Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Kamis, 19 April 2012

Bahaya Patah Hati


VIVAnews - Patah hati tak hanya berdampak pada masalah emosional. Ternyata, Anda bisa juga meninggal, karena kehilangan orang yang Anda cintai. Setidaknya, hal inilah yang diungkapkan oleh para ilmuwan dari Universitas Birmingham.

Seperti dilansir dari Daily Mail, para ilmuwan tersebut mengatakan bahwa kesedihan yang intens dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga akan lebih rentan terhadap infeksi.

Mereka menemukan bahwa tingkat stres dan depresi akibat patah hati dapat mengganggu fungsi sejenis sel darah putih yang disebut dengan neutrofil. Neutrofil diketahui berfungsi memerangi bakteri tertentu seperti pneumonia.

Para peneliti mengatakan bahwa efek tersebut memburuk seiring bertambahnya usia. Karena semakin dewasa seseorang, kemampuan mereka untuk memproduksi hormon lain yang dapat menangkal kerusakan akan semakin hilang.

Mereka percaya bahwa hal ini dapat menjelaskan mengapa sebagian pasangan yang telah menikah bertahun-tahun dapat meninggal beberapa bulan, minggu, atau beberapa hari setelah berpisah.

"Ada banyak cerita singkat tentang pasangan yang menikah selama 40 tahun. Ketika salah satu dari mereka meninggal dan beberapa hari kemudian pasangannya pun meninggal. Tampaknya ada dasar biologis untuk hal ini," ujar Profesor Janet Lord, pemimpin penelitian.

Menurut dia, secara tidak langsung, kesedihan karena patah hati dapat merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga lebih mudah terinfeksi. "Yang terjadi di sini adalah stres dan depresi memiliki efek yang kuat pada sistem kekebalan tubuh, bahkan pada orang yang sehat sekali pun," tuturnya.

Profesor Lord dan rekannya menganalisis sistem imun dan kadar hormon dari 48 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas. Separuhnya mengalami patah hati dalam 12 bulan terakhir.

Mereka menemukan bahwa kemampuan neutrofil dalam melawan bakteri lebih rendah pada orang yang mengalami patah hati, karena kadar hormon stres kortisol mampu menekan aktivitas neutrofil.

Tercatat, pada 1995, mantan Perdana Menteri Inggris, James Callaghan, meninggal karena pneumonia, hanya sepuluh hari setelah istrinya meninggal. Dan, pada 2003, musisi Johnny Cash meninggal, karena komplikasi yang berhubungan dengan diabetes hanya empat bulan setelah istrinya meninggal. (art)

0 komentar:

Poskan Komentar