dan Ngatini masih Kristen. Bahkan menurut penuturan Yudi, ayahnya adalah seorang Kristen fanatik, “jaringan gereja ayah saya itu sampai ke Amerika,” kata Yudi Mansur saat ditemui MuslimDaily pada Selasa malam, 21/09/2010.
Menurut Yudi Mansur, ayahnya tidak peduli terhadap jenazah Yuki Wantoro 20, anaknya. Jika nanti jenazah anaknya tiba di Solo, Sina Karyadi tidak mengijinkan jenazah Yuki di semayamkan di rumah.
Persiapan Penyambutan Jenazah
Sementara itu menurut penuturan Yudi Mansur sebelum berangkat ke Jakarta Senin malam untuk mengambil jenazah adiknya, persiapan pemakaman Yuki Mansur akan dibantu oleh para remaja masjid di kota Solo. Diperkirakan ratusan remaja masjid dan laskar Islam akan mengikuti prosesi pemakaman ini. Jika jenazah sampai di Solo pada Selasa malam atau Rabu dinihari, maka pemakaman akan dilaksanakan pada hari Rabu 28/9/2010 siang.
Dua Luka Tembak di Kepala Yuki
Selasa malam 28/9 pukul 20.30 WIB, jenazah Yuki Wantoro bisa dibawa pulang. Proses pengambilan jenazah terhalang masalah surat serah terima jenazah karena banyak anggota Densus 88 yang seharusnya mengurusi bagian jenazah tidak ditempat. Kabarnya banyak anggota Densus 88 yang sedang dikirim ke Medan dan Padang.
Sebelumnya, sudah sejak pukul 11.00 WIB siang Yudi Mansur kakak Yuki beserta rombongan pengacara dari Solo sudah menunggu proses pengambilan jenazah, namun proses itu baru selesai pada malam harinya.
Menurut pernyataan Endro Sudarsono dari ISAC, selaku kuasa hukum keluarga Yuki Wantoro, ia mengatakan “Yudi mengakui jika jenazah yang berada di RS Polri Kramat Jati itu adalah Yuki adiknya. Ada dua luka tembak di pelipis kiri, satu luka tembak di leher kiri, tangan kiri patah. Tidak ada surat penangkapan,” demikian rilis yang diberikan ISAC kepada MuslimDaily.
Luka tembak tersebut diketahui pada saat proses memandikan setelah melalui identifikasi foto jenazah, Yudi Mansur yakin bahwa itu adiknya.
Diperkirakan jenazah akan tiba di kota Solo pada Rabu 29/9 sekitar pukul 09.00 WIB. Dan rencananya akan dimakamkan di pemakaman khusus Muslim di daerah Polokarto, Sukoharjo, sebelah timur perbatasan kota Solo. [muslimdaily.net]
Umat Islam Solo Sambut Jenazah Sang Muallaf Yuki Wantoro
Kedatangan Yuki Wantoro di Solo disambut bak pahlawan oleh umat Islam dengan gelar mujahid dan pahlawan Islam, meski ia ditembak mati oleh Densus dengan tuduhan terlibat perampokan Bank CIMB Medan. Sang muallaf ini juga diterima dengan baik oleh kedua orang tuanya yang masih Kristen.
Ba’da Subuh Rabu (29/9) ruas jalan yang menuju ke rumah Yuki, perlahan mulai didatangi umat Islam. Gapura yang menjadi tanda gang di mana kampung Tempen kelurahan Joyosuran Kecamatan Pasar Kliwon terbentang spanduk besar bertuliskan “Selamat Syuhada Alloh, Pahlawan Islam.” Lebih kurang pukul 6.30 WIB rombongan jenazah tiba, satu mobil ambulan, mobil keluarga dan satu mobil patwal. Tanpa dikomando gemuruh takbir langsung membahana memenuhi ruang jalan.
Jenazah disemayamkan di Masjid Al-Hidayah, terus bergantian ratusan orang datang untuk menyalatkan jenasah sang muallaf yang ditembak brutal oleh Densus 88 tanpa status yang jelas. Tampak di seberang jalan raya para kuli tinta berkerumun menunggu untuk mengabadikan. Tak jauh disitu banyak pula para intel dari beberapa kesatuan juga tampak ikut melihat. Meski menggunakan baju preman wajahnya tak bisa menutupi identitasnya.
…ratusan orang datang untuk menyalatkan jenasah sang muallaf yang ditembak brutal oleh Densus 88 tanpa status yang jelas…
Poster berukuran A4 juga memenuhi di setiap gang kampung Tempen. Dengan kertas putih bertuliskan “TV One dilarang Masuk!”. Untuk yang kesekian kali Televisi milik grup Bakrie ini menjadi penolakan di setiap korban kebrutalan Densus 88. Beberapa ikhwan mengatakan alasan penolakan itu karena netralitas dan objektivitas TV One sangat diragukan.
“Karena selama ini TV One terlihat begitu getol menyiarkan berita yang tidak berimbang terhadap aktivis-aktivis Islam. Dan mereka begitu mesra dengan Densus 88,” papar seorang warga yang tidak mau dituliskan namanya.
Usai disemayamkan di masjid, jenazah Yuki dipindah ke rumah keluarganya. Meski sebelumnya tersiar kabar bahwa kedua orang tuanya menolak, namun pagi itu kedua orang tua Yuki yang masih Kristen, mau menerima jenazah pemuda yang ditembak di Medan beberapa waktu yang lalu. “Saya menerima mas. Bagaimanapun juga dia adalah anak saya. Yang membesarkan juga saya,” ujar Sina Karyadi. Sang ibunda, Ngatini juga tak bisa menahan kesedihannya. Air mata meleleh membasahi pipinya. Kurang lebih pukul 08.00 WIB raungan ambulan pengangkut jenazah merembat pelan menyusuri gang kecil menuju jalan raya.
“Allahu Akbar…Allahu Akbar..!!” Kepalan tangan para pelayat terangkat ke atas sambil meneriakkan takbir. Gema takbir itu terus gergelora hingga pagi dari ratusan aktivis dari penjuru kota Solo Raya yang memenuhi kampung Tempen Kelurahan Joyosuran
Perjalanan ke pemakaman memakan waktu setengah jam. Sebab pemakaman syariah itu berada di desa Wonosari RT 03 RW 13 Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo yang jauh dengan rumah Yuki.
Sehari sebelumnya, Selasa (28/9/2010), tersiar kabar bahwa masyarakat di desa Wonosari sepakat menolak kedatangan jenazah Yuki, yang ditandatangani oleh ketua RT dan Kepala Desa. Penolakan ini adalah buah provokasi para musuh-musuh Islam terhadap warga yang tidak tahu apa-apa. Warga pun akan menolak dengan mencegat rombongan jenazah.
Namun untuk menangkis provokasi itu, Sekretaris ISAC (The Islamic Studies and Action Center, Endro Sudarso menegaskan tekadnya untuk memakamkan jenazah Yuki di makam desa. “Apapun resikonya, jenazah Yuki tetap akan dikubur di desa Wonosari apapun resikonya,” tekadnya.
Untuk mengantisipasi penolakan warga yang terprovokasi itu, maka Rabu (29/9) ba’da subuh kurang lebih 40 laskar dikirim ke tempat pemakaman tersebut. Ternyata ancaman para provokator yang menolak pemakaman tersebut hanya isapan jempol belaka, sampai jenazah tiba di pemakaman. Tak ada satupun warga yang menolak. Acara pemakaman pun berjalan dengan lancar.
Di sela-sela pemakaman, Endro Sudarso menjelaskan bahwa jenazah Yuki Wantoro sangat mengenaskan akibat siksaan Densus 88. Di tubuhnya terdapat beberapa bekas luka tembakan di tiga titik yaitu pelipis kiri dua buah dan leher sebelah kiri satu buah.
Kejanggalan lainnya, lanjut Endro, tangan kiri Yuki juga patah. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa Densus 88 melanggar HAM berat.
“Sampai jenazah Yuki dimakamkan pun, keluarga juga belum menerima Surat Penangkapan,” kesal Endro.
Perlakuan Densus ini menimbulkan ketidakjelasan terhadap status Yuki, apakah ia tersangka perampokan Bank CIMB Medan ataukah pelaku teroris. Namun, Densus 88 telah beringas membunuhnya. Untuk itulah keluarga dan ISAC bertekad akan mengusut semua kezaliman ini dan memproses semua pihak yang terkait.
…Perlakuan Densus ini menimbulkan ketidakjelasan terhadap status Yuki, apakah ia tersangka perampokan Bank CIMB Medan ataukah pelaku teroris. Keluarga dan ISAC bertekad akan mengusut semua kezaliman ini dan memproses semua pihak yang terkait…
Sebelumnya, dalam konferensi pers di Solo, Senin malam (27/9/2010), ISAC mengungkapkan banyak kejanggalan dalam penembakan Yuki oleh Densus 88. Menurut Sekretaris ISAC Endro Sudarso, penembakan Yuki oleh Densus dengan tudingan melakukan perampokan Bank CIMB Niaga pada tanggal 18 Agustus 2010 sangat tidak beralasan. Pasalnya, menurut Endro, Yuki mempunyai alibi kuat bahwa dia tidak terlibat dalam perampokan Bank CIMB Medan sesuai dengan beberapa kronologis lengkap dengan para saksinya, sbb:
1. Selasa, 17 Agustus 2010 Yuki berada dirumahnya, Tempen RT 04 RW 02 kelurahan Joyosuran kecamatan Pasar Kliwon Solo.
2. Sehari kemudian, Rabu 18 Agustus 2010 Yuki membeli pulsa kepada kakaknya, Yudi Mansur (34) dan bercanda dengan ibunya.
3. Kamis 19 Agustus 2010, Yudi Mansur, kakaknya memotret Yuki menggunakan kamera HP. Rencananya, foto ini akan digunakan untuk mengurus pembuatan KTP di kelurahan.
4. Jum’at 20 Agustus 2010 Yuki membuat KTP di Kecamatan Pasar Kliwon dengan menggunakan pas foto yang dibuatnya pada tanggal 19 Agustus 2010.
5. Sabtu 21 Agustus 2010 Yudi berpamitan ke Jakarta.
6. Ahad 19 September 2010, Yuki Wantoro ditembak mati oleh Densus dalam penggerebekan di sebuah rumah di Belawan, Sumatera Utara.
…Polri harus menjelaskan kepada umat terutama keluarga Yuki Purwanto, kenapa Yuki dituding terlibat perampokan CIMB Medan, padahal saat itu Yuki berada di Solo…
Karenanya, ISAC mendesak Polri untuk menjelaskan kepada umat terutama keluarga Yuki Purwanto, kenapa Yuki dituding terlibat perampokan CIMB Medan, padahal saat itu Yuki berada di Solo. [Voa-Islam.Com]
Yuki Wantoro Bukan Perampok Bank, Tapi di DOR !
SOLO – Salah satu pria yang ditembak mati tim Densus 88 di Sumatra Utara sepekan lalu adalah Yuki Wantoro 20, pemuda asal kota Solo ini baru dua tahun berada di Sumatra untuk bekerja di perkebunan, menurut penjelasan kakak laki-laki Yuki, Yudi Mansur 34.
Yudi Mansur 34, menceritakan bahwa sebenarnya keluarganya berasal dari keluarga Kristen. Kemudian beberapa anaknya menjadi Mualaf, setelah Yudi Mansur masuk Islam ia kemudian mendakwahi Yuki Wantoro adiknya. Kemudian empat tahun lalu Alhamdulillah Yuki Wantoro masuk Islam dan mulai mempelajari Islam. Namun kedua orang tua Yudi, yakni Sina Karyadi dan Ngatini masih Kristen. Bahkan menurut penuturan Yudi, ayahnya adalah seorang Kristen fanatik, “jaringan gereja ayah saya itu sampai ke Amerika,” kata Yudi Mansur saat ditemui MuslimDaily pada Selasa malam, 21/09/2010.
Menurut Yudi Mansur, ayahnya tidak peduli terhadap jenazah Yuki Wantoro 20, anaknya. Jika nanti jenazah anaknya tiba di Solo, Sina Karyadi tidak mengijinkan jenazah Yuki di semayamkan di rumah.
Persiapan Penyambutan Jenazah
Sementara itu menurut penuturan Yudi Mansur sebelum berangkat ke Jakarta Senin malam untuk mengambil jenazah adiknya, persiapan pemakaman Yuki Mansur akan dibantu oleh para remaja masjid di kota Solo. Diperkirakan ratusan remaja masjid dan laskar Islam akan mengikuti prosesi pemakaman ini. Jika jenazah sampai di Solo pada Selasa malam atau Rabu dinihari, maka pemakaman akan dilaksanakan pada hari Rabu 28/9/2010 siang.
Dua Luka Tembak di Kepala Yuki
Selasa malam 28/9 pukul 20.30 WIB, jenazah Yuki Wantoro bisa dibawa pulang. Proses pengambilan jenazah terhalang masalah surat serah terima jenazah karena banyak anggota Densus 88 yang seharusnya mengurusi bagian jenazah tidak ditempat. Kabarnya banyak anggota Densus 88 yang sedang dikirim ke Medan dan Padang.
Sebelumnya, sudah sejak pukul 11.00 WIB siang Yudi Mansur kakak Yuki beserta rombongan pengacara dari Solo sudah menunggu proses pengambilan jenazah, namun proses itu baru selesai pada malam harinya.
Menurut pernyataan Endro Sudarsono dari ISAC, selaku kuasa hukum keluarga Yuki Wantoro, ia mengatakan “Yudi mengakui jika jenazah yang berada di RS Polri Kramat Jati itu adalah Yuki adiknya. Ada dua luka tembak di pelipis kiri, satu luka tembak di leher kiri, tangan kiri patah. Tidak ada surat penangkapan,” demikian rilis yang diberikan ISAC kepada MuslimDaily.
Luka tembak tersebut diketahui pada saat proses memandikan setelah melalui identifikasi foto jenazah, Yudi Mansur yakin bahwa itu adiknya.
Diperkirakan jenazah akan tiba di kota Solo pada Rabu 29/9 sekitar pukul 09.00 WIB. Dan rencananya akan dimakamkan di pemakaman khusus Muslim di daerah Polokarto, Sukoharjo, sebelah timur perbatasan kota Solo. [muslimdaily.net]
Umat Islam Solo Sambut Jenazah Sang Muallaf Yuki Wantoro
Kedatangan Yuki Wantoro di Solo disambut bak pahlawan oleh umat Islam dengan gelar mujahid dan pahlawan Islam, meski ia ditembak mati oleh Densus dengan tuduhan terlibat perampokan Bank CIMB Medan. Sang muallaf ini juga diterima dengan baik oleh kedua orang tuanya yang masih Kristen.
Ba’da Subuh Rabu (29/9) ruas jalan yang menuju ke rumah Yuki, perlahan mulai didatangi umat Islam. Gapura yang menjadi tanda gang di mana kampung Tempen kelurahan Joyosuran Kecamatan Pasar Kliwon terbentang spanduk besar bertuliskan “Selamat Syuhada Alloh, Pahlawan Islam.” Lebih kurang pukul 6.30 WIB rombongan jenazah tiba, satu mobil ambulan, mobil keluarga dan satu mobil patwal. Tanpa dikomando gemuruh takbir langsung membahana memenuhi ruang jalan.
Jenazah disemayamkan di Masjid Al-Hidayah, terus bergantian ratusan orang datang untuk menyalatkan jenasah sang muallaf yang ditembak brutal oleh Densus 88 tanpa status yang jelas. Tampak di seberang jalan raya para kuli tinta berkerumun menunggu untuk mengabadikan. Tak jauh disitu banyak pula para intel dari beberapa kesatuan juga tampak ikut melihat. Meski menggunakan baju preman wajahnya tak bisa menutupi identitasnya.
…ratusan orang datang untuk menyalatkan jenasah sang muallaf yang ditembak brutal oleh Densus 88 tanpa status yang jelas…
Poster berukuran A4 juga memenuhi di setiap gang kampung Tempen. Dengan kertas putih bertuliskan “TV One dilarang Masuk!”. Untuk yang kesekian kali Televisi milik grup Bakrie ini menjadi penolakan di setiap korban kebrutalan Densus 88. Beberapa ikhwan mengatakan alasan penolakan itu karena netralitas dan objektivitas TV One sangat diragukan.
“Karena selama ini TV One terlihat begitu getol menyiarkan berita yang tidak berimbang terhadap aktivis-aktivis Islam. Dan mereka begitu mesra dengan Densus 88,” papar seorang warga yang tidak mau dituliskan namanya.
Usai disemayamkan di masjid, jenazah Yuki dipindah ke rumah keluarganya. Meski sebelumnya tersiar kabar bahwa kedua orang tuanya menolak, namun pagi itu kedua orang tua Yuki yang masih Kristen, mau menerima jenazah pemuda yang ditembak di Medan beberapa waktu yang lalu. “Saya menerima mas. Bagaimanapun juga dia adalah anak saya. Yang membesarkan juga saya,” ujar Sina Karyadi. Sang ibunda, Ngatini juga tak bisa menahan kesedihannya. Air mata meleleh membasahi pipinya. Kurang lebih pukul 08.00 WIB raungan ambulan pengangkut jenazah merembat pelan menyusuri gang kecil menuju jalan raya.
“Allahu Akbar…Allahu Akbar..!!” Kepalan tangan para pelayat terangkat ke atas sambil meneriakkan takbir. Gema takbir itu terus gergelora hingga pagi dari ratusan aktivis dari penjuru kota Solo Raya yang memenuhi kampung Tempen Kelurahan Joyosuran
Perjalanan ke pemakaman memakan waktu setengah jam. Sebab pemakaman syariah itu berada di desa Wonosari RT 03 RW 13 Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo yang jauh dengan rumah Yuki.
Sehari sebelumnya, Selasa (28/9/2010), tersiar kabar bahwa masyarakat di desa Wonosari sepakat menolak kedatangan jenazah Yuki, yang ditandatangani oleh ketua RT dan Kepala Desa. Penolakan ini adalah buah provokasi para musuh-musuh Islam terhadap warga yang tidak tahu apa-apa. Warga pun akan menolak dengan mencegat rombongan jenazah.
Namun untuk menangkis provokasi itu, Sekretaris ISAC (The Islamic Studies and Action Center, Endro Sudarso menegaskan tekadnya untuk memakamkan jenazah Yuki di makam desa. “Apapun resikonya, jenazah Yuki tetap akan dikubur di desa Wonosari apapun resikonya,” tekadnya.
Untuk mengantisipasi penolakan warga yang terprovokasi itu, maka Rabu (29/9) ba’da subuh kurang lebih 40 laskar dikirim ke tempat pemakaman tersebut. Ternyata ancaman para provokator yang menolak pemakaman tersebut hanya isapan jempol belaka, sampai jenazah tiba di pemakaman. Tak ada satupun warga yang menolak. Acara pemakaman pun berjalan dengan lancar.
Di sela-sela pemakaman, Endro Sudarso menjelaskan bahwa jenazah Yuki Wantoro sangat mengenaskan akibat siksaan Densus 88. Di tubuhnya terdapat beberapa bekas luka tembakan di tiga titik yaitu pelipis kiri dua buah dan leher sebelah kiri satu buah.
Kejanggalan lainnya, lanjut Endro, tangan kiri Yuki juga patah. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa Densus 88 melanggar HAM berat.
“Sampai jenazah Yuki dimakamkan pun, keluarga juga belum menerima Surat Penangkapan,” kesal Endro.
Perlakuan Densus ini menimbulkan ketidakjelasan terhadap status Yuki, apakah ia tersangka perampokan Bank CIMB Medan ataukah pelaku teroris. Namun, Densus 88 telah beringas membunuhnya. Untuk itulah keluarga dan ISAC bertekad akan mengusut semua kezaliman ini dan memproses semua pihak yang terkait.
…Perlakuan Densus ini menimbulkan ketidakjelasan terhadap status Yuki, apakah ia tersangka perampokan Bank CIMB Medan ataukah pelaku teroris. Keluarga dan ISAC bertekad akan mengusut semua kezaliman ini dan memproses semua pihak yang terkait…
Sebelumnya, dalam konferensi pers di Solo, Senin malam (27/9/2010), ISAC mengungkapkan banyak kejanggalan dalam penembakan Yuki oleh Densus 88. Menurut Sekretaris ISAC Endro Sudarso, penembakan Yuki oleh Densus dengan tudingan melakukan perampokan Bank CIMB Niaga pada tanggal 18 Agustus 2010 sangat tidak beralasan. Pasalnya, menurut Endro, Yuki mempunyai alibi kuat bahwa dia tidak terlibat dalam perampokan Bank CIMB Medan sesuai dengan beberapa kronologis lengkap dengan para saksinya, sbb:
1. Selasa, 17 Agustus 2010 Yuki berada dirumahnya, Tempen RT 04 RW 02 kelurahan Joyosuran kecamatan Pasar Kliwon Solo.
2. Sehari kemudian, Rabu 18 Agustus 2010 Yuki membeli pulsa kepada kakaknya, Yudi Mansur (34) dan bercanda dengan ibunya.
3. Kamis 19 Agustus 2010, Yudi Mansur, kakaknya memotret Yuki menggunakan kamera HP. Rencananya, foto ini akan digunakan untuk mengurus pembuatan KTP di kelurahan.
4. Jum’at 20 Agustus 2010 Yuki membuat KTP di Kecamatan Pasar Kliwon dengan menggunakan pas foto yang dibuatnya pada tanggal 19 Agustus 2010.
5. Sabtu 21 Agustus 2010 Yudi berpamitan ke Jakarta.
6. Ahad 19 September 2010, Yuki Wantoro ditembak mati oleh Densus dalam penggerebekan di sebuah rumah di Belawan, Sumatera Utara.
…Polri harus menjelaskan kepada umat terutama keluarga Yuki Purwanto, kenapa Yuki dituding terlibat perampokan CIMB Medan, padahal saat itu Yuki berada di Solo…
Karenanya, ISAC mendesak Polri untuk menjelaskan kepada umat terutama keluarga Yuki Purwanto, kenapa Yuki dituding terlibat perampokan CIMB Medan, padahal saat itu Yuki berada di Solo. [Voa-Islam.Com]
Yuki Wantoro Bukan Perampok Bank, Tapi di DOR !
Umat Islam Kembali Diusik, Kartun Nabi Muhammad akan Dicetak Ulang oleh Jyllands Posten
Kopenhagen – Editor Jyllands-Posten, Flemming Rose, yang pada 2005 memicu kemarahan umat Islam dunia karena kartun Nabi Muhammad yang dipublikasikannya, merilis sebuah buku, Rabu (29/9), yang juga memuat kartun kontroversial itu.
Surat kabar Denmark Jyllands-Posten seakan tidak pernah bosan untuk menghina umat Islam. Mereka berniat mencetak ulang buku kartun tentang Nabi Muhammad yang pernah menimbulkan kontroversi di di seluruh dunia beberapa tahun lalu.
”Buku ini segera keluar seperti yang direncanakan,” ujar Karsten Blauert dari Jyllands-Posten kepada AFP. ‘Tirani kesunyian’ yang dikeluarkan Kamis, lima tahun sejak hari pertama kali kartun Nabi Muhammad muncul di koran Jyllands-Posten.
Meskipun tidak akan mencetak ulang gambar secara terpisah, Blauert mengatakan, isi halaman dari buku itu akan menampilkan gambar-gambar kartun Nabi Muhammad yang pernah dimuat surat kabar itu. Ditanya mengenai reaksi keras yang bisa muncul dari penerbitan ulang buku ini, dia tampak meremehkannya. Dia berkata, ”Sudah jelas bahwa banyak hal yang akan terjadi, tapi semuanya sudah berjalan sesuai rencana, itu tak akan mengubahnya.”
