Today :

Not found what you looking for?:

Ini Cara Atapers Lawan Pintu Koboi yang Dipasang PT KAI


Jakarta - Para atapers (penumpang atap) KRL ekonmi tidak gentar dengan aksi PT KAI yang memasang pintu koboi dari Jakarta-Bogor di Pasarminggu Baru-Kalibata untuk menghalau mereka. Mereka memiliki cara ampuh yakni menendang pintu koboi sampai tiduran di atap KRL.

"Dulu waktu pintu koboi dipasang di KRL Bogor-Jakarta, kita tiduran dan tendang-tendang. Soalnya pintu koboinya nggak terlalu tinggi karena mentok kena pantograph kalau ketinggian," ujar atapers, Agung (bukan nama sebenarnya), kepada detikcom, Jumat (10/2/2012).

Agung naik di atap KRL dari Cilebut hingga Pasarminggu . Namun kini dia sudah tidak naik hingga Pasarminggu lagi.

Agung menilai, apapun cara PT KAI menghalau atapers tidak akan efektif. Selama KRL ekonomi tidak ditambah, maka akan sia-sia tindakan PT KAI.

"Kalau mau atapers takut naik di atap, tembak di tempat. Baru bakal efektif," kata dia.

Agung beralasan, aksi PT KAI menghalau atapers melanggar HAM. Toh, para atapers membeli tiket.

"Cuma keadaan kereta saja yang bikin kayak gini. Seharusnya atapers dikasih fasilitas. Bukan malah dibikin celaka kayak gitu," ucap Agung.

Pintu koboi sebelumnya dipasang PT KAI pada awal Juni 201. Pintu koboi ini terbuat dari fiber glass dengan tebal 1 cm, panjang 1,5-2 m, dan lebar 10 cm yang ditempel pada tiang listrik. Alat ini baru dipasang di jalur kereta dari Bogor ke Jakarta.

Pemasangan dilakukan di Stasiun Pasar Minggu, Duren Kalibata dan Tebet. Nah, mulai Kamis (9/2) kemarin hingga hari ini, PT KAI memasang lagi pintu koboi dari Jakarta ke Bogor di Pasarminggu Baru-Kalibata.

Dengan alat ini, penumpang akan terkena tamparan. PT KAI mengklaim dengan alat ini, penumpang atapers berkurang hingga 45 persen.

Sementara itu, soal pemasangan sapu-sapu atap untuk menghalau atapers juga terus dipasang. PT KAI menghalau atapers bervariasi yakni antara sapu-sapu atap dengan pintu koboi.

Sebelumnya, PT KAI telah melakukan berbagai cara untuk mengusir atapers alias orang yang suka naik ke atap KRL. Misalnya saja dengan menggunakan cat semprot, anjing pelacak, ustaz dan marawis untuk merayu atapers turun dari atap kereta. Namun semuanya tak efektif mengusir atapers. Alat bola-bola beton sukses untuk menghalau atapers kereta diesel rute Cikampek-Bekasi.

Hujan Air Mata di Sidang Kematian Bayi Joshua

Sydney - Hujan air mata terjadi saat sidang kasus kematian seorang bayi berumur 1 bulan di Australia. Para pengunjung sidang tak bisa menahan tangis mereka saat pasangan suami istri menyampaikan pernyataan yang menyayat hati tentang putra mereka.

Joshua Elliott meninggal pada 9 September 2009 di Rumah Sakit Anak, Sydney Children's Hospital. Bayi tersebut meninggal setelah sebuah kateter yang dimasukkan ke tubuhnya, menembus salah satu pembuluh darahnya. Hal itu memicu kebocoran cairan nutrisi ke dadanya yang menyebabkan kematian sang bayi.

Ketika itu bayi Joshua dilahirkan sebulan lebih awal dan menderita kelainan usus. Selama sebulan, bayi prematur itu harus dirawat intensif di rumah sakit demi meningkatkan berat tubuhnya yang rendah.

Di persidangan seperti dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (10/2/2012), para dokter yang telah merawat Joshua, juga keluarga dan kerabat, serta para pengacara yang hadir, meneteskan air mata saat orangtua Joshua, Nathan dan Rebecca Elliott angkat bicara mengenai anak laki-laki mereka yang telah tiada.

"Hari ketika dia meninggal adalah hari terburuk dalam hidup saya," kata Rebecca di persidangan koroner Glebe di Sydney.

"Dia mencuri bagian besar hati saya ketika dia lahir, dan dia membawanya pergi ketika dia meninggal," ujar Rebecca seraya menceritakan bagaimana dia selalu menjenguk Joshua ke rumah sakit setiap kali dia bisa.

"Setelah beberapa hari saya dibolehkan menggendongnya dan itu ajaib," cetus wanita itu. Dikatakan ibu Joshua itu, dirinya selalu memandangi foto bayinya setiap malam sebelum tidur. Setiap minggu pun keluarga itu berziarah ke kuburan Joshua.

Video singkat mengenai Joshua juga diputar di persidangan. Orangtua Joshua memuji para staf Sydney Children's Hospital yang terbuka dan jujur dengan mereka setelah kematian Joshua. Namun mereka tetap menginginkan jawaban atas kondisi seputar kematian putra mereka.

Di persidangan terungkap bahwa para dokter terpaksa menggunakan kateter yang sedikit lebih kecil dan lebih kaku dari yang seharusnya. Sebabnya, kateter ukuran yang ideal tidak ditemukan. Padahal kemudian diketahui bahwa kateter tersebut sebenarnya ada namun tak bisa ditemukan oleh perawat karena kesalahan pemberian label.

Sidang koroner ini masih akan dilanjutkan.

Ruhut: Nazaruddin Kabur Ada Yang Suruh


Jakarta – KabarNet: Terbongkar! Secara tak disangka-sangka, akhirnya terungkap juga kebenaran tudingan yang pernah dilontarkan sejumlah kalangan, bahwa kaburnya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M.Nazaruddin ke luar negeri beberapa waktu yang lalu, ternyata memang betul ada pihak yang sengaja menyuruhnya melarikan diri. Sebelum ini, para petinggi Partai Demokrat selalu menutupi dengan berkilah bahwa kepergian Nazaruddin ke Singapura pada mulanya adalah untuk berobat, kemudian kabur atas kemauannya sendiri. Kini misteri kaburnya Nazaruddin itu terungkap, dan langsung dari mulut Ketua DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, yang secara tidak sengaja keterlepasan bicara kepada media.

Terbongkarnya masalah ini bermula ketika Ketua Divisi KOMINFO Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ruhut Sitompul sedang berkomentar atas penetapan kader partainya, Angelina Sondakh, menjadi tersangka kasus korupsi Wisma Atlet. Saat itu Ruhut meminta Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mundur dari jabatannya sebelum dimundurkan dengan paksa. “Ya kan saya katakan itu kekhawatiran saya, mengapa saya minta Anas legowo mundur saja daripada nanti dimundurkan setelah jadi tersangka,” ujar Ruhut seperti dikutip oleh Detikcom, pada hari Sabtu (4/2/2012).

Lebih lanjut Ruhut berpendapat, bahwa rating Partai Demokrat akan merosot jika tidak segera diselamatkan. Oleh sebab itu ia berharap agar Anas rela dan legowo demi untuk menyelamatkan Partai Demokrat. “Rating partai makin turun kalau dia enggak kooperatif. Karena kami kader semua menangis, bagaimana Pak SBY ingin menyelamatkan partai. Disinilah dituntut Anas untuk legowo menyelamatkan partai,” tegasnya.



Ketika memberikan pernyataan pers itulah Ruhut Sitompul secara tidak sengaja keterlepasan bicara mengungkapkan latar belakang seputar kaburnya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M.Nazaruddin ke luar negeri beberapa waktu yang lalu sebelum akhirnya tertangkap. Saat itu Ruhut meminta agar Angelina Sondakh memenuhi setiap panggilan KPK, dan tidak lari ke luar negeri seperti Nazaruddin. ”Angie harus kooperatif saja, dan dia jangan dengarkan kata orang, jangan seperti yang dialami Nazaruddin, dia disuruh lari!” ujar Ruhut yang rupanya tidak sadar bahwa dirinya telah keceplosan berbicara.

Ulasan Redaktur KabarNet:
Sebagaimana telah banyak diberitakan bahwa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M.Nazaruddin, kini ditahan oleh KPK di Rutan Cipinang sebagai terdakwa kasus suap Wisma Atlet. Sebelum ditangkap, Nazaruddin sempat melakukan pelarian panjang dimulai dari kabur ke Singapura sampai pada akhirnya tertangkap oleh polisi setempat di Artagena, Columbia. Saat itu setiap dimintai keterangan seputar kaburnya Nazaruddin, para petinggi Partai Demokrat selalu berdalih bahwa Nazaruddin “mendapat ijin” untuk berobat ke Singapura, kemudian tidak mau kembali ke Indonesia, alias kabur, sampai akhirnya tertangkap oleh kepolisian Columbia melalui jaringan Interpol.

Kini pernyataan terbaru dari Ruhut Sitompul selaku salah seorang Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat ternyata bertolak belakang dengan pernyataannya sendiri di masa lampau saat Nazaruddin masih buron, dan bertolak belakang pula dengan pernyataan seluruh petinggi Partai Demokrat seputar kaburnya Nazaruddin. Ruhut mengungkapkan bahwa kaburnya M.Nazaruddin ke luar negeri karena memang “ada pihak yang menyuruhnya” agar melarikan diri.

M.Nazaruddin, sebelum dicopot dari jabatan struktural di organisasi partainya, menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat. Dalam hirarki kepartaian, jabatan bendahara umum merupakan sebuah posisi puncak yang berada langsung dibawah ketua umum dan sejajar dengan sekretaris jenderal. Artinya, yang bisa memerintah seorang bendahara umum dari sebuah partai hanyalah ketua umum partai itu. Atau dengan kata lain, bendahara umum hanya tunduk kepada ketua umum.

Dalam hirarki keorganisasian Partai Demokrat, pengurus harian yang diketuai oleh ketua umum (Anas Urbaningrum) berada dibawah bayang-bayang kekuasaan jajaran Dewan Pembina Partai Demokrat yang diketuai oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dari sini bisa ditarik suatu benang merah, bahwa kaburnya M.Nazaruddin ke luar negeri tentunya memang sengaja disuruh kabur, atau minimal direstui, oleh orang-orang yang posisinya lebih tinggi dari posisi Nazaruddin di Partai Demokrat. Sedangkan posisi di Partai Demokrat yang lebih tinggi dari posisi Nazaruddin hanyalah posisi Anas Urbaningrum Sang Ketua Umum, dan posisi Dewan Pembina yang diketuai oleh Presiden SBY. Dari titik ini pembaca KabarNet bisa menarik kesimpulan sendiri siapakah pihak yang menyuruh (atau merestui) Nazaruddin kabur keluar negeri, seperti diungkapkan secara tidak sengaja oleh Ruhut Sitompul. [KbrNet/adl]

Anggota DPR Termiskin Dapat Rp 1,03 Miliar per Tahun


Jakarta – KabarNet: Pantas saja banyak orang bersedia melakukan segala cara demi untuk masuk menjadi kader partai dengan tujuan bisa menjadi anggota DPR. Betapa tidak, seorang anggota DPR disamping menerima gaji minimal Rp 51 jutaan per bulan, juga memperoleh berbagai fasilitas kelas satu. Belum lagi berbagai tunjangan yang diterima setiap anggota dewan setiap melakukan kunjungan kerja ataupun studi banding keluar negeri. Masih ada lagi fasilitas anggota dewan untuk mendapat pengobatan gratis dengan fasilitas sekelas menteri kabinet. Kini, mulai tahun 2012 ini, telah diputuskan bahwa bagi setiap anggota DPR berhak menerima dana reses berupa uang senilai Rp 420 Juta per tahun.

Mengenai kenaikan tunjangan ‘dana reses’ Rp 420 Juta per tahun per anggota DPR ini dibenarkan oleh Sekretaris Fraksi PPP DPR, Arwani Thomafi, saat dikonfirmasi oleh wartawan di Jakarta, pada hari Sabtu (28/1/2012) yang lalu.

