Today :

Not found what you looking for?:

Anak Istimewa Menghebohkan Dunia


Johnny dan Luther Htoo: Kembar ajaib

Johnny and Luther Htoo


Johnny and Luther Htoolahir di akhir '80-an di Burma, tapi mereka bukan orang Birma biasa yang agan kenal. Mereka kaum Karen, sebuah kelompok etnis yang telah melancarkan perang gerilya melawan pemerintah Burma sejak tahun 1949.



Awalnya mereka hanyalah anak laki-laki biasa yang tinggal di hutan dalam sebuah kamp pemberontak. Ketika tentara Burma menyerang tempat tersebut untuk membuka jalan bagi jalur gas, cabang bersenjata dari Karen National Union lari kocar-kacir, meninggalkan desa yang tidak berdaya. Tapi ada yang tinggal gan. Anak-anak berumur sembilan tahun yang menggunakan AK-47 untuk menangkis serangan Angkatan Darat Burma tersebut. Dan tebak? Anak-anak ini menang.
 

Johnny and Luther Htoo
Si kembar Htoo tampil dewasa sebelum waktunya gan. Mereka bersama-sama memimpin “Tentara Gerilya Tuhan” dengan 150 pengikut patuh yang membawa senjata dan benar-benar percaya pada kekuatan magis dari si kembar Htoo. Bagaimana mungkin anda tidak mengikuti seseorang kalau anda tahu dia kebal peluru? Dan bahkan ranjau? Dan satu hal lagi, mereka bisa membunuh dengan cara hanya menunjuk senapan ke tanah dan berkonsentrasi.
Para pengikut juga percaya bahwa satu dari kembar Htoo memimpin 250.000 tentara yang tidak terlihat, dan kembarannya yang lain memimpin 150.000 tentara tidak terlihat. Tentu kedengarannya konyol, tapi kalau dua anak yang belum puber ini masuk ke kantor agan sekarang dengan rokok Marlboronya, ngelemparin anda sebuah AK dan bilang sudah waktunya untuk membunuh seseorang, maka anda arus berpikir panjang dan keras untuk menolak tawaran itu.



Anak-anak ini benar-benar mencuri perhatian orang banyak ketika tentara-tentara mereka (yang terlihat) menyandera rumah sakit Thailand selama 22 jam penuh. Sekitar 700 hingga 800 pasien dan staff keamanan disandera dengan tuntutan pemerintah Thai berhenti mengupas posisi Karen di Burma serta perawatan medis bagi tentara mereka yang terluka. Pasukan keamanan Thailand menyerbu rumah sakit, menewaskan 10 gerilyawan, dan mereka menyerah (si kembar Htoo tidak ada di sana).
 



Johnny and Luther Htoo


Dalam sebuah wawancara tahun 2000, Luther Htoo menyatakan bahwa ia ingin kebebasan untuk Karen. Mereka dikejar oleh Tatmadaw (angkatan bersenjata Burma) dan dihindari oleh pemberontak Karen lainnya.



Si kembar menyerah kepada tentara Thailand pada Januari 2001 dan meminta perlindungan. Pada saat itu jumlah pengikut mereka telah menyusut hingga 20. Mereka menolak cerita tentang menjadi kebal, tetapi bersikeras bahwa Tuhan telah membantu mereka untuk bertahan hidup selama bertahun-tahun. 




Samantha Smith
Samantha Smith Mengguncang Rusia


Hubungan antara AS dan Uni Soviet itu begitu tegang bahkan hingga AS memboikot Olimpiade 1980 hanya karena diselenggarakan di Moskow. Carter bahkan berhenti berbicara dengan Soviet dan Ronald Reagan menyebut Uni Soviet sebuah 'kekaisaran jahat' yang nyata. Dan Reagan tidak menggunakan tanda kutip untuk nunjukin kalau ia hanya bercanda gan.



