Today :

Not found what you looking for?:

Raja Abdullah Saudi Akan Memindahkan Masjid Titik Nol New York

New York Post melaporkan bahwa Raja Abdullah dari Saudi berencana untuk membeli Medical Center St Vincent dan membangun pusat Islam baru di tempat itu.

Seorang pengacara di New York yang mempunyai ikatan dengan keluarga kerajaan Saudi mengatakan bahwa Raja Abdullah dari Arab Saudi sedang mempertimbangkan untuk memindahkan masjid yang kontroversial di Ground Zero ke Manhattan's West Village.

Jaksa Gaffin Dudley mengatakan bahwa Raja Saudi mungkin akan segera membeli Medical Center St Vincent, yang telah bangkrut dan ditutup dan memindahkan masjid Ground Zero ke tempat ini.

Menurut Gaffin, Raja Abdullah ingin menyelamatkan rumah sakit dan memindahkan masjid jauh-jauh dari situs World Trade Center. Gaffin berpendapat bahwa Raja Abdullah berharap dunia akan melihat bahwa "umat Islam dapat melakukan pekerjaan dengan baik," kata sumber.

Emosi memanas di daerah New York City sehubungan dengan rencana American Society for Muslim Advancement dan kelompok Islam yang dikenal sebagai Inisiatif Cordoba yang berencana membangun pusat Islam dan masjid hanya dua blok dari Ground Zero. (sa/haaretz)

Mengapa Slovakia Harus Meninggalkan Mata Uang Euro?

Seorang anggota parlemen Slovakia, Richard Sulik, Senin kemarin menganjurkan negaranya meninggalkan euro dan beralih ke mata uang sendiri yang telah ditinggalkan apabila krisis utang euro melanda negara-negara lain.

Sulik mengatakan sistem bailout saat ini mungkin berhasil untuk Yunani, Irlandia dan mungkin Portugal, tetapi tidak bisa menyelamatkan Spanyol atau Italia.

Oleh karena itu, "saatnya bagi Slovakia untuk berhenti mempercayai yang dikatakan oleh para pemimpin di zona euro dan menyiapkan Rencana B. Itulah reintroduksi dari Koruna Slovakia."

Sulik mengatakan Slovakia terlalu kecil untuk mempengaruhi zona euro yang dijalankan 16 negara, namun menambahkan: "Kita harus setidaknya melindungi nilai-nilai yang dianut dan diciptakan oleh Slovakia."

Sulik Senin menolak berkomentar lebih lanjut.

Sebaliknya, Menteri Keuangan Slovakia, Ivan Miklos mengatakan hari Senin bahwa "Tentu saja, Anda harus siap untuk setiap pilihan, tapi pada saat ini, yang harus dilakukan adalah menjaga euro untuk tetap terus hidup dan kuat."

Slowakia, yang bergabung menggunakan euro pada tanggal 1 Januari 2009, adalah satu-satunya negara yang menolak untuk memberikan kontribusi paket bailout untuk Yunani awal tahun ini.

Para ekonom mengatakan meninggalkan euro akan sulit dan mahal dari sudut pandang praktis. (sa/ap)

Al-Quran dengan Tinta Darah Saddam Hussein Jadi Kontroversi di Irak


Sebuah surat kabar Inggris mengungkapkan kontroversi telah terjadi di Irak terkait salinan Al-Quran yang di tulis dengan darah Saddam Hussein.

Selama dua tahun yang melelahkan di akhir 1990-an, Saddam Hussein duduk teratur dengan seorang perawat dan seorang kaligrafi Islam; dan mengambil sekitar 27 liter darahnya dan menggunakannya sebagai tinta untuk menuliskan Al Qur'an.

Namun sejak jatuhnya Baghdad, hampir delapan tahun yang lalu, hasil karya 'mengerikan' ini hilang dari pandangan - terkunci di balik tiga pintu berkubah. Dan Al-Quran ini adalah satu bagian dari warisan mantan tiran yang pemerintah Irak sekarang benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan warisan 'berharga' tersebut.

Kubah di masjid besar di Baghdad tetap terkunci selama tiga tahun terakhir, menyimpan 114 surat dari kitab suci umat Islam yang tak terlihat - sementara mereka yang menjalankan pemerintahan Irak saat ini telah bersusah payah memproses sisa-sisa kebudayaan lainnya dari 30 tahun pemerintahan Saddam dan partai sosialis Ba'ath.

"Apa yang ada di sini adalah tak ternilai harganya, bernilai jutaan dolar," kata Syaikh Ahmad al-Samarrai, kepala pendanaaan anugrah Sunni, yang berdiri di dekat menara menjulang tinggi masjid barat Baghdad yang oleh Saddam dinamakan "Ibu dari Segala Perang". Di belakangnya terlihat mushaf Al Qur'an, yang ditulis dengan menggunakan darah Saddam sendiri.

Bahkan untuk sampai ke titik ini - langkah terakhir sebelum memasuki kubah terlarang - telah menjadi proses yang berbelit-belit.

Di satu sisi pemerintah telah melakukan semua yang bisa untuk mencegah akses ke peninggalan Saddam. Rezim yang dipimpin Syiah sangat sensitif terhadap munculnya kembali setiap simbol yang mungkin mengangkat sisa-sisa peninggalan Ba'athist dan Saddam.

Dan kemudian ada kaum Sunni sendiri, yang takut adanya tekanan pemerintah jika mereka membuka pintu tempat menyimpan Al-Quran darah Saddam dan ketidaksetujuan jika mereka memperlakukan Al-Qur'an tersebut dengan tidak semestinya.

"Hal ini sebenarnya salah untuk melakukan apa yang dia lakukan, dengan menulis Al-Quran menggunakan darah," kata Syaikh Samarrai. "Ini adalah haram."

Meskipun demikian, Syaikh Sammarai mengatakan ia bertindak sebagai pelindung dokumen tersebut selama kekacauan yang menyusul adanya invasi pimpinan Amerika tahun 2003, menyembunyikan Al-Quran darah tersebut di rumahnya.

"Saya tahu Al-Quran ini akan banyak dicari dan kami membuat keputusan untuk melindunginya. Tetapi melihat ini sekarang menjadi tidak mudah. Ada tiga kunci dan tidak satupun dari mereka disimpan di satu tempat. Saya punya satu, kepala polisi di wilayah ini juga memiliki satu kunci dan kunci ketiga terdapat di Baghdad. Harus ada keputusan komite untuk membiarkan Anda masuk ke dalam ruangan penyimpanan Al-Quran darah ini."

Abbas Shakir Joody al-Baghdadi adalah kaligrafer yang ditugaskan untuk menuliskan Al-Qur'an dengan tinta darah Saddam. Dia duduk bersama dengan Saddam selama dua tahun setelah menerima panggilan telepon dari penguasa tiran tersebut

Saddam, pada saat itu, telah memutuskan untuk kembali memeluk agama Islam setelah anaknya sulung, Uday, selamat dari upaya pembunuhan.(fq/guardian)

Gol Timnas, Berkah Shalat Tahajud ‘El Loco’ Gonzales


Jakarta – Pencinta sepakbola, khususnya sepak bola Indonesia pasti sudah mengenal nama Cristian ‘El Loco’ Gonzales. Stiker asal Uruguay yang telah menjadi warganegara Indonesia ini telah 6 tahun bermain di liga Indonesia dan pernah 5 kali menjadi top scorer liga dengan klub yang berbeda-beda. Kini Gonzales merupakan salah satu pemain andalan tim nasional sepakbola Indonesia.

Saat menghadapi timnas FIlipina tadi malam, El Loco’ julukan Cristian Gonzales menjadi pahlawan kemenangan Indonesia. Striker naturalisasi ini mencetak gol tunggal Tim Merah Putih atas Filipina pada leg pertama babak semifinal Piala AFF 2010 di Stadion Gelora Bung Karno.

El Loco menjebol gawang Filipina yang dikawal Neil Etherington di menit ke-31. Sebuah umpan jauh kapten Firman Utina gagal diantisipasi Etherington –kiper ketiga klub Liga Inggris Fulham– yang mencoba memotong bola, mudah bagi Gonzales karena gawang sudah tak dijaga.

Sukses Gonzales mencetak gol tak lepas dari berkah salat tahajud yang dilakukan sehari sebelum pertandingan krusial tersebut.
..Tadi malam (Rabu malam) saya sekeluarga tahajud, berdoa semoga suami saya mencetak gol pada pertandingan nanti..

Hal ini disampaikan istri Gonzales, Eva Siregar, dalam sebuah tayangan infoteinment di sebuah TV swasta, kemarin siang. “Tadi malam (Rabu malam) saya sekeluarga tahajud, berdoa semoga suami saya mencetak gol pada pertandingan nanti,” tutur Eva.

Dalam pertandingan semalam eva juga tak hentinya mendoakan Cristian dari bangku VIP stadion utama Gelora Bung Karno, apalagi ketika seorang pemain Filipina mencoba memprovokasi Gonzales yang telah mendapat kartu kuning sebelumnya.

“Ya Allah saat itu saya doa terus. Allahu Akbar, Allahu Akbar,” ucap Eva kepada wartawan salah satu situs berita nasional di Hotel Sultan, Kamis (16/12/2010) berharap agar sang suami tidak terpancing emosinya.

Awalnya, Eva sudah berniat tidak akan melihat langsung aksi suaminya yang berasal dari Uruguay tersebut di Gelora Bung Karno. Ia memilih diam berdoa di Hotel Sultan, tempat suaminya menginap.

Entah kenapa, di tengah pertandingan berlangsung, Eva terpancing lari ke stadion untuk menonton pertandingan secara langsung. Pilihannya menonton ke Senayan setelah suaminya berhasil menceploskan gol ke gawang Filipina pada menit ke-31.

“Tadi memang enggak mau ke stadion. Nanti terlalu nervous di sana,” imbuh Eva yang mendapat empat anak dari Gonzalez tersebut.
..Cristian Gonzales juga membangun sebuah masjid yang berada di Gresik Jawa Timur. Masjid tersebut bernama Masjid Annur yang didirikan di atas tanah seluas 500 meter persegi..

Cristian Gonzales memutuskan masuk Islam pada 9 Oktober 2003 atau sejak menikah dengan Eva, yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Ia memiliki nama Islam Mustafa Habibie. Menurut Eva, striker berusia 34 tahun itu juga Muallaf yang taat.

“Sekarang, setiap main saya selalu ingatkan dia baca Al Fatihah. Lucu juga dengar logatnya. Saya juga yang ajarin dia sholat,” tutur Eva saat ditemui di Hotel Sultan sebelum pertandingan.

Selain itu dari penghasilannya sebagai pesepakbola profesional, Cristian Gonzales juga ikut membangun sebuah masjid yang berada di Gresik Jawa Timur. Masjid tersebut bernama Masjid Annur yang didirikan di atas tanah seluas 500 meter persegi.

Menurut keterangan pengurus masjid tersebut, Gonzales dan keluarga sering datang ke Masjid tersebut untuk berdzikir.

Menurut mereka Gonzales sungguh mengagumkan selain sebagai pemain Naturalisasi dia juga sebagai Mualaf yang taat. Sekarang, masjid itu menjadi pusat dakwah yang dipimpin oleh Nurhasanah, orang tua angkat Gonzales.

Voa-Islam.Com

Diterpa Seks Paskibra, Ini Kata Walikota Baru


VIVAnews - Syaifullah, mantan kepala Dinas Olah Raga (Disorda) DKI Jakarta, yang kini menjabat sebagai walikota Jakarta Pusat menolak untuk menangapi secara detail kasus pelecehan seksual Paskibra yang juga menyeret namanya untuk bertanggungjawab.

Setelah pelantikan di kantor Walikota Jakarta Pusat, Syaifullah menanggapi persoalan itu dengan ringan, karena telah diproses polisi. "Kan sudah ada proses di Polda. Untuk membahas itu lain waktu lah," ujar Syaifullah, Kamis, 4 November 2010.

Sebelumnya, sejumlah kalangan merasa kaget dengan pelantikan Syaifullah sebagai walikota Jakarta Pusat, menggantikan Sylviana Murni. Mereka menganggap ada proses yang tidak benar dalam pengangkatan Syaifullah.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Hadi Suseno, yang mengetahui secara jelas mengenai persoalan Paskibra DKI Jakarta, meyampaikan masih ada yang harus dipertanggungjawabkan Syaifullah, karena kasus Paskibra menyangkut anak-anak yang masih di bawah umur.

Menurut Hadi, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga dianggap tidak peka dan sensitif terhadap perasaan warga. Harusnya, Foke memberikan penghargaan bagi pegawai yang memiliki prestasi.

Sebagaimana diketahui, Syaifullah telah mengakui kalau dirinya merasa kecolongan dalam kasus pelecehan seksual dalam pelatihan anggota Paskibra DKI Jakarta. Dia mengakui tidak pernah menengok, mengawasi, kegiatan yang diselanggarakan Purna Paskibra Indonesia (PPI). (adi)

Banyak penyimpangan yang dilakukan PPI dalam pelaksaan Orientasi Kepaskibraan. Kejadian penelanjangan dan push up bertumpuk dalam keadaan telanjang terjadi dalam kegiatan itu.

Nada kecewa juga keluar dari Lauren Neville, salah satu orangtua korban pelecehan seks Paskibra yang melaporkan kasus ini kepada polisi.

