Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Selasa, 05 April 2011

Dua Masjid di Sumut Dibakar?


24 organisasi Islam menuntut kepolisian mengungkap kasus kebakaran dua masjid di Desa Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara pada 31 Maret 2011.

“Banyak hal mencurigakan yang dapat menjadi indikasi kalau kebakaran itu disengaja,” kata Ketua Umum Forum Umat Islam (FUI) Sumut Sudirman Timsar Zubil di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Timor Medan, Minggu (3/4).

Perwakilan 24 organisasi Islam itu juga menayangkan video kebakaran yang direkam melalui telepon genggam warga dan sejumlah gambar setelah peristiwa tersebut. Setelah itu, Sudirman mengatakan pihaknya dikagetkan setelah mengetahui adanya dua mesjid di Asahan yang terbakar dalam waktu yang hampir bersama yakni Masjid Nur Hikmah dan Mesjid Taqwa di Desa Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan. “Masjid Taqwa terbakar sekitar pukul 01.30 WIB, sedangkan Masjid Nur Hikmah pukul 02.00 WIB,” katanya.

Pihaknya telah mengutus tim untuk melihat kondisi kedua masjid itu, sekaligus meminta bukti yang mungkin ada untuk dipelajari. Namun, kata Sudirman setelah bukti itu didapatkan, termasuk rekaman peristiwa kebakaran yang direkam salah seorang warga melalui telepon genggam, cukup banyak keanehan dan keganjilan yang layak ditelusuri.

Ia mencontohkan ditemukannya sajadah yang dikumpulkan dan dibakar di lantai mesjid untuk membakar kayu penyanggah kubah di Mesjid Nur Hikmah yang rubuh. Padahal, kata dia, sajadah-sajadah tersebut selalu dikumpulkan di bagian belakang mesjid jika telah selesai digunakan untuk shalat.

Anehnya lagi, yang terbakar dalam mesjid itu hanya bagian lantai dan berpusat di bawah kubah. “Sedangkan dindingnya tidak terbakar sama sekali,” katanya.

Temuan lain yang membuat pihaknya curiga adalah kondisi kabel listrik di Masjid Nur Hikmah yang tidak mengalami kerusakan meski pihak kepolisian menyebutkan kebakaran tersebut disebabkan arus pendek yang berawal dari korsleting listrik.

Ke-24 ormas Islam itu menilai pihak kepolisian setempat tidak serius mengungkap kasus kebakaran karena tidak menjadikan bukti di lapangan sebagai bukti penyelidikan. “Kalau korsleting, kenapa kabel listriknya tidak ada yang rusak. Lalu, kenapa dindingnya tidak terbakar, hanya di bagian lantai saja,” katanya. (Ant/OL-04)

0 komentar:

Poskan Komentar