Dan saat itu gan, seorang anak yang berpikiran luas, Samantha Smith yang sedang berumur 10 tahun menulis surat kepada kepala Soviet Yuri Andropov lalu bertanya apakah 'dia akan memilih untuk berperang atau tidak,'
 



Samantha Smith


Samantha Smith lahir pada tanggal 29 Juni 1972, di kota kecil Houlton, Maine , perbatasan antara Amerika Serikat dan Kanada. Pada usia lima tahun, ia menulis surat kepada Ratu Elizabeth II untuk mengekspresikan kekagumannya tentang monarki (ane bahkan ga tau apa yang ane tulis pada umur segitu gan).



Pada bulan November 1982, ketika Smith berusia 10 tahun, ia menulis surat kepada pemimpin Uni Soviet yang baru Yuri Andropov, menanyakan mengapa hubungan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat sangat tegang
 



surat Samantha:
 



Dear Mr Andropov,



Nama saya Samantha Smith. Umur saya sepuluh tahun. Selamat atas pekerjaan baru Anda. Saya khawatir mengenai Rusia dan Amerika Serikat yang akan masuk pada perang nuklir. Apakah Anda akan memilih untuk berperang atau tidak? Jika tidak tolong beritahu saya bagaimana Anda akan membantu untuk tidak berperang. Pertanyaan ini tidak perlu Anda jawab, tapi saya ingin tahu mengapa Anda ingin menaklukkan dunia atau setidaknya negara kita. Tuhan menciptakan dunia bagi kita untuk hidup bersama dalam damai dan tidak saling melawan.



Hormat kami,



Samantha Smith
 

Samantha Smith


Surat Samantha diumumkan dalam surat kabar Soviet Pravda. Samantha senang surat itu telah diterbitkan, namun ia tidak menerima balasan. Ia lalu mengirim surat kepada Duta Besar Uni Soviet untuk Amerika Serikat dan bertanya apakah Mr Andropov akan membalas suratnya. Pada tanggal 26 April 1983, ia menerima respon dari Andropov, dan juga, undangan untuk mengunjungi soviet. Jangan lupa gan, sampai di sini Samantha masih berumur sepuluh tahun.



Sebuah sirkus media pun terjadi, Smith diwawancarai oleh Ted Koppel dan Johnny Carson dan dengan laporan malam oleh jaringan besar Amerika. Pada tanggal 7 Juli 1983, ia terbang ke Moskow dengan orang tuanya, dan menghabiskan dua minggu sebagai tamu pribadi Andropov. Samantha bahkan berbicara pada sebuah konferensi pers di Moskow, dan menyatakan bahwa Rusia adalah 'sama seperti kita'. Di Artek, Smith memilih untuk tinggal dengan anak-anak Soviet ketimbang mengambil akomodasi istimewa yang ditawarkan padanya.


Samantha Smith


Andropov, sayangnya, tidak bisa bertemu dengan Samantha selama kunjungannya gan, meskipun demikian mereka berbicara melalui telepon. Smith juga menerima panggilan telepon dari kosmonot Rusia Valentina Tereshkova , wanita pertama yang mengorbit bumi. Media mengikuti setiap langkah Samantha -foto dan artikel tentang dirinya diterbitkan oleh surat kabar dan majalah utama Soviet sepanjang perjalanan dan setelahnya. Samantha dikenal secara luas oleh warga negara Soviet dan dihormati.

Samantha Smith


Samantha kembali ke Amerika Serikat pada tanggal 22 Juli 1983, dirayakan oleh orang-orang dari Maine dengan mawar, karpet merah, dan limusin serta popularitasnya terus tumbuh di negeri asalnya. Pada bulan Desember 1983, dalam perannya sebagai 'Duta Besar Amerika Termuda', ia diundang ke Jepang, di mana ia bertemu dengan Perdana Menteri Yasuhiro Nakasone dan menghadiri Simposium Anak Internasional di Kobe. Dalam sambutannya pada simposium tersebut, ia menyarankan agar para pemimpin Amerika bertukar cucu dengan Uni Soviet selama dua minggu setiap tahun, dengan alasan bahwa seorang presiden 'tidak ingin mengirim bom ke suatu negara dimana cucunya sedang berkunjung'.



