Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Jumat, 09 Juli 2010

Mencegah Ejakulasi Dini - Meningkatkan Stamina

Rio yang baru 5 bulan menikah merasa puas dengan kehidupan seksnya selama ini, tetapi ternyata istrinya Anita tiba-tiba mengeluhkan bahwa Hendra terlalu cepat berjalan menuju "puncak" orgasme tanpa menunggu dirinya. Hendra sebenarnya sudah berusaha untuk bertahan lebih lama lagi agar istrinya juga bisa mencapai orgasme, tapi semakin dia berusaha melakukan itu semakin cepat pula ia meninggalkan istrinya "manyun" dibelakang :)


Istrinya tentu protes dan meminta seharusnya Hendra bisa lebih lama lagi agar mereka bisa sama-sama menikmati kehidupan seks mereka. Rio yang sangat menyayangi istrinya, baru menyadari bahwa ia memiliki masalah yang mengganggu sekarang .

Citra seorang pria yang bisa "bertahan lama" dalam jangka waktu tertentu dalam kondisi apapun banyak menjadi bahan di berbagai artikel buku, majalah bahkan di layar televisi. Kemampuan untuk "bertahan lebih lama" dalam hubungan seks adalah satu faktor pentingjavascript:void(0), tidak hanya berpengaruh dalam kepuasan seksual para pria, tapi juga bagaimana memuaskan wanita pasangannya.

Studi tentang ejakulasi dini menghasilkan beberapa informasi penting tentang kemampuan untuk menunda orgasme/ekjakulasi. Dalam beberapa Survei, di Eropa dan Amerika Serikat, hinga 40% pria menyatakan bahwa mereka punya masalah dengan ejakulasi dini dan bagi mereka ini sangat mengganggu mereka dan tentu saja bagi pasangan mereka sendiri.

Tapi kapankah label ejakulasi dini harus diberikan pada seorang pria? Berapa lama - menit atau jam - seorang pria bisa bertahan bukanlah masalah sebenarnya. Ada yang lebih penting yaitu bagaimana kemampuan seorang pria dalam mengendalikan gairah dan rangsangannya. Pria yang memiliki sedikit atau tidak memiliki kontrol terhadap gairah maupun rangsangan bisa kita katakan memiliki masalah ejekulasi dini.

Penyebab Ejakulasi Dini

Ada banyak hal yang mempengaruhi daya tahan dalam berhubungan seks. Pengalaman seksual adalah penyebab umum. Orang yang masih muda cenderung terburu-buru dan selesai lebih cepat ketika berhubungan seks. Tapi mereka memperbaikinya ketika pengalaman mereka semakin bertambah dan semakin mengenal tanda-tanda datangnya ejakuasli. Masalah umum lainnya adalah ketika wanita pasangan ingin melakukannya hubungan intim yang lebih lama lagi, tetapi sang pria menginginkan seks yang lebih cepat. Wanita tentu tidak akan terlalu senang dengan hal ini dan komunikasi yang buruk dengan pasangan, tanpa disadari akan membuat ketidakcocokan tentang apa yang diinginkan pasangan dalam berhubungan intim.

Kecemasan dan emosi lainnya yang muncul dalam suatu hubungan juga bisa menjadi penyebab dari masalah ejakulasi dini. Ambil contoh pasangan Rio dan Anita jika mereka bertengkar dan saling melakukan aksi tutup mulut, maka tidak mungkin mereka cukup terbuka untuk Melakukan hubungan intim atau dalam hal ini bahkan hanya untuk saling berbaikan.

Kesalahan Pria

Hal yang sering pria lakukan saat berhubungan intim untuk menghindari masalah ini adalah dengan mengalihkan pikiran mereka kepada masalah yang lain. Seperti secara imajinasi menghitung mundur dari 100, membaca janji kesetiaan, membayangkan pekerjaan kantor dan lain-lainnya yang bisa membuat jarak antara mereka sendiri dengan ketakutan mereka bila ejakulasi datang terlalu cepat. Mereka mungkin juga mencoba kondom, krim penghilang rasa, bius lokal atau cara lain untuk mengurangi sensasi rangsangan fisik mereka.

