Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Kamis, 31 Mei 2012

Dikirimi Paket Ganja, Renny Djajusman Ceramahi PNS Si Pengirim


Jakarta Renny Djajusman tampak kesal ketika bertemu dengan MRS alias Tesar (27), PNS di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mengiriminya paket berisi ganja, Kamis 24 Mei lalu. Renny pun sempat menceramahi si pelaku.

"Kamu sudah meneror saya. Kamu tahu, tindakan kamu sama saja dengan teroris," kata Renny kesal.

Hal itu diungkapkan Renny di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (31/5/2012).

Saking kesalnya, Renny sempat mengeluarkan sumpah serapah. "Kalau nurutin hati, pengen gua habisin," cetus Renny.

Usai 'menceramahi' Tesar, Renny tampak menangis. Anaknya, Yuka kemudian menggandengnya untuk meninggalkan pelaku.

Sementara itu, Renny mengucapkan terimakasih kepada anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya yang telah menangkap si pengirim paket ganja tersebut. Renny juga mengaku tidak kenal dengan si pelaku.

"Saya bersyukur ke Allah dan teman-teman reserse narkoba, apresiasi kami setinggi-tingginya. Teman saya Ratih Sang juga berterimakasih, kerja keras mereka luar biasa," ujar Renny.

Renny kemudian mengimbau kepada masyarakat untuk melapor ke polisi bila mendapat kejadian serupa yang menimpanya.

"Saya sarankan ke masyarakat kalau ada hal negatif seperti ini cepat lapor ke polisi. Saya lapor Kamis, dan responsnya sangat cepat, pelaku cepat tertangkap juga," jelasnya.

Atas keberhasilan anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya ini, Renny meminta Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab untuk memberikan penghargaan.

"Saya imbau kapolda, dengan prestasi mereka ini, bisa dinaikkan satu pangkatnya," imbuhnya.

Terkait motif pengiriman ganja, Renny mengaku tidak menyangka sama sekali bahwa paket tersebut ditujukan padanya lantaran persoalan pribadi pelaku. Semula, ia dan aktivis Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) menduga paket tersebut dikirimkan untuk menurunkan semangat para aktivis dalam memberantas narkotika.

"Henry (Ketua Umum Granat) katakan mungkin ini salah satu modus ingin menurunkan semangat kami. Sebelumnya, Novia Ardhana juga pernah difitnah. Novia difitnah menjual narkoba," paparnya.

(mei/rmd)

0 komentar:

Poskan Komentar