Arwani memaparkan bahwa, untuk setiap kali masa reses (masa tidak ada kegiatan/sidang di kantor DPR), setiap anggota DPR mulai tahun 2012 ini akan menerima dana Rp105 juta. Dana tersebut dimaksudkan untuk digunakan sebagai tunjangan atas kegiatan anggota DPR selama satu kali masa reses. Sedangkan dalam satu tahun ada 4 kali masa reses. Maka dalam setahun setiap anggota DPR berhak menerima total Rp 420 juta.

Menurut Arwani, setiap satu kali masa reses, anggota DPR RI memiliki tujuh agenda kegiatan. Masing-masing agenda, anggota DPR RI dibekali Rp15 juta. “Jadi untuk satu kali masa reses itu, anggota DPR RI sudah mengantongi Rp105 juta. Setahunnya, dengan empat kali masa reses, dibekali Rp420 juta,” tuturnya memberikan perincian.

Kenaikan dana reses tersebut telah diputuskan akan diimplementasikan pada tahun 2012 ini. Untuk tahun 2011 yang lalu, setiap kali masa reses, anggota DPR RI menerima Rp 31,5 juta per orang. Karena untuk satu agenda kegiatan, anggota DPR RI dibekali Rp 4,5 juta. “Dengan tujuh agenda kegiatan pada 2011, satu kali reses adalah Rp31,5 juta. Jadi ada kenaikan,” kata Arwani.

Uang gaji plus tunjangan yang diterima oleh anggota DPR bervariasi tergantung posisi dan jabatannya. Seorang Anggota DPR yang menjabat sebagai ketua Komisi, misalnya, menerima tunjangan lebih banyak ketimbang rekannya yang menjadi anggota DPR biasa. Belum lagi tunjangan-tunjangan yang diterima saat melakukan kunjungan kerja, studi banding ke luar negeri, dan lain lain. Maka bagi anggota DPR biasa yang tidak mempunyai jabatan khusus apapun di fraksi dan komisinya (alias anggota DPR termiskin) per bulannya akan menerima Gaji plus berbagai macam Tunjangan sebesar Rp 51 jutaan. Kalau dikalikan 12 bulan menjadi Rp 612 jutaan per tahun. Angka tersebut kini ditambah lagi dengan Tunjangan Dana Reses sebesar Rp 420 juta per tahun. Maka seorang Anggota DPR yang termiskin dan tidak memiliki jabatan khusus di fraksi dan komisinya akan menerima Rp 612 Jutaan + Rp 420 Juta = Rp 1.032.000.000,- (Rp 1,03 Miliar) per anggota DPR per tahun.

Angka-angka fantastis tersebut di atas merupakan ‘take home pay’ atau ‘uang yang sudah pasti dibawa pulang ke rumah’ oleh anggota DPR yang “malas” mencari proyek-proyek pemerintah untuk digarap dan dikejar fee-nya. Bagi anggota DPR yang “rajin” bergerilya mengejar proyek-proyek pemerintah seperti M.Nazaruddin dan Angelina Sondakh dkk, atau yang rajin menjadi calo mafia anggaran, maka tentu saja angka di atas terlalu kecil bagi mereka, Permainan anggota DPR golongan terakhir ini sudah mencapai ratusan miliar, bahkan triliyunan rupiah. Berminatkah Anda? [KbrNet/adl]

Nazaruddin Kepergok Dikunjungi Tengah Malam


Jakarta – KabarNet: Terdakwa kasus korupsi Wisma Atlet, M.Nazaruddin mendadak dikunjungi adiknya M.Nasir dan mantan Pengacara Mindo Rosalina Manullang (Rosa), Djufri Taufiq. Yang menjadikan pertanyaan besar, kunjungan itu dilakukan diluar jam berkunjung, bahkan tengah malam, dan dengan cara menekan petugas Rutan Cipinang agar dibolehkan masuk. Ada apa gerangan?

Peristiwa tidak biasa tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana yang memergoki Nazaruddin dan adiknya M.Nasir, serta mantan pengacara Rosa, Djufri Taufiq, tengah mengadakan pertemuan khusus di Rutan Cipinang. Menurut Denny, ketiga orang itu terlihat tengah mendiskusikan sesuatu dengan sangat serius. “Tengah malam tadi saya sidak Rutan Cipinang, bertemu Nazarudin, Nasir, pengacara Rosa, sedang konsolidasi,” ungkap Denny di hadapan sejumlah media, pada hari Kamis (9/2/2012).

M.Nasir adalah Anggota Komisi III DPR-RI dari Fraksi Demokrat, dan juga merupakan adik dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M.Nazaruddin yang kini menjadi terdakwa kasus korupsi Wisma Atlet. Denny Indrayana mengungkapkan bahwa Nasir kerap menemui Nazaruddin kakaknya di luar jam kunjungan. Dalam setiap kunjungannya Nasir selalu membawa nama Komisi III DPR agar setiap saat diperbolehkan masuk oleh petugas Rutan Cipinang. Denny menyatakan bahwa alasan Nasir yang mengaku sedang melakukan tugas DPR itu tidak bisa diterima. Meski selaku anggota Komisi III, menurut Denny, tentu harus taat pada aturan yang berlaku.



“Nasir selalu berkunjung di luar jam kunjungan. Ini mengulang apa yang terjadi di Rutan Pondok Bambu seperti apa yang terjadi di Rosa,” ungkap Wamenkum HAM Denny Indrayana.

Diungkapkan bahwa Denny memergoki Nasir, pengacara Rosa, Djufri Taufik, dan Nazaruddin tengah berbincang serius di Rutan Cipinang pada pukul 23.00 WIB, Rabu (8/2/2012) yang berlangsung sampai lewat tengah malam. Jam kunjungan normal di Rutan Cipinang adalah pukul 10.00-12.00 WIB dan 13.00-15.30 WIB. Rosa pun dahulu saat ditahan di Rutan Pondok Bambu kerap didatangi Nasir diluar jam kunjungan. Rosa mengaku mendapat ancaman sehingga akhirnya dia meminta perlindungan KPK untuk dipindahkan ke tempat lain di bawah perlindungan LPSK. “M.Nasir dan DJufri Taufik menjelaskan, kunjungan karena Nazar sakit, tapi tetap saja jam kunjungan berlaku,” kata Denny.

Perlu diketahui bahwa jaringan CCTV di Rutan Cipinang terhubung ke ruangan Menkum HAM Amir Syamsuddin dan Wamenkum HAM Denny Indrayana. Pertemuan Nazar, Djufri, dan Nasir itu terpantau oleh Denny melalui layar CCTV. Setelah melihat hal tidak biasa itu, Denny pun segera melakukan sidak ke Rutan Cipinang. Pihaknya bahkan sudah mengambil sejumlah barang bukti terkait pertemuan itu, termasuk foto-foto kendaraan yang terparkir di luar Rutan.

Pertemuan diluar jam berkunjung yang dilakukan ketiga orang itu patut untuk dicurigai, apalagi dilakukan sampai tengah malam. Terutama dengan adanya mantan pengacara Rosa, Djufri Taufiq, dalam pertemuan tersebut betul-betul menjadikan pertanyaan bagi siapapun yang berpikir logis. Ada apa di balik pertemuan itu? Lagipula sangat tidak lazim bagi seorang mantan pengacara Rosa (yang menjadi saksi memberatkan bagi Nazaruddin) menemui Nazar di Rutan Cipinang sampai lewat tengah malam. ”Dalam rangka apa pengacara Rosa mengunjungi Nazar?” cetus Wamenkum HAM Denny Indrayana mempertanyakan.

Dalam hal ini Nasir patut diduga telah ‘menjual’ nama Komisi III DPR agar bisa menjenguk Nazaruddin di luar jam berkunjung. Karena nyatanya para petugas Rutan Cipinang pun tidak berkutik saat menghadapi Nasir, dan Anggota Dewan “yang terhormat” itu pun dipersilakan bertamu sesuka hatinya. “Nasir bilang anggota Komisi III dan berhak berkunjung,” ujar Denny dalam keterangan persnya Kamis (9/2/2012) siang tadi.

Dalam kasus kunjungan Nasir ini, Wamenkum HAM Denny Indrayana tidak sepenuhnya menyalahkan petugas Rutan Cipinang yang meloloskan pihak-pihak tertentu untuk mengunjungi M Nazaruddin di luar jam kunjungan resmi. Menurut Denny, para petugas mengaku kerap ditekan oleh anggota Komisi III DPR, M Nasir untuk bisa memasukan pihak-pihak tertentu untuk menemui Nazaruddin diluar jam kunjungan. “Obrolan dengan petugas tadi malam, mereka dalam posisi tidak sepenuhnya bisa disalahkan. (Menurut keterangan petugas, red.) anggota Komisi III (Nasir) itu mengatakan DPR berhak mengunjungi, membawa institusi DPR. Tapi, seharusnya kan kunjungan tugas tertib waktu. Karena itu saya simpulkan tadi malam adalah pertemuan pribadi,” kata Denny memaparkan.

Denny juga mengungkapkan bahwa Anggota Komisi III DPR, M Nasir, serta pengacara Rosa, Djufri Taufik, terlihat kaget saat kepergok sedang menemui Nazaruddin malam-malam di Rutan Cipinang. Apalagi, lanjut Denny, kedua orang itu tidak menandatangani buku daftar pengunjung yang merupakan prosedur resmi dan syarat mutlak dalam mengunjungi seorang tahanan. “Dari buku tamu yang kami ambil di LP Cipinang kami lihat dan analisis kunjungan Nasir beberapa kali itu di luar waktu kunjungan. Tadi malam tidak ada nama Nasir dan Djufri di buku. Jadi buku tamu tidak menunjukan siapa yang berkunjung, Mereka bertemu disitu pukul 11 malam. Mereka agak terkejut karena bertemu di ruang tertutup. Setelah kami bertemu mereka bubar,” ungkap Denny lebih lanjut.

Menjawab pertanyaan wartawan, Denny mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti berapa lama Nasir dan Djufri bertemu dengan Nazaruddin. Namun yang pasti, lanjut Denny, pertemuan itu dilakukan bukan dalam waktu jam berkunjung dan bukan pula di ruangan yang memang disediakan khusus bagi pengunjung yang akan menemui seorang tahanan. “Yang pasti di ruang yang bukan tempat kunjungan. Jadi bukan jam kunjungan dan bukan tempat kunjungan,” tandas Denny yang baru dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Hukum UGM ini.

Lebih lanjut Denny mengungkapkan bahwa petugas jaga di Rutan ditekan oleh Nasir untuk memberikan izin masuk meski di luar jam berkunjung. Bahkan, petugas di Rutan kerap mendapat ancaman agar memasukan Nasir untuk bertemu dengan Nazaruddin kakaknya. Oleh sebab itu, Denny mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan sanksi kepada para petugas Rutan yang meloloskan pertemuan terlarang tersebut. Namun, Denny akan melakukan koordinasi dengan Menteri Hukum dan HAM untuk menertibkan Rutan CIpinang. Disamping itu, pihaknya pun akan melakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait masalah ini.



Dalam pada itu, Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat menilai kunjungan Nasir rekannya ke tempat tahanan Nazaruddin pada tengah malam sebagai hal yang tidak pantas. Terlebih karena kunjungan itu mengatasnamakan Komisi III DPR.

“Sebenarnya itu kan tidak etis kalau tengah malam begitu. Kan semua ada aturannya? Menimbulkan tanda tanya orang apa tujuannya?! Tidak ada salahnya berkunjung kalau pada siang hari. Berkunjung saja siang hari supaya tidak menimbulkan prasangka buruk,” kata Martin, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2/2012).

Menyikapi hal ini, Martin Hutabarat mencurigai ada maksud tertentu sehingga Nasir memilih mengunjungi kakaknya itu pada waktu tengah malam. “Ini membuat tanda tanya orang kepada Komisi III. Kita memang dapat kebebasan untuk mengunjungi lapas dan rutan tapi ada waktunya bukan pada tengah malam,” tandasnya. [KbrNet/adl] pahlawan nasional; tragedi tugu tani; video; abraham samad; mp3; free; musik;

MA Bebaskan Terdakwa Maling Uang Rakyat Rp 27 M


Jakarta – Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi jaksa yang menuntut terdakwa korupsi pembebasan lahan kuburan Lebak Bulus senilai Rp 27 miliar, Andi Wahab (60). Padahal jaksa menuntut Andi Wahab dipenjara selama 17 tahun. “Menolak kasasi jaksa,” kata ketua majelis hakim, Imron Anwari, dalam putusan yang dilansir MA, Kamis, (9/2/2012).