Buku ini dibuat oleh Flemming Rose, redaktur budaya Jyllands-Posten. Dia lah yang mengeditor12 kartun Nabi Muhammad di halaman depan koran itu pada pada 30 September 2005. Akibat pemuatan kartun itu, Muslim di seluruh dunia mengecam koran itu dan menyesalkan Denmark yang membiarkan itu terjadi.
Penerbitan buku berjudul Tyranny of Silence itu dikhawatirkan akan memicu kekisruhan baru, bahkan bisa lebih parah dari 2005. Tak heran, Menlu Denmark, Lene Espersen, menyempatkan diri bertemu dengan 17 duta besar dari negara-negara Muslim, Rabu, untuk mencari cara mencegah munculnya krisis baru.
“Kekerasan dilakukan oleh orang-orang yang bereaksi atas kartun ini,” ujar Rose, yang sejak 2005 di bawah perlindungan polisi karena ancaman pembunuhan yang ia terima.
Rose juga menyatakan dirinya tidak menyesal berinisiatif memublikasikan 12 kartun itu, yang menjadi pintu perdebatan tentang kebebasan berekspresi di Denmark. [PR/KN/RB]
Surat kabar Denmark Jyllands-Posten seakan tidak pernah bosan untuk menghina umat Islam. Mereka berniat mencetak ulang buku kartun tentang Nabi Muhammad yang pernah menimbulkan kontroversi di di seluruh dunia beberapa tahun lalu.
”Buku ini segera keluar seperti yang direncanakan,” ujar Karsten Blauert dari Jyllands-Posten kepada AFP. ‘Tirani kesunyian’ yang dikeluarkan Kamis, lima tahun sejak hari pertama kali kartun Nabi Muhammad muncul di koran Jyllands-Posten.
Meskipun tidak akan mencetak ulang gambar secara terpisah, Blauert mengatakan, isi halaman dari buku itu akan menampilkan gambar-gambar kartun Nabi Muhammad yang pernah dimuat surat kabar itu. Ditanya mengenai reaksi keras yang bisa muncul dari penerbitan ulang buku ini, dia tampak meremehkannya. Dia berkata, ”Sudah jelas bahwa banyak hal yang akan terjadi, tapi semuanya sudah berjalan sesuai rencana, itu tak akan mengubahnya.”
Buku ini dibuat oleh Flemming Rose, redaktur budaya Jyllands-Posten. Dia lah yang mengeditor12 kartun Nabi Muhammad di halaman depan koran itu pada pada 30 September 2005. Akibat pemuatan kartun itu, Muslim di seluruh dunia mengecam koran itu dan menyesalkan Denmark yang membiarkan itu terjadi.
Penerbitan buku berjudul Tyranny of Silence itu dikhawatirkan akan memicu kekisruhan baru, bahkan bisa lebih parah dari 2005. Tak heran, Menlu Denmark, Lene Espersen, menyempatkan diri bertemu dengan 17 duta besar dari negara-negara Muslim, Rabu, untuk mencari cara mencegah munculnya krisis baru.
“Kekerasan dilakukan oleh orang-orang yang bereaksi atas kartun ini,” ujar Rose, yang sejak 2005 di bawah perlindungan polisi karena ancaman pembunuhan yang ia terima.
Rose juga menyatakan dirinya tidak menyesal berinisiatif memublikasikan 12 kartun itu, yang menjadi pintu perdebatan tentang kebebasan berekspresi di Denmark. [PR/KN/RB]
Panitia Q-Film Festival Dilaporkan FPI Ke Polisi
Anggota Front Pembela Islam (FPI) melaporkan pengelola laman Qminity dan panitia Q-Film Festival terkait dugaan pornografi ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya.
“Qminity dan Q-Film Festival telah menyebarluaskan film yang memiliki unsur pornografi,” kata Kepala Divisi Advokasi (Nahimunkar) FPI, Munarman di Jakarta, Jumat (1/10/2010).
Ia menyebutkan panitia festival film itu menayangkan film berunsur aksi pornografi seperti tindakan bersenggama yang tidak wajar antarhubungan sejenis. Direktur An Nashr Institute itu menambahkan tindakan komunitas homoseksual dan panitia festival film itu melanggar Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.
Selain itu, melanggar Pasal 282 tentang Kesusilaan dan Pasal 27 ayat (1), UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).
Sementara itu, Ketua FPI Dewan Pengurus Daerah DKI Jakarta, Habib Salim Alatas akan mengadukan Qminity dan panitia Q-film yang menyatakan anggota FPI sebagai penghasut dan memberikan ancaman.
Sebelumnya, ratusan massa FPI mendatangi Gedung Goethe Institut (GI) Jalan Sam Ratulangi Nomo 9-15, Jakarta, mendesak panitia menghentikan kegiatan Festival Film Q (FFQ), Selasa (28/9).
FFQ akan menggelar acara pada 10 lokasi di Jakarta, antara lain Gedung GI, Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus dan Pusat Kebudayaan Prancis.
Panitia berencana menayangkan film berjudul “Bad Boys Cell 425″ berdurasi 123 menit yang disutradarai Janusz Mrozowski, “Fucking Different Tel Aviv” yang disutradarai warga negara Israel Queer Crossover. [Suara-Islam.Com]
“Qminity dan Q-Film Festival telah menyebarluaskan film yang memiliki unsur pornografi,” kata Kepala Divisi Advokasi (Nahimunkar) FPI, Munarman di Jakarta, Jumat (1/10/2010).
Ia menyebutkan panitia festival film itu menayangkan film berunsur aksi pornografi seperti tindakan bersenggama yang tidak wajar antarhubungan sejenis. Direktur An Nashr Institute itu menambahkan tindakan komunitas homoseksual dan panitia festival film itu melanggar Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.
Selain itu, melanggar Pasal 282 tentang Kesusilaan dan Pasal 27 ayat (1), UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).
Sementara itu, Ketua FPI Dewan Pengurus Daerah DKI Jakarta, Habib Salim Alatas akan mengadukan Qminity dan panitia Q-film yang menyatakan anggota FPI sebagai penghasut dan memberikan ancaman.
Sebelumnya, ratusan massa FPI mendatangi Gedung Goethe Institut (GI) Jalan Sam Ratulangi Nomo 9-15, Jakarta, mendesak panitia menghentikan kegiatan Festival Film Q (FFQ), Selasa (28/9).
FFQ akan menggelar acara pada 10 lokasi di Jakarta, antara lain Gedung GI, Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus dan Pusat Kebudayaan Prancis.
Panitia berencana menayangkan film berjudul “Bad Boys Cell 425″ berdurasi 123 menit yang disutradarai Janusz Mrozowski, “Fucking Different Tel Aviv” yang disutradarai warga negara Israel Queer Crossover. [Suara-Islam.Com]
Masjid dan Pemukiman Ahmadiyah Dibakar Massa
Jakarta – Sebanyak 250 polisi gabungan dari Polsek, Polres, dan Brimob berjaga di lokasi pemukiman Ahmadiyah yang dibakar di Cisalada, Ciampea, Kabupaten Bogor. Polisi terus berjaga agar tidak terjadi keributan susulan.
“Massa masih berkerumumn di depan pintu masuk dan personel Dalmas, Polsek, Brimob, dengan total kekuatan 250 personel dipimpin langsung Kapolres berjaga di lokasi,” ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Hingga saat ini, disampaikan Iskandar, empat rumah sudah terbakar. Satu masjid dan satu unit mobil milik warga juga habis terbakar.
Iskandar menuturkan kejadian terjadi sejak pukul 19.00 WIB, Jumat (1/10/2010). Kerusuhan ini baru bisa diatasi kepolisian pada pukul 22.00 WIB.
Sebelumnya diberitakan sempat ada warga Ahmadiyah yang terluka. Warga tersebut kini sudah dirawat di RS TNI tak jauh dari lokasi.
Terprovokasi Isu Pemukulan
Pembakaran masjid dan sejumlah rumah di pemukiman Jamaah Ahmadiyah di Cisalada, Ciampea, Kabupaten Bogor, adalah buntut salah paham antar kampung. Pembakaran pemukiman Ahmadiyah dilakukan oleh warga kampung tetangganya yang terprovokasi isu pemukulan warganya oleh jamaah Ahmadiyah.
…Informasi yang didapatnya, massa menyerang dan membakar rumah jamaah Ahmadiyah karena dipicu penusukan yang dilakukan salah satu jamaah Ahmadiyah… [KN]
“Disampaikan info bahwa sekitar jam 19.00 WIB, Jumat (1/10) telah terjadi pembakaran Masjid Ahmadiyah Cisalada RT 01/05 Desa Ciampea Udik, Kec Ciampea, Bogor oleh warga masyarakat Kampung Pasar Salasa Desa Ciampea Udik Kec Ciampea, Bogor,” ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Konflik antar warga kampung ini bermula saat warga Kampung Pasar Salasa mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis. Mendengar isu tetangganya dihajar oleh warga Kampung Ahmadiyah, warga Kampung Pasar Salasa pun memanas dan menggeruduk Kampung Ahmadiyah dan membakar pemukiman Ahmadiyah.
“Kronologis diawali adanya 2 orang warga Kampung Kebon Kopi Desa Ciampea Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor mengalami luka-luka. Salah satunya, Rendi, dibawa ke Puskesmas Cibungbulang kemudian terdengar isu bahwa pelakunya warga Ahmadiyah Cisalada sehingga warga spontanitas menyerang dengan melakukan pengrusakan yang selanjutnya pembakaran,” papar Iskandar.
Sebelumnya, Iskandar menuturkan bahwa sebanyak empat unit rumah, satu unit mobil, dan satu masjid jamaah Ahmadiyah habis terbakar. Saat ini sebanyak 250 personel polisi tengah berjaga di lokasi. Sementara itu warga Kampung Salasa masih berkerumun tak jauh dari pemukiman Ahmadiyah. [detikNews]
“Massa masih berkerumumn di depan pintu masuk dan personel Dalmas, Polsek, Brimob, dengan total kekuatan 250 personel dipimpin langsung Kapolres berjaga di lokasi,” ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Hingga saat ini, disampaikan Iskandar, empat rumah sudah terbakar. Satu masjid dan satu unit mobil milik warga juga habis terbakar.
Iskandar menuturkan kejadian terjadi sejak pukul 19.00 WIB, Jumat (1/10/2010). Kerusuhan ini baru bisa diatasi kepolisian pada pukul 22.00 WIB.
Sebelumnya diberitakan sempat ada warga Ahmadiyah yang terluka. Warga tersebut kini sudah dirawat di RS TNI tak jauh dari lokasi.
Terprovokasi Isu Pemukulan
Pembakaran masjid dan sejumlah rumah di pemukiman Jamaah Ahmadiyah di Cisalada, Ciampea, Kabupaten Bogor, adalah buntut salah paham antar kampung. Pembakaran pemukiman Ahmadiyah dilakukan oleh warga kampung tetangganya yang terprovokasi isu pemukulan warganya oleh jamaah Ahmadiyah.
…Informasi yang didapatnya, massa menyerang dan membakar rumah jamaah Ahmadiyah karena dipicu penusukan yang dilakukan salah satu jamaah Ahmadiyah… [KN]
“Disampaikan info bahwa sekitar jam 19.00 WIB, Jumat (1/10) telah terjadi pembakaran Masjid Ahmadiyah Cisalada RT 01/05 Desa Ciampea Udik, Kec Ciampea, Bogor oleh warga masyarakat Kampung Pasar Salasa Desa Ciampea Udik Kec Ciampea, Bogor,” ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).
Konflik antar warga kampung ini bermula saat warga Kampung Pasar Salasa mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis. Mendengar isu tetangganya dihajar oleh warga Kampung Ahmadiyah, warga Kampung Pasar Salasa pun memanas dan menggeruduk Kampung Ahmadiyah dan membakar pemukiman Ahmadiyah.
“Kronologis diawali adanya 2 orang warga Kampung Kebon Kopi Desa Ciampea Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor mengalami luka-luka. Salah satunya, Rendi, dibawa ke Puskesmas Cibungbulang kemudian terdengar isu bahwa pelakunya warga Ahmadiyah Cisalada sehingga warga spontanitas menyerang dengan melakukan pengrusakan yang selanjutnya pembakaran,” papar Iskandar.
Sebelumnya, Iskandar menuturkan bahwa sebanyak empat unit rumah, satu unit mobil, dan satu masjid jamaah Ahmadiyah habis terbakar. Saat ini sebanyak 250 personel polisi tengah berjaga di lokasi. Sementara itu warga Kampung Salasa masih berkerumun tak jauh dari pemukiman Ahmadiyah. [detikNews]
Ikrar Nusa Bakti: SBY Pembohong!

RMOL. Di mata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bakti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah seorang liar atau pembohong.
“SBY itu liar, bukan kadang-kadang, tapi lebih sering menipu publik,” tegas Ikrar saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online usai peluncuran srimulyani.net di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis malam (30/9).
Ikrar kemudian mencontohkan soal komitmen Presiden SBY yang tidak akan memajukan anaknya, istrinya, dan kerabatnya sendiri sebagai calon Presiden 2014 mendatang. Dia yakin, Presiden SBY tidak akan memegang teguh komitmennya itu. Pasalnya, adik Ani Yudhoyono, Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo yang baru saja diangkat Panglima Kostrad pasti sudah disiapkan untuk menggantikannya.
“Saya yakin Edhie akan jadi calon presiden 2014,” sebut Ikrar mantap.
Bagaimana caranya? Ikrar melihat Laksamana Agus Suhartono hanya satu tahun menjabat Panglima TNI. Karena dari segi usia, mantan Kepala Staf Angkatan Laut itu akan pensiun dari TNI tahun depan. Dan Edhie pun telah diskenariokan untuk menggantikan Laksamana Agus.
“Sementara Edhie, karena sudah jadi Panglima TNI dan pensiun 2014, (akan) jadi calon presiden,” imbuhnya.
Meski mengajukan kerabatnya sebagai calon presiden, Presiden SBY tetap memiliki alasan untuk membenarkan tindakannya itu. Misalnya, sebut Ikrar, SBY akan mengatakan, sebagai orang Demokrat, dirinya tidak menginginkan, anak, istri dan kerabatnya menjadi calon presiden. Tapi, sebagai seorang Demokrat juga, masih kata Ikrar, SBY juga akan mengatakan, karena rakyat menghendaki, dirinya tidak bisa menentang rakyat.
“Bukan mustahil dan itu dilakukan berulang-ulang,” demikian Ikrar.
Peluang Pramono Edhie Wibowo Jadi RI-1
Pengangkatan Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), selain berindikasi pada percepatan karier putra pahlawan almarhum Letjen TNI Sarwo Edhie tersebut ke puncak pimpinan TNI, juga membuka peluang besar bagi dirinya untuk meramaikan bursa pemilihan presiden 2014 mendatang.
Demikian dikemukakan Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan, Sabtu (2/10) di Jakarta. Menurutnya, nama lain yang diperkirakan muncul menjadi capres pada 2014 adalah Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, Hatta Rajasa, serta Sri Mulyani Indrawati.
“Keluarga besar almarhum Sarwo Edhie tentu menyadari betul peluang itu, sehingga akan mengupayakan momentum bagi Pramono Edhie Wibowo ke arah tercapainya kepemimpinan nasional dengan dukungan partai demokrat,” jelas Syahganda.
Peluang maupun karier yang telah terbuka pada Pramono Edhie Wibowo itu jelas tak akan disia-siakan. Mengingat trah Sarwo Edhie Wibowo kini berada dalam lingkaran utama kekuasaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Belum lagi, lanjut Syahganda, pengaruh almarhum Sarwo Edhie Wibowo yang masih dikenang nama besarnya oleh masyarakat merupakan modal paling efektif untuk mengantarkan Pramono Edhie Wibowo dalam bursa pencalonan presiden 2014, di samping menjadikannya populer selaku capres.
Mantan Direktur BAKIN: Terorisme Kerjaan Intelijen

Dalam diskusi yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Wisma Antara siang tadi, mantan direktur BAKIN, AC Manulang, menegaskan bahwa tidak mungkin terorisme dilakukan atas ajaran agama Islam, semuanya merupakan bagian dari operasi intelijen.
”Islam tidak mengajarkan terorisme. Karena Islam merupakan agama yang mengajarkan perdamaian. Terorisme adalah bagian dari kegiatan intelijen,” ujar doktor sosiologi dari universitas di Jerman ini.
Menurut Manulang, setelah perang dingin antara kapitalisme dan komunisme usai, Amerika sebagai pionir dari kapitalisme mencari musuh baru, yaitu Islam. Inilah yang sedang terjadi saat ini. Kenapa harus di Indonesia?
Manulang menambahkan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang 230 juta dan mayoritas Islam merupakan potensi dan sekaligus bahaya besar untuk kapitalisme. Karena itulah, mereka melemahkan semua potensi yang akan menghambat kapitalisme.
”Salah satu cara yang dilakukan Amerika adalah mengangkat semacam ‘sweet boy’ untuk menjadi pemimpin negara yang mayoritas Islam di seluruh dunia,” jelas AC Manulang.
Jose Rizal Jurnalis dari presidium Mer-C yang juga sebagai pembicara di acara diskusi tersebut menambahkan, ”Terlalu aneh kalau seorang Air dan Eko yang menurut saksi mata masih shalat Jumat di Solo bisa dikatakan tertembak pada Sabtu jam 2 pagi di Jatiasih, Bekasi.”
Menurut Jose, bagaimana mungkin dua orang yang mengangkut bom ratusan kilogram bisa secepat itu tiba di Bekasi, dan langsung tertembak di lokasi.
Selain soal Air dan Eko, dua orang yang disebut polisi sebagai teroris dan tewas ditembak polisi di Bekasi, Jose juga menganggap aneh peristiwa penyerbuan 600 polisi di Temanggung. ”Umumnya penyerangan terhadap suatu tempat persembunyian biasanya dengan gas air mata. Dan semua orang pasti tidak akan tahan dengan cara ini,” ujar dokter yang akrab dengan suasana konflik.
Tapi anehnya, masih menurut Jose, Ibrahim tidak pernah keluar rumah yang diserbu tersebut. Bahkan, darah yang mestinya berceceran di lokasi tidak ada. Tidak tertutup kemungkinan, Ibrahim memang sudah tidak lagi hidup ketika penyerbuan berlangsung.
Jose kembali mengkritisi pasca peledakan Mariot-Ritz Carlton, ”Kenapa polisi tidak mengecek lebih lanjut siapa ratusan orang asing yang menginap di dua hotel tersebut. Tapi, langsung mengarahkan semua tuduhan itu kelompok yang disebut sebagai Nurdin M Top.”
Senada dengan Jose, AC Manulang juga mengungkapkan bahwa saat ini pihak intelejen tidak punya data soal Nurdin M Top. ”Saat ini, sepengetahuan saya, pihak intelijen tidak tahu banyak soal Nurdin M Top,” jelas Manulang.
Ismail Yusanto, sebagai juru bicara HTI yang juga sebagai pembicara di acara tersebut menegaskan bahwa Islam tidak mengajarkan cara-cara terorisme seperti itu dalam jihad.
Bahkan Ismail membeberkan sejumlah fakta bahwa ada ketidakcocokan antara motivasi teror dengan aksi terorisme. ”Kita sudah paham bahwa motivasi yang disampaikan aparat lewat media adalah perang melawan Amerika, tapi kenapa aksinya tidak tertuju pada aset Amerika?” ujar Ismail.
Menurutnya, hingga saat ini, dari sekian banyak peristiwa terorisme di Indonesia, tidak satu pun warga AS yang menjadi korban. Bahkan, kantor Dubes AS di Jakarta tidak tersentuh bom sama sekali.
Lalu, siapa dalang di balik teror di Indonesia? Jose mensinyalir bahwa kelompok multinasional korporat atau pebisnis multinasional di belakang gembar-gembor terorisme. Jose berargumen bahwa hanya merekalah yang tahu adanya rapat pebisnis besar di Mariot saat peristiwa bom terjadi.
Selain itu, masih menurut Jose, pasca naiknya Obama menggantikanBush, isu terorisme akan disudahi oleh Obama. Tapi, kelompok multinasional yang memang selama ini membiayai sarana militer Amerika dan negara-negara besar lainnya, tetap menginginkan kondisi konflik karena itu memudahkan bisnis mereka. Mnh.
Arsip untuk ‘Kesehatan’ Kategori
Awas Lemak Babi!!!…
Ditulis oleh K@barNet di/pada 06/08/2010
Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya, mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatan. Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika ia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan.
Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah, namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141. Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaran lalu menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenang dalam bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, dan jangan banyak tanya …! Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kabar Ummat, Kesehatan | 1 Komentar »
Ulama: Vaksin Meningitis Produk Malaysia Halal
Ditulis oleh K@barNet di/pada 13/07/2010
Ulama Sumbar Buya Masoed Abidin meminta Kementerian Kesehatan untuk mengganti vaksin meningitis meningokokkus ACQ 135 dengan vaksin lain, karena dinilai tidak halal.
“Keputusan MUI sudah jelas bahwa vaksin yang bersumber dari ekstrak babi diharamkan, karena itu pemerintah perlu mencari gantinya yang lain,” kata Buya Mas`oed Abidin di Padang, Senin. Ia menanggapi hal itu terkait Menkes yang merencanakan akan mulai mendistribusikan vaksin meningitis meningokokkus ACQ 135 untuk digunakan para calon jemaah haji, pekan depan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh K@barNet di/pada 06/08/2010
Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya, mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatan. Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika ia mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan.
Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah, namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141. Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaran lalu menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenang dalam bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, dan jangan banyak tanya …! Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kabar Ummat, Kesehatan | 1 Komentar »
Ulama: Vaksin Meningitis Produk Malaysia Halal
Ditulis oleh K@barNet di/pada 13/07/2010
Ulama Sumbar Buya Masoed Abidin meminta Kementerian Kesehatan untuk mengganti vaksin meningitis meningokokkus ACQ 135 dengan vaksin lain, karena dinilai tidak halal.
“Keputusan MUI sudah jelas bahwa vaksin yang bersumber dari ekstrak babi diharamkan, karena itu pemerintah perlu mencari gantinya yang lain,” kata Buya Mas`oed Abidin di Padang, Senin. Ia menanggapi hal itu terkait Menkes yang merencanakan akan mulai mendistribusikan vaksin meningitis meningokokkus ACQ 135 untuk digunakan para calon jemaah haji, pekan depan. Baca entri selengkapnya »
Radar Bandara Mati, Pemerintah Lepas ATS dari Angkasa Pura
Jakarta - Pemerintah menargetkan pembentukan badan baru khusus untuk menangani Air Traffic Services (ATS) atau pelayanan lalu lintas udara sudah bisa dibentuk akhir tahun ini. Sehingga pada Januari 2011 sudah bisa beroperasi.
Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, saat ini pemerintah sedang menggodok undang-undang untuk pemisahan ATS yang selama ini sudah ada dan dikelola oleh PT Angkasa Pura (AP) I dan II.
"Kita sedang siapkan undang-undang untuk ATS kita. Nantinya akan dibentuk sebuah ruang khusus yang tidak bersifat komersial tetapi pelayan keselamatan penerbangan," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (31/8/2010).
Sesuai dengan UU Penerbangan, ATS ke depan akan diambil alih oleh lembaga penyelenggara pemerintah yang kini masih proses pembentukan. Dengan begitu maka AP I dan II hanya fokus pada bisnis jasa kebandarudaraan.
Menurut Hatta, bentuk dari badan baru tersebut masih digodok, antara membentuk Perusahaan Umum (Perum) atau Badan Layanan Umum (BLU).
"Nantinya bentuknya khusus, intinya untuk berikan pelayanan jadi dia akan nirlaba. Aspek keselamatan menjadi titik beratnya," ujarnya.
Dalam membentuk badan baru tersebut, Kementerian Koordinator Perekonomian akan berkordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Perhubungan.
(ang/dnl)
Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, saat ini pemerintah sedang menggodok undang-undang untuk pemisahan ATS yang selama ini sudah ada dan dikelola oleh PT Angkasa Pura (AP) I dan II.
