Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Senin, 09 Mei 2011

16 Penumpang Merpati Dipastikan Tewas

Pesawat Merpati MA 60 yang jatuh ke laut di dekat Bandara Kaimana, Papua Barat ini jatuh pukul 15.15 WIT. Pesawat jatuh di perairan Teluk Kaimana yang jaraknya dari landasan lapangan udara Kaimana tinggal 500 meter.

Pesawat baling-baling tipe MA 60 itu membawa 27 orang yang terdiri dari 21 penumpang termasuk 2 bayi dan 6 orang awak. Hingga sore ini baru 16 jenazah yang sudah dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat. Termasuk Kabag Ops Polres Kaimana AKP Teddy Effendy, istrinya dan seorang anaknya.

Kepala Operasi Polres Kaimana, Papua Barat AKP Tedi Effendi, dipastikan tewas dalam kecelakaan pesawat Merpati M60 dengan nomer penerbangan MZ8968 di laut Kaimana, Papua Barat. Hal itu dibenarkan juru bicara Polda Papua, Komisaris Bes Polisi Wahyono. Saat ini sudah 16 korban tewas sudah berhasil dievakuasi ke rumah sakit Kaimana.

Tim SAR dibantu masyarakat dan TNI AL yang melakukan evakuasi pesawat Merpati di perairan Kaimana, Papua Barat, berhasil menemukan 16 jenazah korban. Sedangkan korban yang masih dalam pencarian, diperkirakan tertimbun pecahan badan pesawat di dasar laut.

“Informasi di lapangan, masih dilakukan evakuasi serpihan badan pesawat. Diperkirakan korban yang belum ditemukan karena berada di bawah serpihan pesawat,” ujar Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Sorong, Arifin, Sabtu (7/5/2011).

Arifin menuturkan, proses evakuasi dengan dibantu perahu-perahu nelayan dan penyelam TNI AL tersebut berhasil menemukan sejumlah serpihan pesawat. Serpihan yang ditemukan di kedalaman air laut sekitar 6-7 meter itu, kemudian dibawa ke Kaimana dengan menggunakan KRI Piton yang ada di lokasi. “Serpihan pesawat mulai diangkat dengan perahu kecil dengan masyarakat. Ada puluhan perahu yang membantu,” terangnya.

Menurut Arifin, lokasi jatuhnya pesawat berada tidak jauh dari daratan, sehingga serpihan pesawat diperkirakan tidak berada di kedalaman laut lebih dari 7 meter. Oleh karena itu, pencarian dengan menggunakan alat selam dinilai lebih efisien dibanding menggunakan helikopter.

“Lokasi jatuhnya pesawat dekat dengan daratan, jadi terlihat. Terlebih kondisi air laut jernih. Pencarian dilakukan sampai radius 50 meter dari lokasi jatuhnya pesawat,” jelas Arifin.

“Kalau dari segi efisiensi menggunakan perahu kecil lebih efisien dibanding menggunakan helikopter, karena kondisi korban diduga berada di dalam laut, di bawah serpihan pesawat,” tandasnya.

Pesawat Baru Buatan China
Pesawat jenis Xian MA-60 milik Merpati yang jatuh di laut dekat Bandara Kaimana, Papua Barat adalah termasuk pesawat baru.

Pesawat jenis ini produksi Xi’an Aircraft Industrial Corporation di bawah China Aviation Industry Corporation I (AVIC I). “Padahal pesawat itu baru dua bulan lalu [beroperasi],” kata Kepala Badan SAR Nasional, Nono Sampono, Sabtu, 7 Mei 2011.

Pesawat ini mampu terbang dengan kapasitas 50 penumpang. Biasanya, pesawat jenis ini melayani rute-rute untuk penerbangan jarak dekat. “Memang pesawat itu buatan China,” ujar Kepala Humas Merpati Imam Turidi.

Kecepatan terbang pesawat tersebut maksimal 514 kilometer per jam. Dengan kecepatan itu, pesawat ini mampu terbang dengan ketinggian 7620 meter karena ditopang dengan dua mesin. “Tapi sebelum sampai bandara, pesawat sudah jatuh dan hancur berkeping-keping,” jelas Nono. [slm/vv/dtk/ant]

0 komentar:

Poskan Komentar