Kasus ini bermula saat ada pembebasan lahan pada 2006 untuk pertamanan dan pemakaman di Kelurahan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Saat itu, Kasubbag Pembinaan Biro Perlengkapan Pemda DKI tersebut mencari lahan untuk pemakaman dan bertemu calo tanah Teguh Budiono. Lahan kosong ini untuk dijadikan tanah kuburan yang berada di dua lokasi yaitu Tanah Kusir dan Lebak Bulus. Pemkot pun segera menggelontorkan dana membeli dua lahan tersebut.

Dari Teguh, lalu ditemukan tanah seluas 2,8 Hektar di Jalan Taman Sari, Lebak Bulus. Nilai pembebasan lahan tersebut sebesar Rp 29 miliar sedangkan pemilik tanah mengaku hanya menjual tanah sebesar Rp 500 ribu tiap meter perseginya. Padahal Dinas Pertamanan membeli tanah sebesar Rp 1.032.000 per meter persegi.

Dalam praktik terjadi penggelembungan harga oleh para pejabat terkait. Dari anggaran dialokasikan Rp 500 ribu per meter. Namun para pejabat justru melaporkan ke negara, dana yang dibutuhkan sebesar Rp 1 juta per meter.

Akhirnya, Kejaksaan Negeri Jaksel mengendus korupsi berjamaah tersebut dan menyeret banyak pihak. Pat gulipat tanah kuburan ini ‘menjebloskan’ belasan nama. Seperti Kepala Kantor Pemakaman Jakarta Dadang Kadarisman, mantan Wali Kota Jaksel Dadang Kafrawi, Camat Cilandak Ibnu Maulana dan Lurah Lebak Bulus, Akbar S Panca.

Atas selisih tersebut, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mengusut dan menetapkan Andi Wahab sebagai tersangka. Namun, PN Jaksel pada 19 Agustus 2010 membebaskan Andi Wahab. Andi dibebaskan oleh ketua majelis hakim PN Jaksel, Albertina Ho. Dalam putusan bernomor 363/Pid.B/2010 tersebut majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Albertina juga memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari tahanan.

Tidak terima, jaksa pun kasasi. Sayang, MA menolak kasasi jaksa tersebut. “Jaksa tidak bisa menjelaskan di mana alasan bebas murni atau tidak,” kata putusan yang juga diputus tersebut. Dan lagi-lagi, Andi Wahab kembali lolos dari lubang jarum. Dia putus bebas MA oleh majelis hakim Imron Anwari, Suwardi dan Rehngena Purba. Adapun Rehngena berbeda pendapat, dia menilai Andi Wahab bersalah.

Putusan tersebut bertolak belakang dengan tuntutan jaksa Fahrizal yang menuntut agar Andi dihukum 17 tahun penjara. Juga dihukum denda Rp 200 juta dan diharuskan membayar ganti rugi Rp 26 miliar, subsider kurungan selama 8 tahun. Atas putusan yang dibuat MA pada 9 Juni 2011 silam maka Andi wahab kini benar-benar menghirup udara dengan bebas. Tetapi, putusan MA ini tidak bulat sebab Rehngene Purba berpendapat sebaliknya. yaitu Andi Wahab harus bertangung jawab karena dinilai mengetahui korupsi tersebut. “Terdakwa selaku Kasubbag Pembinaan Biro Perlengkapan Pemda DKI mengetahui informasi tersebut dan mengetahui pembelian ini menyalahi Keppres 55/1993,” beber Rehngene. [KbrNet/DTC.COM]

1 dari 10 Anak Amerika Tak Tahu Siapa Ayahnya


New York – KabarNet: Bisakah Anda membayangkan suatu generasi umat manusia yang tidak mengetahui siapa ayah kandung mereka? Itulah fenomena yang sekarang sedang terjadi di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh lembaga riset ilmiah terkemuka di negara itu, Inspire Research, mengungkapkan bahwa anak-anak Amerika lebih mengenal ibu kandungnya ketimbang siapa ayah biologis mereka. Hasil penelitian itu membuat pemerintah Presiden Barrack Obama terperangah, karena faktanya 1 dari 10 anak di Amerika Serikat ternyata meragukan siapa ayah kandung mereka yang sebenarnya. Demikian KabarNet mengutip dari kantor berita internasional MSNBC, yang dirilis pada pada hari Rabu (8/2/2012)

Lebih lanjut penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 12 persen dari anak laki-laki dan 10 persen dari anak perempuan mengaku bahwa mereka bukan saja meragukan, namun bahkan sama sekali tidak mengetahui siapa ayah kandung mereka. “Amerika Serikat menunjukkan kecenderungan lebih tinggi sebab banyak orang hidup bersama tanpa menikah resmi dalam ikatan suami istri, dan kemudian akhirnya memutuskan untuk berpisah begitu saja. Dengan kata lain, cukup banyak anak yang lahir di luar nikah,” ujar Professor Michael Gilding dari Swinburne Institute.

Hasil penelitian tersebut juga mengungkapkan trend peningkatan dari permintaan untuk melakukan tes DNA. Hal ini terjadi karena bagi yang ingin mengetahui identitas ayah kandung mereka, harus melakukan tes DNA terlebih dahulu untuk memastikan siapa ayah biologis yang berkontribusi sehingga mereka terlahir ke dunia.

Inspire Research juga melaporkan hasil penelitian pihaknya yang mengungkapkan bahwa sebanyak 20 persen dari total responden yang mencakup semua jenis kelamin mengaku bahwa mereka mempertanyakan kehadiran ayah mereka. Para responden tersebut menyatakan bahwa mereka baru terpikir tentang misteri siapa ayah kandung mereka setelah ada pihak yang menanyakan masalah tersebut.

Sedangkan sebagian yang lain dari para responden mengaku bahwa mereka mempertanyakan figur ayah kandung mereka karena sadar adanya kebutuhan untuk mengetahui siapa sang ayah yang sebenarnya. Kelompok ini beralasan perlunya mengenal figur seorang ayah kandung, paling tidak untuk menjawab permasalahan sehari-hari dalam pergaulan.

Fakta hasil penelitian membuktikan bahwa di negara-negara barat, diperkirakan 1 sampai 4 persen anak dari total populasi ternyata tinggal dengan “ayah” yang sebenarnya bukan ayah kandung mereka. Data ini menunjukan kecenderungan yang terus meningkat di Amerika Serikat, hingga mencapai seputar 2 sampai 4 persen dari total populasi, atau 2 kali lebih banyak dibanding dengan kecenderungan yang sama di negara-negara Eropa.

Itulah sebuah tragedi kemanusiaan yang kini harus dibayar mahal oleh bangsa Barat. Fenomena tersebut tak pelak lagi merupakan akibat dari kebebasan seks yang merupakan implikasi dari digembar-gemborkannya prinsip demokrasi dan kebebasan HAM ala Barat, yang akhirnya melahirkan suatu generasi dengan moral bejat! [KbrNet/adl] pahlawan nasional; tragedi tugu tani; video; ketua kpk; dpr; nazaruddin; denny indrayana; abraham samad; mp3; free; musik;

Pesawat Kepresidenan RI Rp 819 Miliar


Jakarta – KabarNet: Rakyat Indonesia boleh berbangga hati karena kini pemerintah memiliki pesawat kepresidenan super mewah jenis Boeing 737-800 Business Jet-2. Alhamdulillah, pembayaran harga pesawat tersebut senilai US$ 58,6 juta atau setara Rp 525,91 miliar juga sudah dilunasi oleh pemerintah kepada Boeing Company. Masih akan ada biaya-biaya tambahan untuk perlengkapan interior pesawat dan sistim keamanan pesawat tersebut, karena pemerintah membelinya dalam bentuk “green aircraft”, yaitu istilah untuk pesawat kosong yang belum dilengkapi interior dan sistem keamanan.

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Lambock V. Nahattands, sebagai institusi pemerintah yang berwenang melakukan pembelian pesawat tersebut mengungkapkan bahwa pembayaran dilakukan dalam tiga tahap. Dana untuk pembelian pesawat itu, menurutnya, murni dari APBN tanpa menggunakan pinjaman luar negeri.

Selanjutnya Lambock memaparkan bahwa pembayaran pertama dan kedua telah dlakukan pada tahun 2010 yang lalu, yaitu pembayaran pertama sebesar US$ 11,72 juta, dan yang kedua sebesar US$ 10 juta. Sedangkan pelunasan pesawat tersebut dilakukan pada pada bulan Januari 2012 yang baru lalu sebesar US$ 36,88 juta.

Dengan dilunasinya pembayaran pesawat tersebut, maka serah terima dari pihak Boeing kepada pemerintah telah dilakukan pada 21 Januari 2012 yang baru lalu. “Selanjutnya dilakukan pemasangan 6 tangki bahan bakar oleh PATS Aircraft System agar pesawat bisa terbang nonstop 10 jam sampai 12 jam dan selesai pada April 2012,” ujar Lambock di Gedung Sekretarian Negara, Jakarta, Kamis (9/2/2012),

Tahapan berikutnya, pemerintah akan mengadakan lelang terbuka yang berlaku secara internasional untuk pemasangan perlengkapan interior kabin dan sistem keamanan pesawat. “Saat ini dalam proses pelelangan yang pemenangnya diperkirakan akan ditentukan pada akhir Februari 2012. Pekerjaan interior cabin dan security system akan dimulai Mei 2012 dan diperkirakan selesai Agustus 2013,” papar Lambock.

Pesawat kepresidenan ini diharapkan bisa didatangkan ke Indonesia pada bulan Agustus tahun depan. Pengerjaan interior kabin dianggarkan sebesar US$ 27 juta. Sedangkan sistem keamanan dianggarkan senilai US$ 4,5 juta. Jadi total biaya pembelian pesawat tersebut menjadi US$ 91 juta atau Rp 819.000.000.000 (Rp819 Miliar).

Lebih lanjut Lambock mengatakan bahwa pembelian pesawat kepresidenan tersebut telah melalui proses panjang sejak rapat kerja Sekretariat Negara dengan Komisi II DPR pada 31 Mei 2010. Pihak DPR, menurutnya, telah menyetujui pembelian pesawat kepresidenan sebab dinilai lebih efektif dan efisien ketimbang harus menyewa pesawat seperti yang selama ini dilakukan dengan PT Garuda Indonesia.

Menjawab pertanyaan seputar keputusan untuk memilih membeli pesawat jenis Boeing 737-800 Business Jet-2, Lambock menjelaskan bahwa pesawat jenis Boeing dipilih dengan mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain faktor operasional, karena kebanyakan pilot Indonesia, termasuk yang dari kalangan TNI AU, lebih terbiasa dengan pesawat jenis Boeing karena lebih umum digunakan oleh berbagai maskapai penerbangan di Indonesia.

Disamping itu, fasilitas maintenance (atau perawatan) pesawat yang ada di Indonesia mayoritas untuk pesawat jenis Boeing ketimbang pesawat produk perusahaan lain.

Pesawat kepresidenan tersebut, menurut Lamhock, memiliki kriteria dan spesifikasi yang cocok untuk penerbangan VVIP. Antara lain, kemampaun menempuh penerbangan jarak jauh selama 10 sampai 12 jam, kemampuan mendarat di bandara kecil, kapasitas kabin penumpang yang sesuai untuk rombongan presiden sekitar 70 orang, serta dilengkapi dengan peralatan navigasi, komunikasi, insulasi kabin, serta berbagai fasilitas hiburan bagi para penumpang.

Berikut ini Redaksi mengumpulkan beberapa foto dari Pesawat Boeing 737-800 Business Jet-2, khusus untuk pembaca KabarNet yang setia:









[KbrNet/adl] pahlawan nasional; tragedi tugu tani; video; ketua kpk; dpr; nazaruddin; denny indrayana; abraham samad; mp3; free; musik;

Jakarta – KabarNet: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, naik pitam sampai membanting meja kursi di ruangan kantornya hingga hancu


Jakarta – KbarNet: Perseteruan di kubu KPK antara Abraham Samad dan jajaran pimpinan KPK, terkait dorongan menindaklanjuti penuntasan kasus dugaan korupsi Wisma Atlet yang ditengarai melibatkan petinggi Partai Demokrat seperti Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng ternyata bukan isapan jempol belaka. Bahkan, dalam rapat tersebut terjadi insiden gebrak meja yang berakibat patahnya salah satu kaki meja di ruangan Ketua KPK.