"Kita sedang siapkan undang-undang untuk ATS kita. Nantinya akan dibentuk sebuah ruang khusus yang tidak bersifat komersial tetapi pelayan keselamatan penerbangan," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (31/8/2010).
Sesuai dengan UU Penerbangan, ATS ke depan akan diambil alih oleh lembaga penyelenggara pemerintah yang kini masih proses pembentukan. Dengan begitu maka AP I dan II hanya fokus pada bisnis jasa kebandarudaraan.
Menurut Hatta, bentuk dari badan baru tersebut masih digodok, antara membentuk Perusahaan Umum (Perum) atau Badan Layanan Umum (BLU).
"Nantinya bentuknya khusus, intinya untuk berikan pelayanan jadi dia akan nirlaba. Aspek keselamatan menjadi titik beratnya," ujarnya.
Dalam membentuk badan baru tersebut, Kementerian Koordinator Perekonomian akan berkordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Perhubungan.
(ang/dnl)
Pahlawan Nasional
JANGAN LUPAKAN SEJARAH PAHLAWAN INDONESIA, ATAS JASA MEREKA DENGAN IZIN ALLAH TA’ALA, INDONESIA BEBAS DARI CENGKRAMAN KOLONIALIS DAN MENGHANTARKAN KITA SEMUA MENJADI BANGSA SEPERTI SEKARANG INI. MARI KITA LANJUTKAN PERJUANGAN MEREKA GUNA MENJAGA KEHORMATAN NKRI YANG BERMARTABAT. SEKARANG, KITA JUGA MEMILIKI PEMIMPIN. SEBAGAI RAKYAT, KITA BERHARAP PEMIMPIN KITA DAPAT MENCONTOH KETELADANAN PARA PAHLAWAN NASIONAL, UNTUK BERSEDIA MERASAKAN KESUSAHAN MASYARAKAT. JANGAN TUNJUKAN KEMEWAHAN YANG BELEBIHAN, APALAGI KEMEWAHAN YANG BERASAL DARI UANG RAKYAT, DISAAT MASIH BANYAK RAKYAT YANG SEKARAT.
UNTUK MEMBACA BIOGRAFI, SILAHKAN KLIK GAMBAR DIBAWAH
Share this:
StumbleUpon
Digg
Reddit
UNTUK MEMBACA BIOGRAFI, SILAHKAN KLIK GAMBAR DIBAWAH
Share this:
StumbleUpon
Digg
Transkrip Rapat KSSK
Transkrip Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Pada Tanggal 20/21/ November 2008, yang Diketuai oleh Menteri Keuangan Selaku Ketua KSSK…………………………………………………………
Berikut isi transkrip:
Agenda rapat: pembahasan permasalahan PT Bank Century, tbk.
Tempat rapat: Gedung Djuanda I, lantai 3, Jl Dr Wahidin Raya no 1, Jakarta.
Peserta rapat pertama berjumlah 30-40 orang, diantaranya:
1. Gubernur Bank Indonesia
2. Boediono selaku Anggota KSSK
3. Miranda Gultom (Deputi Gubernur Senior BI)
4. Sekretaris KSSK Raden Pardede
5. Deputi Gubernur BI bidang Pengawasan Bank Ardhayadi Mitroatmodjo
6. Deputi Gubernur BI bidang Pengaturan Perbankan dan Stabilitas Perbankan Siti Ch Fajriyah
7. Deputi Gubernur BI bidang Pengelolaan Moneter Budi Mulia, Sekretaris Jenderal
8. Departemen Keuangan Mulia P Nasution, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu
9. Direktur Jenderal Anggaran Darmin Nasution
10. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang
11. Direktur Jenderal Perbendaharaan
12. Ahmad Fuad Rahmany (Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan)
13. Rudjito (Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan/LPS)
14. Firdaus Djaelani (Kepala Eksekutif LPS)
15. UKP3R Marsilam Simanjuntak
16. Agus Martowardjojo (Dirut Bank Mandiri)
17. Komisaris Utama Bank Mandiri
18. Robert Tantullar (Menunggu di ruang kosong lantai II)
Apa saja pembicaraan di dalam rapat itu? Inilah transkrip rapat KSSK :
(Sekali lagi kami beritahukan bahwa rapat ini bersifat rahasia. Jadi diharapkan kalaupun peserta sebanyak ini, mohon dari setiap orang atau institusi untuk menjaga kerahasiaan dari hasil rapat ini…)
Raden Pardede (Sekretaris KSSK), membuka rapat:
“Selamat pagi Menteri Keuangan, Bapak Gubernur, bapak-bapak dan ibu-ibu yang saya hormati. Kita akan memulai rapat malam hari ini, pertama akan ada rapat terbuka. Di mana peserta rapat adalah seluruh undangan beserta resource person.
Ini perlu kami garis bawahi mengenai seluruh undangan, berdasarkan daftar undangan yang kami buat di dalam rapat KSSK, di samping Ketua dan Anggota KSSK, juga dari Departemen Keuangan adalah Sekjen, Dirjen Anggaran, Dirjen Pengelolaan Utang, Ketua Bapepam, Kepala BKF dan Kepala Biro Hukum Departemen Keuangan juga Kepala Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi, UKP3R.
Dari Bank Indonesia, DGS BI, DG BI Bidang Pengaturan dan Stabilitas Keuangan, DG BI Bidang Pengawasan Perbankan, DG BI Bidang Pengelolaan Moneter.
Sedangkan dari LPS, Ketua Dewan Komisioner, Anggota Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif. Kemudian pihak lain sebagai narasumber adalah dari Bank Mandiri. Di samping itu, mulai saat ini, kita telah menunjuk LGS sebagai legal consule dari sebagai KSSK yang akan mengikuti seluruh acara ini.
Pada rapat pertama adalah Rapat Terbuka di mana agendanya akan ada pembukaan dari Ketua KSSK. Kemudian presentasi dari Bank Indonesia. Kemudian bisa pendapat dari peserta rapat lainnya dan juga klarifikasi dari data-data atau beberapa hal bisa dari Sekretaris KSSK.
Kemudian apalagi diperlukan nanti, kalau memang ada arah ke sana maka akan ada presentasi singkat dari LPS, optional apabila diperlukan. Sesudah rapat ini selesai, belum mengambil keputusan pada rapat ini, kemudian akan ada rapat tertutup.
Di mana nanti akan berpindah ke ruangan yang lebih kecil dan peserta rapatnya adalah Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Sekretaris KSSK dan juga notulis yang merangkap sebagai legal consule di mana agendanya adalah pengambilan keputusan oleh Ketua KSSK.
Kemudian nanti apabila pengambilan keputusan masih diperlukan, akan ada Rapat Komite Koordinasi. Pada Rapat Komite Koordinasi itu maka akan hadir di situ Ketua KSSK dan Ketua Komisioner LPS dan juga peserta di samping ini adalah Bank Mandiri.
Inilah kira-kira agenda pada malam hari ini. Marilah kita buka rapat ini dengan Rapat Terbuka. Sekali lagi kami beritahukan bahwa rapat ini bersifat adalah rapat rahasia. Jadi diharapkan kalaupun peserta sebanyak ini, mohon dari setiap orang atau institusi untuk menjaga kerahasiaan dari hasil rapat ini.
Untuk itu, kami mohon kepada Ibu Ketua KSSK melakukan rapat ini sesuai agenda yang sudah kami sebutkan tadi.”
Sri Mulyani (Ketua KSSK) memberi prolog:
Terima kasih Pak Raden sebagai Sekretaris KSSK. Ibu Bapak sekalian. Selamat pagi. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Karena rapat ini rapat pertama KSSK yang membahas mengenai substansi dan ini dimandatkan di dalam Perpu JPSK yang memang ini merupakan suatu test case, jadi saya sebagai Ketua KSSK dalam hal me-manage dan me-run organisasi KSSK, saya ingin dalam setiap Rapat KSSK menggunakan seluruh mekanisme yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan yang ada, dalam hal ini Perpu JPSK. Maka seluruh prosedur yang ada harus memenuhi suatu standard protokol yang correct dan sedetail mungkin.
Dalam hal ini tentu semua pihak baik di jajaran Departemen Keuangan sendiri, kemudian BI, LPS dan Sekretariat KSSK yang dipimpin oleh Sekretaris KSSK, semuanya harus bertindak dan memenuhi persyaratan yang sudah tertuang dalam Keputusan KSSK terutama di dalam mekanisme rapat dan pembuatan keputusan.
Malam ini kita berkumpul atas permintaan Gubernur BI. Karena, Gubernur BI dan DG telah meminta rapat KSSK untuk membahas permasalahan suatu bank. Permasalahan suatu bank ini tentu sesuai dengan tata acara yang kita miliki, perlu dipresentasikan oleh BI secara komprehensif terhadap permasalahan yang dihadapi oleh bank tersebut.
…termasuk di dalamnya Pak Marsilam (Simanjuntak) sebagai UKP yang memang diminta oleh Bapak Presiden untuk bekerja dengan KSSK…
Dan, tindakan-tindakan apa yang sudah dilakukan oleh BI dan apa-apa yang sudah dilakukan untuk mengatasi permasalahan bank itu sendiri, maupun mungkin yang berdampak pada sistem perbankan secara keseluruhan.
Fakta bahwa BI dalam hal ini Gubernur BI menghendaki adanya Rapat KSSK memberikan suatu nuansa atau bahkan implikasi bahwa persoalan bank ini ditengarai memberikan dampat sistemik. Namun, dalam hal ini, entah saya akan meminta kepada Gubernur BI untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi bank tersebut. Dan, tindakan-tindakan yang telah dilakukan oleh BI dan hal-hal yang telah dilakukan untuk mengatasinya serta rekomendasi dari BI untuk menyelesaikan masalah itu sendiri. Kalau ada implikasinya dari sistem perbankan secara keseluruhan, ini yang saya harapkan.
Tadi sore sampai malam larut, bahkan menjelang pagi, saya sudah meminta sekretaris KSSK untuk melakukan list dari keseluruhan dokumen dan berbagai informasi yang harus disertakan dan diserahkan dengan berita acara yang resmi, dengan serah terima antara BI dengan Sekretaris KSSK, untuk kemudian melakukan rapat ini.
Idealnya, sekretaris punya waktu untuk mempelajari seluruh dokumen ini. Sehingga, nanti bisa memberikan pandangan dan additional judgement dalam pengambilan keputusan di dalam forum KSSK.
Tadi disebutkan oleh Pak Raden, Sekretaris KSSK, kita mengundang berbagai pihak yang terkait, yaitu BI yang meminta rapat ini. Jajaran Depkeu yang terkait LPS, karena ini menyangkut bank yang sifatnya terbuka. Kita mengundang Bapepam. Dan narasumber yang kita memang undang dalam rapat ini untuk bisa memberikan masukan, termasuk di dalamnya Pak Marsilam (Simanjuntak) sebagai UKP yang memang diminta oleh Bapak Presiden untuk bekerja dengan KSSK.
Dan, di sini kita undang dari Bank Mandiri. Tadi disebutkan oleh Pak Raden bahwa saya meminta LGS untuk menjadi legal consule-nya dari KSSK. Dan, dari keseluruhan prosedur ini, tentu diharapkan dari keseluruhan langkah-langkah ini harus bisa dijaga seluruh sequence, maupun kepastian, serta correctness-nya dari sisi legal karena setiap keputusan ini akan memberikan dampak permanen hingga, dan pasti dapat dilihat beberapa tahun mendatang dengan akuntabilitas yang jelas.
Mungkin itu untuk pengantar dari saya. Kami akan minta kepada Pak Gubernur untuk melakukan presentasi sesuai dengan tata cara rapat di KSSK, yaitu menyampaikan permasalahan bank ini, tindakan yang sudah dilakukan, langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk mengatasinya kemudian implikasi terhadap perbankan secara keseluruhan.
Boediono (Gubernur BI dan anggota KSSK) memberi sambutan:
Bismillahirrahmanirrahim. Terima kasih Bu Menteri Keuangan. Ini adalah sidang perdana dari KSSK. Saya menggarisbawahi bahwa ini preseden dari prosedur. Semoga saja prosedur yang baik untuk pengambilan keputusan. Insya Allah dengan Rahmat Allah, hari ini kita bisa mengambil keputusan yang terbaik bagi bangsa kita.
Sidang yang saya hormati. Barangkali saya akan mengambil sari dari surat saya yang saya sampaikan kepada Menteri Keuangan selaku Ketua KSSK. Yang menjabarkan dan menjelaskan permasalahan Bank Century serta implikasi dari penanganan PT Bank Century, tbk.
Nanti dengan izin Ketua, kami minta saudara Halim untuk memberikan tambahan penjelasan bagi sidang. Menindaklanjuti teleconference dengan Menteri Keuangan pada tanggal 14, 17, 18 dan 19 November, terkait dengan perkembangan dan penanganan PT Bank Century, saya ingin menyampaikan beberapa hal, yang intinya sebagai berikut:
Pertama, mengenai kondisi terakhir Bank Century. Di bidang kecukupan penyediaan modal minimum, CAR (Capital Aduquency Ratio) berdasarkan pada posisi 30 Oktober 2008, rasio bank kurang dari 2%. Dan, tidak dapat ditingkatkan menjadi 8%.
“kami mengusulkan agar terhadap Bank Century dilakukan penyelematan oleh LPS…
Penurunan CAR disebabkan pemegang saham tidak dapat melaksanakan komitmennya untuk melakukan penambahan modal. Hal ini disebabkan penggolongan surat berharga valas yang dikategorikan macet, yang jumlahnya sebesar 76 juta US dolar. Yang diantaranya 11 juta US dolar telah jatuh tempo pada tanggal 31 Oktober 2008. Karena belum diterima pembayarannya, default sampai dengan 20 November 2008.
Di samping itu terdapat surat-surat berharga valas jatuh tempo 3 November 2008 sebesar 45 juta US dolar yang juga belum diterima pembayarannya sampai dengan 20 November 2008.
Yang kedua adalah adanya koreksi dari pengakuan bunga sebesar 390 miliar rupiah yang bukan berasal dari penerimaan tunai. Yang ketiga adalah kekurangan penyisihan penghapusan aktiva, EPH, aktiva yang diambil alih (AYDA) yang belum dibentuk sebesar 59 miliar rupiah.
Yang kedua adalah mencukupi Giro Wajib Minimum. Bank telah mengajukan permohonan Fasilitas FPJP sebesar 1 triliun, namun mengingat terbatasnya agunan yang memenuhi persyaratan maka pemberian FPJP Bank Century, Bank Century tidak bisa mengajukan permohonan FPJP yang baru.
Sementara bank memiliki kewajiban pihak ketiga yang sudah ditunda pembayarannya sampai tanggal 20 November 2008 sebesar 292,5 miliar serta DPK yang jatuh tempo pada tanggal 20 November, miliar rupiah sebesar 454, yang telah diperpanjang oleh bank sehingga total DPK 746,5.
Hal ini menyebabkan tekanan likuiditas bagi bank semakin berat. Saldo giro Bank Century per tanggal 20 November 2008, pukul 17.00 adalah sebesar 1,96 miliar rupiah. Dengan posisi saldo yang sangat kecil, kondisi likuiditas seminggu terakhir yang semakin menurun dan akumulasi DPK, yang ditunda pembayarannya.
Hal ini menyebabkan Bank Century tidak mampu menjaga kecukupan GWM sehingga tidak dapat mengikuti kliring pada tanggal tersebut. Informasi menyeluruh mengenai kondisi dan langkah-langkah yang telah dilakukan BI serta perkembangan terakhir telah kami sampaikan dalam lampiran I.
Selanjutnya, kami ingin menyampaikan analisis dampak sistemik terhadap kegagalan Bank Century dengan mempertimbangkan kondisi bank dan kaitannya dengan kondisi ekonomi makro dapat disampaikan beberapa hal, sebagai berikut:
Mengenai penurunan kepercayaan masyarakat, Bank Century memiliki jumlah nasabah dan jaringan kantor yang cukup besar. Kurang lebih ada 65.000 nasabah dan jaringan kantor yang cukup luas, sekitar 30 kantor cabang di seluruh Indonesia.
Munculnya masalah pelayanan terhadap nasabah-nasabah Bank Century dikhawatirkan menimbulkan memicu kepanikan. Terlebih lagi dalam kondisi pasar seperti ini yang rentan terhadap berita-berita negatif…
Munculnya masalah pelayanan terhadap nasabah-nasabah Bank Century dikhawatirkan menimbulkan memicu kepanikan. Terlebih lagi dalam kondisi pasar seperti ini yang rentan terhadap berita-berita negatif, Maka penutupan bank ini berupa potensi menimbulkan Contingent Effect berupa rush terhadap bank-bank lain, terutama bagi bank-bank yang kita sebut sebagai peer bank, suatu bank yang serupa atau lebih kecil.
Dengan demikian dikhawatirkan penutupan bank ini akan mengganggu kelancaran sistem perbankan dan system keuangan secara keseluruhan. Dapat kita informasikan bahwa deposan ini bank dengan saldo lebih dari 2 miliar mencapai 5,5 triliun yang mencapai 51,2% dari total DPK bank.
Juga terdapat beberapa simpanan BUMN yang jumlahnya mencapai 476 miliar. Sedangkan jumlah kewajiban Bank Century yang menjadi beban LPS terhadap penjamin DPK kurang dari 2 miliar rupiah mencapai 5,3 triliun rupiah.
Dampak terhadap pasar keuangan, situasi keuangan saat ini masih relatif labil dalam menyerap berita-berita negatif.
Pasal modal mengalami penurunan harga saham terus menerus. Penurunan kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia juga menurun. Serta penurunan harga saham dan SUN di Pasal Modal. Credit Default Swap Spread Indonesia mengalami peningkatan sebagai pencerminan peningkatan Country Risk.
…penutupan bank ini akan mengganggu kelancaran sistem perbankan dan system keuangan secara keseluruhan. Dapat kita informasikan bahwa deposan ini bank dengan saldo lebih dari 2 miliar mencapai 5,5 triliun yang mencapai 51,2% dari total DPK bank…
Di tengah-tengah situasi yang rentan ini penutupan Bank Century dengan cepat memperburuk kinerja pasar keuangan.
Mengenai dampak terhadap sistem pembayaran, situasi sistem pembayaran ini berjalan dengan gejalan segmentasi di pasar uang yang semakin meluas.
Data selama seminggu terakhir menunjukkan transaksi uang di pasar uang antar bank dilakukan antara sesama bank di kelompok besar. Hal yang sama terjadi pada bank-bank di kelompok menengah dan kecil. Hal ini menimbulkan kerentanan apabila terjadi Flight to Quality dan Capital Outflow yang mengakibatkan bank menengah dan kecil akan mengalami kesulitan likuiditas.
Pemantauan menunjukkan terdapat 18 bank yang berpotensi mengalami kesulitan likuiditas bila hal itu terjadi. Sementara terdapat 5 bank yang memiliki karakteristik seperti Bank Century yang diduga akan mengalami kesulitan-kesulitan likuiditas apabila muncul berita-berita negatif.
Situasi di atas cenderung membuat bank-bank menahan likuiditas, baik berupa valas maupun rupiah untuk keperluan likuiditasnya masing-masing. Kondisi ini membahayakan bank-bank yang tidak memiliki kekuatan likuiditas yang cukup.
Jika kemudian muncul rumor dan berita-berita negatif mengenai kegagalan 23 bank di atas dalam Settlement Clearing dan RTGS, hal ini akan memicu kepanikan dalam masyarakat dan berpotensi bank run. Info lengkap mengenai analisa dampak sistemik terdapat disampaikan dalam lampiran 2.
Dari analisa tersebut di atas bahwa permasalahan Bank Century berpotensi menimbulkan dampak sistemik terutama melalui pemburukan psikologi masyarakat dan pasar yang selanjutnya menimbulkan gangguan pada sistem pembayaran di pasar keuangan.
Tindak lanjut penanganan:
Memperhatikan langkah 1 dan 2 di atas, yaitu memperhatikan kondisi terakhir dari Bank Century dan analisis dampak sistemik tentang kegagalan Bank Century sesuai Keputusan RDG tanggal 20 November 2008, maka BI menyatakan PT Bank Century Tbk sebagai bank gagal.
Selanjutnya, sebagai tindak lanjut penetapan Bank Century yang ditengarai berdampak sistemik, kami mengusulkan agar terhadap Bank Century dilakukan penyelematan oleh LPS sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 18 Perpu No 4 Tahun 2008
Tentang Jaring Pengamanan Sistem Keuangan. Sehubungan hal tersebut di atas kami mengharapkan agar dapat dilakukan pembahasan tindak lanjut penanganan Bank Century dalam pertemuan KSSK hari ini.
Demikian dari kami, selanjutnya dengan saudari ketua, kami mengundang saudara Halim untuk memberikan tambahan.
Pembicaraan dikembalikan pada Ketua KSSK, Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Sri Mulyani:
Silahkan saudara Halim!
Laporan Sdr. Halim dari BI:
Terima kasih ibu Menteri Keuangan. Ibu Menteri Keuangan yang kami hormati, bapak Gubernur BI yang kami hormati, bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Perkenankan kami melaporkan analisis bank gagal dan yang kedua nanti analisis sistemik dari Bank Century.
Sebagai kelengkapan dari apa yang telah disampaikan oleh Gubernur BI, dari hasil analisis kami, mengapa BI mengungkapkan bahwa Bank Century ini sebagai bank gagal, hasil analisis yang telah kami lakukan menunjukkan bahwa walaupun dengan pertimbangan bahwa walaupun dengan pertimbangan bank sebenarnya belum melampaui jangka waktu pengawasan khusus yang diberikan sesuai dengan keterangan BI selama 6 bulan, namun BI menilai bahwa kondisi bank semakin menurun.
Hal ini tercermin dari rasio kewajiban penyediaan modal minimum pada posisi 31 Oktober 2008 kurang dari 2% dan dinilai tidak dapat lagi ditingkatkan menjadi 8%. Karena itu bank dinilai insolved. Hal ini terutama karena sampai saat ini pemegang saham tidak dapat melaksanakan komitmennya untuk melakukan penambahan modal.
Dalam hal ini berdasarkan perhitungan BI, modal bank telah menjadi -3,53%. Hal ini dikarenakan SSB valas dengan nilai II juta US dolar menjadi macet karena telah jatuh tempo pada tanggal 30 Oktober 2008 dan belum diterima pembayarannya sampai saat ini.
Di samping itu SSB valas yang telah jatuh tanggal 3 November 2008 dengan nilai 45 juta US dolar juga belum dapat dibayar. Penggolongan SSB valas bermasalah sebesar 25 juta US dolar atau ekuivalen dengan 236 miliar menjadi macet.
…Penggolongan SSB valas sebesar 40 juta US dolar atau ekuivalen dengan 377 miliar juga dianggap macet…
Dilakukan koreksi pengakuan bunga sebesar 390 miliar yang bukan dari penerimaan tunai, kekurangan PPA AYDA yang belum dibentuk sebesar 59 miliar dari perhitungan BI untuk mencapai 8% dibutuhkan tambahan modal sebesar kurang lebih 632 miliar dan jumlah ini diperkirakan akan bertambah seiring dengan memburuknya kondisi bank pada bulan November.
Sementara itu kondisi likuiditas perbankan seperti disampaikan oleh Bapak Gubernur BI, dewasa ini kondisinya sudah sangat menurun dibandingkan dengan berbagai kewajiban yang masih harus ditanggung oleh bank ini. Diperkirakan bank tidak mampu memenuhi kewajiban GWM pada hari-hari mendatang.
Secara akumulasi terdapat kewajiban RTGS dan kliring yang tidak dapat diselesaikan oleh bank sebesar 401 miliar sehingga, sesungguhnya dengan posisi GWM yang dewasa ini hanya tinggal 1,396 miliar telah menjadi kurang dan menjadi negatif.