Menurut Laurent, Syaifullah dianggap tidak profesional dalam menyelesaikan kasus pelecehan seks Paskibra. Malah, Syaifullah selalu membela PPI dalam kasus ini. Bahkan juklak dan juknis pelatihan Paskibra yang membolehkan melakukan kekerasan juga ketahui secara jelas oleh Syaifullah. (adi)

Jangan Ada Anggota Polri yang Dikorbankan untuk Atasannya


Jakarta - Kapolri Jenderal Trimur Pradopo didesak mengusut skandal keluar masuknya terdakwa kasus mafia pajak, Gayus Tambunan, dari rutan Mako Brimob dengan transparan. Jangan sampai ada anggota Polri yang dikorbankan sekadar untuk menutupi kesalahan atasannya.

"Pimpinan Polri harus betindak cepat. Jangan ada lagi peran-peran pengganti untuk menutupi pejabat tinggi Polri yang terlibat masalah ini," kata anggota Komisi III DPR Peter Zulkifli kepada detikcom, Kamis (11/11/2010).

Peter menegaskan, kasus ini sangat mencoreng citra Polri. Kepercayaan publik terhadap Polri akan semakin merosot. Karena itu Peter berharap, Kapolri tidak segan-segan menindak semua jajarannya yang terlibat.

"Jangan ada lagi oknum-oknum yang sangat tidak bermartabat. Hanya karena uang melupakan dan mengabaikan integritas lembaga negara. Siapa pun oknum yang terlibat bila perlu dipecat dengan tidak hormat," tegas Peter.

Peter juga meminta Polri serius menyelidiki rumor soal kepergian Gayus ke Bali. Sebab hal tersebut sangat mencederai rasa keadilan rakyat.

"Gayus dan oknum-oknum yang terlibat, telah menghina dan mempermalukan citra lembaga hukum yang seharusnya disegani dan dicintai rakyat," ungkap Peter.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mabes Polri telah menahan 6 polisi penjaga Rutan Mako Brimob. Kepala Rutan tersebut, Kompol Iwan P, mengaku menerima Rp 50-60 juta dari Gayus. Sedangkan anak buahnya kecipratan Rp 5-6 juta. Sungguh luar biasa!

Foto mirip Gayus yang sedang menonton tenis di Bali pada Jumat (5/11) juga kian menambah heboh. Saat itu seorang pria yang mirip Gayus tertangkap kamera tengah menonton pertandingan. Namun Gayus membantah.

Kini ada lagi foto mirip Gayus dengan seorang perempuan yang mirip Milana Anggraeini, istri Gayus Tambunan. Perempuan ini duduk tepat di belakang pria mirip Gayus Tambunan.

PD Masih Tunggu Bukti untuk Ambil Tindakan pada N

Jakarta - Partai Demokrat tak masalah wajah anggota DPR dari FPD, Mr N, nongol di cover depan tabloid C&R yang hilang dari pasaran. PD bersiap mencopot Mr N dari DPR jika perbuatan asusila yang dilakukannya terbukti.

"Ini kan yang dimaksud Nasaruddin, kita pada posisi yang sebenarnya persoalan itu diangkat kembali pihak tertentu," keluh Wakil Ketua Umum PD, Max Sopacua, kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11/2010).

Menurut Max, perselingkuhan Mr N sudah dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK). PD tengah menunggu hasil perkembangan di BK DPR.

"Itu persoalan sudah lama sekali. Kalau diproses di BK silahkan saja," ujar Max.

Saat ini Max menuturkan, PD tengah menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Kalau terbukti yang bersangkutan melecehkan bahkan berselingkuh, PD akan memecatnya.

"Kalau terbukti akan segera diberhentikan dari DPR," terang Max.

Sebelumnya tabloid C&R edisi 'Skandal Seks Wakil Rakyat' tiba-tiba hilang di pasaran. Karena itu, pihak manajemen mencetak ulang tabloid edisi tersebut.

"Karena hilang di pasaran, kami semalam memutuskan untuk cetak ulang sebanyak 75 ribu eksemplar dan akan didistribusikan ke agen-agen siang ini," kata Pemimpin Redaksi C&R, Ilham Bintang.

Tabloid C&R yang bertarif Rp 6.000 ini mengulas tentang kasus perselingkuhan anggota DPR asal PD berinisial N. C&R mengulas hal ini berdasarkan data dari Badan Kehormatan (BK) DPR yang menerima banyak laporan kasus perselingkuhan wakil rakyat.

Pendidikan Seks Mulai Diajarkan di Sekolah-sekolah Malaysia Tahun 2011


Kuala Lumpur - Pendidikan seks akan diajarkan di sekolah-sekolah di seluruh Malaysia mulai tahun 2011 mendatang. Langkah tersebut dilakukan untuk menangkal aksi pembuangan bayi yang kian marak di negeri jiran itu.

Wakil Menteri Pendidikan Malaysia Wee Ka Siong mengatakan, pendidikan seks akan diajarkan dalam mata pelajaran yang diberi nama 'pendidikan kesehatan reproduksi dan sosial'.

Mata pelajaran itu akan diperkenalkan di seluruh sekolah menengah mulai Januari 2011 sebagai bagian dari kurikulum nasional.

"Kita harus memerangi masalah-masalah kehamilan yang tidak diinginkan, pembuangan bayi ini di kalangan remaja serta pergaulan bebas," kata Wee kepada kantor berita AFP, Kamis (11/11/2010).

Diimbuhkan Wee, untuk memerangi masalah-masalah itu cuma bisa dilakukan melalui pendidikan. Yakni dengan memberikan informasi yang cukup pada remaja putra dan putra sehingga mereka bisa membuat keputusan yang tepat.

"Pelajaran ini bukan untuk mensensasionalkan seks atau mempromosikan pergaulan bebas. Pelajaran yang dimulai Januari 2011 ini akan memberikan informasi pada para siswa mengenai apa yang akan mereka alami dalam hal pubertas dan kedewasaan sehingga mereka tidak menjadi hamil atau bergaul bebas," tandas Wee.

Bulan lalu, Deputi Perdana Menteri yang merangkap Menteri Pendidikan Muhyiddin Yassin mengatakan, pelajaran seks tengah dipertimbangkan sebagai bagian dari rencana untuk menghentikan aksi pembuangan bayi. Belakangan ini aksi meninggalkan bayi-bayi di toilet dan tempat-tempat pembuangan sampah tersebut memang sedang mewabah di Malaysia.

Pada tahun 2009 lalu tercatat 79 kasus pembuangan bayi. Namun hingga pertengahan September tahun ini telah dilaporkan sekitar 70 kasus pembungan bayi. Peningkatan tersebut jelas menimbulkan kekhawatiran otoritas dan masyarakat Malaysia.

Gayus Sulit Dimiskinkan karena Punya Bargain Position Tinggi


Jakarta - Gayus Tambunan dinilai tidak hanya memiliki uang berlimpah-limpah. Pegawai Dirjen Pajak golongan IIIA itu juga punya banyak sekali informasi soal kasus pajak. Karena itulah, Gayus bisa 'main mata' dengan polisi.

"Polisi kan punya kepentingan dengan Gayus karena di pikiran Gayus ini kan ada banyak sekali nama (yang terlibat)," kata Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM Zaenal Arifin Mochtar kepada detikcom, Kamis (11/11/2010).

Karena kepentingan itulah, Gayus dinilai memiliki bargain position (posisi tawar) yang tinggi dengan polisi. Jika Gayus tidak punya uang pun, pria yang kini menjadi tersangka kasus mafia pajak itu tetap akan diperlakukan istimewa oleh polisi.

"Urusan dengan Gayus ini tidak melulu soal uang, siapa saja yang punya kepentingan akan mendekati Gayus ini. Karena dia itu paling tahu segala informasi soal kasus itu," kata dosen Fakultas Hukum UGM itu.

Zaenal mengatakan, menutup seluruh akses keuangan Gayus sulit dilakukan. Namun bukan berarti hal itu tidak bisa dilakukan. "Menutup pundi-pundi uangnya, itu sulit. Tapi upaya sterilisasi itu bolehlah dilakukan untuk mengurangi kemungkinan menyuap dengan uang," katanya.

"Namun kalau menurut saya, yang paling penting saat ini adalah membuat penanganan kasus Gayus ini lebih independen," kata Zaenal.

Bagaimana caranya, Zaenal memiliki dua solusi. Solusi pertama adalah dengan menyerahkan kasus itu kepada KPK. Sedang solusi yang lain, dengan memberi kewenangan kepada Satgas Pemberantasan Mafia Hukum untuk masuk dalam penanganan kasus Gayus.

"Kalau diambil alih KPK, itu relatif gampang. Tapi kalau solusi kedua, itu memang jadi agak ribet karena Presiden minimal harus merevisi Keppres-nya dan memperlebar kewenangan Satgas. Tapi walaupun ribet, bukan berarti tidak bisa dilakukan, tinggal mau atau tidak," ujar Zaenal.

Meski berstatus tahanan, Gayus disebut-sebut sangat bebas keluar masuk tahanan. Perlakuan istimewa itu konon diperoleh bapak tiga anak itu karena menyuap kepada Kepala Rutan Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Kabarnya, Gayus pun keluar sel setiap minggu.

Gayus Bolos, Kepala Rutan Brimob Tersangka


VIVAnews - Direktur III Badan Reserse dan Kriminal Polri, Brigjen Pol Ike Edwin mengatakan kesembilan petugas rumah tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus 'kaburnya' Gayus Tambunan.

"Sejak dua hari yang lalu," kata Ike Edwin di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 11 November 2010.

Kesembilan anggota polisi yang dijadikan tersangka itu adalah Kepala Rutan Brimob dengan inisial Kompol IS, dan delapan anggotanya yang masing-masing Briptu BH, Briptu DA, Briptu DS, Briptu AD, Bripda ES, Bripda JP, Bripda S, dan Bripda B.

Selain diperiksa oleh Propam Mabes Polri, kesembilan anggota polisi itu diperiksa oleh Direktorat Pidana Korupsi Bareskrim. Pemeriksaan oleh Dit Pidkor Bareskrim itu dimaksudkan untuk mengusut kemungkinan suap yang diterima oleh kesembilan penjaga dari Gayus Tambunan untuk keluar rutan.

Seperti diberitakan, Gayus sempat keluar rutan pada akhir pekan lalu. Bahkan, seorang yang mirip Gayus tertangkap kamera sedang berada di Bali.

Sementara Gayus membantah bahwa foto yang beredar di media tersebut adalah dirinya. Hanya saja dia mengakui bahwa dirinya sempat keluar dari tahanan pekan lalu. Dia mengakui bahwa dia pulang ke rumahnya di Kelapa Gading, bukan ke Bali seperti yang diberitakan.

Namun demikian, Ike Edwin enggan untuk menyebutkan berapa besar suap yang telah diterima para penjaga rutan Mako Brimob tersebut dari Gayus sehingga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Dia juga tidak menyebutkan pasal apa yang dijeratkan kepada kesembilan polisi itu. "Tanya kepada Humas saja," kata dia.

Pesan Camat ke Milana: Jangan Seperti Gayus


VIVAnews - Camat Kelapa Gading Jupan Royter Tampubolon mengaku memberi rekomendasi agar Milana Anggraeni alias Rani, istri Gayus Tambunan terdakwa kasus mafia pajak, bekerja di kecamatan.

Namun Jupan membantah, Rani telah bekerja di Kecamatan Kelapa Gading. "Tidak benar itu. Dia belum bekerja di sini," kata Jupan.

Lalu bagaimana Milana bisa diterima di kecamatan Kelapa Gading? Dengarlah cerita pak camat ini. Sekitar empat bulan Rani datang menemuinya. Meminta rekomendasi dipindahkan ke Kecamatan Kelapa Gading. Karena hendak pindah ke kecamatan, keterangan pak camat ini memang perlu.
"Wewenang saya hanya sebatas memberikan rekomendasi, sedangkan yang memutuskan adalah Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta," jelas Jupan.

Saat bertemu, ini pengakuan pak camat, dia tidak mengenal siapa Milana alias Rani yang menghadap dirinya itu. "Alasannya karena lokasi rumah dia berada di wilayah Kelapa Gading. Jadi dekat dengan kantor ini," tutur Jupan.

Selanjutnya Rani menyodorkan dokumen yang telah disiapkannya. "Saya lihat curriculum vitaenya, ternyata bagus sekali. Nilai Indeks Prestasi dia 3,4. Dia juga lulusan Universitas Indonesia," kata Jupan.

Sewaktu wawancara, Milana mengatakan mempunyai dua anak dan suaminya bekerja di Departemen Keuangan.

Melihat daftar riwayat hidup yang baik, Jupan akhirnya menyetujui Milana atau Rani dipindahkan ke Kecamatan Kelapa Gading. Setelah mendapat rekomendasi itu, Rani pun keluar dari ruang kerja Jupan.

Beberapa saat kemudian, Jupan bertemu lagi dengan Rani. Saat bertemu itu, Jupan mencoba memberikan pesan moral kepada Rani.