Dan hasilnya mengejutkan bagi kebanyakan pria yang mencoba upaya ini malah membuat ejakulasi datang lebih cepat. Dan bukan sesuatu yang mereka inginkan untuk bertahan lebih lama. Selain menjauhkan pikiran mereka dari menikmati hubungan seks, mereka juga malah menghilangkan sensasi seks yang seharusnya bisa dinikmati.

Cara Berlatih

Aspek penting kunci untuk meningkatkan "daya tahan" adalah kemampuan untuk tetap fokus dengan sensasi dan rasa Ketika orgasme akan terjadi. Pria yang memiliki masalah dengan ejakulasi dini tidak tahu kapan mereka akan ejakulasi dan dengan demikian mereka tidak dapat mengendalikannya. Dengan mengalihkan perhatian dan sensasi saat berhubungan seks malah akan membuat masalah lebih buruk.

Cara yang lebih baik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melatihnya secara fisik, mental serta emosional untuk tetap fokus dan terlibat saat berhubungan intim. Berikut adalah Beberapa metode sederhana untuk membantu Anda. Salah satunya dengan menggunakan posisi seks yang kurang intens memberikan gesekan kepada penis - seperti posisi wanita di atas (Woman On Top). Atau memasukan penis secara perlahan juga akan membantu dalam tahap melatih dan menunda ejakulasi.
Lakukan latihan dengan pasangan untuk saling fokus dalam "merasakan". Program saling melakukan aktifitas sentuhan ini akan membantu mengenal tubuh diri sendiri dan tubuh pasangan dengan terfokus pada sensasi dan reaksi fisik pasangannya. Pertama-tama fokus pada sensasi saling menggosok dan mengusap di berbagai area tubuh pasangan (selain daerah genital/kemaluan) setelah cukup lama barulah secara bertahap melakukan usapan dan elusan ke arah daerah genital pasangan.
Teknik “Stop” and “Start” sering digunakan ketika pasangan mulai melakukan rangsangan di daerah genital yang berlanjut ke hubungan intim. Selama melakukan intercouse sang pria menggesekan /mendorong beberapa kali lalu berhenti bila merasakan ejakulasi akan datang. Teknik ini diulangi dan dilatih beberapa kali sampai sang pria terbiasa dalam melakukan pengendalian diri.


Komunikasi yang Baik

Satu hal yang tidak disadari dapat mengecilkan hati adalah sering meminta maaf. Pria yang khawatir karena ejakulasi dini sering gelisah dan minta maaf selama dan sesaat setelah orgasme. Hal ini membuat pasangan mereka lebih tegang dan selanjutnya mengganggu kemampuan mereka secara fisik, mental dan emosional dalam berhubungan intim.


Apa yang membuat seks menjadi lebih baik pada umumnya juga akan membuat daya tahan semakin baik. Seks yang baik didasarkan pada komunikasi yang baik antara pasangan sehingga tekanan emosional seperti kecemasan dan lainnya tidak akan mengganggu dan mengalihkan perhatian saat berhubungan intim.

Jadi, agar terhindar dari ejakulasi dini, jangan mengalihkan perhatian Anda dengan menghitung mundur dari 1000, jangan menggunakan krim untuk menghilangkan rasa, jangan merasa bersalah karena telah orgasme. Cobalah untuk lebih merasakan secara emosi dan fisik terhadap pasangan anda, latih respon pengendalian diri anda terhadap orgasme dan mulailah nikmati rasa yang lebih dalam keintiman seksual.


Tentang Pengarang:
Terrance Riley, Ph.D. adalah staf dari San Jose Marital & Seksualitas Centre di mana dia Bekerja pada berbagai masalah seksualitas laki-laki dan praktek swasta di Fremont, CA.

0 komentar:

Poskan Komentar