Di samping itu terdapat kewajiban yang jatuh tempo pada tanggal 20 November sebesar 458 miliar yang belum diselesaikan.
Untuk menopang likuiditas bank tersebut, bank telah mendapatkan FPJP sebesar 689 miliar namun dengan besarnya penarikan dana yang dilakukan oleh nasabah, FPJP tersebut belum mampu memperbaiki kondisi likuiditas bank.
Beberapa perhitungan yang kami lakukan menunjukkan sampai 3 bulan mendatang diperkirakan membutuhkan dana mencapai sekitar 4,7 triliun. Oleh karena itu dengan berbagai data serta pertimbangan ke depan, BI menetapkan Bank Century sebagai bank gagal.
…sampai 3 bulan mendatang diperkirakan membutuhkan dana mencapai sekitar 4,7 triliun…
Selanjutnya perkenankan kami menyampaikan alasan-alasan serta pendekatan yang kami gunakan untuk menilai kegagalan Bank Century ini ditengarai berdampak sistemik. Kami menggunakan pendekatan yang dikembangkan oleh Financial Supervisory Authority dari Bank of England yang telah di-endorse oleh LPS dan European Center Bank.
Secara umum analisis dampak sistemik Bank Century ini kami menggunakan 5 aspek di mana aspek pertama dikaitkan dengan dampak penutupan Bank Century terhadap institusi keuangan. Kedua, dampak penutupan Bank Century terhadap kinerja pasar keuangan. Ketiga dampak terhadap sistem pembayaran. Keempat dampak terhadap psikologi pasar, serta kelima dampak terhadap sektor riil.
Secara umum kami melihat dampak yang terbesar yang akan muncul dari penutupan Bank Century dari ketidakpastian akibat masih rentannya psikologi pasar atau masyarakat, yang selanjutnya dapat memicu ketidakpastian serta gangguan yang cukup serius di pasar keuangan serta sistem pembayaran.
Berdasarkan kondisi yang dewasa ini terjadi, kami mencoba melakukan assestment bagaimana kejadian kalau seandainya Bank Century ini ditutup dikaitkan dengan kondisi keuangan serta sektor riil.
Seperti kita ketahui, dengan kondisi keuangan global yang terus memburuk dimana kondisi sistem keuangan yang ditandai dengan melekatnya IHSG dan cenderung menurunnya harga SUN ditambah dengan terdapat potensi Capital Flight ke luar negeri, diperkirakan kondisi ini akan terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Sementara itu kita juga melihat kondisi neraca pembayaran terus tertekan, cadangan devisa menurun diikuti dengan meningkatnya risiko negara Indonesia dan melemahnya nilai tukar rupiahl. Sementara itu dari sektor riil permintaan domestik walaupun relatif masih kuat tetap telah terdapat tanda-tanda mulai melemah dalam kuartal III 2008, yang lalu.
Sementara itu kami juga melihat peningkatan pembayaran utang luar negeri dalam kuartal IV 2008, khususnya dengan melihat ketersediaan US dolar dan kestabilan nilai tukar.
Hal ini dapat memperlemah fundamental ekonomi Indonesia, sehingga apabila terdapat berita-berita negatif yang dapat memperburuk kepercayaan masyarakat, kegiatan ekonomi yang sedang dalam situasi yang melemah, berpotensi untuk lebih memburuk.
Berbagai informasi dari sektor swasta menunjukkan adanya peningkatan PHK yang diimbangi dengan upaya-upaya memperbaiki peningkatan biaya produksi. Hal ini mengakibatkan sektor swasta kondisinya juga memburuk. BI bersama dengan pemerintah telah melakukan berbagai respon untuk menenangkan pasar.
Antara lain dengan melakukan pelonggaran lukuiditas, kenaikan batas atas penjaminan simpanan menjadi 2 miliar, pemberian penjaminan ketersediaan valas bagi perusahaan domestik dan sebagainya. Namun langkah-langkah ini tampak masih membutuhkan waktu untuk menilai efektifitasnya.
dari sisi kebijakan, pemerintah telah mengeluarkan 3 Perppu tentang JPSK. Amandemen UU LPS, Amandemen UU BI untuk menghadapi gejolak dan potensi krisis yang mungkin timbul di sektor keuangan…
Sementara itu dari sisi kebijakan, pemerintah telah mengeluarkan 3 Perppu tentang JPSK. Amandemen UU LPS, Amandemen UU BI untuk menghadapi gejolak dan potensi krisis yang mungkin timbul di sektor keuangan. Secara umum kondisi ini perlu kita lihat bagaimana nanti dampak dari penutupan Bank Century ini apabila kita melakukan penutupan Bank Century.
Selanjutnya kami juga melihat peranan Bank Century ini dilihat dari fungsinya dalam melayani masyarakat seperti telah disampaikan oleh Bapak Gubernur BI, walaupun dari sisi fungsinya adalah pemberian kredit serta keterkaitannya dengan lembaga keuangan lainnya tampak tidak terlalu signifikan, tapi dari sisi jumlah nasabah dan jumlah kantor bank ini memilih jumlah nasabah yang cukup besar. Yaitu 65.000 nasabah dengan jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia.
Oleh karena itu, dalam kondisi pasar yang kurang normal ini, penutupan bank diperkirakan akan berdampak sistemik bagi bank-bank lainnya.
Patut dipertimbangkan pula, bahwa dengan kondisi makro ekonomi yang sedang mengalami tekanan serta adanya gangguan pada sistem perbankan dan keuangan, dapat semakin memperburuk situasi, yang dapat menimbulkan instabilitas cukup signifikan.
Dari sisi analisis terhadap dampak penutupan Bank Century terhadap pasar keuangan, seperti diketahui pasar keuangan dewasa ini relatif labil dalam menyerap berita-berita negatif. Sementara itu pasar modal seperti yang sudah disampaikan tadi, terus mengalami penurunan.
Credit Default Swap Spread Indonesia terus mengalami peningkatan sebagai cerminan peningkatan country risk.
Dari sisi pasar likuiditas kami melihat terjadi gangguan yang meningkatkan liquidity premium sebagai akibat pelebaran Spread With Ask dalam perdagangan di pasar saham.
Lanjutan Penjelasan Sdr Halim dari BI:
Dengan situasi seperti ini penanganan kegagalan bank yang tidak dapat dilakukan secara komprehensif akan dapat memperburuk kinerja pasar keuangan, yang pada gilirannya dapat menurunkan kepercayaan internasional.
Dari sisi dampak terhadap sistem pembayaran, kita berjalan dengan segmentasi yang semakin meluas. Dari pemantauan kami, beberapa waktu terakhir, terdapat 18 bank, sebagian adalah bank kelas menengah dan kecil, berpotensi mengalami kesulitan likuiditas.
Apabila terjadi rumor yang mengakibatkan semakin sulitnya bank-bank ini memperoleh likuiditas dari sesama bank maupun dari kelompok bank besar.
Sementara itu terdapat 5 bank yang memiliki karakteristik mirip seperti Bank Century, diduga akan mengalami kesulitan likuiditas.
Ini akan cukup cepat berubah menjadi masalah solvabilitas. Oleh karena itu, kondisi ini perlu dipantau secara lebih cermat karena apabila muncul rumor atau berita negatif mengenai kegagalan 18 bank ditambah 5 bank tadi, akan cepat memicu kepanikan di kalangan masyarakat dan berpotensi menimbulkan bankrupt.
Sebagai kesimpulan, kami melihat penutupan Bank Century berpotensi untuk menimbulkan dampak sistemik terutama dari jalur-jalur sebagai berikut:
Jalur yang cukup kami khawatirkan adalah sistem pembayaran. Dari hasil analisis yang kami lakukan, dampak ini agak cenderung menjadi medium-to high impact. Apabila Bank Century ini ditutup, dikhawatirkan akan terjadi rush pada bank-bank yang serupa atau peer bank dan bank-bank yang lebih kecil, sehingga akan menganggu kelancaran sistem pembayaran.
Sementara itu, dampak melalui jalur pasar keuangan, kami juga melihat dampak yang medium-to high impact disebabkan penutupan Bank Century dikhawatirkan menimbulkan sentimen negatif di pasar keuangan. Terutama dalam kondisi pasar keuangan yang sangat rentan dewasa ini.
Selain itu jalur psikhologi pasar, menunjukkan penutupan bank ini akan semakin menambah ketidakpastian terhadap kestabilan dan kehandalam sistem perbankan. Sehingga penutupan bank dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakpastian dan penurunan kepercayaan masyarakat secara keseluruhan.
Dari hasil analisis tersebut kami menengarai penutupan Bank Century akan berpotensi menimbulkan dampak sistemik, terutama dari jalur psikologi pasar yang pada gilirannya akan memperburuk jalur sistem pembayaran dan pasar keuangan secara keseluruhan.
Ibu Menteri dan Bapak Gubernur yang kami hormati. Kami juga ingin menyampaikan, sebagai kelengkapan informasi yang telah disampaikan oleh Bapak Gubernur. Langkah-langkah yang telah dilakukan BI dalam melakukan penyelamatan ataupun dalam rangka menangani kasus Bank Century ini.
Sebagai kelengkapan informasi ini kami ingin menyampaikan kronologis langkah-langkah yang telah diambil oleh BI.
Seperti telah diketahui pada tanggal 6 Desember 2004, BI menyetujui merger tiga bank: CIC, Pikko dan Danpac menjadi Bank Century Tbk dengan susunan pengurus baru yang kemudian bank ditetapkan dalam Pengawasan Intensif.
Sebagai tindak lanjut merger, bank diminta membuat action plan untuk menyelesaikan aktiva bermasalah termasuk menjual aset yang berkualitas, dan atau memberikan return yang rendah.
Pada akhir Desember 2005, BI kembali meminta bank untuk menjual surat-surat berharga senilai 203 juta secara tunai.
Namun mengingat bank tidak berhasil menyelesaikannya, Skema AMA dengan cara menempatkan deposito sebesar 220 Juta US Dolar di Derdner Bank of Switzerland, untuk menjamin pelunasan SSB valas tersebut, yang kemudian disetujui BI pada tanggal 21 Februari 2006.
Atas permintaan BI, pemegang saham bank menambah modal bank sebesar 442 miliar melalui rate issue pada tanggal 28 Juni 2007.
Kemudian juga menempatkan dana setoran modal dalam bentuk Mandatory Convertible Bond (MCB) sebesar 14,85 juta US dolar, yang pada bulan Juni 2009 rencananya akan dikonversikan menjadi modal disetor.
Dan, secara bertahap yaitu pada bulan April sampai dengan September 2006, mengembalikan surat-surat berharga Valas yang dikuasai oleh First Gulf Investments sebesar 57 juta US dolar kepada bank.
Sejak bulan November 2007, BI telah meminta bank untuk mengundang strategic investor yang dapat menyelesaikan seluruh permasalah bank.
Lanjutan Penjelasan Sdr Halim dari BI:
Calon investor yang berminat antara lain adalah Quwait Finance House, Korean Shin Han Bank, May Bank, Hanna Bank ..44:30.. HSBC, Nur Islamic Bank, serta PT Sinar Mas Multi Artha. Namun tampaknya semua investor tersebut belum memberikan hasil yang seperti diharapkan.
Selanjutnya BI meminta kepada pemegang saham pengendali, yakni sdr Hesyam al Waraq, pemegang saham sdr Robert Tantular dan sdr Rafat Ali Rizvi serta pengurus bank, pada tanggal 15 Oktober 2008 dan tanggal 16 November 2008 untuk menyelesaikan masalah likuiditas dan permasalahan lainnya.
Dalam letter of Commitment per tanggal 15 Oktober 2008 dan tanggal 16 November 2008, yang bersangkutan akan mempercepat pelunasan SSB valas dan skema AM sebesar 120,4 juta US dolar serta Structure Notes GP Morgan Luxemburg, Banking SA sebesar 25 juta US dolar dan Nomura Bank Internasional BLC sebesar 40 juta US dolar.
Namun Pemegang Saham Pengendali tidak memenuhi semua komitmennya sebagaimana tertuang dalam LoC tersebut. Selanjutnya BI memantau pelaksanaan Action Plan. seperti yang telah dijanjikan oleh bank bersangkutan termasuk memantau likuiditas serta perkembangan kredit dan DPK harian.
Kemudian pada tanggal 28 Oktober 2008, BI telah menyampaikan surat kepada Direksi bank tersebut dan mengundang direksi bank untuk membahas penyelesaian permasalahan likuiditas bank yang semakin memburuk. Dalam pertemuan tersebut Direksi diminta untuk menyelesaikan persoalan likuiditas bank terutama dengan meminta Pemegang Saham Pengendali dan pemegang saham untuk memenuhi komitmennya dengan melunasi lebih awal SSB valas yang telah jatuh tempo tanggal 30 Oktober 2008 sebesar 11 juta dan yang jatuh tempo 30 November 2008 sebesar 45 juta US dolar.
…Dalam letter of Commitment per tanggal 15 Oktober 2008 dan tanggal 16 November 2008, yang bersangkutan akan mempercepat pelunasan SSB valas dan skema AM sebesar 120,4 juta US dolar… Namun Pemegang Saham Pengendali tidak memenuhi semua komitmennya sebagaimana tertuang dalam LoC tersebut…
Upaya ini pun belum membawa hasil. Selanjutnya BI meminta bank untuk mengupayakan penjualan aset likuid untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya antara lain US treasury sebesar 45 juta US dolar. Namun usaha ini pun tidak berhasil.
Pada tanggal 5 November 2008, RDG telah memutuskan untuk menetapkan bank dalam pengawasan khusus atau SSU. Hal tersebut telah disampaikan kepada bank pada tanggal 6 November 2008, disertai dengan permintaan untuk menyampaikan action plan perbaikan kondisi likuiditas dan permodalana tau yang dinamakan Capital Retoration Plan (CRP).
Selain itu bank juga diminta untuk melakukan tindakan perbaikan yang dalam hal ini adalah Mandatory Supervisory Action (MSA). Dengan diberikannya dana FPJP, BI juga memantau penggunaan dana FPJP yang dimaksud.
Demikian kurang lebih langkah-langkah yang dilakukan oleh BI selama-sebelum menetapkan Bank Century sebagai Bank Gagal. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, Asslamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Demikian saudara ketua, terima kasih.
Sri Mulyani, Ketua KSSK:
Terima kasih Pak Boediono. Saudara-saudara sekalian, malam ini ada dua hal yang akan KSSK putuskan. Yaitu mengenai nasib dari Bank Century itu sendiri yang dalam hal ini di-propose oleh BI sebagai bank gagal.
Yang kedua, berdasarkan yang disampaikan oleh BI, adalah keputusan apakah bank ini berpotensi menimbulkan dampak sistemik terhadap sistem keuangan. Ini adalah 2 hal yang berbeda, meskipun tadi sudah disampaikan kronologis persoalan dan berbagai langkah yang dilakukan oleh BI, baik dalam hal ini sebagai otoritas yang melakukan supervisi terhadap bank tersebut semenjak Tahun 2004.
…saya rasa dari sisi teknis internal informasi bank itu sendiri, klarifikasi atau rekomendasi untuk menempatkan bank ini menjadi bank gagal tidak perlu membutuhkan suatu argumen…
Yaitu pada waktu terjadinya merger dari 3 bank dan langsung di bawah pengawasan intensif sejak tahun 2004. Tapi tampaknya seluruh complience dari Pemegang Saham Pengendali terhadap seluruh permintaan yang dilakukan BI tidak pernah dipenuhi.
Oleh karena itu, sampai dengan situasi saat ini, yang tentu di-trigger oleh kondisi keuangan yang dihadapi di seluruh dunia yang mungkin mengakselerasi kerapuhan atau situasi di bank tersebut.
Saya akan meminta pandangan dari semua yang hadir pada malam ini, karena kalau runtutan logika dan argumen yang disampaikan oleh BI, pertama judgement mengenai bank gagal, tentu secara obyektif faktual mengenai kondisi bank itu sendiri, mulai masalah kesulitan likuiditas menjadi masalah solvabilitas, Itu tampaknya sudah obvious.
Memang pada akhirnya dia menjadi kategori bank gagal.
Kalau dari sisi itu barangkali cukup straight forward, saya rasa dari sisi teknis internal informasi bank itu sendiri, klarifikasi atau rekomendasi untuk menempatkan bank ini menjadi bank gagal tidak perlu membutuhkan suatu argumen untuk menambah atau menguranginya.
Tapi saya akan buka saja, kalau ada yang mau menyampaikan pandangan untuk memberikan tambahan informasi dan pertimbangan bagi kami di KSSK untuk menetapkan langkah selanjutnya.
Yang kedua adalah keputusan apakah dengan status bank gagal ini, apakah bank ini akan ditutup atau diselamatkan.
BI memberikan pandangan, walaupun bank gagal, diselamatkan karena bila ditutup akan memberikan dampak sistemik kepada seluruh sistem perbankan dengan berbagai argumen yang disampaikan tadi.
Saya tentu saja dalam konteks ini membutuhkan juga pandangan dari yang hadir. Yang kita undang sebagai narasumber, sekaligus juga ingin menguji argumen yang disusun BI dari berbagai sisi. Kalau saya sendiri melihat, bank ini dari sisi ukuran kecil, kalau di atas kertas, dalam situasi normal, harusnya tidak sistemik.
Kalau masyarakat maupun dalam sistem perbankan atau bahkan global terhadap keseluruhan persepsi terhadap risiko sistemik keuangan secara keseluruhan. Tapi, yang juga tidak bisa di-deny adalah dari kecil dan faktual harusnya tidak sistemik. Ini menjadi sistemik karena ada faktor lainnya, konteks yang hari ini.
Kalau pemerintah akan menyelamatkan bank ini untuk suatu pertimbangan yang lebih besar, namun bahwa reputasi bank ini tidak cukup baik. Sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai judgement pemerintah untuk menyelamatkan bank ini…
Namun yang juga tidak bisa dipungkiri nampaknya, kalau saya tidak mendapatkannya dari kalimat yang eksplisit dari BI, adalah reputasi dari bank ini nampaknya tidak bagus. Kalau pemerintah akan menyelamatkan bank ini untuk suatu pertimbangan yang lebih besar, namun bahwa reputasi bank ini tidak cukup baik. Sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai judgement pemerintah untuk menyelamatkan bank ini.
Ini juga perlu kita lihat karena ini akan setting terhadap keputusan seperti yang disebutkan oleh Pak Halim, dan juga disebutkan oleh Gubernur, ada 18 bank dengan ukuran yang kira-kira sama dan 5 bank yang mirip. Jadi kita punya 23 bank yang kita tidak bisa melakukan diskriminasi dari sisi masyarakat umum, apakah mereka ini bank yang sama, hanya karena ukurannya saja, atau sama jelek karena reputasi, atau karena dalam satu peer group saja dengan mereka.
Nah, Keputusan terhadap Bank Century ini akan menimbulkan ekspektasi dan sekaligus harapan. Tapi mungkin juga suatu preseden terhadap ke-23 bank yang lain, atau mungkin puluhan bank lain dengan variasi ukuran yang berbeda, karena kita bicara tentang sistem perbankan secara keseluruhan.
Nah, karena ini akan menjadi suatu set keputusan awal di dalam kondisi ekonomi maupun keuangan kita yang masih akan dihadapkan pada kondisi yang kritis, terhadap suasana global maka yang disebut tadi argumen, bahwa ini menimbulkan dampak sistemik atau tidak sistemik dan sekaligus signal dari kualitas pengambilan keputusan KSSK, ini di dalam memutuskan suatu bank, itu seharusnya diselamatkan atau tidak diselamatkan itu menjadi sangat critical.
Saya rasa kalau argumen BI, baik itu dari sisi dampak dari sektor keuangan dan dampak dari sistem pembayaran dampak terhadap perekonomian secara keseluruhan, itu disusun sedemikian hingga menggambarkan bahwa menyelamatkan bank ini memang patut untuk dilakukan karena ada faktor yang lebih besar, yang saya juga membutuhkan judgement dalam hal ini adalah bank ini dengan reputasinya.
…itu disusun sedemikian hingga menggambarkan bahwa menyelamatkan bank ini memang patut untuk dilakukan karena ada faktor yang lebih besar…
Kalau diselamatkan apakah tidak memberikan sinyal tentang keputusan itu sendiri, yang bisa dibaca salah atau menimbulkan ekspektasi yang nanti-nanti kita mungkin, kita bisa called by surprise… 55:22… karena orang akan mengatakan kalau bank seperti ini saja diselamatkan, maka bank yang lain akan compression untuk kemudian menggagalkan diri sendiri, atau membuatnya menjadi gagal dan sudah pasti pemerintah akan, dalam hal ini tidak punya choice lain but to rescue-nya.
Nah, hal-hal seperti ini yang kita mengharapkan aspek moral hazard maupun reputasi terhadap kualitas keputusan pemerintah juga penting, karena implikasi dari keputusan apapun, apakah ini akan bank gagal dan kemudian ditutup, atau bank gagal diselamatkan ada di LPS.
Saya akan minta kepada LPS untuk memberikan pandangan pada saya, mungkin sebelumnya saya akan minta kepada beberapa narasumber baik yang dari internal Depkeu atau narasumber lainnya. Saya berasumsi BI pandangannya satu ya, jadi tidak ada descenting opinion diantara Deputi Gubernur, karena dalam hal ini telah diwakili oleh Gubernur dan Pak Halim yang tadi dimintakan pandangan yang bersifat teknis.
Saya minta dari LPS, apakah diwakili atau tiga-tiganya, komisioner, akan bicara kecuali Pak Muliaman, tidak saya mintakan pandangan dari LPS, karena Pak Muliaman duduknya di sisi Gubernur BI, jadi beliau sekarang, malam ini di sisi BI, jadi LPS yang lain. Apa mau satu orang atau tiga-tiganya: Pak Rudjito, Pak Darmin atau Pak Firdaus?
Rudjito, Dewan Komisioner LPS:
Terima kasih Ibu Ketua, Bapak dan Ibu sekalian.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang ingin kami sampaikan adalah alur sistemik yang telah selama ini dijalankan di LPS sesuai dengan UU LPS nomor 24 dan juga peraturan LPS.
Yang kedua karena setiap keputusan ataupun usulan yang menyangkut keputusan strategis akan menyangkut keputusan bersama Dewan Komisioner, tentu kami agak sedikit berbeda dengan Ibu. Meskipun, Pak Muliaman D Hadad duduknya di sana tapi beliau adalah ex officio Dewan Komisioner LPS.
Jadi, seandainya tidak ada pendapat yang berbeda dengan saya, mudah-mudahan itu adalah pendapat dari Ketiga Anggota Dewan Komisioner dan plus Kepala Eksekutif.
Baik, ibu-bapak sekalian, kalau seandainya bank gagal, itu sebenarnya di tangan LPS bisa 2 choice. Pertama, kedua choice itu sudah harus dijawab kepada BI dalam waktu 1 hari.
Pertama, kedua choice-nya adalah berdasarkan perhitungan mana dengan analysis lower cost test, antara menyelamatkan dengan menyatakan dilikuidasi kepada BI atau tidak usah diselamatkan.
Katakanlah seandainya ini ditanyakan sebagai bank gagal yang sistemik dan perlu diselamatkan, maka ada dua, penyelamatan bank gagal sistemik ini oleh LPS bisa menyertakan pemegang saham lama dengan minimum 20% saham oleh pemegang saham lama dan bisa tidak menyertakan sama sekali.
…karena setiap keputusan ataupun usulan yang menyangkut keputusan strategis akan menyangkut keputusan bersama Dewan Komisioner, tentu kami agak sedikit berbeda dengan Ibu….
