Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Senin, 26 Maret 2012

Sri Mulyani Tersingkir dari Kandidat Bos Bank Dunia


Jakarta – KabarNet: Sejak 68 tahun silam, pemerintah AS selalu memonopoli posisi Presiden Bank Dunia tanpa ada lawan. Namun tahun ini, untuk pertama kalinya AS mempunyai 2 lawan dari negara lain untuk calon Presiden Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick yang mengundurkan diri Juni nanti.

Bank Dunia pada Jumat waktu setempat menerima tiga nominasi presiden direktur lembaga keuangan internasional itu menggantikan Roberts Zoellick yang habis masa jabatannya pada Juni mendatang. Sementara Sri Mulyani tersingkir dari nominator.

Padahal mantan menteri keuangan RI yang saat ini menjabat managing director Bank Dunia tersebut namanya sempat mencuat setelah salah satu petinggi Bank Dunia menyatakan Sri sebagai kandidat kuat pengganti Zoellick. “Dewan mengumumkan ketiga kandidat tersebut akan dipertimbangkan untuk mengisi posisi presiden Bank Dunia,” kata Bank Dunia dalam sebuah pernyataan, di Washington, Jumat.

Sesuai jadwal yang ditetapkan, pendaftaran kandidat presiden Bank Dunia berakhir pada Jumat waktu Amerika Serikat (23/3). Pemilihan presiden akan ditentukan dewan direksi eksekutif Bank Dunia melalui tahapan wawancara.

Berikuti ini tiga calon Presiden Bank Dunia yang bakal bertarung, seperti dikutip AFP, Sabtu (24/3/2012):

1. Ngozi Okonjo-Iweala, yang mendapat dukungan dari 3 negara di Afrika yaitu Nigeria, Afrika Selatan, dan Angola. Wanita berumur 57 tahun ini merupakan seorang ekonom dan menteri keuangan di Nigeria yang telah menghabiskan waktunya lebih dari 20 tahun para posisi penting di Bank Dunia. Okonjo lahir dari keluarga aristokrat di Selatan Nigeria. Dia menempuh studi ekonomi di Harvard dan memperoleh gelar doktor ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology. Dia menikah dengan seorang ahli operasi Ikemba Iweala dan dikaruniai 4 orang anak.
2. Jose Antonio Ocampo. Pria berumur 59 tahun ini merupakan ekonom yang pernah bekerja untuk pemerintah Kolombia dan PBB. Dia juga pernah memegang posisi sebagai menteri agrikultur, menteri perencanaan pembangunan, dan Ggubernur bank sentral di Kolombia. Pada 2003-2007, dia bekerja di PBB langsung di bawah Sekjen yang membidangi ekonomi dan urusan sosial. Saat ini Ocampo bekerja sebagai profesor di Colombia University, New York.
3. Jim Yong Kim, yang merupakan calon dari AS dan telah mendapat dukungan Presiden Barack Obama. Pria berumur 52 tahun ini lahir di Seoul Korea Selatan, namun tumbuh di Iowa, AS. Dia pernah menempuh pendidikan di bidang medis dan antropologi di Harvard dan mengajar kedokteran di beberapa universitas. Pada 2003-2007, Kim memimpin WHO di bidang penanganan HIV/AIDS untuk negara berkembang. Saat ini Kim menjabat sebagai Presiden di Dartmouth College.
Namua mantan menteri keuangan Sri Mulyani yang disebut-sebut banyak dijagokan ternyata tidak masuk dalam calon Presiden Bank Dunia. Pemerintah Indonesia mengaku sangat ingin mengajukan mantan menteri keuangan Sri Mulyani sebagai calon Presiden Bank Dunia. Namun Indonesia tak punya kekuatan menggeser dominasi AS.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai keinginan masyarakat agar Sri Mulyani maju dalam ajang pemilihan Presiden Bank Dunia harus disertai dengan pemikiran yang realistis. “Kalau kita kepengennya sih (Sri Mulyani menang), siapa tidak kepengen putra/putri Indonesia memimpin Bank Dunia, tapi kita harus realistis melihat kekuatan kita, jangan maju tapi kita tidak mengukur kemampuan kita,” ujar Hatta.

Menurut Hatta, peluang Sri Mulyani untuk menyingkirkan calon-calon dari negara dominan di Bank Dunia, seperti negara-negara Eropa dan tentunya AS cukup sulit. “Ya harus mengukur, kalau namanya IMF, World Bank itu adalah kekuatan Eropa dan Amerika Serikat karena mereka itu shareholder terbesar. Kalau mereka dukung kita jadilah, kalau dia tidak mendukung berat juga karena mereka memiliki voting rights yang lebih besar daripada kita, jadi realistis saja kita melihat,” ungkapnya.

Sudah menjadi rahasia umum, selama hampir tujuh dekade terakhir para petinggi Bank Dunia selalu ditempatkan AS dan koleganya, sedangkan bos IMF selalu ditempatkan Eropa. [KbrNet/DTC/Slm]

0 komentar:

Poskan Komentar