Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Senin, 09 Mei 2011

Iran: Osama Sudah Lama Meninggal, AS Bohong


Iran – Menteri Intelijen Iran, Heidar Moslehi menyatakan, Iran memiliki sumber informasi yang dapat dipercaya bahwa pemimpin jaringan teroris AlQaeda, Osama bin Laden, telah lama meninggal karena penyakit yang dideritanya.
Menurut laporan Press TV, hal itu dikemukakannya kemarin (8/5) di sela-sela sidang kabinet. Moslehi menyoal klaim Washington bahwa bin Laden tewas dalam serangan pasukan Amerika ke kompleks persembunyian bin Laden di Pakistan pada tanggal 1 Mei lalu.

Ditambahkannya, “Jika militer AS dan aparat intelijen benar-benar telah menangkap atau membunuh bin Laden, mengapa mereka tidak menunjukkan jenazahnya dan mengapa mereka membuangnya ke laut?”.

“Ketika kami menangkap [mantan pemimpin kelompok teroris Jundallah Abdul Malik] Rigi, kami menunjukkannya dan juga menayangkan wawancarany,” ungkap Moslehi.

Dengan merilis berita palsu seperti itu, Moslehi berpendapat bahwa Gedung Putih berusaha mempengaruhi gelombang kebangkitan rakyat di kawasan.

Moslehi mengatakan para pejabat AS sengaja menebar kampanye pemberitaan bombastis bohong tersebut untuk mengalihkan perhatian rakyat AS dari masalah dalam negeri serta kerapuhan kondisi ekonomi negara mereka.

Presiden AS Barack Obama, menyatakan bahwa Osama bin Laden tewas dalam serangan pasukan AS ke kompleks persembunyiannya di Pakistan pada 1 Mei. Seorang pejabat AS kemudian menyatakan bahwa jenazah bin Laden dikubur mendadak di laut. Diklaimnya bahwa cara penguburan seperti itu sesuai dengan ajaran Islam yang juga mensyaratkan penguburan harus dilakukan dalam 24 jam setelah kematian.

Namun, cara pemakaman di laut tidak ada dalam Islam dan bahkan tidak ditentunkan tenggat waktu untuk penguburan jenazah.

Para pejabat AS juga mengklaim bahwa keputusan untuk mengubur jenazah bin Laden di laut adalah karena tidak ada negara yang akan bersedia menerima jenazah bin Laden. Namun Washington tidak memberikan keterangan soal negara mana yang telah dihubungi terkait masalah ini. (IRIB/MZ)

Beberapa Teori Konspirasi Kematian Osama

Berbagai spekulasi hingga teori kosnpirasi bermunculan setelah pemerintah Aemrika Serikat secara resmi memutuskan untuk tidak merilis bukti kamtian pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden kehadapan publik. Nah Berikut beberapa teori konspirasi yang mungkin manrik untuk anda, boleh percaya atau tidak.

Harian The Guardian di Inggris merangkum sejumlah pendapat yang menguatkan teori konspirasi seputar “kematian” Osama itu. Misalnya Javad Jahangirzadeh, anggota Komite Keamanan dan Kebijakan Luar Negeri Iran, yang menyebut bahwa Osama dibunuh untuk mencegah agar publik tak lebih banyak tahu tentangnya.

“Barat senang dengan operasi Osama dalam beberapa tahun terakhir,” ucap Javad. “Sekarang, Barat terpaksa membunuhnya untuk mencegah kemungkinan bocornya informasi yang dimilikinya (Osama). Informasi lebih berharga daripada emas,” sambungnya.

Ada juga teori bahwa Osama sebenarnya telah mati beberapa tahun silam. Dalam sebuah talkshow radio di AS yang dipandu Alex Jones, diungkapkan bahwa mayat Osama telah disimpan oleh pemerintah AS untuk dijadikan alat propaganda yang potensial.

