Today :

Not found what you looking for?:

Enam Teroris Kemayoran Akan Racuni Polisi


VIVAnews - Markas Besar Polri membenarkan, enam tersangka teroris yang dibekuk di Kemayoran, Jakarta Pusat, diduga kembali mentargetkan polisi sebagai sasaran mereka. Modusnya adalah meracuni anggota polisi.

"Sementara memang demikian hasil pemeriksaan tersangka," kata Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo saat mendampingi Presiden SBY di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 13 Juni 2011.

Menurut Kapolri, saat ini keenam tersangka sudah diamankan petugas. Polisi akan terus mengembangkan penyidikan dalam kasus dugaan penyerangan kepada polisi melalui racun itu. Kapolri berjanji, hasil pengembangan penyidikan akan juga disampaikan kepada media dan masyarakat.

"Insya Allah, kami bisa antisipasi lebih cepat, sehingga lebih pada langkah-langkah penindakan," kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Enam tersangka teroris yang dibekuk di Kemayoran pada Sabtu 11 Juni 2011 itu yakni S (30), warga Utan Panjang Kemayoran Jakarta Pusat, W (34), warga Tambora, Jakarta Barat, J alias Q warga Sumurbatu, Kemayoran, U (25), P (34) warga Kemayoran, dan BS (33) warga Kemayoran, Jakarta.

Mereka diduga anggota teroris yang berencana menyerang kantor polisi setelah pembacaan vonis terdakwa kasus teroris Abu Bakar Ba'syir pada Kamis, 16 Juni mendatang. Dari informasi yang diterima, mereka akan meracuni makanan di kantin polisi di Jakarta. Di mana pastinya, tidak disebutkan Kapolri.

Sementara itu, menjelang pembacaan vonis Ba'asyir, Kapolri sudah menyiapkan sejumlah pasukan pengamanan. "Insya Allah semua berjalan dengan baik," kata Kapolri.
• VIVAnews

Soal Nurpati, Mahfud MD Sesalkan Sikap Polisi


VIVAnews -- Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD meminta kepolisian segera menyelidiki kasus yang dilaporkannya kepada Bareskrim soal dugaan pemalsuan surat MK yang dilakukan oleh Andi Nurpati.
Kasus ini dilaporkan Mahfud pada 12 Februari 2010. Nurpati diduga memalsukan putusan MK terkait gagalnya Dewi Yasin Limpo dari Partai Hanura menduduki kursi DPR dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan.
Setelah setahun lebih, Mahfud membuka kasus ini ke publik. Akhir Mei lalu, dia mempersoalkan mengapa kepolisian tidak kunjung memproses kasus yang sudah lama dilaporkan itu.
Kapolri Jenderal Timur Pradopo membantah bahwa kepolisian lamban menanggani kasus ini. "Masih dilakukan pencarian keterangan dari orang-orang, baik Mahkamah Konstitusi, KPU, Bawaslu dan pihak lainnya diperlukan untuk mengungkap tindak pidana pemalsuan itu," kata Kapolri dalam Rapat Kerja dengan Komisi III Bidang Hukum DPR, Jakarta, Senin 13 Juni 2011.
Mahfud MD menegaskan bahwa mestinya polisi menelepon diririnya jika ada yang kurang dalam laporan itu."Tidak perlu formalitas lagi dan polisi harus langsung menyelidiki. Kalau cuma istilah-istilah itu sebetulnya bisa diperbaiki di berita acara pro yustisia-nya," terang Mahfud di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juni 2011.

Mahfud menambahkan jika memang pihak kepolisian menganggap laporannya ke Bareskrim tersebut harus ada yang direvisi, seharusnya pihak kepolisian menghubunginya. "Kalau cuma mau minta laporan, harusnya mereka laporkan ke kami, nanti kami kirim surat. Satu kata saja bahwa itu yang diminta adalah laporan, kita bisa buat besok," ujarnya dengan tegas.

Mahfud juga menyesalkan pihak kepolisian yang lamban memproses laporannya. "Tugas dia (kepolisian) untuk minta itu, kenapa untuk minta laporan saja sampai berminggu-minggu, kenapa tidak telepon saja buat nyatakan bahwa yang diminta itu laporan," kata dia.

Mahfud juga mendorong adanya pembentukan Pansus di DPR untuk mengungkap kasus ini. "Biar nanti dibuka semua di DPR. Rakyat itu tidak bodoh dan dunia hukum pun tidak bodoh, kalau cuma kata segitu padahal substansinya jelas itukan bisa dikonfirmasi dari fakta di lapangan," ujarnya.
Versi Andi Nurpati
Andi Nurpati sudah menegaskan bahwa dia bersedia dipanggil polisi guna penyelidikan kasus ini. Kasus pidana Pemilu, katanya sudah selesai semua karena sudah kedaluarsa. "Seluruh pidana pemilu, kan sudah selesai semua, dengan batas waktunya (habis)," kata Nurpati kepada VIVAnews, Sabtu 28 Mei 2011.
Meski demikian, Andi bersedia menjelaskan kasus ini bila dipanggil kepolisian. Hal itu penting agar kasus ini jelas bagi masyarakat.
Baca juga penjelasan Anas Urbaningrum: Soal Andi Nurpati Hormati KPU

ICW : Tim Pemburu Koruptor Bentukan SBY Mandul


Ternyata Indonesia memiliki tim khusu untuk memburu koruptor. Tim itu sudah dibentuk oleh Susilo Bambang Yudhoyono sejak 2004 lalu. Namun Hingga kini keberadaan dan kinerjanya sangat diragukan dan cenderung mandul akibat gagal menangkapi koruptor yang diburunya.

Hal ini dikatakan oleh Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch, Emerson Yuntho. Menurut Emerson, dari 13 target koruptor buruan tim yang dibentuk pada 2004 itu, hanya satu yang berhasil dipulangkan. “Posisi tim ini nggak jelas, dalam posisi ini, tim pemburu koruptor mati suri,” tegasnya.

Lebih lanjut ia juga khawatir bahwa tim ini justrui berntuk korupsi baru lewat pemborosan anggaran yang ujungnya sia-sia. “Ini yang posisinya dikhawatirkan, jangan-jangan upaya pemburuan koruptor lebih besar, dibanding hasil yang didapat. Kami pertanyakan efektivitas, mengapa tidak dimaksimalkan di penegak hukum lain saja,” kata Emerson di Jakarta, Sabtu (11/6).

