Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Senin, 25 April 2011

Makin Ketahuan, Isu Bom & Teroris adalah Rekayasa


Jakarta – Ada aroma rekayasa dalam kasus bom buku dan Bom Serpong. Bahkan aroma itu terasa menyengat. Setidaknya itulah kesimpulan yang bisa didapatkan dari sejumlah fakta tersangka pelaku kasus bom buku dan bom Serpong. Tertangkapnya IF, seorang kameraman Global TV dan identitas sesungguhnya dari Mr P, setidaknya akan membuka mata seluruh rakyat Indonesia. Bahwa sesungguhnya isu terorisme adalah rekayasa.

Pertama, tertangkapnya kameraman Global TV berinisial IF dalam kasus bom di Serpong. Keterlibatan IF dalam kelompok teroris baru hingga saat ini masih menjadi tanda tanya besar. Hal ini dikemukakan Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa B Nahrawardaya. Mustafa mencium adanya aroma konspirasi di balik rencana peledakan pipa gas di Serpong.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, istri IF adalah staf humas di Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dikepalai oleh Komjen Gories Mere.

“Jadi tidak logis, istrinya kerja untuk Polisi kok suaminya kerja untuk teroris,” ujar Mustofa, seperti dirilis INILAH.COM, Sabtu (23/4/2011).

Istri IF tersebut lanjut Mustofa sempat bekerja di sebuah Production House (PH) infotainmen di wilayah Jakarta Barat. “Sebelum kerja di BNN, istrinya IF ini kerjadi PH selama tiga tahun,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Polri menetapkan satu tersangka baru yaitu kamerawan Global TV berinisial IF dalam kasus terorisme. IF ditangkap, Kamis (21/4/2011) malam di rumahnya. IF sendiri menurut Direktur News Global TV Arya Mahendra Sinulingga sempat bekerja di infortainmen sebelum bekerja di Global TV.

“Dia ini 4 tahun di infotainmen dan 1 tahun jadi kameraman dalam di studio Global TV,” ujar Arya di Jakarta, Sabtu (23/4/2011).

Kedua, sutradara bom buku dan Serpong, Mr P, ternyata juga bukan aktivis Islam. Menurut seorang kawannya, kegemaran P adalah main gaple di malam hari. Perilakunya pun sama sebagaimana orang pada umumnya.

“Waktu di kampus dia bukan aktivis Islam, bukan aktivis pergerakan, dia anak gaul biasa,” ujar Dede teman satu kampus P di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, kepada INILAH.COM, Sabtu (23/4/2011).

Bahkan, menurutnya, saat di tempat kos, P hampir setiap malam senang bermain gaple bersama teman-teman lainnya. “Saya kebetulan satu kos sama dia, kalau malam suka main gaple bareng. Nggak ada potongan teroris dia itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyad Mbai kepada Radio Elshinta mengatakan Mr P adalah kepanjangan dari Peppi. Menurut Ansyad, Peppi adalah sutradara film dokumenter tentang tsunami Aceh berjudul ‘Dalam Dekapanku’.

Rekayasa tetaplah rekayasa. Ditutupi serapat mungkin, jika itu batil, maka akan terkuak juga. Rakyat sudah muak dengan sandiwara terorisme. INILAH.COM/ Suara Islam

0 komentar:

Poskan Komentar