Alex Jones mengaku mendapat cerita dari sumber di Gedung Putih pada 2002, yang menyebut mayat Osama sudah benar-benar dibekukan. “Dan akan dimunculkan pada satu hari di masa mendatang,” ucap pemandu acara radio yang mengupas soal peperangan itu.

Sumber teori konspirasi lain juga dimunculkan harian berbahasa Urdu, Ausaf. Berdasar sumber Ausaf, AS justru berniat menyerang Pakistan. Sedangkan memburu Osama hanya alasan saja.

“Osama telah dibunuh di satu tempat lain,” ujar sumber dari mantan militer yang dikutip Ausaf. “Tapi sejak AS berniat memperluas serangan dari Afghanistan ke Pakistan, dan menuduh Pakistan (menyembunyikan Osama), serta mengantongi izin agar militer (AS) bisa masuk Pakistan, di situlah skenario (pembunuhan Osama) dirancang.”

Ada pula teori konspirasi yang menyebut orang kedua di Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri, membiarkan AS mendeteksi Osama. Tujuannya, agar Osama tumbang dan kontrol atas Al Qaeda berpindah ke kelompok Mesir.

“Kelompok Mesir sudah ingin bisa mengontrol Al Qaeda sejak awal,” kata sumber yang dikutip harian Saudi Arabia, al-Watan. Namun kesempatan terbaik mereka adalah setelah Osama sakit pada pertengahan 2004. “Saat itu pula Zawahiri dan pimpinan Al Qaeda lainnya, bisa meyakinkan Osama agar mau berpindah ke Abbottabad,” tulis al-Wattan.

Sedangkan teori konspirasi lain menyebut Al Qaeda sudah memiliki bom nuklir. Osama sudah tahu perihal lokasi penyimpanan itu. Dan untuk menghindari kebocoran lokasi penyimpanan bom nuklir yang jadi rahasia Al Qaeda, maka dibunuhlah Osama. “Dan Barack Obama ingin menjaga soal ini dari pengetahuan publik,” tulis kolumnis sayap kanan, Glenn Beck.

Masih dari Glen Beck, disodorkan pula teori bahwa Osama masih hidup dan ditahan di lokasi yang dirahasiakan. Sedangkan otoritas AS terus mencecar Osama tentang lokasi penyimpanan senjata nuklir Al Qaeda.

Teori konspirasi menarik juga disodorkan Professor Anthony Glees dari University of Buckingham. Menurutnya, Inggris sudah tahu rencana penyergapan atas Osama. Karenanya, pasangan Pangeran William-Kate Middleton pun terpaksa menunda bulan madunya. “Jelas itu,” ulasnya.

Whatreallyhappened.com menyodorkan teori konspirasi bahwa Osama sudah meninggal pada 2001. Pria kelahiran Jeddah itu meninggal akibat komplikasi paru-paru yang memburuk, hepatitis c, diabetes, tekanan darah rendah dan terluka di kakinya.

Sedangkan Fox News menyodorkan teori bahwa kematian Osama tak lebih dari sekedar upaya mendongkrak popularitas Obama yang meredup di dalam negeri. “Obama menemukan kematian Osama untuk menggenjot kampanye pencalonannya lagi pada pemilihan tahun depan,” kata presenter Andrew Napolitano dari Fox News melalui Media Matters for America.

Sementara Live Science menyebut timing pengumuman Osama itu sebagai tangkisan atas pertanyaan lancang Donald Trump yang meragukan akta kelahiran Obama.

Yang tak kalah menarik adalah tori konspirasi yang disodorkan Mystery of the Iniquity. Osama, punya kesamaan dengan Adolf Hitler yakni pengumuman kematiannya dilakukan pada 1 Mei. Karenanya, Osama diyakini sengaja dikorbankan oleh perkumpulan rahasia, Illuminati. “Ini menunjukkan mereka dikorbankan oleh Illuminati untuk menandai perintah rahasia tentang hari libur tersuci kedua. [kn/sru/slm]

0 komentar:

Poskan Komentar