Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Kamis, 31 Mei 2012

Berharap Hari Ini Tak Ada Asap Rokok

Jakarta, Berharap hari ini tak ada asap rokok, sepertinya adalah sesuatu yang muskil. Meskipun setiap tanggal 31 Mei diperingati dunia sebagai Hari Tanpa Tembakau, tetap saja selama 25 tahun peringatan Hari Tanpa Tembakau tak bisa menggugah kesadaran si perokok.

Seluruh dunia hari ini memperingati Hari Tanpa Tembakau. Gema-gema tentang bahaya rokok pun mulai membahana dan diserukan oleh berbagai kalangan, mulai dari aktivis, dokter hingga orang-orang yang merasa sangat terganggu dengan asap rokok.

Bagi perokok, hari ini mungkin tidak jauh berbeda dengan hari lainnya. Seruan untuk berhenti merokok pun sepertinya hanya numpang lewat di telinga.

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah untuk orang yang sudah kecanduan. Efek nikotin membuat perokok tidak mampu menahan godaan untuk kembali menghisap tembakau.

Tapi perlu diingat, kunci untuk dapat menghentikan kebiasaan merokok adalah niat dan tekad yang kuat dari diri sendiri, juga dukungan dari orang-orang sekitar.

Ketika dorongan untuk merokok muncul, perokok akan melakukan segala cara agar tidak kembali menghisap batang tembakau tersebut. Namun setiap kali perokok berhasil menolak satu keinginan, maka ia sudah selangkah lebih dekat untuk berhenti merokok.

"Bagi perokok kadang-kadang yang menjadi patokan dari dampak merokok ini adalah gangguan pernapasan, jadi selama perokok tidak batuk atau sesak napas maka ia masih tetap merokok. Padahal efek samping dari merokok tidak selalu harus berdampak pada saluran pernapasan, karena itu tampaknya perokok ini harus kapok terlebih dahulu sebelum berhenti merokok," jelas DR Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Ketua Bidang Advokasi PB PAPDI, dalam tulisannya yang diterima detikHealth,Kamis (31/5/2012).

Menurut DR Ari, beberapa pasien menyesali kenapa dirinya merokok justru setelah terkena kanker lidah, kanker kerongkongan, kanker usus besar, kanker paru atau kanker pankreas.

Umumnya kalau penyakit akibat rokok yang dialami tidak terlalu berat, pasien hanya mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi dan akan kembali merokok lagi setelah ia merasa sehat. Tapi jika dampak sakitnya cukup berat maka biasanya ia akan berhenti total.

Maka sebelum Anda menyesal, mulai hari ini belajarlah untuk berhenti merokok. Tepat di Hari Tanpa Tembakau Sedunia, matikan rokok Anda!

0 komentar:

Poskan Komentar