Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Selasa, 31 Agustus 2010

Data Akurat Polisi Anarkis Versi Mbah Google

Jika yang dijadikan tolak ukur pembubaran sebuah ormas adalah kekerasan dan anarkisme, maka Polri pun harus instrospeksi diri secara kelembagaan maupun perorangan (personil)nya. Karena tercatat ratusan bahkan mungkin ribuan kekerasan dan anarkisme dilakukan oleh Polri baik institusi dan personil, belum lagi kasus korupsi dan penyalahgunaan jabatan, kasus rekening gendut, kriminalisasi dan banyak lainnya. Selanjutnya silahkan baca beberapa berita terkait kekerasan oknum dan institusi Polri yang kami tampilkan, dan silahkan kita nilai sendiri dengan kacamata rakyat.

Fenomena Kekerasan Polisi

Pada tahun 2008 terjadi 176 kasus kekerasan yang sebagian besar dilakukan oleh polisi. Tahun 2009 terjadi 277 kasus kekerasan yang 175 di antaranya dilakukan oleh polisi. Sementara pada kurun Januari sampai Juni 2010 telah ada 127 kasus kekerasan yang semuanya dilakukan oleh polisi. Selengkapnya….. http://megapolitan.kompas.com/read/2010/07/01/18574643/Meningkat..Kekerasan.oleh.Polisi.

Korban kekerasan polisi dalam demonstrasi menolak kenaikan BBM di Surabaya, Sabtu (24/5/08) lalu, hingga Kamis (29/05/08) ini masih dirawat di rumah sakit. Luka-luka bakar di tubuhnya tidak kunjung sembuh. Bahkan, semakin parah karena terus mengeluarkan air. Selengkapnya…. http://www.iddaily.net/2008/05/korban-penyerangan-polisi-masih-dirawat.html

Dalam satu minggu terakhir, dua kali diberitakan tentang kekerasan aparat kepolisian. Tindakan yang dilakukan, di luar batas kewajiban dan perkara yang harusnya ditangani. Kasus yang bisa dicatat adalah pengeroyokan polisi terhadap warga di Paringin (Balangan) dan yang terakhir penembakan oleh Briptu Hance Christian terhadap atasannya Wakil Kepala Polwiltabes Semarang, AKBP Lilik Purwanto. Fenomena kekerasan polisi ini pantas menjadi renungan bagi kita. Tugas utama polisi adalah melindungi dan mengayomi masyarakat, namun kenapa pelanggaran justru terjadi oleh aparatnya sendiri? Tentunya bukan secara institusional kepolisian yang bersalah, tetapi keberadaan personil yang melakukan kriminal tersebut telah mencoreng nama baik korps. Selengkapnya… http://jelajahsemesta.blogspot.com/2007/03/fenomena-kekerasan-polisi.html

TEMPO Interaktif, Palu: Rekaman video kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi Palu, Sulawesi Tengah, kepada juniornya beredar luas di kalangan masyarakat. Dalam rekaman video yang berdurasi 4,3 menit itu tampak tiga orang oknum berseragam polisi sedang mengahajar seorang pria yang juga disinyalir berasal dari anggota kepolisian.

Dalam adegan itu para polisi tersebut secara bergantian menendang, menempeleng dan memukul seorang polisi yang berpakaian seragam olah raga berwarna kuning hitam. Korban dalam rekaman itu jatuh, lalu dipapah berdiri dan kemudian dijahajar lagi hingga beberapa kali. Selengkapnya.. http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/02/18/brk,20090218-160745,id.html

Tiga korban penembakan polisi di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, mendatangi Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/12) siang. Didampingi ketua Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Patra Zen, ketiga warga Ogan Ilir itu menunjukkan berbagai bukti kekerasan oleh polisi, termasuk bekas luka tembak akibat peluru karet. Selengkapnya.. http://mediaswaraindonesia.blogspot.com/2009/12/korban-kekerasan-polisi-datangi-mabes.html

Di Papua, kekerasan yang dilakukan Polri juga masih terjadi. Imparsial dalam protes tertulisnya beranggapan Polri perlu kembali menata dirinya. Terutama atas penggunaan senjata api (senpi) yang berlebihan. Surat bernomor 026/SK/Sek/Imparsial/V/2009 itu mengecam dan sekaligus menyayangkan tindakan Polri atas berbagai kasus penembakan kepada warga di Papua. Selenglapnya… http://www.5freedom.co.cc/2010/05/perlukah-polisi-memegang-senjata-api.html