"Suami kamu kan bekerja di Depkeu. Bilang sama dia, jangan tergoda seperti Gayus," pesan Jupan kepada Rani. "Eh, ternyata Rani bilang, saya istri Gayus, Pak," lanjut Jupan sambil tertawa.
Meski akhirnya tahu Milana istri Gayus, Jupan mencoba profesional. "Saya langsung minta maaf. Tetapi saya bilang juga apa yang dilakukan Gayus tidak benar. Dan saya tetap memberikan rekomendasi saya, karena yang bermasalah adalah suami dia," begitu Jupan mengaku.

Suap Polisi, Gayus Ditinggal Pengacara


VIVAnews - Tim pengacara Gayus Tambunan akan meninggalkan kliennya jika tersandung dalam kasus dugaan penyuapan terhadap petugas Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

"Kami mendampingi dia (Gayus) untuk kasus mafia peradilan dan pajak saja. Kalau di luar itu, kita tidak mendampingi karena di luar tanggung jawab," kata salah satu pengacara Gayus, Pia Akbar Nasution, saat berbincang dengan VIVAnews, Kamis 11 November 2010.

Menurut Pia, pihaknya sama sekali tidak mengetahui jika Gayus keluar masuk rutan tanpa izin. Apalagi ada terindikasi menyuap petugas rutan. "Saat ini kami biasa bertemu setiap Senin dan Rabu saja dan saat dia diperiksa di Mabes Polri terkait kasus mafia. Kalau dia keluar masuk, itu di luar pengetahuan kami," ujarnya.

Gayus saat ini diduga melakukan penyuapan terhadap sembilan petugas Rutan Mako Brimob. Penyuapan itu dilakukan agar diberi kemudahan keluar masuk penjara yang dihuni sejak April 2010.

Buntut dari kasus dugaan keluarnya Gayus, Mabes Polri telah mengambil tindakan tegas. Mereka yang dianggap bertanggung jawab dalam peristiwa itu adalah Kepala Rutan Brimob, Komisaris Polisi Iwan Susanto. Tidak hanya itu, delapan anggotan Iwan juga turut diberi sanksi. Mereka yakni Briptu BH, Briptu DA, Briptu DS, Briptu AD, Bripda ES, Bripda JP, Bripda S, dan Bripda B.

Sembilan petugas Rutan Mako Brimob itu pun kini telah menjadi tersangka. Mereka diduga telah menerima suap dari Gayus agar dapat keluar dari rutan. Sembilan orang itu mengaku Gayus sudah sering keluar masuk tahanan sejak Juli 2010.

Untuk mudah keluar masuk tahanan, Gayus memberikan uang suap kepada Kepala Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. "Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, berapa yang diterima itu belum konkrit, tapi paling tidak antara Rp50 sampai Rp60 juta untuk si Kompol (Kompol Iwan Siswanto), tapi akan dikroscek."

Tak hanya si kepala rutan, Gayus juga diduga memberikan suap kepada penjaga rutan dibawah Iwan Siswanto. Jumlahnya bervariasi antara Rp5 juta dan Rp6 juta.ada yang Rp5 juta dan Rp6 juta," kata dia.

Berdasarkan penyelidikan Bareskrim, kata Iskandar, Kompol Iwan lah yang memiliki inisiatif yang menyebabkan bisa lolosnya Gayus keluar tahanan. (umi)

Gayus Sudah Keluar-Masuk Tahanan Sejak Juli


VIVAnews - Keluarnya Gayus Tambunan dari rumah tahanan (Rutan) markas Komando Brimob Kelapa Dua diduga tak hanya terjadi sekali saja. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari para penjaga rutan, keluarnya Gayus telah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu.

"Yang terungkap sekarang semenjak bulan Juli. Ini pengakuan dari kesembilan orang ini," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 11 November 2010.

Sejak bulan itu, Gayus diduga berulangkali keluar tahanan. "Hampir tiap minggu dia bisa keluar dengan mempengaruhi penjaga, seminggu sekali," kata dia.

Untuk memuluskan ulahnya, Gayus memberikan uang suap kepada Kepala Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. "Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, berapa yang diterima itu belum konkret, tapi paling tidak antara Rp50 sampai Rp60 juta untuk si Kompol (Kompol Iwan Siswanto), tapi akan dikroscek," kata dia.

Tak hanya si kepala rutan, Gayus juga diduga memberikan suap kepada penjaga rutan di bawah Iwan Siswanto. "Untuk anggota lain bervariasi ada yang Rp5 juta dan Rp6 juta," kata dia.

Berdasarkan penyelidikan Bareskrim, kata Iskandar, Kompol Iwan lah yang memiliki inisiatif yang menyebabkan bisa lolosnya Gayus keluar tahanan. "Sehingga tidak ada kaitannya dengan orang-orang di luar ini, tidak ada perintah dari orang alain," kata dia.

Kesembilan anggota polisi itu adalah kesembilan anggota polisi yang dijadikan tersangka itu adalah Kepala Rutan Brimob Kompol Iwan Siswanto, Briptu BH, Briptu DA, Briptu DS, Briptu AD, Bripda ES, Bripda JP, Bripda S, dan Bripda B.

Kesembilan orang itu telah ditahan sejak 8 November yang lalu. Dari hasil pemeriksaan Propam Polri bersama Dit Tipikor, kesembilan polisi ini telah memenuhi bukti permulaan cukup untuk dipersangkakan Pasal 5 Ayat 2, Pasal 11, dan Pasal 12, Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 dan 56 KUHP. (adi)

Ancaman Abu Vulkanik Terhadap Penerbangan


VIVAnews - Presiden AS Barack Obama sampai harus mempersingkat kunjungannya di Indonesia, Rabu 10 November 2010. Dan itu karena abu vulkanik Merapi yang telah meletus sejak 16 hari belakangan.
Maskapai penerbangan asing pun ramai-ramai urung menerbangkan armadanya ke Indonesia akibat abu vulkanik ini. Mereka adalah Cathay Pacific, Airways, Malaysia Airlines, Qantas, dan Lufthansa.
Abu vulkanik memang berbahaya bagi penerbangan. Pada April 1982, pesawat milik British Airways dengan rute penerbangan London Inggris -Auckland New Zealand, terkena debu vulkanik Gunung Galunggung sehingga musti mendarat darurat di Jakarta.
"Para penumpang, ini adalah kapten pesawat. Kita memiliki sedikit masalah, semua empat mesin pesawat kita mati," kata Kapten Eric Moody, kepada para penumpang, saat itu. Untungnya pesawat Boeing 747 - 200 itu bisa melewati kawasan abu vulkanik dan berhasil menghidupkan kembali tiga mesinnya.
Selain British Airway, pada Desember 1989, penerbangan maskapai KLM Flight 867 (Anchorage Alaska - Amsterdam Belanda) juga sempat disergap abu vulkanik Gunung Redoubt, di wilayar Aleutian.
Keempat mesin pesawat Boeing 747-400 itu juga sempat mengalami mesin mati. Untungnya, dua mesin bisa dihidupkan kembali sehingga pesawat bisa mendarat dengan selamat di Anchorage.

Pengalaman buruk di atas tentu saja membayangi rombongan kepresidenan AS yang tengah mengunjungi Indonesia. "Ini karena dampak abu vulkanik Merapi," kata Juru Bicara Gedung Putih Rebert Gibbs.
Mereka tidak mau ambil resiko karena tak ada yang bisa menjamin abu Merapi tak masuk ke dalam mesin pesawat Air Force One. Menurut badan riset geologi AS (USGS), bahaya yang ditimbulkan abu vulkanik mengancam penerbangan pesawat dari berbagai faktor.
-Menurunkan Kinerja Mesin dan Bisa Menyebabkan Gagal Mesin
Abu yang masuk ke dalam mesin jet bisa menyebabkan penurunan kinerja dan kerusakan yang tiba-tiba pada mesin. Endapan debu di bagian mesin yang panas, membuat unsur kaca dari debu vulkanik itu lumer dan menyelubungi bagian nozzle, pembakar, serta turbin. Ini jelas bisa mengurangi efisiensi pencampuran bahan bakar dengan udara yang masuk ke dalam mesin. Akibatnya, mesin akan mengalami kehilangan daya dorong, jalannya tersentak-sentak alias ngadat. Abu vulkanik juga bisa mengikis komponen bergerak pesawat seperti kompresor dan baling-baling turbin.
-Abu Mengabrasi Komponen luar pesawat
Abu vulkanik mengandung elemen yang keras seperti fragmun batu-batuan yang tajam, sehingga bersifat sangat abrasif. Ia dengan mudahnya menggerus komponen pesawat yang terbuat dari plastik, kaca, dan logam. Biasanya, sisi muka pesawat juga bisa rusak oleh debu vulkanik ini, termasuk kokpit, kaca kabin depan, pelindung lampu pendaratan, pinggiran sayap depan dan sayap rudder ekor, penutup mesin, dan bagian radar. Kaca kokpit juga bisa sangat terabrasi sehingga pilot mengalami kesuliatn untuk melihat jalur runway saat pendaratan.
-Abu Mengkontaminasi Interior Pesawat
Udara yang memasuki pesawat awalnya memasuki mesin. Namun abu lainnya juga bisa masuk melalui ventilasi dan masuk ke dalam pesawat. Abu ini bisa membuat sistem filter udara macet, menyebar ke seluruh kabin, mengkontaminasi peralatan kabin, karpet, penutup kursi, dan bantal. Bahkan, abu juga bisa mengakibatkan kerusakan sistem elektronik pesawat, termasuk sistem pembangkit listrik dan instrumen-instrumen navigasi

Relawan Merapi: Banyak Mayat Tulangnya Hancur


VIVAnews - Selama 10 tahun menjadi relawan, Eko Sulistyo (37), baru di Gunung Merapi ini dia menemui medan yang begitu sulit untuk mengevakuasi korban tewas. Buat dia, evakuasi korban letusan Merapi jauh lebih sulit dibanding medan bencana alam lain, bahkan jika dibandingkan tsunami Aceh 2004 sekalipun.

Sejak tahun 2000, Eko--ayah beranak tiga--bergabung di tim relawan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU). Dia sudah berkali-kali turut menggotong mayat-mayat yang bergelimpangan di wilayah bencana. Antara lain di Bantul dan Pangandaran pada 2006, letusan Merapi pada 2006, hingga dua bencana terakhir yang menghantam Tanah Air: tsunami Mentawai, Sumatera Barat; serta banjir bandang di Wasior, Papua Barat.

"Tingkat kesulitan di Merapi sangat tinggi karena sering mengeluarkan awan panas secara tiba-tiba. Bisa dalam sehari lima kali," katanya kepada VIVAnews.com, Kamis, 11 November 2010.
Awan panas dengan frekuensi dan volume tertinggi meluncur sejak 5 November dini hari. Yang bahaya, masih kata dia, jika saat sedang menggotong mayat tiba-tiba wedhus gembel meluncur.
Jika sudah begini, tim relawan pun hanya bisa berlari lintang-pukang, sekencang yang mereka bisa, untuk menyelamatkan nyawa mereka sembari membawa mayat. Lantaran itu, tidak jarang tim evakuasi harus bolak-balik turun dari lereng Merapi.
Tidak hanya itu, di lokasi debu dan pasir sisa wedhus gembel juga masih sangat panas. "Selama di Merapi, saya sudah tiga kali ganti sepatu," katanya.
Sepatu pertama, dari jenis biasa, langsung melepuh dan meleleh tak lama setelah menginjak debu panas itu. Berganti sepatu jenis kedua, tipe boot, juga melebur karena panas. Kini, Eko memakai sepatu khusus yang biasa dipakai pemadam kebakaran. Dan lumayan, lebih awet dipakai.

Saat mengevakuasi korban, Eko yang sehari-hari mengelola permainan tembak paintball dan pengusaha onderdil mobil tua Land Rover jenis Defender ini kerap dipercaya berada di garis paling depan. Dia adalah pembuka jalan pertama saat Desa Gelagaharjo, Cangkringan, ludes diterpa awan panas. Bukan apa-apa, ini karena ia punya alat yang tak dimiliki relawan lain: tongkat dan perangkat ski es. Dengan peralatan ini, dia bisa leluasa masuk ke daerah yang baru disapu awan panas.
Eko tak pernah lupa masing-masing kondisi jasad yang dia temukan. Ada yang tangannya sudah sangat kering dan rapuh. Ada yang bagian kepala dan tulang lainnya tak lagi bisa diangkut ke kantung mayat, karena sudah begitu hancur. "Apalagi waktu Jumat dini hari, saya melihat korban di Pakem semua sudah tertutup debu. Kulit mukanya terkelupas," katanya, terbata-bata.

Selama sepuluh tahun, Eko terus menguatkan istrinya, Fifi, dan ketiga anaknya untuk mengikhlaskan dia setiap kali berangkat ke medan bencana. "Saya selalu bilang ke istri, kalau kamu melihat orang salaman dengan Obama dan SBY, itu biasa. Tapi, kalau yang menggotong mayat, menyelamatkan orang, itu yang luar biasa. Tidak semua orang bisa." (kd)
• VIVAnews

Mendadak, Kapolri Tinggalkan Sidang Kabinet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mendadak meninggalkan Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (4/10). Padahal, Bambang sudah berada di ruangan 15 menit sebelum Sidang Kabinet dimulai.

Bambang tidak mengungkapkan alasan dia meninggalkan Sidang tersebut. Tidak diketahui pula apakah kepergian Bambang itu terkait dengan proses pengajuan nama calon Kapolri.