Salah satu Ketua DPP Partai Hanura, Akbar Faisal, Kamis lalu (26/01) membenarkan adanya ketegangan antara Abraham Samad dengan Busyro Muqoddas dan Bambang Wijojanto, terkait keputusan Abraham Samad dalam skandal suap wisma atlet. Akbar mengatakan, terjadi insiden di KPK dalam menetapkan tersangka kasus wisma atlet SEA Games. “Telah terjadi insiden di KPK, terjadi perpecahan dan perbedaan sikap pimpinan KPK dalam menetapkan tersangka dalam kasus suap Wisma Atlit,” kata Akbar di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (26/1) lalu. “Saya mencoba mengkonfirmasi informasi ini ke orang dalam KPK dan saya menemukan pembenaran akan hal ini. Tidak perlu saya sebut orangnya,” ujar Akbar.

Sebuah pesan di layanan Blackberry yang dikirim oleh Ketua KPK, Abraham Samad kepada salah seorang anggota DPR RI, jelas sekali memperlihatkan kekecewaannya karena perseteruan dalam rapat sampai bocor ke media. “Kok bisa seperti ini, sampai ketahuan,” kata Samad dalam pesan BBM yang ditunjukkan salah seorang anggota DPR RI, Jakarta, Sabtu (28/1).

Atas insiden ini, Abraham mencoba menepis isu perpecahan internal pemimpin KPK. Akan tetapi, saat ditemui wartawan Media Indonesia seusai konferensi pers dan menanyakan insiden memukul meja, Abraham tidak membantah juga tidak membenarkannya. “Kamu hadir, ya, waktu itu?”, katanya.

Sementara itu DPR menyesalkan perseteruan antar pimpinan KPK dalam rapat internal soal rencana penetapan petinggi Partai Demokrat dalam kasus suap Wisma Atlet. Menurut anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar, hal itu memperlihatkan pembajakan terhadap Pimpinan KPK oleh pihak tertentu. “Terus terang saya kecewa mendengar berita adanya insiden saat rapat Pimpinan KPK. Hal tersebut sangat disayangkan. Bila ini memang terjadi, saya tidak melihat sebagai disharmonisasi pada pimpinan KPK, melainkan KPK sudah dibajak oleh kepentingan tertentu,” kata Aboe, Jakarta, Sabtu (28/1).

Oleh karena itu politisi PKS ini meminta agar ketua KPK, Abraham Samad untuk mengatakan yang sebenarnya tentang apa yang terjadi di antara pimpinan KPK. “Sebaiknya Abraham berterus terang saja. Bila memang ini benar-benar terjadi. KPK kan kepemimpinannya bersifat kolektif kolegial, jadi biar rakyat bisa membedakan siapa yang punya integritas dan siapa orang titipan. Kalau hakim kan ada disenting opinion, hal ini juga untuk menunjukkan integritas masing-masing hakim,” kata Aboe Bakar.

Ia menyebutkan, perkara Wisma Atlet dan Hambalang sudah jadi konsumsi publik. Apa yang disampaikan oleh tersangka kasus suap Wisma Atlet, M Nazaruddin ternyata bukan kicauan burung, tetapi sudah didukung oleh saksi-saksi. Masyarakat sudah melihat langsung kesaksian mereka. “Apalagi para saksi sudah disumpah. KPK pula yang mengajukan mereka, ini kan bukan saksi dari pihak Nazaruddin,” ucap Aboe. “Jadi publik sudah melihat kasus ini dengan transparan, jangan sampai KPK dikambinghitamkan dalam persoalan ini. Sungguh tidak patut bila KPK dituduh melindungi Anas Urbaningrum atau pun Andi Malarangeng, maka Abraham sebaiknya terus terang bila ada dissenting,” pungkas Aboe. Seperti dikutip gresnews.com

Dalam Blackberry Mesengger yang beredar luas disebutkan, bahwa Ketua KPK Abraham Samad mulai geram pada sikap pimpinan-pimpinan KPK yang lainnya. Kemarin, tepatnya pada hari Senin tanggal 23 Januari 2012, pada saat rapat pimpinan KPK terkait kasus Wisma Atlet SEA Games, Abraham Samad memberikan sikap yang tegas terhadap para tersangka. Bahkan Abraham Samad dikabarkan telah mengeluarkan surat penangkapan terhadap Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat dan Andi Alfian Malarangeng, karena mereka bukan lagi sebagai terduga, melainkan sudah menjadi tersangka.

Sementara Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto justru menyarankan untuk menunda dulu penangkapan itu dan mereka juga tidak bersedia menandatangani surat itu. Dalam pesan itu diceritakan bahwa Abraham Samad lantas marah dan mambanting beberapa meja hingga patah.

Aroma perpecahan itu tercium sampai Senayan. Setelah kejadian itu, para Dewan Pembina Partai Demokrat berkumpul di Cikeas malam harinya, untuk membahas masalah itu. Dalam pemberitaan media, alasan pertemuan itu dimaksud untuk merapatkan barisan supaya Partai Demokrat semakin solid dan kuat.

Berikut isi BBM tersebut:

ADA INFO UNTUK KALANGAN SENDIRI DAN JIKA BENAR ADANYA, MAKA MENJADI KEPRIHATINAN SEKALIGUS KITA SEPERTI DITUNTUT UNTUK KAWAL KPK DAN KETUA KPK ABRAHAM SAMAD SECARA SERIUS.

Ketua KPK Abraham Samad mulai geram dengan sikap pimpinan-pimpinan KPK yang lainnya. Kemarin, tepatnya pada hari Senin tanggal 23 Januari 2012, pada saat rapat pimpinan KPK terkait kasus Wisma Atlet SEA Games, Abraham Samad memberikan sikap yang tegas terhadap para tersangka.

Bahkan Abraham Samad telah MENGELUARKAN SURAT PENANGKAPAN terhadap Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat dan Andi Alfian Malarangeng, Menteri Pemuda dan Olahraga karena mereka bukan lagi sebagai TERDUGA, melainkan sudah menjadi TERSANGKA bagi KPK untuk menyelediki lebih lanjut.

Hanya saja sayang, ketika hendak menandatangani surat penangkapan itu, Abraham Samad dan pimpinan-pimpinan KPK yang lain melakukan rapat untuk menandatangani itu. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto justru menyarankan untuk menunda dulu penangkapan itu dan mereka juga tidak bersedia menandatangani surat itu.

DENGAN DEMIKIAN ABRAHAM SAMAD GERAM DAN MEMBANTING BEBERAPA MEJA DI TEMPAT ITU HINGGA PATAH. Tapi sayang, wartawan tidak ada yang tahu tentang hal demikian. Bahkan wartawan resmi KPK pun tidak mengetahui hal itu.

Setelah kejadian itu, para Dewan Pembina Partai Demokrat berkumpul di Cikeas malam harinya, untuk membahas masalah itu. Dalam pemberitaan media, alasan pertemuan itu dimaksud untuk merapatkan barisan supaya Partai Demokrat semakin solid dan kuat.

Padahal yang sebenarnya adalah untuk membahas RENCANA PENANGKAPAN ANAS URBANINGRUM dan ANDI ALFIAN MALARANGENG oleh KPK.

Sebelumnya dikabarkan telah beredar luas lewat Blackberry Mesengger bahwa Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto dalam rapat pimpinan KPK menolak Anas dan Andi Malarangeng dijadikan tersangka. Padahal, Ketua KPK, Abraham Samad sudah berniat menetapkan keduanya menjadi tersangka karena bukti-bukti yang ada sudah jelas. Dalam rapat tersebut sampai terjadi insiden gebrak meja yang berakibat patahnya salah satu kaki meja yang ada di ruangan Ketua KPK. [KbrNet/Slm/Gress]

Ketua KPK Ngamuk, Meja Kursi Hancur Berantakan


Jakarta – KabarNet: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, naik pitam sampai membanting meja kursi di ruangan kantornya hingga hancur berantakan. Pasalnya, langkah Abraham Samad yang akan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng, terkait kasus suap Wisma Atlet, dicegah pimpinan KPK yang lain. Pencegahan inilah yang membuat Abraham berang, naik darah dan melampiaskan kemarahannya. Inilah informasi yang dirilis oleh Anggota DPR-RI, Ahmad Yani (PPP), dan Akbar Faisal (Hanura).

Terungkapnya berita ini bermula dari pesan singkat (SMS/BBM) yang beredar di kalangan tertentu, terkait langkah Ketua KPK Abraham Samad yang akan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Menpora Andi Alfian Malarangeng. Peristiwa itu berawal ketika Ketua KPK Abraham Samad sudah siap hendak menandatangani surat perintah penangkapan terhadap Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Menpora Andi Malarangeng. Namun langkah ini dicegah oleh Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto, yang menyarankan agar menunda dulu rencana penangkapan tersebut. Pencegahan inilah yang membuat Abraham naik pitam. Kontan saja suara hiruk pikuk dari ruang kantor Abraham yang sedang membanting-banting meja kursi itu terdengar oleh banyak petugas KPK yang lain, dan tanpa diketahui siapa yang memulai tahu-tahu berita ini sudah beredar dan menjadi perbincangan anggota dewan.



Anggota Komisi III DPR-RI, Ahmad Yani, sangat menyesalkan terjadinya ketegangan antar Pimpinan KPK dalam proses investigasi dan penindakan atas kasus dugaan korupsi Wisma Atlet. Ahmad Yani mengaku dirinya mendapat informasi ini dari rekannya di Komisi III, Akbar Faisal. “Saya baru mendapatkan informasi ini dari rekan Akbar Faisal, dan Akbar Faisal mendapat informasi yang menurutnya kualifikasi A1. Kualifikasi A1 ini tentunya bukan perorangan, bukan anggota penyidik, tapi pasti dari Pimpinan KPK,” ungkapnya kepada wartawan di Gedung DPR, Kamis (26/1/2012).

Lebih lanjut Ahmad Yani berpendapat, untuk menetapkan siapa tersangka kasus suap Wisma Atlet berikutnya tidak dibutuhkan kecerdasan khusus. Dengan melihat fakta-fakta yang yang terungkap di persidangan dan berdasarkan proses hukum acara, dari situ saja sudah cukup bisa diketahui siapa saja yang terlibat. “Dan orang yang akan ditetapkan tersangka itu adalah orang yang berkali-kali dipanggil KPK dan berkali-kali datang ke KPK,” tandasnya.

Ahmad Yani menyayangkan kejadian dicegahnya Ketua KPK yang akan menangkap tersangka pelaku tindak pidana korupsi. Ia khawatir KPK tidak bisa diharapkan lagi untuk membongkar kasus-kasus lain yang melibatkan orang-orang tertentu yang memiliki akses ke kekuasaan dan finansial. Menurutnya, intergritas dan moralitas KPK saat ini betul-betul sedang dipertaruhkan. “Kalau KPK sudah dijadikan instrumen politik untuk melindungi partai politik tertentu dengan maksud tujuan tertentu, ini menjadi tidak adil buat partai lain dan orang lain. Yang tidak memiliki akses kekuasaan bisa digulung habis,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR-RI Akbar Faisal, meyakini kebenaran informasi tentang adanya perpecahan di tubuh pimpinan KPK. Akbar mengaku bahwa dirinya mendapatkan informasi tentang perpecahan di unsur pimpinan KPK langsung dari sumber di dalam lembaga tersebut. Diungkapkannya bahwa Ia mengenal dekat Ketua KPK Abraham Samad karena sama-sama berasal dari Sulawesi Selatan, disamping juga karena pekerjaan Akbar yang sebelumnya pernah berprofesi sebagai wartawan.



Akbar berpendapat bahwa sangat masuk akal jika Abraham Samad sampai naik pitam sehingga membanting meja kursi di ruang kantornya lantaran ada pimpinan KPK lain yang berusaha menghalangi keputusan KPK untuk menangkap Anas Urbaningrum dan Andi Malarangeng. ”Saya mengenal Abraham sebagai orang paling keras kepala yang saya kenal,” ungkap Akbar kepada para wartawan usai menjadi pembicara dalam acara Forum Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah, di Jakarta, pada hari Kamis (26/1/2012).