Sejauh ini menurut Emerson tidak pernah ada laporan kinerja yang jelas dari tim yang diketuai oleh Wakil Jaksa Agung Darmono. Parameternya bagi Emerson adalah tidak kunjung ditemukannya Nunun Nurbaeti. Nunun adalah tersangka dugaan suap cek perjalanan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Hingga kini keberadaanya masih misterius.
“Posisi tim ini nggak jelas, dalam posisi ini, tim pemburu koruptor mati suri, nggak jelas. Kalau mau serius dan membantu KPK mendorong proses perburuan,” ujar Emerson.

Tim Pemburu Koruptor dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak 2004. Tugasnya adalah menangkap koruptor, terutama yang kabur ke luar negeri serta menyelamatkan aset negara. Tim ini beranggotakan sejumlah instansi terkait seperti Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kejaksaan Agung, Kementrian Luar Negeri, dan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).

Pada awal dibentuknya, Tim Pemburu Koruptor dipimpin Basrief Arief yang sekarang menjadi Jaksa Agung. Pada masa kepemimpinan Basrief, tim tersebut berhasil membawa pulang koruptor kasus BLBI, David Nusa Wijaya.

Emerson juga mengatakan, menurut catatan ICW, dalam sepuluh tahun terakhir sebanyak 45 orang koruptor melarikan diri ke luar negeri. Kegagalan para penegak hukum, katanya, menjadi salah satu penyebab kaburnya koruptor ke negara lain. Masih ditemukan penegak hukum yang membela para koruptor. “Perlu pembersihan korupsi di pengadilan. Contoh, Sudjono Timan kaburnya dia kan karena ada proses pembocoran rencana pencekalan terhadap Sudjono,” ujarnya. Berita & Foto: Seruu.COM

Kisah Pak Harto 'Mengislamkan' Anak Tommy


VIVAnews -- Pasca lengser, saat kekuasaan tak lagi di tangan, dan tamu tak lagi datang silih berganti ke Cendana, keluarga menjadi hiburan utama bagi Soeharto.

Apalagi, jika yang datang adalah cucu dan cicit yang masih kecil, atau yang lama tak kelihatan. "Suasana hati Pak Harto menjadi ceria," kata mantan pengawal pribadi Soeharto, I Gusti Nyoman Suweden dalam buku "Pak Harto, The Untold Stories".

Suatu hari, datanglah Dharma Mangkuluhur, putra Tommy Soeharto dan Ardhia Pramesti Regita Cahyani alias Tata. Pak Harto pun menjadi riang, berkali-kali ia menebar senyum.

"Anak Tommy sudah umur berapa," tanya Pak Harto pada Suweden.

"Sudah lewat tujuh tahun, Pak," jawab Suweden.

Lalu, giliran perintah yang dilontarkan oleh Soeharto. "Kalau begitu, bilang ke Tommy agar Dharma diislamkan."

Mendengar instruksi mantan penguasa Orde Baru itu, Suweden sontak bengong. "Diislamkan bagaimana, Pak? Dharma kan sejak lahir sudah Islam," Suweden bertanya balik, kebingungan.

"Maksud saya dikhitan, disunat," tegas Pak Harto. Suweden pun mahfum.

Masih soal Tommy, saat anak kesayangannya itu meringkuk di balik sel di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, ia tak tinggal diam. Soeharto menyempatkan diri membesuk.

"Tahun 2003, Pak Harto, Mas Sigit, dan saya pergi ke Nusakambangan menjenguk Mas Tommy," kata Suweden.

Diceritakan dia, kala itu, dalam perjalanan menuju Nusakambangan, Suweden menerima dua telepon. Yang pertama, dari mantan ajudan Soeharto yang kala itu jadi Kepala Staf Angkatan Laut, Arifin. Ke dua, dari Subagyo HS, mantan kepala Staf Angkatan Darat.

Mereka punya maksud yang sama, berkunjung ke Cendana dan menanyakan apakah Soeharto ada acara. "Maaf bapak sedang ada acara," jawab Suweden pada kedua penelepon. "Acara keluarga."

Namun, setelah pulang dari Nukambangan, Suweden kena akibatnya. Arifin tiba-tiba menanyakan, apakah benar ia baru dari Nusakambangan. Suweden membenarkan. "Jadi kamu bohongi saya, ya?" tukas Arifin.

Pak Harto yang mendengar dialog itu langsung menyela, "Saya yang suruh."

Itu bukan kali pertamanya, Suweden merasa dibela Soeharto. Suatu hari ia dimarahi Tutut, Siti Hardiyanti Rukmana. Gara-garanya ia tak melaporkan pendarahan yang dialami Soeharto. Saat itu Soeharto berkata, "Suweden, gara-gara saya kamu dimarahin orang banyak. Gara-gara saya," kata Soeharto berkali-kali. Suweden mengaku terharu.

Kisah-kisah keseharian Soeharto -- cerita ringan, humanis, atau yang lama jadi tanda tanya dimuat dalam "Pak Harto The Untold Stories". Buku ini diluncurkan pada 8 Juni 2011, saat peringatan ulang tahun pemimpin rezim Orba ini yang ke-90.

Hingga tiga tahun setelah kematiannya sosok Soeharto terus jadi kontroversi. Banyak yang menyalahkannya, tapi ada juga yang ingin menjadikan ia pahlawan. Wacana memberi gelar pahlawan pada Soeharto menuai kontroversi.

Misalnya, Ais Ananta Said adalah anak sulung Ali Said, SH, Jaksa Agung di masa Soeharto berkuasa mendukung penuh Soeharto menjadi pahlawan. Jasa mantan presiden itu, katanya, terlalu banyak untuk diabaikan dari gelar pahlawan.

Sejumlah anak tokoh Partai Komunis Indonesia dan korban pelanggaran HAM menolak keras. "Dijatuhkan rakyat, kok jadi pahlawan," tanya Ilham Aidit, anak Dipa Nusantara Aidit beberpa waktu lalu. (umi)
• VIVAnews

Cerita Dibalik Barter CN-235 dan Beras Ketan


VIVAnews - April 1996 silam, Presiden RI yang kedua, Soeharto, memutuskan menukar dua pesawat buatan Industri Pesawat Terbang Nusantara, CN-235, dengan beras ketan Thailand. Kebijakan itu kemudian menjadi olok-olok. Banyak orang yang merasa terhina.
Bagaimana mungkin produk unggulan nasional itu cuma ditukar dengan 110.000 ton beras ketan? Bagaimana mungkin ratusan insinyur kita yang cerdas gemilang itu, disetarakan dengan para petani di Thailand. Harga dua pesawat itu mencapai US$34 juta atau Rp78,2 miliar.
Banyak pertanyaan seputar kasus ini, juga banyak liputan media massa. Tapi sangat sedikit yang mengungkap apa dibalik peristiwa itu. Dalam buku "Pak Harto, The Untold Stories" cerita dibalik barter itu terungkap. Buku itu diluncurkan Rabu, 8 Juni 2011 pekan lalu, bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Soeharto.
Adalah Tengku Zulkarnain, salah satu ulama asal Medan yang dekat dengan Soeharto, yang menuturkan kisah ini dalam buku itu.

