Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Jumat, 15 Juli 2011

Fadel: Selama Saya Jadi Menteri, Jangan Harap Udang Impor Masuk Indonesia


Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menegaskan sampai saat ini dirinya tidak akan membiarkan pengusaha memasukkan udang impor ke Indonesia. Pemerintah akan tegas menindak mereka yang melanggar.

“Saya sudah sampaikan kebijakan mengenai larangan impor udang tersebut kepada Menteri Perdagangan, dan selama saya masih menjadi Menteri jangan harapkan udang impor masuk ke Indonesia,” tutur Fadel dalam siaran pers yang dikutip, Kamis (14/7).

Menurut Fadel, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk membuka keran impor udang dari luar negeri masuk ke Indonesia. Fadel menyatakan, dirinya tidak akan mentolerir dan memberikan izin kepada para pengusaha yang tetap mengajukan izin impor udang.

Untuk mencukupi kebutuhan konsumsi udang dalam negeri, Fadel menyatakan akan terus menggenjot dan meningkatkan produksi udang nasional. Untuk menghindari kegagalan produksi sebagaimana yang terjadi pada 2009 dan 2010, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengedepankan dan menitikberatkan pengendalian penyakit udang sebagai salah satu faktor penentu dalam pencapaian produksi.

Gagal panen pada umumnya disebabkan oleh serangan penyakit. Hal utama lainnya yang menjadikan penyebab tidak tercapainya sasaran produksi udang di 2010 adalah semakin menurunnya kualitas induk dan benih, yang ditandai dengan pertumbuhan yang semakin lambat dan tingginya mortalitas yang disebabkan terjadinya inbreeding atau kawin sekerabat.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, berbagai upaya telah dilaksanakan, diantaranya dengan membentuk Broodstock Center udang vanamei di Bali, yang telah berhasil memproduksi varietas udang vanamei unggul nusantara I yang cenderung lebih tahan terhadap serangan virus seperti TSV, WSSV, IHHNV, dan IMNV dibanding udang vanamei impor.

Selain masalah penyakit dan pembenihan, masalah lain yang menjadi penghambat peningkatan produksi adalah kurangnya permodalan bagi para petambak udang.
“Saya mengimbau kepada perbankan untuk mau memberikan kemudahan modal bagi sektor perikanan, khususnya demi mencukupi kebutuhan udang yang demikian banyak baik di dalam negeri maupun untuk kebutuhan ekspor,” ujar Fadel.

Berdasarkan data statistik, produksi udang nasional pada semester I-2011 telah mencapai 165 ribu ton, hal ini berarti produksi udang nasional telah mencapai sebanyak 42% dari target tahun ini sebesar 400 ribu ton.

Dari 165 ribu ton tersebut, total produksi tambak insentif menyumbang sebanyak 53 ribu ton, tambak tradisional 60 ribu ton, tambak semi intensif 20 ribu ton, dan tambak terintegrasi sebanyak 32 ribu ton.

Total target produksi yang dicapai hingga akhir 2011 diprediksi mencapai sebanyak 412 ribu ton atau meningkat sebanyak 17% apabila dibandingkan produksi di 2010 yang mencapai 352 ribu ton. Dari total prediksi tersebut, total produksi tambak insentif menyumbang sebanyak 132 ribu ton, tambak tradisional 150 ribu ton, tambak semi intensif 50 ribu ton, dan tambak terintegrasi sebanyak 80 ribu ton. detikfinance

0 komentar:

Poskan Komentar