Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Kamis, 30 Agustus 2012

{Waspada Gurita Bakrie!} Lilitan Utang di Tubuh Bisnis Bakrie

Lilitan utang di tubuh bisnis Bakrie

Sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, Aburizal Bakrie memang menjadi sorotan. Apalagi dengan melemahnya kinerja perusahaan yang berada di bawah kepunyaan dia. Melalui perusahaan Bakrie & Brothers, Bakrie mengumpulkan pundi-pundi emasnya.

Namun, akhir-akhir ini mesin uang Bakrie mulai mengkerut. Hal tersebut ditunjukkan dengan melemahnya saham-saham perusahaan Bakrie & Brothers (BNBR) dan beberapa anak usahanya.


Beberapa perusahaan yang berada di bawah BNBR antara lain Bumi Resources (35 persen), Bakrie Sumatera Plantations (54,59 persen), Bakrie Telecom (52,6 persen), Energi Mega Persada (40 persen), Bakrieland Development (40 persen), Bakrie Metal Industries (99,9 persen), dan Bakrie Indo Infrastructure (99,9 persen).

Sebagian besar penurunan saham perusahaan-perusahaan tersebut disebabkan oleh banyaknya beban utang di dalam perseroan. Bahkan, analisis dari Panin Sekuritas mengatakan bahwa bukan tidak mungkin Bumi Resources akan bangkrut. Namun, hal tersebut dibantah secara keras oleh Direktur Bumi Resources Dileep Srivastava, "Itu tidak masuk akal!"

"Para pemegang saham sudah mulai tidak mood untuk membeli saham-saham perusahaan grup Bakrie. Salah satunya adalah mengenai beban utang tersebut," ujar analis pasar saham Indosurya Asset Management, Reza Priyambada.

Tak hanya BUMI, Bakrie Telecom (BTEL) pun telah mencatatkan kerugian akibat utang yang menumpuk. BTEL pada semester pertama lalu telah mencatatkan kerugian sebesar Rp 287 miliar atau naik 150 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Menurut laporan keuangan yang didapatkan merdeka.com, berikut daftar utang-utang yang dimiliki oleh Bakrie dengan jatuh tempo tahun 2012 bersama afiliasinya.

1. Bakrie & Brothers mencapai Rp 5,4 triliun

2. Bumi Resources USD 638 juta (Rp 6,38 triliun)

3. Bakrieland Development Rp 17,707 triliun

4. Energi Mega Persada Rp 11,215 triliun

5 Bakrie Sumatera Plantations Rp 9,644 triliun

6. Bakrie Telecom Rp 7,844 triliun

7. Bumi Resources Minerals Rp 3,338 triliun

8. Berau Coal Energy Rp 1,535 triliun

9. Visi Media Asia Rp 822,276 miliar

10. Darma Henwa Rp 406,165 miliar

0 komentar:

Poskan Komentar