Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Selasa, 22 Maret 2011

Sasaran Bom Utan Kayu Ulil Abshar


Jakarta – Sasaran bom yang meledak siang tadi, Selasa (15/03) di komunitas Utan Kayu adalah Ulil Abshar Abdhalla pendiri Jaringan Islam Liberal yang saat ini menduduki posisi sebagai salah seorang Ketua DPP di Partai Demokrat.

Bom meledak di kawasan yang dijadikan kantor sejumlah organisasi seperti Jaringan Islam Liberal, institut Studi Arus Informasi (ISAI), kantor berita radio KBR 68 H dan kedai Tempo. Korban dari ledakan tersebut ada 5 orang. Menurut Sutarman 3 orang adalah dari pihak kepolisian Metro Jakarta Timur dan dua orang lainnya adalah petugas Satuan Pengamanan di Komunitas Utan Kayu.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, ledakan berasal dari sebuah paket berbentuk buku yang diduga berisi bom yang dikirimkan ke kantor Komunitas Utan Kayu . Saat meledak bom tengah diperiksa oleh petugas polisi yang diketahui adalah Kasatreskrim Polres Jakarta Timur, Kompol Dodi Rachmawan.

Kronologi Ledakan Paket
paket bom untuk Ulil Abshar Abdalla yang semula diduga hanya bom mainan, meledak. Berikut kronologi peristiwa di siang bolong itu, Selasa (15/3/2011).

10.00 WIB
Resepsionis kompleks Komunitas Utan Kayu di Jl Utan Kayu 68 H, Jakarta Pusat, menerima paket berupa amplop besar coklat untuk Ulil Abshar Abdalla, tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), yang juga berkantor di kompleks itu.

10.30 WIB
Paket diserahkan kepada Saidiman, jubir Komunitas Utan Kayu. Dalam bungkusan tersebut tertulis isinya buku. Saidiman lalu membukanya dan menemukan satu surat. Saidiman mencoba membuka buku berkover tebal itu, namun buku tidak bisa dibuka lembarannya. Buku itu berjudul ‘Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin’ setebal 412 halaman.

Paket itu dilengkapi selembar surat untuk Ulil berisi permintaan memberikan kata pengantar buku dan interview. Pengirimnya adalah Drs Sulaiman Azhar, Lc, nomor telepon 08132220579, beralamat di Jalan Bahagia Gg Pancer No 29 Ciomas, Bogor.

11.00 WIB
Polisi dari Polsek dan Polres Jakarta Timur berdatangan. Pasukan Gegana juga dikontak. Setelah lama ditunggu sekitar 2 jam, Gegana tidak muncul. Kasat Reskrim Kompol Dodi Rahmawan lalu berusaha menjinakkan bom dengan arahan rekannya lewat ponsel.

Buku kiriman dikeluarkan dari amplop, lalu disiram dengan air hingga basah kuyup. Dodi lalu merobek-robek halaman buku dengan cutter. Saat mencoba melepaskan sebuah “chip” yang menempel kuat di tengah buku, bencana terjadi.

16.05 WIB
Paket bom meledak. Telapak tangan kiri Dodi putus. Tiga orang lainnya yang membantu menjinakkan bom terluka.

17.00 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman tiba di lokasi.

17.05 WIB
5 Personel Gegana Polda Metro Jaya tiba di lokasi kejadian.

Paket untuk Ulil
Paket berisi bom yang ditujukan kepada Ulil Abshar Abdalla, pendiri Jaringan Islam Libera (JIL) tiba sekitar pukul 10.00 WIB, dan dibuka staf Kantor Berita Radio 68H. Paket bersampul cokelat juga berisi buku dan selembar surat. Berikut surat dalam bungkusan itu:

Kepada: Ulil Absar Abdhala

Perihal: Permohonan memberikan kata pengantar buku dan interview

Lampiran: 1 (satu) bundel buku

Bersama dengan ini saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Drs. Sulaiman Azhar, Lc

Alamat: Jl Bahagia Gg Panser No 29 Ciomas Bogor Telp 0813 3222 0579

Pekerjaan: Penulis

Sedang dalam proses penyelesaian penulisan buku yang urgensinya sangat erat dengan peran aktif bapak, dalam lembaga yang bapak pimpin. Penulis bermaksud mengajukan permohonan sudi kiranya memberikan kata pengantar dalam buku saya.

Judul buku: Mereka harus di bunuh karena dosa-dosa mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin

Tema: Deretan nama dan dosa-dosa tokoh Indonesia yang pantas di bunuh

Jumlah: 412 Halaman

Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) yang juga merupakan ketua DPP Partai Demokrat masih beruntung, karena tidak berada di lokasi. Ulil yang pernah difatwakan mati oleh para ulama itu memang anti terhadap Islam. Bukan sesekali Ulil mengeluarkan statemen yang menyinggung perasaan kaum muslimin di Tanah Air. Pantas jika Ulil kerap mendapat teror karena sikap Islamphobinya. Karena agresivitasnya dalam menyinggung perasaan umat Islam itulah, banyak kalangan menyebut JIL sebagai Jaringan Iblis Liberal. [vi/kn/dtk]

0 komentar:

Poskan Komentar