Seperti diketahui, Senin (4/10) ini merupakan hari terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan calon ke DPR karena keesokan harinya Presiden akan melakukan kunjungan kerja ke Belanda, sementara Bambang pensiun pada 10 Oktober 2010.

Ketika meninggalkan ruangan Sidang, Bambang mengenakan pakaian dinas lengkap dan ditemani dua ajudannya. "Tidak.. tidak. Ada tugas saja," kata Bambang sambil terburu-buru. Lalu, seorang ajudan membisikkan kepada Bambang agar cepat bergegas karena waktu sudah mendesak. n ikh

Hubungan Seks Sesama Jenis Mengkhawatirkan

TEMPO Interaktif, BOGOR – Temuan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Bogor mengenai hubungan seks sesama jenis di kehidupan para remaja sudah memasuki tingkat mengkhawatirkan. Kondisi tersebut terungkap dalam seminar kesehatan remaja menyambut hari Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Hermina.

“Kondisi ini menimbulkan persoalan karena banyak remaja yang terlibat dalam masalah tersebut,” kata Sekretaris Daerah Kota Bogor, Bambang Gunawan.

Disebutkan berdasarkan data tahun 2005-2009 dari Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kota Bogor kelompok penderita HIV terbesar usia 15-35 tahun.
Bambang menjelaskan salah satu faktor yang menyebabkan besarnya angka tersebut karena masih kurangnya pengetahuan remaja tentang bahaya penyakit akibat hubungan seks.

Berdasarkan survei remaja 2006, masih ada sekitar 29 persen remaja yang belum mengetahui tentang masalah reproduksi. Data lain menyebutkan ada 39 remaja yang belum memahami informasi tentang Prilaku Hidup Sehat (PHBS) 25 persen di antaranya kurang memahami masalah Penyakit Menular Seksual, 28 persen tidak mengetahui secara pasti bahaya penyebaran HIV/AIDS dan 20 persen tidak memiliki pemahaman bahaya penyalahgunaan rokok.

Bambang berharap peran serta dan kontribusi para remaja terpilih dalam Perr Counselor untuk menyampaikan informasi terkait masalah kesehatan remaja dan mengajak teman-temannya kepada hal-hal yang positif. “Melalui berbagai forum, Perr Counselor dapat berkontribusi dalam mendorong 18,8 juta remaja Kota Bogor menjalankan masa remajanya dengan karya-karya positif dan menghindarkan diri dari dampak negatif pergaulan, “ ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Kesehatan Remaja dan Lansia Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Ratna Yunia mengatakan, seluruhnya Perr Counselor yang dibentuk di Kota Bogor berjumlah 1.700 orang dari 30 Sekolah yang ada di Kota Bogor. “Setiap Sekolah ditunjuk tiga siswa, dan seorang guru yang bertugas sebagai Peer Counselor.“

Para konselor diberikan pelatihan dan pembekalan sebagai Counseling oleh Dinas Kesehatan memalui Puskesmas–Puskesmas yang ada di Kota Bogor. “Peer Counselor akan menjadi teman curhat para remaja yang bermasalah. Sebab, biasanya para remaja akan lebih terbuka menyampaikan permasalahan dirinya kepada sesama temannya, daripada kepada orang tuanya, “ kata Ratna.

Freeport Kuasai Dua Gunung Emas di Papua

Perusahaan pertambangan emas terbesar di dunia, Freeport McMoran Copper & Gold Inc dengan anak perusahaan diantaranya PT Freeport Indonesia (PTFI), ternyata sejak 1991 secara resmi menguasai dua gunung emas, yakni Gunung emas Ersberg dan Grasberg, semuanya di Kabupaten Mimika, Propinsi Papua. Padahal sejak 1967, dimana pertama kali ditandatanggani perjanjian kontrak karya antara rezim Orde Baru dengan Freeport, perusahann pertambangan emas milik AS itu hanya menguasai Gunug emas Ersberg saja. Namun hasil dari kedua gunung emas itu tidak hanya emas saja tetapi ada hasil sampingan lain yang tidak kalah berharganya seperti tembaga, perak bahkan uranium.

Kepada Suara Islam Online seusai pembukaan Jakarta Investasi Forum 2010 di Balai Kartini Jakarta (30/9), Kepala BKPM Propinsi Papua, Purnomo mengakui perjanjian kontrak karya yang dibuat pemerintah Indonesia dengan PT Freeport tahun 1991 lalu sebenarnya bukan perjanjian untuk memperpanjang masa kontrak karya selama 30 tahun sejak 1967 yang akan berakhir pada 1997 untuk mengeksplorasi emas di Gunung Ersberg, tetapi perjanjian kontrak karya baru untuk mengeksplorasi emas di Gunung Grasberg, dekat Ersberg.

“Pada tahun 1991 dibuat lagi perjanjian antara pemerintah Pusat dengan PT Freeport Indonesia. Tetapi sebetulnya itu bukan perjanjian untuk memperpanjang kontrak karya pertambangan emas di Gunung Ersbers yang akan segera berakhir, tetapi sesungguhnya perjanjian pertambangan baru untuk mengeksplorasi emas di Gunung Garsberg,” ungkapnya.

Mengenai bagi hasil untuk pemerintah Indonesia sangat kecil hanya 1 persen sedangkan yang 99 persen milik Freeport, Purnomo mengakui itu bukan kesalahan Freeport, sebab perjanjiannya memang demikian. Kalau bagian pemerintah ingin dinaikkan, ya harus merubah perjanjian terlebih dahulu.

Namun diakuinya, memang terjadi ketidakadilan oleh Freeport yang telah berubah menjadi perusahaan raksasa pertambangan emas terkaya sekaligus terbesar di dunia, dimana sahamnya diperjualbelikan di New York Stock Exchange (NYSE). Sebab penduduk Papua sendiri ternyata hingga sekarang masih dililit kemiskinan dan hanya menyaksikan gemerlapan Freeport yang mengeruk kekayaan emas mereka untuk diboyong ke AS dan membuat negara penjajah Afghanistan dan Irak itu menjadi kaya raya.

Padahal sejak 1967, Freeport hanya memiliki hak izin pertambangan seluas 30 Km persegi. Namun sejak 1989, diperluas menjadi 25.000 Km persegi dengan hak penambangan eksklusif selama 30 tahun dan dapat diperpanjang. Hingga kini pemerintah Indonesia hanya mendapatkan pemasukan pajak dari Freeport sebesar Rp 30 miliar pertahun, sedangkan pembagian hasilnya hanya 1 persen dan sisanya milik Freeport. Sedangkan Freeport sendiri tidak ikut bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan hidup termasuk pembuangan jutaan ton tailing (limbah tambang emas) di berbagai sungai di Mimika, sebagai dampak dari proyek pertambangan emas, perak, tembaga bahkan ditengarai juga menghasilkan uranium tersebut. Namun hingga sekarang PT Freeport Indonesia belum mengakui kalau secara diam-diam juga menambang uranium dari Papua. (Abdul Halim)

Suara-Islam.Com

Rintihan Seorang Mayor TNI AL di Indonesia Timur

Intelijen Komunis Cekoslowakia Ikut Bermain

Praha – Setelah 45 tahun baru terungkap dengan jelas, bahwa agen-agen rahasia Cekoslowakia iku terlibat langsung dalam peristiwa yang kita kenal dengan Gerakan 30 September 1965.

Agen-agen rahasia Cekoslowakia sejak akhir 50-an berusaha untuk melemahkan posisi Amerika. Kegiatan-kegiatan intelijen Cekoslowakia mengakibatkan destabilisasi keseluruhan dalam negara, yang akhirnya digunakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada September 1965 untuk merebut kekuasaan. Namun upaya kudeta ini dapat dihancurkan oleh tentara dengan cepat dan dalam beberapa bulan mendatang anggota PKI dibantai, diperkirakan sampai setengah juta orang.

Bekerjasama dengan T. Tedoun, warga di Praha, detikcom menyajikan rekonstruksi kejadian berdasarkan dokumen Arsip Nasional Ceko, yang pertama kali diterbitkan dan kesaksian pribadi para pelakunya.

“Ya, itu adalah nama rahasia saya,” Pavka tertawa di sebuah coffee shop di Bratislava (kini ibukota Slovakia, red).

Izidor Počiatek (78), “Saya sudah benar-benar lupa bagaimana hal itu terjadi. Ya, saya suka buku dari Ostrovsky yang berjudul Jak se kalila ocel (Bagaimana Melumerkan Baja), dan tokoh utama dalam buku itu bernama Pavka Korčagin.”

Lalu, pria yang sudah beruban ini menukar kacamatanya dan menyimak sebuah laporan yang ditulis pada 17/2/1965. Laporan itu dikirim ke markas intelijen di Praha dari residensi di Jakarta, yang secara resmi disebut Departemen Ke-1 Kementerian Luarnegeri Cekoslowakia (Ceko dan Slowakia saat itu masih satu negara, red).

Isi laporan itu menjelaskan salah satu langkah aktif yang diorganisir oleh intelijen Cekoslovakia terhadap kedubes AS, bahwa telah terjadi demonstrasi terhadap kedubes ASdi Jakarta pada 12 dan 15/2/1965, yang diarahkan untuk memprotes agresinya di Vietnam.

Kami hadir pada demonstrasi itu pada 15/2/1965 dan menurut pendapat kami adalah merupakan aksi yang dikendalikan oleh otoritas setempat, yang kelihatannya tidak memiliki kepentingan agar aksi tersebut meluas terlalu besar.

Untuk itulah kami mempersiapkan langkah aktiv bersandi Znervosnění, yang dicocokkan dengan situasi yang ada.

Pada hari berikutnya yakni 16/2/1965 agen Pavka menghubungi Galbraitha, Chargé d’ Affaires (Kuasa Usaha, red) pada kedubes AS melaui telepon umum dengan bahasa Indonesia. Ia mengatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang akan ada aksi terhadap kedubes AS, yang mirip dengan aksi di tahun 1963 terhadap kedubes Inggris.

Faktor Agen Pavka dan Seorang Pociatek
Setelah 45 tahun baru terungkap dengan jelas, bahwa agen-agen rahasia Cekoslowakia ikut terlibat langsung dalam G30S. Sebuah fakta baru, melengkapi kajian-kajian sebelumnya tentang peran intelijen Barat.

Atas pertanyaan Galbraitha, siapakah penelpon itu, Pavka menjawab bahwa dia tidak bisa memberikan identitas namanya, namun mengatakan agar telepon ini dianggap sebagai peringatan persahabatan, yang bertujuan mencegah aksi tersebut.

Agen-agen Cekoslowakia setempat saat itu menyelesaikan surat-surat anonim untuk para pegawai diplomatik AS dan untuk orang AS lainnya di Jakarta, di mana kami katakan bahwa turut bertanggungjawab atas kejahatan yang terjadi di Vietnam, dan kami katakan bahwa mereka bisa bernasib sama dengan Inggris di Indonesia tahun 1963.

Seperti diketahui, kedubes Inggris di Jakarta dibakar dan lambang negaranya dicopot demonstran pada 18/9/1963, hanya selang dua hari setelah Federasi Malaysia resmi didirikan.

Seperti diketahui, pada saat itu Soekarno telah mengirim ribuan sukarelawan ke perbatasan-perbatasan dengan Malaysia, antara lain Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Riau. Di antara mereka terdapat dokter, mahasiswa, pemuda, bahkan juga wartawan. Sementara satuan-satuan tentara yang juga mengklaim diri sebagai sukarelawan menyusup masuk ke wilayah Singapura dan Kalimantan Utara.

Yang dimaksud Pavka adalah 50 surat yang dibuat dengan mesin tik. Dalam menulis alamat digunakan huruf-huruf kapital dan alamat yang digunakan adalah alamat tempat tinggal.

Tahap akhir daripada langkah aktif tersebut adalah juga akan dikirimkan beberapa surat kepada pegawai Indonesia di kedubes AS, di mana akan disarankan agar mereka demi kepentingan keamanan pribadi bersiap untuk meninggalkan gedung dengan segera dan agar informasi ini disebarkan di antara kekuatan lokal lainnya. Naskah surat tersebut dipersiapkan oleh Pavka.

“Persis seperti yang tertulis di sini”, ujar Izidor Počiatek .

“Hanya saja saya mengatakan dengan persis kepada Galbraith bahwa aksi terhadap kedubes AS akan terjadi keesokan harinya. Mengenai surat anonim terhadap para diplomat saya sudah tidak tahu, namun itu wajar dalam bisnis ini. Setiap staf hanya tahu beberapa keping dari keseluruhan puzzle,” papar Počiatek.

Počiatek adalah Atase Informasi di Jakarta (1961-1968) dan merupakan Duta Besar (1990-1992) terakhir Cekoslowakia (sebelum pecah menjadi Ceko dan Slowakia, red) sekaligus satu-satunya saksi hidup aktivitas intelijen Cekoslowakia di Jakarta.

Berbeda dengan kebanyakan diplomat saat itu, Počiatek tidak pernah menjadi kader intelijen melainkan hanya merupakan kolaborator ideologis intelijen. Namun dia seorang staf yang sangat penting, karena merupakan satu-satunya di kedubes Cekoslowakia di Jakarta yang bisa berbahasa Indonesia.

Target Intelijen Cekoslowakia: Melumpuhkan Upaya Amerika
Tujuan utama dari dinas intelijen Cekoslowakia melakukan penetrasi di Indonesia, menurut dokumen dari akhir tahun 1962, adalah melumpuhkan upaya Amerika.