Blink Kid Menghentikan Penyebaran Berita 




Tahun 1800-an orang-orang begitu malas berjalan dengan tubuh berlemak mereka menuju kios yang menjual koran harian gan. Kaki mereka seperti terasa berat bahkan jika mereka seharian hanya bermalas-malasan di rumah. Untungnya bagi mereka gan, ada anak-anak tunawisma yang membawa kertas-kertas, dan menjualnya dengan keuntungan sangat kecil di setiap sudut jalan. Anak-anak ini disebut 'newsies.'


Sayangnya untuk penjualan tersebut, isi perut anak-anak ini ditentukan oleh seberapa sensasionalnya berita yang ditawarkan pada headline koran, dan juga rasa iba yang hampir tidak dimiliki oleh para bangsawan kaya. Sehingga tak jarang, pada penghujung hari, newsies harus makan kertas yang tidak habis terjual (secara harfiah, jika mereka sudah cukup lapar).

Blink Kid


Akhirnya pada tahun 1899, egoisme dari penerbit Joseph Pulitzer dan penerbit dunia William Randolph Hearst yang tidak memperhatikan nasib para newsies ini membuat murka para tukang koran. Sehingga newsies berinisiatif sendiri. Mereka menaikkan harga dari koran-koran selama Perang Spanyol-Amerika, tapi tidak seperti pesaing lain, newsies tidak menurunkan harga bahkan hingga perang berakhir. Mereka cukup mendapatkan sedikit untung. Aksi ini bahkan menarik lebih dari 5.000 newsies.



Dan sampailah kita pada Blink Kid gan
 

Menurut beberapa sumber, Blink Kid adalah anak karismatik bermata satu yang sangat bertanggung jawab. Wartawan menduga ia berumur antara 13 atau 14 tahun, dan mereka mengutip secara langsung ketika Blink Kid mengeluarkan ucapan emas seperti ini:


'Friens and feller workers. Dis is a time which tries de hearts of men. Dis is de time when we'se got to stick together like glue.... We know wot we wants and we'll git it even if we is blind.'
 



Blink Kid


Jadi seberapa mengejutkannya anak ini ?
Blink Kid menghentikan penyebaran berita di seluruh Kota New York.


Blink Kid dan ribuan temannya mogok, yang berarti dua surat kabar utama di salah satu kota terbesar di dunia kehilangan distributor mereka. Dan ini tahun 1899 gan, saat koran adalah satu-satunya media. Jadi menutup dua sumber informasi terbesar di kota hampir sama seperti menutup akses internet New York, akses radio dan TV, kemudian hanya membiarkan warga menggunakan sinyal asap dan komunikator kaleng (dua kaleng yang dihubungkan benang – red) di tempat mereka.



Dia belum selesai.
 



Tidak hanya membuat aksi mogok serius para newsie dalam penyebaran informasi di NYC, Blink Kid juga membuat kota menjadi stagnan dengan memimpin beberapa aksi unjuk rasa di Jembatan Brooklyn.


Tentu saja gan, Hearst dan Pulitzer adalah raksasa industri, dan tidak akan mundur karena sekelompok orang yang berunjuk rasa. Mereka mengirim preman untuk membuktikan bahwa industri mereka tidak dapat digertak oleh sekelompok anak-anak bau. Hanya saja, anak-anak ini berdiri di tanah mereka. Blink Kid menang. Pada akhirnya, para raksasa mundur dan sepakat untuk membeli kembali surat kabar mereka yang tidak terjual.