Menurut Tengku Zulkarnain, dalam suatu pertemuan setelah Soeharto lengser, ia menanyakan beberapa hal yang saat Soeharto masih berkuasa sering diributkan orang. "Pak, dulu beberapa orang merasa terhina ketika Bapak menjual pesawat buatan Indonesia CN-235 secara barter dengan beras ketan dari negara lain."

Saat itu, cerita Tengku, Pak Harto menjawab pertanyaannya dengan tenang. "Sebenarnya saya meniru Indira Gandhi yang ketika menjual bus Damri kepada kita, ia tidak mau dibayar dengan dolar. Indira minta bus-bus itu dibarter saja dengan beras yang di negara kita saat itu surplus.
Mengapa? Indira mengatakan, 'Jika dibayar dengan dolar, sesudahnya mereka mesti mengimpor beras dan dikenai pajak sepuluh persen. Kalau barter kan tidak kena pajak, sehingga seluruh hasil penjualan bisa seratus persen untuk rakyat'. Nah, kalau saya membarter pesawat itu dengan beras ketan, wong kita memang sedang perlu kok," kata Pak Harto.

Tengku lalu mengingatkan kepada Pak Harto soal pameo orang tentang CN-235, yang dinamai Tetuko. Sebab gara-gara pesawat itu ditukar dengan beras ketan, namanya kemudian diplesetkan menjadi sing tuku ora teko-teko, sing teko ora tuku-tuku (yang membeli tidak kunjung datang, yang datang tidak kunjung beli). Saat itu Pak Harto hanya tertawa.

Kini kehebatan IPTN sebagai penghasil pesawat tidak terdengar lagi. Perusahaan yang belakangan diganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia itu 'porak-poranda' setelah krisis ekonomi melanda Indonesia.
• VIVAnews

Tony Blair: Saya Baca Al Quran Setiap Hari


VIVAnews -- Saat masih menjadi Perdana Menteri Inggris dan tinggal di Downing Street Nomor 10, Tony Blair dikenal dikenal enggan bicara tentang agama.

Namun, sejak lengser dari jabatannya pada 2007, Blair menjadi lebih terbuka soal keyakinan. Ia yang memeluk Katolik beberapa bulan sebelum meninggalkan kediaman resmi perdana menteri, kini mengaku membaca Al Quran setiap hari.

Menurut dia, dengan membaca kitab suci Islam -- yang diyakini umat muslim sebagai kata-kata yang langsung diturunkan oleh Allah-- memastikan bahwa ia 'melek keyakinan'.

Dalam sebuah wawancara dengan media Observer, yang dipublikasikan kemarin, Blair berujar, "Menjadi 'melek keyakinan' adalah hal yang penting dalam dunia yang makin global, itu yang saya yakini," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, Senin 13 Juni 2011.

"Saya membaca Al Quran setiap hari. Sebagian untuk memahami beberapa hal yang terjadi di dunia, tapi terutama karena ia (Quran) sangat instruktif."

Mantan pemimpin Partai Buruh itu yakin pengetahuannya atas keyakinan yang ada di dunia akan menguatkan peran barunya sebagai utusan Timur Tengah bagi empat lembaga sekaligus: PBB, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Rusia.

Blair sebelumnya memuji Islam sebagai agama yang 'indah' dan mengatakan Nabi Muhammad adalah 'penguasa yang beradab'.

Tahun 2006, ia juga memuji Al Quran sebagai 'kitab reformasi', inklusif, meninggikan ilmu pengetahuan dan membenci tahayul. Kitab itu juga mengandung petunjuk praktis bagaimana menjalankan pernikahan, juga pemerintahan.

Namun, Blair menyayangkan bagaimana kelimpok militan yang menginterpretasikan Al Quran sebagai panggilan untuk menyerang dan membunuh. Masih terngiang dalam ingatannya pada 7 Juli 2005, saat ia masih perdana menteri, teror bom mengguncang London. 52 orang tak bersalah tewas.

Tak hanya Blair yang tertarik dengan Islam. Iparnya, Lauren Booth, membuat pengumuman mengejutkan. Booth telah memeluk Islam setelah mengalami apa yang ia deskripsikan sebagai 'pengalaman 'spiritual' saat mengunjungi sebuah tempat suci di Iran.
• VIVAnews

Utang Indonesia Capai Rp 1.716,56 Triliun

Tampaknya, Indonesia akan terus dililit utang. Tak tanggung-tanggung, negeri kaya ini justru memiliki utang yang terus membengkak. Buktinya, sampai April 2011, utang Indonesia mencapai total Rp 1.716,56 triliun.

BENGKAKNYA utang Indonesia, salah satunya disebabkan naiknya jumlah utang setiap bulannya yang mencapai Rp 19,12 triliun. Hal ini terlihat dari perbandingan jumlah utang di akhir 2010 dan Mei 2011. Pada Desember 2010 angkanya sebesar Rp 1.676,85 triliun, dan hingga April 2011 utangnya bertambah menjadi Rp1.716,56, artinya terjadi penambahan sebanyak Rp 39,71 triliun.

Dalam data yang dirilis Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu, Senin (13/6/2011) menyebutkan utang tersebut berasal dari pinjaman yang mencapai 69,03 miliar dolar AS dan surat berharga 132,05 miliar dolar AS.