Untuk misi tersebut Cekoslowakia membentuk residen intelijen, yang mulai bekerja di Jakarta pada awal 1959. Kepala pertama intelijen Cekoslowakia di Jakarta adalah Václav Rabbit, dengan nama samaran Kares, yang bekerja secara resmi sebagai seorang diplomat dalam kapasitas sebagai Sekretaris Pertama.

Perwira intelijen luarbiasa di Indonesia yang lainnya adalah Eugene Vacek (Vinklář), yang pada akhir 80-an kemudian menjadi Wakil Menteri Luar Negeri. Setelah 1989, Vacek berpartisipasi dalam negosiasi mengenai penarikan pasukan Soviet dari Cekoslowakia dan sebagai imbalannya –untuk kedua kalinya dalam karir diplomatiknya– menjadi duta besar untuk Nigeria.

Selain melumpuhkan upaya Amerika, misi lainnya adalah ikut mengeliminir kekuatan reaksioner dalam negeri yang berusaha membalik perkembangan politik ke kanan, mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara netral dan memperkuat pasukan sayap kiri dan tren yang mengarah kepada kerjasama lebih erat dengan negara-negara sosialis.”

Terutama berkat aktivitas dari kolaborator intelijen Pavka, residen tidak lama kemudian memperoleh jaringan kontak rahasia dari kalangan wartawan lokal, pejabat dan juga politisi.

Sebagian besar dari mereka adalah merupakan simpatisan komunis dan dengan hadiah berupa sedikit uang dan material bersedia untuk memberikan informasi rahasia atau sebaliknya menjadi saluran di mana intelijen dapat memanipulasi pejabat setempat atau opini publik.

Meskipun demikian, berbagai kegiatan residen di Jakarta dari awal 60-an, berulang kali dinilai ‘sangat sedikit melakukan tindakan.’ Tindakan aktif yang diusulkan oleh markas di Praha terkadang cukup aneh, “Menurut informasi anda, Amerika pada tahun 1963 di Jakarta akan melakukan pameran besar di mana akan memberikan makanan dan minuman gratis. Jika kita berhasil merusak beberapa makanan yang dapat menyebabkan penyakit, dan memberitakan hal itu kepada masyarakat tentunya hal itu dapat merusak nama baik Amerika dan melemahkan efektivitas pameran.”

Krisis terbuka residen dan kedubes Cekoslowakia sempat terjadi pada akhir 1963, yakni setelah wakil maskapai penerbangan CSA (České Aerolinie) di Jakarta pindah ke Barat. Dia adalah pengikut ideologis dari intelijen. Karena hal itu, petugas kontrolnya yakni Alois Semelka (Suk) harus kembali ke Cekoslowakia.

Duta Besar baru Cekoslowakia untuk Jakarta, Emil Patek, adalah orang yang baru pertama kali keluar negeri dan seperti umumnya pejabat Cekoslowakia lainnya dari jalur diplomatis, hanya bisa berbahasa Rusia.

Hal kritis tersebut diselesaikan dengan ditariknya kembali intelijen berpengalaman Evzen Vacek dari pusat kembali ke residen di Jakarta.

Di bawah kepemimpinan Vacek, dilakukan langkah-langkah aktif dengan menggunakan kata sandi ‘Fitnah’. Kegiatannya antara lain memanfaatkan pernyataan-pernyataan para senator Amerika, yang selanjutnya diedit, sehingga isinya seolah menghina Sukarno dan rakyat Indonesia.

‘Berita Koran dan Palmer Agen CIA’
Melalui kontak rahasia di antara wartawan lokal dengan nama samaran Moslim, Letka dan Literat, residen melakukan kampanye di surat-surat kabar dan organisasi-organisasi massa (ormas).

“Artikel menjadi sinyal untuk kampanye luas bagi pers Indonesia dan radio, yang kemudian melebar kepada protes terhadap impor film Amerika dan kegiatan armada kapal ke-7 USA di wilayah Indonesia,” puji residen atas disinformasi yang disebarkan.

Bahkan berita yang disebarkan oleh intelijen Cekoslowakia itu digunakan sendiri oleh presiden Sukarno dalam pidato-pidatonya. Bahkan presiden Soekarno kemudian membatalkan rencana kunjungannya ke AS pada Mei 1964.

Enam bulan kemudian residen yang pada saat itu dikepalai oleh Vaclav Louda (Havlik) mengeluh bahwa kegiatan terhadap Amerika melemah. Para anggota intelijen di Jakarta maupun di pusat (Praha) yang di awal 1964 membentuk departemen disinformasi, berusaha untuk mencari tahu bagaimana caranya melemahkan posisi Amerika di Indonesia secara permanen.

Bidikan mereka diarahkan kembali kepada warga Amerika, Bill Palmer, yang pada saat itu resmi menjadi kepala American Moving Picture Association in Indonesia (AMPAI) di Jakarta, yang mewakili perfilman AS di Indonesia. Sudah sejak pertengahan 50-an dan 60-an intelijen Cekoslowakia menyimpulkan bahwa Bill Palmer adalah kepala cabang lokal CIA di Jakarta.

Oleh karena itu pada Maret 1960 intelijen Cekoslowakia melakukan survei di sekitar villa kediaman Palmer dan hasil dokumentasi fotografi yang dibuat dikirim ke Praha.

Sejak saat itu Palmer muncul secara teratur dalam daftar utama sasaran residen intelijen Cekoslowakia. Oleh para intelijen Cekoslowakia, Palmer dicirikan dengan ‘bertubuh gempal kecil, kepala berbentuk kentang, gundul, hidung mancung, memakai kacamata.’ Namun tidak diperoleh informasi signifikan mengenai pria setengah baya ini.

Pada awal 1964 markas intelijen di Praha memberikan minat baru terhadap Palmer dan menulis surat ke residen bahwa ada ‘seorang teman’ mengusulkan untuk menerapkan suatu ‘tindakan aktif’bersama untuk mendiskreditkan Palmer. Yang dimaksud ‘seorang teman’ adalah intelijen Soviet.

Usulan ini menghasilkan ‘tindakan aktif’ dengan nama sandi ‘Karno’. Esensinya adalah membongkar kegiatan CIA di Indonesia, antara lain bahwa Palmer dan Duta Besar AS Howard P. Jones pada tahun 1962 menginformasikan Belanda mengenai pergerakan kapal perang Indonesia, yang menyebabkan ditenggelamkannya kapal torpedo Indonesia dalam konflik pembebasan Irian Barat.

Artikel dengan isi berita tersebut oleh intelijen Cekoslowakia diterbitkan di majalah mingguan India Mainstream, milik seorang komunis India bernama Nikhil Chakravarty. Karena haluan politiknya itu India Mainstream sering digunakan oleh intelijen Cekoslowakia sebagai tempat disinformasi berita.

Kemudian Izidor Pociatek bersama ‘kontak rahasianya’ mengatur agar berita tersebut pada 27/2/1965 diterbitkan ulang di surat kabar Indonesia, ‘SH’. Dua hari kemudian, informasi dari artikel tersebut dipublikasikan pula oleh harian berpengaruh lainnya.

Artikel tersebut memiliki efek luarbiasa. Tepatnya pada 28/2/1965 terjadi demonstrasi besar-besaran di depan kediaman Duta Besar AS. Selanjutnya pada 16/3/1965 sekitar 1500 artis, pekerja perfilman dan pemuda merebut gedung AMPAI di Jakarta.

Pada bangunan tersebut terlihat karikatur anti-AS dengan slogan ‘Palmer Agen CIA’, dijelaskan oleh residen sebagai konsekuensi dari ‘tindakan aktif’ mereka.

Pers Indonesia mengomentari kejadian tersebut. Indonesian Herald edisi 17/3/1965 menurunkan artikel yang menuntut pebubaran AMPAI dan agar Palmer dideportasi dari Indonesia atau diadili, karena merupakan agen CIA.

Palmer tak menunggu lama. Pada akhir Maret dia diam-diam meninggalkan Indonesia. Koneksitasnya dengan CIA tidak pernah terbukti.

Agen Ceko Berperan dalam Pembuatan Dokumen Gilchrist
Terlibatnya agen-agen Cekoslowakia yang ikut bermain dalam peristiwa G30S tahun 1965 sesungguhnya bukan fakta baru. Sejumlah bukti sejarah telah mengindikasikan adanya campur tangan agen Ceko dalam pembuatan apa yang dikenal sebagai “Dokumen Gilchrist”.

Diambil dari nama Dubes Inggris untuk Indonesia saat itu, Andrew Gilchrist, dokumen yang beredar hampir bersamaan waktunya dengan isu Dewan Jendral tersebut ikut memicu terjadinya G30S. Dokumen itu menyebut adanya konsolidasi di Angkatan Darat (AD).

“Di dalam dokumen itu disebutkan ‘ada teman di kalangan tentara yang bersimpati dengan Inggris’. Dokumen ini bisa saja palsu. Namun, terlepas benar atau tidak, dokumen tersebut telah menimbulkan saling curiga. Ditambah lagi muncul isu dewan jenderal dan sakitnya Presiden Seokarno yang mempercepat terjadinya G30S,” kata ahli peneliti utama LIPI, Asvi Warman Adam, kepada detikcom, Rabu (29/9/2010).

Sejumlah pihak menganggap Dokumen Gilchrits dipalsukan oleh agen Ceko di bawah kendali Jenderal Agayant dari dinas intelijen Rusia atau Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB). Namun, bagi Asvi, belum jelas benar untuk siapakah para agen Ceko tersebut sebenarnya bekerja.

“Kalau dikatakan berperan, iya. Intelijen dari berbagai negara waktu itu banyak sekali. Tapi agen Ceko ini kepentingannya untuk siapa belum jelas. Apakah mewakili kepentingan Uni Soviet atau kepentingan Ceko sendiri?” katanya.

Masih terkait dengan ketelibatan intelijen asing dalam peristiwa cup d’etat 45 tahun yang lalu itu, Asvi mengajak para peneliti untuk tidak terpaku pada eropa timur. Sebab, agen negara-negara di Asia kemungkinan besar juga mempunyai andil dalam memanasnya eskalasi politik saat itu. Sebagai contoh Jepang.

“Justru yang penting diketahui bukan eropa timur, tapi Jepang. Selain Amerika, modal Jepang itu masuk ke Indonesia secara luar biasa setelah tahun 1965,” imbuh Doktor sejarah dari Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sosiales, Paris, ini.

Asvi mengungkapkan, sebelum menyerbu ke Indonesia tahun 1942, Jepang sudah menyebarkan intelijennya ke negeri ini. Para agen-agen bangsa kulit kuning itu mengunakan teknik penyamaran yang canggih, seperti membuka toko-toko kelontong.

“Nah, berdasarkan pengalaman itu, apakah Jepang bermain atau tidak dalam peristiwa G30S, itu lebih menarik untuk dikaji. Di Jepang sudah ada arsipnya, tapi belum dibuka,” tutup pria kelahiran Bukittinggi, 8 Oktober 1954, itu.

Intelijen Komunis Cekoslowakia Ikut Bermain

Praha – Setelah 45 tahun baru terungkap dengan jelas, bahwa agen-agen rahasia Cekoslowakia iku terlibat langsung dalam peristiwa yang kita kenal dengan Gerakan 30 September 1965.

Agen-agen rahasia Cekoslowakia sejak akhir 50-an berusaha untuk melemahkan posisi Amerika. Kegiatan-kegiatan intelijen Cekoslowakia mengakibatkan destabilisasi keseluruhan dalam negara, yang akhirnya digunakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada September 1965 untuk merebut kekuasaan. Namun upaya kudeta ini dapat dihancurkan oleh tentara dengan cepat dan dalam beberapa bulan mendatang anggota PKI dibantai, diperkirakan sampai setengah juta orang.

Bekerjasama dengan T. Tedoun, warga di Praha, detikcom menyajikan rekonstruksi kejadian berdasarkan dokumen Arsip Nasional Ceko, yang pertama kali diterbitkan dan kesaksian pribadi para pelakunya.

“Ya, itu adalah nama rahasia saya,” Pavka tertawa di sebuah coffee shop di Bratislava (kini ibukota Slovakia, red).

Izidor Počiatek (78), “Saya sudah benar-benar lupa bagaimana hal itu terjadi. Ya, saya suka buku dari Ostrovsky yang berjudul Jak se kalila ocel (Bagaimana Melumerkan Baja), dan tokoh utama dalam buku itu bernama Pavka Korčagin.”

Lalu, pria yang sudah beruban ini menukar kacamatanya dan menyimak sebuah laporan yang ditulis pada 17/2/1965. Laporan itu dikirim ke markas intelijen di Praha dari residensi di Jakarta, yang secara resmi disebut Departemen Ke-1 Kementerian Luarnegeri Cekoslowakia (Ceko dan Slowakia saat itu masih satu negara, red).

Isi laporan itu menjelaskan salah satu langkah aktif yang diorganisir oleh intelijen Cekoslovakia terhadap kedubes AS, bahwa telah terjadi demonstrasi terhadap kedubes ASdi Jakarta pada 12 dan 15/2/1965, yang diarahkan untuk memprotes agresinya di Vietnam.