Artinya, penyertaan modal itu 100% oleh LPS yang di bawah. Lalu, untuk kepentingan ini, berdasarkan UU LPS pasal 9 huruf A angka 4, itu telah dinyatakan dalam UU itu dan kemudian dinyatakan dalam bentuk surat penyertaan setiap bank yang mendaftar sebagai anggota LPS dan itu wajib menyerahkan surat pernyataan surat pernyatan dari setiap pemegang sahamnya dan setiap pengurusnya.
Kalau saya bacakan sedikit, mungkin sudah ada di ketua. Contoh, First Gulf Asia Holdings Ltd, yang ditandatangani oleh Hesyam al Waran, bertindak atas nama First Gulf Asia Holdings Ltd, dengan ini menyatakan: pertama bersedia mematuhi seluruh ketentuan perundangan yang ditetapkan mengenai program penjaminan melalui LPS.
Yang kedua, bersedia untuk melepaskan dan kepada LPS segala hak kepemilikan dan atau kepentingan lainnya, apabila bank menjadi bank gagal.
Yang ketiga bersedia bertanggung jawab atas setiap kelalaian dan garis miring atau perbuatan melanggar hukum yang dilakukan Pemegang Saham oleh Gulf ini, baik langsung maupun tidak langsung yang mengakibatkan kerugian atau membahayakan kelangsungan usaha bank, termasuk menyerahkan harta kekayaan badan hukum ini, First Gulf Asia Holdings apabila bank menjadi gagal.
Ketiga syarat ini kumulatif. Kemudian pernyataan ini dibuat dengan itikad baik berdasarkan kewenangan yang sah menurut ketentuan hukum yang berlaku dan tidak dapat ditarik kembali atau dibatalkan, serta dapat dieksekusi oleh LPS tanpa persetujuan lebih dahulu oleh badan hukum ini, First Gulf Asia Holdings.
Tentu saja kalau pemegang sahamnya perorangan, kekayaannya juga perorangan juga. Nah, pertanyaannya adalah: terutama untuk Ketua Bapepam, karena ini adalah Tbk, pasti ada pemegang saham publik.
Nah, sampai saat ini pemegang saham publik tidak pernah ada yang kita mintakan surat pernyataan karena dia tidak sebagai pemegang saham pengendali. Jadi, yang kita mintakan selama ini adalah pemegang saham pengendali. Lalu, baik karena dia ikutan setor sampai minimal 20%, ditambah penyertaan modal, sementara LPS maupun seluruhnya, 100% LPS.
…Nah, sampai saat ini pemegang saham publik tidak pernah ada yang kita mintakan surat pernyataan karena dia tidak sebagai pemegang saham pengendali. Jadi, yang kita mintakan selama ini adalah pemegang saham pengendali…
LPS sudah bisa mengambil alih RUPS PT Bank Century ini, lalu dilakukan tindakan penyelamatan.
Dalam hal tindakan penyelamatan ini, tentu saja kita akan berpatokan kepada pedoman-pedoman yang mungkin akan diputuskan dalam rapat ini dan tindakan penyelamatan ini harus didepstasikan dalam kurun waktu 3 tahun dan kalau belum laku, ya dieksten sampai 2×1 tahun dengan 5 tahun kalau dia sudah menjadi normal bank.
Dalam hal tindakan penyelamatan ini, LPS tentu saja akan meminta bantuan pastinya kepada para profesional bankir, yang ada di sini, yaitu Bank Mandiri, untuk mengelola atas nama LPS, untuk menyehatkan kembali bank ini.
Kalau dilihat dari hitung-hitungan sementara, yang telah dicoba dilakukan oleh LPS berdasarkan posisi 30 Oktober, tambahan modal untuk mencapai CAR 8% sekitar 632 miliar, kuran lebih.
Memang kalau dibandingkan dengan seandainya dilikuidasi, kewajiban DPK sampai dengan 2 miliar, 5,3 T itu masih jauh lebih kecil. Namun demikian, tentu saja, going concern bank ini, pada kesempatan berikutnya nanti, kita juga tentu, dengan harapan bahwa penempatan-penempatan dana yang dilakukan oleh bank lain, giro, tabungan, deposito yang dilakukan oleh deposan.
Itu masih tetap stay sehingga tidak perlu menambah modal lagi untuk menopang likuiditas bank ini. Kemudian catatan lain dengan adanya penjelasan dari Bapak Gubernur BI dan Ibu Ketua tadi, saya juga sependapat kalau dalam keadaan normal bank ini bukan sistemik. Jadi, kami bisa membuat keputusan apakah dilikuidasi saja atau diselamatkan.
Namun demikian tentu saja, karena ini sudah dibawa di Rapat KSSK, nanti kita perhatikan apa keputusannya. Namun demikian kami meminta izin, kalau diizinkan, kami mohon Pak Darmin dan Pak Muliaman Hadad, kalau ada tambahan, silahkan.
Darmin Nasution, Dirjen Anggaran:
Terima kasih Pak Rudjito, Ibu Ketua KSSK, Bapak Gubernur BI sebagai anggota KSSK. Tadi sudah dijelaskan, dan lebih rinci tadi juga sudah dijelaskan oleh Pak Halim mengenai bank gagal ini, kronologisnya dan juga alasan-alasan dan justifikasi terhadap sistemiknya Bank Century ini kalau sampai ditutup, akan lebih banyak persoalan di sektor keuangan akan lahir.
…Surat berharga kan hasilnya ada dan mestinya sudah ter-detect sejak tahun pertama atau kedua setelah dia ditempatkan di dalam… Mengapa bukan 2 tahun yang lalu diaudit? Sehingga, kalau harus mati, dia mati dua tahun lalu…
Dari seluruh penjelasan kronologis, yang bisa ditangkap sebenarnya adalah bank ini sudah bermasalah sejak awal, yaitu sejak merger pada tahun 2004. Sekarang menjadi gagal.
Pertanyaannya: sebetulnya apa yang memicu dia menjadi gagal.
Dari penjelasan tadi dan juga informasi yang ada dalam rapat-rapat sebelumnya, bank ini tiba-tiba CAR-nya turun dari 14 menjadi 2,35 karena diaudit oleh BI. Dan kemudian, audit itu menyatakan surat-surat berharga termasuk yang valas dinilai 0, sehingga memang mau tidak mau, CAR-nya jatuh.
Yang memicu mengapa diaduit pada bulan Oktober-November, bukan tahun lalu. Kalau yang saya dengar tadi, adalah karena SSB ini mau jatuh tempo pada bulan oktober atau november. Yang ingin saya tanyakan kepada Pak Gubernur, apakah SOP di BI membiarkan ada surat-surat berharga sebanyak itu yang tidak terlihat hasilnya masuk?
Surat berharga kan hasilnya ada dan mestinya sudah ter-detect sejak tahun pertama atau kedua setelah dia ditempatkan di dalam. Nah, kalau yang saya sampaikan betul, pertanyaannya apakah SOP di BI menunggu audit sampai mau jatuh tempo?
Mengapa bukan 2 tahun yang lalu diaudit? Sehingga, kalau harus mati, dia mati dua tahun lalu. Hal ini penting supaya duduk perkara persoalan ini menjadi lebih jelas. Itu yang pertama.
Pertanyaan yang kedua, sebenarnya adalah, di LPS ada salah satu persoalan yang perlu jawaban. Kalau suatu bank itu mau dimatikan atau mau diselamatkan, adakah tindakan kriminal atau pidana dari pemilik atau pengurus bank sehingga bank tersebut terjadi demikian.
Jawaban terhadap persoalan tersebut, yang lebih tahu sebenarnya adalah BI dan kita perlu, paling tidak karena kita ini bukan polisi atau hakim, indikasinya adakah tindakan kriminal, pidana perbankan atau pidana umum yang terjadi di dalam bank itu.
Yang ketiga, penjelasan mengenai sistemik. Terus terang kalau kita dengarkan baik-baik, bank manapun yang bermasalah sekarang kesimpulannya adalah sistemik. Apa betul begitu?
Bisakah kita mempertanggungjawabkan karena nanti ujung-ujungnya kalau diselamatkan, ada dua kelompok dana yang akan dipakai. Satu adalah uang negara, yang kedua adalah uang iuran atau premi dari perbankan. Saya kira perbankan nanti juga berhak menuntut kalau sampai mereka anggap dana yang dikumpulkan dari mereka sembarangan digunakan. Menyelamatkan bank yang tidak layak untuk diselamatkan.
Kalau kita mendengar argumentasi yang disampaikan jauh lebih banyak aspek psikologis, yang sayang sekali tidak bisa diukur sebelum terjadi. Dan, kita tiba-tiba menjadi tawanan dari spekulasi karena nanti kalau kita bilang tidak maka jawabannya bisa begini,” Coba saja kalau berani.”
Artinya, kita perlu justifikasi yang lebih kurang terukur sehingga kesimpulannya lebih kuat. Jadi, kalau saya, Pak Gubernur, belum meyakinkan bahwa bank ini sistemik. Ada 3 hal, terima kasih.
Pernyataan dari Pihak LPS:
Dari saya masih ada satu juga pertanyaan yang perlu klarifikasi. Belum lama ini sudah ada berita bahwa Sinar Mas Multi Artha yang juga berminat. Jadi kalau seandainya kita akan menyelamatkan bank ini, betul-betul juga harus ada penegasan bahwa Sinar Mas sudah tidak mau lagi untuk meneruskan. Jangan sampai kita dianggap menalangi lebih dahulu, untuk maksudnya Sinar Mas di kemudian hari. Kira-kira seperti itu.
Penjelasan Sri Mulyani, Menteri Keuangan:
Sudah ya, jadi dari LPS sudah diwakili. Pada dasarnya menyangkut implikasi dari keputusan dari bank gagal yang memang pada akhirnya akan dialihkan kepada LPS. Bahwa nantinya harus diselamatkan atau dilikuidasi, ini harus diputuskan dengan pertimbangan yang sematang mungkin.
Selain tadi ada beberapa pertanyaan juga. Metodologinya, enaknya seperti apa ya? Saya minta jawaban dulu atau saya elaborate dari beberapa pertanyaan lain dulu Pak Boediono. Supaya kita juga bisa memperdalam.
Dari Departemen Keuangan nggak ada pertanyaan, atau dari Pak Fuad, atau dari Contingent Risk yang ada.
Kalau memang tidak ada yang sangat critical, ya tidak apa-apa. Tapi kalau ada pertimbangan lain mengenai beberapa hal ataukah ditunggu sampai BI menjawab pertanyaan dari LPS atau dalam tahap ini akan dipertanyakan. Pak Anggito dan Pak Fuad, barangkali. Sampai detik ini tidak ada yang mau ditambahkan dulu. Oke, silahkan Pak Anggito.
Penjelasan Anggito Abimayu, Kepala BKF:
Terima Kasih Ibu Menteri dan Pak Gubernur yang kami hormati. Meskipun kami tidak memiliki bahan, dan tidak bisa mengingat-ingat apa yang disampaikan. Tapi dari 2 hal, satu, analisis mengenai status bank gagal dan yang kedua mengenai dampak sistemik.
Barangkali dari sisi besaran-besaran ukuran-ukuran rasio keuangan cukup untuk memberi kesimpulan bahwa ini adalah bank gagal. Namun, yang kedua mengenai dampak sistemiknya bisa diukur, tadi saya sepakat dengan Pak Darmin. Bahwa, mengenai dampak sistemiknya itu lebih dilandasi oleh kondisi psikologis dan itu tidak bisa diukur.
Jadi, memang belum cukup keyakinan kita untuk mengambil kesimpulan kita bahwa ini adalah kondisi sistemik. Saya ingin menanyakan satu hal tambahan yang tadi disampaikan Pak Darmin.
Tadi Pak Gubernur dan Pak Halim menyatakan bahwa kondisi bank ini sudah cukup lama ditengarai adanya kondisi yang kurang baik. Kalau sekarang ditutup, dilikuidasi, tentu tidak merupakan suatu kejutan. Bukan merupakan suatu hal yang secara psikologis memberikan dampak sistemik tersebut.
Apalagi bank ini sudah lama dan sudah cukup beberapa waktu dinyatakan sebagai bank yang kurang baik. Kalau keputusannya adalah dinyatakan likuidasi dan ini sudah diketahui sejak awal bahwa bank ini memang performance-nya juga tidak bagus. Apakah itu juga masih tetap dianggap dan memiliki dampak sistemik?
Kalau ada analisis tambahan mengenai kondisi sistemik terhadap Bank Century akan menambah keyakinan kita bahwa memang usulan ataupun proposal dari BI utuk melakukan penyelamatan bisa diterima.
Penjelasan Sri Mulyani, Menteri Keuangan:
Saya bisa minta pada Pak Raden untuk menyampaikan pandangannya. Tapi saya muncul dari pandangan tadi dan dari pemaparan BI. Saya minta untuk dipertimbangkan di dalam menjawab Pak Boed.
Begini, karena tadi memang implikasi sistemik maka pilihan kita hanya menyelamatkan. Kalau diselamatkan maka LPS harus melakukan beberapa tindakan yang menggunakan uang, iuran yang dimiliki oleh LPS sendiri. Kalau size-nya dan ukuran yang dibutuhkan untuk melakukan intervensi dan penyelamatan itu memadai dari LPS sendiri, maka selesai.
Kalau first back expectation kita adalah Bank Century ini merupakan bank pertama dan terakhir yang akan kita lakukan sepanjang, katakanlah 24 bulan ke depan, sampai seluruh global crisis ini tidak terjadi sehingga seluruh persoalan peer pressure dan peer psychological factor terhadap peer group-nya yaitu 18 bank yang semirip atau sekelas plus 5 bank yang juga dianggap associated atau related dengan kemiripan Bank Century, itu tidak akan terseret.
Artinya kita punya cofidence bahwa bank-bank lain cukup sehat untuk melalui proses krisis ini. Sehingga tidak terjadi atau bahkan muncul suatu moral hazard yang tadi saya sebutkan di awal, bahwa kalau Bank Century diselamatkan, semuanya yakin para pemilik saham dan manajemen bank di seluruh Indonesia yakin bahwa dengan benchmark Bank Century ini, apapun kesulitan yang dihadapi pasti akan diselamatkan.
Kalau muncul sikap seperti itu, pertanyaan yang saya harap dari BI, karena ini sangat critical dan terhadap kredibilitas step kita selanjutnya menjaga sistem keuangan secara keseluruhan. Apakah itu bank gagal atau gagal by accident.
Kita nggak tahu karena kita berhadapan dengan periode krisis global. Ini yang masih akan menimbulkan, karena sangat bumpy, bisa saja ada yang kayak saya sebutkan di Kompas hari ini, inncocent victim atau memang betul-betul bank itu sudah rapuh dari sananya. It’s just a matter of time dan ini tinggal dapat alasan saja untuk akan gagal atau untuk akan menghadapi persoalan.
Nah, once kita membuat decision about Bank Century ini, akan menjadi set of benchmark.
Nah, kalau ini akan menjadi set of benchmark, makanya kita akan lihat kepada peer group maupun kemungkinan yang mungkin terjadi di seluruh sistem perbankan.
Memang, semua ini sama seperti BI, menyusun argumen mengenai masalah sistemik ini berdasarkan beberapa fakta maupun psikologis, maupun link, hubungan yang diperkirakan bisa terjadi karena keputusan mematikan atau menyelamatkan. Kita juga bisa membuat suatu, logika yang sama.
Kalau juga bisa membuat suatu logika yang sama, kalau ini diselamatkan, maka pertanyaannya, LPS atau pemerintah akan selalu siap sedia me-rescue anybank kalau itu menjadi suatu bench mark. Nah, kalau itu terjadi, LPS terbatas. Mak dia tidak credible kecuali bahwa orang lihat berarti ini cost-nya kepada uang negara.
Kalau uang negara, maka masyarakat akan melihat negara punya uang seberapa banyak. Dengan demikian mereka akan melihat pada APBN. Kalau APBN-nya dianggap dalam suasana yang tidak memiliki uang yang cukup, maka negara juga tidak dianggap kredibel untuk meng-cover keseluruhan kemungkinan risiko menyelamatkan berbagai bank.
Nah, rentetan ini juga akan menjadi situasi sistemik dari sisi ekpektasi. Mungkin kita harus pikirkan juga dengan sangat-sangat matang. Atau, kita punya pilihan lain untuk mengurangi risiko menyelamatkan berbagai bank. Nah, rentetan ini juga akan menjadi suatu situasi sistemik dari sisi ekspektasi.
Mungkin kita harus pikirkan juga dengan sangat-sangat matang. Atau, kita punya pilihan lain untuk mengurangi risiko ini karena once keputusan ini dibuat, unfortunately ini menjadi kasus pertama dan pasti akan menjadi preseden kita di dalam menangani yang selanjutnya.
Makanya, konsistensi dari argumen, logik dan pertimbangan itu menjadi sangat-sangat penting supaya kita tetap confidence nanti di dalam menyusun argemen selanjutnya. Pada saat kita menghadapi uncertainly ke depan.
Pernyataan-pernyataan atau tadi yang disebutkan tadi mungkin reputasi dari keputusan ini adalah sangat tidak bisa dipisahkan dari reputasi Bank Century sendiri. Jadi kalau Bank Century ini adalah bank yang baik, mungkin kita akan lebih mudah untuk mencari investor atau siapapun nanti yang akan menyelamatkan Bank Century ini.
Kecuali, dari sisi BI atau pemerintah melalui LPS akan melakukan perubahan sama sekali di dalam Bank Century yang kemudian akan menciptakan suatu opportunity untuk munculnya investor baru bagi bank ini. Namun saya lebih concern kepada ini, karena keputusan hari ini, mengenai sistemik atau tidak sistemik. Dimensinya begitu beragam.
Tadi yang disampaikan adalah dari sisi psikologis, yang disampaikan oleh Pak Boediono dan BI mengenai kondisi masyarakat secara umum. Tapi juga keputusan ini bisa menimbulkan ekspektasi atau bahkan reaksi dari perbankan itu sendiri maupun masyarakat.
Reaksi market pasti ada. Kita masih belum bisa meraba tadi reaksi bakalan, apakah keputusan ini benar akan menimbulkan confidence atau bahkan menimbulkan suatu hubungan yang makin membuat kita tidak dapat confidence atau masyarakat menjadi, kalau ini diselamatkan maka akan menimbulkan masalah confidence selanjutnya.
Nah, ini yang harus betul-betul jangan sampai salah kita membuat keputusan di titik ini. Ada yang mau menanyakan lagi. Silahkan Pak Marsilam.
Marsilam Simanjuntak, UKP3R:
Saya bertanya soal teknis. Saya bertanya supaya kita jangan menyimpang, lalu sadar belakangan. Pertanyaan saya adalah karena yang diterangkan oleh BI tadi yang kemudian menyimpulkan supaya tidak ada dampak sistemik. Dampak sistemik itu suatu yang akan terjadi, maka harus diselamatkan dan menyebut pasal 18 dari JPSK.
Sepanjang pengetahuan saya, bank gagal yang ditentukan berdampak sistemik atau tidak berdampak sistemik itu oleh KSSK tapi penanganannya diserahkan ke LPS. _______________________
………………………Ada pembicaraan sebelum rapat tertutup:
“Sri: Robert kita akan lakukan rapat tertutup. Ya, Robert.
Robert: Ya sudah OK. Tidak apa-apa rapat tertutup. Yang penting kan ada kesimpulan mengakhiri, pasalnya adalah keadaan krisis yang kita hadapi sekarang”…………………………………………………………………………
Dari traksrip Rapat KSSK, pada tanggal 21 Desember 2008, terdapat penjelasan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani dan ada pembicaraan oleh pemegang saham PT Bank Century Tbk, Robert Tantular.
Inilah kutipan rekamannya, yang di dalamnya ada Robert Tantular:
Sri Mulyani, Ketua KSSK:
Saya lihat sih sebetulnya masih melihat kemungkinan-kemungkinan itu juga tidak disaster. Tapi memang ini kita sekarang konsen if we are going to do this way, kita harus baca semua risiko ini sekarang. Karena bagaimanapun juga PSP tetap harus dikejar dan masyarakat harus tahu pemerintah ada dimana posisinya.
Karena bagaimanapun juga PSP tetap harus dikejar dan masyarakat harus tahu pemerintah ada dimana posisinya mengenai ini. Jadi Interbanknya begini, BI memberikan assurance bank-bank lain akan tetap terjaga dengan aman, monitor terus lebih intens, kesehatannya akan terus dilihat, kalaupun ada sesuatu, pemerintah dan BI akan siap melakukan tindakan-tindakan.
Yang kayak gitu-gitu harus dibuat sekarang ini karena kemudian akan berhubungan dengan 18 bank peer tadi, BPD-BPD, bahkan mungkin BPR-BPR yang nggak karuan sekarang juga ada kan? Kecuali kalau ada di sini yang secara legally maupun technical bisa memberikan assurance kalaupun kita membuat keputusan gagal dan sistemik itu bisa diexecute gitu karena kalau ternyata nggak bisa diexecute muncul confidence problem juga kan Pak Boed? Kita sudah ngomong gagal sistemik, ternyata nggak bisa diambil LPS. LPS malah bilang…. 3:43:50….
Miranda, Deputi Senior BI:
karena kan memang ada beberapa koran yang mengatakan ini tidak ter-cover jadi dia mendapatkan …3:43:50… tapi terutama…. century.
Agus Martowardoyo, Dirut Bank Mandiri:
Saya tidak ambil contoh Bank Mandiri karena Bank Mandiri belum aktif. Tapi khusus karena yang kita hadapi Bank Century ini suatu contoh yang baik, karena bank yang kecil yang terlalu stabil dan dia masih ada 572. Nah, itu jangan dihilangkan significance-nya.
Sri Mulyani, Ketua KSSK:
Makanya, itu kan pertanyaan saya dari hari Kamis yang lalu tapi tidak terjawab. Artinya kalau dilihat dari komposisi deposan di atas 2 miliar, spektakuler menurut saya, even reputation of this bank if i those deposan. There must be delicious deal to put the money there and what is that, itu yang kita nggak tahu.
Karena waktu dijawab sama Bu Fadjiriah (Deputi BI bidang Pengaturan Perbankan), adalah kayaknya semua return-nya sama saja. It doesn’t make anysense. Untuk Pengawas kalau ingin menjawab silakan.
Pengawas Bank:
Jadi bank ini memang DPK-nya itu wholesale besar-besar. Penarikan-penarikan yang mulai pertengahan bulan Juli adalah juga deposan besarnya. Setelah itu memang tiak ada pengalihan yang signifikan antara besar dan kecil. Dari dahulu memang mereka wholesale semua, DPK-nya itu.
(Tidak Diketahui):
Tapi kan tidak menjawab kenapa 572 itu nggak narik, yang di atas 2 miliar itu jadi merasa aman saja.
Sri Mulyani:
Jadi karena seperti yang dikatakan Pak Agus tadi, mereka percaya BI dan pemerintah mengayomi.
(Tidak Diketahui):
Mengayomi BC juga?
Sri Mulyani:
Mengayomi Republik Indonesia, percaya sama saya. Nah, sekarang kalau kita salah dan seluruh image mengenai pengalaman ini menjadi…
(Tidak Diketahui):
Kita akan coba menyelesaikan ini dengan UU JPSK, LPS, kenapa sih nggak pakai Pasal 37 UU Perbankan. Ini bisa mengatasi lo…
Fadjrijah, Deputi Gub BI Bidang Pengaturan Perbankan:
Jadi gini Pak prosedurnya, jika ditanyakan gagal terus diserahkan ke LPS. Nanti LPS menilai apakah mau diselamatkan atau mau dimatikan. Kalau dimatikan, LPS memberitahukan ke BI untuk mencabut izin usahanya.
(Tidak Diketahui)
Kenapa nggak dipakai?
Fadjrijah:
Dari kami kan mengatakan gagal.
(Tidak Diketahui):
Pasal 37 itu nggak mempersoalkan dampak sistemik atau tidak dampak sistemik. Jadi, pokoknya ada kesulitan pembayaran dan lainnya.