Apabila berpatokan pada PDB Indonesia yang sebesar Rp 6.422,9 triliun, rasio utang tersebut memang cenderung tetap, yakni sekitar 26 persen dari PDB. Rilis itu juga merincikan, pinjaman pemerintah hingga akhir April 2011 antara lain,

Bilateral: 42,86 miliar dolar AS
Multilateral: 22,97 miliar dolar AS
Komersial: 3,07 miliar dolar AS
Supplier: 60 juta dolar AS
Pinjaman dalam negeri 60 juta dolar AS
Sedangkan untuk jumlah total surat utang yang diterbitkan pemerintah hingga Mei 2011 mencapai 132,06 miliar dolar AS. Jumlah tersebut naik bila dibandingkan dengan Desember 2010 sebesar 118,39 miliar dolar AS. MONITOR

Soal Sembelih Sapi, Australia Juga Kejam


Bandung - Australia menghentikan ekspor sapi ke Indonesia setelah beredar video kekejaman terhadap sapi Australia. Industri sapi ternak Australia menginginkan RPH di Indonesia memberlakukan standard World Organisation for Animal Health (OIE) salah satunya yaitu sapi dibuat pingsan dulu sebelum disembelih. Lebih 'berprikehewanankah' cara itu dibandingkan sapi disembelih dalam keadaan sadar?

Berdasarkan penelusuran detikbandung, Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Sekretaris Eksekutif LP.POM-MUI Propinsi DIY dan Dosen Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta, membuat makalah mengenai hal ini. Di beberapa website Islam seperti baitul-ummah.org serta blog pribadi maupun forum komunitas, ringkasan makalah itu yang dibuat Usman Effendi tersebar.

Disebutkan dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman, yaitu Prof Dr Schultz dan koleganya Dr Hazim memimpin penelitian mengenai manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?

Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih.

Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih. Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu.

Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.

Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu arteri karotis dan vena jugularis.

Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati.

Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof Schultz dan Dr Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

Penyembelihan menurut Syariat Islam

Hasil penelitian dengan menerapkan praktik penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:

Pertama, pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua, pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

Ketiga, setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: "No feeling of pain at all!" (tidak ada rasa sakit sama sekali).

Keempat, karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Penyembelihan dengan cara Dipingsankan

Pertama, segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan roboh. Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan tampaknya tanpa mengalami rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).

Kedua, segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).

Ketiga, grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat, karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia.

Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.

Hasil penelitian Prof Schultz dan Dr Hazim juga membuktikan pisau tajam yang mengiris leher ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi keterkejutan otot dan saraf saja yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras.

Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.

(ern/ern)

Nunun Resmi Diburu Interpol di 188 Negara


Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah memenuhi permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas penerbitan red notice kepada Nunun Nurbaety. Nunun kini resmi diburu Interpol di 188 negara.

"Saya kira sudah ada permintaan (red notice) dari KPK kepada Polri dan sudah kita tindaklanjuti. Kita serahkan ke Interpol yang ada di Paris," ujar Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (13/6/2011).

Sementara itu, di lokasi yang sama, Sekretaris NCB (National Central Bureau) Mabes Polri, Kombes Pol Hasan Malik menyebutkan bahwa surat kepada Interpol sudah
disampaikan pekan lalu.

"Kami sudah kirim ke Lyon di Prancis tanggal 9 aplikasinya sudah dikirim. Dan itu sudah menyebar ke 188 negara anggota," kata Hasan Saat mendampingi Timur Pradopo.

Atas dasar tersebut, maka kini Nunun resmi menjadi buronan Interpol di 188 negara anggota.

Nunun Nurbaety ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Goeltom. Ia disangka memberikan sesuatu kepada sejumlah anggota DPR.Keberadaan Nunun masih misteri. Terakhir ia secara resmi memberitahukan dirinya sakit dan tengah berobat di Singapura.


(adi/fiq)

Vonis Abu Bakar Ba'asyir Dikawal Para Sniper


VIVAnews - Kepala bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar menegaskan bahwa kepolisian sudah menyiapkan pengamanan yang maksimal menjelang pembacaan vonis terdakwa kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 16 Juni mendatang.

Persiapan itu, kata Baharudin, menyangkut sejumlah hal, mulai dari jumlah personel, hingga kendaraan penghalang masa atau baracuda serta water canon. Semua perlengkapan itu disiagakan demi mengamankan jalannya persidangan. Polda metro Jaya akan menurunkan sekitar 2500 personel. Jumlah itu akan disebar di tiga ring.
"Secara kasat mata, semua orang tahu bahwa kerawanan sidang kasus Ba'asyir meningkat. Apalagi saat vonis," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin 13 Juni 2011.

Selain pengamanan, Baharudin memastikan akan menempatkan sniper atau penembak jitu di sudut-sudut keramaian tertentu. "Pada sidang sebelumnya kami sudah menyiapkan penembak jitu. Apalagi untuk vonis nanti," tambah Baharudin.

Seperti diketahui, Polisi menangkap sejumlah tersangka teroris di beberapa daerah di Indonesia. Penangkapan itu, dilakukan mulai hari Kamis, 9 Juni 2011, sampai dengan Minggu, 12 Juni 2011.

Penangkapan ini dilakukan di beberapa daerah, diantaranya dua orang di Pekalongan, Jawa Tengah, dua orang di Kalimantan Timur, tujuh orang di Jakarta, dua orang di Sulawesi Tengah dan satu orang di Bandung, Jawa Barat.

Untuk di Jakarta, polisi menangkap enam orang di kawasan Kemayoran, 10 Juni 2011. Menurut polisi orang-orang yang ditangkap diduga anggota teroris yang berencana menyerang kantor polisi setelah pembacaan vonis Abu Bakar Ba'asyir. Lokasi penggerebekan itu jaraknya sekitar dua kilometer dari Pekan Raya Jakarta.
Selain di Kemayoran, Densus 88 Anti Teror juga menangkan seorang teroris di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Penangkapan di Kemayoran adalah pengembangan dari kasus bom bunuh diri di Markas Polresta Cirebon.

Nama enam terduga teroris yang ditangkap adalah S (30), warga Utan Panjang Kemayoran Jakarta Pusat, W (34), warga Tambora, Jakarta Barat, J alias Q warga Sumurbatu, Kemayoran, U (25), P (34) warga Kemayoran, dan BS (33) warga Kemayoran, Jakarta.

• VIVAnews

Parkir di Jalan Gajah Mada Didenda Rp1 Juta


VIVAnews - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan melarang parkir di sepanjang tepi Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Larangan mulai berlaku pada 20 Juni 2011.
Untuk sterilisasi kedua jalur itu, ratusan petugas bakal dikerahkan sejak pagi hingga malam pada hari dimulainya kebijakan. Bagi pengendara yang tetap bandel parkir di tempat itu akan ditilang dan dikenai sanksi denda Rp1 juta.