Kami hadir pada demonstrasi itu pada 15/2/1965 dan menurut pendapat kami adalah merupakan aksi yang dikendalikan oleh otoritas setempat, yang kelihatannya tidak memiliki kepentingan agar aksi tersebut meluas terlalu besar.

Untuk itulah kami mempersiapkan langkah aktiv bersandi Znervosnění, yang dicocokkan dengan situasi yang ada.

Pada hari berikutnya yakni 16/2/1965 agen Pavka menghubungi Galbraitha, Chargé d’ Affaires (Kuasa Usaha, red) pada kedubes AS melaui telepon umum dengan bahasa Indonesia. Ia mengatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang akan ada aksi terhadap kedubes AS, yang mirip dengan aksi di tahun 1963 terhadap kedubes Inggris.

Faktor Agen Pavka dan Seorang Pociatek
Setelah 45 tahun baru terungkap dengan jelas, bahwa agen-agen rahasia Cekoslowakia ikut terlibat langsung dalam G30S. Sebuah fakta baru, melengkapi kajian-kajian sebelumnya tentang peran intelijen Barat.

Atas pertanyaan Galbraitha, siapakah penelpon itu, Pavka menjawab bahwa dia tidak bisa memberikan identitas namanya, namun mengatakan agar telepon ini dianggap sebagai peringatan persahabatan, yang bertujuan mencegah aksi tersebut.

Agen-agen Cekoslowakia setempat saat itu menyelesaikan surat-surat anonim untuk para pegawai diplomatik AS dan untuk orang AS lainnya di Jakarta, di mana kami katakan bahwa turut bertanggungjawab atas kejahatan yang terjadi di Vietnam, dan kami katakan bahwa mereka bisa bernasib sama dengan Inggris di Indonesia tahun 1963.

Seperti diketahui, kedubes Inggris di Jakarta dibakar dan lambang negaranya dicopot demonstran pada 18/9/1963, hanya selang dua hari setelah Federasi Malaysia resmi didirikan.

Seperti diketahui, pada saat itu Soekarno telah mengirim ribuan sukarelawan ke perbatasan-perbatasan dengan Malaysia, antara lain Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Riau. Di antara mereka terdapat dokter, mahasiswa, pemuda, bahkan juga wartawan. Sementara satuan-satuan tentara yang juga mengklaim diri sebagai sukarelawan menyusup masuk ke wilayah Singapura dan Kalimantan Utara.

Yang dimaksud Pavka adalah 50 surat yang dibuat dengan mesin tik. Dalam menulis alamat digunakan huruf-huruf kapital dan alamat yang digunakan adalah alamat tempat tinggal.

Tahap akhir daripada langkah aktif tersebut adalah juga akan dikirimkan beberapa surat kepada pegawai Indonesia di kedubes AS, di mana akan disarankan agar mereka demi kepentingan keamanan pribadi bersiap untuk meninggalkan gedung dengan segera dan agar informasi ini disebarkan di antara kekuatan lokal lainnya. Naskah surat tersebut dipersiapkan oleh Pavka.

“Persis seperti yang tertulis di sini”, ujar Izidor Počiatek .

“Hanya saja saya mengatakan dengan persis kepada Galbraith bahwa aksi terhadap kedubes AS akan terjadi keesokan harinya. Mengenai surat anonim terhadap para diplomat saya sudah tidak tahu, namun itu wajar dalam bisnis ini. Setiap staf hanya tahu beberapa keping dari keseluruhan puzzle,” papar Počiatek.

Počiatek adalah Atase Informasi di Jakarta (1961-1968) dan merupakan Duta Besar (1990-1992) terakhir Cekoslowakia (sebelum pecah menjadi Ceko dan Slowakia, red) sekaligus satu-satunya saksi hidup aktivitas intelijen Cekoslowakia di Jakarta.

Berbeda dengan kebanyakan diplomat saat itu, Počiatek tidak pernah menjadi kader intelijen melainkan hanya merupakan kolaborator ideologis intelijen. Namun dia seorang staf yang sangat penting, karena merupakan satu-satunya di kedubes Cekoslowakia di Jakarta yang bisa berbahasa Indonesia.

Target Intelijen Cekoslowakia: Melumpuhkan Upaya Amerika
Tujuan utama dari dinas intelijen Cekoslowakia melakukan penetrasi di Indonesia, menurut dokumen dari akhir tahun 1962, adalah melumpuhkan upaya Amerika.

Untuk misi tersebut Cekoslowakia membentuk residen intelijen, yang mulai bekerja di Jakarta pada awal 1959. Kepala pertama intelijen Cekoslowakia di Jakarta adalah Václav Rabbit, dengan nama samaran Kares, yang bekerja secara resmi sebagai seorang diplomat dalam kapasitas sebagai Sekretaris Pertama.

Perwira intelijen luarbiasa di Indonesia yang lainnya adalah Eugene Vacek (Vinklář), yang pada akhir 80-an kemudian menjadi Wakil Menteri Luar Negeri. Setelah 1989, Vacek berpartisipasi dalam negosiasi mengenai penarikan pasukan Soviet dari Cekoslowakia dan sebagai imbalannya –untuk kedua kalinya dalam karir diplomatiknya– menjadi duta besar untuk Nigeria.

Selain melumpuhkan upaya Amerika, misi lainnya adalah ikut mengeliminir kekuatan reaksioner dalam negeri yang berusaha membalik perkembangan politik ke kanan, mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara netral dan memperkuat pasukan sayap kiri dan tren yang mengarah kepada kerjasama lebih erat dengan negara-negara sosialis.”

Terutama berkat aktivitas dari kolaborator intelijen Pavka, residen tidak lama kemudian memperoleh jaringan kontak rahasia dari kalangan wartawan lokal, pejabat dan juga politisi.

Sebagian besar dari mereka adalah merupakan simpatisan komunis dan dengan hadiah berupa sedikit uang dan material bersedia untuk memberikan informasi rahasia atau sebaliknya menjadi saluran di mana intelijen dapat memanipulasi pejabat setempat atau opini publik.

Meskipun demikian, berbagai kegiatan residen di Jakarta dari awal 60-an, berulang kali dinilai ‘sangat sedikit melakukan tindakan.’ Tindakan aktif yang diusulkan oleh markas di Praha terkadang cukup aneh, “Menurut informasi anda, Amerika pada tahun 1963 di Jakarta akan melakukan pameran besar di mana akan memberikan makanan dan minuman gratis. Jika kita berhasil merusak beberapa makanan yang dapat menyebabkan penyakit, dan memberitakan hal itu kepada masyarakat tentunya hal itu dapat merusak nama baik Amerika dan melemahkan efektivitas pameran.”

Krisis terbuka residen dan kedubes Cekoslowakia sempat terjadi pada akhir 1963, yakni setelah wakil maskapai penerbangan CSA (České Aerolinie) di Jakarta pindah ke Barat. Dia adalah pengikut ideologis dari intelijen. Karena hal itu, petugas kontrolnya yakni Alois Semelka (Suk) harus kembali ke Cekoslowakia.

Duta Besar baru Cekoslowakia untuk Jakarta, Emil Patek, adalah orang yang baru pertama kali keluar negeri dan seperti umumnya pejabat Cekoslowakia lainnya dari jalur diplomatis, hanya bisa berbahasa Rusia.

Hal kritis tersebut diselesaikan dengan ditariknya kembali intelijen berpengalaman Evzen Vacek dari pusat kembali ke residen di Jakarta.

Di bawah kepemimpinan Vacek, dilakukan langkah-langkah aktif dengan menggunakan kata sandi ‘Fitnah’. Kegiatannya antara lain memanfaatkan pernyataan-pernyataan para senator Amerika, yang selanjutnya diedit, sehingga isinya seolah menghina Sukarno dan rakyat Indonesia.

‘Berita Koran dan Palmer Agen CIA’
Melalui kontak rahasia di antara wartawan lokal dengan nama samaran Moslim, Letka dan Literat, residen melakukan kampanye di surat-surat kabar dan organisasi-organisasi massa (ormas).

“Artikel menjadi sinyal untuk kampanye luas bagi pers Indonesia dan radio, yang kemudian melebar kepada protes terhadap impor film Amerika dan kegiatan armada kapal ke-7 USA di wilayah Indonesia,” puji residen atas disinformasi yang disebarkan.

Bahkan berita yang disebarkan oleh intelijen Cekoslowakia itu digunakan sendiri oleh presiden Sukarno dalam pidato-pidatonya. Bahkan presiden Soekarno kemudian membatalkan rencana kunjungannya ke AS pada Mei 1964.

Enam bulan kemudian residen yang pada saat itu dikepalai oleh Vaclav Louda (Havlik) mengeluh bahwa kegiatan terhadap Amerika melemah. Para anggota intelijen di Jakarta maupun di pusat (Praha) yang di awal 1964 membentuk departemen disinformasi, berusaha untuk mencari tahu bagaimana caranya melemahkan posisi Amerika di Indonesia secara permanen.

Bidikan mereka diarahkan kembali kepada warga Amerika, Bill Palmer, yang pada saat itu resmi menjadi kepala American Moving Picture Association in Indonesia (AMPAI) di Jakarta, yang mewakili perfilman AS di Indonesia. Sudah sejak pertengahan 50-an dan 60-an intelijen Cekoslowakia menyimpulkan bahwa Bill Palmer adalah kepala cabang lokal CIA di Jakarta.

Oleh karena itu pada Maret 1960 intelijen Cekoslowakia melakukan survei di sekitar villa kediaman Palmer dan hasil dokumentasi fotografi yang dibuat dikirim ke Praha.

Sejak saat itu Palmer muncul secara teratur dalam daftar utama sasaran residen intelijen Cekoslowakia. Oleh para intelijen Cekoslowakia, Palmer dicirikan dengan ‘bertubuh gempal kecil, kepala berbentuk kentang, gundul, hidung mancung, memakai kacamata.’ Namun tidak diperoleh informasi signifikan mengenai pria setengah baya ini.

Pada awal 1964 markas intelijen di Praha memberikan minat baru terhadap Palmer dan menulis surat ke residen bahwa ada ‘seorang teman’ mengusulkan untuk menerapkan suatu ‘tindakan aktif’bersama untuk mendiskreditkan Palmer. Yang dimaksud ‘seorang teman’ adalah intelijen Soviet.

Usulan ini menghasilkan ‘tindakan aktif’ dengan nama sandi ‘Karno’. Esensinya adalah membongkar kegiatan CIA di Indonesia, antara lain bahwa Palmer dan Duta Besar AS Howard P. Jones pada tahun 1962 menginformasikan Belanda mengenai pergerakan kapal perang Indonesia, yang menyebabkan ditenggelamkannya kapal torpedo Indonesia dalam konflik pembebasan Irian Barat.

Artikel dengan isi berita tersebut oleh intelijen Cekoslowakia diterbitkan di majalah mingguan India Mainstream, milik seorang komunis India bernama Nikhil Chakravarty. Karena haluan politiknya itu India Mainstream sering digunakan oleh intelijen Cekoslowakia sebagai tempat disinformasi berita.

Kemudian Izidor Pociatek bersama ‘kontak rahasianya’ mengatur agar berita tersebut pada 27/2/1965 diterbitkan ulang di surat kabar Indonesia, ‘SH’. Dua hari kemudian, informasi dari artikel tersebut dipublikasikan pula oleh harian berpengaruh lainnya.

Artikel tersebut memiliki efek luarbiasa. Tepatnya pada 28/2/1965 terjadi demonstrasi besar-besaran di depan kediaman Duta Besar AS. Selanjutnya pada 16/3/1965 sekitar 1500 artis, pekerja perfilman dan pemuda merebut gedung AMPAI di Jakarta.

Pada bangunan tersebut terlihat karikatur anti-AS dengan slogan ‘Palmer Agen CIA’, dijelaskan oleh residen sebagai konsekuensi dari ‘tindakan aktif’ mereka.

Pers Indonesia mengomentari kejadian tersebut. Indonesian Herald edisi 17/3/1965 menurunkan artikel yang menuntut pebubaran AMPAI dan agar Palmer dideportasi dari Indonesia atau diadili, karena merupakan agen CIA.

Palmer tak menunggu lama. Pada akhir Maret dia diam-diam meninggalkan Indonesia. Koneksitasnya dengan CIA tidak pernah terbukti.

Agen Ceko Berperan dalam Pembuatan Dokumen Gilchrist
Terlibatnya agen-agen Cekoslowakia yang ikut bermain dalam peristiwa G30S tahun 1965 sesungguhnya bukan fakta baru. Sejumlah bukti sejarah telah mengindikasikan adanya campur tangan agen Ceko dalam pembuatan apa yang dikenal sebagai “Dokumen Gilchrist”.

Diambil dari nama Dubes Inggris untuk Indonesia saat itu, Andrew Gilchrist, dokumen yang beredar hampir bersamaan waktunya dengan isu Dewan Jendral tersebut ikut memicu terjadinya G30S. Dokumen itu menyebut adanya konsolidasi di Angkatan Darat (AD).

“Di dalam dokumen itu disebutkan ‘ada teman di kalangan tentara yang bersimpati dengan Inggris’. Dokumen ini bisa saja palsu. Namun, terlepas benar atau tidak, dokumen tersebut telah menimbulkan saling curiga. Ditambah lagi muncul isu dewan jenderal dan sakitnya Presiden Seokarno yang mempercepat terjadinya G30S,” kata ahli peneliti utama LIPI, Asvi Warman Adam, kepada detikcom, Rabu (29/9/2010).