BANDA ACEH – Dugaan terjadinya tindak kekerasan oleh oknum polisi ketika proses pemeriksaan dan penahanan Irham Mahmud, guru SDN 1 Lampeunurut, Aceh Besar ditanggapi oleh Kapolda Aceh dengan memerintahkan Poltabes Banda Aceh membentuk tim mengusut kasus itu. Sementara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dalam pernyataannya meminta kasus itu diusut tuntas karena kuatnya indikasi pelanggaran HAM terhadap anggota mereka. Selengkapnya… http://www.serambinews.com/news/view/19882/kapolda-perintah-usut-kasus-guru-aceh-besar

Polisi Tembak 11 Petani Saat Protes di PT PN VII Ogan Ilir Sumatra Selatan

(KeSimpulan) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang akan melaporkan peristiwa penembakan terhadap 11 petani di lahan sengketa antara warga dengan PT PN VII, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, ke Komnas HAM dan Komisi Kepolisian Nasional. Aksi penembakan terhadap 11 petani oleh polisi terjadi pada Jumat 4 Desember 2009 sekitar pukul 11.00 WIB.

“Apa pun alasannya, tindakan kekerasan itu harus diproses hukum. Sebab para petani itu aksi menuntut hak mereka sebagai warga negara. Seharusnya para petani itu mendapatkan perlindungan hukum,” kata Eti Gustina, Direktur LBH Palembang, Jumat malam 4 Desember 2009. Selenglapnya… http://www.kesimpulan.com/2009/12/polisi-tembak-11-petani-saat-protes-di.html

Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim mengatakan, dalam lima bulan pertama tahun 2010 pihaknya menerima 5.000 pengaduan masyarakat yang melaporkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan polisi.

“Pelanggaran-pelanggaran itu ada yang penangkapan, penembakan hingga konflik di perkebunan,” kata Ifdhal usai rapat dengar pendapat dengan Komisi III di Gedung DPR, Senayan, hari ini. Selenglapnya… http://www.beritasatu.com/beta/articles/read/2010/6/188/komnas-ham:-polisi-pelanggar-ham-nomor-satu-

JAKARTA, KOMPAS.com — Amnesti Internasional menilai, polisi Indonesia masih menggunakan cara-cara kekerasan dalam menangani kasus, terutama terkait dengan kejahatan yang dilakukan masyarakat kelas bawah. Selengkapnya…. http://nasional.kompas.com/read/2009/06/27/05180920/amnesti.internasional.polri.masih.gunakan.kekerasan

MEDAN, KOMPAS.com – Kekerasan yang dilakukan polisi di Sumatera Utara cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Ini salah satu indikasi bahwa reformasi kultural di tubuh kepolisian menuju polisi yang lebih humanis belum berjalan dengan baik. Selenglapnya… http://gresnews.com/ch/Lifestyle/cl/Daripada/id/1280455/Meningkat+Kekerasan+oleh+Polisi

JAKARTA-Komnas HAM akan mengirim tim investigasi guna menyelidiki kasus kekerasan polisi terhadap mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Selasa mendatang (11/5). Demikian diungkapkan anggota Komnas HAM MM Billah dalam dialog dengan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, di Kantor Komnas HAM Jakarta, kemarin. Selengkapnya… http://www.suaramerdeka.com/harian/0405/05/nas08.htm

PERNYATAAN SIKAP

PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA

Nomor: 259/PS/KP-PRP/e/VIII/10

Usut tuntas kasus kekerasan yang dilakukan Kepolisian Bengkulu!

Bebaskan warga dan aktifis WALHI yang ditahan!

http://www.suarakomunitas.net/baca/9990/Kekerasan_Polisi_Bengkulu_%28Pernyataan_Sikap_PRP%29.html

Medan (ANTARA Newx) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan telah meminta Komisi Anti Penyiksaan PBB untuk melakukan investigasi terhadap dugaaan kekerasan yang dilakukan polisi terhadap seorang warga Medan, demikian Wakil Direktur LBH Medan Muslim Muis di Medan, Kamis. Muslim mengatakan, kekerasan polisi itu dialami Zainal Abidin Nasution (43), penduduk Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, ketika ditangkap pada 4 Juni 2009 dengan tuduhan merampok keluarga Kesuma Widjaja, penduduk Medan pada 25 Mei 2009. Selengkapnya.. http://www.antaranews.com/berita/1255593510/lbh-minta-pbb-selidiki-kekerasan-polisi