Saat ditanya siapa nama sumber informasi tentang berita persengketaan antar pimpinan KPK ini, Akbar menolak menyebutkan nama. Akan tetapi, lanjutnya, sebagai seorang yang pernah berprofesi sebagai wartawan, dirinya meyakini kebenaran informasi yang diperolehnya. Sebagai misal, Akbar mencontohkan bahwa dirinya juga pernah mendapat informasi tentang perpecahan di kalangan pimpinan KPK terkait kasus skandal mega korupsi Bank Century. ”Waktu itu ada pimpinan KPK yang bilang kepada Abraham agar jangan mengikuti kemauan politikus DPR dalam kasus Century, karena menganggap DPR punya agenda,” pungkasnya.

Analisa Redaktur KabarNet:
Dari hal-hal yang diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPR, Akbar Faisal seperti yang tertulis di atas, dapat ditarik suatu benang merah bahwa informasi tersebut tentunya diperoleh Akbar dari Ketua KPK Abraham Samad sendiri. Mengingat kedekatan hubungan pribadi antara Abraham dan Akbar, disamping kaitan posisi Akbar di Komisi III DPR yang salah satu tugasnya mengontrol kinerja KPK, maka menjadi sangat logis dan manusiawi kalau Abraham mengeluhkan kendala-kendala yang dihadapinya kepada Akbar selaku temannya. Secara sederhana, ada dua hal yang bisa disimpulkan dari masalah ini:

1] Kemungkinan kebenarannya sangat besar soal berita tentang terjadinya perpecahan diantara personil unsur pimpinan KPK terkait langkah-langkah penindakan terhadap tersangka kasus suap Wisma Atlet.

2] Kemungkinan kebenarannya sangat besar, bahwa seandainya Ketua KPK Abraham Samad tidak dicegah oleh dua pimpinan yang lain, maka surat perintah penangkapan terhadap Anas dan Andi tersebut tentunya sudah ditanda-tangani. Atau dengan kata lain, andaikan langkah Abraham Samad tidak dihalangi, tentunya Ketum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dan MENPORA Andi Malarangeng saat ini sudah meringkuk di balik jeruji besi penjara. [KbrNet/adl]

HMI Tak Rela Anas Dipersalahkan, Meski pun…


Jakarta – KabarNet: Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat di ujung tanduk. Keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus dugaan suap wisma atlet dan kasus-kasus dugaan korupsi yang dilakukan melalui modus penggiringan proyek pemerintah melalui perusahaan bernama Grup Permai.

Dugaan keterlebitan Anas dalam kasus Wisma Atlet itu dalam pusaran waktu yang tak pasti. Dari berbagai sumber media memberitakan, bahwa status tersangka sejatinya sudah ditetapkan KPK, tapi KPK masih menimbang berbagai hal. Kenyataan ini membuat kubu HMI merasa terusik, seakan tak rela sosok Anas dijadikan tersangka dalam kasus korupsi, hingga merasa perlu memberikan dukungan kepada Mantan Ketua Umum PB HMI ini.

Wasekjen Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Chairul Basyar menyatakan, gerakan dukungan untuk Anas Urbaningrum sudah ada lebih dari sebulan lalu. Kader-kader daerah terus men-support Anas agar kuat dengan cobaan yang ada. “Kita support terus melalui twitter, facebook, SMS, dan juga mengunjungi langsung ke rumah Mas Anas. Kita berharap, semua yang dituduhkan ke Mas Anas tidak benar,” katanya, Minggu malam (29/1).

Chairul memastikan, semua kader HMI solid mendukung Anas. Sebab, Anas adalah bekas ketua umum PB HMI. Saat ini, Anas juga Ketua Presidium KAHMI, yang merupakan organisasi para alumni HMI, sehingga Anas dan HMI punya hubungan emosional yang kuat. Namun begitu, Chairul memastikan, semua dukungan yang diberikan hanya bersifat moril.

Sementara itu, Ketua Umum PB HMI Nur Fajriansyah sangat menyayangkan pemberitaan sebagian media yang terlalu memojokkan Anas Urbaningrum. Padahal, semua yang diberitakan baru sekadar asumsi. Sementara fakta dan substansinya belum ada. “Ini menjadikan kita prihatin. Kader-kader daerah juga prihatin terhadap hal ini,” katanya. Seperti dikutip Rakyat Merdeka.

Kader-kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di daerah di daerah nampaknya tidak rela juga melihat Anas Urbaningrum terus disudutkan dan disalahkan, walau pun pada akhirnya Anas ditetapkan sebagai tersangka. Karena itu, saat ini mereka sedang mempersiapkan gerakan untuk mendukung Anas yang merupakan bekas Ketua Umum PB HMI. “Sudah ada dua kali pertemuan ketua-ketua Badko HMI yang membicarakan soal pemberian dukungan untuk Mas Anas. Mereka ingin berbuat sesuatu untuk Mas Anas,” terang Ketua Umum HMI Badko Jawa Timur Sudharmono, Minggu, (29/1).

Namun, dukungan ini bukan mobilisasi massa, melainkan hanya dukungan moral agar Anas bisa tahan menghadapi semua cobaan. Dalam pemberian dukungan nanti, kader-kader HMI di daerah akan berkunjung secara khusus ke rumah Anas. Tapi jumlahnya tidak akan terlalu banyak, hanya beberapa orang yang merupakan perwakilan dari tiap daerah.

Seperti diberitakan, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin sebagai terdakwa kasus dugaan suap wisma atlet ini menyeret sejumlah nama kader Partai Demokrat. Dari beberapa nama kader elite PD yang namanya paling santer dituding oleh Nazaruddin adalah Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Fakta persidangan Nazaruddin mengungkapkan adanya aliran dana ke Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai pihak yang ikut menikmati kucuran uang haram.

Bukan kali ini saja Anas disebut menerima uang haram. Mindo Rosalina Manulang, Direktur Marketing PT Anak Negeri dalam kesaksiannya di persidangan pada 16 Januari 2912 lalu, menyebut ada jatah untuk Anas, yang dia sebut ketua besar, dalam proyek wisma atlet. Demikian juga mantan Wakil Direktur Keuangan PT Permai Group, Yulianis, dalam kesaksianya berulang kali menyebut keterlibatan Anas Urbaningrum. [KbrNet/Slm]/RMOL]

Bungkus Kejahatan, Banggar DPR Pasang Anti Sadap


Jakarta – KabarNet: Renovasi ruang rapat Badan Anggaran senilai Rp20,3 miliar menimbulkan kritik tajam. Ruangan Banggar yang mewah itu ternyata akan dilengkapi alat antisadap. Ketakutan terhadap penyadapan sudah lama menghantui para anggota Dewan. Pasalnya, ATIS (Audio Telecommunication International System) Gueher Gmbh besutan Jerman milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbukti ampuh menyadap sistem komunikasi para koruptor dan mengirimkan pelakunya ke bui. Alat KPK itu akan menyadap ponsel pelaku dan mengirimkannya ke sistem KPK. Untuk melengkapi fungsi penegakan hukum, KPK juga mempunyai alat firing bikinan negeri Paman Sam dan macrosystem besutan Polandia. KPK pun mengirimkan penyidik-penyidiknya untuk berlatih menggunakan sistem penyadapan canggih itu ke Jerman.

Amunisi KPK begitu lengkap, anggota Dewan pun merasa perlu bertindak untuk mengantisipasi serangan penyadapan tersebut, pada paruh kedua 2011, Panitia Kerja (Panja) Revisi UU 30/2002 tentang KPK menggulirkan gagasan untuk menggunting kewenangan penyadapan KPK. Menyadap diarahkan melalui syarat izin ketua pengadilan. Wakil Ketua Komisi III DPR Fahri Hamzah, saat itu, merupakan satu dari sekian politisi yang gencar menggulirkan gagasan itu.

Merasa tak cukup menggunting lewat instrumen pasal, DPR pun menyelipkan gagasan lain: membeli alat antisadap! Pos anggaran pun disiapkan bersamaan dengan rencana renovasi ruang kerja Badan Anggaran DPR seluas 780,89 meter persegi.

Harian GresNews membeberkan beberapa dokumen terkait rencana pembangunan ruang banggar DPR RI. Misal, Dokumen Keputusan Rapat Pleno Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) bersama Sekretariat Jenderal pada 22 Juli 2011 mengenai Realokasi Anggaran Pembangunan Gedung DPR RI Tahun 2011 Nomor: 162/BURT/R.Pleno/MS.IV/07/2011, diteken oleh Ketua Rapat Pius Lustrilanang, memutuskan hal antara lain:

Dokumen bertajuk: Rekapitulasi Usulan Relokasi Anggaran Tahun 2011 yang berkop Sekretariat Jenderal DPR RI. Konfigurasi anggaran relokasi 2011 sebesar total Rp238.429.737.000 itu terdiri dari:

1. Satuan Kerja Dewan sebesar Rp130.563.931.000;
2. Satuan Kerja Sekretariat Jenderal sebesar Rp107.865.806.000.

Rincian usulan relokasi anggaran 2011 untuk Satker Setjen terdiri dari:

1. Humas dan Pemberitaan sebesar Rp19.940.500.000;
2. Keanggotaan dan Kepegawaian sebesar Rp443.450.000;
3. Umum sebesar Rp8.318.590.000;
4. Keuangan sebesar Rp671.500.000;
5. Perencanaan dan Pengawasan sebesar Rp2.633.375.000;
6. Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi sebesar Rp74.799.956.000;
7. Unit Kerja Baru sebesar Rp1.058.435.000.

Pos untuk pembelian alat antisadap itu ternyata masuk ke Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi pada subbagian Gedung dan Tanaman, dengan penamaan: Perbaikan Ruang Rapat Badan Anggaran Gedung Nusantara II DPR sebesar Rp24.768.982.000. Keterangan: Pemasangan alat antisadap (anti bugging), anti gummer.

Merujuk pada denah rencana renovasi Ruang Banggar DPR, tidak disebutkan secara khusus spot/titik untuk pemasangan alat antisadap. Ruang rapat Banggar terdiri dari enam ruangan: ruang sidang, ruang tamu, ruang makan, ruang pimpinan, ruang staf dan kepala bagian, serta ruang pantry dan gudang. Pada tiap bagian ruangan terdapat sekat ruangan yang tidak disebutkan fungsinya. Hanya ruangan tamu atau yang disebut juga ruang istirahat menteri yang disebut detail. Dalam ruangan tersebut, pimpinan Banggar menjamu para menteri dengan menyediakan ruang tamu lengkap dengan ruangan makan untuk enam orang. Selain itu terdapat juga ruang tidur dengan sofa dan kasur menteri. Sementara dalam denah ruang pimpinan Banggar tidak dijelaskan detail fungsi tiap sekat. Hanya tergambar lima bagian ruangan. Ruang utama berisi meja panjang dengan sepuluh kursi. Terdapat juga empat kursi sofa. Sementara tiga sekat ruangan lain tidak disebutkan fungsinya secara spesifik.

Lantas bagaimana wujud alat antisadap itu? Bagaimana spesifikasinya? Berapa harganya?

Dari sejumlah dokumen dan hasil wawancara “GresNews” menemukan angka Rp7,8 miliar untuk pos pembelian alat antisadap di ruang kerja Banggar DPR. Angka Rp7,8 miliar itu merupakan bagian dari dana Rp20,3 miliar yang akhirnya disetujui sebagai anggaran untuk merenovasi ruang Banggar.

Ahli Teknologi Informasi dan Forensik Digital Universitas Indonesia Ruby Alamsyah menilai, anggaran Rp7,8 miliar untuk pembelian alat antisadap ruang rapat Banggar DPR terlampau mahal.

Menurut Ruby, berdasarkan pengalamannya di bidang sistem keamanan, harga pasar alat antisadap internasional berbasis pengacakan sinyal (jammer) bervariasi. “Tergantung luas ruangannya. Kalau 20 meter persegi itu hanya belasan juta. Kalau sebesar ruang Badan Anggaran itu bisa ratusan juta,” kata Ruby, Senin (30/1).

Ia menjelaskan, pemasangan alat antisadap itu dipastikan dapat mengganggu kinerja penyidik KPK. “Karena cara kerja alat antisadap jenis jammer adalah mengacak sinyal telepon seluler dari Base Transceiver Station (BTS) sehingga telepon terputus, tidak dapat terpakai. Bagaimana mungkin bisa diakses KPK atau penegak hukum lain,” ujarnya.