Fadjrijah:
Apakah kita akan mengatakan sistemik maka bawalah ke KSSK.
Raden Pardede, Sekretaris KSSK:
Tapi saya rasa yang dananya besar itu ada special deal. Mungkin dia kuasai pemilik. Jadi, kalau seandainya yang 2 miliar mau diselamatkan, yang di atas 2 miliar dimasukkan ke ruangan. Minta jumlah itu untuk ditanggung sama Robert Tantular. Nanti Robert Tantular pasti nyanyi, bahwa sebetulnya pemilik, bahwa ini sebetulnya pemilik.
Itu mungkin bisa diatasi. Mungkin ya. Tapi memang betul-betul harus bisa keras dan proses hukumnya juga harus cepat karena pilihannya nggak banyak. Tapi kalau ada yang betul-betul….. jujur, harusnya kita berani bayar juga, karena dia memang benar-benar nggak sengaja gitu.
Sri Mulyani:
Ya udah, rapat tertutup sekarang. Ya, Robert.
Robert:
Saya kira ibu rapat tertutup saja dengan catatan, bahwa kesimpulan ini mengakhiri, pasalnya adalah keadaan krisis yang kita hadapi sekarang.
Sri Mulyani:
Sebetulnya rapat tertutupnya ada di kamar.
Berikut isi transkrip:
Agenda rapat: pembahasan permasalahan PT Bank Century, tbk.
Tempat rapat: Gedung Djuanda I, lantai 3, Jl Dr Wahidin Raya no 1, Jakarta.
Peserta rapat pertama berjumlah 30-40 orang, diantaranya:
1. Gubernur Bank Indonesia
2. Boediono selaku Anggota KSSK
3. Miranda Gultom (Deputi Gubernur Senior BI)
4. Sekretaris KSSK Raden Pardede
5. Deputi Gubernur BI bidang Pengawasan Bank Ardhayadi Mitroatmodjo
6. Deputi Gubernur BI bidang Pengaturan Perbankan dan Stabilitas Perbankan Siti Ch Fajriyah
7. Deputi Gubernur BI bidang Pengelolaan Moneter Budi Mulia, Sekretaris Jenderal
8. Departemen Keuangan Mulia P Nasution, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu
9. Direktur Jenderal Anggaran Darmin Nasution
10. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang
11. Direktur Jenderal Perbendaharaan
12. Ahmad Fuad Rahmany (Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan)
13. Rudjito (Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan/LPS)
14. Firdaus Djaelani (Kepala Eksekutif LPS)
15. UKP3R Marsilam Simanjuntak
16. Agus Martowardjojo (Dirut Bank Mandiri)
17. Komisaris Utama Bank Mandiri
18. Robert Tantullar (Menunggu di ruang kosong lantai II)
Apa saja pembicaraan di dalam rapat itu? Inilah transkrip rapat KSSK :
(Sekali lagi kami beritahukan bahwa rapat ini bersifat rahasia. Jadi diharapkan kalaupun peserta sebanyak ini, mohon dari setiap orang atau institusi untuk menjaga kerahasiaan dari hasil rapat ini…)
Raden Pardede (Sekretaris KSSK), membuka rapat:
“Selamat pagi Menteri Keuangan, Bapak Gubernur, bapak-bapak dan ibu-ibu yang saya hormati. Kita akan memulai rapat malam hari ini, pertama akan ada rapat terbuka. Di mana peserta rapat adalah seluruh undangan beserta resource person.
Ini perlu kami garis bawahi mengenai seluruh undangan, berdasarkan daftar undangan yang kami buat di dalam rapat KSSK, di samping Ketua dan Anggota KSSK, juga dari Departemen Keuangan adalah Sekjen, Dirjen Anggaran, Dirjen Pengelolaan Utang, Ketua Bapepam, Kepala BKF dan Kepala Biro Hukum Departemen Keuangan juga Kepala Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program dan Reformasi, UKP3R.
Dari Bank Indonesia, DGS BI, DG BI Bidang Pengaturan dan Stabilitas Keuangan, DG BI Bidang Pengawasan Perbankan, DG BI Bidang Pengelolaan Moneter.
Sedangkan dari LPS, Ketua Dewan Komisioner, Anggota Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif. Kemudian pihak lain sebagai narasumber adalah dari Bank Mandiri. Di samping itu, mulai saat ini, kita telah menunjuk LGS sebagai legal consule dari sebagai KSSK yang akan mengikuti seluruh acara ini.
Pada rapat pertama adalah Rapat Terbuka di mana agendanya akan ada pembukaan dari Ketua KSSK. Kemudian presentasi dari Bank Indonesia. Kemudian bisa pendapat dari peserta rapat lainnya dan juga klarifikasi dari data-data atau beberapa hal bisa dari Sekretaris KSSK.
Kemudian apalagi diperlukan nanti, kalau memang ada arah ke sana maka akan ada presentasi singkat dari LPS, optional apabila diperlukan. Sesudah rapat ini selesai, belum mengambil keputusan pada rapat ini, kemudian akan ada rapat tertutup.
Di mana nanti akan berpindah ke ruangan yang lebih kecil dan peserta rapatnya adalah Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Sekretaris KSSK dan juga notulis yang merangkap sebagai legal consule di mana agendanya adalah pengambilan keputusan oleh Ketua KSSK.
Kemudian nanti apabila pengambilan keputusan masih diperlukan, akan ada Rapat Komite Koordinasi. Pada Rapat Komite Koordinasi itu maka akan hadir di situ Ketua KSSK dan Ketua Komisioner LPS dan juga peserta di samping ini adalah Bank Mandiri.
Inilah kira-kira agenda pada malam hari ini. Marilah kita buka rapat ini dengan Rapat Terbuka. Sekali lagi kami beritahukan bahwa rapat ini bersifat adalah rapat rahasia. Jadi diharapkan kalaupun peserta sebanyak ini, mohon dari setiap orang atau institusi untuk menjaga kerahasiaan dari hasil rapat ini.
Untuk itu, kami mohon kepada Ibu Ketua KSSK melakukan rapat ini sesuai agenda yang sudah kami sebutkan tadi.”
Sri Mulyani (Ketua KSSK) memberi prolog:
Terima kasih Pak Raden sebagai Sekretaris KSSK. Ibu Bapak sekalian. Selamat pagi. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Karena rapat ini rapat pertama KSSK yang membahas mengenai substansi dan ini dimandatkan di dalam Perpu JPSK yang memang ini merupakan suatu test case, jadi saya sebagai Ketua KSSK dalam hal me-manage dan me-run organisasi KSSK, saya ingin dalam setiap Rapat KSSK menggunakan seluruh mekanisme yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan yang ada, dalam hal ini Perpu JPSK. Maka seluruh prosedur yang ada harus memenuhi suatu standard protokol yang correct dan sedetail mungkin.
Dalam hal ini tentu semua pihak baik di jajaran Departemen Keuangan sendiri, kemudian BI, LPS dan Sekretariat KSSK yang dipimpin oleh Sekretaris KSSK, semuanya harus bertindak dan memenuhi persyaratan yang sudah tertuang dalam Keputusan KSSK terutama di dalam mekanisme rapat dan pembuatan keputusan.
Malam ini kita berkumpul atas permintaan Gubernur BI. Karena, Gubernur BI dan DG telah meminta rapat KSSK untuk membahas permasalahan suatu bank. Permasalahan suatu bank ini tentu sesuai dengan tata acara yang kita miliki, perlu dipresentasikan oleh BI secara komprehensif terhadap permasalahan yang dihadapi oleh bank tersebut.
…termasuk di dalamnya Pak Marsilam (Simanjuntak) sebagai UKP yang memang diminta oleh Bapak Presiden untuk bekerja dengan KSSK…
Dan, tindakan-tindakan apa yang sudah dilakukan oleh BI dan apa-apa yang sudah dilakukan untuk mengatasi permasalahan bank itu sendiri, maupun mungkin yang berdampak pada sistem perbankan secara keseluruhan.
Fakta bahwa BI dalam hal ini Gubernur BI menghendaki adanya Rapat KSSK memberikan suatu nuansa atau bahkan implikasi bahwa persoalan bank ini ditengarai memberikan dampat sistemik. Namun, dalam hal ini, entah saya akan meminta kepada Gubernur BI untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi bank tersebut. Dan, tindakan-tindakan yang telah dilakukan oleh BI dan hal-hal yang telah dilakukan untuk mengatasinya serta rekomendasi dari BI untuk menyelesaikan masalah itu sendiri. Kalau ada implikasinya dari sistem perbankan secara keseluruhan, ini yang saya harapkan.
Tadi sore sampai malam larut, bahkan menjelang pagi, saya sudah meminta sekretaris KSSK untuk melakukan list dari keseluruhan dokumen dan berbagai informasi yang harus disertakan dan diserahkan dengan berita acara yang resmi, dengan serah terima antara BI dengan Sekretaris KSSK, untuk kemudian melakukan rapat ini.
Idealnya, sekretaris punya waktu untuk mempelajari seluruh dokumen ini. Sehingga, nanti bisa memberikan pandangan dan additional judgement dalam pengambilan keputusan di dalam forum KSSK.
Tadi disebutkan oleh Pak Raden, Sekretaris KSSK, kita mengundang berbagai pihak yang terkait, yaitu BI yang meminta rapat ini. Jajaran Depkeu yang terkait LPS, karena ini menyangkut bank yang sifatnya terbuka. Kita mengundang Bapepam. Dan narasumber yang kita memang undang dalam rapat ini untuk bisa memberikan masukan, termasuk di dalamnya Pak Marsilam (Simanjuntak) sebagai UKP yang memang diminta oleh Bapak Presiden untuk bekerja dengan KSSK.
Dan, di sini kita undang dari Bank Mandiri. Tadi disebutkan oleh Pak Raden bahwa saya meminta LGS untuk menjadi legal consule-nya dari KSSK. Dan, dari keseluruhan prosedur ini, tentu diharapkan dari keseluruhan langkah-langkah ini harus bisa dijaga seluruh sequence, maupun kepastian, serta correctness-nya dari sisi legal karena setiap keputusan ini akan memberikan dampak permanen hingga, dan pasti dapat dilihat beberapa tahun mendatang dengan akuntabilitas yang jelas.
Mungkin itu untuk pengantar dari saya. Kami akan minta kepada Pak Gubernur untuk melakukan presentasi sesuai dengan tata cara rapat di KSSK, yaitu menyampaikan permasalahan bank ini, tindakan yang sudah dilakukan, langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk mengatasinya kemudian implikasi terhadap perbankan secara keseluruhan.
Boediono (Gubernur BI dan anggota KSSK) memberi sambutan:
Bismillahirrahmanirrahim. Terima kasih Bu Menteri Keuangan. Ini adalah sidang perdana dari KSSK. Saya menggarisbawahi bahwa ini preseden dari prosedur. Semoga saja prosedur yang baik untuk pengambilan keputusan. Insya Allah dengan Rahmat Allah, hari ini kita bisa mengambil keputusan yang terbaik bagi bangsa kita.
Sidang yang saya hormati. Barangkali saya akan mengambil sari dari surat saya yang saya sampaikan kepada Menteri Keuangan selaku Ketua KSSK. Yang menjabarkan dan menjelaskan permasalahan Bank Century serta implikasi dari penanganan PT Bank Century, tbk.
Nanti dengan izin Ketua, kami minta saudara Halim untuk memberikan tambahan penjelasan bagi sidang. Menindaklanjuti teleconference dengan Menteri Keuangan pada tanggal 14, 17, 18 dan 19 November, terkait dengan perkembangan dan penanganan PT Bank Century, saya ingin menyampaikan beberapa hal, yang intinya sebagai berikut:
Pertama, mengenai kondisi terakhir Bank Century. Di bidang kecukupan penyediaan modal minimum, CAR (Capital Aduquency Ratio) berdasarkan pada posisi 30 Oktober 2008, rasio bank kurang dari 2%. Dan, tidak dapat ditingkatkan menjadi 8%.
“kami mengusulkan agar terhadap Bank Century dilakukan penyelematan oleh LPS…
Penurunan CAR disebabkan pemegang saham tidak dapat melaksanakan komitmennya untuk melakukan penambahan modal. Hal ini disebabkan penggolongan surat berharga valas yang dikategorikan macet, yang jumlahnya sebesar 76 juta US dolar. Yang diantaranya 11 juta US dolar telah jatuh tempo pada tanggal 31 Oktober 2008. Karena belum diterima pembayarannya, default sampai dengan 20 November 2008.
Di samping itu terdapat surat-surat berharga valas jatuh tempo 3 November 2008 sebesar 45 juta US dolar yang juga belum diterima pembayarannya sampai dengan 20 November 2008.
Yang kedua adalah adanya koreksi dari pengakuan bunga sebesar 390 miliar rupiah yang bukan berasal dari penerimaan tunai. Yang ketiga adalah kekurangan penyisihan penghapusan aktiva, EPH, aktiva yang diambil alih (AYDA) yang belum dibentuk sebesar 59 miliar rupiah.
Yang kedua adalah mencukupi Giro Wajib Minimum. Bank telah mengajukan permohonan Fasilitas FPJP sebesar 1 triliun, namun mengingat terbatasnya agunan yang memenuhi persyaratan maka pemberian FPJP Bank Century, Bank Century tidak bisa mengajukan permohonan FPJP yang baru.
Sementara bank memiliki kewajiban pihak ketiga yang sudah ditunda pembayarannya sampai tanggal 20 November 2008 sebesar 292,5 miliar serta DPK yang jatuh tempo pada tanggal 20 November, miliar rupiah sebesar 454, yang telah diperpanjang oleh bank sehingga total DPK 746,5.
Hal ini menyebabkan tekanan likuiditas bagi bank semakin berat. Saldo giro Bank Century per tanggal 20 November 2008, pukul 17.00 adalah sebesar 1,96 miliar rupiah. Dengan posisi saldo yang sangat kecil, kondisi likuiditas seminggu terakhir yang semakin menurun dan akumulasi DPK, yang ditunda pembayarannya.
Hal ini menyebabkan Bank Century tidak mampu menjaga kecukupan GWM sehingga tidak dapat mengikuti kliring pada tanggal tersebut. Informasi menyeluruh mengenai kondisi dan langkah-langkah yang telah dilakukan BI serta perkembangan terakhir telah kami sampaikan dalam lampiran I.
Selanjutnya, kami ingin menyampaikan analisis dampak sistemik terhadap kegagalan Bank Century dengan mempertimbangkan kondisi bank dan kaitannya dengan kondisi ekonomi makro dapat disampaikan beberapa hal, sebagai berikut:
Mengenai penurunan kepercayaan masyarakat, Bank Century memiliki jumlah nasabah dan jaringan kantor yang cukup besar. Kurang lebih ada 65.000 nasabah dan jaringan kantor yang cukup luas, sekitar 30 kantor cabang di seluruh Indonesia.
Munculnya masalah pelayanan terhadap nasabah-nasabah Bank Century dikhawatirkan menimbulkan memicu kepanikan. Terlebih lagi dalam kondisi pasar seperti ini yang rentan terhadap berita-berita negatif…
Munculnya masalah pelayanan terhadap nasabah-nasabah Bank Century dikhawatirkan menimbulkan memicu kepanikan. Terlebih lagi dalam kondisi pasar seperti ini yang rentan terhadap berita-berita negatif, Maka penutupan bank ini berupa potensi menimbulkan Contingent Effect berupa rush terhadap bank-bank lain, terutama bagi bank-bank yang kita sebut sebagai peer bank, suatu bank yang serupa atau lebih kecil.
Dengan demikian dikhawatirkan penutupan bank ini akan mengganggu kelancaran sistem perbankan dan system keuangan secara keseluruhan. Dapat kita informasikan bahwa deposan ini bank dengan saldo lebih dari 2 miliar mencapai 5,5 triliun yang mencapai 51,2% dari total DPK bank.
Juga terdapat beberapa simpanan BUMN yang jumlahnya mencapai 476 miliar. Sedangkan jumlah kewajiban Bank Century yang menjadi beban LPS terhadap penjamin DPK kurang dari 2 miliar rupiah mencapai 5,3 triliun rupiah.
Dampak terhadap pasar keuangan, situasi keuangan saat ini masih relatif labil dalam menyerap berita-berita negatif.
Pasal modal mengalami penurunan harga saham terus menerus. Penurunan kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia juga menurun. Serta penurunan harga saham dan SUN di Pasal Modal. Credit Default Swap Spread Indonesia mengalami peningkatan sebagai pencerminan peningkatan Country Risk.
…penutupan bank ini akan mengganggu kelancaran sistem perbankan dan system keuangan secara keseluruhan. Dapat kita informasikan bahwa deposan ini bank dengan saldo lebih dari 2 miliar mencapai 5,5 triliun yang mencapai 51,2% dari total DPK bank…
Di tengah-tengah situasi yang rentan ini penutupan Bank Century dengan cepat memperburuk kinerja pasar keuangan.
Mengenai dampak terhadap sistem pembayaran, situasi sistem pembayaran ini berjalan dengan gejalan segmentasi di pasar uang yang semakin meluas.
Data selama seminggu terakhir menunjukkan transaksi uang di pasar uang antar bank dilakukan antara sesama bank di kelompok besar. Hal yang sama terjadi pada bank-bank di kelompok menengah dan kecil. Hal ini menimbulkan kerentanan apabila terjadi Flight to Quality dan Capital Outflow yang mengakibatkan bank menengah dan kecil akan mengalami kesulitan likuiditas.
Pemantauan menunjukkan terdapat 18 bank yang berpotensi mengalami kesulitan likuiditas bila hal itu terjadi. Sementara terdapat 5 bank yang memiliki karakteristik seperti Bank Century yang diduga akan mengalami kesulitan-kesulitan likuiditas apabila muncul berita-berita negatif.
Situasi di atas cenderung membuat bank-bank menahan likuiditas, baik berupa valas maupun rupiah untuk keperluan likuiditasnya masing-masing. Kondisi ini membahayakan bank-bank yang tidak memiliki kekuatan likuiditas yang cukup.
Jika kemudian muncul rumor dan berita-berita negatif mengenai kegagalan 23 bank di atas dalam Settlement Clearing dan RTGS, hal ini akan memicu kepanikan dalam masyarakat dan berpotensi bank run. Info lengkap mengenai analisa dampak sistemik terdapat disampaikan dalam lampiran 2.
Dari analisa tersebut di atas bahwa permasalahan Bank Century berpotensi menimbulkan dampak sistemik terutama melalui pemburukan psikologi masyarakat dan pasar yang selanjutnya menimbulkan gangguan pada sistem pembayaran di pasar keuangan.
Tindak lanjut penanganan:
Memperhatikan langkah 1 dan 2 di atas, yaitu memperhatikan kondisi terakhir dari Bank Century dan analisis dampak sistemik tentang kegagalan Bank Century sesuai Keputusan RDG tanggal 20 November 2008, maka BI menyatakan PT Bank Century Tbk sebagai bank gagal.
Selanjutnya, sebagai tindak lanjut penetapan Bank Century yang ditengarai berdampak sistemik, kami mengusulkan agar terhadap Bank Century dilakukan penyelematan oleh LPS sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 18 Perpu No 4 Tahun 2008
Tentang Jaring Pengamanan Sistem Keuangan. Sehubungan hal tersebut di atas kami mengharapkan agar dapat dilakukan pembahasan tindak lanjut penanganan Bank Century dalam pertemuan KSSK hari ini.
Demikian dari kami, selanjutnya dengan saudari ketua, kami mengundang saudara Halim untuk memberikan tambahan.
Pembicaraan dikembalikan pada Ketua KSSK, Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Sri Mulyani:
Silahkan saudara Halim!
Laporan Sdr. Halim dari BI:
Terima kasih ibu Menteri Keuangan. Ibu Menteri Keuangan yang kami hormati, bapak Gubernur BI yang kami hormati, bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Perkenankan kami melaporkan analisis bank gagal dan yang kedua nanti analisis sistemik dari Bank Century.
Sebagai kelengkapan dari apa yang telah disampaikan oleh Gubernur BI, dari hasil analisis kami, mengapa BI mengungkapkan bahwa Bank Century ini sebagai bank gagal, hasil analisis yang telah kami lakukan menunjukkan bahwa walaupun dengan pertimbangan bahwa walaupun dengan pertimbangan bank sebenarnya belum melampaui jangka waktu pengawasan khusus yang diberikan sesuai dengan keterangan BI selama 6 bulan, namun BI menilai bahwa kondisi bank semakin menurun.
Hal ini tercermin dari rasio kewajiban penyediaan modal minimum pada posisi 31 Oktober 2008 kurang dari 2% dan dinilai tidak dapat lagi ditingkatkan menjadi 8%. Karena itu bank dinilai insolved. Hal ini terutama karena sampai saat ini pemegang saham tidak dapat melaksanakan komitmennya untuk melakukan penambahan modal.
Dalam hal ini berdasarkan perhitungan BI, modal bank telah menjadi -3,53%. Hal ini dikarenakan SSB valas dengan nilai II juta US dolar menjadi macet karena telah jatuh tempo pada tanggal 30 Oktober 2008 dan belum diterima pembayarannya sampai saat ini.
Di samping itu SSB valas yang telah jatuh tanggal 3 November 2008 dengan nilai 45 juta US dolar juga belum dapat dibayar. Penggolongan SSB valas bermasalah sebesar 25 juta US dolar atau ekuivalen dengan 236 miliar menjadi macet.
…Penggolongan SSB valas sebesar 40 juta US dolar atau ekuivalen dengan 377 miliar juga dianggap macet…
Dilakukan koreksi pengakuan bunga sebesar 390 miliar yang bukan dari penerimaan tunai, kekurangan PPA AYDA yang belum dibentuk sebesar 59 miliar dari perhitungan BI untuk mencapai 8% dibutuhkan tambahan modal sebesar kurang lebih 632 miliar dan jumlah ini diperkirakan akan bertambah seiring dengan memburuknya kondisi bank pada bulan November.
Sementara itu kondisi likuiditas perbankan seperti disampaikan oleh Bapak Gubernur BI, dewasa ini kondisinya sudah sangat menurun dibandingkan dengan berbagai kewajiban yang masih harus ditanggung oleh bank ini. Diperkirakan bank tidak mampu memenuhi kewajiban GWM pada hari-hari mendatang.
Secara akumulasi terdapat kewajiban RTGS dan kliring yang tidak dapat diselesaikan oleh bank sebesar 401 miliar sehingga, sesungguhnya dengan posisi GWM yang dewasa ini hanya tinggal 1,396 miliar telah menjadi kurang dan menjadi negatif.
Di samping itu terdapat kewajiban yang jatuh tempo pada tanggal 20 November sebesar 458 miliar yang belum diselesaikan.
Untuk menopang likuiditas bank tersebut, bank telah mendapatkan FPJP sebesar 689 miliar namun dengan besarnya penarikan dana yang dilakukan oleh nasabah, FPJP tersebut belum mampu memperbaiki kondisi likuiditas bank.
Beberapa perhitungan yang kami lakukan menunjukkan sampai 3 bulan mendatang diperkirakan membutuhkan dana mencapai sekitar 4,7 triliun. Oleh karena itu dengan berbagai data serta pertimbangan ke depan, BI menetapkan Bank Century sebagai bank gagal.
…sampai 3 bulan mendatang diperkirakan membutuhkan dana mencapai sekitar 4,7 triliun…
Selanjutnya perkenankan kami menyampaikan alasan-alasan serta pendekatan yang kami gunakan untuk menilai kegagalan Bank Century ini ditengarai berdampak sistemik. Kami menggunakan pendekatan yang dikembangkan oleh Financial Supervisory Authority dari Bank of England yang telah di-endorse oleh LPS dan European Center Bank.