JAKARTA – Tragedi penyerangan aparat kepolisian ke Kampus Universitas Nasional (Unas), Sabtu (24/5) pagi sebulan lalu, kini mencuat lagi setelah sempat mereda. Pemicunya, Maftuh Fauzy, 22, mahasiswa Unas korban penyerangan polisi ke kampus, meninggal dunia sekitar pukul 11.20 kemarin (20/6). Mahasiswa jurusan Akademi Bahasa Asing (ABA) semester sepuluh tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Kamar Jenazah Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Diduga, korban tewas karena sakit di kepala bagian belakang akibat pukulan salah satu petugas Polres Jakarta Selatan. Selengkapnya… http://forumm.wgaul.com/showthread.php?t=73407

Jika ada yang ingin menambah data berikutnya, MONGGO…..

BERITA KEKERASAN DAN ANARKISME POLRI LAINNYA, BISA KITA TEMUKAN DI ARSIP MBAH GOOGLE YANG DIJAMIN AKURAT. SILAHKAN TELUSURI KARENA KAMI TIDAK MUNGKIN MENAMPILKAN BERITA KEKERASAN YANG JUMLAHNYA FANTASTIS, MENGINGAT KETERBATASAN WAKTU KAMI. HARAPAN RAKYAT, INSTITUSI KEPOLISIAN DAPAT LEBIH BIJAK DAN ADIL DALAM MENANGANANI KASUS KEKARASAN DI BUMI PERTIWI INI. BAGAIMANA POLRI AKAN MENINDAK ORMAS ANARKIS, SEMENTARA APARAT/ POLRI BAIK INSTITUSI DAN PERSONIL SANGAT BANYAK MELAKUKAN PELANGGARAN HAM (KEKERASAN)???

Kapolri: Ormas Anarkis Layak Dibekukan

Kapolri menjelaskan, dari tahun ke tahun, ada tiga ormas yang melakukan tindakan kekerasan berulang-ulang. Mereka adalah Front Pembela Islam (FPI), Forum Betawi Rempug (FBR), dan Barisan Muda Betawi. “Pada tahun 2010 ini saja, ketiga ormas itu melakukan 49 kali tindakan kekerasan,” kata Kapolri.

FPI, misalnya, tercatat pernah menyerang masjid milik Ahmadiyah di Kuningan dan jemaat sebuah gereja di Bekasi, Jawa Barat. Sementara FBR disebut-sebut terlibat dalam kericuhan massal di sejumlah kawasan di Jakarta Selatan sebelum bulan puasa tahun ini.

Bila dihitung dari dari tahun-tahun sebelumnya, maka ormas-ormas yang disebutkan di atas telah melakukan 107 kali kekerasan. “Dari 107 tindak kekerasan itu, 36 kasus di antaranya telah P21,” tutur Kapolri. P21 adalah istilah untuk kasus yang sudah masuk penyidikan.

Penjelasan itu memancing reaksi keras dari anggota Dewan.

Anggota Komisi II DPR dari Partai Golkar, Nurul Arifin, tak sepakat penanganan ormas militan terganjal UU. “Mengubah UU itu bukan sebuah hal yang mendesak, tapi penegakan hukum yang urgen,” kata Nurul.

Ia menyatakan heran Polri sebagai aparat penegak hukum belum berperan aktif menertibkan ormas-ormas yang melakukan pelanggaran hukum. “Mengapa bisa mendeteksi teroris, tapi menindak ormas yang melakukan pelanggaran belum bisa,” kata dia…. Berita selengkapnya..

Kapolri: Ormas Anarkis Layak Dibekukan

APARAT ANARKIS LAYAK DIAPAKAN?

DPR JUGA TIDAK BECUS MENINDAK LANJUTI PELANGGARAN HAM BERAT YANG DILAKUKAN OLEH OKNUM/ INSTITUSI KEPOLISIAN. GILIRAN TUDINGAN TERHADAP ORMAS, NGOMONGNYA KAYAK PETIR. ADA APA DIBALIK INI SEMUA???

SALAM

0 komentar:

Poskan Komentar