Pemasangan alat antisadap itu dibenarkan oleh Kepala Biro Pemeliharaan Pembangunan dan Instalasi (Harbangin) DPR RI, Soemirat, kepada gresnews.com, Kamis (26/1). Namun sebelum menjawab pertanyaan, Soemirat sedikit gagap dan lama terdiam. “Saya pernah dengar itu, ada alat anti sadap di ruang Banggar. Tapi saya cek lagi,” kata Soemirat. Seperti dikutip GresNews.COM.

Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Pius Lustrilanang, juga tidak menyangkal. “Ya, gitulah. Saya tak akan banyak komentar soal alat antisadap itu,” ujar Pius.

Menurut Pius, usulan dari Setjen DPR RI sebesar Rp24,7 miliar untuk renovasi ruang Banggar adalah untuk ditenderkan dan akhirnya pemenang tender sanggup dengan angka Rp20,3 miliar. “Dalam tender, tidak bisa satu-satu dilakukan, tapi harus satu paket, termasuk pembelian dan pemasangan alat antisadap itu,” ungkap Pius.

Terkait alat antisadap, pihak GresNews menelusuri lebih jauh siapa yang mengusulkan pembelian alat tersebut. Menurutnya, yang mengikuti rapat-rapat anggaran DPR, pengusul pembelian alat antisadap itu diduga adalah Ketua Banggar Melchias Mekeng (Fraksi Golkar). [Baca berita selengkapnya di GresNews.COM]

Membungkus kejahatan?
Rencana memasang alat antisadap di ruang Banggar DPR itu menuai protes keras sejumlah kalangan, termasuk anggota Dewan. “Dengan pemasangan alat antisadap itu, jelas ada niat tak baik dari Banggar. Pemasangan alat antisadap itu mencederai perasaan rakyat. Tentunya pemasangan alat antisadap itu harus dihentikan,” kata mantan anggota Banggar dari Fraksi PAN Taslim Chaniago, Jumat pekan lalu.

Anggota Komisi I DPR RI Teguh Juwarno menyatakan, pemasangan alat anti sadap itu terlalu berlebihan. “Semua rapat-rapat di DPR RI harus transparan, tidak boleh ditutup-tutupi,” kata dia.

Diwawancarai secara terpisah, Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Usman Abdhali Watik mengatakan, salah satu dari tujuh indikator keberhasilan penerapan UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik adalah mendorong partisipasi publik dalam proses pembentukan kebijakan. “Keterbukaan harus melahirkan partisipasi substantif bukan partisipasi semu yang selama ini sering digembar-gemborkan orang-orang DPR,” kata Usman, Minggu (29/1).

Soal alat antisadap, Usman mengatakan tindakan itu berlebihan. “Semestinya di DPR tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Tapi, sayang, DPR buat aturan internal tentang rapat tertutup sehingga hal ini tidak sejalan dengan UU KIP,” kata Usman.

Kendati demikian, KPK saat ini tengah membidik dugaan korupsi berkaitan dengan renovasi ruang Banggar DPR. Menurut berita beberapa media, pekan lalu, pimpinan KPK sudah melakukan gelar perkara berkaitan dengan proyek renovasi Banggar DPR itu. Rencana pengadaan alatsadap di ruang banggar DPR RI ini lebih patut diduga untuk hal-hal negatif dan tidak menutup kemungkinan digunakan untuk membungkus kejahatan di gedung DPR RI. Mudah-mudahan dugaan ini salah. [KbrNet/Slm/GresNews]

Gedung DPRD Banten Dilengkapi Fasilitas Karaoke


Jakarta – KabarNet: Memang di negeri ini enak sekali jadi anggota DPR. Bayangkan saja, Ruang rapat Komisi I DPRD yang berada di lantai bawah gedung DPRD Banten itu, dilengkapi dengan fasilitas yang berbeda dengan komisi lainnya. Pada ruang rapat anggota Komisi I tersebut terdapat fasilitas karaoke yang terdiri atas televisi liquid crystal display (LCD) bermerek Sony, dengan ukuran 46 inci, dua speaker aktif, dua pemutar digital video disc (DVD), satu equalizer, audio mixer, dua mikrofon dan sejumlah kelengkapan lainnya. Seluruh biaya pengadaan fasilitas karaoke ditaksir mencapai Rp 60 juta. Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten Makmun Muzaki tidak menampik adanya fasilitas karaoke.

Namun dia membantah tudingan bahwa fasilitas itu akan dijadikan hiburan karaoke oleh pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Banten. “Semua untuk kepentingan kerja Komisi I,” kata Makmun Muzaki, Senin, 30 Januari, 2012.

Menurut dia, fasilitas tersebut semata-mata untuk memberikan kenyamanan kepada para tamu yang berkunjung ke Komisi I DPRD Banten. “Saya tidak begitu ingat kapan semua fasilitas di Komisi I itu diadakan, tapi yang jelas keberadaannya sudah ada sejak 2011,” kata politisi dari Partai Persatuan Pembangunan itu.

Peralatan tersebut diletakan tepat di depan ruang rapat bersama sebuah sofa di sebelah ruang staf komisi. Televisi layar datar ada juga di komisi lainnya, namun yang membedakan dengan komisi I adalah ukurannya yang lebih besar dan lengkap dengan dua unit DVD.

Masih kata Makmun, pembelian fasilitas karaoke itu tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Banten, melainkan merupakan hasil iuran dari pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Banten. “Tidak perlu dibesar-besarkan karena tidak ada yang salah dari penyediaan fasilitas karaoke,” ujarnya. Seperti dikutip harian TEMPO.

Ketua Anggota DPRD Banten Aeng Herudin mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat pimpinan untuk membahas masalah tertsebut. Pimpinan DPRD Banten meminta agar Komisi I menghilangkan fasilitas tersebut karena tidak patut adanya fasilitas karaoke di ruang DPRD. “Kalau memang itu digunakan untuk karaoke, segera harus dihilangkan karena sangat tidak patut. Kami sudah memanggil Ketua Komisi I, “kata Aeng Haerudin.

Gedung DPR RI maupun DPRD seharusnya menjadi tempat dimana para anggota dewan fokus bekerja mengurusi kepentingan rakyat yang masih menumpuk. Bila butuh hiburan, tentunya bisa dilakukan saat hari libur, bukan memindahkan tempat hiburan ke tempat kerja. [KbrNet/Slm]

BBM Naik, SBY-BOED Terancam Lengser


Jakarta – KabarNet: Masalah ketahanan energi di era SBY-Budiono makin nyata sangat lemah dan tidak jelas arahnya serta makin menunjukan bahwa pemerintah SBY tidak punya platfon yang jelas dalam masalah ketahanan energi, hal ini dibuktikan dengan tidak adanya upaya dari pemerintah untuk mengatasi masalah subsidi BBM. Pemerintah SBY membingungkan masyarakat antara kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi per 1 April dan program konversi bahan bakar gas (BBG).

Ada dua opsi yang akan diambil oleh pemerintah yaitu membatasi BBM bersubsidi bagi kendaraan pribadi dan melakukan konversi BBM ke bahan bakar gas, tentu saja dua opsi ini adalah pil pahit yang harus ditelan oleh pemerintah SBY-Budiono, apalagi situasi ekonomi secara makro tidak menguntungkan dan tingkat harga barang-barang konsumsi yang makin melangit, sertanya bobolnya APBN akibat inefisiensi yang terjadi dipemerintahan SBY-Budiono, dan hutang luar negeri yang makin menumpuk dan bertambah serta konflik Timur Tengah yang makin memanas yang dapat mengancam pasokan minyak mentah serta meyebabkan kenaikan harga pasaran minyak mentah di dunia.

Kebijakan tentang BBM dan ketahan energi yang dilakukan oleh pemerintah sangat jelas tidak dipersiapkan secara komprehensif atau berkelanjutan tetapi hanya bersifat sesaat, dan pemerintah tidak punya blue print yang jelas.

Ini tergambar ketika penyusunan APBN yang disahkan oleh DPR, pemerintah untuk menarik simpatik berani-beraninya tidak mematok untuk menaikan harga BBM pada APBN 2012 artinya tim ekonomi SBY Budiono sangat lemah dalam memprediksi perubahan politik dan ekonomi dunia yang meyebabkan kenaikan harga minyak dunia.

Untuk kebijakan konversi dari BBM ke bahan bakar gas juga terlihat tidak terprogram dan terencana dengan baik, mengapa tidak tahun-tahun ketika harga minyak dunia masih rendah pemerintah tidak meyiapkan infrastruktur untuk melakukan konversi BBM ke Bahan Bakar Gas untuk kendaraan roda empat serta melakukan sosialisasi.

Sosialisasi yang dilakukan pleh pemerintah hanya pada tingkatan himbauan untuk tidak mengunakan BBM susbsidi saja di stasiun-stasiun pengisian BBM dan ini tidak banyak membawa dampak bagi penghematan subsidi BBM, malah makin hari makin bertambah kebutuhan BBM bersubsidi, artinya ada kemungkinan sosialisasi yang dilakukan pemerintah gagal atau adanya mafia BBM bersubsidi yang bermain dengan menjual BBM bersubsidi ke industri atau diselundupkan ke luar negeri karena adanya disparitas harga yang cukup tinggi dengan harga BBM di negeri tetangga dengan BBM bersubsidi di Indonesia.

Opsi menaikkan harga BBM tentu saja pada bulan April tidak akan dilakukan oleh SBY sebab kenaikan BBM bisa memicu kemarahan rakyat dan bisa dijadikan isu bersama untuk menggulingkan pemerintahan SBY. Hal lain kenaikan BBM sudah barang tentu akan semakin menciptakan kemiskinan baru dan kenaikan harga-harga barang dan jasa. Tetapi yang paling ditakuti oleh SBY-Budiono adalah karena kenaikan BBM, mereka akan didemo besar-besaran dan dijatuhkan oleh rakyat yang saat ini makin kesal dengan pemerintah SBY yang telah gagal memberantas korupsi.

Opsi untuk membatasi BBM bersubsidi kendaraan pribadi dan menggantikan dengan bahan bakar gas juga bukan hal yang gampang dilakukan sebab infrakstruktur yang diperlukan baik sarana dan prasarana untuk pemakaian bahan bakar gas pada kendaraan pribadi tidak akan siap dalam waktu tiga bulan.

Opsi untuk membatasi BBM bersubsidi bagi kendaraan pribadi, juga akan memberi dampak inflasi, sebab kendaraan pribadi yang digunakan untuk sektor usaha akan mengalami kenaikan biaya operasional yang pada akhirnya mau tidak mau sektor usaha akan menaikan harga barang dan jasa yang dihasilkan.

Pembatasan BBM bersubsidi juga akan berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi, sebab syarat untuk pertumbuhan ekonomi adalah tersedianya energi yang cukup serta mobilitas pelaku usaha. Sedangkan dengan adanya pembatasan BBM bersubsidi sudah dipastikan pelaku usaha akan mengurangi mobilitasnya.

Pembatasan BBM rawan akan penyalahgunaan. Hal itu hampir dipastikan akan terjadi dan akan memicu pasar gelap, sehingga pembatasan BBM membutuhkan infrastruktur dan pengawasan yang memadai.

Seharusnya mulai dari sekarang jika pemerintah ingin membatasi BBM bersubsidi, pemerintah juga harus melakukan efisiensi dan mengatasi kebocoran-kebocoran APBN, dimana kebocoran APBN yang dikarenakan korupsi saat ini banyak dilakukan oleh orang-orang seputar SBY, lihat saja terjadinya mark up pembangunan wisma atlit yang mengunakan uang APBN, sampai saat ini SBY terkesan masih melindungi aktor intelektualnya yaitu Anas Urbaningrum yang sering disebut dalam persidangan Nazarudin.

Efisiensi juga harus dilakukan dengan mengurangi belanja iklan yang dilakukan oleh pemerintah yang tidak efektif, serta contohkan dulu mobil presiden dan mobil-mobil pemeritah mengunakan bahan bakar gas dan tidak mengunakan BBM, sebab rakyat sangat trauma dengan program konversi minyak tanah ke Gas yang banyak meyebabkan makan korban, sehingga jika konversi BBM ke bahan bakar gas terjadi trial and error yang menjadi korban bukan rakyat tapi pejabat pemerintahan.