Sejumlah pihak menganggap Dokumen Gilchrits dipalsukan oleh agen Ceko di bawah kendali Jenderal Agayant dari dinas intelijen Rusia atau Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB). Namun, bagi Asvi, belum jelas benar untuk siapakah para agen Ceko tersebut sebenarnya bekerja.

“Kalau dikatakan berperan, iya. Intelijen dari berbagai negara waktu itu banyak sekali. Tapi agen Ceko ini kepentingannya untuk siapa belum jelas. Apakah mewakili kepentingan Uni Soviet atau kepentingan Ceko sendiri?” katanya.

Masih terkait dengan ketelibatan intelijen asing dalam peristiwa cup d’etat 45 tahun yang lalu itu, Asvi mengajak para peneliti untuk tidak terpaku pada eropa timur. Sebab, agen negara-negara di Asia kemungkinan besar juga mempunyai andil dalam memanasnya eskalasi politik saat itu. Sebagai contoh Jepang.

“Justru yang penting diketahui bukan eropa timur, tapi Jepang. Selain Amerika, modal Jepang itu masuk ke Indonesia secara luar biasa setelah tahun 1965,” imbuh Doktor sejarah dari Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sosiales, Paris, ini.

Asvi mengungkapkan, sebelum menyerbu ke Indonesia tahun 1942, Jepang sudah menyebarkan intelijennya ke negeri ini. Para agen-agen bangsa kulit kuning itu mengunakan teknik penyamaran yang canggih, seperti membuka toko-toko kelontong.

“Nah, berdasarkan pengalaman itu, apakah Jepang bermain atau tidak dalam peristiwa G30S, itu lebih menarik untuk dikaji. Di Jepang sudah ada arsipnya, tapi belum dibuka,” tutup pria kelahiran Bukittinggi, 8 Oktober 1954, itu.

Presiden Ekuador Dikudeta Ribuan Polisi

Suasana ibukota Ekuador, Quito, sangat mencekam menyusul pemberontakan yang dilakukan ribuan polisi. Presiden Ekuador Rafael Correa ditembaki gas air mata dan dikepung di rumah sakit, National Police Hospital, selama 12 jam.




Polisi-polisi Ekuador, Kamis (30/9) waktu setempat, me lakukan demonstrasi spontan di penjuru negara karena kecewa dengan Undang-Undang (UU) layanan sipil yang baru. Kongres Ekuador, Rabu (29/9), melo loskan UU yang akan mengakhiri praktik pemberian medali dan bonus bagi anggota militer serta polisi Ekuador saat dipro mo si kan. UU ini juga memperpanjang periode promosi dari lima tahun menjadi tujuh tahun.

Polisi yang meradang meng ambil alih barak di Guayaquil, Quito dan Cuenca. Bandara ditu tup, jalan raya diblokir, ban-ban dibakar, mem buat bisnis dan se­kolah ditutup serta memicu pen jarahan. Ang katan udara Ekuador menutup bandara Qui to’s Maris cal Sucre saat protes dimulai Kamis pagi waktu setempat (Ka mis malam WIB). Puluhan pe nerbangan dibatalkan dan tidak jelas kapan layanan internasional kembali beroperasi di bandara Quito, Guayaquil, dan Manta.

Sekolah-sekolah dan banyak perusahaan tutup di Quito ka rena tidak adanya perlindungan poli si. Penjarahan dilaporkan ter jadi di ibukota dan Guaya quil. Se tidak nya dua bank dibobol.

Presiden Cor rea (47) menemui polisi di mar kas Guayaquil, Ka mis (30/9) dengan niat berne go siasi. Namun, kedatangan Correa malah memicu ketegangan. Hal itu diawali dengan gaya Correa yang tak bersahabat. Presiden mem buka kemeja tampak me nan tangi polisi yang sedang marah.

“Jika Anda mau membunuh presiden, ini dia di sini. Bunuh dia kalau mau. Bunuh dia kalau be rani, daripada bersembunyi di ke ramaian (unjuk rasa),” tantang Correa dengan nada tinggi.

Mendengar tantangan sang presiden, polisi yang sudah ter bakar emosi itu, seperti disiram bensin. Kekacauan pun tak ter elakkan sehingga bentrokan ter jadi. Seketika polisi menembak kan air mata. Correa terkena dan menderita luka ri ngan. Dia lalu dilarikan ke rumah sakit.

Masalah belum selesai. Para pemrotes mengepung rumah sa kit itu. Polisi bentrok de ngan pa sukan keamanan dan pendukung presiden di sana. Correa pun ter kepung selama lebih dari 12 jam.

Sekitar 800 polisi di ibukota Quito bergabung dalam de mons trasi ini. Sepertinya demonstrasi ter jadi secara spontan. Jumlah demonstran di luar Quito tidak jelas. Ekuador memiliki sekitar 40 ribu polisi.

Di rumah sakit, Correa me nyebut pemberontakan ini adalah upaya kudeta yang didorong lawan politiknya bekas Presiden Lucio Gutierrez, pemimpin ku deta tahun 2000 yang meng gu lingkan Presiden Jamil Ma huad. Dalam sebuah wawancara, Gu tierrez membantah tudingan itu. Menteri Luar Negeri Ekuador Ri cardo Patino mengatakan, ada pemberontak yang berusaha me masuki rumah sakit melalui atap.

Correa mengaku saat negosiasi dengan polisi pemberontak, dia ber tanya apakah mereka memba ca un dang-undang. Ternyata ti dak ada yang membaca. Correa pun ber pendapat, polisi-polisi itu adalah korban rumor dan kebo hongan yang disebarkan media-media jahat. “Faktanya, undang-undang ini memberi polisi gaji yang lebih baik,” katanya.

Setelah terkepung 12 jam, ten tara mencoba menyelamatkan Cor rea, Kamis malam waktu se tempat atau Jumat WIB. Ten tara menembakkan senjata api, me lem par granat, menggunakan SUV berkecepatan tinggi untuk melarikan Correa keluar dari ru mah sakit menuju istana Caron delet. Palang Merah mengatakan, dua polisi tewas dan 37 lainnya ter luka dalam operasi pembeba san sang presiden.

Setiba di istana, Correa meng gelar jumpa pers di balkon. Ka tanya, aksi polisi ini bukanlah semata-mata protes masalah pe motongan gaji, tapi merupakan usaha kudeta. “Ada banyak pe nyusup, berpakaian sipil dan kita tahu mereka dari mana,” ujar Correa tanpa menyalahkan suatu pihak secara spesifik.

Menurutnya, mereka yang ber tang gung jawab atas pem berontakan ini akan dihukum. “Tidak akan ada pengampunan,” pungkas Correa. [RM]

Foto: Csmonitor

IPW: Gories Mere Bikin Malu!

MEDAN – Operasi yang dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror di Sumatera Utara mendapat kecaman, khususnya dari keluarga Khairul Ghazali. Menurut istrinya, Kartini Panggabean, Densus 88 menginjak-injak Ghazali yang sedang shalat ketika melakukan pengangkapan di Tanjung Balai.

Selain itu, Densus juga dinilai telah melanggar HAM karena cara melakukan penangkapan tidak berperikemanusiaan. Bahkan, Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara mengecam keras tindakan itu dan mengatakan “Densus 88 biadab.”

Indonesia Police Watch (PIW), menanggapi peristiwa itu, kembali mengecam keberadaan Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Gories Mere, yang menjadi komandan operasi Densus 88 di Sumut. Menurut ketua presidium IPW, Neta Pane kepada katakami.com, Gories telah melakukan penyalahgunaan wewenang karena melampaui kewenangannya sebagai Kalakhar BNN.

Neta mempertanyakan operasi yang dilakukan di Medan pemberantasan narkoba berkedok terorisme atau operasi terorisme berkedok narkoba? “Dia (Gories) harus mempertanggungjawabkan segala sesuatunya. Bikin malu saja!” tegas Neta.

Selain tidak mau berkoordinasi dengan Polda Sumut, menurut Neta, Gories juga tidak berkoordinasi dengan TNI. “Mau jadi apa Indonesia kalau ada jenderal yang seenaknya seperti dia? Gories harus ditindak secara tegas. Apalagi pasukan yang dia bawa itu adalah pasukan yang sudah dibubarkan,” tegas Neta lagi.

Menanggapi itu, Mabes Polri mengakui turunnya Densus ke Sumut untuk menumpas teroris. Namun Mabes mengatakan Gories berada di Medan tidka berkaitan dengan operasi Densus. “Tapi keberadaan Gories Mere di Medan bukan untuk memimpin Densus di Sumut. Mungkin pak Gories ada tugas lain yang berhubungan dengan penanggulangan narkoba karena beliau adalah Kalakhar BNN,” ungkap Kabid Penerangan Umum Kombes Marwoto Soeto, kepada Waspada Online, siang ini.

Marwoto juga tidak menyangkal kalau saat ini Densus sering berkoordinasi dengan Gories Mere dalam melakukan operasinya. “Pak Gories berpangalaman di Densus 88, maka dia terkadang masih dibutuhkan,” ungkap Marwoto.

Sebelumnya, dikabarkan kedatangan Densus 88 di Sumut tanpa koordinasi dengan Polda Sumut sebagai pemegang keamanan di Sumut. Sehingga saat tiba di bandara Delta Polonia Medan sempat terjadi ketagangan di Lanud Medan. Komandan Lanud Medan telah mengirim surat protes ke Kapolda Sumut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Baharudin Djafar, kepada Waspada Online, tadi pagi, menyebutkan bahwa rencana turunnya Densusu 88 di Sumut sudah melakukan koordinasi dengan Poldasu. “Densus memang jauh hari sebelumnya sudah koordinasi dengan kami termasuk penyergapan teroris di Tanjung Balai dan Hamparan Perak. Tapi secara terknis tidak ada,” ungkap Baharudin.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, turunnya tim Densus 88 ke Sumut untuk melakukan penyergapan di wilayah Tanjung Balai dan Hamparan Perak. Dalam penyergapan itu, 3 teroris tewas ditembak dan 15 orang ditangkap dan diboyong ke Mabes Polri.
__________

Teror Sumut Pembusukan Oegroseno

Dalam dua bulan belakangan ini, Sumatera Utara dihentakkan dengan dua kejadian besar yang menewaskan 4 anggota kepolisian yakni, perampokan Bank CIMB Niaga dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak.

Dua eskalasi peristiwa besar itu dan menjadi isu teror bagi masyarakat Sumatera Utara disebut-sebut berbagai kalangan merupakan pembusukan terhadap Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Oegresno.

Ketua Presidium Indonesia Police Wacht (IPW), Neta S Pane, mengatakan berdasarkan fakta dan data IPW, aksi-aksi tersebut tidak murni sendirinya, namun merupakan pembusukan terhadap Irjen Oegresno. “Itu tugas polisi yang menyelidikinya,” ujar Neta kepada Waspada Online, siang ini, tanpa merinci siapa dibalik pembusukan tersebut.

Alasan pembusukan tersebut, kata Neta, karena Irjen Oegreseno berpeluang untuk masuk bursa Kapolri. Ditanya siapa yang bermain, Neta hanya menyebutkan, bahwa ada yang melakukan teori pembusukan.

Dia juga melihat kehadiran petinggi BNN (Badan Narkotika Nasional) di Medan saat terjadinya penyergapan teroris di Medan dan penangkapan perampok Bank CIMB Niaga Medan adalah tidak relevan. “IPW secara terang memprotes sikap petinggi BNN tersebut hadir di Medan,” ujar Neta.

Alasannya, kata Neta, tidak ada korelansi petinggi BNN hadir dalam operas Densus di Medan, karena tidak memiliki hubungan profesi antara BNN dengan Densus 88. Faktanya juga, bahwa pejabat BNN tidak punya hak dan tugas berkaitan dengan tugas Densus 88 AT Polri.

Karena itu, kata Neta, Propam Mabes Polri harus memeriksa pejabat BNN (Komjen Gories Mere) yang hadir di Medan saat penyergapan teroris dan perampok Bank CIMB Niaga Medan karena melanggar etika profesi. “Petinggi BNN di Medan melanggar etika profesi Polri saat Densus 88 AT melakukan penyergapan,” ujarnya.

Jenazah Yuki dengan Dua Luka Tembak di Kepala

Yuki Wantoro Baru Masuk Islam 4 Tahun Lalu

SOLO – Salah satu pria yang ditembak mati tim Densus 88 di Sumatra Utara sepekan lalu adalah Yuki Wantoro 20, pemuda asal kota Solo ini baru dua tahun berada di Sumatra untuk bekerja di perkebunan, menurut penjelasan kakak laki-laki Yuki, Yudi Mansur 34.

Yudi Mansur 34, menceritakan bahwa sebenarnya keluarganya berasal dari keluarga Kristen. Kemudian beberapa anaknya menjadi Mualaf, setelah Yudi Mansur masuk Islam ia kemudian mendakwahi Yuki Wantoro adiknya. Kemudian empat tahun lalu Alhamdulillah Yuki Wantoro masuk Islam dan mulai mempelajari Islam. Namun kedua orang tua Yudi, yakni Sina Karyadi dan Ngatini masih Kristen. Bahkan menurut penuturan Yudi, ayahnya adalah seorang Kristen fanatik, “jaringan gereja ayah saya itu sampai ke Amerika,” kata Yudi Mansur saat ditemui MuslimDaily pada Selasa malam, 21/09/2010.