Iqbal Masih
Iqbal Masih Membebaskan Buruh Anak


Iqbal Masih lahir dari keluarga Pakistan Katolik di Mudrik. Iqbal dijual sebagai budak anak pada usia empat tahun dengan harga cuma $16 gan. Dia terpaksa bekerja pada pabrik karpet tenun di sebuah kota kecil bernama Muridke dekat Lahore , empat belas jam per hari dengan gaji tiga sen. Setiap kali Iqbal tidak 'mematuhi' apa yang bosnya katakan, ia akan dicambuk dan dilukai atau dipukuli. Suatu hari gan, ia ingin membebaskan dirinya sendiri dan anak-anak lain yang menderita. Ia pergi ke kantor polisi terdekat dan mengatakan bahwa ia sedang diperlakukan tanpa rasa hormat dan ingin kebebasan. Sayangnya, perwira polisi itu di sisi pabrik karpet dan ia membawa Iqbal kembali sehingga d pabrik, ia dirantai.

Iqbal Masih


Namun, pada usia 10 tahun, Iqbal melarikan diri dan bergabung dengan BLLF (Bonded Labor Liberation Front of Pakistan), sebuah kelompok yang didedikasikan untuk membebaskan perbudakan pada anak.

Iqbal Masih


Jadi seberapa mengejutkannya anak ini ?
 



Dalam dua tahun, Iqbal membebaskan 3.000 anak-anak dari perbudakan.


Iqbal tidak hanya bergabung dengan BLLF gan, dia bahkan menjadi juru bicara. Hal yang cukup berani untuk dilakukan. Walaupun kebanyakan dari kita akan melenggang pulang dan terjebak pada makan dan games, anak ini masuk kembali ke dalam parit, bahkan menyamarkan diri dan menyelinap masuk ke pabrik-pabrik untuk mewawancarai anak-anak tentang kondisi kerja mereka.

Iqbal Masih


Sebagai juru bicara internasional untuk BLLF, ia pergi ke Amerika Serikat dan Eropa menyerukan untuk mengakhiri pekerja anak terikat. Dia juga menyerukan untuk memboikot karpet Pakistan, hampir semua karpet itu dibuat oleh anak-anak terikat seperti dirinya.

Iqbal Masih


Iqbal menjadi pahlawan internasional dan seruannya untuk memboikot karpet Pakistan mulai berpengaruh. Pada tahun 1992, ekspor karpet turun untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade. Ekspor turun pada tahun 1993 dan 1994 juga, dan Iqbal menjadi objek kebencian untuk produsen karpet Pakistan - 'mafia karpet'.

Sehingga pada tahun 1995, pada usia 13 tahun Iqbal Masih dibunuh. Kuat dugaan ia dibunuh oleh para mafia karpet yang tidak suka dengan perjuangannya.



Pada tahun 1994, Iqbal dianugerahi Reebok Human Rights Award. Dan pada tahun 2000, ia secara anumerta dianugerahi The World’s Childrens’s Prize for the Rights of the Child.

(reuters)

9 Mata Uang Teraneh Dalam Sejarah


1. Uang dari batu (Pulau Yap, Kep. Solomon)



Di pulau Yap, sebuah pulau di Kepulauan Solomon, Anda akan menemukan “uang” terbesar dan teraneh di dunia : batu rai (semacam batu kapur). Uang ini berbentuk lingkarang dengan diameter 12 kaki dan berat 8 ton.
Entah sejarah atau kepercayaan apa yang menyebabkan masyarakat di Pulau Yap ini sangat mensakralkan batu ini, mungkin sama seperti masyarakan modern sangat mengagungkan batu emas.
Karena jenis batu ini tidak bisa ditemui di Pulau Yap, masyarakat Pulau Yap rela mengorbankan nyawa mereka untuk berpetualang mencari batu ini.
Tahukah kamu? Nilai nominal dari batu ini dinilai bukan hanya berdasarkan ukuran, tapi juga dinilai berdasarkan pengorbanan mendatangkannya ke Pulau Yap, termasuk jumlah nyawa yang melayang karena pengorbanan tersebut.
Karena bentuknya besar, uang ini dibiarkan tergeletak di luar rumah pemiliknya, bahkan kadang di hutan. Meski tergeletak di mana saja, orang2 pasti mengetahui siapa pemiliknya saat ini. Apabila terjadi pergantian kepemilikan, akan dilakukan dalam upacara tertentu.
Tentu saja itu jaman dulu. Pemerintah setempat telah melarang batu-batu uang ini keluar dari Pulau. Tapi setidaknya kamu bisa jumpai uang antik ini di lobi Bank of Canada di Ottawa.