Secara umum analisis dampak sistemik Bank Century ini kami menggunakan 5 aspek di mana aspek pertama dikaitkan dengan dampak penutupan Bank Century terhadap institusi keuangan. Kedua, dampak penutupan Bank Century terhadap kinerja pasar keuangan. Ketiga dampak terhadap sistem pembayaran. Keempat dampak terhadap psikologi pasar, serta kelima dampak terhadap sektor riil.
Secara umum kami melihat dampak yang terbesar yang akan muncul dari penutupan Bank Century dari ketidakpastian akibat masih rentannya psikologi pasar atau masyarakat, yang selanjutnya dapat memicu ketidakpastian serta gangguan yang cukup serius di pasar keuangan serta sistem pembayaran.
Berdasarkan kondisi yang dewasa ini terjadi, kami mencoba melakukan assestment bagaimana kejadian kalau seandainya Bank Century ini ditutup dikaitkan dengan kondisi keuangan serta sektor riil.
Seperti kita ketahui, dengan kondisi keuangan global yang terus memburuk dimana kondisi sistem keuangan yang ditandai dengan melekatnya IHSG dan cenderung menurunnya harga SUN ditambah dengan terdapat potensi Capital Flight ke luar negeri, diperkirakan kondisi ini akan terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Sementara itu kita juga melihat kondisi neraca pembayaran terus tertekan, cadangan devisa menurun diikuti dengan meningkatnya risiko negara Indonesia dan melemahnya nilai tukar rupiahl. Sementara itu dari sektor riil permintaan domestik walaupun relatif masih kuat tetap telah terdapat tanda-tanda mulai melemah dalam kuartal III 2008, yang lalu.
Sementara itu kami juga melihat peningkatan pembayaran utang luar negeri dalam kuartal IV 2008, khususnya dengan melihat ketersediaan US dolar dan kestabilan nilai tukar.
Hal ini dapat memperlemah fundamental ekonomi Indonesia, sehingga apabila terdapat berita-berita negatif yang dapat memperburuk kepercayaan masyarakat, kegiatan ekonomi yang sedang dalam situasi yang melemah, berpotensi untuk lebih memburuk.
Berbagai informasi dari sektor swasta menunjukkan adanya peningkatan PHK yang diimbangi dengan upaya-upaya memperbaiki peningkatan biaya produksi. Hal ini mengakibatkan sektor swasta kondisinya juga memburuk. BI bersama dengan pemerintah telah melakukan berbagai respon untuk menenangkan pasar.
Antara lain dengan melakukan pelonggaran lukuiditas, kenaikan batas atas penjaminan simpanan menjadi 2 miliar, pemberian penjaminan ketersediaan valas bagi perusahaan domestik dan sebagainya. Namun langkah-langkah ini tampak masih membutuhkan waktu untuk menilai efektifitasnya.
dari sisi kebijakan, pemerintah telah mengeluarkan 3 Perppu tentang JPSK. Amandemen UU LPS, Amandemen UU BI untuk menghadapi gejolak dan potensi krisis yang mungkin timbul di sektor keuangan…
Sementara itu dari sisi kebijakan, pemerintah telah mengeluarkan 3 Perppu tentang JPSK. Amandemen UU LPS, Amandemen UU BI untuk menghadapi gejolak dan potensi krisis yang mungkin timbul di sektor keuangan. Secara umum kondisi ini perlu kita lihat bagaimana nanti dampak dari penutupan Bank Century ini apabila kita melakukan penutupan Bank Century.
Selanjutnya kami juga melihat peranan Bank Century ini dilihat dari fungsinya dalam melayani masyarakat seperti telah disampaikan oleh Bapak Gubernur BI, walaupun dari sisi fungsinya adalah pemberian kredit serta keterkaitannya dengan lembaga keuangan lainnya tampak tidak terlalu signifikan, tapi dari sisi jumlah nasabah dan jumlah kantor bank ini memilih jumlah nasabah yang cukup besar. Yaitu 65.000 nasabah dengan jaringan yang cukup luas di seluruh Indonesia.
Oleh karena itu, dalam kondisi pasar yang kurang normal ini, penutupan bank diperkirakan akan berdampak sistemik bagi bank-bank lainnya.
Patut dipertimbangkan pula, bahwa dengan kondisi makro ekonomi yang sedang mengalami tekanan serta adanya gangguan pada sistem perbankan dan keuangan, dapat semakin memperburuk situasi, yang dapat menimbulkan instabilitas cukup signifikan.
Dari sisi analisis terhadap dampak penutupan Bank Century terhadap pasar keuangan, seperti diketahui pasar keuangan dewasa ini relatif labil dalam menyerap berita-berita negatif. Sementara itu pasar modal seperti yang sudah disampaikan tadi, terus mengalami penurunan.
Credit Default Swap Spread Indonesia terus mengalami peningkatan sebagai cerminan peningkatan country risk.
Dari sisi pasar likuiditas kami melihat terjadi gangguan yang meningkatkan liquidity premium sebagai akibat pelebaran Spread With Ask dalam perdagangan di pasar saham.
Lanjutan Penjelasan Sdr Halim dari BI:
Dengan situasi seperti ini penanganan kegagalan bank yang tidak dapat dilakukan secara komprehensif akan dapat memperburuk kinerja pasar keuangan, yang pada gilirannya dapat menurunkan kepercayaan internasional.
Dari sisi dampak terhadap sistem pembayaran, kita berjalan dengan segmentasi yang semakin meluas. Dari pemantauan kami, beberapa waktu terakhir, terdapat 18 bank, sebagian adalah bank kelas menengah dan kecil, berpotensi mengalami kesulitan likuiditas.
Apabila terjadi rumor yang mengakibatkan semakin sulitnya bank-bank ini memperoleh likuiditas dari sesama bank maupun dari kelompok bank besar.
Sementara itu terdapat 5 bank yang memiliki karakteristik mirip seperti Bank Century, diduga akan mengalami kesulitan likuiditas.
Ini akan cukup cepat berubah menjadi masalah solvabilitas. Oleh karena itu, kondisi ini perlu dipantau secara lebih cermat karena apabila muncul rumor atau berita negatif mengenai kegagalan 18 bank ditambah 5 bank tadi, akan cepat memicu kepanikan di kalangan masyarakat dan berpotensi menimbulkan bankrupt.
Sebagai kesimpulan, kami melihat penutupan Bank Century berpotensi untuk menimbulkan dampak sistemik terutama dari jalur-jalur sebagai berikut:
Jalur yang cukup kami khawatirkan adalah sistem pembayaran. Dari hasil analisis yang kami lakukan, dampak ini agak cenderung menjadi medium-to high impact. Apabila Bank Century ini ditutup, dikhawatirkan akan terjadi rush pada bank-bank yang serupa atau peer bank dan bank-bank yang lebih kecil, sehingga akan menganggu kelancaran sistem pembayaran.
Sementara itu, dampak melalui jalur pasar keuangan, kami juga melihat dampak yang medium-to high impact disebabkan penutupan Bank Century dikhawatirkan menimbulkan sentimen negatif di pasar keuangan. Terutama dalam kondisi pasar keuangan yang sangat rentan dewasa ini.
Selain itu jalur psikhologi pasar, menunjukkan penutupan bank ini akan semakin menambah ketidakpastian terhadap kestabilan dan kehandalam sistem perbankan. Sehingga penutupan bank dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakpastian dan penurunan kepercayaan masyarakat secara keseluruhan.
Dari hasil analisis tersebut kami menengarai penutupan Bank Century akan berpotensi menimbulkan dampak sistemik, terutama dari jalur psikologi pasar yang pada gilirannya akan memperburuk jalur sistem pembayaran dan pasar keuangan secara keseluruhan.
Ibu Menteri dan Bapak Gubernur yang kami hormati. Kami juga ingin menyampaikan, sebagai kelengkapan informasi yang telah disampaikan oleh Bapak Gubernur. Langkah-langkah yang telah dilakukan BI dalam melakukan penyelamatan ataupun dalam rangka menangani kasus Bank Century ini.
Sebagai kelengkapan informasi ini kami ingin menyampaikan kronologis langkah-langkah yang telah diambil oleh BI.
Seperti telah diketahui pada tanggal 6 Desember 2004, BI menyetujui merger tiga bank: CIC, Pikko dan Danpac menjadi Bank Century Tbk dengan susunan pengurus baru yang kemudian bank ditetapkan dalam Pengawasan Intensif.
Sebagai tindak lanjut merger, bank diminta membuat action plan untuk menyelesaikan aktiva bermasalah termasuk menjual aset yang berkualitas, dan atau memberikan return yang rendah.
Pada akhir Desember 2005, BI kembali meminta bank untuk menjual surat-surat berharga senilai 203 juta secara tunai.
Namun mengingat bank tidak berhasil menyelesaikannya, Skema AMA dengan cara menempatkan deposito sebesar 220 Juta US Dolar di Derdner Bank of Switzerland, untuk menjamin pelunasan SSB valas tersebut, yang kemudian disetujui BI pada tanggal 21 Februari 2006.
Atas permintaan BI, pemegang saham bank menambah modal bank sebesar 442 miliar melalui rate issue pada tanggal 28 Juni 2007.
Kemudian juga menempatkan dana setoran modal dalam bentuk Mandatory Convertible Bond (MCB) sebesar 14,85 juta US dolar, yang pada bulan Juni 2009 rencananya akan dikonversikan menjadi modal disetor.
Dan, secara bertahap yaitu pada bulan April sampai dengan September 2006, mengembalikan surat-surat berharga Valas yang dikuasai oleh First Gulf Investments sebesar 57 juta US dolar kepada bank.
Sejak bulan November 2007, BI telah meminta bank untuk mengundang strategic investor yang dapat menyelesaikan seluruh permasalah bank.
Lanjutan Penjelasan Sdr Halim dari BI:
Calon investor yang berminat antara lain adalah Quwait Finance House, Korean Shin Han Bank, May Bank, Hanna Bank ..44:30.. HSBC, Nur Islamic Bank, serta PT Sinar Mas Multi Artha. Namun tampaknya semua investor tersebut belum memberikan hasil yang seperti diharapkan.
Selanjutnya BI meminta kepada pemegang saham pengendali, yakni sdr Hesyam al Waraq, pemegang saham sdr Robert Tantular dan sdr Rafat Ali Rizvi serta pengurus bank, pada tanggal 15 Oktober 2008 dan tanggal 16 November 2008 untuk menyelesaikan masalah likuiditas dan permasalahan lainnya.
Dalam letter of Commitment per tanggal 15 Oktober 2008 dan tanggal 16 November 2008, yang bersangkutan akan mempercepat pelunasan SSB valas dan skema AM sebesar 120,4 juta US dolar serta Structure Notes GP Morgan Luxemburg, Banking SA sebesar 25 juta US dolar dan Nomura Bank Internasional BLC sebesar 40 juta US dolar.
Namun Pemegang Saham Pengendali tidak memenuhi semua komitmennya sebagaimana tertuang dalam LoC tersebut. Selanjutnya BI memantau pelaksanaan Action Plan. seperti yang telah dijanjikan oleh bank bersangkutan termasuk memantau likuiditas serta perkembangan kredit dan DPK harian.
Kemudian pada tanggal 28 Oktober 2008, BI telah menyampaikan surat kepada Direksi bank tersebut dan mengundang direksi bank untuk membahas penyelesaian permasalahan likuiditas bank yang semakin memburuk. Dalam pertemuan tersebut Direksi diminta untuk menyelesaikan persoalan likuiditas bank terutama dengan meminta Pemegang Saham Pengendali dan pemegang saham untuk memenuhi komitmennya dengan melunasi lebih awal SSB valas yang telah jatuh tempo tanggal 30 Oktober 2008 sebesar 11 juta dan yang jatuh tempo 30 November 2008 sebesar 45 juta US dolar.
…Dalam letter of Commitment per tanggal 15 Oktober 2008 dan tanggal 16 November 2008, yang bersangkutan akan mempercepat pelunasan SSB valas dan skema AM sebesar 120,4 juta US dolar… Namun Pemegang Saham Pengendali tidak memenuhi semua komitmennya sebagaimana tertuang dalam LoC tersebut…
Upaya ini pun belum membawa hasil. Selanjutnya BI meminta bank untuk mengupayakan penjualan aset likuid untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya antara lain US treasury sebesar 45 juta US dolar. Namun usaha ini pun tidak berhasil.
Pada tanggal 5 November 2008, RDG telah memutuskan untuk menetapkan bank dalam pengawasan khusus atau SSU. Hal tersebut telah disampaikan kepada bank pada tanggal 6 November 2008, disertai dengan permintaan untuk menyampaikan action plan perbaikan kondisi likuiditas dan permodalana tau yang dinamakan Capital Retoration Plan (CRP).
Selain itu bank juga diminta untuk melakukan tindakan perbaikan yang dalam hal ini adalah Mandatory Supervisory Action (MSA). Dengan diberikannya dana FPJP, BI juga memantau penggunaan dana FPJP yang dimaksud.
Demikian kurang lebih langkah-langkah yang dilakukan oleh BI selama-sebelum menetapkan Bank Century sebagai Bank Gagal. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, Asslamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Demikian saudara ketua, terima kasih.
Sri Mulyani, Ketua KSSK:
Terima kasih Pak Boediono. Saudara-saudara sekalian, malam ini ada dua hal yang akan KSSK putuskan. Yaitu mengenai nasib dari Bank Century itu sendiri yang dalam hal ini di-propose oleh BI sebagai bank gagal.
Yang kedua, berdasarkan yang disampaikan oleh BI, adalah keputusan apakah bank ini berpotensi menimbulkan dampak sistemik terhadap sistem keuangan. Ini adalah 2 hal yang berbeda, meskipun tadi sudah disampaikan kronologis persoalan dan berbagai langkah yang dilakukan oleh BI, baik dalam hal ini sebagai otoritas yang melakukan supervisi terhadap bank tersebut semenjak Tahun 2004.
…saya rasa dari sisi teknis internal informasi bank itu sendiri, klarifikasi atau rekomendasi untuk menempatkan bank ini menjadi bank gagal tidak perlu membutuhkan suatu argumen…
Yaitu pada waktu terjadinya merger dari 3 bank dan langsung di bawah pengawasan intensif sejak tahun 2004. Tapi tampaknya seluruh complience dari Pemegang Saham Pengendali terhadap seluruh permintaan yang dilakukan BI tidak pernah dipenuhi.
Oleh karena itu, sampai dengan situasi saat ini, yang tentu di-trigger oleh kondisi keuangan yang dihadapi di seluruh dunia yang mungkin mengakselerasi kerapuhan atau situasi di bank tersebut.
Saya akan meminta pandangan dari semua yang hadir pada malam ini, karena kalau runtutan logika dan argumen yang disampaikan oleh BI, pertama judgement mengenai bank gagal, tentu secara obyektif faktual mengenai kondisi bank itu sendiri, mulai masalah kesulitan likuiditas menjadi masalah solvabilitas, Itu tampaknya sudah obvious.
Memang pada akhirnya dia menjadi kategori bank gagal.
Kalau dari sisi itu barangkali cukup straight forward, saya rasa dari sisi teknis internal informasi bank itu sendiri, klarifikasi atau rekomendasi untuk menempatkan bank ini menjadi bank gagal tidak perlu membutuhkan suatu argumen untuk menambah atau menguranginya.
Tapi saya akan buka saja, kalau ada yang mau menyampaikan pandangan untuk memberikan tambahan informasi dan pertimbangan bagi kami di KSSK untuk menetapkan langkah selanjutnya.
Yang kedua adalah keputusan apakah dengan status bank gagal ini, apakah bank ini akan ditutup atau diselamatkan.
BI memberikan pandangan, walaupun bank gagal, diselamatkan karena bila ditutup akan memberikan dampak sistemik kepada seluruh sistem perbankan dengan berbagai argumen yang disampaikan tadi.
Saya tentu saja dalam konteks ini membutuhkan juga pandangan dari yang hadir. Yang kita undang sebagai narasumber, sekaligus juga ingin menguji argumen yang disusun BI dari berbagai sisi. Kalau saya sendiri melihat, bank ini dari sisi ukuran kecil, kalau di atas kertas, dalam situasi normal, harusnya tidak sistemik.
Kalau masyarakat maupun dalam sistem perbankan atau bahkan global terhadap keseluruhan persepsi terhadap risiko sistemik keuangan secara keseluruhan. Tapi, yang juga tidak bisa di-deny adalah dari kecil dan faktual harusnya tidak sistemik. Ini menjadi sistemik karena ada faktor lainnya, konteks yang hari ini.
Kalau pemerintah akan menyelamatkan bank ini untuk suatu pertimbangan yang lebih besar, namun bahwa reputasi bank ini tidak cukup baik. Sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai judgement pemerintah untuk menyelamatkan bank ini…
Namun yang juga tidak bisa dipungkiri nampaknya, kalau saya tidak mendapatkannya dari kalimat yang eksplisit dari BI, adalah reputasi dari bank ini nampaknya tidak bagus. Kalau pemerintah akan menyelamatkan bank ini untuk suatu pertimbangan yang lebih besar, namun bahwa reputasi bank ini tidak cukup baik. Sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai judgement pemerintah untuk menyelamatkan bank ini.
Ini juga perlu kita lihat karena ini akan setting terhadap keputusan seperti yang disebutkan oleh Pak Halim, dan juga disebutkan oleh Gubernur, ada 18 bank dengan ukuran yang kira-kira sama dan 5 bank yang mirip. Jadi kita punya 23 bank yang kita tidak bisa melakukan diskriminasi dari sisi masyarakat umum, apakah mereka ini bank yang sama, hanya karena ukurannya saja, atau sama jelek karena reputasi, atau karena dalam satu peer group saja dengan mereka.
Nah, Keputusan terhadap Bank Century ini akan menimbulkan ekspektasi dan sekaligus harapan. Tapi mungkin juga suatu preseden terhadap ke-23 bank yang lain, atau mungkin puluhan bank lain dengan variasi ukuran yang berbeda, karena kita bicara tentang sistem perbankan secara keseluruhan.
Nah, karena ini akan menjadi suatu set keputusan awal di dalam kondisi ekonomi maupun keuangan kita yang masih akan dihadapkan pada kondisi yang kritis, terhadap suasana global maka yang disebut tadi argumen, bahwa ini menimbulkan dampak sistemik atau tidak sistemik dan sekaligus signal dari kualitas pengambilan keputusan KSSK, ini di dalam memutuskan suatu bank, itu seharusnya diselamatkan atau tidak diselamatkan itu menjadi sangat critical.
Saya rasa kalau argumen BI, baik itu dari sisi dampak dari sektor keuangan dan dampak dari sistem pembayaran dampak terhadap perekonomian secara keseluruhan, itu disusun sedemikian hingga menggambarkan bahwa menyelamatkan bank ini memang patut untuk dilakukan karena ada faktor yang lebih besar, yang saya juga membutuhkan judgement dalam hal ini adalah bank ini dengan reputasinya.
…itu disusun sedemikian hingga menggambarkan bahwa menyelamatkan bank ini memang patut untuk dilakukan karena ada faktor yang lebih besar…
Kalau diselamatkan apakah tidak memberikan sinyal tentang keputusan itu sendiri, yang bisa dibaca salah atau menimbulkan ekspektasi yang nanti-nanti kita mungkin, kita bisa called by surprise… 55:22… karena orang akan mengatakan kalau bank seperti ini saja diselamatkan, maka bank yang lain akan compression untuk kemudian menggagalkan diri sendiri, atau membuatnya menjadi gagal dan sudah pasti pemerintah akan, dalam hal ini tidak punya choice lain but to rescue-nya.
Nah, hal-hal seperti ini yang kita mengharapkan aspek moral hazard maupun reputasi terhadap kualitas keputusan pemerintah juga penting, karena implikasi dari keputusan apapun, apakah ini akan bank gagal dan kemudian ditutup, atau bank gagal diselamatkan ada di LPS.
Saya akan minta kepada LPS untuk memberikan pandangan pada saya, mungkin sebelumnya saya akan minta kepada beberapa narasumber baik yang dari internal Depkeu atau narasumber lainnya. Saya berasumsi BI pandangannya satu ya, jadi tidak ada descenting opinion diantara Deputi Gubernur, karena dalam hal ini telah diwakili oleh Gubernur dan Pak Halim yang tadi dimintakan pandangan yang bersifat teknis.
Saya minta dari LPS, apakah diwakili atau tiga-tiganya, komisioner, akan bicara kecuali Pak Muliaman, tidak saya mintakan pandangan dari LPS, karena Pak Muliaman duduknya di sisi Gubernur BI, jadi beliau sekarang, malam ini di sisi BI, jadi LPS yang lain. Apa mau satu orang atau tiga-tiganya: Pak Rudjito, Pak Darmin atau Pak Firdaus?
Rudjito, Dewan Komisioner LPS:
Terima kasih Ibu Ketua, Bapak dan Ibu sekalian.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang ingin kami sampaikan adalah alur sistemik yang telah selama ini dijalankan di LPS sesuai dengan UU LPS nomor 24 dan juga peraturan LPS.
Yang kedua karena setiap keputusan ataupun usulan yang menyangkut keputusan strategis akan menyangkut keputusan bersama Dewan Komisioner, tentu kami agak sedikit berbeda dengan Ibu. Meskipun, Pak Muliaman D Hadad duduknya di sana tapi beliau adalah ex officio Dewan Komisioner LPS.
Jadi, seandainya tidak ada pendapat yang berbeda dengan saya, mudah-mudahan itu adalah pendapat dari Ketiga Anggota Dewan Komisioner dan plus Kepala Eksekutif.
Baik, ibu-bapak sekalian, kalau seandainya bank gagal, itu sebenarnya di tangan LPS bisa 2 choice. Pertama, kedua choice itu sudah harus dijawab kepada BI dalam waktu 1 hari.
Pertama, kedua choice-nya adalah berdasarkan perhitungan mana dengan analysis lower cost test, antara menyelamatkan dengan menyatakan dilikuidasi kepada BI atau tidak usah diselamatkan.
Katakanlah seandainya ini ditanyakan sebagai bank gagal yang sistemik dan perlu diselamatkan, maka ada dua, penyelamatan bank gagal sistemik ini oleh LPS bisa menyertakan pemegang saham lama dengan minimum 20% saham oleh pemegang saham lama dan bisa tidak menyertakan sama sekali.
…karena setiap keputusan ataupun usulan yang menyangkut keputusan strategis akan menyangkut keputusan bersama Dewan Komisioner, tentu kami agak sedikit berbeda dengan Ibu….
Artinya, penyertaan modal itu 100% oleh LPS yang di bawah. Lalu, untuk kepentingan ini, berdasarkan UU LPS pasal 9 huruf A angka 4, itu telah dinyatakan dalam UU itu dan kemudian dinyatakan dalam bentuk surat penyertaan setiap bank yang mendaftar sebagai anggota LPS dan itu wajib menyerahkan surat pernyataan surat pernyatan dari setiap pemegang sahamnya dan setiap pengurusnya.
Kalau saya bacakan sedikit, mungkin sudah ada di ketua. Contoh, First Gulf Asia Holdings Ltd, yang ditandatangani oleh Hesyam al Waran, bertindak atas nama First Gulf Asia Holdings Ltd, dengan ini menyatakan: pertama bersedia mematuhi seluruh ketentuan perundangan yang ditetapkan mengenai program penjaminan melalui LPS.
Yang kedua, bersedia untuk melepaskan dan kepada LPS segala hak kepemilikan dan atau kepentingan lainnya, apabila bank menjadi bank gagal.
Yang ketiga bersedia bertanggung jawab atas setiap kelalaian dan garis miring atau perbuatan melanggar hukum yang dilakukan Pemegang Saham oleh Gulf ini, baik langsung maupun tidak langsung yang mengakibatkan kerugian atau membahayakan kelangsungan usaha bank, termasuk menyerahkan harta kekayaan badan hukum ini, First Gulf Asia Holdings apabila bank menjadi gagal.