"Dalam sebulan ini kami tidak akan terapkan sanksi tilang maupun denda dulu. Petugas yang kami tempatkan hanya akan melakukan sosialisasi kepada pengendara," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, Kamis 9 Juni 2011.

Pristono mengatakan kebijakan itu diberlakukan sebagai upaya mengembalikan fungsi jalan pada semestinya. Mengingat kondisi kedua jalan tersebut tidak layak lagi sebagai jalan utama lantaran maraknya parkir tepi jalan yang memakan luas jalan hingga dua jalur.

Sementara itu, menurut Pristono, hingga saat ini pihaknya belum memasang rambu parkir yang berlaku selama 24 jam. Tampak masih terpampang rambu larangan parkir lama bertuliskan sepanjang Jalan Gajah Mada dilarang parkir mulai Pukul 6 hingga pukul 18. "Rambu yang terpasang masih kebijakan lama. Nantinya rambu baru akan dipasang setiap 30 meter," jelasnya.

Sebelumnya, penghapusan parkir tepi jalan mendesak dilakukan. Pasalnya keberadaan kelompok parkir jenis ini membuat kemacetan lalulintas. Bahkan dari kajian Dinas Perhubungan DKI akibat adanya parkir tepi jalan, sedikitnya 1.800 laju kendaraan terhambat akibat ‘dijajah’ di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk.
• VIVAnews

ABG China Nekad Jual Ginjal Demi iPad dan iPhone


Seorang remaja china, dikenal sebagai xiao zheng (si kecil zheng), pekan lalu telah menjual ginjalnya setelah melihat iklan online yang menawarkan uang kepada orang yang mao mendonorkan organ tubuhnya.

si kecil zheng memperoleh 22.000 yuan (sekitar Rp 29 juta) setelah operasi pengambilan ginjal di rumah sakit di chenzhou, provinsi hunan, china bagian tengah. tindakan si kecil Zheng menjual organnya sederhana, ia ingi mempunyai iPad2 buatan Apple Computers.

sampai di rumah, ibu si kecil zheng, nyonya liu, heran melihat anaknya membawa iPad2, komputer notebook, dan sebuah iPhone. semua gadget ini dibilang mahal untuk ibunya, dan kecurigaan pun bertambah setelah melihat bekas luka jahitan operasi di badan anaknya.

bagi si kecil zheng, iPad2 dan iPhone yang dibeli dengan menjual ginjalnya adalah contoh bagaimana apple dengan berbagai produk futuristiknya menjadi produk sakral yang harus dimiliki. si kecil zhang beranggapan, dengan memiliki iPad2 dan iPhone, dunia berada dalam genggamannya, dan tidak peduli dengan komplikasi akibat operasi pengambilan ginjalnya.
sumber: kompas

Dua Bulan, 73 Polisi Nakal Dilaporkan


VIVAnews - Sebanyak 73 polisi bermasalah dilaporkan oleh masyarakat ke Polda Metro Jaya. Laporan itu, diterima mulai April hingga Mei 2011.

"Saat ini laporan pengaduannya masih dalam proses tindak lanjut," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol Baharudin Djafar di Jakarta, Kamis 9 Juni 2011.

Dia mengatakan, pada April sebanyak 39 anggota polisi dilaporkan oleh masyarakat, sedangkan 34 polisi lainnya dilaporkan pada Mei. "Masyarakat menyampaikan pengaduannya secara langsung sebanyak 12 laporan, website 37 laporan, dan melalui surat 24 laporan," katanya.

Menurut Baharudin, polisi yang menjadi terlapor itu berasal dari berbagai satuan kerja, baik dari Polda Metro maupun polres-polres dan kesatuan yang menjadi bawahannya. Pangkatnya pun ada yang perwira dan juga bintara.

Ia menyebutkan anggota kepolisian yang diduga bermasalah ditangani Sub Bidang Pengamanan Internal (Paminal), Su Bidang Provost, Sub Bidang Dinas Profesi dan Sub Bagian Pelayanan Pengaduan Polda Metro Jaya.
"Sejauh ini belum ada keputusan sanksi yang diberikan kepada anggota yang diduga bermasalah," kata dia. (umi)
• VIVAnews

SMS "Nazaruddin" Terbongkar, Ini Kata Roy Suryo

JAKARTA- Politisi partai Demokrat, Roy Suryo, meminta agar hacker yang mengklaim telah membongkar SMS yang mengatasanamakan “Nazaruddin” melapor kepada unit Cyber Crime Mabes Polri.

“Kalau ada yang bisa menemukan, itu berjasa bagi negara. Tanpa berpihak kepada siapapun sebaiknya melaporkan hal itu pada pihak kepolisian yakni Unit Cyber Crime Mabes Polri, kepada AKBP Silvester Simamora,’ kata Roy saat dihubungi okezone, Minggu (5/6/2011).

Seperti diberitakan, Hacker asal Bogor mengklaim telah menemukan jejak pengirim SMS Hoax tersebut. Dia menyatakan, bahwa SMS yang memfitnah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikirim dari Jawa Timur dan bukan Singapura. Menurut keterangan kelompok hacker yang menggunakan nama JAYA MERAH PUTIH-REDFLYER kepada okezone, SMS tersebut tidak dikirim via ponsel melainkan melalui internet.

Roy mengatakan, sebaiknya hacker tersebut jangan hanya mengeluarkan statemen ke Media, tapi dilaporkan.

Sebelumnya, Roy juga pernah mengatakan, ada tiga kemungkinan terkait penyebaran SMS fitnah tersebut. Pertama SMSM tersebut dikirim langsung dari handphone di Singapura. “Tapi ini agak jauh, kedua sms dikirim dari Indonesia tapi menggunakan nomor Singapura, dan ketiga SMS hoax dikirim melalui komputer dengan SMS Masking, jadi seolah-seolah dia sms,” katanya.

Ketika ditanya, apakah Demokrat juga telah melakukan penelusuran terkait SMS tersebut? Roy mengatakan bila dirinya yang melakukan penelusuran maka pendapat orang tentunya akan miring sebab dirinya masih dikaitkan dengan partai Demokrat.
(ugo)

Tak Hormat ke Bendera, 2 Sekolah Terancam Ditutup


KARANGANYAR- Dua sekolah di Jawa Tengah terancam ditutup karena dinilai tidak memiliki rasa nasioalisme. Pasalnya kedua sekolah tersebut tidak mau hormat kepada bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya saat upacara bendera.