2. Koin perak plus bonus air suci (Kep. Palau)




Jika di uang kertas USD ada “In God We Trust”, negara kepulauan Palau selangkah lebih maju. Negara ini pada tahun 2007 mencetak koin perak dengan gambar perawan suci dan menyertakan bonus botol kecil berisi beberapa tetes air suci dari sebuah mata air suci di Lourdes Perancis.

Negara ini pernah pula menyertakan mutiara, bahkan batu meteor pada uang koinnya. Perak dan air suci, hmm apakah negara ini ada masalah dengan serangan vampire dan werewolf ?

3. Kulit tupai (Rusia)



Di beberapa abad silam, kulit tupai merupakan uang yang sah digunakan di Rusia. Bahkan beberapa bagian dari tupai mati ini seperti kuping, hidung, dan kuku-kukunya berfungsi sebagai “receh”. Kemungkinan Rusia saat itu bisa terbebas dari penyakit-penyakit yang ditularkan satwa.

4. Modifikasi Uang Karena Kudeta (Zaire)

 


Saat rezim Joseph Mobutu dikudeta pada tahun 1997 di Zaire (yang sekarang bernama The Democratic Republic of the Congo) Pemerintahan yang baru saat itu terlalu sibuk untuk mendesain dan mencetak uang baru selain karena jumlah uang saat itu terbatas pula.

5. Uang pecahan terbesar (Hungaria)



Inilah pecahan mata uang pemegang rekor sampai saat ini. Dicetak oleh Hungaria pada tahun 1946 dengan nominal 100,000,000,000,000,000,000 Pengo. Ya! Seratus juta triliun Pengo dengan kurs saat itu hanya sekitar 20 US cent. Lihat saja, sampai jumlah nolnya pun tidak mungkin tercetak di sana.

6. Mata Uang berbentuk komoditas




Garam adalah salah satu barang tertua yang digunakan sebagai pembayaran. Sebenarnya, kata “salary” (gaji) berasal dari bahasa Latin “salarium” yaitu uang yang telah dibayarkan kepada prajurit Roma untuk membeli garam.

Garam juga juga digunakan sebagai alat tukar (mata uang) utama di gurun Sahara selama berabad-abad, dan digunakan secara luas di seluruh Afrika Timur. Biasanya, seseorang pada masa itu akan menjilati garam satu blok untuk memastikan garam tersebut asli dan memutuskan untuk membuat pecahan dari blok itu sebagai pecahan uang kecil.

Balok garam pada gambar berusia 1500 tahun.

Mata uang unik lainnya adalah :
* “RENG”, uang berbentuk bola benang yang dibungkus dalam sabut kelapa. Digunakan jama dulu di Kepuluan Solomon.
* Kakao digunakan di seluruh Meksiko dan Amerika Tengah
* Keju Parmigiano Reggiano , bahkan bisa digunakan sebagai jaminan pinjaman di Italia

7. Uang kumpulan voucher (vietnam)





Jika kita pernah berpikir bahwa uang bisa membeli segalanya, ternyata tidak. Uang Vietnam di tahun 70an ini berlaku sebagai kumpulan potongan voucher yang hanya bisa digunakan untuk membeli pakaian dan perlengkapannya.

Mungkin jika kita harus memotong salah satu bagian untuk membayar baju, sebagian lagi untuk membayar celana, dan sebagian lagi untuk ikat pinggang.

