Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Sabtu, 10 November 2012

LMND: Rakyat Malu Punya Presiden Mirip Londo Ireng


Jakarta – KabarNet: Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) membulatkan tekad menolak penyerahan Blok Tangguh ke British Petroleum (BP), dengan unjuk rasa disertai pembakaran foto Menteri ESDM, Jero Wacik, di kantor Kementerian ESDM Jalan Medan Merdeka Selatan, (Jumat, 9/11).
Bagi pemuda yang paham sejarah dunia, penghargaan dari sebuah negara imperialis kuno semacam Kerajaan Inggris, yang pernah mengeksploitasi negeri-negeri “selatan” di abad 19 hingga pertengahan abad 20, adalah penghinaan besar bagi rakyat Indonesia. Demikian penegasan Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, Lamen Hendra Saputra.
“Melihat kelakuan SBY, kami seperti de javu melihat adegan di masa lalu. Di awal abad 19 diceritakan raja Jawa berkapitulasi di bawah kaki Kerajaan Inggris dengan Gubernur Jenderal Sir Stanford Raffles sebagai perwakilannya di Indonesia,” ujar Lamen dalam pernyataan resmi LMND.
Kini, sosok Raffles di abad 19 digantikan oleh konglomerat yang juga bangsawan Inggris bernama Sir Henry Keswick, yang faktanya adalah orang terkaya di Indonesia karena berhasil membukukan pendapatan senilai US$ 15,8 miliar atau setara Rp 157,7 triliun di tahun 2012 melalui perusahaan Astra Internasional/Jardine miliknya.
“Rakyat Indonesia merasa malu memiliki Presiden yang lebih mirip dengan londo ireng daripada dengan seorang Bapak Demokrasi seperti yang belum lama ini dianugerahkan KNPI. SBY sudah melanggar pasal tentang demokrasi ekonomi di Pasal 33 UUD 1945 dan cita-cita nasional bangsa ini,” tegasnya.
LMND menilai, SBY tidak layak dikatakan demokratis karena penyerahan ladang gas Tangguh ke Inggris adalah kebijakan yang terang-terangan melanggar pasal konstitusi tentang demokrasi ekonomi (Pasal 33 UUD 1945).
Oleh karena itu, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) membulatkan tekad menolak penyerahan Blok Tangguh ke British Petroleum (BP). Seperti halnya Blok Mahakam yang tidak boleh diserahkan ke Total-Perancis, LMND berposisi politik tegas bahwa ladang gas Blok Tangguh juga tidak boleh diserahkan ke BP. Blok Tangguh di Papua yang memiliki cadangan gas hingga 14 triliun kaki kubik adalah blok terkaya di dunia.
“Gas merupakan pasokan energi penting bagi kebutuhan industri nasional, per tahun rata-rata 8-9 persen industri tumbuh dan itu berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan gas termasuk pembangkit PT PLN dan terminal LNG membutuhkan gas,” terangnya.
LMND menyuarakan cara perubahan bagi masa depan bangsa Indonesia dengan menasionalisasi Blok Tangguh demi kesehatan gratis, pendidikan gratis, lapangan kerja dan upah layak nasional. Selain itu, pemerintah dan DPR harus mencabut seluruh produk UU yang merusak kedaulatan dan kemandirian bangsa diantaranya UU Migas 22/2001 dan UU Penanaman Modal 25/2007. Indonesia pun mesti mengambil alih seluruh kekayaan alam yang telah dikuasai oleh perusahaan tambang asing.[KbrNet/RakyatMerdeka]

0 komentar:

Poskan Komentar