Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Selasa, 31 Agustus 2010

Peras Pemain Judi, Dua Oknum Polisi Diringkus

RMOL. Dua oknum polisi bersama rekanannya dari sipil ditangkap oleh anggota kesatuan reserse kriminal Polsek Pamulang di perempatan Gaplek Pamulang, Minggu (29/8) dini hari. Oknum polisi yang ditangkap karena diduga telah melakukan pemerasan kepada warga yang sedang bermain kartu di jalan Srikandi, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan. Menurut keterangan dari salah satu korban yang namanya enggan dimediakan mengatakan, dirinya bersama kawannya sedang bermain kartu remi di sebuah rumah kontrakkan, mereka dikejutkan dengan datangnya empat pria bertubuh besar berpakaian preman dengan mengendarai mobil kijang berwarna krem dengan bernomor polisi F 1204 HB, lalu masuk ke dalam rumah dengan menghunuskan senjata api (senpi) kepada dirinya.

“Mereka bilang jangan bergerak, lalu mengacak-acak kami sedang bermain kartu, lalu mengambil semua barang-barang kami dan teman kami juga dibawa tiga orang,” tutur pria yang bekerja sebagai kuli bangunan ini saat ditemui di Polsek Pamulang.

Lanjut dia, empat pria ini kemudian pergi dan menelpon dia untuk minta tebusan sebesar Rp 4 juta guna melepas temannya agar tidak dibawa ke kantor polisi.

Atas kejadian itu, dirinya bersama kawannya menelepon Polsek Pamulang guna mengetahui keberadaan teman-temannya. Namun, pihak kepolisian Pamulang membantah tentang penggerebekan tersebut.

“Anggota Polsek Pamulang mengatakan pihaknya tidak ada razia pada malam ini, jikalau ada, salah satu anggota ada yang berpakaian dinas, “ kata dia.

Berbekal laporan tersebut, pihak kepolisian Pamulang melakukan penyisiran terhadap pelaku yang menggunakan senpi dan mencari mobil bernomor polisi F 1204 HB di wilayahnya.

Sementara itu, pihak korban ditelpon oleh polisi yang menggerebeknya untuk bertemu di salah satu tempat yang sudah ditentukan.

“Mereka telpon saya dan minta bertemu di Gintung untuk mengantarkan uang ini, lalu saya antarkan dan teman saya dibebaskan langsung oleh dirinya,” kata dia.

Dia mengatakan, setelah menyerahkan uang, empat pria ini pergi ke arah Parung dan sambil mengancam untuk tidak memberitahukan kepada pihak manapun.

Namun, pergerakan mereka sudah diketahui oleh kepolisian Ciputat dan Pamulang, lalu mobil pelaku dibuntuti sampai ke perempatan Gaplek, mereka ditangkap saat sedang membagi hasil uang perasan itu.
_________

2 Oknum Polisi Pemeras Itu Anggota Polsek Pondok Aren

RMOL. Setelah dilakukan penangkapan, baru diketahui bahwa dua orang oknum polisi yang ditangkap oleh anggota Reserse Kriminal Polsek Pamulang karena memeras warga sedang bermain kartu di Jalan Srikandi, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) adalah anggota Polsek Pondok Aren berpangkat Briptu dan Aipda dari kesatuan Patroli Motor (Patmor) dan Reserse Kriminal (Reskrim).

“Yang Briptu dari Patmor berinisial PU, dan yang Aipda berinisial ID, mereka adalah teman satu komando dengan saya,” tutur anggota dari kepolisian Pondok Aren yang enggan disebutkan namanya kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (30/8).

Dia membenarkan, jika dua rekannya diketahui telah tertangkap di perempatan Gaplek, Pamulang, Tangsel akibat telah memeras warga yang sedang bermain kartu di wilayah Buaran kemarin malam. Saat ini pun rekannya tengah diperiksa oleh satuan Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.

“Mereka telah ditangkap karena memeras, sementara ini mereka sedang dalam proses pemeriksaan di Mabes Polri,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Pondok Aren AKP Tatang Andi S yang dihubungi via telepon selulernya membenarkan jika anggotanya telah melakukan tindakan pidana pemerasan kepada warga. Dirinya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikannya kepada Propam.

“Saya telah serahkan kepada pihak Propam sepenuhnya, agar ditindak sesuai dengan prosedur hukum,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kapolsek Pamulang AKP Agus Widartono mengatakan, dua pelaku benar adalah anggota kepolisian, sementara dua pelaku lainnya adalah orang sipil biasa yang diajak oleh mereka untuk melakukan tindakan pemerasan ini.

“Yang dua pelaku benar adalah polisi, yang dua warga sipil biasa, semuanya sudah ditangani oleh Mabes Polri,” kata Agus. Source

0 komentar:

Poskan Komentar