Jadi kedua opsi penghematan BBM yang akan dilakukan oleh pemerintah SBY sangat berpotensi untuk penggulingan pemerintahan SBY-Budiono oleh rakyat dan lawan-lawan politiknya atau mungkin oleh orang-orang dekat SBY. Jadi SBY harus hati-hati dalam hal menetapkan kebijakan mengenai penghematan BBM.

Pemerintah SBY juga hendaknya jangan membingungkan masyarakat antara kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi per 1 April dan program konversi bahan bakar gas (BBG). (KbrNet/Arief Poyuono,SE)

Bersekolah Bagaikan Berjuang Melawan Maut


Liputan6.com, Lebak: Pemandangan di Kabupaten Lebak, Banten, sungguh ironis. Anak-anak sekolah terpkasa meniti jembatan gantung yang rusak hanya dengan berpegangan tangan. Dan, di bawahnya arus deras Sungai Ciberang bisa mengancam jiwa mereka kapan saja. Bagi mereka, bersekolah bagaikan berjuang melawan maut.



Pantauan tim SCTV, Kamis (19/1), para siswa yang hanya mengandalkan kedua belah tangan mereka memegang besi jembatan yang rusak. Mereka juga harus meniti bilah-bilah kayu yang rusak. Diduga jembatan sepanjang 100 meter ini putus akibat banjir besar beberapa waktu lalu yang membuat volume air Sungai Ciberang ini meluap.

Warga berharap jembatan segera diperbaiki. Ia dan sebagian orang tua khawatir keselamatan anak-anak mereka. Untuk mengambil rute lain mereka tak sanggup karena harus mengeluarkan uang. "Kalau ke sekolah lewat jalan lain harus keluar ongkos, akhirnya mereka harus lewat jembatan gantung walaupun bahaya," ujar Maemunah.

Namun hingga kini belum ada tanda-tanda jembatan diperbaiki, meski nyawa bocah tak berdosa menjadi taruhanya. Jembatan rusak juga membuat warga yang sakit terpaksa dirawat di rumah. Sejak jembatan putus, warga terisolir. Mereka harus melintasi hutan sejauh lima kilometer dengan kondisi becek jika ingin ke kota terdekat.(ADI/JUM)

http://berita.liputan6.com/read/3730...g-melawan-maut


Kalau teringat proyek milyaran DPR, b4jingan betul mereka masih bisa minta tempat duduk enak dan impor, wc dengan harga puluhan juta, sementara uang2 tersebut bisa dihemat dan digunakan untuk memperbaiki fasilitas publik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat seperti anak2 yang mempertaruhkan nyawa mereka ini demi masa depan mereka ...

Menteri Agama Sesalkan Kebijakan Menteri Miras


Tangerang – KabarNet: Hujan kecaman yang bertubi-tubi menimpa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi terkait langkah kontroversialnya mengevaluasi Perda-Perda Miras tak hanya datang dari berbagai ormas Islam. Langkah Mendagri yang tidak populer tersebut kini bahkan disesalkan oleh rekannya sesama menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, yatu Menteri Agama Suryadharma Ali. Menyikapi langkah Mendagri tersebut, Suryadharma Ali yang juga Ketua Umum DPP PPP mengaku sangat menyesalkan adanya surat edaran Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi tentang pencabutan Perda Larangan Miras di sejumlah daerah. Suryadharma mensinyalir adanya kepentingan pengusaha di balik langkah evaluasi yang dipastikan akan mengarah ke pencabutan Perda Larangan Miras tersebut.

“PPP sangat tegas menolak miras, sehingga benar-benar terkejut dengan pencabutan tersebut. Dugaan (kami, red.) ada kepentingan, bisa diartikan seperti itu,” tandas Suryadharma, saat dimintai keterangan oleh sejumlah wartawan yang hadir dalam acara jalan sehat, di Tangerang, Minggu (15/1/2012).

Lebih lanjut lagi, Menteri Agama menduga kuat ada kepentingan dari pihak pengusaha miras di balik kebijakan kontroversial tersebut. Dugaan itu menjadi sangat mungkin kebenarannya lantaran dengan adanya perda, maka distribusi miras praktis menurun secara signifikan. “Isu ini tentu sulit dibantah bahwa ada indikasi kuat pesanan dari pengusaha miras,” tuturnya yakin.

Oleh sebab itu, Menteri Agama Suryadharma Ali mendukung gerakan perlawanan dari pelbagai elemen masyarakat yang menentang setiap langkah yang pada akhirnya akan mengarah ke pencabutan Perda Larangan Miras. Bahkan secara berterang Menteri Agama menyatakan dirinya berharap perjuangan masyarakat, para tokoh agama, bahkan pemda dan DPRD, akan terus berlanjut.

Namun begitu, Menteri Agama tetap menghimbau bahwa upaya penolakan apapun, termasuk rencana aksi unjuk rasa, agar dilakukan dengan tidak melanggar peraturan yang berlaku. “Menyampaikan apirasi apapun sah-sah saja, tapi tetap dengan damai dan tertib,” cetusnya menambahkan.

Sampai dengan diturunkannya berita ini, polemik seputar Surat Edaran Mendagri No. 188.34/4561/SJ, tertanggal 16 November 2011, masih terus marak dan mengundang kecaman dari berbagai kalangan. Di antara perda yang dicabut dengan surat edaran tersebut, adalah Perda Nomor 11 tahun 2010 untuk Kota Bandung, kemudian Perda No 7 Tahun 2005 untuk Kota Tangerang, dan Perda Nomor 15 tahun 2006 untuk Kabupaten Indramayu.

Guru Australia: Saya Kaget Murid Cium Tangan


VIVAnews - Sistem pendidikan, ditambah budaya yang berbeda membuat beberapa guru Australia peserta program Building Relations through Intercultural Dialogue and Growing Engagement (BRIDGE) terkaget-kaget begitu mendapat kesempatan mengajar beberapa minggu di Indonesia.
Meski demikian, mereka bisa cepat beradaptasi dan mengaku banyak menemukan hal menarik yang tidak mereka temui di negara mereka.

"Saya melihat murid-murid Indonesia sangat menghormati guru mereka. Jujur, saya kaget dengan tradisi murid-murid mencium tangan saya sebagai bentuk penghormatan terhadap guru," tutur Emily Sullivan, seorang pengajar dari Our Lady of Sacred Heart College, Adelaide, di Jakarta.

Menurut Emily, yang mengajar selama beberapa minggu di MAN 2 Jakarta, di Australia murid-murid terbiasa menyapa guru mereka dengan cara yang kasual. Tak heran pengalaman pertamanya mendapat cium tangan dari murid-murid Indonesianya sangat berkesan.

Kolega Emily, Laura Brzezinski, juga mengaku kagum dengan tradisi upacara bendera. "Anda menghormati jasa pahlawan dengan berdiri dan memberi hormat selama beberapa menit setiap Senin pagi, itu mengagumkan. Orang Indonesia ternyata menghargai jasa pahlawannya," kata dia.

Bagi Emily dan Laura yang belum pernah berkunjung ke Indonesia sebelum mengikuti program BRIDGE, pengalaman mereka meruntuhkan stereotip tentang orang Indonesia yang selama ini digembar-gemborkan media luar.

Hal senada juga diutarakan Adam Chad, pengajar Canberra Grammar School, yang mengaku sudah sering sekali bepergian ke Bali. Ia mengungkapkan, media Australia selama ini menggambarkan Indonesia sebagai negara yang masih tertinggal, kecuali untuk Bali yang pariwisatanya sudah mendunia.

"Padahal, kalau orang Australia ingin tahu Indonesia yang sebenarnya, mereka harusnya datang ke tempat selain Bali, ke Jawa misalnya. Banyak hal tentang Indonesia yang tidak bisa Anda temui lewat buku atau Internet," ujar pria berambut pirang ini.

Adam sendiri mengaku kagum dengan nilai keluarga yang masih sangat kuat di Indonesia. "Di Indonesia, apapun yang terjadi pada Anda, selalu ada keluarga sebagai support system. Sungguh sesuatu yang tidak bisa sering ditemui di Australia."

Lain lagi cerita Melanie Cross, pengajar Waggrakine Primary School, Geraldton. "Murid-murid Indonesia sangat menyenangkan, mereka antusias! Kalau sudah di depan kelas, kadang saya merasa jadi selebriti," katanya setengah berseloroh.

Menurutnya, anak-anak Indonesia memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, namun tanpa mengurangi rasa hormat mereka terhadap guru. Selain itu, kekerabatan antar mereka juga masih kuat.

"Inilah yang menjadi pentingnya ada kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Australia. Saya harap semakin banyak siswa Australia yang tertarik mempelajari Indonesia dan budayanya dengan berkunjung langsung ke Indonesia," harap Melanie.

PNS Dibunuh dan Diperkosa Satpol PP


VIVAnews - Oknum Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Minahasa Selatan, Wns, akhirnya mengakui perbuatannya. Wns mengaku memperkosa dan membunuh korban L, pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pariwisata Minahasa Selatan.

"Tersangka baru mengakui perbuatannya hari ini. Sampai tadi subuh, dia tidak mengaku jika telah membunuh L. Barang bukti sejenis pisau juga telah ditemukan di daerah Tateli," kata Kepala Sub Bagian Humas Polsek Malalayang, Kota Manado, Ipda Hanny Thomas Pilok kepada VIVAnews.com, Sabtu 21 Januari 2012.

Menurut Hanny, awalnya tersangka tidak mengakui jika telah melakukan tindak pemerkosaan dan pembunuhan terhadap L. Wns mengaku bahwa dia menghindar dari tusukan seorang laki-laki yang menyerangnya.

"Korban meninggal mengenaskan di dalam mobil Avanza berwarna silver dengan nomor polisi DB 4026 QJ. Korban tewas dengan luka tusukan di sekujur tubuhnya selanjutnya diperkosa oleh Wns," ujar Hanny.

Hanny menceritakan kronologi kejadian. Pada saat ditemukan Jumat 20 Januari 2012, Polsek Malalayang melakukan patroli dengan menggunakan kendaraan bermotor di lokasi Pantai Malalayang Manado. Polisi mencurigai mobil Avanza silver DB 4026 QJ yang parkir di lokasi Tugu Boboca, Malalayang Manado.

Petugas pun memeriksa ke dalam mobil Avanza. Mengejutkan, polisi menemukan tersangka bersama korban di dalam mobil dengan keadaan bugil dan berlumuran darah di sekujur tubuh mereka.

"Korban meninggal dengan luka tusukan di tubuh, dada, perut, dan paha kiri. Awalnya korban tidak mengakui perbuatannya hingga tadi subuh. Tapi, sekarang korban sudah mengakui jika telah membunuh dan melakukan pemerkosaan terhadap korban," ucap Hanny. (art)

Tenggelamnya Kapal Concordia


VIVAnews–Yannic Sgaga menikmati makan malam istimewa bersama saudara lelakinya. Perempuan asal Swiss itu bersantap di tengah lautan, di restoran kapal pesiar Costa Concordia. Di sekitar mereka, berkerubung para wanita dan lelaki. Para perempuan bergaun malam. Lelaki berjas dan dasi. Bau parfum meruyak.

Restoran itu penuh gelak tawa, dan dengung suara orang bercakap. Kapal bergerak tenang mengiris laut. Di luar, langit merambat gelap.

Tapi perasaan Sgaga agak terganggu. Entah kenapa, di restoran itu terdengar alunan soundtrack film ‘Titanic’. Kisah tragis Titanic, kapal pesiar yang tenggelam persis seabad lalu itu pun berkelebat. “Gambaran tragedi Titanic terus-menerus memasuki kepala saya,” kata Sgaga kepada La Tribune de Geneve.

Mendadak kapal berguncang, seperti membentur sesuatu. Sgaga terhenyak. Kapal itu tiba-tiba miring.

Penumpang lain, Luciano Castro, juga merasakan hal sama. Ia yakin kapal telah menghantam sesuatu. Terdengar suara ledakan. Gelas dan piring di meja makan tiba-tiba berjatuhan ke lantai. Belum reda rasa terkejut penumpang, lampu kapal padam. Suasana gembira berubah mencekam.

Tak ada yang tahu apa yang terjadi. Tiada pemberitahuan dari nahkoda maupun kru kapal. Kepanikan mulai menjalar. Para penumpang menjerit, dan berlarian ke sana ke mari. Seorang wanita muda--dia sedang hamil lima bulan, menangis ketakutan.

