Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Jumat, 10 Februari 2012

Hujan Air Mata di Sidang Kematian Bayi Joshua

Sydney - Hujan air mata terjadi saat sidang kasus kematian seorang bayi berumur 1 bulan di Australia. Para pengunjung sidang tak bisa menahan tangis mereka saat pasangan suami istri menyampaikan pernyataan yang menyayat hati tentang putra mereka.

Joshua Elliott meninggal pada 9 September 2009 di Rumah Sakit Anak, Sydney Children's Hospital. Bayi tersebut meninggal setelah sebuah kateter yang dimasukkan ke tubuhnya, menembus salah satu pembuluh darahnya. Hal itu memicu kebocoran cairan nutrisi ke dadanya yang menyebabkan kematian sang bayi.

Ketika itu bayi Joshua dilahirkan sebulan lebih awal dan menderita kelainan usus. Selama sebulan, bayi prematur itu harus dirawat intensif di rumah sakit demi meningkatkan berat tubuhnya yang rendah.

Di persidangan seperti dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (10/2/2012), para dokter yang telah merawat Joshua, juga keluarga dan kerabat, serta para pengacara yang hadir, meneteskan air mata saat orangtua Joshua, Nathan dan Rebecca Elliott angkat bicara mengenai anak laki-laki mereka yang telah tiada.

"Hari ketika dia meninggal adalah hari terburuk dalam hidup saya," kata Rebecca di persidangan koroner Glebe di Sydney.

"Dia mencuri bagian besar hati saya ketika dia lahir, dan dia membawanya pergi ketika dia meninggal," ujar Rebecca seraya menceritakan bagaimana dia selalu menjenguk Joshua ke rumah sakit setiap kali dia bisa.

"Setelah beberapa hari saya dibolehkan menggendongnya dan itu ajaib," cetus wanita itu. Dikatakan ibu Joshua itu, dirinya selalu memandangi foto bayinya setiap malam sebelum tidur. Setiap minggu pun keluarga itu berziarah ke kuburan Joshua.

Video singkat mengenai Joshua juga diputar di persidangan. Orangtua Joshua memuji para staf Sydney Children's Hospital yang terbuka dan jujur dengan mereka setelah kematian Joshua. Namun mereka tetap menginginkan jawaban atas kondisi seputar kematian putra mereka.

Di persidangan terungkap bahwa para dokter terpaksa menggunakan kateter yang sedikit lebih kecil dan lebih kaku dari yang seharusnya. Sebabnya, kateter ukuran yang ideal tidak ditemukan. Padahal kemudian diketahui bahwa kateter tersebut sebenarnya ada namun tak bisa ditemukan oleh perawat karena kesalahan pemberian label.

Sidang koroner ini masih akan dilanjutkan.

0 komentar:

Poskan Komentar