8. Uang dengan ancaman hukuman mati (amerika, saat masih dijajah inggris)



US Dollar memang telah menjadi mata uang yang paling stabil dan dianggap sebagai safe heaven currency. Jika dilihat dari sejarahnya, mata uang ini telah banyak berpengalaman dalam memerangi para pemalsu. Pada masa-masa awal penjajahan Inggris, sangatlah mudah untuk mencetak uang karena banyak alat cetak beredar dan desain cetakan uang tidaklah terlalu rumit seperti sekarang.

Tapi saking mudahnya, para pemalsu juga bisa mencetak sendiri. Bagaimana cara pemerintah saat itu untuk memberikan ancaman keras kepada para pemalsu? Dengan mencetak “To Counterfeit is Death” atau hukuman mati untuk pemalsuan. Sepertinya daripada “In God We Trust” lebih cocok “In The Death Penalty We Trust”.

Kalau inget, pada era 90an ke bawah di negara kita uang kertasnya juga masih mencantumkan ancaman… ada yang inget ancamannya?




9. Uang dari lembaran kayu (Jerman)

Pernah digunakan sebagai uang darurat di jerman semasa pemulihan pasca Perang Dunia I. Saking daruratnya, uang dicetak juga dari alumunium foil, kain sutra, bahkan kartu remi sisa-sisa perang. Seorang kolektor pasti bakal berani membayar mahal untuk uang2 aneh ini, yang paling mahal adalah batu yang dicetak jadi uang koin pada masa tersebut.

Sejarah Emas Di Tugu Monas


Ternyata 38 kg emas yang dipajang di puncak tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta, 28 kg di antaranya adalah sumbangan dari Teuku Markam, salah seorang saudagar
Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia.

 

Orang-Orang hanya tahu bahwa emas tersebut memang benar sumbangan saudagar Aceh. Namun tak banyak yang tahu, bahwa Teuku Markamlah saudagar yang dimaksud itu.
Itu baru segelintir karya Teuku Markam untuk kepentingan negeri ini. Karya lainnya, ia pun ikut membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia. Tentu saja banyak bantuan-bantuan Teuku Markam lainnya yang pantas dicatat dalam memajukan perekonomian Indonesia di zaman Soekarno, hingga
menempatkan Markam dalam sebuah legenda.
Di zaman Orba, karyanya yang terbilang monumental adalah pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Jalan Medan-Banda Aceh, Bireuen-Takengon,
Meulaboh, Tapaktuan dan lain-lain adalah karya lain dari Teuku Markam yang didanai oleh Bank Dunia. Sampai sekarang pun, jalan-jalan itu tetap awet. Teuku Markam pernah memiliki sejumlah kapal, dok kapal di Jakarta, Makassar, Medan, Palembang. Ia pun tercatat sebagai eksportir pertama mobil Toyota Hardtop dari Jepang. Usaha lain adalah mengimpor plat baja, besi beton sampai senjata untuk militer.

Mengingat peran yang begitu besar dalam percaturan bisnis dan perekonomian Indonesia, Teuku Markam pernah disebut-sebut sebagai anggota kabinet bayangan pemerintahan Soekarno. Peran Markam menjadi runtuh seiring dengan berkuasanya pemerintahan Soeharto. Ia ditahan selama delapan tahun dengan tuduhan terlibat PKI. Harta kekayaannya diambil alih begitu saja oleh Rezim Orba. Pernah mencoba bangkit sekeluar dari penjara, tapi tidak sempat bertahan lama. Tahun 1985 ia meninggal dunia. Ahli warisnya hidup terlunta-lunta sampai ada yang menderita depresi mental. Hingga kekuasaan Orba berakhir, nama baik Teuku Markam tidak pernah direhabilitir. Anak-anaknya mencoba bertahan hidup dengan segala daya upaya dan memanfaatkan bekas koneksi-koneksi bisnis Teuku Markam. Dan kini, ahli waris Teuku Markam tengah berjuang mengembalikan hak-hak orang tuanya.