Dua sekolah tersebut yakni Sekolah perguruan Islam SMP Al Irsyad Al Islamiyah di Tawangmangu dan sekolah SD Ist Al Albani, Matesi, Jawa Tengah.

Pihak sekolah Al Irsyad membantah jika tidak memiliki rasa nasionalisme. Menurut mereka rasa nasionalisme itu tidak hanya dinilai dari penghormatan kepada bendera saja.

Kepala sekolah SMP Al Irsyad, Sutardi, mengatakan mengangkat tangan kepada bendera merah putih tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, bahkan bisa dikategorikan musyrik atau menduakan tuhan.

“Kalau kami mengangkat tangan ke bendera itu bertentangan dengan keyakinan kami yaitu melakukan kesyirikan kepada Allah SWT. Dan itu akan membatalkan saya sebagai seorang muslim. Saya takut kepada Allah kalau nanti suatu saat di akahirat nanti ditanya kamu sebagai seorang musyrik, meskipun saya sebagai seorang muslim,” kata Sutardi kepada wartawan.

Sementara itu pengelola SD Albani memiliki pendapat yanag berbeda. Di sekolah ini para murid tidak pernah diajarkan hormat kepada bendera, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan tidak pernah diadakan upacara bendera.

Kepala sekolah Al Albani, Heru Ichwanudin, mengatakan hormat kepada bendera adalah hak masing-masing individu. “Secara lembaga kita taat kepada pemerintah, taat kepada aturan pemerintah adapun masing-masing diserahkan kepada individu. Kami kahwatir berbentur dengan HAM,” tuturnya.

Sebelumnya pemerintah kabupaten melalui kecamtan setempat telah meminta setiap upacara dilakukan penghormatan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan, namun hanya pengibaran bendera merah putih saja yang dijalankan.
(Widi Nugroho/RCTI/kem)

Pengasuh Ponpes Lirboyo Tertipu Rp 2 Miliar


KEDIRI – KH Imam Yahya Mahrus (63), salah satu pengasuh Ponpes Lirboyo ditipu seseorang yang mengaku anggota Badan Intelijen Negara (BIN) hingga kehilangan uang Rp 2 miliar. Selain melaporkan Ratno Basuki yang mengaku anggota BIN ke Polres Kediri, Imam juga melaporkan Suradji (41), warga Kelurahan Jati Mulyo, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten sebagai kaki tangan Ratno. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono kepada wartawan menjelaskan, penipuan itu bermula dari pertemuan korban dengan Ratno Basuki di rumah korban di Jl Abdul Karim, Kota Kediri, pertengahan Oktober 2009.

Saat itu Ratno mengaku punya teman yang bisa mencairkan dana bantuan senilai miliaran rupiah untuk yayasan pondok pesantren yang diasuh Imam. Teman yang dimaksud Ratno adalah Suradji yang mengaku berprofesi sebagai kontraktor.

Kepada Imam, Suradji menjelaskan, syarat pencairan bantuan, korban harus menyetorkan sejumlah uang untuk biaya administrasi. Uang itu harus disetor ke nomor rekening yang diberikan pelaku.

Sesuai kesepakatan, setoran uang administrasi itu dilakukan setiap bulan selama kurun waktu hampir dua tahun. Namun hingga setoran itu mencapai total Rp 2 miliar, kabar bantuan itu belum juga jelas.

Bahkan, kedua orang itu tidak pernah menjawab dengan tegas dan jelas ketika ditanya soal nasib bantuan yang dijanjikan itu. Di situlah, Imam sadar telah diporoti dan ditipu. Ia pun memutuskan melapor ke polisi.

Untuk mengusut kasus penipuan berkedok janji bantuan itu, polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi, di antaranya anak korban Reza Ahmad (31), dosen sebuah PTS di Kota Kediri serta Drs Mahromi (45), karyawan swasta. “Polisi masih menyelidiki kasusnya dengan meminta keterangan saksi-saksi,” jelas AKP Surono.

Polisi telah menyita sejumlah barang bukti yang terkait dengan penipuan di antaranya, empat lembar bukti setor, satu lembar surat pernyataan serta satu lembar foto copy KTP.

Imam sendiri belum dapat dikonfirmasi. Saat Surya bertandang ke kediamannya di Jl KH Abdul Karim, Kelurahan Lirboyo diperoleh penjelasan salah satu santrinya, Imam harus beristirahat total karena dalam proses penyembuhan. “Pak kiai masih istirahat karena sakit,” jelasnya.

Sedangkan Reza Ahmad saat dihubungi menjelaskan, pihaknya memang melaporkan kasus penipuan berkedok bantuan yayasan kepada aparat kepolisian. “Kami berharap kasusnya segera diselidiki,” jelasnya.

Terkait besarnya kerugian yang diderita Imam, kata Reza, orangtuanya telah mengirim uang sesuai permintaan pelaku dengan harapan mendapatkan bantuan dari donatur perorangan. “Karena ada kejanggalan masalahnya kami laporkan polisi,” tambahnya.

Reza juga mengatakan, ayahnya sedang bergelut dengan penyakit diabetes, sehingga memerlukan istirahat yang cukup. Tentang masalah penipuan yang menimpa ayahnya, ia mengaku baru mengenal Suradji sekitar tahun 2009 lalu.

Suradji, kata Reza, sering berkunjung ke pondok dan sering bersilaturahmi kepada para pengasuh, termasuk ayahnya. “Saat itu ia mengatakan bisa menjadi mediator agar pondok mendapatkan dana bantuan untuk pengembangan dari luar negeri. Nominalnya cukup besar ada Rp 10 miliar,” ucapnya.

Karena melihat nominal yang cukup besar, Gus Reza merasakan dana ini bisa cukup bermanfaat untuk pengembangan pondok ke depan. Pihaknya akhirnya sepakat untuk mencoba mengajukan permintaan anggaran itu.

Ia juga menyebut, untuk mendapatkan dana itu, pengurus harus menyetorkan uang yang diberikan setiap bulan sebagai administrasi. Total yang sudah dikeluarkan untuk biaya administrasi demi mendapatkan anggaran Rp 10 miliar itu mencapai Rp 2 miliar yang merupakan uang pribadi dan uang yayasan. Uang itu diberikan lewat transfer bank.

