Today :

Not found what you looking for?:

Diposkan oleh PUTRA BETAWI

Published on Rabu, 20 April 2011

Suporter Persita Hajar dua Remaja Hingga Tewas

TANGERANG – Duka mendalam dirasakan oleh keluarga Muhammad Tomy, 17, dan Ahmad Hariri, 15, dua remaja yang tewas akibat kebrutalan suporter sepakbola. Kedua remaja yang masih bersaudara sepupu ini kehilangan nyawa akibat jadi korban salah sasaran tawuran antar pendukung klub sepakbola.

“Anak saya tidak pernah ikut-ikutan menjadi suporter bola. Kenapa dikeroyok?” ucap Ny. Mas’unah, ibunda Ahmad Hariri sambil menangis. “Saya minta polisi menangkap pembunuh anak saya,” ujar Ny. Mas’unah di rumahnya di Kp. Kampung Sangiang, Kec. Priuk, Kota Tangerang, Selasa (19/4) siang.

Ia mengatakan tak ada satu pun pengurus klub Persita yang datang untuk menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa anaknya. Bahkan ia mengetahui anaknya menjadi korban setelah diberitahu tetangga.

Mendengar kabar tersebut, ia bersama suaminya, Mad’isa, mengecek ke rumah sakit. Wanita ini langsung lemas begitu mendapati anaknya, Ahmad Hari dan keponakannya, Tomy sudah tak bernyawa. “Sekejam itu perlakuan mereka,” sebut Ny. Mas’unah.

Diceritakannya, Senin (18/4) sekitar Pk. 21:00 Ahmad Hariri, pelajar kelas 2 SMP Negeri 17 Tangerang, berniat membeli nasi goreng. Ia bersama Tomy dan Ahmad Badrul Hikam, 15, berboncengan Yamaha Mio B 6810 CIR milik ayahnya.

Di Jalan Arya Kemuning, Tangerang, ketiganya dihadang puluhan pemuda berseragam suporter Persita yang tengah mencari tumpangan truk. Mereka memalak ketiga remaja tersebut. Takut motornya dirampas, Hariri yang mengemudikan motor berupaya kabur. Namun, puluhan pemuda anarkis itu mengejar.

Hariri panik hingga tak mampu mengendalikan motor. Saat ketiga remaja itu terjatuh, massa langsung menghajar mereka dengan rantai besi, kayu dan batu. Tony dan Hariri tewas, sedangkan Hikam luka parah bahkan kakinya patah. Ia dilarikan ke RS Sari Asih Sangiang. Jenazah Tomy dan Hariri, dimakamkan di tanah wakaf Kampung Sangiang, Kota Tangerang, Selasa (19/4) siang.

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Taviv Yulianto, mengatakan anggotanya sudah mengantisipasi kemungkinan ada keributan supoter sepakbola. Pengeroyokan dilakukan setelah anggotanya kembali ke Polres Metro Tangerang. “Kami mengusut siapa pelaku pengeroyokan tersebut,” janji Kombes Taviv. Pos Kota

0 komentar:

Poskan Komentar