Siapakah Teuku Markam ?
Teuku Markam turunan uleebalang. Lahir tahun 1925. Ayahnya Teuku Marhaban. Kampungnya Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Sejak kecil Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu. Ketika usia 9 tahun, Teuku Marhaban meninggal dunia. Sedangkan ibunya telah lebih dulu meninggal. Teuku Markam kemudian diasuh kakaknya Cut Nyak Putroe. Sempat mengecap pendidikan sampai kelas 4 SR (Sekolah Rakyat).

Teuku Markam tumbuh lalu menjadi pemuda dan memasuki pendidikan wajib militer di Koeta Radja (Banda Aceh sekarang) dan tamat dengan pangkat letnan satu. Teuku Markam bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan ikut pertempuran di Tembung, Sumatera Utara bersama-sama dengan Jendral Bejo, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin dan lain-lain. Selama bertugas di Sumatera Utara, Teuku Markam aktif di berbagai lapangan pertempuran. Bahkan ia ikut mendamaikan clash antara pasukan Simbolon dengan pasukan Manaf Lubis.
Sebagai prajurit penghubung, Teuku Markam lalu diutus oleh Panglima Jenderal Bejo ke Jakarta untuk bertemu pimpinan pemerintah. Oleh pimpinan, Teuku Markam diutus lagi ke Bandung untuk menjadi ajudan Jenderal Gatot Soebroto. Tugas itu diemban Markam sampai Gatot Soebroto meninggal dunia.

Adalah Gatot Soebroto pula yang mempercayakan Teuku Markam untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Waktu itu, Bung Karno memang menginginkan adanya pengusaha pribumi yang betul-betul mampu menghendel masalah perekonomian Indonesia. Tahun 1957, ketika Teuku Markam berpangkat kapten (NRP 12276), kembali ke Aceh dan mendirikan PT Karkam. Ia sempat bentrok dengan Teuku Hamzah (Panglima Kodam Iskandar Muda) karena “disiriki” oleh orang lain. Akibatnya Teuku Markam ditahan dan baru keluar tahun 1958. Pertentangan dengan Teuku Hamzah berhasil didamaikan oleh Sjamaun Gaharu.

Keluar dari tahanan, Teuku Markam kembali ke Jakarta dengan membawa PT Karkam. Perusahaan itu dipercaya oleh Pemerintah RI mengelola pampasan perang untuk dijadikan dana revolusi. Selanjutnya Teuku Markam benar-benar menggeluti dunia usaha dengan sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, Surabaya. Bisnis Teuku Markam semakin luas karena ia juga terjun dalam ekspor – impor dengan sejumlah negara. Antara lain mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja dan bahkan sempat mengimpor senjata atas persetujuan Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Presiden.

Komitmen Teuku Markam adalah mendukung perjuangan RI sepenuhnya termasuk pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang waktu itu digenjot habis-habisan oleh Soekarno. Hasil bisnis Teuku Markam konon juga ikut menjadi sumber APBN serta mengumpulkan sejumlah 28 kg emas untuk ditempatkan di puncak Monumen Nasional (Monas). Sebagaimana kita tahu bahwa proyek Monas merupakan salah satu impian Soekarno dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa.
Peran Teuku Markam menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika tidak kecil berkat bantuan sejumlah dana untuk keperluan KTT itu.

Teuku Markam termasuk salah satu konglomerat Indonesia yang dikenal dekat dengan pemerintahan Soekarno dan sejumlah pejabat lain seperti Menteri PU Ir Sutami, politisi Adam Malik, Soepardjo Rustam, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin, Suhardiman, pengusaha Probosutedjo dan lain-lain. Pada zaman Soekarno, nama Teuku Markam memang luar biasa populer. Sampai-sampai Teuku Markam pernah dikatakan sebagai kabinet bayangan Soekarno.

