Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Kamis, 16 Februari 2012

Wakapolri: Jangan Kompromi Sama Polisi Brengsek!


Manado – KabarNet: Wakapolri, Komisaris Jenderal Polisi Nanan Sukarna, mengatakan, kalau menemukan ada oknum polisi brengsek cepat beritahukan. Masyarakat juga tidak perlu takut-takut melaporkan hal itu. “Kalau ada laporkan akan ditindak, kami komit terhadap hal tersebut. Tapi kami yakin masih banyak polisi yang benar” kata Sukarna di Manado, Rabu. Sukarna di Manado untuk peluncuran “Mapalus Kamtibmas” yang diprogramkan pemerintah Provinsi Sulut bersama Polda Sulut dan Korem 131/Santiago.



Sukarna mengatakan, polisi itu pelayan publik, kalau menemukan sikap dan ucapannya tidak baik sebagai pelayan masyarakat, tegur saja. Kalau tidak benar juga, laporkan oknum tersebut ke atasannya, maka ditindak. “Tidak perlu takut, jangan kompromi sama polisi brengsek tersebut” katanya, seperti dikutip Antara.

Nanan Sukarna menambahkan, setiap tahun sekitar 200-500 oknum polisi brengsek yang dipecat. “Pada 2009 sekitar 500 oknum polisi dipecat. Jadi jangan kompromi” katanya.

Tetapi ingat, kata Sukarna, polisi itu pelayan publik. “Siapa yang ingin jadi pelayan, ayo. Jangan terbalik menjadi polisi malah arogan. Jadi polisi itu pelayan publik, tidak boleh marah-marah kepada masyarakat” katanya.

Kepolisian RI atau Polri yang kerap melakukan kesalahan dengan berlindung di bawah asas diskresi perlu diberikan tindakan tegas. Asas ini merupakan wewenang untuk ambil keputusan secara individual di lapangan.

Sementara itu, menurut pengamat militer dan polisi, Hermawan Sulistyo, kalau perlu, para pelaku dicopot dari institusi Polri. “Copot dulu semua anggota-anggotanya yang brengsek itu,” kata Hermawan hari ini. Sebab, kalau tidak ditertibkan, maka akan terus membuat citra aparat buruk. “Ibaratnya ada sepuluh polisi baik, tapi ada satu brengsek. Maka sepuluhnya dianggap brengsek. Kan kasian yang baik itu. Seharusnya satu orang polisi brengsek ini yang kita sidang di depan publik atau di alun-alun” tegas Hermawan.

Sebelumnya, Hermawan juga mengatakan, salah satu contoh kesalahan polisi yang berkedok asas diskresi adalah dalam penanganan unjuk rasa. “Polisi menangkap dan menarik satu orang terus dipukuli” imbuhnya. [KbrNet/ant/Slm]

0 komentar:

Poskan Komentar