Pihaknya merasa ganjil, ketika hingga setahun lebih belum ada kabar. Suradji ketika dihubungi pengasuh pondok tidak bisa memberikan kepastian, hanya janji-janji semata. “Kalau kami sudah berupaya untuk selalu komunikasi tentang masalah ini. Tetapi kami tidak mendapatkan jawaban, akhirnya kami terpaksa laporkan masalah ini ke polisi,” ucap Reza yang saat ini masih berada di Jakarta.

Pihaknya berharap masalah ini segera diselesaikan. Ia juga meminta polisi mengusut tuntas kasus ini, agar juga tidak terjadi pada orang maupun lembaga lainnya. dim/ant/foto: surya

Buah-buahan Untuk Mencegah Flu

Akhir-akhir ini kita sedang dihadapkan dengan cuaca yang ekstrem. Pada saat panas, panas sekali, namun ketika hujan deras dan lama berhentinya. Nah, musim yang tidak menentu seperti sekarang ini, biasanya flu menjadi sakit langganan. Meskipun hanya flu, tetapi sangat mengganggu, untuk itu kita harus menjauhi flu dengan mengonsumsi buah-buahan pencegah flu.

Quote:
Quote:
1. Apel




Quote:
Sudah tak diragukan lagi kalau buah apel merupakan salah satu sumber antioksidan yang cukup populer saat ini. Antioksidan yang terkandung dalam satu buah apel sama dengan 1500mg vitamin C. Selain itu, buah apel juga sarat akan flavanoid protective yang sangat bermanfaat dalam mencegah terjadinya serangan jantung dan kanker.
Quote:
Quote:
2. Pepaya



Quote:
Dengan 250% RDA dari vitamin C yang terdapat dalam buah pepaya ternyata dapat menghindarkan sistem tubuh dari demam. Kandungan beta-caroten, vitamin C dan vitamin E dalam pepaya mengurangi peradangan yang terjadi di dalam tubuh dan mengurangi timbulnya asma.
Quote:
Quote:
3. Cranberry



Quote:
Cranberry mengandung antioksidan yang cukup tinggi melebihi buah dan sayur pada umumnya. Satu sajian cranberry memiliki kandungan antioksidan 5 kali lebih banyak dibandingkan brokoli. Cranberry merupakan probiotik alami yang membantu memperbanyak bakteri baik dalam tubuh dan melindungi nya dari penyakit yang terbawa dari makanan.
Quote:
Quote:
4. Jeruk Bali



Quote:
Jeruk Bali sarat akan vitamin C, selain itu jeruk Bali mengandung senyawa alami yang disebut Limonoids yang bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol. Jenis jeruk bali merah adalah sumber yang sangat potensial untuk melawan kanker karena kandungan lycopennya.
Quote:
Quote:
5. Pisang


Quote:
Pisang menjadi salah satu sumber vitamin B6 tertinggi dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Pisang bisa mengurangi rasa letih, depresi, stres, dan insomnia(sulit tidur). Kandungan magnesium nya yang tinggi menjaga agar tulang kuat. Sedangkan potasium membantu mencegah serangan jantung dan tekanan darah tinggi.

Gaji Saya Rp 200 Juta, Mustahil Suap DPR Rp 24 Miliar


Jakarta – Mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda S Goeltom membantah dirinya melakukan suap terhadap sejumlah anggota DPR.

Menurut Miranda, dirinya hanya mendapat gaji Rp 200 juta per bulan. Maka, sangatlah mustahil jika dia membagi cek perjalanan terhadap anggota DPR senilai Rp 24 miliar. “Saya terima lebih dari Rp 200 juta sebulan, apalagi belanja saya banyak,” kata Miranda saat menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (30/5).

Dengan gaji sebesar ini dan dibandingkan uang suap yang diberikan, maka tidak mungkin bagi Miranda melakukan suap. Fakta itulah yang disampaikan Miranda saat ditanya Hakim Tipikor Marsudin Nainggolan.

Kepada Miranda, Marsudin bertanya, berapa persis gaji yang diterimanya dari Bank Indonesia. “Apakah kekayaan Anda sampai Rp 24 miliar?” tanya Hakim. Saat itu Miranda mengelak pertanyaan hakim. Dia beralasan boros dan suka belanja. Nilai Rp 24 miliar yang ditanyakan Marsudin adalah total nilai 480 lembar cek pelawat yang per lembarnya bernilai Rp 50 juta.

Miranda terhitung paling lama menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, dari tanggal 27 Juli 2004 hingga 27 Juli 2009. Selama menjadi pejabat BI, Miranda mengaku menerima banyak fasilitas. Diantaranya rumah, mobil hingga petugas keamanan. Tapi bukan tujuan utamanya, kata Miranda. Lagipula ketika masa pencalonan tahun 2004, Miranda mengaku sudah pensiun. “Saya ingin memperbaiki Bank Indonesia, perekonomian, karena saya memenuhi kapasitas maka saya menerima tawaran pencalonan tersebut,” ujar Miranda.

Nah, saat dia dicalonkan sebagai Gubernur Bank Indonesia setahun sebelumnya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, ternyata pencalonan tersebut membuatnya gagal. Pasalnya, Meranda gagal dalam dalam uji kelayakan dan kepatutan pada 2003. Menurutnya, penyebab kegagalannya disebabkan faktor non teknis.

Memasuki pencalonan 2004, Miranda melakukan pendekatan ke sejumlah fraksi, diantaranya Fraksi TNI/Polri dan Fraksi PDI-Perjuangan. Tapi rupanya, ternyata pendekatan kedua Fraksi tersebut dan kejadian pembagian cek usai kemenangannya, telah menyeret Miranda sebagai saksi.

Dan kini, Miranda bersaksi untuk kasus cek perjalanan untuk kelompok Paskah Suzetta, Ahmad Hafiz Zawawi, Marthin Brian Seran, Bobby Suhardiman, dan Anthony Zeidra Abidin. Serta untuk kelompok TM Nurlif, Baharuddin Aritonang, Hengky Baramuli, Asep Ruchimat dan Reza Kamarullah. Kesembilan orang ini menjadi terdakwa karena menerima cek pelawat usai kemenangan Miranda sebagai Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia. Lensa Indonesia

INGIN TAHU SIAPA YANG MEMBIAYAI PROSES PEMILIHAN MIRANDA GOELTOM MENJADI DEPUTI GUBERNUR SENIOR BANK INDONESIA??…

KLIK DISINI

Radang Payudara Malinda Dee Gara-gara Silikon


Jakarta - Apakah penyebab peradangan pada payudara Malinda Dee, tersangka penggelapan dana nasabah Citibank. Suntik silikon payudara rupanya menjadi salah satu faktor penyebab peradangan.