Sejarah kemudian berbalik. Peran dan sumbangan Teuku Markam dalam membangun perekonomian Indonesia seakan menjadi tiada artinya di mata pemerintahan Orba. Ia difitnah sebagai PKI dan dituding sebagai koruptor dan Soekarnoisme.
Tuduhan itulah yang kemudian mengantarkan Teuku Markam ke penjara pada tahun 1966. Ia dijebloskan ke dalam sel tanpa ada proses pengadilan. Pertama-tama ia dimasukkan tahanan Budi Utomo, lalu dipindahkan ke Guntur, selanjutnya berpindah ke penjara Salemba Jln Percetakan Negara. Lalu dipindah lagi ke tahanan Cipinang, dan terakhir dipindahkan ke tahanan Nirbaya, tahanan untuk politisi di kawasan Pondok Gede Jakarta Timur. Tahun 1972 ia jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RSPAD Gatot Subroto selama kurang lebih dua tahun.

Peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto membuat hidup Teuku Markam menjadi sulit dan prihatin. Ia baru bebas tahun 1974. Ini pun, kabarnya, berkat jasa- jasa baik dari sejumlah teman setianya. Teuku Markam dilepaskan begitu saja tanpa ada konpensasi apapun dari pemerintahan Orba. “Memang betul, saat itu Teuku Markam tidak akan menuntut hak- haknya. Tapi waktu itu ia kan tertindas dan teraniaya,” kata Teuku Syauki Markam, salah seorang putra Teuku Markam.

Soeharto selaku Ketua Presidium Kabinet Ampera, pada 14 Agustus 1966 mengambil alih aset Teuku Markam berupa perkantoran, tanah dan lain-lain yang kemudian dikelola PT PP Berdikari yang didirikan Suhardiman untuk dan atas nama pemerintahan RI. Suhardiman, Bustanil Arifin, Amran Zamzami (dua orang terakhir ini adalah tokoh Aceh di Jakarta) termasuk teman-teman Markam. Namun tidak banyak menolong mengembalikan asset PT Karkam. Justru mereka ikut mengelola aset-aset tersebut di bawah bendera PT PP Berdikari. Suhardiman adalah orang pertama yang memimpin perusahaan tersebut. Di jajaran direktur tertera Sukotriwarno, Edhy Tjahaja, dan Amran Zamzami. Selanjutnya PP Berdikari dipimpin Letjen Achmad Tirtosudiro, Drs Ahman Nurhani, dan Bustanil Arifin SH.

Pada tahun 1974, Soeharto mengeluarkan Keppres N0 31 Tahun 1974 yang isinya antara lain penegasan status harta kekayaan eks PT Karkam/PT Aslam/PT Sinar Pagi yang diambil alih pemerintahan RI tahun 1966 berstatus “pinjaman” yang nilainya Rp 411.314.924,29 sebagai penyertaan modal negara di PT PP Berdikari.
Kepres itu terbit persis pada tahun dibebaskannya Teuku Markam dari tahanan.

Proyek Bank Dunia
Sekeluar dari penjara, tahun 1974, Teuku Markam mendirikan PT Marjaya dan menggarap proyek-prorek Bank Dunia untuk pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Tapi tidak satupun dari proyek-proyek raksasa yang dikerjakan PT Marjaya baik di Aceh maupun di Jawa Barat, mau diresmikan oleh pemerintahan Soeharto. Proyek PT Marjaya di Aceh antara lain pembangunan Jalan Bireuen – Takengon, Aceh Barat, Aceh Selatan, Medan-Banda Aceh, PT PIM dan lain-lain.
Teuku Syauki menduga, Rezim Orba sangat takut apabila Teuku Markam kembali bangkit. Untuk itulah, kata Teuku Syauki, proyek-proyek Markam “dianggap” angin lalu.

Teuku Markam meninggal tahun 1985 akibat komplikasi berbagai penyakit di Jakarta. Sampai akhir hayatnya, pemerintah tidak pernah merehabilitasi namanya. Bahkan sampai sekarang.