Menurut Yudi Mansur, ayahnya tidak peduli terhadap jenazah Yuki Wantoro 20, anaknya. Jika nanti jenazah anaknya tiba di Solo, Sina Karyadi tidak mengijinkan jenazah Yuki di semayamkan di rumah.

Persiapan Penyambutan Jenazah

Sementara itu menurut penuturan Yudi Mansur sebelum berangkat ke Jakarta Senin malam untuk mengambil jenazah adiknya, persiapan pemakaman Yuki Mansur akan dibantu oleh para remaja masjid di kota Solo. Diperkirakan ratusan remaja masjid dan laskar Islam akan mengikuti prosesi pemakaman ini. Jika jenazah sampai di Solo pada Selasa malam atau Rabu dinihari, maka pemakaman akan dilaksanakan pada hari Rabu 28/9/2010 siang.

Dua Luka Tembak di Kepala Yuki
Selasa malam 28/9 pukul 20.30 WIB, jenazah Yuki Wantoro bisa dibawa pulang. Proses pengambilan jenazah terhalang masalah surat serah terima jenazah karena banyak anggota Densus 88 yang seharusnya mengurusi bagian jenazah tidak ditempat. Kabarnya banyak anggota Densus 88 yang sedang dikirim ke Medan dan Padang.

Sebelumnya, sudah sejak pukul 11.00 WIB siang Yudi Mansur kakak Yuki beserta rombongan pengacara dari Solo sudah menunggu proses pengambilan jenazah, namun proses itu baru selesai pada malam harinya.

Menurut pernyataan Endro Sudarsono dari ISAC, selaku kuasa hukum keluarga Yuki Wantoro, ia mengatakan “Yudi mengakui jika jenazah yang berada di RS Polri Kramat Jati itu adalah Yuki adiknya. Ada dua luka tembak di pelipis kiri, satu luka tembak di leher kiri, tangan kiri patah. Tidak ada surat penangkapan,” demikian rilis yang diberikan ISAC kepada MuslimDaily.

Luka tembak tersebut diketahui pada saat proses memandikan setelah melalui identifikasi foto jenazah, Yudi Mansur yakin bahwa itu adiknya.

Diperkirakan jenazah akan tiba di kota Solo pada Rabu 29/9 sekitar pukul 09.00 WIB. Dan rencananya akan dimakamkan di pemakaman khusus Muslim di daerah Polokarto, Sukoharjo, sebelah timur perbatasan kota Solo. [muslimdaily.net]

Umat Islam Solo Sambut Jenazah Sang Muallaf Yuki Wantoro
Kedatangan Yuki Wantoro di Solo disambut bak pahlawan oleh umat Islam dengan gelar mujahid dan pahlawan Islam, meski ia ditembak mati oleh Densus dengan tuduhan terlibat perampokan Bank CIMB Medan. Sang muallaf ini juga diterima dengan baik oleh kedua orang tuanya yang masih Kristen.

Ba’da Subuh Rabu (29/9) ruas jalan yang menuju ke rumah Yuki, perlahan mulai didatangi umat Islam. Gapura yang menjadi tanda gang di mana kampung Tempen kelurahan Joyosuran Kecamatan Pasar Kliwon terbentang spanduk besar bertuliskan “Selamat Syuhada Alloh, Pahlawan Islam.” Lebih kurang pukul 6.30 WIB rombongan jenazah tiba, satu mobil ambulan, mobil keluarga dan satu mobil patwal. Tanpa dikomando gemuruh takbir langsung membahana memenuhi ruang jalan.

Jenazah disemayamkan di Masjid Al-Hidayah, terus bergantian ratusan orang datang untuk menyalatkan jenasah sang muallaf yang ditembak brutal oleh Densus 88 tanpa status yang jelas. Tampak di seberang jalan raya para kuli tinta berkerumun menunggu untuk mengabadikan. Tak jauh disitu banyak pula para intel dari beberapa kesatuan juga tampak ikut melihat. Meski menggunakan baju preman wajahnya tak bisa menutupi identitasnya.

…ratusan orang datang untuk menyalatkan jenasah sang muallaf yang ditembak brutal oleh Densus 88 tanpa status yang jelas…

Poster berukuran A4 juga memenuhi di setiap gang kampung Tempen. Dengan kertas putih bertuliskan “TV One dilarang Masuk!”. Untuk yang kesekian kali Televisi milik grup Bakrie ini menjadi penolakan di setiap korban kebrutalan Densus 88. Beberapa ikhwan mengatakan alasan penolakan itu karena netralitas dan objektivitas TV One sangat diragukan.

“Karena selama ini TV One terlihat begitu getol menyiarkan berita yang tidak berimbang terhadap aktivis-aktivis Islam. Dan mereka begitu mesra dengan Densus 88,” papar seorang warga yang tidak mau dituliskan namanya.

Usai disemayamkan di masjid, jenazah Yuki dipindah ke rumah keluarganya. Meski sebelumnya tersiar kabar bahwa kedua orang tuanya menolak, namun pagi itu kedua orang tua Yuki yang masih Kristen, mau menerima jenazah pemuda yang ditembak di Medan beberapa waktu yang lalu. “Saya menerima mas. Bagaimanapun juga dia adalah anak saya. Yang membesarkan juga saya,” ujar Sina Karyadi. Sang ibunda, Ngatini juga tak bisa menahan kesedihannya. Air mata meleleh membasahi pipinya. Kurang lebih pukul 08.00 WIB raungan ambulan pengangkut jenazah merembat pelan menyusuri gang kecil menuju jalan raya.

“Allahu Akbar…Allahu Akbar..!!” Kepalan tangan para pelayat terangkat ke atas sambil meneriakkan takbir. Gema takbir itu terus gergelora hingga pagi dari ratusan aktivis dari penjuru kota Solo Raya yang memenuhi kampung Tempen Kelurahan Joyosuran

Perjalanan ke pemakaman memakan waktu setengah jam. Sebab pemakaman syariah itu berada di desa Wonosari RT 03 RW 13 Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo yang jauh dengan rumah Yuki.

Sehari sebelumnya, Selasa (28/9/2010), tersiar kabar bahwa masyarakat di desa Wonosari sepakat menolak kedatangan jenazah Yuki, yang ditandatangani oleh ketua RT dan Kepala Desa. Penolakan ini adalah buah provokasi para musuh-musuh Islam terhadap warga yang tidak tahu apa-apa. Warga pun akan menolak dengan mencegat rombongan jenazah.

Namun untuk menangkis provokasi itu, Sekretaris ISAC (The Islamic Studies and Action Center, Endro Sudarso menegaskan tekadnya untuk memakamkan jenazah Yuki di makam desa. “Apapun resikonya, jenazah Yuki tetap akan dikubur di desa Wonosari apapun resikonya,” tekadnya.

Untuk mengantisipasi penolakan warga yang terprovokasi itu, maka Rabu (29/9) ba’da subuh kurang lebih 40 laskar dikirim ke tempat pemakaman tersebut. Ternyata ancaman para provokator yang menolak pemakaman tersebut hanya isapan jempol belaka, sampai jenazah tiba di pemakaman. Tak ada satupun warga yang menolak. Acara pemakaman pun berjalan dengan lancar.

Di sela-sela pemakaman, Endro Sudarso menjelaskan bahwa jenazah Yuki Wantoro sangat mengenaskan akibat siksaan Densus 88. Di tubuhnya terdapat beberapa bekas luka tembakan di tiga titik yaitu pelipis kiri dua buah dan leher sebelah kiri satu buah.

Kejanggalan lainnya, lanjut Endro, tangan kiri Yuki juga patah. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa Densus 88 melanggar HAM berat.

“Sampai jenazah Yuki dimakamkan pun, keluarga juga belum menerima Surat Penangkapan,” kesal Endro.

Perlakuan Densus ini menimbulkan ketidakjelasan terhadap status Yuki, apakah ia tersangka perampokan Bank CIMB Medan ataukah pelaku teroris. Namun, Densus 88 telah beringas membunuhnya. Untuk itulah keluarga dan ISAC bertekad akan mengusut semua kezaliman ini dan memproses semua pihak yang terkait.

…Perlakuan Densus ini menimbulkan ketidakjelasan terhadap status Yuki, apakah ia tersangka perampokan Bank CIMB Medan ataukah pelaku teroris. Keluarga dan ISAC bertekad akan mengusut semua kezaliman ini dan memproses semua pihak yang terkait…

Sebelumnya, dalam konferensi pers di Solo, Senin malam (27/9/2010), ISAC mengungkapkan banyak kejanggalan dalam penembakan Yuki oleh Densus 88. Menurut Sekretaris ISAC Endro Sudarso, penembakan Yuki oleh Densus dengan tudingan melakukan perampokan Bank CIMB Niaga pada tanggal 18 Agustus 2010 sangat tidak beralasan. Pasalnya, menurut Endro, Yuki mempunyai alibi kuat bahwa dia tidak terlibat dalam perampokan Bank CIMB Medan sesuai dengan beberapa kronologis lengkap dengan para saksinya, sbb:

1. Selasa, 17 Agustus 2010 Yuki berada dirumahnya, Tempen RT 04 RW 02 kelurahan Joyosuran kecamatan Pasar Kliwon Solo.

2. Sehari kemudian, Rabu 18 Agustus 2010 Yuki membeli pulsa kepada kakaknya, Yudi Mansur (34) dan bercanda dengan ibunya.

3. Kamis 19 Agustus 2010, Yudi Mansur, kakaknya memotret Yuki menggunakan kamera HP. Rencananya, foto ini akan digunakan untuk mengurus pembuatan KTP di kelurahan.

4. Jum’at 20 Agustus 2010 Yuki membuat KTP di Kecamatan Pasar Kliwon dengan menggunakan pas foto yang dibuatnya pada tanggal 19 Agustus 2010.

5. Sabtu 21 Agustus 2010 Yudi berpamitan ke Jakarta.

6. Ahad 19 September 2010, Yuki Wantoro ditembak mati oleh Densus dalam penggerebekan di sebuah rumah di Belawan, Sumatera Utara.

…Polri harus menjelaskan kepada umat terutama keluarga Yuki Purwanto, kenapa Yuki dituding terlibat perampokan CIMB Medan, padahal saat itu Yuki berada di Solo…

Karenanya, ISAC mendesak Polri untuk menjelaskan kepada umat terutama keluarga Yuki Purwanto, kenapa Yuki dituding terlibat perampokan CIMB Medan, padahal saat itu Yuki berada di Solo. [Voa-Islam.Com]

Yuki Wantoro Bukan Perampok Bank, Tapi di DOR !

Umat Islam Kembali Diusik, Kartun Nabi Muhammad akan Dicetak Ulang oleh Jyllands Posten

Kopenhagen – Editor Jyllands-Posten, Flemming Rose, yang pada 2005 memicu kemarahan umat Islam dunia karena kartun Nabi Muhammad yang dipublikasikannya, merilis sebuah buku, Rabu (29/9), yang juga memuat kartun kontroversial itu.

Surat kabar Denmark Jyllands-Posten seakan tidak pernah bosan untuk menghina umat Islam. Mereka berniat mencetak ulang buku kartun tentang Nabi Muhammad yang pernah menimbulkan kontroversi di di seluruh dunia beberapa tahun lalu.
”Buku ini segera keluar seperti yang direncanakan,” ujar Karsten Blauert dari Jyllands-Posten kepada AFP. ‘Tirani kesunyian’ yang dikeluarkan Kamis, lima tahun sejak hari pertama kali kartun Nabi Muhammad muncul di koran Jyllands-Posten.

Meskipun tidak akan mencetak ulang gambar secara terpisah, Blauert mengatakan, isi halaman dari buku itu akan menampilkan gambar-gambar kartun Nabi Muhammad yang pernah dimuat surat kabar itu. Ditanya mengenai reaksi keras yang bisa muncul dari penerbitan ulang buku ini, dia tampak meremehkannya. Dia berkata, ”Sudah jelas bahwa banyak hal yang akan terjadi, tapi semuanya sudah berjalan sesuai rencana, itu tak akan mengubahnya.”

Buku ini dibuat oleh Flemming Rose, redaktur budaya Jyllands-Posten. Dia lah yang mengeditor12 kartun Nabi Muhammad di halaman depan koran itu pada pada 30 September 2005. Akibat pemuatan kartun itu, Muslim di seluruh dunia mengecam koran itu dan menyesalkan Denmark yang membiarkan itu terjadi.

Penerbitan buku berjudul Tyranny of Silence itu dikhawatirkan akan memicu kekisruhan baru, bahkan bisa lebih parah dari 2005. Tak heran, Menlu Denmark, Lene Espersen, menyempatkan diri bertemu dengan 17 duta besar dari negara-negara Muslim, Rabu, untuk mencari cara mencegah munculnya krisis baru.

“Kekerasan dilakukan oleh orang-orang yang bereaksi atas kartun ini,” ujar Rose, yang sejak 2005 di bawah perlindungan polisi karena ancaman pembunuhan yang ia terima.

Rose juga menyatakan dirinya tidak menyesal berinisiatif memublikasikan 12 kartun itu, yang menjadi pintu perdebatan tentang kebebasan berekspresi di Denmark. [PR/KN/RB]