"Itu dia salah satunya. Apalagi yang bersangkutan punya riwayat suntik silikon," ujar Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Pol Budi Siswanto saat dihubungi wartawan, Rabu (1/6/2011).

Menurut Budi, faktor terjadinya radang payudara bisa timbul dari dalam tubuh maupun luar tubuh seseorang. Secara kasat mata, untuk mengetahui tanda seseorang terkena radang, bisa dilakukan uji laboratorium atau melihat warna merah dan rasa nyeri pada daerah yang terkena radang.

"Semuanya yang namanya radang itu ada rasa sakit. Itu disebut radang atau inflamasi," ujarnya.

Budi mengatakan, tindakan operasi kepada Malinda tergantung bagaimana penilaian tim dokter bedah plastiknya. Saat ini, Malinda masih diinfus.

"Infus itu untuk perbaikan tubuh. Kan untuk jalan masuk obat juga," tandasnya.

(gus/fay)


Follow twitter @detikcom dan gabung komunitas detikcom di facebook

Adang Tetap Akan Lindungi Nunun


Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Bangkok, disibukan dengan nada dering telepon dari Jakarta. Sejumlah media mengkonfirmasi kebenaran penangkapan Nunun Nurbaeti, tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia yang menjadi buronan aparat penegak hukum.

NUNUN diduga menebar ratusan cek pelawat bernilai Rp 24 miliar beberapa jam setelah Miranda terpilih. Sejumlah saksi dan terdakwa kasus ini mengungkapkan cek pelawat mengucur dari kantor perusahaan Nunun, PT Wahana Eka Sembada, di Jalan Riau, Jakarta Pusat. Cek dibagikan Arie Malangjudo, Direktur PT Wahana, kepada anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR periode 1999-2004.

Nunun beberapa kali dipanggil KPK untuk diperiksa. Namun, dokter pribadi Nunun dan kuasa hukumnya menolak jika Nunun diperiksa dengan alasan kondisi kesehatan istri bekas Wakil Kepal Polri Adang Daradjatun itu tidak memungkinkan. Mereka berdalih Nunun menderita penyakit lupa berat.

Keberadaan Nunun juga tidak pernah dapat dipastikan. Ada yang bilang Nunun dirawat di Singapura. Namun, Nunun juga dikabarkan tinggal di Bangkok, Thailand. Versi lainnya, Nunun dikabarkan sering melakukan perjalanan bolak-balik Singapura-Thailand.

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri belum mendengar adanya informasi tertangkapnya Nunun Nurbaeti oleh penyidik KPK di Thailand. “Saya malah belum dengar. Coba cek dari mana sumbernya,” kata Wakil Ketua Bidang Penindakan KPK, M Jasin di kantornya, Selasa (31/5/2011).

Secara terpisah, Juru Bicara KPK Johan Budi menambahkan bahwa informasi penangkapan Nunun tersebut tidak benar. Kendati demikian, menurut Johan, KPK terus berupaya mencari dan memantau pergerakan Nunun. Sehari sebelum kabar Nunun ditangkap di Thailand, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Adang Daradjatun menyangkal kalau istrinya itu berada di negeri Gajah Putih. “Enggak pernah ada ke Thailand. Silakan keluarin bukti-buktinya,” kata Adang yang ikut pertemuan anggota Komisi Hukum bertemu Hakim Konstitusi, kemarin.

Mantan Wakil Kepala Polri mengaku enggan memberi tahu keberadaan istrinya saat ini. “Itu hak saya memberi tahu atau tidak,” kata Adang. Tertangkap atau tidaknya Nunun di Thailand, Indonesia Police Wath (IPW) sangat menyesalkan Sikap Adang yang tidak korperatif tentang keberadaan istrinya.

Menurut Ketua Presedium IPW, Netta S Pane, seharusnya Adang Daradjatun sebagai mantan Wakapolri membantu aparat penegak hukum untuk segera memulangkan istrinya. “Sangat disesalkan sikap Pak Adang, yang juga bekas aparat penegak hukum menutup-nutupi keberadaan istrinya. Sebagaimana Ia (Adang) merupakan mantan Wakapolri seharusnya memberi contoh yang baik terhadap hukum di Indonesia,” kata Netta, Selasa (31/5/2011).

Lanjut Netta, Komisi Pemberantasan Korupsi juga harus tegas terhadap sikap Adang Daradjatun yang menutup-nutupi keberadaan istrinya tersebut. Pasalnya, kata Netta, Adang Daradjatun sama saja telah menyembunyikan buronan tersangka kasus suap cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia dapat dipidanakan. “Sekarang keberanian KPK. Berani tidak mempidanakan Adang,” sambung Netta.

Sementara itu, SATGAS berharap suami Nunun, Komisaris Jendral (Purn) Adang Daradjatun sebagai mantan Wakil Kepala Polri bersedia mendukung KPK untuk menegakkan proses hukum. “Apabila panggilan sebagai tersangka dikirimkan, saya mengimbau agar keluarganya bersikap kooperatif dengan KPK untuk menghadirkan. Apabila tidak menghadirkan situasinya semakin rumit dan tidak menguntungkan buat keluarga besar yang bersangkutan,” kata anggota Satgas Anti Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa.

Di tempat terpisah, Wakil Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW), Emerson Juntho pesimistis kalau Adang akan buka suara tentang keberadaan Nunun. “Saya rasa Adang pasti tahu, dia selalu bilang Nunun ada di Singapura tetapi tidak membantu KPK. Kalau dibilang Adang menyembunyikan Nunun hingga kini masih jadi perdebatan, Nunun ke Singapura karena dengan alasan sakit lupa, saya juga tidak habis pikir kenapa Nunun bisa lolos sampai Singapura,” katanya.

Seperti yang diketahui, sampai dengan Senin (30/5/2011) kemarin, Adang Daradjatun menyatakan akan tetap melindungi Nunun. Politisi PKS itu tetap merahasiakan keberadaan istrinya dengan alasan Nunun masih sakit dan tengah menjalani perawatan. Kabar yang beredar saat ini, Nunun bolak-balik Singapura dan Thailand. Ia ditetapkan sebagai tersangka sejak Februari lalu, tetapi belum diperiksa KPK sampai hari ini. MONITOR/KN