Di tengah kekacauan, dari pengeras suara terdengar Kapten Kapal Francesco Schettino berbicara. Dia ingin penumpang tenang. Katanya, telah terjadi kerusakan listrik. Tapi panik tak reda. Mereka tak percaya hanya karena listrik rusak, kapal lantas menjadi miring. Apalagi, air laut mulai menggenangi salah satu sisi dek bagian bawah.

Tak sabar melihat kapten bungkam, para awak kapal meminta penumpang memakai jaket pelampung. Terdengar peluit berbunyi tujuh kali. Artinya, semua orang di atas kapal itu harus merapat ke sekoci penyelamat. Semua panik. Awak kapal berusaha sebisa mungkin menyelamatkan penumpang.

Penjaga pantai terdekat pun dikontak para kru. Kapal itu butuh bantuan evakuasi penumpang. Sebagian penumpang panik. Pelampung jadi rebutan. Evakuasi tambah rumit. “Saat itu saya yakin saya akan mati. Orang-orang mencoba mencuri jaket pelampung satu sama lain. Kami hanya mendapat satu jaket pelampung untuk anak-anak,” kata Antonietta Sintolli, 65 tahun.

Tragedi pun dimulai. Yang tak kebagian sekoci penyelamat, lalu terjun ke laut yang dingin. Melompat ke laut juga dilakukan Nicole Servel. Ia melompat dengan jaket pelampung terpasang di badannya, dan selamat. Tapi, rupanya ia harus bertukar nyawa. Servel selamat berkat pengorbanan suaminya, Francis Servel.

Kisah Francis dan Nicole Servel seakan mengingatkan kita pada pengorbanan Jack Dawson, saat menyelamatkan Rose DeWitt Bukater dalam film Titanic itu.

Kembali ke Francis dan Nicole Servel, mereka sekeluarga sedang berlibur di atas Costa Concordia. Anak-anak mereka ikut serta. Servel menuturkan, jaket pelampung tak cukup bagi seluruh keluarganya. Ia sendiri tidak kebagian. Francis lah yang memberikan jaket pelampung miliknya kepada Nicole. Sang suami menyuruhnya melompat ke laut, tepat sebelum kapal karam.

“Suami saya berteriak pada saya ‘Lompat, lompat!’ Dia juga berkata pada saya ‘Jangan cemas, aku akan baik-baik saja’,” tutur Nicole. Sang istri pun melompat ke laut. Tapi siapa sangka, itu pertemuan mereka terakhir. Francis yang tertinggal di atas kapal, sejak itu tak pernah terlihat lagi.

“Saya berhutang nyawa pada mendiang suami saya,” kata Nicole seperti dikutip Emirates 24/7. Liburan keluarga Servel seharusnya menyenangkan. Tapi semua harus berakhir menyedihkan dengan hilangnya Francis. Sampai saat ini, tim penyelamat masih terus mencari jenazah Francis.

Evakuasi

Teguh Haryono, seorang warga Indonesia, menceritakan situasi saat kapal itu menabrak karang. Saat itu, Teguh berada di dapur restoran Milano. Dia bekerja sebagai nelayan. Penumpang di restoran itu sangat panik. Mereka berteriak-teriak.

Teguh bersama kru lain berusaha keras menenangkan. Awalnya, mereka mengatakan mungkin kapal berguncang karena angin kencang. Kru kapal tak tahu apa yang terjadi. Tak ada pemberitahuan resmi dari kapten. Mereka tak tahu kapal telah bocor, dan air menembus dek bawah.

Setelah terdengar kode rahasia di pengeras suara, baru para awak kapal itu paham. “Terdengar sinyal Tango-India-Tango-India. Artinya, ada orang sakit. Tiga puluh menit kemudian, sinyal emergency dinyalakan. Kami langsung menggiring penumpang ke master station A dan B,” kata Teguh di Roma, Italia, saat dihubungi VIVAnews.

Teguh mengatakan, para kru kapal sudah terlatih, dan tahu tugas masing-masing apabila situasi darurat terjadi. Teguh sudah sembilan tahun berlayar bersama perusahaan Costa Cruises, operator kapal Costa Concordia. Ia tahu betul apa yang harus dia lakukan.

“Saya bertugas melepas sekoci penyelamat dari kapal. Kapasitas sekoci penyelamat di tempat saya bertugas untuk 60 orang,” Teguh mengisahkan. Ada 26 sekoci penyelamat di Concordia. Sebagian besar berkapasitas menampung 150 orang. Selain sekoci penyelamat, masih ada 69 perahu karet dengan kapasitas tampung 35 orang.

Saat genting itu kru kapal adalah orang paling sibuk menyelamatkan penumpang. Soalnya, tim penyelamat belum datang. Sayangnya, kata Teguh, 70 persen petinggi Kapal Concordia justru kabur menyelamatkan diri ke daratan. Termasuk Kapten Kapal Francesco Schettino.

Pesta di ruang kemudi

Siapa sangka, juru mudi Costa Concordia saat tragedi itu adalah seorang Indonesia bernama Rusli. Teguh menceritakan, saat proses evakuasi berlangsung, Rusli terlihat syok dan gemetar. “Dia bilang sama saya, ‘Tadi gue yang jaga,’” ujar Teguh.

Rupanya, saat itu Rusli sedang mendapat giliran piket. Ruang kemudi terletak di lantai paling atas kapal. Tapi Rusli hanya bertindak sebagai pengatur kemudi, sedangkan koordinat laju kapal, seluruhnya diatur oleh para pejabat kapal berpangkat lebih tinggi.

Saat menerima perintah, Rusli sudah merasa aneh. Seharusnya kapal berbelok sekian derajat. Namun, ia justru menerima instruksi berbeda. Rusli ingat betul berapa derajat yang saat itu diperintahkan kepadanya. Hal itu ia sampaikan dalam pemeriksaan polisi.

Yang mengejutkan, Rusli mengatakan ruang kemudi saat itu ramai. Ada pesta perpisahan dari salah seorang pejabat kapal. Lebih mengejutkan lagi, Kapten Kapal Francesco Schettino yang seharusnya bersiaga penuh di ruang kemudi, ternyata tidak berada di tempat seharusnya ia bertugas.

“Di televisi dia (Schettino) berkata ada di ruang kemudi. Itu bohong besar,” kata Teguh. Ia menegaskan, dirinya melihat sendiri, sang kapten sedang makan malam, dan minum-minum di restoran bersama seorang perempuan.

Kapten menghilang

Seorang penumpang asal Belanda, Monique Maurek, juga mengaku melihat Kapten Kapal Schettino minum-minum di bar. “Ini skandal. Aku melihat kapten kapal menghabiskan malam, sebelum kapal menabrak karang. Dia minum-minum di bar sambil merangkul seorang perempuan cantik,” kata dia.

Saksi lain, Phil Metcalf, mengaku melihat kapten kapal meninggalkan kapal di awal tahap evakuasi. Schettino disebut meninggalkan penumpang dan para stafnya yang berjibaku menyelamatkan ribuan penumpang yang panik.

“Karena kapten pergi meninggalkan kapal, tak ada pemegang otoritas. Setiap orang berupaya keras mengatasi kekacauan. Sangat jelas, para awak dengan kemauan mereka sendiri, mengisi kekosongan kapten dan berusaha membantu menyelamatkan para penumpang,” ujar Metcalf seperti dimuat Daily Mail.

Penumpang kapal lain, anggota militer Prancis Ophelie Gondelle dan petugas polisi David Du Pays juga mereka memergoki kapten kapal berada dalam sekoci penyelamat, menutupi tubuh dan wajahnya dengan selimut, sebelum semua penumpang dievakuasi dari kapal Concordia yang karam.

Akibat tingkahnya itu, Francesco Schettino kini menghadapi tuduhan serius. Dia dituding biang kerok karamnya kapal pesiar mewah itu. Schettino juga diduga mengabaikan ribuan penumpangnya yang berjuang menyelamatkan diri. Alih-alih membantu para penumpang, ia justru ditemukan telah lebih dulu berada di sekoci penyelamat bersama para perwira kapal Concordia.

Belakangan, terkuak Schettino diperintahkan kembali ke kapal oleh penjaga pantai guna membantu proses evakuasi. Tapi Schettino menolak. Dia mengajukan seribu satu alasan. Hal itu terungkap dari rekaman percakapan antara Schettino dengan penjaga pantai Gregorio De Falco. Menurut CNN, rekaman itu akan menjadi bukti kuat di pengadilan.

Di transkrip itu, tampak De Falco marah kepada Schettino karena meninggalkan kapal beserta para penumpangnya. Sedikitnya 10 kali De Falco memerintahkan Schettino yang saat itu berada di sekoci penyelamat, untuk kembali ke kapal.

“Kembali ke kapal! Ini perintah! Kau telah mengabaikan kapal. Sekarang saya yang memimpin. Kau ke kapal! Jelas?” teriak De Falco, dalam kutipan transkrip lengkap yang dimuat New York Post. Dia lantas memerintahkan Schettino memutar balik sekocinya, dan kembali memanjat ke dalam Concordia.

De Falco juga meminta Schettino mendata jumlah penumpang selamat. “Kembali ke kapal, dan beri tahu saya berapa orang masih ada di sana, dan apa yang mereka perlukan. Beritahukan apakah ada anak-anak dan wanita, atau orang yang perlu bantuan,” kata De Falco.

Merasa Schettino bergeming dan tak menuruti perintahnya, De Falco makin berang. “Dengar Schettino, kau mungkin selamat. Tapi kau akan mendapatkan masalah lebih besar lagi! Kembali ke kapal!” teriak De Falco lagi.

Schettino lalu memberikan jawaban berputar-putar. Ia beralasan kondisi kapal sudah miring, dan terlalu gelap memberikan bantuan. “Apakah kau tahu di sana gelap, dan kami tidak bisa melihat apapun?” kata sang kapten.

“Apa maksudmu? Di sana gelap dan kau ingin pulang? Sekarang kembali ke kapal dan naik melalui tangga, lalu beritahukan apa yang bisa dilakukan, berapa banyak, dan apa yang mereka perlukan. Sekarang!” jawab De Falco geram.

BBC melaporkan, operator Costa Concordia, Costa Crociere, mengatakan Schettino membawa kapal terlalu dekat ke daratan. Akibat kesalahannya, kapal menabrak karang. Lambung Concordia robek. Air pun masuk ke dalam kapal.

Perusahaan Costa Crociere juga menegur sang kapten dengan keras. “Kapten telah melakukan kesalahan penilaian, yang berkonsekuensi serius. Rute yang diambil kapal terlalu dekat dengan pantai. Selain itu keputusannya dalam keadaan darurat juga tak ikut prosedur Costa Crociere yang telah memenuhi standar internasional,” kata perusahaan itu dalam satu pernyataan resmi.(np)

Tahukah Anda Mitos-Mitos Seputar Kondom?


Kondom memang masih jadi alat kontrasepsi yang disukai. Namun, masih banyak mitos seputar kondom yang dipercaya oleh banyak orang. Lalu, bagaimana kebenaran tentang mitos-mitos yang beredar tersebut?

1. Kondom wajib dibeli pria
Seharusnya, yang memakai adalah yang membeli. Namun kenyataannya, sebuah survey membuktikan bahwa 35 persen konsumen kondom adalah wanita.

2. Memakai kondom membuat proses penetrasi sakit
Kondom terbuat dari silikon yang lembut dan dilengkapi dengan pelumas berbahan dasar air yang tidak berbahaya. Jadi pemakaian kondom tidak akan membuat Anda sakit.

3. Memakai kondom menjamin 100% Anda tak akan hamil atau tertular penyakit kelamin
Memakai kondom sifatnya mencegah kehamilan juga penyakit kelamin. Namun belum tentu Anda akan terbebas dari penyakit kelamin atau tidak akan hamil. Kemungkinan robek saat digunakan salah satu resikonya, jadi pilihlah yang bekualitas tinggi.

4. Suami-Istri tak seharusnya memakai kondom
Siapa saja bisa tertular penyakit kelamin. Misalnya lewat air di kolam renang umum, transfusi darah, oral seks, atau WC umum yang tidak bersih. Berhubungan dengan kondom akan mencegah Anda dan pasangan saling menularkan penyakit.

5. Kondom menghalangi Anda melakukan seks spontan
Pendapat ini jelas salah. Jika Anda dan suami biasa menyimpan kondom, maka saat ingin melakukan seks, kondom juga sudah tersedia