Ketiga syarat ini kumulatif. Kemudian pernyataan ini dibuat dengan itikad baik berdasarkan kewenangan yang sah menurut ketentuan hukum yang berlaku dan tidak dapat ditarik kembali atau dibatalkan, serta dapat dieksekusi oleh LPS tanpa persetujuan lebih dahulu oleh badan hukum ini, First Gulf Asia Holdings.
Tentu saja kalau pemegang sahamnya perorangan, kekayaannya juga perorangan juga. Nah, pertanyaannya adalah: terutama untuk Ketua Bapepam, karena ini adalah Tbk, pasti ada pemegang saham publik.
Nah, sampai saat ini pemegang saham publik tidak pernah ada yang kita mintakan surat pernyataan karena dia tidak sebagai pemegang saham pengendali. Jadi, yang kita mintakan selama ini adalah pemegang saham pengendali. Lalu, baik karena dia ikutan setor sampai minimal 20%, ditambah penyertaan modal, sementara LPS maupun seluruhnya, 100% LPS.
…Nah, sampai saat ini pemegang saham publik tidak pernah ada yang kita mintakan surat pernyataan karena dia tidak sebagai pemegang saham pengendali. Jadi, yang kita mintakan selama ini adalah pemegang saham pengendali…
LPS sudah bisa mengambil alih RUPS PT Bank Century ini, lalu dilakukan tindakan penyelamatan.
Dalam hal tindakan penyelamatan ini, tentu saja kita akan berpatokan kepada pedoman-pedoman yang mungkin akan diputuskan dalam rapat ini dan tindakan penyelamatan ini harus didepstasikan dalam kurun waktu 3 tahun dan kalau belum laku, ya dieksten sampai 2×1 tahun dengan 5 tahun kalau dia sudah menjadi normal bank.
Dalam hal tindakan penyelamatan ini, LPS tentu saja akan meminta bantuan pastinya kepada para profesional bankir, yang ada di sini, yaitu Bank Mandiri, untuk mengelola atas nama LPS, untuk menyehatkan kembali bank ini.
Kalau dilihat dari hitung-hitungan sementara, yang telah dicoba dilakukan oleh LPS berdasarkan posisi 30 Oktober, tambahan modal untuk mencapai CAR 8% sekitar 632 miliar, kuran lebih.
Memang kalau dibandingkan dengan seandainya dilikuidasi, kewajiban DPK sampai dengan 2 miliar, 5,3 T itu masih jauh lebih kecil. Namun demikian, tentu saja, going concern bank ini, pada kesempatan berikutnya nanti, kita juga tentu, dengan harapan bahwa penempatan-penempatan dana yang dilakukan oleh bank lain, giro, tabungan, deposito yang dilakukan oleh deposan.
Itu masih tetap stay sehingga tidak perlu menambah modal lagi untuk menopang likuiditas bank ini. Kemudian catatan lain dengan adanya penjelasan dari Bapak Gubernur BI dan Ibu Ketua tadi, saya juga sependapat kalau dalam keadaan normal bank ini bukan sistemik. Jadi, kami bisa membuat keputusan apakah dilikuidasi saja atau diselamatkan.
Namun demikian tentu saja, karena ini sudah dibawa di Rapat KSSK, nanti kita perhatikan apa keputusannya. Namun demikian kami meminta izin, kalau diizinkan, kami mohon Pak Darmin dan Pak Muliaman Hadad, kalau ada tambahan, silahkan.
Darmin Nasution, Dirjen Anggaran:
Terima kasih Pak Rudjito, Ibu Ketua KSSK, Bapak Gubernur BI sebagai anggota KSSK. Tadi sudah dijelaskan, dan lebih rinci tadi juga sudah dijelaskan oleh Pak Halim mengenai bank gagal ini, kronologisnya dan juga alasan-alasan dan justifikasi terhadap sistemiknya Bank Century ini kalau sampai ditutup, akan lebih banyak persoalan di sektor keuangan akan lahir.
…Surat berharga kan hasilnya ada dan mestinya sudah ter-detect sejak tahun pertama atau kedua setelah dia ditempatkan di dalam… Mengapa bukan 2 tahun yang lalu diaudit? Sehingga, kalau harus mati, dia mati dua tahun lalu…
Dari seluruh penjelasan kronologis, yang bisa ditangkap sebenarnya adalah bank ini sudah bermasalah sejak awal, yaitu sejak merger pada tahun 2004. Sekarang menjadi gagal.
Pertanyaannya: sebetulnya apa yang memicu dia menjadi gagal.
Dari penjelasan tadi dan juga informasi yang ada dalam rapat-rapat sebelumnya, bank ini tiba-tiba CAR-nya turun dari 14 menjadi 2,35 karena diaudit oleh BI. Dan kemudian, audit itu menyatakan surat-surat berharga termasuk yang valas dinilai 0, sehingga memang mau tidak mau, CAR-nya jatuh.
Yang memicu mengapa diaduit pada bulan Oktober-November, bukan tahun lalu. Kalau yang saya dengar tadi, adalah karena SSB ini mau jatuh tempo pada bulan oktober atau november. Yang ingin saya tanyakan kepada Pak Gubernur, apakah SOP di BI membiarkan ada surat-surat berharga sebanyak itu yang tidak terlihat hasilnya masuk?
Surat berharga kan hasilnya ada dan mestinya sudah ter-detect sejak tahun pertama atau kedua setelah dia ditempatkan di dalam. Nah, kalau yang saya sampaikan betul, pertanyaannya apakah SOP di BI menunggu audit sampai mau jatuh tempo?
Mengapa bukan 2 tahun yang lalu diaudit? Sehingga, kalau harus mati, dia mati dua tahun lalu. Hal ini penting supaya duduk perkara persoalan ini menjadi lebih jelas. Itu yang pertama.
Pertanyaan yang kedua, sebenarnya adalah, di LPS ada salah satu persoalan yang perlu jawaban. Kalau suatu bank itu mau dimatikan atau mau diselamatkan, adakah tindakan kriminal atau pidana dari pemilik atau pengurus bank sehingga bank tersebut terjadi demikian.
Jawaban terhadap persoalan tersebut, yang lebih tahu sebenarnya adalah BI dan kita perlu, paling tidak karena kita ini bukan polisi atau hakim, indikasinya adakah tindakan kriminal, pidana perbankan atau pidana umum yang terjadi di dalam bank itu.
Yang ketiga, penjelasan mengenai sistemik. Terus terang kalau kita dengarkan baik-baik, bank manapun yang bermasalah sekarang kesimpulannya adalah sistemik. Apa betul begitu?
Bisakah kita mempertanggungjawabkan karena nanti ujung-ujungnya kalau diselamatkan, ada dua kelompok dana yang akan dipakai. Satu adalah uang negara, yang kedua adalah uang iuran atau premi dari perbankan. Saya kira perbankan nanti juga berhak menuntut kalau sampai mereka anggap dana yang dikumpulkan dari mereka sembarangan digunakan. Menyelamatkan bank yang tidak layak untuk diselamatkan.
Kalau kita mendengar argumentasi yang disampaikan jauh lebih banyak aspek psikologis, yang sayang sekali tidak bisa diukur sebelum terjadi. Dan, kita tiba-tiba menjadi tawanan dari spekulasi karena nanti kalau kita bilang tidak maka jawabannya bisa begini,” Coba saja kalau berani.”
Artinya, kita perlu justifikasi yang lebih kurang terukur sehingga kesimpulannya lebih kuat. Jadi, kalau saya, Pak Gubernur, belum meyakinkan bahwa bank ini sistemik. Ada 3 hal, terima kasih.
Pernyataan dari Pihak LPS:
Dari saya masih ada satu juga pertanyaan yang perlu klarifikasi. Belum lama ini sudah ada berita bahwa Sinar Mas Multi Artha yang juga berminat. Jadi kalau seandainya kita akan menyelamatkan bank ini, betul-betul juga harus ada penegasan bahwa Sinar Mas sudah tidak mau lagi untuk meneruskan. Jangan sampai kita dianggap menalangi lebih dahulu, untuk maksudnya Sinar Mas di kemudian hari. Kira-kira seperti itu.
Penjelasan Sri Mulyani, Menteri Keuangan:
Sudah ya, jadi dari LPS sudah diwakili. Pada dasarnya menyangkut implikasi dari keputusan dari bank gagal yang memang pada akhirnya akan dialihkan kepada LPS. Bahwa nantinya harus diselamatkan atau dilikuidasi, ini harus diputuskan dengan pertimbangan yang sematang mungkin.
Selain tadi ada beberapa pertanyaan juga. Metodologinya, enaknya seperti apa ya? Saya minta jawaban dulu atau saya elaborate dari beberapa pertanyaan lain dulu Pak Boediono. Supaya kita juga bisa memperdalam.
Dari Departemen Keuangan nggak ada pertanyaan, atau dari Pak Fuad, atau dari Contingent Risk yang ada.
Kalau memang tidak ada yang sangat critical, ya tidak apa-apa. Tapi kalau ada pertimbangan lain mengenai beberapa hal ataukah ditunggu sampai BI menjawab pertanyaan dari LPS atau dalam tahap ini akan dipertanyakan. Pak Anggito dan Pak Fuad, barangkali. Sampai detik ini tidak ada yang mau ditambahkan dulu. Oke, silahkan Pak Anggito.
Penjelasan Anggito Abimayu, Kepala BKF:
Terima Kasih Ibu Menteri dan Pak Gubernur yang kami hormati. Meskipun kami tidak memiliki bahan, dan tidak bisa mengingat-ingat apa yang disampaikan. Tapi dari 2 hal, satu, analisis mengenai status bank gagal dan yang kedua mengenai dampak sistemik.
Barangkali dari sisi besaran-besaran ukuran-ukuran rasio keuangan cukup untuk memberi kesimpulan bahwa ini adalah bank gagal. Namun, yang kedua mengenai dampak sistemiknya bisa diukur, tadi saya sepakat dengan Pak Darmin. Bahwa, mengenai dampak sistemiknya itu lebih dilandasi oleh kondisi psikologis dan itu tidak bisa diukur.
Jadi, memang belum cukup keyakinan kita untuk mengambil kesimpulan kita bahwa ini adalah kondisi sistemik. Saya ingin menanyakan satu hal tambahan yang tadi disampaikan Pak Darmin.
Tadi Pak Gubernur dan Pak Halim menyatakan bahwa kondisi bank ini sudah cukup lama ditengarai adanya kondisi yang kurang baik. Kalau sekarang ditutup, dilikuidasi, tentu tidak merupakan suatu kejutan. Bukan merupakan suatu hal yang secara psikologis memberikan dampak sistemik tersebut.
Apalagi bank ini sudah lama dan sudah cukup beberapa waktu dinyatakan sebagai bank yang kurang baik. Kalau keputusannya adalah dinyatakan likuidasi dan ini sudah diketahui sejak awal bahwa bank ini memang performance-nya juga tidak bagus. Apakah itu juga masih tetap dianggap dan memiliki dampak sistemik?
Kalau ada analisis tambahan mengenai kondisi sistemik terhadap Bank Century akan menambah keyakinan kita bahwa memang usulan ataupun proposal dari BI utuk melakukan penyelamatan bisa diterima.
Penjelasan Sri Mulyani, Menteri Keuangan:
Saya bisa minta pada Pak Raden untuk menyampaikan pandangannya. Tapi saya muncul dari pandangan tadi dan dari pemaparan BI. Saya minta untuk dipertimbangkan di dalam menjawab Pak Boed.
Begini, karena tadi memang implikasi sistemik maka pilihan kita hanya menyelamatkan. Kalau diselamatkan maka LPS harus melakukan beberapa tindakan yang menggunakan uang, iuran yang dimiliki oleh LPS sendiri. Kalau size-nya dan ukuran yang dibutuhkan untuk melakukan intervensi dan penyelamatan itu memadai dari LPS sendiri, maka selesai.
Kalau first back expectation kita adalah Bank Century ini merupakan bank pertama dan terakhir yang akan kita lakukan sepanjang, katakanlah 24 bulan ke depan, sampai seluruh global crisis ini tidak terjadi sehingga seluruh persoalan peer pressure dan peer psychological factor terhadap peer group-nya yaitu 18 bank yang semirip atau sekelas plus 5 bank yang juga dianggap associated atau related dengan kemiripan Bank Century, itu tidak akan terseret.
Artinya kita punya cofidence bahwa bank-bank lain cukup sehat untuk melalui proses krisis ini. Sehingga tidak terjadi atau bahkan muncul suatu moral hazard yang tadi saya sebutkan di awal, bahwa kalau Bank Century diselamatkan, semuanya yakin para pemilik saham dan manajemen bank di seluruh Indonesia yakin bahwa dengan benchmark Bank Century ini, apapun kesulitan yang dihadapi pasti akan diselamatkan.
Kalau muncul sikap seperti itu, pertanyaan yang saya harap dari BI, karena ini sangat critical dan terhadap kredibilitas step kita selanjutnya menjaga sistem keuangan secara keseluruhan. Apakah itu bank gagal atau gagal by accident.
Kita nggak tahu karena kita berhadapan dengan periode krisis global. Ini yang masih akan menimbulkan, karena sangat bumpy, bisa saja ada yang kayak saya sebutkan di Kompas hari ini, inncocent victim atau memang betul-betul bank itu sudah rapuh dari sananya. It’s just a matter of time dan ini tinggal dapat alasan saja untuk akan gagal atau untuk akan menghadapi persoalan.
Nah, once kita membuat decision about Bank Century ini, akan menjadi set of benchmark.
Nah, kalau ini akan menjadi set of benchmark, makanya kita akan lihat kepada peer group maupun kemungkinan yang mungkin terjadi di seluruh sistem perbankan.
Memang, semua ini sama seperti BI, menyusun argumen mengenai masalah sistemik ini berdasarkan beberapa fakta maupun psikologis, maupun link, hubungan yang diperkirakan bisa terjadi karena keputusan mematikan atau menyelamatkan. Kita juga bisa membuat suatu, logika yang sama.
Kalau juga bisa membuat suatu logika yang sama, kalau ini diselamatkan, maka pertanyaannya, LPS atau pemerintah akan selalu siap sedia me-rescue anybank kalau itu menjadi suatu bench mark. Nah, kalau itu terjadi, LPS terbatas. Mak dia tidak credible kecuali bahwa orang lihat berarti ini cost-nya kepada uang negara.
Kalau uang negara, maka masyarakat akan melihat negara punya uang seberapa banyak. Dengan demikian mereka akan melihat pada APBN. Kalau APBN-nya dianggap dalam suasana yang tidak memiliki uang yang cukup, maka negara juga tidak dianggap kredibel untuk meng-cover keseluruhan kemungkinan risiko menyelamatkan berbagai bank.
Nah, rentetan ini juga akan menjadi situasi sistemik dari sisi ekpektasi. Mungkin kita harus pikirkan juga dengan sangat-sangat matang. Atau, kita punya pilihan lain untuk mengurangi risiko menyelamatkan berbagai bank. Nah, rentetan ini juga akan menjadi suatu situasi sistemik dari sisi ekspektasi.
Mungkin kita harus pikirkan juga dengan sangat-sangat matang. Atau, kita punya pilihan lain untuk mengurangi risiko ini karena once keputusan ini dibuat, unfortunately ini menjadi kasus pertama dan pasti akan menjadi preseden kita di dalam menangani yang selanjutnya.
Makanya, konsistensi dari argumen, logik dan pertimbangan itu menjadi sangat-sangat penting supaya kita tetap confidence nanti di dalam menyusun argemen selanjutnya. Pada saat kita menghadapi uncertainly ke depan.
Pernyataan-pernyataan atau tadi yang disebutkan tadi mungkin reputasi dari keputusan ini adalah sangat tidak bisa dipisahkan dari reputasi Bank Century sendiri. Jadi kalau Bank Century ini adalah bank yang baik, mungkin kita akan lebih mudah untuk mencari investor atau siapapun nanti yang akan menyelamatkan Bank Century ini.
Kecuali, dari sisi BI atau pemerintah melalui LPS akan melakukan perubahan sama sekali di dalam Bank Century yang kemudian akan menciptakan suatu opportunity untuk munculnya investor baru bagi bank ini. Namun saya lebih concern kepada ini, karena keputusan hari ini, mengenai sistemik atau tidak sistemik. Dimensinya begitu beragam.
Tadi yang disampaikan adalah dari sisi psikologis, yang disampaikan oleh Pak Boediono dan BI mengenai kondisi masyarakat secara umum. Tapi juga keputusan ini bisa menimbulkan ekspektasi atau bahkan reaksi dari perbankan itu sendiri maupun masyarakat.
Reaksi market pasti ada. Kita masih belum bisa meraba tadi reaksi bakalan, apakah keputusan ini benar akan menimbulkan confidence atau bahkan menimbulkan suatu hubungan yang makin membuat kita tidak dapat confidence atau masyarakat menjadi, kalau ini diselamatkan maka akan menimbulkan masalah confidence selanjutnya.
Nah, ini yang harus betul-betul jangan sampai salah kita membuat keputusan di titik ini. Ada yang mau menanyakan lagi. Silahkan Pak Marsilam.
Marsilam Simanjuntak, UKP3R:
Saya bertanya soal teknis. Saya bertanya supaya kita jangan menyimpang, lalu sadar belakangan. Pertanyaan saya adalah karena yang diterangkan oleh BI tadi yang kemudian menyimpulkan supaya tidak ada dampak sistemik. Dampak sistemik itu suatu yang akan terjadi, maka harus diselamatkan dan menyebut pasal 18 dari JPSK.
Sepanjang pengetahuan saya, bank gagal yang ditentukan berdampak sistemik atau tidak berdampak sistemik itu oleh KSSK tapi penanganannya diserahkan ke LPS. _______________________
………………………Ada pembicaraan sebelum rapat tertutup:
“Sri: Robert kita akan lakukan rapat tertutup. Ya, Robert.
Robert: Ya sudah OK. Tidak apa-apa rapat tertutup. Yang penting kan ada kesimpulan mengakhiri, pasalnya adalah keadaan krisis yang kita hadapi sekarang”…………………………………………………………………………
Dari traksrip Rapat KSSK, pada tanggal 21 Desember 2008, terdapat penjelasan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani dan ada pembicaraan oleh pemegang saham PT Bank Century Tbk, Robert Tantular.
Inilah kutipan rekamannya, yang di dalamnya ada Robert Tantular:
Sri Mulyani, Ketua KSSK:
Saya lihat sih sebetulnya masih melihat kemungkinan-kemungkinan itu juga tidak disaster. Tapi memang ini kita sekarang konsen if we are going to do this way, kita harus baca semua risiko ini sekarang. Karena bagaimanapun juga PSP tetap harus dikejar dan masyarakat harus tahu pemerintah ada dimana posisinya.
Karena bagaimanapun juga PSP tetap harus dikejar dan masyarakat harus tahu pemerintah ada dimana posisinya mengenai ini. Jadi Interbanknya begini, BI memberikan assurance bank-bank lain akan tetap terjaga dengan aman, monitor terus lebih intens, kesehatannya akan terus dilihat, kalaupun ada sesuatu, pemerintah dan BI akan siap melakukan tindakan-tindakan.
Yang kayak gitu-gitu harus dibuat sekarang ini karena kemudian akan berhubungan dengan 18 bank peer tadi, BPD-BPD, bahkan mungkin BPR-BPR yang nggak karuan sekarang juga ada kan? Kecuali kalau ada di sini yang secara legally maupun technical bisa memberikan assurance kalaupun kita membuat keputusan gagal dan sistemik itu bisa diexecute gitu karena kalau ternyata nggak bisa diexecute muncul confidence problem juga kan Pak Boed? Kita sudah ngomong gagal sistemik, ternyata nggak bisa diambil LPS. LPS malah bilang…. 3:43:50….
Miranda, Deputi Senior BI:
karena kan memang ada beberapa koran yang mengatakan ini tidak ter-cover jadi dia mendapatkan …3:43:50… tapi terutama…. century.
Agus Martowardoyo, Dirut Bank Mandiri:
Saya tidak ambil contoh Bank Mandiri karena Bank Mandiri belum aktif. Tapi khusus karena yang kita hadapi Bank Century ini suatu contoh yang baik, karena bank yang kecil yang terlalu stabil dan dia masih ada 572. Nah, itu jangan dihilangkan significance-nya.
Sri Mulyani, Ketua KSSK:
Makanya, itu kan pertanyaan saya dari hari Kamis yang lalu tapi tidak terjawab. Artinya kalau dilihat dari komposisi deposan di atas 2 miliar, spektakuler menurut saya, even reputation of this bank if i those deposan. There must be delicious deal to put the money there and what is that, itu yang kita nggak tahu.
Karena waktu dijawab sama Bu Fadjiriah (Deputi BI bidang Pengaturan Perbankan), adalah kayaknya semua return-nya sama saja. It doesn’t make anysense. Untuk Pengawas kalau ingin menjawab silakan.
Pengawas Bank:
Jadi bank ini memang DPK-nya itu wholesale besar-besar. Penarikan-penarikan yang mulai pertengahan bulan Juli adalah juga deposan besarnya. Setelah itu memang tiak ada pengalihan yang signifikan antara besar dan kecil. Dari dahulu memang mereka wholesale semua, DPK-nya itu.
(Tidak Diketahui):
Tapi kan tidak menjawab kenapa 572 itu nggak narik, yang di atas 2 miliar itu jadi merasa aman saja.
Sri Mulyani:
Jadi karena seperti yang dikatakan Pak Agus tadi, mereka percaya BI dan pemerintah mengayomi.
(Tidak Diketahui):
Mengayomi BC juga?
Sri Mulyani:
Mengayomi Republik Indonesia, percaya sama saya. Nah, sekarang kalau kita salah dan seluruh image mengenai pengalaman ini menjadi…
(Tidak Diketahui):
Kita akan coba menyelesaikan ini dengan UU JPSK, LPS, kenapa sih nggak pakai Pasal 37 UU Perbankan. Ini bisa mengatasi lo…
Fadjrijah, Deputi Gub BI Bidang Pengaturan Perbankan:
Jadi gini Pak prosedurnya, jika ditanyakan gagal terus diserahkan ke LPS. Nanti LPS menilai apakah mau diselamatkan atau mau dimatikan. Kalau dimatikan, LPS memberitahukan ke BI untuk mencabut izin usahanya.
(Tidak Diketahui)
Kenapa nggak dipakai?
Fadjrijah:
Dari kami kan mengatakan gagal.
(Tidak Diketahui):
Pasal 37 itu nggak mempersoalkan dampak sistemik atau tidak dampak sistemik. Jadi, pokoknya ada kesulitan pembayaran dan lainnya.
Fadjrijah:
Apakah kita akan mengatakan sistemik maka bawalah ke KSSK.
Raden Pardede, Sekretaris KSSK:
Tapi saya rasa yang dananya besar itu ada special deal. Mungkin dia kuasai pemilik. Jadi, kalau seandainya yang 2 miliar mau diselamatkan, yang di atas 2 miliar dimasukkan ke ruangan. Minta jumlah itu untuk ditanggung sama Robert Tantular. Nanti Robert Tantular pasti nyanyi, bahwa sebetulnya pemilik, bahwa ini sebetulnya pemilik.
Itu mungkin bisa diatasi. Mungkin ya. Tapi memang betul-betul harus bisa keras dan proses hukumnya juga harus cepat karena pilihannya nggak banyak. Tapi kalau ada yang betul-betul….. jujur, harusnya kita berani bayar juga, karena dia memang benar-benar nggak sengaja gitu.
Sri Mulyani:
Ya udah, rapat tertutup sekarang. Ya, Robert.
Robert:
Saya kira ibu rapat tertutup saja dengan catatan, bahwa kesimpulan ini mengakhiri, pasalnya adalah keadaan krisis yang kita hadapi sekarang.
Sri Mulyani:
Sebetulnya rapat tertutupnya ada di kamar.
Langganan:
Postingan (Atom)