Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Rabu, 11 Mei 2011

Terapi Untuk Mengatasi Impotensi


Terapi Untuk Mengatasi Impotensi. Ketidakmampuan mempertahankan ereksi alias impotensi merupakan momok bagi kaum pria. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menyingkirkan masalah yang mengganggu “kejantanan” tersebut. Kini ada cara baru mengatasi impotensi, yakni dengan terapi gelombang kejut.
Terapi Untuk Mengatasi Impotensi

Terapi Untuk Mengatasi Impotensi

Terapi kejut dilakukan terutama untuk pasien impotensi yang sudah tidak mempan diatasi dengan obat-obatan, seperti Viagra atau Cialis. Dalam terapi ini, penis dialiri gelombang kejut. Pada umumnya, terapi ini dikerjakan untuk memecahkan batu ginjal atau memperbaiki fungsi pembuluh darah pada pasien jantung.

Memang ini baru percobaan awal. Namun, dari beberapa pasien yang mencoba, mereka menunjukkan keberhasilan. “Dengan gelombang kejut kita bisa mengatasi masalah yang terkait fungsi biologi. Setelah terapi, para pasien bisa ereksi lagi tanpa bantuan obat-obatan,” kata Yoram Vardi, ahli saraf urologi dari Israel.

Pada hewan percobaan, gelombang kejut dalam insentitas rendah terbukti merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru dari pembuluh lama. Oleh karena itu, Vardi dan timnya menduga, terapi ini bisa meningkatkan sirkulasi darah ke bagian penis.

Dalam percobaan pada manusia, para peneliti melibatkan 20 pria berusia 56 tahun yang mengalami disfungsi ereksi skala menengah selama tiga tahun. Pada setiap sesi, gelombang kejut diaplikasikan pada berbagai bagian yang berbeda dari penis.

“Kami menggunakan energi gelombang kejut yang sangat rendah daripada sebuah pijatan” kata Vardi. Setiap bagian berbeda dari penis mendapat gelombang kejut selama tiga menit. Terapi ini dilakukan dua kali dalam seminggu selama tiga minggu dan diulang setelah jeda tiga minggu.

Perbaikan ereksi yang signifikan terlihat pada 15 dari 20 pria. “Kami juga tidak melihat adanya efek samping dan terapi ini tidak menyebabkan sakit,” katanya.

Kendati begitu, Vardi menekankan bahwa terapi ini tidak bisa diterapkan pada semua orang. Dalam penelitian ini para responden adalah pria yang mengalami impotensi karena gangguan sirkulasi darah.

0 komentar:

Poskan Komentar